Tag: Tol

  • Wapres Gibran: Tol Palembang–Betung Akan Jadi Pendorong Ekonomi Sumsel

    Wapres Gibran: Tol Palembang–Betung Akan Jadi Pendorong Ekonomi Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyebut bahwa pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan (Sumsel) dan kawasan sekitarnya.

    “Tol ini akan memberikan dampak besar terhadap distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Efisiensi logistik akan meningkat, dan itu menjadi kunci pertumbuhan ekonomi,” ujar Wapres RI, Gibran saat meninjau langsung proyek strategis nasional tersebut di Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (25/9/2025).

    Pemerintah pusat memastikan ruas tol ini rampung tepat waktu dan memastikan fungsinya optimal bagi kepentingan masyarakat dan dunia usaha.

    “Pemerintah pusat akan terus mendorong agar proyek ini rampung sesuai target. Kita ingin infrastruktur ini segera memberikan manfaat nyata,” tegasnya.

    Menurutnya, selain mempercepat konektivitas antarwilayah, tol Palembang–Betung juga akan membuka akses baru bagi kawasan industri dan sentra ekonomi di Sumatera bagian selatan.

    “Infrastruktur seperti ini bukan hanya membangun jalan, tapi juga membangun peluang. Daerah-daerah yang terhubung akan lebih kompetitif dan menarik bagi investor,” imbuhnya.

    Selain itu, Wapres juga melakukan peninjauan ke simpang Palembang Junction yang dirancang untuk mengatur arus kendaraan di jaringan tol, serta lokasi pembangunan Jembatan Musi 5 di Gandus, Palembang.

    “Jembatan Musi 5 akan menjadi penghubung penting jalur tol dan sekaligus menjadi simbol pembangunan Sumsel yang lebih maju dan terintegrasi,” katanya.

    Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik kunjungan Wapres sebagai bentuk dukungan langsung pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Sumsel.

    Bahkan, ia menilai proyek pembangunan infrastruktur ini akan membawa dampak signifikan bagi daerah.

    “Kami melihat sendiri bagaimana ruas Musi Landas–Pulau Rimau saat difungsikan terbatas di momen Lebaran lalu sudah memberi manfaat besar. Apalagi jika seluruh ruas telah beroperasi penuh,” tuturnya.

    Ia menjelaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung percepatan penyelesaian proyek tersebut, termasuk dalam aspek perizinan, pengadaan lahan, dan koordinasi lintas sektor.

    “Kami siap bersinergi demi keberhasilan proyek ini. Dengan infrastruktur yang baik, Sumsel bisa menarik investasi lebih banyak, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa kehadiran Jembatan Musi 5 akan menambah nilai strategis tol Palembang–Betung karena akan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan.

    “Jembatan ini akan menjadi ikon baru pembangunan Sumsel, memperlancar mobilitas, dan sekaligus mempercepat pengembangan wilayah,” ucap dia.

  • H-3 Lebaran Arus Mudik di Gerbang Tol Kramasan Mulai Padat

    H-3 Lebaran Arus Mudik di Gerbang Tol Kramasan Mulai Padat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – H-3 Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/Lebaran 2025 arus mudik di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Kayuagung – Palembang Gerbang Tol Kramasan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan mulai dipadati pemudik.

    Kepala Gerbang Tol Kramasan, Sumarno menyampaikan jika piihaknya memperkirakan sebanyak 21.000 kendaraan melintasi jalan tol tersebut pada H-3 Lebaran 2025. Sebelumnya, pada H-4 Lebaran 2025 sebanyak 19.000 kendaraan telah melintasi jalan tersebut.

    “Pergerakan kendaraan ini mulai terpantau mulai dari pukul 9.00 WIB hingga 11.00 WIB. Jadi mereka turun kapal di Pelabuhan Bakauheni itu sekitar pukul 03.00 WIB dan membutuhkan waktu enam jam untuk sampai Gerbang Tol Kramasan,” ujar Sumarno pada, Jum’at (28/3/2025).

    Dari pantauan langsung, sejak pukul 9.30 WIB hingga saat ini Gerbang Tol Keramasan mulai dipadati kendaraan pribadi, bus penumpang, serta angkutan barang.

    Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan pada gerbang tol tersebut pihaknya menambah jumlah gardu tambahan yang semula 2 gardu keluar dan 2 gardu masuk, saat ini menjadi 3 gardu keluar dan 3 gardu masuk.

    “Kami juga siapkan fasilitas top up uang elektronik, penjualan kartu uang elektronik sebanyak 1.500 kartu dan petugas tambahan sebanyak 15 personel transaksi dan petugas keamanan,” ungkapnya.

    Selain itu, ia juga menyebut jika saat ini diskon tarif tol sebesar 20 persen telah berakhir sejak Rabu, 26 Maret 2025.

    “Diskon tarif tol dimulai pada tanggal 24 Maret 2025, pukul 07.00 WIB dan berakhir pada tanggal 26 Maret 2025 pada pukul 07.00 WIB. Diskon tarif itu berbeda-beda tanggalnya setiap ruas tol agar tidak terjadi penumpukan,” ucapnya.

    Kemudian, dirinya juga mengimbau kepada para pemudik agar memastikan saldo uang elektronik cukup agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di Gerbang Tol.

    “Tentunya para pemudik kita imbau agar memastikan lagi kondisi kendaraan saat akan melakukan perjalanan, selalu mematuhi rambu-rambu lalulintas, batasi kecepatan, serta memiliki saldo uang elektronik yang cukup agar tidak terjadi penumpukan di gerbang tol,” tegas dia. (Tia)

  • Hutama Karya Percepat Pengerjaan Tol Palembang-Betung untuk Perlancar Arus Mudik 2025

    Hutama Karya Percepat Pengerjaan Tol Palembang-Betung untuk Perlancar Arus Mudik 2025

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Hutama Karya akan mempercepat pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Betung Seksi II Gerbang Tol Rengas/Musi Landas-Pangkalan Balai guna mengurangi kepadatan jalan nasional sebagai jalur alternatif arus mudik tahun 2025.

    “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penerbitan Penetapan Lokasi (Penlok) guna mendukung kelancaran proyek. Ruas ini ditargetkan dapat beroperasi secara terbatas guna mengurangi kepadatan lalu lintas di Sumsel. Meski masih dalam proses konstruksi, ruas ini siap dimanfaatkan dengan koordinasi bersama Kementerian PU, Kepolisian, dan Kementerian Perhubungan,” kata Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, Senin (24/2/2025).

    Diketahui, hingga 31 Januari 2025 progres pengerjaan tol Palembang-Betung telah mencapai 67,4 persen.

    Adjib menyebut beberapa pekerjaan utama yang telah diselesaikan meliputi pembangunan jalan tol sepanjang 31,8 km dari total 54,5 km, 1 simpang susun dari total 2 simpang susun yang direncanakan dan struktur pile slab sepanjang 5,8 km dari total 7,9 km.

    “Termasuk Jembatan Kramasan sepanjang 1,15 km dan jembatan pendekat 1,08 km telah tuntas,” imbuhnya.

    Ia menjelaskan bahwa jalan tol itu menggunakan dua jenis perkerasan yaitu rigid pavement (beton) untuk daya tahan tinggi dan flexible pavement (aspal hotmix) untuk kenyamanan berkendara.

    “Tentunya, persiapan pengaspalan diawali dengan uji material ketat guna memastikan kualitas sesuai standar jalan bebas hambatan. Hutama Karya juga menjamin ketersediaan material agar pekerjaan berlangsung tanpa henti,” jelasnya.

    Lebih lanjut, pengaspalan tahap awal dimulai sejak Januari 2025, dan pada 5 Februari 2025, pengaspalan harian difokuskan pada Jalur B yang direncanakan sebagai akses mudik. Jalur A dialokasikan untuk lalu lintas kendaraan konstruksi guna menjaga kelancaran pekerjaan.

    Selain itu, untuk mendukung arus mudik 2025, sejumlah langkah telah disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik, termasuk penyesuaian di area transisi antara perkerasan rigid dan struktur pile slab guna menghindari potensi kecelakaan.

    “Dengan strategi pengaspalan ini, pengguna jalan akan merasakan kenyamanan lebih karena permukaan aspal tahan cuaca. Jalan Tol Palembang – Betung Seksi 1-2 diharapkan dapat memangkas waktu tempuh Palembang ke Betung dari 3 jam menjadi hanya 1 jam,” lanjutnya.

