Tag: Pj Gubernur

  • Pergantian PJ Gubernur, Agus Fatoni ke Sumut

    Pergantian PJ Gubernur, Agus Fatoni ke Sumut

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Penjabat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) dikabarkan akan berganti pada Senin esok 24/6/2024. Kabarnya Agus Fatoni akan menjabat sebagai PJ Gubernur Sumatera Utara menggantikan Hassanudin.

    Kabar ini bahkan dibenarkan Kepala Biro Otonomi Daerah (Otda) Sumsel, Sri Sulastri, Sri mengatakan pergantian PJ Gubernur dijadwalkan pada Senin (24/6/2024) di Jakarta pukul 15.30 WIB, dan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

    “Ya, Senin nanti dilakukan pelantikan PJ Gubernur Sumsel dan Gubernur provinsi lainya,” ungkap Sri saat dihubungi.

    Dikabarkan Pula, Eles Setiadi akan menggantikan Agus Fatoni sebagai PJ Gubernur Sumsel. Elen sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

    Berdasarkan surat yang beredar berbagai pejabat pemerintah provinsi Sumsel dijadwalkan hadir saat pelantikan seperti Asiten Pemerintah dan Kesra Stda Provinsi Sumsel Edward Candra, Kepala Otda Sumsel Sri Sulastri, dan pejabat terkait lainnya.

  • Asmar Wijaya Dilantik PJ Bupati OKI, PJ Gubernur : Antisipasi Karhutla Sejak Dini

    Asmar Wijaya Dilantik PJ Bupati OKI, PJ Gubernur : Antisipasi Karhutla Sejak Dini

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Asmar Wijaya yang sebelumnya merupakan Sekertaris Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hari ini, Senin (15/1/2024), resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati OKI hingga terpilihnya Bupati Definitif yang baru. Asmar Wijaya menjabat sebagai PJ Bupati OKI usai Bupati Definitif terpilih habis masa Jabatannya pada hari ini juga.

    Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni yang melantik langsung PJ Bupati OKI, mengingatkan kepada Asmar Wijaya terkait penanganan awal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dimana diketahui Kabupaten OKI yang selalu menjadi Kabupaten yang memiliki tingkat Karhutla terbesar di Sumsel dengan banyaknya lahan Gambut disana.

    “OKI selalu menjadi daerah dengan potensi tertinggi terjadinya karhutla. Apalagi dengan lahan gambut yang cukup luas. Ditambah lagi pada tahun 2023 titik api terbanyak ada di OKI. Jadi saya harap PJ Bupati dan jajarannya bisa mengantisipasi karhutla mulai sekarang bukan pada saat adanya kebakaran,” tegas PJ Gubernur dalam sambutannya.

    Keberhasilan daerah dalam menangani Karhutla, lanjut Fatoni bisa dilihat dari menurunnya jumlah titik api serta cepatnya respon jika ada titik api yang muncul untuk segera dipadamkan.

    “Itu yang saya harapkan dari antisipasi Karhutla sejak sekarang. Jika ini berhasil tandanya titik api pasti berkurang. Oleh karena itu butuh upaya bersama. Kita berhasil atasi Karhutla tahun 2023, maka di Tahun ini kita antisipasi sejak awal. Ini perlu kita pertahankan dan kita optimalkan kembali,” ungkapnya.

    Asmar Wijaya diketahui menjadi penjabat Bupati Ke – 9 dari 17 Kabupaten kota yang ada di Sumsel usai masa jabatan Bupati/Walikota terpilih habis. Kepala Biro Otonomi Daerah Sumsel, Sri Sulastri menjelaskan, 6 Kabupaten kota lainya akan menyusul seiring habisnya masa jabatan kepala daerah terpilih.

    “Selanjutnya pada bulan Mei, masa jabatan PJ Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang akan habis, lalu di Bulan Jumk masa jabatan PJ Bupati OKU akan habis. Kedua Daerah ini akan dipilih kembali siapa PJ nya melalui proses yang sama,” kata Sri Sulastri.

