Tag: M David

  • Liga Arena Kembali Digelar Askot PSSI Palembang Hidupkan Lagi Kompetisi Usia Dini

    Liga Arena Kembali Digelar Askot PSSI Palembang Hidupkan Lagi Kompetisi Usia Dini

    Ketua Askot PSSI Palembang, M David (Tengah Hijau) dan Jajaran saat Kembali Menggelar Liga Arena yang lama Vacum. Foto : Reza Mardiansyah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dunia sepak bola usia dini di Palembang akhirnya kembali hidup setelah Askot PSSI Palembang memastikan digelarnya Liga Arena 2025. Kebangkitan kompetisi tersebut menjadi kabar baik bagi para pegiat sepak bola kota ini yang selama lima tahun terakhir kehilangan wadah pertandingan rutin.

    Setelah vakum cukup lama, Liga Arena hadir membawa harapan baru bagi klub-klub lokal serta Sekolah Sepak Bola (SSB) yang membutuhkan kompetisi sebagai ajang pembinaan pemain muda. Kembalinya turnamen ini juga dianggap sebagai momentum penting untuk memperkuat fondasi sepak bola usia dini di Palembang.

    Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David, menyebut penyelenggaraan Liga Arena menjadi prioritas utama kepengurusan saat ini. Menurutnya, pembinaan tidak dapat berjalan maksimal tanpa kompetisi yang berkesinambungan.

    “Liga Arena ini kembali kita gelar setelah lima tahun vakum. Ini adalah komitmen kami untuk pembinaan usia muda di Palembang. Anak-anak butuh panggung untuk unjuk gigi dan mengembangkan bakat mereka,” ujar David usai membuka Liga Arena 2025 di Stadion Kamboja Palembang, Sabtu (15/11/2025).

    David menjelaskan bahwa Liga Arena bukan hanya turnamen tahunan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menyeleksi pemain berbakat yang akan mewakili Palembang di ajang Piala Suratin. Ia menegaskan kompetisi yang hidup akan berdampak langsung terhadap kualitas generasi sepak bola kota ini.

    “Ini komitmen saya sebagai ketua umum untuk menghidupkan kompetisi sepak bola dari usia dini hingga dewasa. Pemain-pemain terbaik Palembang ini nantinya akan kita saring untuk berkompetisi di Piala Suratin,” tambahnya.

    Sementara itu, Direktur Kompetisi Askot PSSI Palembang, Heryanto Husada, menyampaikan bahwa Liga Arena 2025 akan berlangsung mulai 15 November hingga 28 Desember 2025. Seluruh pertandingan digelar setiap akhir pekan di Stadion Kamboja Palembang sebagai pusat kegiatan.

    Untuk tahun ini, peserta kategori U12 berjumlah delapan tim, yakni Putra Sunda, Pusri, Elmas, Persegrata, PSS, Bumara, SAS, dan Planet. Sedangkan kategori U14 diikuti 14 tim yang terbagi dalam dua grup. Grup A terdiri dari PSS, Persemal, Putra Sunda, Planet, Perisai, Gapu, dan Persegrata. Grup B ditempati Pusri, Bumara, Bayu Putra, Patra Muda, Askia, Bhayangkara, dan SAS.

    Heryanto menegaskan bahwa peserta Liga Arena tahun ini dibatasi khusus untuk SSB yang secara resmi berafiliasi dengan Askot PSSI Palembang. Selain itu, seluruh pemain diwajibkan memiliki Kartu Keluarga (KK) Kota Palembang sebagai bukti domisili. Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga kualitas serta mempertegas pembinaan lokal.


  • Arak-Arakan Piala Emas, Askot PSSI Palembang Rayakan Akhir Penantian 23 Tahun

    Arak-Arakan Piala Emas, Askot PSSI Palembang Rayakan Akhir Penantian 23 Tahun

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Arak-arakan piala dan medali emas mewarnai jalanan Kota Palembang, Senin (3/11/2025) sore. Askot PSSI Kota Palembang menggelar perayaan kemenangan tim sepak bola yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

    Rombongan atlet, pelatih, dan pengurus Askot memulai perjalanan dari kantor PSSI Kota Palembang di Jalan Mayor Santoso, Kecamatan Ilir Timur I. Konvoi kemenangan itu melintasi Jalan A. Rivai, Kantor Wali Kota Palembang di Jalan Merdeka, menuju kawasan Masjid Agung di Jalan Jenderal Sudirman, sebelum kembali ke titik awal.

    Arak-arakan tersebut menjadi simbol berakhirnya masa penantian panjang selama 23 tahun bagi Kota Palembang untuk kembali meraih medali emas di cabang olahraga sepak bola Porprov Sumsel.

    Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David, menyebut kemenangan ini bukan sekadar capaian prestasi, melainkan bukti kerja keras dan kolaborasi seluruh unsur dalam pembinaan sepak bola di Palembang. “Penantian panjang ini akhirnya terbayar. Gelar ini menegaskan bahwa sepak bola Palembang kembali menunjukkan dominasinya di Sumatera Selatan,” ujarnya.

    David juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang, KONI, serta seluruh pihak yang turut memberi semangat kepada tim selama kompetisi berlangsung. “Kami bersyukur atas sinergi ini. Tanpa dukungan pemerintah dan KONI, prestasi ini tidak mungkin terwujud,” tambahnya.

    Wali Kota Palembang Ratu Dewa, yang turut hadir dalam arak-arakan tersebut, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian bersejarah itu. Ia menyebut kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan sepak bola Palembang. “Atas nama Pemerintah Kota Palembang, saya berterima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan pengurus Askot. Ini awal yang baik untuk kebangkitan sepak bola Palembang,” kata Ratu Dewa.

