Tag: UIN Raden Fattah

  • UIN Raden Fatah Buka Jalur RPL, Pengalaman Kerja Diakui Setara Pendidikan Formal

    UIN Raden Fatah Buka Jalur RPL, Pengalaman Kerja Diakui Setara Pendidikan Formal

    PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Perguruan tinggi tak lagi hanya menjadi ruang bagi lulusan sekolah menengah. UIN Raden Fatah Palembang membuka pintu lebih lebar dengan menghadirkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sebuah skema yang mengakui pengalaman kerja dan kompetensi profesional sebagai modal akademik untuk menempuh pendidikan tinggi.

    Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, menegaskan bahwa seluruh jalur penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dirancang untuk menjangkau spektrum masyarakat yang lebih luas, termasuk mereka yang selama ini terhalang persoalan administratif meski memiliki pengalaman dan kapasitas keilmuan memadai.

    “Penerimaan Mahasiswa Baru dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) UIN Raden Fatah Palembang Tahun 2026 kami buka seluas-luasnya agar masyarakat yang memiliki pengalaman kerja tetap memiliki akses ke pendidikan tinggi,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, UIN Raden Fatah Palembang membuka tiga skema utama penerimaan mahasiswa baru. Pertama, Seleksi Nasional Kemendikbud melalui SNBP dan SNBT. Kedua, Seleksi Nasional Kementerian Agama, yakni SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Ketiga, Seleksi Mandiri, yang mencakup Ujian Mandiri (UM) dan jalur RPL.

    Menurut Prof. Adil, program RPL sebenarnya telah berjalan pada periode sebelumnya. Namun, pada tahun ini pihak universitas secara resmi meluncurkannya agar implementasi lebih optimal dan diketahui masyarakat secara luas.

    Program RPL ini kami resmikan agar lebih sistematis, transparan, dan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.Untuk informasi teknis pendaftaran, calon mahasiswa diminta mengakses kanal resmi UIN Raden Fatah Palembang melalui laman www.radenfatah.ac.id serta media sosial resmi universitas.

    “Insya Allah seluruh program studi di UIN Raden Fatah Palembang dapat diikutkan dalam program RPL,” ujarnya.

    Saat ini, jumlah mahasiswa aktif UIN Raden Fatah Palembang tercatat sebanyak 21.009 orang. Untuk Tahun Akademik 2026/2027, universitas menyiapkan daya tampung mahasiswa baru sebagai berikut:

    Program Sarjana (S1): 6.365 orang

    Program Magister (S2): 400 orang

    Program Doktor (S3): 80 orang

    Pembukaan jalur RPL,tidak lepas dari kondisi pendidikan nasional. Berdasarkan data yang ada, persentase penduduk Indonesia dengan pendidikan tinggi masih tergolong rendah, yakni sekitar 10,18 persen.

    “Padahal banyak masyarakat yang secara keilmuan, keterampilan, dan pengalaman kerja sejatinya layak disebut sarjana, tetapi terkendala syarat administratif. RPL menjadi jembatan untuk itu,” ujarnya.

    Sejak dibuka sambungnya, minat masyarakat terhadap jalur RPL di UIN Raden Fatah Palembang terbilang tinggi. Namun, universitas tetap menerapkan pembatasan kuota agar kualitas pembelajaran terjaga.Kami tidak bisa membuka kuota terlalu besar. Kuota RPL disesuaikan dengan kesiapan administrasi, ketersediaan dosen, serta sarana dan prasarana perkuliahan.

    “Informasi detail mengenai kuota dan mekanisme RPL, akan diumumkan secara resmi melalui laman universitas.Menjawab keraguan publik terkait keabsahan lulusan RPL, bahwa tidak ada perbedaan antara lulusan RPL dan lulusan jalur reguler.Gelar sama, ijazah sama, dan hak akademiknya juga sama. Tidak ada pembedaan,” tegasnya.

    Ia menambahkan saat ini, UIN Raden Fatah Palembang memiliki sembilan fakultas, yakni Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Psikologi.

    Selain itu, universitas juga menyelenggarakan program pascasarjana dengan sejumlah program studi, antara lain Studi Islam, Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, dan Peradaban Islam.

    “Melalui pembukaan jalur RPL ini, UIN Raden Fatah Palembang menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengejar angka penerimaan, tetapi juga memperluas keadilan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya.