    Sedangkan untuk 6 kabupaten lainya yakni Kabupaten, OKU Timur, OKU Selatan, Pali, Ogan Ilir, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara serentak pada bulan September nanti sampai habisnya masa jabatan Bupati/Walikota terpilih.

    “Masa Jabatan PJ Kepala Daerah paling lama hanya mencapai 1 tahun dengan perpanjangan 1 tahun lagi jika diinginkan. Setelah itu, jika masih terjadi kekosongan Gubernur, DPRD Daerah dan Mendagri akan mengusulkan kembali 3 nama yang akan diusulkan sebagai Penjabat,” pungkasnya.

  • Pj Gubernur Agus Fatoni Dorong KDEKS Percepat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Provinsi Sumsel

    Pj Gubernur Agus Fatoni Dorong KDEKS Percepat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Provinsi Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menyambut baik hadirnya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumsel. Oleh karena itu, Fatoni mendorong KEKS dalam upaya percepatan dan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Sumsel.

    “Saya yakin ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumsel akan semakin berkembang karena masyarakat akan merasakan langsung nilai kebaikan dan kemanfaatan dari ekonomi syariah,” ucap Fatoni saat menerima audiensi Ketua KDEKS Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, Palembang Rabu (19/12/2023).

    Fatoni juga mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan KDEKS dalam percepatan sertifikasi halal bagi produk  UMKM sebagai upaya meningkatkan kualitas usaha dan kepercayaan konsumen sehingga produk lebih bisa  berdaya saing di pasaran. Hingga nantinya akan bermuara pada pengentasan kemiskinan.

    “Program KDEKS memberikan sumbangsih nyata dalam upaya penyelesaian berbagai persoalan pembangunan, seperti pengentasan kemiskinan,” kata Fatoni.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur KDEKS Sumsel Kholid Mawardi menyampaikan sejumlah program unggulan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah daerah. Di antaranya menurunkan angka kemiskinan dengan optimalisasi pengelolaan dana sosial syariah dan mendukung usaha mikro dan kecil, ketahanan pangan daerah, percepatan sertifikasi halal, pembangunan kawasan halal bagi UMKM dan industri lainnya.

    “Kita juga mendorong sektor pariwisata ramah muslim termasuk kuliner dan makanan minuman halal, mendorong dukungan permodalan dari sektor jasa keuangan syariah baik dari institusi keuangan mikro syariah, perbankan dan non-perbankan syariah,” ucap Kholid.

  • Mobil Sampah Pemkot Palembang Masih Jauh Dari Jumlah Ideal, Terima Bantuan Dari Pemprov Sumsel

    Mobil Sampah Pemkot Palembang Masih Jauh Dari Jumlah Ideal, Terima Bantuan Dari Pemprov Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Pemerintah kota Palembang menerima 15 unit bantuan mobil kebersihan dari Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni diterima langsung Pj Walikota Ratu Dewa di Halaman Griya Agung, Jumat (15/12/2023).

    Belasan mobil kebersihan itu terdiri dari 10 unit jenis dump truck dan 5 truck jenis arm roll. Nantinya mobil- mobil ini akan mengangkut sampah di wilayah Kota Palembang.

    Pj Walikota Ratu Dewa mengungkapkan bahwa ini adalah penyerahan mobil bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tetapi dibelanjakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

    “Yang kita terima hari ini berjumlah 15 mobil, tentunya kita masih banyak kekurangan dalam mengatasi persampahan di kota Palembang,” ujar Ratu Dewa.

    Ia menyebutkan bahwa Kota Palembang idealnya memiliki armada pengangkut sampah sebanyak 245 mobil, tetapi Pemkot Palembang baru memiliki 131.

    “Namun 66 mobil sudah tidak layak pakai, mudah-mudahan kedepan ini ada penambahan lagi. kemarin kita melalui APBD dianggarkan 10 mobil,” kata dia.

    Hal ini karena volume sampah di KotacPalembang mencapai 1.200 ton perharinya.

    “Maka butuh armada yang memang selalu standby dalam pengangkutan sampah,” bebernya.

    Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni menjelaskan bahwa, provinsi selalu mendukung setiap upaya kabupaten kota dalam menangani sampah.