    Sebagai bentuk apresiasi, Ratu Dewa yang juga pernah menjabat Presiden PS Palembang memberikan bonus pribadi senilai Rp20 juta kepada tim sepak bola Palembang. “Saya tahu betul perjuangan dan pengorbanan mereka di lapangan. Ini bentuk dukungan saya atas kerja keras mereka,” ujarnya.

    Perayaan berakhir di halaman kantor PSSI Kota Palembang dengan penuh rasa bangga. Trofi emas yang diarak menjadi penanda kembalinya kejayaan sepak bola Palembang setelah dua dekade lebih menunggu.

  • Launching Sriwijaya FC Pindah Lokasi, Manajemen Utamakan Kondusifitas Kota

    Launching Sriwijaya FC Pindah Lokasi, Manajemen Utamakan Kondusifitas Kota

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Manajemen Sriwijaya FC akhirnya memutuskan untuk memindahkan lokasi launching tim yang semula direncanakan berlangsung di Dermaga Ampera, menjadi di sebuah hotel pada Jumat (12/9/2025) malam.

    Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi kota Palembang yang dinilai belum sepenuhnya kondusif jika menggelar acara besar di ruang terbuka.

    Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III sekaligus Kepala Pembina Tim PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Mohammad David, membenarkan adanya perubahan tersebut.

    “Iya, awalnya kita memang merencanakan launching di Dermaga Ampera, tepatnya di Malomo Kopi. Tapi akhirnya kita putuskan pindah ke hotel,” ujar David, Selasa (9/9/2025).

    Menurutnya, alasan utama pemindahan lokasi adalah untuk menghindari kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat.

    “Kita khawatir jika dilaksanakan di luar, akan terjadi penumpukan massa. Kondisi kota saat ini butuh tetap kondusif, jadi kita ubah lokasinya,” tambahnya.

    David juga mengungkapkan bahwa lokasi baru launching akan digelar di Hotel Swarnadwipa, kawasan Kambang Iwak, Palembang. Acara tersebut rencananya hanya akan dihadiri tamu undangan serta perwakilan tiga kelompok suporter Sriwijaya FC.

    “Demi keamanan bersama, kami membatasi undangan. Hanya tamu resmi dan beberapa perwakilan suporter yang bisa hadir. Harapan kami, semua fans bisa memahami situasi ini,” tutup David yang juga Ketua Askot PSSI Palembang.

  • Laskar Wong Kito 90 Persen Siap Tempur, Masih Tunggu Bek Anyar dan Buru Mesin Gol Tajam Sebelum Kick-off

    Laskar Wong Kito 90 Persen Siap Tempur, Masih Tunggu Bek Anyar dan Buru Mesin Gol Tajam Sebelum Kick-off

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya FC kembali ke Palembang dengan semangat membara setelah menuntaskan pemusatan latihan (TC) selama sebulan di Jakarta. Latihan perdana yang digelar Jumat (8/8/2025) menjadi sinyal bahwa Laskar Wong Kito serius mematangkan skuad sebelum kompetisi resmi bergulir.

    Asisten Direktur Kompetisi III sekaligus Kepala Pembina Tim PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Mohammad David, mengungkapkan bahwa progres tim sudah mencapai 90 persen. Meski begitu, ada dua prioritas utama yang harus segera dipenuhi kedatangan bek anyar Michael Enu dan hadirnya striker tajam yang bisa menjadi mesin gol.

     

    “Selama uji coba sebelumnya, kita kekurangan finishing. Makanya kita butuh striker haus gol. Bisa pemain asing, bisa juga lokal. Kalau ada lokal yang lebih baik, tidak masalah,” tegas David.

    Latihan perdana diikuti 34 pemain, terdiri dari 24 pemain yang sudah dikontrak dan 10 pemain trial. Penambahan amunisi menjadi krusial agar Sriwijaya FC tampil lebih beringas di kompetisi nanti.

    Pelatih kepala Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli alias Coach Azul, memaparkan bahwa sesi awal di Palembang fokus pada pengembalian kondisi fisik pemain yang kini berada di angka 80 persen, serta pematangan taktik.

    “Selama di Jakarta kami fokus membangun fisik dan mencari pemain. Secara permainan sudah on track, tapi masih ada evaluasi. Terutama soal agresivitas. Banyak pemain muda di tim ini, dan kami ingin mereka bermain berani dan agresif,” ujar Azul.

    Kepercayaan penuh diberikan kepada para pemain muda, apalagi mereka dipilih langsung oleh tim pelatih. Target utama sekarang adalah membentuk kerangka tim yang solid agar siap bersaing di Grup Barat.

    Sriwijaya FC juga sudah merencanakan sejumlah laga uji coba melawan tim lokal maupun dari daerah sekitar, termasuk kemungkinan menghadapi Bhayangkara FC.

    “Kita punya waktu satu bulan untuk memoles semua kekurangan. Tim ini sudah solid, tinggal menyempurnakan detail permainan,” pungkas Azul.

  • Turnamen U-12 Sambut HUT Bhayangkara ke-79 di Palembang Berakhir Meriah

    Turnamen U-12 Sambut HUT Bhayangkara ke-79 di Palembang Berakhir Meriah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Suasana penuh semangat dan sportivitas mewarnai lapangan hijau saat Turnamen Sepak Bola Usia Dini U-12 resmi ditutup. Ajang yang digelar oleh Askot PSSI Kota Palembang dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 ini sukses menghadirkan pertarungan sengit antar 32 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Palembang.