  • UIN Raden Fatah Gelar PKM KKN Mandiri di Pelang Kenidai Pagar Alam: Dorong Program Penguatan Keluarga Islami

    UIN Raden Fatah Gelar PKM KKN Mandiri di Pelang Kenidai Pagar Alam: Dorong Program Penguatan Keluarga Islami

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen memajukan pendidikan dan pembangunan sosial masyarakat di Sumatera Selatan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dosen yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri mahasiswa angkatan 83 tahun 2025, yang resmi dilaksanakan di Kelurahan Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, pada 21 Juli hingga 20 Agustus 2025.

    Kegiatan PKM KKN Mandiri ini mengusung tema besar “Penguatan Peran Keluarga Islami dalam Membangun Karakter Religius Anak di Era Digital”. Program ini melibatkan 20 mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang diterjunkan langsung ke masyarakat dengan pendampingan dosen pembimbing, Muhtarom, M.Pd.I. Para mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di tengah masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi konkret bagi penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan keluarga.

    Dalam sambutannya, Camat Dempo Tengah, Pagar Alam, menyampaikan apresiasi atas hadirnya program PKM KKN Mandiri UIN Raden Fatah. “Kami menyambut baik kehadiran dosen dan mahasiswa UIN Raden Fatah di wilayah kami. Kegiatan ini bukan hanya sekadar praktik akademik, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pendidikan, membangun karakter generasi muda, dan memperkuat ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Lurah Pelang Kenidai, yang melihat kegiatan ini sebagai peluang emas untuk memperkuat peran keluarga di tengah gempuran era digital. “Anak-anak dan remaja kita sekarang hidup di era serba digital. Tantangannya besar, mulai dari kecanduan gawai hingga melemahnya interaksi sosial. Kehadiran mahasiswa UIN Raden Fatah membawa angin segar dengan program-program edukasi Islami yang membekali orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar tetap berkarakter religius dan bermoral,” ungkapnya.

    Sementara itu, Dosen Pembimbing PKM KKN Mandiri, Muhtarom, M.Pd.I, menegaskan bahwa pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sangat penting. “Melalui PKM terintegrasi KKN Mandiri, kami ingin menunjukkan bahwa UIN Raden Fatah Palembang tidak hanya fokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi nyata. Penguatan peran keluarga Islami di era digital ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam membangun generasi yang tangguh, religius, dan berkarakter,” jelasnya.

    Program PKM KKN Mandiri di Pelang Kenidai ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, mulai dari seminar parenting Islami, pelatihan penguatan peran keluarga, edukasi dampak negatif media digital bagi anak, hingga pembinaan keagamaan bagi remaja. Kegiatan ini dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, tokoh agama, pemuda, dan perangkat kelurahan, sehingga menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.

    Selain itu, mahasiswa juga turut melakukan pendampingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar, membantu kegiatan keagamaan di masjid, serta mengadakan lomba-lomba Islami yang bertujuan menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap ajaran agama. Dengan demikian, kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat identitas keislaman generasi muda.

    Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong transformasi sosial berbasis pendidikan. UIN Raden Fatah Palembang, sebagai salah satu kampus Islam terbesar di Sumatera Selatan, konsisten mengambil peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat, mulai dari kota hingga pelosok desa. Keberadaan mahasiswa di Pelang Kenidai menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi tidak boleh terlepas dari kebutuhan masyarakat di akar rumput.

    “Harapan kami, program ini tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja, melainkan terus berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat, sehingga visi besar mencetak generasi berkarakter Islami benar-benar dapat terwujud,” pungkas Camat Dempo Tengah menutup wawancara.

    Dengan hadirnya PKM KKN Mandiri ini, UIN Raden Fatah Palembang kembali menegaskan jati dirinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga agen perubahan sosial yang berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat, khususnya dalam memajukan pendidikan di Sumatera Selatan.

  • PK PMII UIN Raden Fatah Palembang Periode 2025-2026 Resmi Dilantik

    PK PMII UIN Raden Fatah Palembang Periode 2025-2026 Resmi Dilantik

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang resmi dilantik bersama seluruh pengurus rayon di Rumah Dinas Wali Kota Palembang pada Sabtu (10/5/2025).