    “Termasuk program-program prioritas, untuk itu pemprov memberikan bantuan keuangan,” ujarnya.

    Melalui penyerahan mobil kebersihan ini diharapkan bisa membantu dalam menangani sampah di Sumsel khususnya Palembang.

    “Persoalan sampah ini menjadi PR kita bersama dan masalah di kota-kota besar dan untuk itu kita serius membantu kota palembang dalam menangani sampah,” tutupnya.

  • PJ Imbau Perkuat Batuan Logistik Bencana

    PJ Imbau Perkuat Batuan Logistik Bencana

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni mengingatkan seluruh jajaran di Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota untuk memperkuat ketersediaan bantuan logistik kebencanaan. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kesiagaan pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

    “Dengan kesiapan ini diharapkan dapat memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dari ancaman bencana,” ucap Fatoni usai menghadiri kegiatan Peringatan Hari Ibu ke-95 Tahun 2023 di Hotel Aryaduta Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (14/12/2023).

    Selain mengadakan apel rutin kesiapsiagaan bencana dan meningkatkan infrastruktur drainase, Fatoni menilai ketersediaan bantuan logistik yang cukup juga sangat penting. Ini dilakukan guna jika nantinya terdapat masyarakat terdampak, maka pemerintah dapat dengan sigap mendistribusikan bantuan tersebut.

    “Upaya kesiapsiagaan perlu dilakukan untuk mengetahui kesiapan personel dan peralatan dan logistik sebagai bagian dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” kata Fatoni.

    Senada dengan Fatoni, Kepala Dinas Sosial Sumsel Mirwansyah menegaskan sejak jauh hari pihaknya telah mengalokasikan bantuan tersebut melalui pos Anggaran Bencana dalam APBD Sumsel tahun 2024. Ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan dan antisipasi jika terjadi bencana banjir, tanah longsor, gempa, puting beliung dan bencana alam lainnya.

    “Sejauh ini kita telah siapkan stok logistik bantuan berupa sembako dan bantuan sandang. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan kita akan salurkan kepada warga yang terdampak bencana,” kata Mirwansyah.

    Diungkapkannya, pos anggaran bencana tersebut tidak hanya dianggarkan melalui APBD Provinsi melainkan juga dianggarkan oleh Kabupaten/Kota melalui APBD masing-masing daerah.

    “Kita juga terus koordinasi dengan semua pihak termasuk Dinas  PUPR dan Baznas  serta Kabupaten/kota  jika terjadi bencana yang membutuhkan penanganan segera utamanya terkait.dengan logistik dan sandang,” tandasnya.

  • Pj Gubernur Agus Fatoni Serahkan Kunci Rumah Layak Huni kepada Warga Penerima Manfaat di Kawasan Plaju Palembang

    Pj Gubernur Agus Fatoni Serahkan Kunci Rumah Layak Huni kepada Warga Penerima Manfaat di Kawasan Plaju Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menyerahkan bantuan rumah kepada masyarakat terdampak program pemugaran/peremajaan Rumah Tidak Layah Huni (RTLH). Fatoni secara simbolis menyerahkan kunci kepada masyarakat terdampak di Lorong Lama, Kelurahan Bagus Kuning Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (3/12/2023).

    “Hari ini kita serahkan Rumah Layak Huni (RLH) untuk masyarakat yang terdampak. Tujuannya agar masyarakat mempunyai rumah yang layak huni, sehat, dan bersih. Di mana nantinya akan berpengaruh pada kesehatan dan tumbuh kembang keluarga,” kata Fatoni.

    Menurutnya, bantuan RLH ini merupakan wujud kehadiran dan kepedulian pemerintah di tengah masyarakat. Apalagi bantuan ini bersumber dari dana APBD Provinsi Sumsel yang sejatinya berasal dari rakyat. Fatoni juga mengajak pihak swasta untuk bersama-sama membangun RLH bagi masyarakat.

    “Terima kasih atas partisipasi semua yang terlibat. Alhamdulillah pembangunan RLH tepat waktu dan bisa segera dihuni oleh masyarakat penerima manfaat. Penyerahan bantuan juga sebagai perayaan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-78 Tahun 2023,” ungkap Fatoni.