    Puncak turnamen berlangsung dramatis. SSB SAS tampil sebagai juara setelah menumbangkan SSB Persegrata Talang Kelapa dengan skor akhir 3-2 dalam laga final yang memikat. Sementara itu, perebutan tempat ketiga juga tak kalah seru. SSB Putra Sunda mengalahkan SSB Bumara Black melalui adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal.

    Ketua Askot PSSI Kota Palembang, M. David, mengaku bangga dengan suksesnya penyelenggaraan turnamen ini. Ia menyebut bahwa kompetisi usia dini seperti ini sangat dinantikan para SSB dan menjadi bukti nyata gairah sepak bola di Palembang terus tumbuh.

    “Turnamen ini adalah keberhasilan kita semua, terutama tim Bidang Kompetisi Askot PSSI. Antusiasme peserta dan dukungan dari masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa pembinaan usia dini di Palembang sudah berada di jalur yang tepat,” ujar David.

    Ia juga menekankan pentingnya kompetisi rutin bagi anak-anak sebagai ajang menyalurkan semangat latihan dan mengasah kemampuan. “Mereka ini adalah masa depan sepak bola kita. Dengan seringnya mereka tampil di kompetisi, mental dan skill mereka akan semakin terbentuk,” tambahnya.

    Lebih lanjut, David menegaskan komitmen Askot PSSI Palembang untuk terus menggelar turnamen usia dini secara berkala. Ia berharap bibit-bibit unggul dari Palembang dapat terus berkembang dan kelak menjadi tulang punggung sepak bola Sumsel, bahkan nasional.

    Turnamen ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga perayaan semangat, kebersamaan, dan harapan besar bagi masa depan sepak bola Palembang.

  • Bukan Skuad Resmi, David : Latihan Sriwijaya FC Masih Libatkan Pemain Trial Lokal

    Bukan Skuad Resmi, David : Latihan Sriwijaya FC Masih Libatkan Pemain Trial Lokal

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Latihan yang digelar Sriwijaya FC pada awal pekan ini belum melibatkan pemain resmi. Sesi tersebut ternyata hanya bagian dari uji coba internal yang mempertemukan tim Elite Pro Academy (EPA) dengan para pemain trial lokal.

    “Latihan kemarin itu latihan bersama, uji coba antara pemain EPA dan pemain senior. Itu tim trial lokal, hanya untuk melengkapi sesi latihan,” Asdir III (Kompetisi) Sriwijaya FC Muhammad David, Senin (30/6/2025).

    David menegaskan, para pemain yang ikut serta dalam latihan bukanlah bagian dari skuad resmi Sriwijaya FC. Mereka tengah menjalani proses seleksi dan belum tentu direkrut.

    “Yang ikut latihan belum jadi pemain Sriwijaya FC. Mereka sedang dalam masa trial dan seleksi. Mungkin besok pelatih baru akan memutuskan siapa saja yang lolos. Tapi memang latihan juga diikuti beberapa mantan pemain timnas seperti Rendy Juliansyah, Sutan Zico dan Fariz Fadilla,” tambahnya.

    Sriwijaya FC sendiri dijadwalkan akan melanjutkan proses seleksi dan pemusatan latihan (TC) di Jakarta, yang direncanakan berlangsung mulai 10 Juli mendatang. Di ibu kota nanti, pelatih kepala akan kembali menggelar trial lanjutan yang juga akan didatangi pemain-pemain berpengalaman dari Liga 1 dan Liga 2.

    “Di Jakarta nanti sekaligus TC. Di sana baru akan dibentuk tim inti Sriwijaya FC. Pemain yang ikut TC akan diseleksi langsung oleh pelatih,” ungkap David.

    Manajemen klub menegaskan bahwa proses seleksi pemain dilakukan secara ketat. Bahkan ada kasus di mana pemain yang sudah menandatangani kontrak, harus dicoret karena tidak memenuhi kriteria pelatih.

    “Meski sudah tanda tangan kontrak, tapi kalau pelatih tidak berkenan, ya dibatalkan. Kita ingin tim yang benar-benar siap secara kualitas dan karakter,” tegasnya.

    Latihan lanjutan masih akan digelar esok hari dengan format serupa, yaitu latihan gabungan antara pemain EPA dan pemain trial lokal. Harapannya, dari sesi ini pelatih bisa mengidentifikasi talenta lokal yang layak dipertahankan.

    Sriwijaya FC terus mematangkan persiapan mereka jelang Liga 2 musim 2025/2026, dengan harapan bisa kembali bersaing di papan atas dan meraih tiket promosi ke Liga 1.

  • EPA SFC U-20 Awali Tour Uji Coba dengan Hasil Positif

    EPA SFC U-20 Awali Tour Uji Coba dengan Hasil Positif

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Tim muda Sriwijaya FC, EPA SFC U-20, membuka tur uji coba mereka dengan hasil positif. Dalam pertandingan melawan Bandar Lampung FC yang digelar di Lapangan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Sabtu (7/6/2025) sore, mereka menang dengan skor tipis 2-1.

    Gol-gol kemenangan EPA SFC U-20 dicetak oleh Dwi Setiawan dan Fajar, sementara gol balasan dari tuan rumah dicetak oleh Mancini menjelang pertandingan usai.

    Pertandingan ini tidak seperti biasanya, karena dibagi menjadi tiga sesi. Di sesi pertama, tim Elang Andalas muda tampil dominan dan berhasil unggul 2-0. Sesi kedua berlangsung tanpa gol, sedangkan sesi ketiga berakhir imbang 1-1.

