Tag: Kilang Pertamina

  • Jaga Keamanan Rantai Pasok Crude & BBM di Perairan, Kilang Pertamina Plaju Perkuat Kerjasama Dengan Lanal Palembang

    Jaga Keamanan Rantai Pasok Crude & BBM di Perairan, Kilang Pertamina Plaju Perkuat Kerjasama Dengan Lanal Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III Plaju kembali memperkuat kerjasama pengamanan wilayah perairan demi kelancaran dan keamanan rantai pasok (Security of Supply) crude dan BBM.

    Selasa (17/12/2024), Manager HSSE RU III Adi Firmansyah, disaksikan General Manager (GM) Hermawan Budiantoro telah meneken Perjanjian Kerja Teknis (PKT) bersama Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Palembang Kolonel Laut (P) Faisal untuk kerjasama pengamanan tahun 2025.

    Hermawan mengatakan, penting untuk Kilang Pertamina Plaju memperkuat hubungan kerjasama yang kokoh guna menciptakan pengamanan aktivitas operasional di wilayah perairan.

    “Komitmen bersama untuk saling mendukung, guna meningkatkan pengamanan area perairan, sehingga dapat menjalankan tugas dengan tenang untuk memastikan suplai energi,” kata dia.

    Kerjasama yang solid dengan Lanal Palembang merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara badan usaha dengan instansi TNI sebagai sesama lembaga milik negara.

    “Kami percaya dengan kerjasama yang solid, setiap tantangan dapat dihadapi dengan baik,” lanjut Hermawan.

    Selain operasi militer seperti dalam keadaan perang, salah satu tugas TNI yang diatur dalam mandat konstitusi ialah perbantuan terhadap pemerintah daerah serta pengamanan obyek vital, sebagaimana diungkapkan Kolonel Laut (P) Faisal.

    “Salah satu obyek vital yang punya peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya Pertamina yang menyangkut hajat hidup orang banyak, dengan pasokan minyak yang terganggu, tentu akan berefek ke keberlangsungan roda perekonomian, sehingga kebutuhan masyarakat pasti terganggu,” kata Faisal.

    Oleh karena itu, operasional Pertamina perlu kita dijaga bersama, termasuk keamanan aktivitas rantai pasok dan wilayah sekitarnya, perlu untuk dipastikan keamanan dan stabilitasnya.

    “Dengan adanya kerjasama ini, kita tunjukkan bahwa Lanal Palembang punya andil yang tidak kecil terhadap keberlangsungan Pertamina di wilayah perairan Palembang,” katanya.

    Lanal Palembang, kata Faisal, juga terus berkomitmen memastikan prajurit TNI di bawah satuannya terus terlatih guna profesionalisme tugas.

    Aktivitas rantai pasok Kilang Pertamina Plaju mengandalkan fasilitas pipeline (pipa) dan kapal tanker yang melalui sungai musi, baik untuk penyediaan crude, maupun penyaluran produk.

    Crude lokal didapat dari wilayah Sumatera Bagian Selatan disalurkan melalui pipa. Sementara, crude domestik didapat dari wilayah Pulau Jawa, yang diangkut melalui kapal, dan saat memasuki selat bangka, crude ditransfer ke kapal yang lebih kecil dengan skema Ship to Ship (STS) di Muntok, dan kemudian diangkut hingga ke Jetty (dermaga) di Plaju & Sungai Gerong untuk diolah menjadi berbagai produk BBM, LPG & Petrokimia.

  • Anggota Komisi VI DPR RI Iskandar : Kilang Pertamina Plaju Garda Terdepan Jaga Ketahanan Energi Nasional

    Anggota Komisi VI DPR RI Iskandar : Kilang Pertamina Plaju Garda Terdepan Jaga Ketahanan Energi Nasional

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Sumsel 2, H. Iskandar, S.E. mengapresiasi kinerja Kilang Pertamina Plaju sebagai BUMN yang konsisten menjaga ketahanan energi nasional.

    Menurutnya, sebagaimana visi Presiden Prabowo, ketahanan energi nasional harus ditingkatkan menjadi swasembada energi. “Pertamina sebagai garda terdepan menjaga ketahanan energi nasional, sebagaimana visi Presiden Prabowo,” ujarnya dalam kunjungan reses ke Kilang Pertamina Plaju, Senin (16/12/2024).

    Iskandar menekankan pentingnya sinergi antar stakeholder dalam mendorong kinerja positif BUMN. Apalagi, Iskandar merupakan satu-satunya putra daerah Sumsel yang saat ini mengisi pos di Komisi VI DPR RI, dimana salah satu mitra kerjanya ialah Kementerian BUMN.

    Ia pun mengajak seluruh pihak untuk sama-sama menjaga Kilang Plaju sebagai aset heritage di Sumatera Selatan yang berusia satu abad dan masih beroperasi produktif. “Kita perlu jaga Kilang Plaju, yang memberi kontribusi ketahanan energi secara nasional, khususnya di Sumbagsel,” imbuhnya.

    General Manager RU III Plaju – PT Kilang Pertamina Internasional Hermawan Budiantoro menjelaskan, Kilang Pertamina Plaju sebagai unit pengolahan Pertamina di bawah Subholding Refining & Petrochemical, bertugas mengolah minyak mentah (crude) menjadi berbagai produk BBM Gasoline & Gasoil, produk LPG dan Petrokimia.

    Intake (penerimaan) crude pun diambil dari sumur lokal yang disuplai melalui pipa, maupun crude domestik melalui jalur kapal. “Dengan desain kapasitas pengolahan saat ini sebesar 126 ribu barel per hari, Kilang Pertamina Plaju ditugaskan mengolah crude menjadi berbagai produk untuk menjaga ketahanan energi di Sumbagsel,” jelas Hermawan.

    Tak hanya produksi BBM, Kilang Pertamina Plaju juga memproduksi produk petrokimia, dengan produk unggulannya biji plastik Polypropylene, dengan merk dagang Polytam.

    Beragam prestasi Kilang Pertamina Plaju pun ditunjukkan dengan raihan total 64 penghargaan internasional dan nasional sepanjang 2024 (hingga 16 Desember 2024).

    “Kilang Pertamina Plaju juga turut berkontribusi pada pemenuhan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social & Governance) dengan mengedepankan keberlanjutan produksi dan keandalan operasional, agar terus menjadi industri yang ramah lingkungan (environmentally friendly), berorientasi pada kesejahteraan sosial (socially responsible) dan mengedepankan tata kelola yang baik (good corporate governance),” imbuh Hermawan.

  • Pertamina Kembali Sumbang PBB dan BPHTB Terbesar Kota Palembang Tahun 2024

    Pertamina Kembali Sumbang PBB dan BPHTB Terbesar Kota Palembang Tahun 2024

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pertamina terus berkontribusi terhadap pembangunan Kota Palembang dengan sumbangan pendapatan asli daerah (PAD) kota melalui pajak.

    Tahun 2024, Pertamina kembali meraih penghargaan sebagai penyumbang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah & Bangunan (BPHTB) terbesar di Kota Palembang.

    Adapun besaran PBB yang disetorkan oleh Pertamina tahun 2024 yakni mencapai Rp43,9 Miliar. Sedangkan setoran BPHTB sebesar Rp30,2 Miliar.

    Manager Finance RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Cece Andy Hidayat menerima langsung penghargaan dari Pj. Walikota Palembang Cheka Virgowansyah di Hotel The Zuri, Kamis (12/12/2024).

    Cheka mengapresiasi keterlibatan para pihak dalam berkontribusi terhadap pembangunan Kota Palembang.

    “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi pada penerimaan pajak tahun ini,” katanya.

    Dalam tiga tahun terakhir sejak 2022, Pertamina konsisten menjadi penyumbang PBB terbesar di Kota Palembang. Pada 2022, Pertamina menyumbang nilai PBB untuk Kota Palembang sebesar Rp46,9 Miliar. Selanjutnya, pada 2023, setoran PBB Pertamina untuk Palembang mencapai angka Rp73,2 Miliar.

    “Kami berkomitmen untuk selalu mendukung kinerja pemerintah dengan menjadi entitas bisnis yang taat pajak demi memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan kemakmuran rakyat,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT KPI Siti Rachmi Indahsari.

    Sejak 2021, pengelolaan Refinery Unit (RU) III Plaju yang sebelumnya berada di bawah PT Pertamina (Persero), telah beralih di bawah PT Kilang Pertamina Internasional setelah adanya skema holding dan subholding di tubuh BUMN, dan tetap memberikan kontribusi yang cukup besar.

    Kilang ini juga telah memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar dengan adanya tenaga kerja lokal. Ini ditunjukkan dari data sekitar 70 persen pekerja di Kilang Pertamina Plaju merupakan putra daerah Sumatera Selatan.