    Ia mengatakan hingga saat ini, progres pembebasan lahan telah mencapai 90,16 persen. Namun, masih terdapat beberapa titik yang dalam proses penyelesaian.

    “Kami mengharapkan dukungan semua pihak dalam mempercepat proses pembebasan lahan, sehingga pembangunan JTTS ruas Palembang–Betung–Jambi dapat segera selesai tahap konstruksinya. Sinergi yang kuat antara semua pihak akan mempercepat realisasi infrastruktur ini demi kemajuan dan konektivitas kedua wilayah,” kata dia. (Tia)

  • Progres Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi IV 68,28 Persen

    Progres Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi IV 68,28 Persen

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Hutama Karya menyebut progres pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi IV Simpang Susun Tempino-Ness telah mencapai 68,28 persen.

    “Hingga akhir Januari 2025, konstruksi pembangunan jalan tol itu sebagai penghubung berbagai wilayah di Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) itu telah mencapai 68,28 persen,” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim, Jum’at (21/2/2025).

    Adjib mengatakan untuk pengadaan lahan sudah hampir selesai, yakni dengan persentase mencapai 99,77 persen.

    “Dengan kemajuan ini, jalur utama dengan lapisan perkerasan beton keras (Rigid Pavement) sepanjang 9,23 kilometer telah berhasil dibangun,” katanya.

    Ia menjelaskan saat pemasangan balok girder, pihaknya telah menerapkan manajemen lalu lintas yang ketat dengan menggunakan skema buka-tutup jalur dimulai pukul 22.00 hingga 04.30 WIB dan waktu penutupan dilakukan sekitar 30 menit dan pembukaan jalur selama 60 menit.

    “Sejumlah struktur utama juga telah dipasang seperti balok girder di Jembatan Underpass (JUP) STA 150+187 yang melintasi jalan nasional Palembang-Jambi,” jelasnya.

    Ia menjelaskan jika pemasangan juga dilakukan secara bertahap dari tanggal 10 sampai 14 Februari 2025, dengan jumlah yang dipasang yaitu sebanyak 14 balok girder.

    “Pemasangan balok girder ini telah selesai dengan sukses tanpa insiden kecelakaan atau kerusakan properti, dengan status zero accident dan zero damage property,” jelasnya.

    Menurutnya, pemasangan balok girder ini memberikan manfaat besar bagi kelancaran pembangunan Seksi IV, utamanya dalam menghubungkan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi III yang sudah beroperasi.

    “Transportasi jadi lebih efisien, mendukung mobilitas barang dan orang, serta memperlancar arus perekonomian di sepanjang jalur tol,” imbuhnya.

    Selain itu, fasilitas utama seperti rest area juga sedang dibangun. Yang mana nantinya akan dilengkapi dengan masjid dan food court, menambah kenyamanan bagi pengguna jalan tol.

    “Kehadiran jalan tol yang menghubungkan Jalan Nasional Pijoan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Begitu nanti tersambung dengan Seksi III, waktu perjalanan yang awalnya memakan 3 jam, dapat dipersingkat hanya menjadi 30 menit memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ucap dia. (Tia)

  • Hutama Karya Mulai Lakukan Perbaikan Dua Ruas Jalan Tol Trans Sumatera

    Hutama Karya Mulai Lakukan Perbaikan Dua Ruas Jalan Tol Trans Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Hutama Karya mulai memperbaiki dua ruas jalan tol trans sumatera (JTTS) guna kelancaran arus mudik lebaran 2025.

    “Pemeliharaan pada seluruh ruas tol yang dikelola secara rutin, tidak terkecuali di dua ruas tol yang menjadi jalur utama mudik di JTTS, yaitu Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) dan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai),” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim.

    Ia mengatakan pemeliharaan dilakukan di beberapa titik dengan keseluruhan target selesai di pertengahan Maret atau sekitar 15 hari sebelum mudik berlangsung.

    “Secara teknis, pemeliharaan akan dilakukan pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dan 22.00 WIB hingga 05.00 WIB setiap harinya,” katanya.

    Ia menjelaskan pemeliharaan itu biasanya mencakup pengecatan ulang tiang rambu, pengecatan barrier, pembersihan guardrail, serta peningkatan kualitas jalan tol melalui metode Scrapping, Filling & Overlay (SFO) dan re-konstruksi beton rigid.