    Fatoni mengingatkan agar masyarakat penerima manfaat bisa menjaga kebersihan lingkungan.

    “Meskipun covid-19 telah berlalu, kesehatan merupakan hal penting yang harus tetap dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Fatoni.

    Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt)  Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumsel Novian Aswardani dalam laporannya menyampaikan RLH merupakan program memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi layak huni bagi masyarakat yang memerlukan.

    “Program ini bertujuan sesuai dengan semangat optimalisasi pembangunan bagi masyarakat,” ucapnya.

    Berdasarkan hasil survei di Indonesia, terdapat 54% RTLH termasuk wilayah Sumsel. Pada tahun 2023 terdapat 25 unit rumah yang dibangun, dengan rincian 12 unit di Plaju Ilir, 5 unit di 11 Ulu dan 8 unit di Bagus Kuning.

    “Bantuan itu merupakan wujud komitmen Pemprov Sumsel melaksanakan program nasional dalam pencegahan stunting dan penanganan kemiskinan. Adapun masyarakat penerima manfaat yaitu Ningyu Hasanah, Naimah dan Novia Riani,” jelasnya.

    Sementara itu, Novia selaku penerima manfaat RLH mengaku terharu atas bantuan dan kepedulian yang diberikan pemprov Sumsel.

    “Terima kasih kepada Pemprov Sumsel.  Alhamdulillah, saya sudah punya rumah layak huni,” ucapnya.

  • Dja’far Shodiq Ternyata Telah di Lantik Sebanyak 3 Kali Dalam Satu Periode

    Dja’far Shodiq Ternyata Telah di Lantik Sebanyak 3 Kali Dalam Satu Periode

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dja’far Shodiq Wakil Bupati terpilih Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akhirnya meneruskan sisa jabatan Bupati terpilih Iskandar sebagai bupati Definitif.
    Iskandar sendiri, diketahui mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati karena ingin mengikuti pemilihan DPR RI. Lantas dalam sisa jabatan yang kurang lebih tinggal satu bulan lagi, Wakil Bupati diangkat menjadi Bupati Definitif.
    Ternyata, Dja’far Shodiq telah tiga kali dilantik dalam satu periode memimpin kabupaten OKI. Pertama ia dilantik sebagai Wakil Bupati pada tahun 2019, lalu selepas Bupati Iskandar mengundurkan diri, ia kembali dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati OKI pada 6 November lalu.
    Lantas, hari ini, Sabtu 2/12/2023 ia kembali dilantik sebagai Definitif Bupati OKI untuk menyelesaikan tugas dimasa jabatan 2019-2024 dan langsung dilantik oleh PJ Gubernur Sumsel Agus Fatoni di Griya Agung.
    Dja’far Shodiq usai dilantik mengatakan jika ia akan meneruskan tugas bupati menuntaskan visi misi dirinya bersama mantan Bupati Iskandar. “Dalam waktu satu bulan ini tentu kita akan menyelesaikan tugas yang masih berjalan. Dalam sektor pemerintahan yakin Kabupaten OKI tetap kondusif dalam satu bulan ini,” ungkapnya.
    Ia juga menyampaikan selain menjalankan Visi – Misinya, ada tugas laim seperti yang di sampaikan PJ Gubernur Sumsel seperti mengawal pemilu 2024 dan juga menjaga Inflasi.
    “Untuk pemilu kita (OKI) bahkan telah menghibahkan dana sebesar Rp. 43 Miliar. Sedangkan Inflasi pihaknya tak khawatir terlebih stok beras yang dimiliki OKI mencukupi apalagi sudah masuk musim panen,” jelasnya.
    Sementara itu, PJ Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengatakan Dja’far Shodiq akan menjabat sebagai Bupati Definitif sampai massa Jabatan habis pada awal Januari 2024 mendatang, setelah itu akan kembali ditunjuk PJ Bupati OKI.
    “Pengambilan sumpah janji dan pelantikan Bupati OKI melanjutkan jabatan sampai dengan 2024, atau sisa masa jabatan,” tegas Agus Fatoni.
    Ada rentan waktu yang cukup lama dari mundurnya Iskandar sebagai Bupati, hingga Dja’far Shodiq menjadi Bupati Definitif. Kata Agus hal itu biasa karena ada proses yang harus di selesaikan.
    “Makanya sebelum itu ia (Dja’far) dilantik dahulu sebagai PLT Bupati. Lalu berproses sampai SK-nya keluar, hari ini langsung dilantik sebagai Bupati Definitif,” pungkasnya.
  • Pj Gubernur Agus Fatoni Diberi Penghargaan oleh PGRI Sumsel