    “Kami berharap dapat terus konsisten memberikan sumbangsih nyata bagi negara dalam agenda pembangunan, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan pelayanan publik lainnya,” imbuh Rachmi.

  • Kilang Pertamina Plaju Dukung Budidaya Ikan Air Tawar di Sungai Gerong Dengan Sistem Bioflok

    Kilang Pertamina Plaju Dukung Budidaya Ikan Air Tawar di Sungai Gerong Dengan Sistem Bioflok

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU III Plaju melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) terus mendukung geliat budidaya perikanan air tawar yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sungai Gerong.

    Kali ini, dukungan diwujudkan melalui bantuan fasilitas bioflok untuk mendukung aktivitas budidaya perikanan pada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tunas Makmur dan Barokah di Dusun II dan III Desa Sungai Gerong.

    Bantuan ini menjadi solusi bagi para pembudidaya ikan yang menghadapi tantangan siklus kemarau panjang dan minimnya fasilitas penunjang kolam atas untuk benih ikan hasil pemijahan.

    Bioflok sendiri berasal dari kata bios yang artinya “kehidupan” dan flok “gumpalan”. Jadi bioflok adalah kumpulan dari berbagai organisme. Penerapan budidaya sistem bioflok ini sudah banyak diterapkan pada perikanan air tawar, karena mampu meningkatkan produktivitas hasil perikanan yang lebih tinggi.

    Prinsip kerja bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang mengandung karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen menjadi massa lumpur atau sludge.

    Ketua Pokdakan Tunas Makmur, Bambang, menjelaskan bahwa sebelum adanya bantuan bioflok, pembudidaya ikan mengalami kendala besar dalam proses budidaya ikan, terutama saat musim kemarau.

    “Saat debit air kolam tanah menurun, kami kesulitan melanjutkan proses pembesaran ikan. Solusinya, kami harus memindahkan ikan ke kolam atas yang debit airnya lebih stabil, namun fasilitas yang memadai belum kami miliki,” ungkapnya.

    Dengan hadirnya fasilitas bioflok, proses budidaya ikan dapat berjalan lebih efisien. “Kolam bioflok ini tidak hanya membantu kami saat musim kemarau, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk pemijahan ikan seperti nila, lele, dan patin. Alhamdulillah, bantuan ini memberikan solusi nyata bagi kami,” lanjut Bambang.

    Bioflok yang diberikan terbuat dari bahan berkualitas tinggi, menggunakan terpal tahan lama dan besi dengan kadar baja terbaik. Teknologi ini memungkinkan pembudidaya untuk mempertahankan kualitas air sehingga pertumbuhan ikan tidak terganggu, bahkan saat debit air rendah.

    Selain itu, limbah air bioflok juga dimanfaatkan untuk meningkatkan pH air pada kolam tanah, menjadikan ekosistem lebih mendukung bagi kehidupan ikan.

    “Dengan fasilitas ini, kami merasa sangat terbantu. Kendala yang selama ini kami hadapi dalam pembesaran ikan dapat teratasi, dan hasil produksi kami menjadi lebih maksimal. Kedepan, kami berharap dapat terus meningkatkan kapasitas budidaya ikan serta menjadikan Desa Sungai Gerong sebagai kawasan perikanan yang produktif,” ujar Bambang.

    Area Manager Communication Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Siti Rachmi Indahsari menyampaikan apresiasi atas semangat kelompok pembudidaya ikan yang terus berinovasi dalam menghadapi tantangan.

    “Kami di Kilang Pertamina Plaju percaya bahwa keberlanjutan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dari keberhasilan perusahaan. Bantuan bioflok ini adalah salah satu wujud nyata komitmen kami dalam mendukung sektor perikanan di Desa Sungai Gerong, terutama dalam menghadapi tantangan musim kemarau. Harapan kami, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas para pembudidaya ikan,” ujar Rachmi.

    Ia juga menambahkan, program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk terus berinovasi dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

    “Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan Kelompok Tunas Makmur dan Barokah dalam menciptakan sentra perikanan yang produktif di wilayah ini. Kilang Plaju akan terus hadir mendukung pengembangan masyarakat melalui program-program CSR yang bermanfaat,” tutupnya.

    Program ini merupakan bentuk komitmen Kilang Plaju dalam mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya sektor perikanan, melalui pemberdayaan dan solusi inovatif, serta menjadi wujud dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang tertuang dalam SDGs, serta sejalan dengan prinsip ESG.

    Geliat budidaya perikanan air tawar yang dijalankan oleh Pokdakan Tunas Makmur dan Barokah, sedikit demi sedikit mampu menggerakkan roda perekonomian di masyarakat.

    Yudi, salah satu penggerak Pokdakan Tunas Makmur, mengaku jika ia telah cukup lama menjadi ‘pemain’ dalam suplai benih ikan patin.

    Yudi dan anggota Pokdakan lainnya, begitu menjaga kualitas benih di kolam tanah dan bioflok di pekarangan rumahnya, sehingga mampu menggaet kepercayaan konsumen, dan semakin dikenal, dan mendatangkan pembeli dari berbagai daerah, termasuk dari Kota Palembang.

    “Yang harus saya perhatikan pertama adalah saya harus jaga mutu, begitu ada satu orang cari benih ke saya, dalam dua minggu dia sudah dapat perkembangan, pasti menyebar dari mulut ke mulut,” pengakuan Yudi.

  • Melalui Program Desa Energi Berdikari, Kilang Pertamina Plaju Dukung Target Energi Baru Terbarukan di Sumatera Selatan

    Melalui Program Desa Energi Berdikari, Kilang Pertamina Plaju Dukung Target Energi Baru Terbarukan di Sumatera Selatan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kilang Pertamina Plaju melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Desa Energi Berdikari (DEB) kembali mencatatkan pencapaian dengan menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Dusun Rantau Dedap, Kabupaten Muara Enim. Program ini memperluas keberhasilan elektrifikasi sebelumnya di Desa Merbau, OKU Selatan, yang memanfaatkan debit aliran Danau Ranau.

    PLTMH di Rantau Dedap kini melayani 53 keluarga dengan kapasitas daya total 18 kW dari tiga turbin. Proyek ini mencakup pembangunan power house, perbaikan sistem transmisi, dan pelibatan masyarakat dalam operasional turbin. Sebuah turbin baru berdaya 12 kW sedang dibangun di aliran Danau Deduhuk, yang diharapkan rampung pada awal 2025, memberikan akses listrik kepada 50 keluarga tambahan.

    Markun, Kepala Dusun Rantau Dedap, berterimakasih atas kepedulian Pertamina. Menurutnya, listrik dari PLTMH membuka harapan untuk masyarakat di dusunnya, melihat dunia yang lebih luas.

    Keberhasilan program ini menjadi inspirasi untuk mengembangkan proyek energi baru terbarukan lainnya, termasuk PLTS di Desa Singapure, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.

    Desa Singapure juga menjadi bukti nyata bagaimana Desa Energi Berdikari membawa dampak positif. Berkat instalasi PLTS berkapasitas 2,2 kWp di atas gedung PAUD Anggrek, kebutuhan listrik untuk pendidikan, pelayanan administrasi desa, hingga pengolahan kopi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini terpenuhi.

    “PLTS ini tidak hanya mendukung proses belajar mengajar anak-anak PAUD, tetapi juga mendukung aktivitas pemerintahan serta perekonomian desa. Kami bahkan merencanakan pembangunan solar dryer dome dan menambah alat produksi seperti mesin pengemas serta alat timbang elektrik, untuk semakin mengoptimalkan potensi ini,” ujar Victor Rogo, Sekretaris Desa Singapure.

    Selain itu, program Desa Energi Berdikari juga menghadirkan PLTMH di Dusun Selpah, yang sebelumnya sulit dijangkau jaringan listrik negara. Dengan daya 10 kW dari aliran Sungai Endikat, 21 keluarga kini dapat menikmati listrik yang mendukung kebutuhan sehari-hari.

    DEB merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina di pedesaan yang bertujuan mendukung ketahanan energi dengan energi baru terbarukan, sekaligus peningkatan perekonomian masyarakat desa.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, hingga Oktober 2024, Pertamina telah mengoperasikan 102 Desa Energi Berdikari di seluruh Indonesia.

    Selain mendukung swasembada energi, Program DEB juga berperan penting dalam mengurangi emisi sejalan dengan target pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060. Setiap tahun, Program DEB Pertamina berhasil menurunkan karbon emisi sebesar 729.127 ton Co2eq.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Plaju, Siti Rachmi Indahsari, menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan misi mendukung energi bersih, Sustainable Development Goals (SDGs), dan prinsip ESG. “Kami ingin menghadirkan energi berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menjaga alam,” tuturnya.

    Program ini tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. “Kami percaya, dengan akses energi bersih, masyarakat dapat mengembangkan potensi mereka sekaligus menjaga lingkungan,” jelas Rachmi.