    Meskipun menang, performa EPA SFC U-20 mengalami penurunan di sesi ketiga. Kurangnya komunikasi dan kelelahan pemain membuat lini belakang kehilangan fokus dan harus kebobolan satu gol.

    Asisten pelatih kiper EPA SFC U-20, Ikhsan Al Karima, menyoroti turunnya intensitas permainan anak asuhnya di sesi akhir pertandingan. Ia menilai bahwa jadwal padat dan kondisi fisik menjadi faktor utama.

    “Faktor kelelahan juga ya, karena kita datang langsung istirahat dan dilanjutkan bertanding. Ini sangat menguras konsentrasi pemain,” ungkap Ikhsan saat diwawancarai seusai laga.

    Ia juga menekankan pentingnya komunikasi di antara para pemain, terutama di lini pertahanan. Masalah ini disebutnya sebagai salah satu fokus utama evaluasi tim pelatih ke depan.

    “Komunikasi para pemain kurang saat di lapangan. Ini akan kami diskusikan dengan Coach Amirul dan Coach Mahyadi Panggabean agar bisa diperbaiki sebelum laga-laga selanjutnya,” tambahnya.

    Kendati demikian, Ikhsan tetap mengapresiasi performa tim secara keseluruhan. Ia menyebut para pemain cukup percaya diri dalam menjalani tour perdana ini dan menunjukkan semangat bertanding yang baik.

    Starting Line-Up:

    EPA SFC U-20: Aziz (GK), Nabil, Ikhsan, Ogin, Gemilang, Fajar, Giga, Fand, Ubay, Pasha, Raka

    Bandar Lampung FC: Aldino (GK), Riski, Doni, Fandi, Enggal, Ali, Zidan, Alfin, Geo, Iqbal, Mancini

    Pencetak Gol:

    EPA SFC U-20 – Dwi Setiawan, Fajar

    Bandar Lampung FC – Mancini

  • EPA Sriwijaya FC U-20 Terus Matangkan Tim: Latihan Intensif, Seleksi Ketat, dan Siap Tur Pulau Jawa

    EPA Sriwijaya FC U-20 Terus Matangkan Tim: Latihan Intensif, Seleksi Ketat, dan Siap Tur Pulau Jawa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Tim Elite Pro Academy (EPA) Sriwijaya FC U-20 terus mematangkan persiapan menjelang kompetisi. Bertempat di Lapangan Panahan Jakabaring, latihan intensif digelar hari ini sekaligus menjadi ajang pemantauan bagi calon pemain seleksi.

    Dalam sesi latihan tersebut, para pemain digembleng melalui latihan passing exercise yang dilanjutkan dengan game internal. Ketua Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III yang juga menjabat sebagai Ketua Tim EPA SFC U-20, M. David, mengungkapkan bahwa performa pemain mulai menunjukkan progres signifikan.

    “Permainan anak-anak sudah mulai rapi. Penguasaan bola lebih berani dan penempatan posisi di lapangan sudah mulai tertata. Bahkan saat melawan tim senior trial, mereka tampil cukup dominan,” ujar David.

    EPA SFC juga mulai membuka peluang bagi pemain luar Sumatera Selatan untuk memperkuat tim. Satu pemain bertahan asal Jambi telah bergabung dan mengikuti latihan hari ini, sementara beberapa pemain depan dari Sumatera Barat dan Pulau Jawa juga direncanakan akan bergabung dalam waktu dekat untuk memperkuat lini serang yang dinilai masih kurang tajam.

    Sebagai bagian dari proses pematangan tim, EPA Sriwijaya FC U-20 juga tengah menyusun agenda uji coba ke Pulau Jawa pasca Lebaran. Lawan yang akan dihadapi di antaranya adalah tim dari Persib Bandung, Tangerang, serta laga tandang ke Lampung.

    “Setelah Lebaran, kami akan melakukan tur uji coba ke Pulau Jawa dan Lampung. Ini penting untuk melihat kesiapan tim secara menyeluruh sebelum kompetisi resmi dimulai,” pungkas David.

    Sementara itu anggota tim penjaringan Elite Pro Academy Sriwijaya FC U 20 Ali Ramadhan menambahkan, saat ini jumlah pemain yang mengikuti seleksi masih berjumlah 40 orang, dan belum ada pengurangan. Namun, tim penjaringan menegaskan bahwa evaluasi tetap berjalan dan jumlah pemain akan disaring dalam waktu dekat.

    “Kerangka tim saat ini sudah terbentuk sekitar 70 persen. Akan ada pengurangan jumlah pemain secara bertahap,” tambahnya.

  • Manajemen PT SOM Hadiri Dua Dekade Sriwijaya Mania, David Berikan Kado 

    Manajemen PT SOM Hadiri Dua Dekade Sriwijaya Mania, David Berikan Kado 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), selaku pengelola klub Sriwijaya FC (SFC), menunjukkan perhatian besar kepada kelompok suporter militan mereka, Sriwijaya Mania (S-MAN), dengan menghadiri peringatan hari jadi ke-20 komunitas tersebut.

    Acara perayaan dua dekade Sriwijaya Mania digelar dalam bentuk turnamen futsal yang berlangsung di Adofo Futsal, Jalan Sukorejo, Palembang, pada Minggu, 25 Mei 2025.

    Asisten Direktur Kompetisi III sekaligus Kepala Pembina Tim PT SOM, M. David, hadir langsung dalam acara tersebut bersama jajaran manajemen lainnya. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, David menyerahkan kado ulang tahun berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000.