    Pelantikan yang berlangsung dengan khidmat ini mengusung tema besar “Bergerak Bersama, Membangun Peradaban dari Komisariat untuk Indonesia”.

    Ketua Pelaksana, Zelvan Ramadhan menyampaikan pelantikan tersebut bukan hanya seremonial pergantian struktur, melainkan sebuah momentum konsolidasi ide.

    “Saya, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan ini bukan hanya seremonial pergantian struktur, melainkan sebuah momentum konsolidasi ide, penyatuan semangat, dan pembaruan komitmen untuk membangun PMII yang lebih progresif dan solutif dalam menjawab tantangan zaman,” Katanya.

    Ketua PK PMII UIN Raden Fatah Palembang yang baru dilantik, Andika Maulana, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi awal dari semangat baru dalam membawa PMII ke level yang lebih tinggi. Ia menyoroti pentingnya membangun kapasitas kader agar memiliki daya saing global dan karakter kuat dalam menghadapi tantangan ke depan.

    “Dengan semangat perubahan dan tekad yang kuat, PMII ERA BARU hadir sebagai garda terdepan dalam mencetak kader-kader unggul yang siap bersaing di tingkat global. Kami membawa visi besar: Menjadi Komisariat PMII yang berdaya saing global, berintegritas, dan berkarakter,” ujar Andika penuh semangat.

    Pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Palembang, Aria Tan Ifin. Dalam sambutannya, Aria menyampaikan harapannya agar pengurus baru mampu menjadikan PMII sebagai wadah intelektual yang tidak hanya fokus pada kaderisasi, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan zaman.

    “Kami berharap PMII UIN Raden Fatah mampu tampil beda. Bukan sekadar menjadi organisasi mahasiswa biasa, tetapi menjadi pusat perubahan yang aktif dalam advokasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Aria Tan Ifin usai melantik pengurus.

    Momentum pelantikan ini tidak hanya dihadiri oleh pengurus cabang dan komisariat, tetapi juga dihadiri oleh Sekretaris PKC PMII Sumatera Selatan, M. Eko Wahyudi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran PMII sebagai agen perubahan dan pengontrol sosial di tengah masyarakat.

    “Selamat kepada sahabat-sahabati yang telah dilantik. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik tolak untuk berpikir ‘out of the box’. PMII harus semakin progresif menuju ERA BARU. Kalian adalah agen perubahan, kontrol sosial, dan ‘iron stock’ bangsa,” Kata Eko.

    Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Stakeholder Pemerintah Kota Palembang, Alumni PMII, dan sejumlah Organisasi Mahasiswa lainnya.

  • Hadiri Wisuda Tahfidz Fakultas Tarbiyah UIN Palembang, Herman Deru : Kita Wujudkan Generasi di Sumsel  Berakhlakul Karimah   

    Hadiri Wisuda Tahfidz Fakultas Tarbiyah UIN Palembang, Herman Deru : Kita Wujudkan Generasi di Sumsel  Berakhlakul Karimah  

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru ungkapkan rasa bangga   kepada mahasiswa/i Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) Palembang yang telah   mendukung program Satu Desa, Satu Rumah Tahfidz di Sumsel.

     

    “Saya sangat bangga  para mahasiswa dan mahasiswi fakultas tarbiyah ini menjadi hafidz/ hafidzah artinya program yang saya gelorakan bersama dengan pak Mawardi Yahaya melalui program satu  desa satu rumah tahfidz  tidak sia-sia. Capaian mereka ini sebagai bentuk dukungan program itu,” kata Herman Deru saat menyampaikan sambutan pada wisuda Tahfidz VII Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (15/2).

     

    Dia berharap para hafidz dan hafidzah lulusan UIN Raden Fatah dapat menjadi contoh sekaligus sebagai guru bagi  generasi muda Sumsel untuk tekun  dalam menghafal Al-Qur’an.

     

    “Saya berharap kalian semua disini membantu saya untuk menjadi pengajar di rumah-rumah tahfidz di sumsel ini, sama-sama kita wujudkan generasi di Sumsel  yang berakhlakul karimah,” harapnya.

     

    Tak hanya itu, dia juga menghimbau para hafidz dan hafidzah tidak hanya menghafal namun dia mengharapkan nilai-nilai dan mempedomani isi yang tertuang dalam Al-Qur’an.