    Kilang Pertamina Plaju terus berkomitmen untuk mendukung transisi energi terbarukan di Sumatera Selatan, menciptakan perubahan di masyarakat, dan menjadikan energi sebagai penggerak utama pembangunan yang ramah lingkungan dan inklusif.

    Program DEB yang dijalankan oleh Kilang Pertamina Plaju sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung transisi energi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Dengan potensi energi terbarukan yang mencapai 448 Megawatt, sebagaimana diungkapkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Sumsel, upaya Pertamina menjadi kontribusi nyata untuk mempercepat bauran energi di provinsi in

    Kepala Bidang Energi DESDM Sumatera Selatan, Dr. Aryansyah, S.T., M.T., menegaskan bahwa kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) adalah langkah penting menuju masa depan yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

    Menurut Dr. Aryansyah, sektor EBT tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian energi. Namun, untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dengan energi terbarukan, diperlukan kerja sama erat antara pemerintah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat.

    “Pemerintah Provinsi melalui Dinas ESDM sangat terbantu dengan program inisiatif yang dilakukan oleh Pertamina, terutama dalam upaya mencapai target bauran energi di sektor energi baru terbarukan. Program-program tersebut merupakan implementasi nyata kerangka pentahelix untuk mendukung transisi energi, sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Dr. Aryansyah.

  • Ide dan Inovasi Unik Mahasiswa Se Sumatera Selatan Semarakkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Kilang Pertamina Plaju

    Ide dan Inovasi Unik Mahasiswa Se Sumatera Selatan Semarakkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Kilang Pertamina Plaju

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penutupan Bulan Energy & Loss Tahun 2024 di Kilang Pertamina Plaju berlangsung dengan meriah sekaligus menjadi momen istimewa bagi para mahasiswa berprestasi yang turut serta dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI).

    Kompetisi ini mengumpulkan ide-ide segar dari generasi muda di Sumatera Selatan yang berfokus pada inovasi dan solusi terkait efisiensi energi dan keberlanjutan. Pemenang LKTI dilakukan pada bertepatan dengan penutupan Bulan Energy & Loss, Selasa (26/11/2024).

    Setidaknya sebanyak 96 mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Selatan berpartisipasi dalam lomba ini, sebagian di antaranya berkelompok dan terkumpul total 48 karya tulis. Setelah melalui proses seleksi ketat, terpilih 21 karya terbaik yang dipresentasikan di hadapan dewan juri yang terdiri dari manajemen Kilang Pertamina Plaju.

    Dari presentasi tersebut, karya-karya mahasiswa yang mengusung solusi inovatif dalam pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan energi secara efisien berhasil meraih penghargaan, dan mencerminkan semangat dan kreativitas mahasiswa dalam menjawab tantangan transisi energi dan mendukung target pembangunan berkelanjutan.

    Edi dan Fauziyyah dari Universitas PGRI Palembang berhasil meraih Juara pertama dengan karya mereka yang mengangkat pemanfaatan buah mengkudu, limbah stockpile batu bara, dan air limbah tambang minyak sebagai media elektrolit untuk bio-baterai ramah lingkungan.

    Di Juara kedua, Zachra dan Dini dari Universitas Sriwijaya menghadirkan inovasi Ewave atau Electrifying Waters for Advanced Vessel Efficiency, sebuah konsep pengisian listrik berbasis energi terbarukan untuk kapal nelayan.

    Sementara itu, juara ketiga diraih Alycia dan Ulfah dari Politeknik Negeri Sriwijaya dengan karya yang mengeksplorasi potensi biogas dari sampah organik sebagai sumber energi terbarukan.

    Selain tiga tim terbaik yang meraih juara utama, beberapa inovasi lain juga berhasil mencuri perhatian dalam ajang kompetisi ini. Ahmad Adriansyah dari Politeknik Negeri Sriwijaya mempresentasikan penelitian bertajuk “Optimasi LBS di Wilayah Sukabangun dengan Mengaplikasikan Teknologi SCADA untuk Meminimalisir Energy Not Served pada JTM 20 kV”, yang berfokus pada efisiensi jaringan listrik tegangan menengah.

    Tim dari Politeknik Akamigas Palembang yang terdiri dari Chintya, Irfianda, dan Thomas menawarkan solusi energi terbarukan melalui “Pengembangan Briket Arang Kayu sebagai Sumber Energi Terbarukan dalam Strategi Ketahanan Energi dan Pengurangan Emisi di Sektor Rumah Tangga dan Industri”.

    Tak kalah menarik, Amira, Cingka, dan Mutiah dari Universitas Sriwijaya mengusung penelitian bertema “Biogas Sampah Rumah Tangga dengan Optimalisasi Membran Polisulfan sebagai Pengganti Bahan Bakar Fosil untuk Mendukung SDG”, yang mengintegrasikan teknologi inovatif dengan visi keberlanjutan.

    Selain itu, Daffa dan Sendi dari Universitas Muhammadiyah memperkenalkan “Penerapan Solar Charge Controller pada Sepeda Motor Listrik yang Mengisi Baterai Menggunakan Energi Hybrid”, yang menunjukkan potensi energi terbarukan untuk mendukung kendaraan ramah lingkungan.

    Beragam inovasi ini mencerminkan semangat mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan solusi konkret untuk menjawab tantangan energi dan keberlanjutan.

    General Manager RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Hermawan Budiantoro menggarisbawahi perlunya kolaborasi untuk mendorong inovasi, salah satu contohnya dengan keterlibatan mahasiswa dalam lomba karya tulis ilmiah.

    Ia memuji inisiatif-inisiatif ini karena tidak hanya memunculkan ide-ide segar, tetapi juga menciptakan sinergi antara industri dan akademisi untuk mengatasi tantangan energi masa depan.

    L

    “Kegiatan yang telah kita lakukan merupakan bukti nyata langkah konkret kita dalam mewujudkan ketahanan energi. Upaya ini tidak boleh berhenti di sini, tetapi harus diintegrasikan dalam kegiatan operasional sehari-hari, menjadi landasan bagi perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.

    Senada, Manager Operational Performance Improvement (OPI) RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Amrizal menyampaikan apresiasi terhadap para peserta yang telah berpartisipasi. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam lomba ini menunjukkan semangat mereka untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjadi generasi penerus mendukung ketahanan energi nasional.

    “Ide-ide yang telah dipresentasikan sangat inovatif dan relevan dengan kebutuhan transisi energi. Kami berharap hasil karya ini dapat diaplikasikan di masa depan,” ungkap Amrizal.

    Kompetisi untuk mahasiswa ini sekaligus menegaskan komitmen Kilang Pertamina Plaju dalam mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menciptakan solusi energi berkelanjutan. Dengan ide-ide kreatif yang lahir dari ajang ini, diharapkan semakin banyak inovasi yang mampu mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

    Sebagai bentuk penghargaan atas semua kompetisi yang diadakan, panitia penyelenggara memberikan apresiasi kepada peserta sesuai kategori yang telah dilombakan yang diharapkan dapat menjadi motivasi kepada seluruh peserta maupun sebagai pemicu semangat agar lebih berkreasi bagi yang belum berhasil.

    Bulan Energy & Loss yang mengusung tema “Ready for Fostering Energy Resilience” juga menjadi momentum penting dalam menanamkan budaya awareness dan ownership terhadap mindset, khususnya terkait efisiensi energi, reduksi emisi karbon, dan optimalisasi operasional.

    Kegiatan ini mendukung penerapan ESG dan langkah dekarbonisasi sebagai bagian dari upaya keberlanjutan perusahaan, sekaligus berkontribusi pada program cost optimization melalui penghematan konsumsi bahan bakar.

    “Kegiatan yang telah kita lakukan merupakan bukti nyata langkah konkret kita dalam mewujudkan ketahanan energi. Upaya ini tidak boleh berhenti di sini, tetapi harus diintegrasikan dalam kegiatan operasional sehari-hari, menjadi landasan bagi perbaikan berkelanjutan,” tutupnya.

  • Resmi Tutup Bulan Energy & Loss, Kilang Pertamina Plaju Ajak Masyarakat Efisiensi Energi

    Resmi Tutup Bulan Energy & Loss, Kilang Pertamina Plaju Ajak Masyarakat Efisiensi Energi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kilang Pertamina Plaju resmi menutup rangkaian Bulan Energy & loss tahun 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, efisiensi energi dan pengendalian losses di lingkungan perusahaan, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendukung berbagai inisiatif strategis perusahaan.

    Kegiatan ini sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dalam upaya pengurangan konsumsi energi, emisi karbon (CO2), serta supply loss dan working loss. Selain itu, program ini dirancang untuk mendorong pencapaian Key Performance Indicators (KeyPI) 2024 dan Roadmap 2030, khususnya dalam aspek Energy Intensity Index (EII), implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), dan efisiensi operasional melalui pengendalian emisi karbon.