    “Sriwijaya Mania adalah salah satu suporter setia kami, sama seperti Singa Mania dan Ultras Palembang. Saat mereka merayakan ulang tahun, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir dan memberi perhatian,” ujar David.

    Ia juga berharap seluruh elemen suporter Elang Andalas, termasuk Sriwijaya Mania, terus setia mendukung perjuangan Sriwijaya FC, baik dalam kondisi puncak maupun terpuruk, hingga kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1.

    Kami dari Manajemen PT SOM mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sriwijaya Mania yang selama ini telah menjadi suporter setia bagi klub kebanggaan kita semua, Sriwijaya FC (SFC),” tuturnya.

    Sebagai Pembina Tim Senior dan Junior SFC sekaligus Bapak Asuh Elang Andalas Muda julukan bagi tim EPA (Elite Pro Academy) U-20 Sriwijaya FC—David juga menitipkan pesan khusus agar para suporter mendukung pembentukan tim muda tersebut.

    “Kami sedang mempersiapkan Elang Andalas Muda, tim EPA SFC U-20, yang akan berlaga di kompetisi EPA Liga 2 musim 2025/2026. Dukungan dari para suporter tentu sangat kami harapkan agar proses pembentukan ini bisa berjalan maksimal dan berbuah prestasi,” ujar David.

    Dalam momen perayaan, David juga menyerahkan suapan tumpeng simbolis kepada Ketua Umum Sriwijaya Mania, Eddy Ismail, sebagai tanda kebersamaan dan penghargaan. Ia juga membuka turnamen futsal dengan melakukan tendangan pertama ke arah gawang, menandai dimulainya pertandingan.

    Sementara itu, Ketua Umum Sriwijaya Mania, Eddy Ismail, atau akrab disapa Pak Wo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran manajemen PT SOM dan bantuan yang diberikan.

    “Senang sekali rasanya ketika manajemen PT SOM hadir dalam momen bersejarah dua dekade Sriwijaya Mania. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Bapak David dan jajaran,” ucap Eddy.

    Ia pun tak lupa menyampaikan doa dan harapannya untuk masa depan Sriwijaya FC.

    “Semoga SFC di musim ini mendapatkan sponsor, bisa berlaga kembali di Liga 2, dan segera kembali ke Liga 1 untuk merebut kejayaan dan meraih gelar juara lagi. Amin ya Allah,” ujarnya penuh harap.

  • Belum Puas, David dan Tim Penyeleksi Kembali Kurangi Peserta Seleksi EPA SFC

    Belum Puas, David dan Tim Penyeleksi Kembali Kurangi Peserta Seleksi EPA SFC

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Proses seleksi pemain EPA SFC U20 terus berjalan ketat. Dalam laga uji coba melawan Farmel Hatta hari ini Jumat (23/5/2025) di Stadion Jasdam, pembina Tim EPA SFC M. David mengaku belum puas dengan performa pemain yang mengikuti seleksi. Akibatnya, sebanyak 10 pemain dipulangkan hari ini dari total 47 pemain yang diseleksi.

    “Kami harus melakukan pengurangan lagi. Hari ini 10 pemain kami pulangkan karena belum memenuhi standar dari tim kepelatihan. Kita butuh kualitas, terutama di lini belakang yang sejauh ini masih sangat kurang,” tegas David usai laga uji coba.

    David juga mengakui jika tim Penyeleksi kebingungan dalam menentukan pemain dengan jumlah peserta seleksi yang masih terlalu banyak. Oleh karena itu, terjadinya pengurangan dalam evaluasi yang dilakukan tim Penyeleksi yakni Couch Amirul Mukminin, Couch Mahyadi Panggabean, dan Couch Ali Ramadhan.

    “Kita juga akan lakukan dua uji coba lokal lagi untuk melihat performa para pemain secara lebih mendalam. Lawan berikutnya adalah tim SONS dan PLPP Muba,” jelasnya.

    Meski memprioritaskan pemain asal Sumatera Selatan, David menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi penentu utama.

    “Kalau kualitas pemain lokal tidak cukup, terpaksa kami akan mencari dari luar Sumsel. Tapi tetap prioritas kami adalah putra daerah,” tegasnya.

    Dari sisi sponsor untuk EPA SFC, David menyebut sudah ada pendekatan dari empat calon sponsor, baik dari BUMD maupun BUMN. Namun, kerjasama baru akan difinalisasi ketika komposisi tim sudah terbentuk dan menunjukkan kualitas.

    Sementara itu, tim seleksi couch Amirul Mukminin menambahkan bahwa secara umum belum ada pemain yang benar-benar menonjol dalam seleksi kali ini.

    “Kami punya standar dalam memilih pemain, meliputi teknik, fisik, taktik, dan mental. Saat ini belum ada yang istimewa, tapi kami optimistis kualitas akan meningkat dengan latihan intensif,” ujarnya.

    Amirul juga membuka peluang untuk memanggil pemain dari tim lawan jika menunjukkan performa menonjol.

    “Seperti pada ujicoba hari ini, kami melihat ada beberapa pemain yang bisa dipanggil untuk mengikuti seleksi,” ungkapnya. Bahkan pada dua uji coba berikutnya, Amirul mengaku juga bisa menjadi ajang menemukan bakat baru yang layak bergabung dengan skuad EPA SFC U20.