    “Kedua ruas tersebut merupakan bagian dari jaringan utama JTTS dengan trafik tertinggi sekaligus ruas terpanjang, sehingga pemeliharaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” jelasnya.

    Selama proses pemeliharaan berlangsung, lanjut dia, pihaknya menerapkan pengaturan skema lalu lintas dengan memasang rambu peringatan dari 1 kilometer sebelum titik lokasi pekerjaan.

    Untuk Tol Terpeka, pemeliharaan rigid dilakukan spot-spot di KM 183+525 hingga KM 184+905 Jalur A, KM 231+ 228-215+598 jalur B, KM 187+433 – KM 173+215 jalur B, KM 141+120 hingga KM 211+060, KM 247+830 – KM 272+718 Jalur A, KM 273+995 hingga KM 306+439 jalur A, serta KM 287+810 hingga KM 222+616 jalur B, dengan target penyelesaian pada awal Maret 2025.

    Sedangkan, untuk Tol Permai, pemeliharaan SFO dilakukan di KM 64+350 – KM 64+400 jalur A, KM 66+770 hingga KM 66+820 Jalur A, KM 69+380 hingga KM 69+430 Jalur A, serta KM 78+300 – KM 80+600 jalur A, yang ditargetkan rampung pada minggu ke-2 Maret 2025.

    Pemilihan kedua metode tersebut berdasarkan hasil inspeksi kondisi jalan dan analisis kebutuhan perbaikan dimana metode SFO dipilih karena lebih efektif dalam menangani perkerasan fleksibel yang mengalami alur, retak, dan lubang akibat beban lalu lintas tinggi, dengan proses pengupasan aspal lama, pengisian kembali material, dan pelapisan ulang untuk memastikan permukaan jalan lebih rata, tahan lama, serta meningkatkan kenyamanan berkendara.

    Lalu, untuk rekonstruksi beton rigid diterapkan pada perkerasan yang mengalami retak atau deformasi signifikan, karena metode ini mampu mengembalikan kekuatan dan stabilitas jalan secara menyeluruh.

    “Pemilihan kedua metode ini disesuaikan dengan karakteristik kerusakan jalan agar pemeliharaan lebih optimal, meminimalkan risiko perbaikan berulang, dan memastikan kondisi jalan tol tetap prima serta aman bagi pemudik selama Mudik Lebaran 2025,” tambahnya.

    Ia mengungkapkan dalam rangka mempercepat pemeliharaan, pihaknya juga meningkatkan jumlah Tim Inspeksi Pothole yang bertugas untuk melakukan inspeksi secara berkala di seluruh ruas tol yang dikelola, dari yang sebelumnya total 2 tim menjadi 3 tim.

    “Tim ini bertugas mengidentifikasi, melaporkan, dan segera menangani lubang atau kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

    Dengan adanya peningkatan jumlah tim inspeksi, proses deteksi dan penanganan lubang dapat dilakukan lebih cepat. Sehingga, kondisi jalan tetap terjaga dalam kondisi optimal menjelang puncak arus mudik Lebaran 2025.

    “Karena adanya pekerjaan ini kami mengimbau kepada pengguna jalan agar dapat lebih berhati-hati selama periode ini dan menyesuaikan kecepatan saat melintas di area pemeliharaan,” ucap dia. (Tia)

  • Lewati 27 Desa, Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi Harap Bisa Dukung Pertumbuhan Ekonomi Muba

    Lewati 27 Desa, Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi Harap Bisa Dukung Pertumbuhan Ekonomi Muba

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA -Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Musi Banyuasin, mengadakan rapat koordinasi penyelesaian AGHT (Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan) Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera pada Ruas Betung – Tempino – Jambi di Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (22/1/2025) di Ruang Rapat Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin.

    Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi melalui Asisten Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat H Yudi Herzandi mengatakan, terdapat sebanyak 27 desa dan 6 kecamatan yang dilalui jalan tol yakni berada di Kecamatan Lais, Babat Supat, Sungai Lilin, Tungkal Jaya, Bayung Lencir, dan Keluang.