    Bulan Energy & Loss juga menjadi momentum penting dalam menanamkan budaya awareness dan ownership di kalangan pekerja, khususnya terkait efisiensi energi, reduksi emisi karbon, dan optimalisasi operasional. Kegiatan ini mendukung penerapan ESG dan langkah dekarbonisasi sebagai bagian dari upaya keberlanjutan perusahaan, sekaligus berkontribusi pada program cost optimization melalui penghematan konsumsi bahan bakar.

    General Manager RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Hermawan Budiantoro di saat menutup Bulan Energy & Loss di Plaju menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

    “Kegiatan yang telah kita lakukan merupakan bukti nyata langkah konkret kita dalam mewujudkan ketahanan energi. Upaya ini tidak boleh berhenti di sini, tetapi harus diintegrasikan dalam kegiatan operasional sehari-hari, menjadi landasan bagi perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.

    Hermawan lebih jauh menggarisbawahi perlunya kolaborasi untuk mendorong inovasi, dengan menyebut keterlibatan mahasiswa dalam penulisan ilmiah dan kompetisi kreatif sebagai komponen penting. Ia memuji inisiatif-inisiatif ini karena tidak hanya memunculkan ide-ide segar tetapi juga menciptakan sinergi antara industri dan akademisi untuk mengatasi tantangan energi masa depan.

    “Mari kita terus menerapkan praktik-praktik ini secara berkelanjutan dan menjaga semangat kolaborasi, karena hal itu adalah kunci keberhasilan kita bersama,” lanjutnya.

    Rangkaian kegiatan Bulan Energy & Loss dimulai dengan Kick Off Bulan Energy & Loss Direktorat Operasi PT KPI pada 30 Agustus 2024 di Gedung Aneka PT KPI RU III Plaju. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, di mana RU III Plaju menjadi tuan rumah dan pembukaannya dilakukan langsung secara daring oleh Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional.

    Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan selama Bulan Energy periode September-November 2024, mulai dari sharing knowledge dalam program Zero Unplanned Shutdown Sharing Forum yang digelar secara daring ke seluruh RU dibawah Direktorat Operasi pada 13 September 2024 dengan tema “Menurunkan Intensitas Emisi GHG Melalui Pengoperasian PLTS Kapasitas 2,25 MWp di RU III Plaju,” yang mengupas langkah konkret dalam mendukung efisiensi energi di kilang.

    Berikutnya, Upskilling & Akreditasi BFO Praktisi tanggal 29–31 Oktober 2024 di Jakarta, melibatkan 29 peserta yang mendapatkan pelatihan intensif untuk meningkatkan kompetensi di bidang Boiler Furnace Optimization (BFO).

    Kemudian, ada juga Tacit Knowledge Sharing diselenggarakan secara luring pada 8 November 2024 di Gedung Hall OPI, diikuti oleh 36 pekerja dari Fungsi Oil Movement. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman praktis guna meningkatkan efisiensi operasional dan pengendalian losses.

    Sebagai bagian dari rangkaian Bulan Energy & Loss, PT KPI RU III Plaju menggelar berbagai kompetisi internal yang bertujuan untuk meningkatkan inovasi, efisiensi energi, dan kesadaran lingkungan di kalangan pekerja serta masyarakat sekitar.

    Beragam lomba diadakan untuk mendorong partisipasi aktif seluruh elemen perusahaan dalam mendukung upaya efisiensi dan keberlanjutan. Pada periode 1–15 September 2024, kompetisi internal mencakup Compliance Operating Windows APR Furnace Boiler, Peningkatan Efisiensi Energi Furnace dan Boiler, Minimize Steam Leaks, Minimize Pemakaian Burner Fuel Gas, Minimize Flare Loss, dan Minimize Hydrocarbon Leaks, yang diikuti oleh seluruh area unit proses.

    Selain itu, kreativitas pekerja diuji melalui Kompetisi Poster, yang berlangsung pada 15 September hingga 31 Oktober 2024 dan berhasil mengumpulkan 41 karya dengan 5 pemenang terbaik.

    Untuk melibatkan generasi muda, Kompetisi Karya Tulis Ilmiah diadakan khusus untuk mahasiswa dari 8 Perguruan Tinggi se-Sumatera Selatan dengan total 48 karya tulis. Penilaian makalah dilakukan pada 5–9 November 2024. Dari 48 makalah diambil 21 makalah terbaik dan dilakukan penilaian final melalui presentasi langsung di hadapan juri yang telah ditunjuk pada 18–19 November 2024, dan menghasilkan lima karya terbaik sebagai pemenang.

    Kompetisi ini mencerminkan komitmen PT KPI RU III Plaju untuk mendorong inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan, sekaligus membangun kesadaran bersama akan pentingnya pengelolaan energi yang bertanggung jawab.

    Sebagai bentuk penghargaan atas semua kompetisi yang diadakan, panitia penyelenggara memberikan apresiasi kepada peserta sesuai kategori yang telah dilombakan yang diharapkan dapat menjadi motivasi kepada seluruh peserta maupun sebagai pemicu semangat agar lebih berkreasi bagi yang belum berhasil.

    Penutupan Bulan Energy & Loss 2024 ini diperkaya oleh wawasan dari dua pembicara yang ahli dalam bidangnya masing masing. M. Fariz Failaka dari Bincang Energi (BeN) yang merupakan komunitas literasi energi nasional, yang menguraikan peran penting manajemen energi dalam mengatasi tantangan saat ini dan masa depan. Ia menjelaskan bahwa manajemen energi bukan hanya tentang konservasi tetapi juga tentang mengoptimalkan penggunaan energi secara strategis untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang.

    Di samping itu, pada sesi pemaparan Miss Earth Indonesia 2019, Cinthia Karani, dimana ia turut memberikan pengingat yang gamblang tentang konsekuensi negatif dari penggunaan listrik yang berlebihan. Ia menyoroti bahwa konsumsi energi yang tidak berkelanjutan mempercepat pemanasan global, memperburuk kondisi cuaca ekstrem, dan menambah beban keuangan pada rumah tangga. Cinthia menekankan kebutuhan mendesak akan transisi energi untuk mengatasi menipisnya cadangan listrik dan mengurangi kerusakan lingkungan.

    “Tindakan-tindakan kecil, seperti memperhatikan penggunaan listrik kita, dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan dan keuangan kita,” katanya.

    Seiring berakhirnya Bulan Energi & Kerugian, Kilang Plaju menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan dan membangun momentum yang dihasilkan oleh program ini. Komitmen ini memperkuat peran Kilang pelaju sebagai pelopor dalam efisiensi dan ketahanan energi, yang berkontribusi pada tujuan perusahaan dan keberlanjutan energi nasional.

  • Jelang HUT Pertamina, Kilang Plaju Bakal Gelar Donor Darah Massal 3 Desember Ini

    Jelang HUT Pertamina, Kilang Plaju Bakal Gelar Donor Darah Massal 3 Desember Ini

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menjelang Hari Ulang Tahun PT Pertamina (Persero) ke 67, Kilang Pertamina Plaju bakal turut menyemarakkan dengan menggelar kegiatan donor darah massal. Donor darah ini akan diselenggarakan di Gedung Aneka, Komperta Plaju, Kota Palembang, dengan target 1000 pendonor, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang.

    Donor akan digelar pada Selasa, 3 Desember 2024, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB, dan terbuka untuk pekerja dan keluarga, serta seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

    Adapun peserta dibatasi maksimal untuk 1000 orang, dan bagi yang ingin berpartisipasi pada kegiatan ini, Kilang Pertamina Plaju membuka pendaftaran hingga Jumat, 29 November 2024, dengan mendaftar secara online melalui tautan https://ptm.id/DonorDarahRUIII (Pendaftaran akan ditutup apabila sudah mencukupi). Informasi selengkapnya dapat diakses di akun Instagram Kilang Pertamina Plaju @pertamina_ru3 atau akun Health-HSSE @health_ru3.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju, Siti Rachmi Indahsari, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pertamina terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

    Rachmi mengatakan, rutinitas donor darah merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan pekerja. “Kami memahami bahwa, kebutuhan akan darah mampu menyelamatkan hidup manusia, maka donor darah ini diharapkan mampu mewadahi kepedulian keluarga besar Pertamina untuk terus mengasihi dan memberi dampak, sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan untuk berkontribusi positif kepada masyarakat,” ujar Rachmi.

    Para pendonor diharapkan menjaga kesehatan dan akan melewati serangkaian tes kesehatan di lokasi, sebelum melakukan donor.

    Penelitian berjudul “Cardiovascular risk in 159 934 frequent blood donors while addressing the healthy donor effect”, yang terbit pada BMJ Journal menemukan, meneliti 160.000 wanita yang mendonorkan darahnya secara rutin selama lebih dari 10 tahun.