  • EPA SFC U20 Siap Tantang EPA Persib, Persiapan Matang dan Uji Coba Jadi Kunci

    EPA SFC U20 Siap Tantang EPA Persib, Persiapan Matang dan Uji Coba Jadi Kunci

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tim Elite Pro Academy (EPA) Sriwijaya FC U20 tengah mempersiapkan diri secara intensif untuk menghadapi tim tangguh EPA Persib Bandung. Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III Kepala Pembina Tim PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) sekaligus ketua tim EPA SFC U20, M. David, memastikan bahwa proses seleksi dan pembentukan tim berjalan serius dan terarah.

    “Kami sudah mulai persiapan dan juga berkoordinasi dengan pihak Persib. Mereka juga sedang melakukan seleksi, jadi ini momen yang tepat untuk membangun kekuatan,” ujar David kepada awak media.

    Untuk mengukur kesiapan tim, EPA SFC U20 telah menjadwalkan dua hingga tiga laga uji coba sebelum bertolak ke Bandung. Salah satu rencana uji coba termasuk menghadapi Maung Anum tim muda Persib.

    “Dari uji coba ini akan terlihat kekompakan tim. Kalau ada kekurangan, tentu akan kami evaluasi kembali. Tujuannya agar tim ini benar-benar solid saat menghadapi lawan selevel,” tambahnya.

    David menyebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 40 pemain yang masih mengikuti proses seleksi. Nantinya, jumlah ini akan terus disaring hingga menghasilkan skuad terbaik.

    “Akan ada pengurangan. Sebelum berangkat ke Bandung, kami juga akan gelar laga uji coba melawan tim lokal seperti Muba. Ada tiga agenda penting yang kami siapkan untuk mengasah tim.”

    Pertandingan melawan EPA Persib sendiri dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni, tepat setelah Hari Raya Idul Adha. David berharap, laga ini menjadi momentum peningkatan kualitas individu dan tim secara keseluruhan.

    “Sebagai bagian dari klub Liga 1, seharusnya ini jadi ruang untuk mendorong peningkatan kemampuan pemain muda. Melihat level lawan, tentu persiapan matang menjadi harga mati,” tutupnya.

  • Lanjutan Seleksi EPA SFC U20, 70 Pemain Disaring Jadi 45: Anak-anak Sumsel Tunjukkan Semangat Tinggi

    Lanjutan Seleksi EPA SFC U20, 70 Pemain Disaring Jadi 45: Anak-anak Sumsel Tunjukkan Semangat Tinggi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Proses seleksi lanjutan EPA Sriwijaya FC U20 kembali digelar di Lapangan Sepak Bola Jasdam KM 9, Kota Palembang. Di bawah pengawasan tim penyeleksi yang dikomandoi oleh mantan pemain Sriwijaya FC, Amirul Mukminin, para pemain muda asal Sumsel menunjukkan semangat juang yang tinggi.

    “Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan antusiasme luar biasa dari para pemain. Mereka tampil lebih bersemangat dibanding seleksi sebelumnya,” ujar Amirul usai sesi seleksi, Selasa (20/5/2025).

    Dari 70 pemain yang mengikuti seleksi, hanya 45 yang akan dipertahankan untuk tahap selanjutnya. Namun, keputusan tersebut belum bersifat final, dari 45 pemain akan kembali dikurangi serta evaluasi masih akan dilakukan melalui latihan rutin dan laga uji coba mendatang.

    “Nanti akan terus kita lihat progres mereka, baik saat latihan maupun saat uji tanding. Nama-nama pemain yang lolos sementara akan diumumkan di grup WhatsApp malam ini,” tambah Amirul.

    Meski belum sepenuhnya puas dengan dua game uji coba awal, Amirul memahami para pemain masih dalam tahap adaptasi. “Wajar kalau belum maksimal, mereka baru bergabung dan belum saling mengenal,” katanya.

    Amirul juga menyoroti pentingnya komunikasi antarpemain dalam membangun kerja sama tim. “Ke depan, kami akan fokus pada bagaimana mereka bisa berkomunikasi lebih baik, membuat keputusan yang tepat, dan mengeksekusi strategi dengan efektif.”

    Seleksi akan terus berlanjut dengan agenda latihan intensif dan pengurangan jumlah pemain untuk membentuk skuad final yang siap bersaing di kompetisi EPA yang sesungguhnya. Optimisme tetap terjaga bahwa anak-anak Sumsel mampu unjuk gigi di level nasional.

    Sementara itu Ketua Panitia Seleksi EPA SFC U20 M David yang juga ketua Askot PSSI Kota Palembang menambahkan jika proses seleksi sepenuhnya dilakukan oleh tim kepelatihan yakni Amirul Mukminin, Mahyadi Panggabean dan Ali Ramadhan.

    “Kita serahkan semua kepada tim Penyeleksi, semuanya mantan Pesepakbola Profesional apalagi seperti Mahyadi Panggabean dan Amirul Mukminin merupakan legenda SFC,” katanya.

    David membocorkan nantinya EPA SFC U20 akan melakoni laga ujicoba melawan tim EPA dari liga utama Indonesia. “Kita sudah koordinasi dengan tim tersebut, mereka mau uji coba dengan kita, intinya tim EPA dari Tim Liga Satu Indonesia,” pungkasnya.

  • 69 Pemain Muda Terpilih, Turnamen EPA SFC U-20 Jadi Ajang Unjuk Bakat

    69 Pemain Muda Terpilih, Turnamen EPA SFC U-20 Jadi Ajang Unjuk Bakat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Sebanyak 60 pemain muda berhasil mencuri perhatian dalam Turnamen EPA SFC U-20 yang digelar di Stadion Kamboja, Palembang. Turnamen yang berfungsi sebagai ajang pencarian bakat ini resmi berakhir pada Sabtu sore, 10 Mei 2025, usai digelarnya babak semifinal dan final.

