PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Perguruan tinggi tak lagi hanya menjadi ruang bagi lulusan sekolah menengah. UIN Raden Fatah Palembang membuka pintu lebih lebar dengan menghadirkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sebuah skema yang mengakui pengalaman kerja dan kompetensi profesional sebagai modal akademik untuk menempuh pendidikan tinggi.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, menegaskan bahwa seluruh jalur penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dirancang untuk menjangkau spektrum masyarakat yang lebih luas, termasuk mereka yang selama ini terhalang persoalan administratif meski memiliki pengalaman dan kapasitas keilmuan memadai.
“Penerimaan Mahasiswa Baru dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) UIN Raden Fatah Palembang Tahun 2026 kami buka seluas-luasnya agar masyarakat yang memiliki pengalaman kerja tetap memiliki akses ke pendidikan tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UIN Raden Fatah Palembang membuka tiga skema utama penerimaan mahasiswa baru. Pertama, Seleksi Nasional Kemendikbud melalui SNBP dan SNBT. Kedua, Seleksi Nasional Kementerian Agama, yakni SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Ketiga, Seleksi Mandiri, yang mencakup Ujian Mandiri (UM) dan jalur RPL.
Menurut Prof. Adil, program RPL sebenarnya telah berjalan pada periode sebelumnya. Namun, pada tahun ini pihak universitas secara resmi meluncurkannya agar implementasi lebih optimal dan diketahui masyarakat secara luas.
Program RPL ini kami resmikan agar lebih sistematis, transparan, dan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.Untuk informasi teknis pendaftaran, calon mahasiswa diminta mengakses kanal resmi UIN Raden Fatah Palembang melalui laman www.radenfatah.ac.id serta media sosial resmi universitas.
“Insya Allah seluruh program studi di UIN Raden Fatah Palembang dapat diikutkan dalam program RPL,” ujarnya.
Saat ini, jumlah mahasiswa aktif UIN Raden Fatah Palembang tercatat sebanyak 21.009 orang. Untuk Tahun Akademik 2026/2027, universitas menyiapkan daya tampung mahasiswa baru sebagai berikut:
Program Sarjana (S1): 6.365 orang
Program Magister (S2): 400 orang
Program Doktor (S3): 80 orang
Pembukaan jalur RPL,tidak lepas dari kondisi pendidikan nasional. Berdasarkan data yang ada, persentase penduduk Indonesia dengan pendidikan tinggi masih tergolong rendah, yakni sekitar 10,18 persen.
“Padahal banyak masyarakat yang secara keilmuan, keterampilan, dan pengalaman kerja sejatinya layak disebut sarjana, tetapi terkendala syarat administratif. RPL menjadi jembatan untuk itu,” ujarnya.
Sejak dibuka sambungnya, minat masyarakat terhadap jalur RPL di UIN Raden Fatah Palembang terbilang tinggi. Namun, universitas tetap menerapkan pembatasan kuota agar kualitas pembelajaran terjaga.Kami tidak bisa membuka kuota terlalu besar. Kuota RPL disesuaikan dengan kesiapan administrasi, ketersediaan dosen, serta sarana dan prasarana perkuliahan.
“Informasi detail mengenai kuota dan mekanisme RPL, akan diumumkan secara resmi melalui laman universitas.Menjawab keraguan publik terkait keabsahan lulusan RPL, bahwa tidak ada perbedaan antara lulusan RPL dan lulusan jalur reguler.Gelar sama, ijazah sama, dan hak akademiknya juga sama. Tidak ada pembedaan,” tegasnya.
Ia menambahkan saat ini, UIN Raden Fatah Palembang memiliki sembilan fakultas, yakni Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Psikologi.
Selain itu, universitas juga menyelenggarakan program pascasarjana dengan sejumlah program studi, antara lain Studi Islam, Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, dan Peradaban Islam.
“Melalui pembukaan jalur RPL ini, UIN Raden Fatah Palembang menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengejar angka penerimaan, tetapi juga memperluas keadilan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya.