    Menurut hasil studi di atas, donor darah menawarkan efek perlindungan jangka panjang terhadap penyakit kardiovaskular. Namun, efek ini hanya terlihat pada wanita dan bukan pada pria. Kegiatan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri.

    Rajin mendonorkan darah kira-kira mampu menurunkan risiko serangan jantung hingga 88 persen. Tak hanya itu, mendonorkan darah juga bisa meminimalkan risiko kanker, stroke, dan serangan jantung. Menariknya lagi, manfaat donor darah juga bisa membuat kadar zat besi dalam darah jadi stabil.

    Studi An intercultural and semi-confessional reflection on blood donation yang terbit pada Canadian Medical Association Journal menemukan, bahwa membakar kalori jadi salah satu manfaat donor darah. Faktanya, setiap 450 mililiter darah yang kamu donorkan bisa membakar sampai 650 kalori. Namun, pastikan banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan sebelum melakukan donor.

    Sebelumnya, kegiatan donor darah memang selalu dirutinkan oleh Kilang Pertamina Plaju, paling tidak setiap tiga bulan sekali.

    Tidak hanya merupakan bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sejalan dengan upaya Kilang Pertamina Plaju dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin ke-3, yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

    Dengan rutin menggelar donor darah, Kilang Plaju berkontribusi pada penyediaan akses kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan.

  • Kilang Plaju Konsisten Menerapkan Budaya Keselamatan Dalam Kegiatan Operasional di Lingkungan Kerja

    Kilang Plaju Konsisten Menerapkan Budaya Keselamatan Dalam Kegiatan Operasional di Lingkungan Kerja

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam rangka memperkuat budaya keselamatan dan kepedulian operasional, kegiatan Mindset & Culture Day (MCD) untuk bulan November 2024 kembali digelar. Kegiatan ini mengintegrasikan sejumlah aktivitas seperti safety walk and talk, pulse check implementasi budaya perusahaan, serta observasi terhadap kondisi kilang dan safety barrier guna mencegah insiden besar (major accident).

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Siti Rachmi Indahsari mengungkapkan, MCD bertujuan memastikan bahwa kondisi peralatan dan safety barrier telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan.

    “Kegiatan ini juga berperan dalam meningkatkan kesadaran (awareness) dan rasa kepemilikan (ownership) pekerja terhadap keselamatan dan keandalan kilang. Manajemen juga memberikan contoh sebagai role model kepada subordinat untuk menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi operasional,” ujar dia.

    Dalam pelaksanaannya, tim manajemen dan section head didampingi oleh Safety Officer melakukan inspeksi terhadap peralatan kritis keselamatan dan lingkungan (safety & environmental critical equipment), safety barriers, serta menghadiri kegiatan penguatan budaya perusahaan seperti tool box meeting dan shift hand over.

    Sesuai target yang telah ditetapkan, MCD dilaksanakan sebanyak dua kali setiap bulan oleh tim manajemen sebagai bagian dari program safety walk and talk (SWAT). Melalui kegiatan ini, diharapkan aspek SBT dan SPT dapat tetap terjaga dalam kategori supreme hijau. Temuan terkait kondisi tidak aman (unsafe condition) dan tindakan tidak aman (unsafe act) juga diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga tidak berkembang menjadi safety event atau menimbulkan kerugian operasional.

    Lebih dari itu, pelaksanaan MCD bertujuan menciptakan budaya keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan (health, safety, security, and environment – HSSE) yang bersifat generative di seluruh unit operasi kilang. Budaya ini menjadi landasan utama dalam menjaga keberlanjutan operasional yang andal dan selamat.

    Mindset & Culture Day merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan budaya kerja yang aman dan selamat di lingkungan kilang.

    “Kegiatan ini bukan hanya tentang inspeksi dan observasi, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan dan keandalan operasional. Kami berharap, dengan konsistensi pelaksanaan Mindset & Culture Day, budaya keselamatan di unit operasi kilang semakin kuat dan mampu mencegah potensi insiden,” ujar Rachmi.

    Mindset & Culture Day merupakan salah satu inisiatif strategis perusahaan dalam menjaga standar keselamatan dan menciptakan lingkungan kerja yang andal. Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi seluruh pihak, perusahaan terus berkomitmen membangun budaya keselamatan yang unggul demi keberlanjutan operasional kilang.

  • Kilang Pertamina Plaju Tantang Mahasiswa Sumsel “Mikirin” Tentang Energi Lewat Lomba Karya Tulis Ilmiah

    Kilang Pertamina Plaju Tantang Mahasiswa Sumsel “Mikirin” Tentang Energi Lewat Lomba Karya Tulis Ilmiah

    SUARAPUBLIK.ID,. PALEMBANG – Memperingati Bulan Energy & Loss Tahun 2024, Kilang Pertamina Plaju kembali menggelar beberapa event demi meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi energi. Salah satunya Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) untuk mahasiswa se-Sumatera Selatan.

    Kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda untuk berkontribusi melalui ide-ide kreatif terkait efisiensi energi dan keberlanjutan, dengan mengusung tema “Ready for Fastering Energy Resilience”.

    Dari 57 makalah diterima panitia, 21 karya terbaik berkesempatan mempresentasikan idenya di hadapan para juri yang terdiri dari manajemen di Kilang Pertamina Plaju.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Siti Rachmi Indahsari mengatakan, lomba ini bertujuan meningkatkan daya saing dan daya berpikir kritis generasi penerus di Sumatera Selatan, untuk hadir memberikan ide dan kontribusi terbaik menyongsong agenda transisi energi.

    “Kilang Pertamina Plaju sangat mengapresiasi keterlibatan dan peran aktif mahasiswa di Sumsel pada lomba ini, ide dan gagasan yang dipresentasikan sangat kompetitif, dan semoga diaplikasikan,” kata Rachmi.

    Lomba Karya Tulis Ilmiah kali ini menghadirkan beragam ide inovatif dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, dengan fokus utama pada solusi pemanfaatan energi terbarukan dan efisiensi energi.

    Beberapa karya yang menarik perhatian antara lain karya tulis berjudul “Pemanfaatan Energi Terbarukan di Indonesia oleh Universitas Prabumulih, kemudian karya berjudul “HELIOS: Hidrogen Energi Lestari untuk Inovasi dan Optimalisasi Sumber Daya” karya mahasiswa Universitas Sriwijaya. Karya lainnya dari mahasiswa Unsri yakni berjudul “Skakmat: Platform Digital untuk Manajemen Efisiensi Energi Berbasis Komunitas Interaktif.”

    Ada juga karya tulis berjudul “Studi Pemanfaatan Buah Mengkudu dan Limbah Stockpile Batu Bara serta Air Limbah Tambang Minyak sebagai Media Elektrolit untuk Biobaterai” dari Universitas PGRI Palembang.

    Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) turut berkontribusi melalui berbagai karya tulis, misalnya berjudul “Analisis Peran Edukasi Penghematan Energi dalam Menciptakan Ketahanan Energi”. Tidak ketinggalan, Universitas Muhammadiyah Palembang mengajukan karya berjudul “Optimalisasi Penggunaan Smart Energy untuk Memperkuat Ketahanan Energi Nasional”.

    Usai mempresentasikan karyanya pada Senin (18/11/2024) dan Selasa (19/11/2024), pemenang akan diumumkan pada 26 November mendatang bertepatan dengan penutupan Bulan Energy & Loss di Kilang Pertamina Plaju.

    Karya-karya ini mencerminkan semangat inovasi mahasiswa dalam menghadirkan solusi berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional dan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan upaya pencapaian target SDGs.

  • Kilang Pertamina Plaju Kembali Raih Penghargaan Sebagai Perusahaan Pendukung Proklim Dari Pemkot Walikota Palembang

    Kilang Pertamina Plaju Kembali Raih Penghargaan Sebagai Perusahaan Pendukung Proklim Dari Pemkot Walikota Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III Plaju secara konsisten berkomitmen kuat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

    Salah satunya yaitu lewat kolaborasi bersama masyarakat sekitar wilayah operasional untuk mengimplementasikan kesadaran kelestarian lingkungan serta mitigasi perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim (Proklim).

    Tahun ini, Kilang Pertamina Plaju kembali menerima penghargaan sebagai Perusahaan Pendukung Program Kampung Iklim dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi perusahaan dalam mengembangkan program lingkungan yang berdampak nyata.

    Plt Asisten II Setda Kota Palembang, Rudi Indrawan memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Kilang Pertamina Plaju terhadap program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

    “Harapan kami, di tahun-tahun mendatang, semakin banyak pihak yang turut mendukung proklim ini sehingga Kota Palembang dapat terus berkembang menjadi kota yang berwawasan lingkungan,” ujar Rudi dalam sambutannya pada Penyerahan Penghargaan Lingkungan di Gedung Setda Kota Palembang, Selasa (20/11/2024).