    Ketua Turnamen EPA SFC U-20, Muhammad David, menyatakan bahwa sore ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian turnamen yang telah berjalan intensif dalam beberapa hari terakhir. “Turnamen EPA SFC U-20 resmi berakhir pada sore nanti,” ujar David saat ditemui di lokasi.

    Namun, David menekankan bahwa hasil pertandingan bukanlah tolok ukur utama dalam turnamen ini. Ia menyebutkan bahwa lebih penting untuk menilai potensi individu dari masing-masing pemain yang bertanding, terlepas dari kemenangan tim.

    “Mau menang atau kalah tidak terlalu penting. Sebab turnamen hanya ajang untuk melihat skill dari individu perorangan. Walaupun kalah, bisa saja ada yang terpilih,” jelasnya.

    Menurut Ketua Umum Askot PSSI Palembang itu, hasil dari turnamen ini akan menjadi dasar pembentukan tim EPA SFC U-20 yang akan bertarung di Liga 2 musim 2025/2026. Sebanyak 69 nama pemain muda telah disiapkan sebagai calon pengisi skuat awal.

    “Kita telah umumkan 69 talent dari turnamen ini. Nantinya, mereka akan diseleksi kembali hingga mengerucut menjadi 30 pemain terbaik,” tambahnya. Para pemain terpilih inilah yang akan dikenal sebagai Elang Andalas Muda.

    Proses seleksi tahap kedua direncanakan akan digelar di Stadion Bumi Sriwijaya ataupun Stadion Jasdam. Dalam tahap ini, 60 pemain akan dibagi menjadi empat tim baru dan kembali dipantau kemampuannya secara individu. Meski begitu, jadwal pelaksanaan seleksi lanjutan belum ditentukan karena para pemain diberi waktu istirahat terlebih dahulu.

    Sementara itu, Tim Seleksi EPA SFC U-20, Amirul Mukminin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi nama-nama pemain terpilih bahkan sebelum pertandingan semifinal dan final digelar. Ia menegaskan, penilaian tidak semata-mata berdasarkan kemenangan tim.

    “Kita bukan melihat tim mana yang menang. Tetapi semua pemain yang masuk ke proses semifinal dan final sudah kita pantau. Jadi nama-nama mereka 69 talent itu sudah kita dapatkan,” ujarnya.

    Sementara itu, dalam turnamen EPA SFC U20 sendiri Typo FC Palembang berhasil menjadi Juara usai mengalahkan Bintang Putra Prabumulih dengan skor 2-1, Sementara itu di perebutan peringkat ketiga dimenangkan oleh Garjita OKU.

  • Kesempatan Emas untuk Talenta Muda Sumsel, Sriwijaya FC Gelar Seleksi Tim EPA U-20 Gratis

    Kesempatan Emas untuk Talenta Muda Sumsel, Sriwijaya FC Gelar Seleksi Tim EPA U-20 Gratis

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Kesempatan langka datang bagi para pesepak bola muda di Sumatera Selatan. Sriwijaya FC resmi membuka seleksi untuk bergabung dalam tim Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025, dan yang paling menarik semuanya tanpa dipungut biaya.

    Seleksi ini akan digelar pada 9 hingga 11 Mei 2025 di Stadion Kamboja Palembang. Para pemain muda dari berbagai penjuru Sumsel dipersilakan hadir dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi menjadi bagian dari skuad muda Laskar Wong Kito.

    Pembina Tim Sriwijaya FC sekaligus Asisten Direktur Kompetisi III PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Mohammad David, mengatakan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari komitmen klub dalam melakukan pembinaan jangka panjang terhadap bibit-bibit muda berbakat di daerah.

    “Ini bukan hanya seleksi biasa. Ini adalah pintu bagi generasi masa depan Sriwijaya FC,” ujar David saat diwawancarai pada Rabu (7/5/2025). Ia menambahkan bahwa seleksi ini akan menjadi sarana pencarian talenta dari berbagai latar belakang, bukan hanya dari kota besar.

    David juga menekankan bahwa seleksi ini murni tanpa pungutan biaya. “Saya banyak ditanya apakah seleksi ini berbayar. Saya tegaskan, tidak. Ini 100 persen gratis,” ujarnya.

    Seleksi akan dilakukan secara ketat dan objektif dengan menilai beberapa aspek penting seperti kemampuan teknis, kecerdasan bermain, kedisiplinan, serta mental bertanding. Hanya pemain yang benar-benar memenuhi kriteria yang akan masuk ke dalam program pelatihan intensif EPA U-20.

    Nantinya, para pemain terpilih akan dibina lebih lanjut dan disiapkan untuk tampil di kompetisi nasional. Hal ini menjadi bagian dari strategi Sriwijaya FC dalam membangun fondasi tim jangka panjang yang kuat dan berkelanjutan.

    Program ini disambut antusias oleh pelatih-pelatih SSB dan akademi lokal. Mereka menilai kesempatan ini sangat penting bagi pemain-pemain muda yang memiliki potensi besar namun kerap terbentur kendala finansial. “Dengan adanya seleksi gratis ini, anak-anak kami bisa menunjukkan bakat mereka tanpa rasa khawatir soal biaya,” kata salah satu pelatih SSB di Palembang.

  • Stadion Diserahkan, Dana Disiapkan: Era Baru Sepak Bola Palembang Dimulai

    Stadion Diserahkan, Dana Disiapkan: Era Baru Sepak Bola Palembang Dimulai

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Muhammad David bersama puluhan pengurus Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang resmi dilantik oleh Walikota Palembang, Ratu Dewa, pada Kamis (10/4/2025) di Ruang Parameswara, Kantor Walikota Palembang.