    Pj Gubernur Agus Fatoni Diberi Penghargaan oleh PGRI Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menerima penghargaan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel. Mereka menilai bahwa Fatoni memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan profesi guru dan kemajuan pendidikan di Sumsel.

    Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto kepada Fatoni saat Peringatan Hari Jadi ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023 di The Sultan Convention Center (PSCC) Palembang, Senin (27/11/2023). Kali ini tema yang diusung adalah ‘Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju’.

    “Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya begitu besar perhatian beliau kepada para guru. Kami juga berterima kasih atas diangkatnya para guru menjadi PPPK, kami juga berharap tenaga teknis pendidik memiliki formasi PPPK kami mohon Pak Pj Gubernur mendukungan ini terwujud,” ucap Zulinto.

    Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur Agus Fatoni dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat hari guru dan mengajak para guru untuk melakukan introspeksi diri pada peringatan HGN dan Peringatan ke-78 PGRI.

    “Atas nama pemerintah dan masyarakat Sumatera Selatan, Saya  mengucapkan selamat memperingati Hari Guru Nasional dan Dirgahayu ke-78 untuk PGRI. Kita rasa momentum ini sangat tepat untuk memberikan apresiasi, memberikan penghargaan dan mengenang jasa para guru dalam mewujudkan kehidupan bangsa serta memajukan negara,” kata Fatoni.

    Selain sebagai penentu generasi bangsa, Fatoni menilai peran guru dalam pengembangan potensi peserta didik Indonesia ini sangat penting. Dia juga berharap solidaritas dan kemampuan para guru di Sumsel terus ditingkatkan.

    “Guru bukan hanya mengajar tapi juga sebagai pendidik, sekaligus jadi orang tua, teman, bukan hanya ilmu-ilmu umum yang diberikan namun juga profesi guru ini sangat berperan dalam membentuk karakter dan akhlak bangsa,” ucap Fatoni.

    “Capaian yang telah kita raih dipertahankan, kita harus membuat Sumsel semakin maju dan membanggakan. Tugas kita semua menyiapkan generasi penerus kita menjadi generasi unggul dan berakhlak,” sambungnya.

    Kemudian, Fatoni juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel untuk membuat surat usulan untuk penambahan Tenaga Teknis Pendidik untuk formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    “Hari ini juga saya minta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi menyampaikan surat usulan. Nanti saya akan tandatangani untuk kita sampaikan ke pusat. Semoga niat baik kita tercapai dan kita selalu diberi sehat oleh Allah SWT dalam mengabdi kepada bangsa,” tandasnya.

  • BI Dukung Percepatan Digitalisasi Ekonomi Dengan Tiga Cara

    BI Dukung Percepatan Digitalisasi Ekonomi Dengan Tiga Cara

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –

     

    Pemerintah terus berupaya dalam mempercepat penerapan Elektronifikasi transaksi untuk memajukan pelayanan kepada publik lewat transaksi Digital.

    Mendukung terwujudnya hal tersebut, Bank Indonesia turut membantu agar Digitalisasi Keuangan Daerah bisa segera dipercepat.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel Ricky P. Gozali mengatakan dalam mendukung percepatan digitalisasi keuangan dan ekonomi daerah BI terus berupaya memaksimalkan peran melalui tiga cara.

    “Pertama, melakukan digitalisasi sistem pembayaran, kedua, perluasan layanan Kartu Kredit Indonesia dan terakhir melakukan digitalisasi end to end yang tersambung dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN),” ucapnya.

    Bahkan, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni mengapresiasi Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumsel yang telah menerapkan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan tekad kuat untuk memajukan pelayanan publik.