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Siti Rachmi Indahari yang menerima penghargaan tersebut mengungkapkan, Kilang Pertamina Plaju selalu berusaha untuk memastikan bahwa setiap aspek operasional tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat.

    “Dengan memadukan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang komprehensif bersama masyarakat, kami berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan lingkungan hidup jangka panjang,” ujar Rachmi.

    Selain apresiasi bagi perusahaan pendukung proklim, lokasi binaan Proklim Kilang Pertamina Plaju juga mendapatkan penghargaan Proklim Utama. Penghargaan yang diraih mitra binaan Kilang Pertamina Plaju ialah Sertifikat Proklim Utama oleh RW 12 Kelurahan Plaju Ulu, Kota Palembang.

    Perusahaan Terbanyak Bina Kampung Proklim di Sumsel, Pada masa-masa awal perusahaan mendorong implementasi Proklim di Kelurahan Plaju Darat dan Kelurahan Talang Bubuk tepatnya di Lorong Mari.

    Selanjutnya, pada 2021 Kilang Pertamina Plaju telah berhasil melakukan replikasi 13 lokasi kampung Proklim di Kecamatan Plaju. Hingga 2024, tercatat telah ada 20 lokasi proklim yang dibina Kilang Plaju. Dengan angka ini, Kilang Plaju pun menjadi perusahaan terbanyak membina kampung Proklim.

    Tahun 2023 lalu, Kilang Plaju juga telah berhasil mengantarkan Kelurahan Talang Bubuk, Kecamatan Plaju, Kota Palembang sebagai peraih Proklim Lestari, penganugerahan tertinggi dalam ajang Proklim yang telah membina beberapa kampung lainnya.

    Pada 2024, Kilang Pertamina Plaju mendukung 10 lokasi Proklim, di antaranya 1 kategori Proklim Lestari, 7 Proklim Utama dan 2 Proklim Madya, yang tersebar di Kecamatan Plaju & Banyuasin I.

    Keberlanjutan Program Kampung Iklim juga didampingi oleh pemerintah terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin, Kecamatan Plaju, dan Kecamatan Banyuasin I.

    Penghargaan ProKlim ini juga sejalan dengan komitmen Perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan).

    Selain itu, pencapaian ini juga menjadi bukti konkret dari implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di perusahaan.

  • Sepanjang 2020 Hingga Pertengahan 2024, Kilang Pertamina Plaju Berhasil Reduksi Emisi 964 RIbu Ton Karbon

    Sepanjang 2020 Hingga Pertengahan 2024, Kilang Pertamina Plaju Berhasil Reduksi Emisi 964 RIbu Ton Karbon

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebagai perusahaan pengolahan migas dan petrokimia dengan visi berkelanjutan, Kilang Pertamina Plaju selalu mengedepankan orientasi berwawasan lingkungan dalam setiap proses bisnisnya.

    Sepanjang 2020 hingga pertengahan 2024, Kilang Pertamina Plaju berhasil mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 964.186,38 ton CO2eq melalui program-program penurunan emisi, yang dilaporkan pada Program Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) tahun 2023-2024.

    Penurunan emisi di Kilang Pertamina Plaju dimaksimalkan pada proses produksi, fasilitas pendukung yang berkaitan dengan proses, hingga kegiatan yang terkait Community Development.

    Beberapa program penurunan emisi tersebut di antaranya, Program Operating Window Optimization Polypropylene Plant, Minimize Flare CDL dengan Process Control System New PCV-103A Logix 3800, hingga program Crude Oil Selection and Flare Optimization for Reduce Loss (COST-FLORESS) serta banyak lagi program lainnya.

    Data penurunan emisi ini dihitung secara internal oleh Fungsi Engineering & Development, melalui bagian Energy Conservation & Loss Control (ECLC), dan telah diverifikasi oleh PT ITS Tekno Sains.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Siti Rachmi Indahsari mengatakan, Kilang Pertamina Plaju terus berkomitmen menjalankan bisnis dengan prinsip keberlanjutan. “Penurunan emisi ini tidak hanya mendukung upaya mitigasi perubahan iklim secara global, tetapi juga menjadi bukti nyata dari kontribusi Kilang Pertamina Plaju dalam menciptakan nilai tambah bagi lingkungan,” kata Rachmi.

    Ia menambahkan, program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi dan meminimalkan dampak lingkungan melalui inovasi teknologi. “Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah pilar utama untuk menjaga daya saing sekaligus tanggung jawab kami terhadap masa depan,” tambahnya. Rachmi juga menjelaskan bahwa Kilang Pertamina Plaju terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan program lingkungan.

    Capaian penurunan emisi yang berhasil diraih Kilang Pertamina Plaju ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 9. Membangun Infrastruktur yang Tangguh, Meningkatkan Industri Inklusif dan Berkelanjutan, Serta Mendorong Inovasi melalui pelaksanaan program penurunan emisi gas rumah kaca pada sector industry dan poin 11. Menjadikan Kota dan Permukiman Inklusif, Aman, Tangguh dan Berkelanjutan melalui upaya peningkatan Indeks Kualitas Udara (IKU) pada kota/kabupaten sekitar perusahaan.

    Selain itu, upaya ini juga mendukung pilar Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana aspek Environmental diwujudkan melalui pengelolaan energi yang berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon, serta aspek Sosial tercermin dalam edukasi masyarakat melalui program CSR berbasis lingkungan.

    Komitmen Kilang Pertamina Plaju terhadap ESG ini menjadi landasan perusahaan untuk terus berinovasi dalam mencapai keberlanjutan, baik dari sisi operasional maupun dampak sosial, yang pada akhirnya memperkuat tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab (Governance). Dengan pendekatan ini, Kilang Pertamina Plaju tidak hanya memenuhi tanggung jawabnya terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas dan ekosistem di sekitarnya.

  • Ciptakan Lingkungan Kerja Aman Kilang Pertamina Plaju Rutin Jalankan Program GHK

    Ciptakan Lingkungan Kerja Aman Kilang Pertamina Plaju Rutin Jalankan Program GHK

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kilang Pertamina Plaju terus memperkuat budaya kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan melalui pelaksanaan program Good Housekeeping (GHK). Dengan menggunakan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Shiketsu, Seitsu) atau 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh pekerja, mitra kerja, dan kontraktor.

    Kegiatan GHK dilakukan oleh setiap fungsi atau bagian di areanya masing-masing sebagai pemegang aset (asset holder). Kegiatan ini direncanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing fungsi, seperti Area Maintenance, Produksi dan HSSE. Selain itu, GHK juga dilaksanakan oleh kontraktor, baik selama maupun setelah pekerjaan selesai, guna memastikan kondisi area kerja tetap terjaga sesuai standar keselamatan dan kebersihan.

    Sementara itu, GGHK (Grand GHK) dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali dengan melibatkan manajemen, asset holder, dan kontraktor. Kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan langkah-langkah kebersihan dan keselamatan secara lebih menyeluruh di area kerja yang lebih luas, sekaligus memupuk kolaborasi antara berbagai fungsi dan mitra kerja.

    Program GHK bertujuan untuk membangun kesadaran pekerja, mitra kerja, dan kontraktor terhadap pentingnya penataan lingkungan kerja yang baik. Dengan menerapkan konsep 5S atau 5R, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang bersih, aman, dan nyaman.

    Selain itu, GHK dan GGHK mendorong perilaku kerja yang produktif, efisien, beretos kerja tinggi, dan disiplin dengan prinsip perbaikan berkelanjutan. Program ini juga dirancang untuk meminimalkan bahkan menghilangkan unsafe condition (kondisi tidak aman) yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan kerja atau sumber pencemaran lingkungan.

    Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Perliansyah menyampaikan bahwa program GHK dan GGHK adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan tata kelola operasional yang unggul.

    “Melalui GHK dan GGHK, kami ingin memastikan lingkungan kerja di Kilang Pertamina Plaju memenuhi standar keselamatan tertinggi sekaligus mendukung terciptanya budaya kerja yang berkelanjutan,” ujar Perli.

    Perli menambahkan, GHK dan GGHK tidak hanya fokus pada kebersihan fisik, tetapi juga membangun perilaku proaktif seluruh pekerja dan mitra kerja untuk menjaga keselamatan, efisiensi, dan produktivitas kerja.

    Dengan pelaksanaan program ini, Kilang Pertamina Plaju terus memperkuat upaya menuju pencapaian HSSE Excellence dan menjaga keberlanjutan operasional demi mendukung target strategis perusahaan.