     

    “Kita juga mengharapkan kalian bisa mempedomani dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an,” tuturnya.

     

    Sebagai bentuk apresiasinya, Herman Deru  memberikan hadiah berangkat menunaikan ibadh umrah untuk  para   hafidz dan  hafidzah  yang beruntung masing-masing  satu orang hafidz dan hafidzah.

     

    “Nanti akan saya siapkan hadiah bagi penghafal Al-Qur’an 30 Juz, satu hafidz dan satu hafidzah,” ucapnya.

     

    Herman Deru merinci rumah tahfidz di Sumsel mencapai kurang lebih 5 ribu, meski demikan  dia  tetap mengajak masyarakat mensosialisasikan program tersebut demi terwujudnya generasi Sumsel yang berakhlak mulia.

     

    “Kurang lebih 4 setengah tahun program ini digelorakan, rumah tahfidz di Sumsel telah mencapai kurang lebih lima ribuan. Dengan angka ini juga kita jangan cepat puas,  artinya kita tetap sosialisasikzn  karena masih ada di suatu desa belum ada rumah tahfidz namun di desa satunya lagi ada 4 rumah tahfidz, situasi seperti ini perlu kita luruskan. Mohon bantuannya bagi kita semua,” pungkasnya.

     

    Diketahui terdapat 360 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Tarbiyah yang di wisuda tahfidz, mulai dari 2 Juz hingga 30 Juz.

  • Wisuda ke-81, Rektor Harapkan Alumni Membumikan Moderasi Beragama

    Wisuda ke-81, Rektor Harapkan Alumni Membumikan Moderasi Beragama

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof. Nyayu Khodijah, meminta kepada seluruh alumni UIN Raden Fatah agar membumikan moderasi beragama. Hal ini ia sampaikan saat memberikan kata sambutan pada pelaksanaan wisuda ke-81, di Academik Center (AC), Rabu, (29/6/2022).

     

    Menurutnya, membumikan moderasi beragama di Indonesia itu adalah sebuah keharusan.

     

    “Karena memang kondisi masyarakat yang kurang itu, mau tidak mau kita tidak bisa memaksakan bahwa orang harus punya perilaku beragama yang sama dengan kita, jadi tidak hanya inklusif saja tetapi juga eksklusif,” kata dia ditemui usai pelaksanaan wisuda.

     

    “Untuk perilaku kita sendiri, kita bersikap eksklusif artinya bagaimana mengamalkan ajaran agama sebaik mungkin sesuai dengan pemahaman kita, tetapi bagaimana kita mengekspresikan kepada orang lain, baik yang seagama maupun beda agama, ya kita harus inklusif, tidak bisa kita mengatakan kita yang terbaik,” ujarnya.

     

    Untuk itu ia berpesan kepada seluruh alumni UIN Raden Fatah Palembang, agar bisa memahami moderisasi beragama.

     

    “Jadi pesannya kepada mahasiswa tadi sudah saya sampaikan, pertama pahami moderasi beragama itu seperti apa, jadi harus punya pemahaman yang baik terlebih dahulu. Kalau dia sudah punya pemahaman yang baik, maka yang kedua terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, bagaimana kita berinteraksi, bagaimana kita beragama, bagaimana mengekspresikan agama kita di tengah komunitas yang majemuk, dan yang ketiga kalau mungkin kita juga mengajak orang lain untuk melaksanakan atau menerapkan moderasi beragama,” pesannya.

    Untuk diketahui, ada sebanyak 1198 wisudawan dan wisudawati yang mengikuti pelaksanaan wisuda hari ini. Diantaranya Fakultas Hukum dan Syari’ah berjumlah 125 orang, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan berjumlah 544 orang, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam berjumlah 76 orang, Fakultas Adab dan Humaniorah berjumlah 38 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi berjumlah 154 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam berjumlah 133 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berjumlah 45 orang, Fakultas Sains dan Teknologi berjumlah 34 orang, Fakultas Psikologi berjumlah 42 orang, serta Pascasarjana berjumlah 7 orang.

  • Tanam 5000 Pohon, Kontribusi UIN RF dalam Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

    Tanam 5000 Pohon, Kontribusi UIN RF dalam Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

    Suarapublik.id, Palembang – 5000 pohon ditanamkan di lingkungan kanpus UIN Raden Fattah Palembang. Kegiatan ini juga dalam memperingati Hari Lahir Nahdlatul Utama (NU) ke 99. Hadir pada kegiatan itu Wakil Ketua PBNU, Alissa Wahid, Jumat (4/3/2022).