    Pelantikan tersebut juga dihadiri perwakilan PSSI Sumatera Selatan, yaitu Sekretaris Jenderal PSSI Sumsel, Syahril Musa, yang membacakan sumpah dan susunan kepengurusan baru.

    Dalam sambutannya, Walikota Ratu Dewa menekankan pentingnya peran sekolah sepak bola (SSB) dalam mencetak pemain muda berbakat. Ia juga menyoroti perlunya revitalisasi Stadion Kamboja dan Lapangan Hatta sebagai sarana latihan dan pertandingan yang layak bagi para pemain muda.

    “Stadion Kamboja bisa menjadi home base Askot PSSI Palembang. Dalam penggunaannya, Askot PSSI Palembang akan kita prioritaskan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Ratu Dewa memberikan tugas besar kepada pengurus Askot PSSI Palembang periode 2024–2028 untuk mengembalikan kejayaan sepak bola di kota ini.

    “Sudah saatnya sepak bola Palembang kembali bangkit seperti masa kejayaan Sriwijaya FC dan era Belanda dulu,” kata Ratu Dewa. Ia juga berkomitmen mendukung penuh setiap event yang diselenggarakan, termasuk memberikan hadiah sebesar Rp10–20 juta untuk turnamen rutin, seperti antar sekolah atau kelompok usia dini.

    Sementara itu, Ketua Askot PSSI Palembang yang baru, Muhammad David, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Walikota dan Pemerintah Kota Palembang atas dukungan yang diberikan.

    “Terima kasih kepada Pemkot, khususnya Walikota Palembang yang telah menyerahkan penggunaan Stadion Kamboja. Kami siap membangkitkan kembali sepak bola Palembang dengan menyelenggarakan turnamen seperti Liga Arena dan Turnamen Askot PSSI Palembang,” ujarnya.

    David juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan konsolidasi internal untuk menyusun kalender kegiatan sepanjang tahun. Ia menargetkan minimal ada satu turnamen bergengsi setiap kuartal sebagai ajang unjuk kemampuan para pemain muda di Palembang.

    “Kami ingin bukan hanya sekadar kompetisi, tapi juga proses scouting. Jadi dari setiap turnamen akan kita pantau pemain-pemain potensial yang nantinya bisa dibina lebih lanjut, bahkan disiapkan untuk jenjang yang lebih tinggi,” ujar David dengan penuh optimisme.

  • Muhammad David Siap Menjabat Manager SFC, Terkendala Isu Internal

    Muhammad David Siap Menjabat Manager SFC, Terkendala Isu Internal

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Muhammad David, Ketua Askot PSSI Palembang, mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima tawaran untuk menjadi manajer Sriwijaya FC (SFC). Namun, ia masih akan melakukan koordinasi dengan para senior di dunia sepak bola untuk menentukan langkah selanjutnya sebelum membuat keputusan final.

    David menegaskan bahwa ia hanya akan bergabung dengan SFC setelah seluruh permasalahan internal, terutama terkait gaji dan keuangan, dapat diselesaikan. Hal ini, menurutnya, sangat penting agar SFC dapat fokus pada tujuan utama menyelamatkan klub dari ancaman degradasi.

    “Saya sangat prihatin melihat SFC terancam turun ke Liga 3. Ini adalah klub yang memiliki sejarah besar dan menjadi kebanggaan Sumsel. Jika sampai terdegradasi, itu akan sangat disayangkan. Kita harus bekerja sama, baik warga, pengusaha, dan pihak lainnya, untuk membantu SFC bertahan dan kembali ke Liga 1,” ujar David.

    Selain fokus pada masalah keuangan, David juga menyebutkan bahwa ia tengah berupaya untuk menjalin kerja sama dengan sponsor agar dapat memberikan dukungan yang diperlukan SFC. Dengan dukungan tersebut, ia berharap tim bisa tetap bertahan di Liga 2 dan memperjuangkan tiket promosi ke Liga 1.

    David mengakui ada beberapa kendala dalam skuad SFC, terutama terkait dengan kondisi fisik pemain yang dipinjamkan dari klub Bandung. Namun, ia menekankan bahwa keputusan terkait pemain masih berada di tangan pelatih, dan segala evaluasi akan dilakukan dengan seksama.

    David juga memberikan perhatian khusus pada motivasi pemain. Ia menyebutkan bahwa setelah pertandingan melawan Bekasi FC, ia memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi kepada pemain yang masih bertahan dan menunjukkan loyalitas terhadap SFC

    “Saya selalu memberikan motivasi kepada pemain dalam berbagai bentuk. Saya sangat menghargai para pemain yang tetap berjuang, dan mereka yang loyal akan selalu mendapat dukungan,” ujarnya.

    Meski telah menerima tawaran resmi untuk menjadi manajer, David tetap mengingatkan bahwa masalah internal yang belum tuntas, seperti gaji yang belum dibayar, harus segera diselesaikan. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan setelah pertandingan melawan PSMS, ia akan mempertimbangkan untuk mengambil posisi manajer.

    “Jika semua permasalahan internal selesai, saya siap bergabung dan membantu SFC. Namun, jika belum, saya akan tetap memberikan dukungan dari belakang layar,” tegas David.

    David menunjukkan komitmennya untuk membantu SFC, baik sebagai manajer maupun sebagai pendukung di balik layar, asalkan semua masalah internal klub dapat diselesaikan dengan baik.