  • Manfaatkan Tenaga Surya, Pemerintahan dan Usaha BUMDes Singapure di Lahat Disuplai Listrik dari PLTS 2,2 kWp

    Manfaatkan Tenaga Surya, Pemerintahan dan Usaha BUMDes Singapure di Lahat Disuplai Listrik dari PLTS 2,2 kWp

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Mentari tidak terlalu terik siang itu (9/11/2024). Cuaca dingin bercampur kabut tipis meliputi Desa Singapure, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat. Walaupun sinar mentari tak begitu cerah, namun panasnya masih mampu ditangkap dan dikonversi menjadi energi listrik oleh solar panel berkapasitas 2,2 Kilowatt peak (kWp), yang terpasang di atas gedung PAUD Anggrek.

    PLTS itu mendukung aktivitas belajar 30 anak didik di dua ruang kelas sekolah dini itu. Pengakuan guru PAUD, tidak pernah ada gangguan listrik selama proses belajar mengajar, yang sehari-harinya menggunakan laptop, atau kadang-kadang sound system untuk senam setiap jumat pagi.

    Selain PAUD, listrik dengan energi baru terbarukan itu juga mendukung pelayanan untuk masyarakat yang hendak mengurus berbagai pelayanan administratif di kantor desa, sebagaimana diungkapkan Victor Rogo, Sekretaris Desa. “Pelayanan administrasi desa murni sudah menggunakan listrik dari PLTS semua,” kata dia. Posyandu yang terletak tak jauh dari kantor desa, juga disambung listrik dari PLTS ini.

    Bahkan, listrik tersebut juga digunakan untuk aktivitas posyandu dan aktivitas lain seperti pertukangan hingga sedot air.

    Berdekatan dengan bangunan kantor desa dan PAUD itu, semerbak aroma kopi menelusup masuk ke hidung, terbawa udara sejuk di kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Singapure.

    Di dalam ruangan petak berukuran 4×6 meter itu, sekelompok ibu-ibu tengah melakukan proses roasting biji kopi petik merah, proses sangrai biji kopi mentah untuk menghasilkan biji kopi matang (roast bean), yang bertujuan untuk mengeluarkan aroma dan rasa yang terkunci di dalam biji kopi. Sebagian lainnya, tengah sibuk mengemas kopi yang telah dipanggang, masing-masing dengan berat 150 gram per kemasan.

    Selain itu, kopi yang disangrai dengan mesin, suhu selama pemanggangannya konsisten, tidak seperti roasting manual yang suhunya berubah-ubah. Hasil roasting kopi secara manual pun biasanya tidak matang utuh, dan masih mentah di dalamnya.

    Mesin roasting berkapasitas 2 kg itu mengonsumsi listrik bertegangan 220v. Perhitungan Lina, operasional BUMDes ditakar menghemat 150 ribu rupiah perbulan dengan listrik yang disuplai dari tenaga matahari itu.

    “Umpamanya, pengeluaran membayar listrik 150 ribu sebulan, tapi karena kita pakai PLTS, jadi bebas biaya listriknya, paling-paling menghitung biaya gas LPG, atau ganti pipa cerobong mesin roasting secara rutin, jadi paling disitu saja pengeluarannya,” kata Lina.

    Masih banyaknya potensi elektrifikasi dari PLTS tersebut, memungkinkan untuk dioptimalkan untuk mendukung berbagai aktivitas pemerintahan dan bisnis BUMDes yang lainnya. “Rencananya, kita ingin membangun solar dryer dome, untuk tempat menjemur biji kopi, dan ini membutuhkan listrik untuk blower, agar suhu di dalam dome tetap stabil,” tambah Victor.

    Selain itu Pemdes juga BUMDes juga berencana menambah alat produksi seperti mesin pengemas, pengukur suhu, alat timbang elektrik, dan lain-lainnya. “Itu kan semuanya butuh listrik semua, dan kita akan optimalkan juga untuk aktivitas-aktivitas lainnya nanti,” kata dia.

    PLTS di Desa Singapure ini terpasang semenjak 2023, atas dukungan PT Pertamina (Persero) melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).

    PLTS ini tidak hanya mengurangi emisi hingga 2.730 kg CO2 eq, tetapi juga menghemat biaya listrik hingga Rp 4 juta per tahun. Hal ini merupakan salah satu langkah dalam akselerasi transisi Energi Terbarukan yang merata dengan mengoptimalkan sumber daya energi lokal.

    Sebelumnya, program DEB juga telah menerangi rumah 21 keluarga di Dusun Selpah, yang berjarak satu jam dari kantor desa, dan berpuluh tahun dialiri listrik negara. Tempatnya yang terpencil dan terletak di atas bukit, serta akses yang sulit, hanya memungkinkan dua dusun di Singapure itu dilalui dengan kendaraan roda dua.

    Kehadiran Pertamina, melalui PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju, menjangkau dusun Selpah pada 2022 silam. Potensi aliran deras Sungai Endikat yang terletak di bawah bukit, memungkinkan desa ini dialiri listrik dengan tenaga mikro hidro (PLTMH) dengan daya 10 kiloWatt.

    “Kami berterimakasih banyak kepada Pertamina, yang telah menghadirkan listrik untuk warga kami di dusun Selpah, serta menghadirkan PLTS untuk aktivitas pemerintahan desa dan BUMDes, ucap Victor.

    Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Perliansyah berharap, operasionalisasi PLTS dan PLTMH di Desa Singapure dapat mendukung misi Pertamina untuk menghadirkan dan memperluas jangkauan energi bersih di masyarakat, serta dapat dioperasikan dengan aman.

    “Mimpi kita adalah menerangi harapan masyarakat, agar dengan EBT berupa PLTMH ini, masyarakat bisa mengakses dunia yang lebih luas, dan mampu menggerakkan roda perekonomian di desa,” ujar Perli.

    Ia mengatakan, ikhtiar penyediaan akses Energi Terbarukan ini diharapkan dapat menghidupkan roda perekonomian dan sosial di masyarakat, serta mendukung pencapaian ESG perusahaan. “Inilah ikhtiar yang Pertamina lakukan, untuk mendorong pemerataan energi guna menghidupkan roda perekonomian dan sosial di masyarakat,” ujarnya.

    Terobosan kolaboratif yang dijalankan masyarakat bersama Kilang Pertamina Plaju dan UMP ini, juga merupakan bentuk kesiapan masyarakat dalam mempercepat realisasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Sumatera Selatan.

  • Kado dari Kilang Plaju untuk Indonesia, di Usia ke 7 Tahun PT Kilang Pertamina Internasional

    Kado dari Kilang Plaju untuk Indonesia, di Usia ke 7 Tahun PT Kilang Pertamina Internasional

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus berkomitmen untuk mengolah energi terbaik demi menggerakkan roda perekonomian bangsa. Dengan peran sebagai subholding Refining & Petrochemical Pertamina, PT KPI menjalankan empat ruang lingkup bisnis. Menginjak usianya yang ketujuh tahun pada 13 November 2024 ini, PT KPI terus meneguhkan posisi sebagai portofolio bisnis Pertamina yang mengolah energi dengan andal, safety, dan patuh pada regulasi.

    Pertama, dengan tugasnya dalam mengelola proyek infrastruktur, PT KPI membangun megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP), Grass Root Refinery, untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dan kualitas produk BBM maupun non BBM. Kedua, PT KPI mengatur feedstock, dengan pengadaan minyak mentah (crude) sebagai bahan baku untuk diolah di kilang untuk menghasilkan produk BBM dan non BBM.

    Ketiga, PT KPI bertugas melalukan transfer produk dengan melakukan penjualan produk BBM dan non BBM terutama ditujukan kepada Subholding Commercial & Trading (C&T). Kemudian, PT KPI juga bertugas mengelola pengoperasian kilang hingga pengolahan minyak mentah di seluruh Indonesia dengan kapasitas pengolahan hingga 1,1 juta Barrel per Day (BPD). Adapun enam kilang yang saat ini dioperasikan PT KPI, yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Salah satu unit kilang tertua di Indonesia yang saat ini beroperasi, yakni Refinery Unit (RU) III di Sumatera Selatan, tepatnya di Plaju, Kota Palembang dan sebagian di Kabupaten Banyuasin. Kilang yang berdiri sejak 1904 ini didesain memiliki kapasitas pengolahan sebesar 126 ribu barel per hari.

    Dari Sumatera Selatan, Kilang Pertamina Plaju turut menyumbang ‘kado’ terbaik untuk Indonesia, dalam rangka menyemarakkan ulang tahun ketujuh PT KPI.

    Hingga November 2024, Kilang Pertamina Plaju menunjukkan performa positif dalam kinerja lifting (pemenuhan demand) Bahan Bakar Minyak (BBM).

    Pada periode tahun berjalan hingga Oktober 2024, Kilang Pertamina Plaju telah memenuhi demand (permintaan) BBM jenis Gasoline sebesar 3,9 juta barel atau telah tercapai 84,2% dari target hingga akhir tahun sebesar 4,6 juta barel. Sementara itu, produk Gasoil berhasil memenuhi demand sebesar 11,8 juta barel atau setara 85,4% dari target tahunan yang ditetapkan sebesar 13,9 juta barel.