     

    Dikatakannya, dengan ditanam pohon bisa membuat kampus hijau yang nyaman, namun yang terpenting adalah membangun model kehidupan yang Iebih ekologis.

     

    “Giat ini dilakukan agar kampusnya jadi nyaman, sejuk, mengurangi kebutuhan pendingin udara, mengurangi emisi karbon, mengajari mahasiswa dan civitas akademika pentingnya penanaman pohon,” katanya.

     

    Menurutnya kegiatan inu juga mendukung Program dari pemerintah Pusat yang mencanangkan penanaman berjuta-juta pohon.

     

    “Jadi ini awal yang bagus di UIN raden fatah. Apa yang dilakukan di UIN Raden Fatah hari ini adalah kick start yang bagus bagi kampus dan NU,” jelasnya.

     

    Rektor UIN Raden Fatah, Nyayu Khodijah, menilai penanaman pohon merupakan bentuk kepedulian atas pelestarian lingkungan. Penghijauan di lingkungan kampus diharapkan dapat mengurangi polusi di perkotaan.

     

    “Ini kepedulian UIN agar lingkungan kita lebih hijau dan sehat. Oksigen yang dihasilkan dan CO² yang diserap sangat3 penting untuk keberlanjutan manusia dan hewan agar bisa hidup lebih baik,” pungkasnya.

     

    Lanjutnya, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan harlah NU. Diungkapnya 5000 pohon yang ditanam berasal dari KLHK.

     

    “Hari ini merupakan puncak menanam bersama beberapa unsur antara Iain PBNU, Pemprov Sumsel, KLHK. dan UIN. Semoga pohon yang ditanam memberi manfaat dan memberi bagian amal jariyah bagi kita semua,” ujarnya.

     

    Adapun beragam jenis pohon yang ditanam masing-masing pohon merbau, mahoni, sirsak, kulai dan kemang. 5000 pohon ini akan disebar di lahan kampus B UIN Jakabaring.

  • Deru Sarankan UIN RF Verifikasi Ulang UKT Mahasiswa 

    Deru Sarankan UIN RF Verifikasi Ulang UKT Mahasiswa 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menanggapi Permasalahan pemangkasan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru.

     

    Dibincangi usai menerima Rektor UIN Raden Fatah Palembang di Kantor Gubernur Provinsi Sumsel, Senin (14/2) sore. Gubernur Herman Deru menegaskan dirinya sengaja memanggil Rektor UIN dan jajaran untuk mengetahui permasalahannya secara Iangsung.

     

    Setelah mengetahui masalahnya, Gubernur Herman Deru memberikan saran agar dalam kurun waktu cepat masalah pembayaran UKT ini dapat diselesaikan dengan memperpanjang waktu pembayaran dan dilakukan veriflkasi ulang.

     

    “Intruksi Saya kepada jajaran rektorat UIN tadi, sebagai wakil pemerintah pusat untuk veriflkasi ulang kalau memang benar tidak mampu ya bantu, masukan dalam pemotongan. Jangan sampai ada rasa ketidakadilan, kalau memang layak dibantu dan memenuhi syarat, bantu saja,” tegasnya.

     

    Sementara Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Nyayu Khodijah menambahkan, Untuk mahasiswa yang mendapat potongan pembayaran Uang Kuliah Terpadu (UKT) ada kriteria dan syarat yang harus dipenuhi.

     

    “Saya sudah sampaikan dengan bapak Gubernur, mereka tidak memenuhi syarat karena mungkin prosesnya tidak diupload semua, misalnya mereka harus melampirkan transkrip dengan Kartu keluarga, tapi mereka hanya mengupload transkrip saja ‚” tuturnya.

     

    Dia merinci ada 22.384 mahasiswa UIN Raden Fatah yang aktif, dimana yang mengajukan pengurangan atau pemotongan UKT terdapat 13.723 mahasiswa dan mahasiswi.

     

    Sementara yang baru mendapatkan berdasarkan SK terdapat 9.611 dan sisanya sekitar 4000 yang belum terakomodir.