    “Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera pada Ruas Betung – Tempino – Jambi Ini juga merupakan program strategis nasional. Untuk itu, kami menyambut baik dengan diadakannya Rakor ini. Semoga melalui Rakor ini bisa menyelesaikan semua permasalahannya,” kata Yudi.

    Sementara, Kajari Muba Roy Riadi SH MH menyampaikan, Rakor ini membahas evaluasi atas progres pembangunan jalan tol Trans Sumatera pada Ruas Betung – Tempino – Jambi, dengan fokus utama pada penyelesaian sejumlah hambatan teknis dan nonteknis.

    “Artinya, dalam hal pengamanan hukum untuk mempercepat penyelesaian pengadaan tanah secara transparan dan adil menjadi sangat penting. Karena ini Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

    “Untuk itu peran Kejaksaan akan senantiasa menjaga komitmen dalam memastikan kelancaran pembangunan dari berbagai AGHT serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dari seluruh tahapan pembangunan sehingga dapat mengakselerasi tujuan pembangunan sesuai perencanaannya dan bersih,” tandasnya.

  • Masih Terkendala Lahan, Jalan Tol Palembang-Betung Diprakirakan Belum Rampung Hingga Lebaran 2025

    Masih Terkendala Lahan, Jalan Tol Palembang-Betung Diprakirakan Belum Rampung Hingga Lebaran 2025

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Proyek Strategis Nasional (PSN) prioritas di Sumatera Selatan (Sumsel) salah satunya Jalan Tol Palembang-Betung diprakirakan hingga libur lebaran 2025 mendatang tidak dapat beroperasi dikarenakan kendala pembebasan lahan.

    “Kami sudah melakukan rapat evaluasi terkait pengerjaan 15 PSN, salah satunya Jalan Tol Palembang-Betung atau Tol Betung – Tempino – Jambi itu belum bisa direalisasikan termasuk saat lebaran nanti. Karena masih banyak kendala pembebasan lahan, tapi prosesnya sudah kita lalui semua,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Basyaruddin, Rabu (25/12/2024).

    Ia menjelaskan pembangunan tol itu masih dalam proses pembangunan dan pembebasan lahannya pun bertahap.

    “Pembangunanya bertahap ya, Palembang kemarin sudah selesai. Di Seksi Palembang – Betung itu sudah ada progres tinggi dan ada juga yang progres rendah,” jelasnya.

    Ia mengatakan proyek itu ditargetkan rampung pada 2025 mendatang, dan akan disusul dengan penyelesaian ruas Tol Tempino – Jambi.

    “Tergantung dengan permasalahan yang ada terkait pembebasan lahan dan lainnya, insyaAllah kita selesaikan di 2025,” katanya.

    Diketahui, pembangunan proyek Tol Palembang – Betung – Tempino – Jambi itu guna mengurai kemacetan di jalan lintas timur (jalintim) yang menghubungkan Sumsel dengan beberapa Provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Lampung terutama di momen arus mudik lebaran.

     

    Sementara itu, Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi 3 atau Segmen Bayung Lencir – Tempino, yang merupakan penghubung antara Provinsi Sumsel dan Provinsi Jambi sebelumnya sudah beroperasi pada 16 Oktober 2024 lalu. Pengoperasian itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri PUPR No.2798/KPTS/M/2024. (Tia)

  • HK Sebut Terjadi Lonjakan Lalu Lintas Kendaraan di JTTS Sebesar 30 Persen Saat Libur Nataru

    HK Sebut Terjadi Lonjakan Lalu Lintas Kendaraan di JTTS Sebesar 30 Persen Saat Libur Nataru

    SURAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Hutama Karya (persero) mencat adanya lonjakan lalu lintas kendaraan di ruas jalan tol trans sumatera (JTTS) meningkat 30 persen sepanjang libur natal dan tahun baru (nataru) 2024/2025.

    EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Adjib Al Hakim mengatakan pada periode 20-22 Desember 2024, tercatat kendaraan yang melintas menunjukkan peningkatan sekitar 30 persen.

    “Total kendaraan yang melintas sebanyak 220.342 kendaraan dibandingkan dengan volume lalu lintas normal,” kata Adjib, Senin (23/12/2024).

    Ia menjelaskan jika peningkatan volume lalu lintas itu mencerminkan tingginya mobilitas dan aktivitas perjalanan yang terjadi selama periode libur Natal dan Tahun Baru di JTTS.