    “Saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah berjuang keras untuk mencapai tahap digital dalam elektronifikasi transaksi. Keberhasilan pemerintah daerah mencerminkan tekad kuat untuk memajukan pelayanan publik dan meningkatkan efisiensi administratif,” ucap Fatoni dalam kegiatan High Level Marketing Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Sumsel dan Pertemuan Koordinasi Pelaporan SIP2DD Semester II-2023 di Hotel Wyndham Palembang, Sumatera Selatan, Senin (27/11/2023).

    Berdasarkan Survei Indeks ETPD pada Semester I tahun 2023, jumlah Pemerintah Daerah (Pemda) yang telah masuk dalam kategori digital telah mencapai 399 Pemda atau 73,6%. Sedangkan dari laporan Kepala Perwakilan BI Sumsel masih terdapat 7 Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumsel yang berada di tahap Maju, sedangkan 11 Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya telah berada di tahap Digital.

    “Pentingnya sistem digitalisasi dalam membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan pemerintah daerah, menjadikan pelayanan lebih efisien, transparan dan responsif terhadap kebutuhan mereka,” tegasnya.

    Fatoni berharap melalui kegiatan ini akan semakin mendorong percepatan tahap digital dalam elektronifikasi transaksi tata kelola keuangan yang merata di Sumsel.

    “Di era modern yang terus berkembang, penerapan sistem digitalisasi menjadi esensial bagi pemerintah daerah,” ucap Fatoni.

    Kemudian, Fatoni juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi daerah dalam penerapan transaksi digital, diantaranya tingkat kesiapan infrastruktur, masalah akses internet yang lambat atau tidak stabil serta blindspot juga dapat menjadi hambatan serius. Selain itu, ketergantungan terhadap sistem manual lama juga menjadi kendala tersendiri.

    “Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah harus terus berkoordinasi untuk meningkatkan infrastruktur teknologi dan akses internet di daerah terpencil,” kata Fatoni.

  • Pj Gubernur Sumsel Bersama Pj Walikota Palembang Apel Bersama di BKB

    Pj Gubernur Sumsel Bersama Pj Walikota Palembang Apel Bersama di BKB

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG-Penjabat (PJ) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni secara langsung memimpin apel gabungan perdana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kota Palembang, senin (23/10) di Plataran Benteng Kuto besak (BKB).

    Kegiatan Apel pagi yang dihadiri, Penjabat Walikota Palembang, Ratu Dewa, Sekda Gunawan dan para pimpinan OPD dilingkungan Pemkot Palembang, merupakan pertama kalinya dihadiri Pj Guberbur Sumsel disaat kondisi iklim yang masih selimuti oleh kabut asap.

    Silahturahmi Pj Gubernur Sumsel dikegiatan Apel gabungan OPD tersebut memberikan 5 nasehat mengenai iklim bekerja yang baik serta meninggalkan kebiasaan buruk dalam bekerja.

    Menurutnya, Pemkot Palembang sudah sangat baik dalam melayani masyarakat, terutama masalah administrasi public. Hal ini terbukti banyaknya prestasi yang diperoleh sehingga sebagai ibu kota Provinsi Sumsel Palembang semakin dikenal baik secara nasional dan Internasional.

    “Saya memberikan perumpamaan, jika ada sebuah Aparatur Sipil Negara (ASN) disebuah lingkungan Pemkot atau Pemkab yang kinerjanya itu-itu saja tidak ada inovasi hanya terpikir pulang cepat lebih baik pergi kelaut saja. Karena itu hanya akan merusak iklim kinerja disebuah OPD dan membuat keadaan tidak kondusif,” jelasnya saat membuka sambutannya di BKB.

    Selanjutnya, ia juga menegaskan jika prestasi yang didapatkan selama ini sudah baik harus dipertahankan dan ditingkatkan dengan memperbaiki kinerja ASN itu sendir sehingga bisa totalitas dalam bekerja.