     

    ” Tapi dari hasil pembicaraan kita dengan mahasiswa ternyata yang belum bayar UKT itu 1.723, pak gub minta yang 1.723 diveriflkasi ulang, dan kita sesuai sejalan kita beri perpanjangan pembayaran UKT hingga 3 hari kedepan bersamaan itu juga kita akan veriflkasi ulang 1.723,” jelasnya.

  • Gubernur Nyatakan Siap Bantu Persoalan UKT Mahasiswa

    Gubernur Nyatakan Siap Bantu Persoalan UKT Mahasiswa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumsel Herman Deru menyatakan dirinya siap membantu persoalan mahasiswa Universitas Islam Negri (UIN) Raden Fattah Palembang dalam polemik Uang Kuliah Tunggal (UKT). Saat di bincangi di kantornya, Herman Deru menjelaskan jika persoalan UKT merupakan persoalan internal Mahasiswa UIN dan pihak rektorat.

    “Sebenarnya ini masalah Internal mereka,” kata Deru, Jumat (11/2/2022).

    Namun, Herman Deru memyampaikan jika Pemprov Sumsel tidak akan tinggal diam dan siap melakukan mediasi antar kedua belah pihak. Pihaknya bersedia untuk menampung seluruh aspirasi dari semua kalangan. Termasuk masalah yang dihadapi mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang saat ini.

    “Kapanpun kami bersedia untuk membantu,” ungkapnya.

    Sebelumnya diketahui Gubernur Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, Akhmad Saiful mengatakan saat ini mahasiswa UIN Raden Fatah tengah dihadapkan dengan kebijakan kampus yang menurutnya cukup mencederai mereka. Pasalnya, pada awal pemberian bantuan yang tertuang dalam Surat Keterangan Nomor B.001/Un.09/4.2.PP.09/01/2022, Saiful menegaskan UIN tidak menginformasikan adanya pembatasan kuota seperti yang saat ini telah beredar.

    “Awal polemik ini ada saat pada tanggal 26 Januari lalu mahasiswa yang memperoleh bantuan pemotongan hendak melakukan pembayaran, namun sistem pembayaran waktu itu dikabarkan sedang error. Alhasil membuat mereka harus menunggu hingga sistem kembali normal, setelah normal jumlah UKT yang harus dibayar malah kembali seperti saat sebelum dipotong,” jelasnya.

  • Deru Usulkan UIN Raden Fatah Buka Fakultas Pertanian 

    SUARAPUBLIK,Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Prof. Dr. H. M. Sirozi, Ph.D, dalam audiensi yang berlangsung di ruang tamu gubernur, Selasa (30/10) sore.

    Selain bersilaturahmi audiensi ini juga bertujuan untuk mengundang Gubernur Sumsel hadir dalam peletakan batu pertama Kampus B Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang berlokasi di kawasan Jakabaring. (30/10)
    Peletakan batu pertama ini akan dilangsungkan pada Rabu tanggal 31 Oktober. UIN RF bakal melakukan pembangunan 9 gedung baru yang rencananya dinamakan kampus B.
    “Besok Insha Allah saya akan hadir, suatu kebanggaan juga bagi kita semua Sumsel memiliki kampus UIN di tempat yang strategis. Saya yakin pembangunan ini tidak terhambat,” ucapnya.
    Disela-sela bincang-bincang, orang nomor satu di Provinsi Sumsel menyarankan agar kedepan UIN Raden Fatah mengembangkan fakultas yang ada. Salah satunya membuka Fakultas Pertanian, mengingat pertanian adalah salah satu potensi khas dari Provinsi Sumsel.
    “Saran saya ada Fakultas Pertanian karena itu ciri khas daerah kita. Sore ini menjadi suatu yang istimewa, mendapat informasi yang penting mengenai peletakan batu pertama Kampus B UIN Raden fatah,” tuturnya
    Sementara Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Prof. Dr. H. M. Sirozi, Ph.D,. mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumsel yang telah memberikan kesempatan untuk bersilaturhami sekaligus mengundang untuk hadir pada saat peletakan batu pertama (Ground Breaking).
    “Alhamdulillah groundbreaking nya besok pukul 09.30 WIB, kami mengundang dan sangat mengharapkan kehadiran Bapak Gubernur. Insha Allah apa yang dimiliki oleh UIN Raden Fatah kami siap mendukung program-program dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel,”tambahnya