    “Trafik kendaraan tertinggi selama periode Libur Nataru 2024/2025 tercatat pada ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, sementara untuk ruas tol fungsional, trafik tertinggi tercatat pada ruas Tol Padang – Sicincin,” jelasnya.

    Diketahui, angka tersebut merupakan akumulasi dari :

    •⁠ ⁠Kendaraan yang melintasi Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka) : 37.123 Kendaraan atau meningkat 38,5% dari VLL normal.

    •⁠ ⁠Kendaraan yang melintasi Tol Palembang – Prabumulih (Palindra & Inprabu) : 29.073 Kendaraan atau meningkat 22% dari VLL normal.

    •⁠ ⁠Kendaraan yang melintasi Tol Bengkulu – Taba Penanjung (Bengtaba) : 4.109 kendaraan atau meningkat 20,78% dari VLL normal.

    •⁠ ⁠Kendaraan yang melintasi Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi 3 (Bayung Lencir – Tempino) : 13.258 kendaraan atau meningkat 27,54% dari VLL normal.

    •⁠ ⁠Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar : 19.702 kendaraan atau meningkat 32,11% dari VLL normal.

    •⁠ ⁠Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) : 37.101kendaraan atau meningkat 23,45% dari VLL normal.

    – Kendaraan yang melintasi Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat): 26.400 kendaraan atau meningkat 46% dari VLL normal.

    •⁠ ⁠Kendaraan yang melintasi Tol Indrapura – Kisaran : 24.138 kendaraan atau lebih tinggi 29,47% dari VLL normal.

    •⁠ ⁠Kendaraan yang melintasi Tol Binjai – Tanjung Pura (Binsa) : 19.993 kendaraan atau meningkat 15,83% dari VLL normal.

    •⁠ ⁠Kendaraan yang melintasi Tol Sigli – Banda Aceh (Seulimeum – Baitussalam) (Sibanceh) : 9.445 kendaraan atau meningkat 51,36 % dari VLL normal.

    Sementara secara terpisah, khusus untuk VLL ruas tol fungsional selama arus Libur Nataru 2024/2025 yang baru dibuka kemarin (21/12) yakni:

    •⁠ ⁠Tol Padang – Sicincin sebanyak total 2.813 kendaraan.

    •⁠ ⁠Tol Binjai – Langsa Seksi Tanjung Pura – Pangkalan Brandan sebanyak total 1.908 kendaraan

    •⁠ ⁠⁠Tol Sigli Banda Aceh Seksi Seulimeum – Padang Tidji sebanyak total 1.354 kendaraan

    •⁠ ⁠⁠Tol Kuala Tanjung – Indrapura sebanyak 977 kendaraan.

    Lebih lanjut, pihaknya akan terus menginformasikan perkembangan trafik terkini secara berkala. Pihaknya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum mengemudi agar memastikan kendaraan dalam kondisi prima, dan tidak mengemudi dalam keadaan mengantuk.

    “Jika merasa mengantuk, harap menepi dan beristirahat sejenak. Pastikan juga Kartu Uang Elektronik dalam kondisi baik dan saldo tercukupi sebelum melakukan perjalanan. Kita setuju bahwa keselamatan adalah nomor satu,” ucap dia. (Tia)

  • Diskon 10 Persen Tarif Tol Arus Mudik Koridor Trans Sumatera Ternyata Hanya Berlaku Hari Ini, Arus Balik ?

    Diskon 10 Persen Tarif Tol Arus Mudik Koridor Trans Sumatera Ternyata Hanya Berlaku Hari Ini, Arus Balik ?

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kementerian Pekerjaan Umum mengumumkan bahwa diskon tarif tol sebesar 10 persen untuk arus mudik di Koridor Trans Sumatera, mulai lagi ini sejak pukul 05.00WIB, Senin (23/12/2024).

    Ternyata, Diskon Arus Mudik untuk Tarif Tol tersebut hanya berlaku hari ini, dan berlaku selama 24 Jam.

    Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk membantu meringankan biaya perjalanan bagi para pemudik yang melintasi ruas tol Trans Sumatera pada periode mudik Natal dan Tahun Baru.