    “Tentunya untuk mencapai totalitas tersebut, hindarilah hal-hal yang tidak bermanfaat seperti mengurusi pekerjaan orang lain serta menfitnah, sehingga bisa menimbulkan keadaan ruang lingkup kinerja tidak nyama. Maka dari itu pola pikiran tersebut harus diperbaiki dengan mewujudkan kekompakan dalam bekerja. Kemudian mengenai sistem adminiatrasi yang ada haruslah menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga sistem birokrasi dalam pekerjaan tidak bertele-tele.

    Bekerjalah dengan baik tampa harus menjatuhkan sesama rekan kerja. Jika ingin sukses jangan mematikan lampu orang lain,”tutupnya dengan majas perumpamaan dihadapan peserta apal pagi.

    Sementara itu Pj Walikota Palembang Ratu Dewa menambahkan bahwa apa yang menjadi arahan Pj Gubernur Sumsel merupakan motivasi kita untuk lebih baik karena pesan yang disampaikan banyak sekali manfaatnya untuk menjadi pembelajaran kita semua.

    “Berinovasi serta menjadikan pola kerja lebih baik merupakan wujud ASN yang seutuhnya dalam melayani administarasi kepada masyarakat. Kemudian penyesuaian iklim kerja harus secepatnya disesuaikan dengan kemajuan teknologi, agar pekerjaan tidak bertele-tele,” harapnya.

  • Pj Gubernur Cek Ke Pasar, Minta Bupati/Walikota Gelar Pasar Murah

    Pj Gubernur Cek Ke Pasar, Minta Bupati/Walikota Gelar Pasar Murah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni telah blusukan ke dua pasar tradisional, yiatu Pasar Tradisional Palimo dan Pasar Lemabang untuk mengecek harga pangan saat ini. Dia mendapati belum stabilnya harga beras, oleh karena itu Fatoni akan menginstruksikan kepada Bupati dan Walikota untuk segera menggelar pasar muran di wilayahnya masing-masing.

    “Kita akan mengkoordinasikan dengan bupati/walikota di Sumsel untuk menggelar pasar murah. Kita ingin menekan harga beras supaya lebih murah lagi,” ujar Fatoni di Pasar Lemabang, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (15/10/2023).

    Menurutnya, kegiatan pasar murah menjadi salah satu langkah untuk menstabilkan harga beras. Dia juga menilai kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat di tengah harga beras yang masih tinggi.

    “Operasi pasar juga kita minta untuk dimaksimalkan dan mengimbau kepala daerah di setiap daerahnya menggelar pasar murah dengan berkoordinasi bersama pihak terkait dan Bulog,” ucap Fatoni.

    Saat ini Fatoni belum menemukan adanya permainan pasar. Namun, peningkatan harga beras dapat terjadi karena suplai dan demand yang belum seimbang.

    “Informasi dari Bulog, kondisi stok beras saat ini terbatas, sementara permintaan sangat tinggi. Begitu beras masuk, langsung habis,” ungkap Fatoni.

    Dia mengatakan adanya El Nino ikut berdampak terhadap produksi beras pada tahun ini. Sehingga kondisi beras di pasar ikut terpengaruh akan hal tersebut.

    “Saat ini produksi agak berkurang, sebenarnya hanya penundaan saja. Nanti di akhir tahun 2023 atau awal 2024 akan ada peningkatan produksi karena sudah panen,” ucap Fatoni.

  • Menhub RI Kembali Tinjau Fasilitas LRT Terintegrasi dengan Angkot Feeder Dalam Kota Palembang

    Menhub RI Kembali Tinjau Fasilitas LRT Terintegrasi dengan Angkot Feeder Dalam Kota Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia (RI) Budi Karya Sumadi didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni meninjau fasilitas transportasi umum di Kota Palembang. Kali ini, mereka memantau aktivitas Light Rail Transit (LRT) yang terintegrasi dengan layanan Angkotan Kota (angkot) feeder LRT Sumsel (Angkot Feeder Musi Emas) pada Sabtu (14/10/2023).

    Rombongan Menhub RI bersama Pj Gubernur Sumsel bersama-sama berangkat dari Stasiun Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menggunakan moda transportasi umum LRT menuju Stasiun LRT Polresta. Kemudian, keduanya mengecek fasilitas Angkot Feeder Musi Emas.