    “Diskon tarif tol untuk arus mudik koridor tol Trans Sumatera berlaku tanggal 23 Desember 2024 mulai pukul 05.00 WIB selama 24 jam,” ujar Dody Hanggodo dalam keterangannya.

    Dengan adanya diskon ini, diharapkan perjalanan para pemudik dapat berlangsung lebih lancar dan nyaman, serta membantu mengurangi beban biaya transportasi selama liburan akhir tahun.

    Dody mengatakan jika pemberian potongan tarif tol sebesar 10 persen itu untuk seluruh golongan kendaraan yang melewati arus mudik.

    “Tarif berlaku pada ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (GT Bakauheni Selatan-GT Kayu Agung Utama), ruas Kayu Agung-Palembang (Kayu Agung Utama-Kramasan), dan ruas Tol Pekanbaru-Dumai,” katanya.

    Sementara itu, untuk arus balik pemberlakuan potongan tarif juga sama, yakni sebesar 10 persen yang berlaku pada tanggal 28 Desember 2024 dan 3 Januari 2025 selama 24 jam sejak pukul 05.00 WIB.

    “Tentunya ini sebagai upaya mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik pada masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Oleh karena itu, kami bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan beragam persiapan di antaranya pemberlakukan diskon tarif tol pada beberapa ruas tol yang dilalui pemudik menuju kampung halaman,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, hal ini guna memaksimalkan distribusi lalu lintas dan menghindari penumpukan kendaraan pada tanggal tertentu yang diprediksi menjadi arus puncak mudik maupun balik.

    “Kami sangat mengapresiasi kepada BUJT yang telah memberlakukan diskon tarif tol pada masa Nataru. Pada intinya selalu prioritaskan rakyat dan tetap jaga kualitas layanan jalan tol,” ucapnya.

    Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada para pengendara yang melakukan perjalanan mudik menuju kampung halaman agar menyiapkan saldo uang elektronik (e-Toll) yang cukup sesuai tujuan perjalanan guna menghindari terjadinya antrean di gerbang tol akibat kekurangan saldo dan pengisian saldo.

    “Serta melakukan pengecekan kendaraan sebelum memulai perjalanan agar kendaraan yang digunakan selalu dalam keadaan prima dan tetap mematuhi aturan berkendara dan rambu lalu lintas selama di perjalanan,” tegas dia. (Tia)

  • Ruas Tol Bayung Lencir – Tempino Belum Dikenakan Tarif

    Ruas Tol Bayung Lencir – Tempino Belum Dikenakan Tarif

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bagian ruas Betung-Tempino-Jambi Seksi 3 Bayung Lencir-Tempino sepanjang 34 kilometer resmi dibuka dan mulai beroperasi tanpa tarif mulai Kamis (17/10/2024).

    “Meskipun belum dikenakan tarif, pengguna jalan tol yang melintas diminta tetap melakukan tapping kartu uang elektronik di gerbang tol dan memastikan kartu dalam kondisi baik,” ujar EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim.

    Adjib menjelaskan jika ruas tol itu telah melalui proses Uji Laik Fungsi (ULF) dan telah menerima Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang  diterbitkan pada 14 Oktober 2024, sehingga dinyatakan layak untuk digunakan oleh masyarakat.

    “Pengoperasian tol itu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri PUPR No. 2798/KPTS/M/2024 tanggal 16 Oktober 2024 tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi 3 (Segmen Bayung Lencir – Tempino),” jelasnya.

    Ia mengatakan Jalan Tol Bayung Lencir–Tempino yaitu bagian dari Ruas Tol Betung (Simpang Sekayu)–Tempino Jambi yang merupakan jalan tol pertama di Provinsi Jambi itu meningkatkan konektivitas dan aksesbilitas antara Provinsi Jambi dengan Provinsi Sumsel.

    “Jalan tol yang mulai dibangun pada Mei 2023 itu menghabiskan anggaran sebesar Rp5,6 triliun dengan output terbangunnya jalan utama (mainroad) sepanjang 34 km yang dibagi menjadi 3 seksi. Jalan tol ini ditunjang oleh berbagai fasilitas seperti 10 Overpass, 4 Underpass, dan masing-masing 2 (dua) Simpang Sebidang, Gerbang Tol, Interchange,” katanya.