    Menhub mengatakan keberadaan sejumlah moda transportasi terintegrasi di Sumsel telah banyak memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam  beraktivitas. Selain itu, adanya fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor pendorong majunya perekonomian Sumsel.

    “Alhamdulillah hari ini kita bisa melihat langsung moda  transportasi baik darat maupun laut yang terintegrasi. Kita bersyukur pemerintah memberikan perhatian penyediaan sarana transportasi memadai di Provinsi Sumsel,” ucap Menhub Budi Karya.

    Menurutnya, Sumsel saat ini telah memiliki layanan angkutan massal yang cukup lengkap, mulai dari bus, angkot, LRT hingga angkutan sungai yang terintegrasi. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga moda transportasi yang menjadi kebanggaan masyarakat.

    “Mari kita satukan langkah, satukan tekad kita untuk bisa mewujudkan transportasi yang lebih baik. Alhamdulillah didukung oleh pemerintah pusat melalui transportasi publik yang sudah dibangun baik,” ucapnya.

    Dia juga mengajak masyarakat Kota Palembang bersama-sama menggunakan transportasi umum untuk aktifitas sehari-hari. Hal tersebut menjadi salah satu langkah untuk mencegah kemacetan lalu lintas.

    “Kita tadi  naik LRT dari bandara yang terintegrasi  dengan feeder. Nah di sini juga ada angkutan massal perairan Palembang termasuk kota yang memiliki antar moda yang lengkap,” tandasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Fatoni mengakui pembangunan yang dilakukan Kementerian Perhubungan di Sumsel banyak memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

    “Pak Menhub luar biasa, beliau langsung dengar aspirasi warga Palembang. Transportasi publik ini menjadi jawaban untuk kita semua,” tandasnya.

  • Wujudkan Sumsel Semakin Maju, Pemprov Ajak Awak Media Bersinergi Bersama Pemerintah

    Wujudkan Sumsel Semakin Maju, Pemprov Ajak Awak Media Bersinergi Bersama Pemerintah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya untuk mewujudkan daerahnya semakin maju. Oleh karena itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengajak seluruh awak media untuk bersinergi bersama pemerintah demi harapan itu tercapai.

    “Kita ingin membina hubungan yang baik. Kedepannya tentu banyak sekali tugas kita menghadapi Pilkada, Karhutla dan program prioritas lainnya,” kata Fatoni saat sambutan pada jamuan makan siang bersama dengan awak media yang bertugas di Media Center (MC) Pemprov Sumsel bertempat di Rumah Makan Sri Melayu Palembang, Jumat (13/10/2023).

    Sebagai Pj Gubernur Sumsel, Fatoni ingin berbuat banyak demi kemajuan daerah yang dipimpinnya saat ini. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pihak termasuk awak media untuk bersama-sama mewujudkan hal tersebut.

    “Apa yang kita perbuat tentunya harus diketahui  masyarakat luas. Karena itu saya berharap rekan-rekan media dapat membantu memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat,” harapnya.

    Fatoni menilai melalui media, segala informasi akan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, dia meminta agar awak media dapat memberikan edukasi serta informasi terkini kepada masyarakat.

    Selain itu, dia juga mengajak awak media untuk bersama-sama menjaga nama baik daerah dengan sajian pemberitaan yang positif, akurat dan berimbang.

    “Bagi saya, Sumsel adalah bagian dari hidup. Sudah sepatutnya kita punya kebanggaan tersendiri, tugas kita menjaga agar yang sudah membanggakan ini tetap terpelihara,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Reporter Radio Republik Indonesia (RRI) Rian Apridani sebagai perwakilan awak media berterima kasih kepada Fatoni atas kemitraan yang baik. Dia juga berharap ke depannya akan makin banyak informasi yang disampaikan kepada masyarakat terkait capaian program-program prioritas Pemprov Sumsel.

    “Kami ucapkan terimakasih kepada pak Pj Gubernur yang telah mengundang kami makan siang bersama,” ucap Rian.

    “Masalah inflasi, stunting, kemiskinan juga  menjadi tanggung jawab kita bersama,” sambungnya.