    Ia menyebut jika Hutama Karya mengambil 60 persen peran untuk membangun Seksi 3 Bayung Lencir–Tempino sepanjang 15,47 km dengan melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero) atau ‘Hutama-WIKA-BAP KSO’ dengan nilai kontrak Rp2,7 triliun.

    “Peran Jalan Tol Bayung Lencir–Tempino ini diharapkan dapat memperlancar konektivitas antara provinsi Sumsel dan Jambi yang kemudian dapat menghemat waktu perjalanan, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah,” imbuhnya.

    Ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berkendara sesuai dengan tata tertib dan ketentuan yang berlaku di jalan tol yakni berkendara dengan kecepatan minimum 60 km/jam dan maksimum 100 km/jam dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.

    “Dengan beroperasinya tol ini, kami mengimbau apabila terdapat keluhan atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol agar segera melapor ke Call Centre Tol Bayung Lencir-Tempino di 0821-8888-7710,” ucap dia.

  • Tol Indralaya-Prabumulih 90 Persen, Arus Mudik Lebaran Jadi Uji Coba

    Tol Indralaya-Prabumulih 90 Persen, Arus Mudik Lebaran Jadi Uji Coba

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – TOL Trans Sumatra ruas Indralaya-Prabumulih saat ini terus dipercepat pembangunannya. Sesuai dengan rencana pembangunan, saat ini hingga 21 Februari pencapaian progressnya sudah mencapai 90,38 persen.

     

    Tol ini rencananya akan digunakan untuk musim mudik lebaran tahun ini. Direktur Operasi III HK, Koentjoro mengatakan, tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,5 kilometer masuk dalam pembangunan ruas tol tahap 1.

     

    Selain tol itu, ada juga jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 5 (Blang Bintang–Kuto Baro) dan Seksi 6 (Kuto Baro–Simpang Baitussalam).

     

    “Pembangunan jalan tol ini dilakukan oleh anak usaha Hutama Karya yaitu PT HK Infrastruktur (HKI) sejak Juli 2019. Dan targetnya sudah bisa diujicoba untuk mudik lebaran nanti,” kata Koentjoro, Kamis (23/2/2023)

     

    Ia mengatakan jalan tol ini nantinya dilengkapi sejumlah struktur dan fasilitas pendukung diantaranya 8 overpass, 18 jembatan, 10 box underpass, 2 simpang susun, 1 rest area dan 1 gerbang tol.

     

    Kecepatan rencana pada Jalan Tol Indralaya – Prabumulih yakni 100 km/jam. “Sehingga dapat menjadi alternatif jalur logistik dari hasil perkebunan karet dan sawit asal daerah sekitar dan mempersingkat waktu tempuh masyarakat,” jelasnya

     

    Ia mengatakan tidak ada kendala untuk pembebasan lahan di tol ini. Tercarat saat ini, progres pembebasan lahan ini rata-rata sudah mencapai lebih dari 97 persen sehingga diperkirakan bisa selesai tepat waktu.

     

    “Jadi, pengerjaan konstruksi dan proses pembebasan lahan tidak ada hambatan, tol ini diharapkan dapat dibuka secara fungsional pada saat mudik lebaran tahun 2023 ini,” jelasnya

     

    Sementara itu, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru terus memastikan progres pembangunan sejumlah ruas tol di Sumsel. “Kami berharap dengan adanya jalan tol ini dapat mempersingkat waktu tempuh dari Indralaya ke Prabumulih. Yang semula 1,5 jam bisa menjadi 30 menit,” kata dia.

     

    Ia menuturkan dengan adanya ruas tol ini dapat mempercepat mobilitas masyarakat. “Saat ini, jalan tol dimanfaatkan bukan sekedar jalan alternatif, tapi sudah jadi kebutuhan. Salah satunya untuk memperpendek waktu tempuh, sehingga distribusi kebutuhan dapat lebih cepat,” terangnya.

     

    Oleh karena itu, Herman Deru berharap, agar sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemkab terus ditingkatkan. “Tol ini merupakan bukti sinergitas yang baik, mulai dari pemerintah pusat, pemprov dan pemkab. Saya harapkan kerjasama ini dapat terus terjalin dengan baik. Termasuk peran dari masyarakat juga dibutuhkan,” pungkasnya.