    Gasoline adalah jenis bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan terutama untuk kendaraan bermotor seperti mobil, sepeda motor, dan mesin kecil lainnya. Gasoline biasa disebut sebagai bensin, dan memiliki berbagai jenis berdasarkan oktan.

    Sementara, Gasoil adalah BBM yang lebih berat dibanding gasoline dan umumnya dikenal sebagai diesel. Gasoil digunakan untuk mesin diesel, seperti truk, bus, kapal, dan alat berat, serta di sektor industri yang membutuhkan bahan bakar dengan daya tahan tinggi.

    Capaian produksi ini merupakan hasil dari strategi operasional yang tepat dan komitmen seluruh tim di Kilang Pertamina Plaju dalam memastikan pasokan BBM yang stabil bagi masyarakat.

    Selain memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan produk intermediate lainnya, Kilang Pertamina RU III Plaju di Palembang, Sumatera Selatan juga memproduksi produk biji plastik Polypropylene. Produk Polytam ini dihasilkan di Unit Polypropylene.

    Per Oktober 2024, Kilang Pertamina Plaju telah memproduksi 41 ribu ton Polypropylene secara kumulatif, dengan rata-rata produksi 4 ribu ton per bulan, dan diproyeksikan mampu memproduksi hingga 49 ton hingga akhir tahun, dari target yang ditetapkan sebesar 42 ton pada awal tahun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

    Produk petrokimia dengan merek Polytam ini dihasilkan di unit Polypropylene yang juga sudah menggunakan inovasi robotic untuk proses pengantongannya.

    Sepanjang 2024, hingga Juni, Kilang Pertamina Plaju berhasil menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 123.626,18 ton CO2eq. Jika ditotal dalam lima tahun terakhir sejak 2020 hingga Juni 2024, total emisi yang berhasil ditekan emisi GRK hingga 964.186,38 ton CO2eq melalui program-program penurunan emisi yang telah disampaikan pada Program Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) tahun 2023-2024.

    Kilang Pertamina Plaju terus memastikan keandalan kilang selama proses operasi, yang diukur dengan indikator seperti Plant Availability Factor (PAF), Energy Intensity Index (EII), dan implementasi Asset Integrity Management System (AIMS).

    Hingga triwulan III 2024, dari target di angka 99,46, Kilang Pertamina Plaju berhasil meraih angka PAF sebesar 99,62, atau 110% dari target. Angka PAF menunjukkan seberapa andal atau siapnya Kilang Pertamina Plaju dalam memenuhi kapasitas operasionalnya.

    Jika Kilang Pertamina Plaju memiliki target PAF sebesar 99,46%, artinya manajemen menargetkan agar kilang tersedia dan beroperasi 99,46% dari waktu yang direncanakan selama triwulan III 2024. Namun, dengan mencapai PAF sebesar 99,62%, kilang ini berhasil mencapai ketersediaan operasi lebih tinggi daripada target yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, kilang tersebut beroperasi lebih lama atau lebih andal daripada yang diharapkan, mencapai 110% dari target PAF mereka.

    Selanjutnya, hingga triwulan III 2024, Kilang Pertamina Plaju berhasil mencapai kinerja efisiensi energi yang sangat baik dengan realisasi Energy Intensity Index (EII) sebesar 150,35, lebih rendah dari ambang batas yang ditetapkan di angka 166,07.

    Capaian ini menunjukkan kilang beroperasi dengan efisiensi energi yang tinggi, hanya menggunakan sekitar 90,53% dari energi yang diharapkan. Dengan demikian, Kilang Pertamina Plaju tidak hanya berhasil menekan konsumsi energi, yang berkontribusi pada pengurangan biaya operasional, tetapi juga memperkuat komitmennya dalam pengurangan jejak karbon.

    Sementara, dalam implementasi Asset Integrity Management System (AIMS), hingga triwulan III 2024, Kilang Pertamina Plaju berhasil melampaui target dengan capaian sebesar 107,5 dari target yang ditetapkan pada angka 100.

    Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan kilang dalam memastikan integritas dan keandalan aset di atas ekspektasi, yang penting untuk menjaga keselamatan operasional, meminimalkan risiko gangguan produksi, dan meningkatkan umur teknis fasilitas. Hasil ini mencerminkan komitmen Kilang Pertamina Plaju dalam menerapkan standar tinggi pada pemeliharaan dan pengelolaan aset demi kelancaran dan keselamatan operasional jangka panjang.

    Selanjutnya, Kilang Pertamina Plaju berhasil ‘menghadiahkan’ value creation melalui Continuous Improvement Program (CIP), dimana mampu meningkatkan kualitas produk, layanan perusahaan, menciptakan nilai tambah perusahaan, dan meningkatkan daya saing perusahaan di lingkup global.

    Dari ide 41 gugus CIP yang berkompetisi sepanjang 2024, terdapat potensi Value Creation berupa penambahan profit atau efisiensi senilai 2,4 Triliun Rupiah, yang diproyeksikan tercapai senilai 2,1 Triliun Rupiah selama inovasi dijalankan, serta telah terealisasi sebanyak 2,9 Triliun Rupiah hingga saat ini.

    Selain itu, Kilang Pertamina Plaju telah menghadiahi 35 penghargaan sepanjang 2024 sebagai kado HUT ketujuh PT KPI. Beragam penghargaan dari berbagai aspek menjadi catatan penting yang berhasil menopang keberhasilan Pertamina (Persero) dan PT KPI dalam pencapaian rating ESG dunia.

    Di tataran global, Kilang Pertamina Plaju berhasil mendunia dengan penghargaan KEPCO International Invention Fair, dengan penghargaan Special Prize di Provinsi Gwangju, Korea Selatan, malam tadi (11/11/2024). Ada juga penghargaan Annual Global CSR & ESG Award di Hanoi, Vietnam pada April 2024.

    Diraihnya penghargaan Subroto Award, Patra Karya Raksa Tama, Patra Nirbhaya Karya VII dan WISCA-WPSCA menjadi jejak penghargaan dalam skala nasional yang mengakui kinerja Kilang Pertamina Plaju atas aspek HSSE. Hingga 31 Oktober 2024, Kilang Pertamina Plaju telah beroperasi aman dan secara kumulatif telah mencatatkan hingga 136 juta Jam kerja aman (JKA) sejak 9 Desember 2009, serta berhasil menjaga pencemaran lingkungan.

    Penghargaan Subroto merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian ESDM kepada para pemangku kepentingan yang telah berperan dalam memajukan sektor energi dan sumber daya mineral dalam kurun satu tahun terakhir. Sementara, diraihnya Patra Nirbhaya Karya Tama Adinugraha VII (ketujuh) menjadi catatan pertama pertama dalam sejarah penghargaan keselamatan migas, karena sebelumnya, Patra Nirbhaya Karya Tama Adinugraha VI (keenam) adalah penghargaan paling tinggi yang pernah didapatkan perusahaan migas di Indonesia.

    Ada juga berbagai penghargaan skala nasional lainnya seperti Public Relations Indonesia Award, Indonesia CSR Excellence Award, Indonesia DEI & ESG Award, serta berbagai penghargaan di bidang CSR lainnya juga membuktikan kinerja Kilang Pertamina Plaju dalam pengelolaan hubungan dengan masyarakat yang harmonis dan berorientasi pengembangan komunitas.

    ‘Kado’ penyelamatan keanekaragaman hayati yang dihadiahkan Kilang Pertamina Plaju tertuang dalam Program Belida Musi Lestari, yang berhasil melakukan inovasi pemijahan semi-buatan menggunakan kolam Recirculating Aquaculture System (RAS) dengan palet kayu LN-B3 kilang sebagai shelter telur.

    Inovasi ini menghasilkan 933 butir telur dan yang hidup sebanyak 64 ekor G1. Sehingga total jumlah ikan Belida yang dikonservasi sebanyak 378 ekor dengan rincian 246 ekor G0 dan 132 ekor G1 dari 3 spesies yaitu Chitala Lopis, Chitala Borneensis dan Notopterus Notopterus yang dibagi di 2 lokasi konservasi, yakni Kolam Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang dan Kolam Animalium Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat, Badan Riset Inovasi Nasional di Cibinong.

    Selanjutnya, lewat program Desa Energi Berdikari (DEB), Kilang Pertamina Plaju menghadirkan listrik dan mengedukasi masyarakat terhadap Energi Baru Terbarukan (EBT), dengan menyasar 536 jiwa penerima manfaat di 6 desa dan kelurahan di Sumatera Selatan, dengan total 50,6 kWh EBT tersalurkan, dengan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    Dengan mengusung tema “Refining Resilience” di HUT ketujuh pada 2024 ini, mencerminkan semangat ketangguhan dan ketekunan perusahaan dalam menghadapi tantangan industri.

    Hermawan mengatakan, Kilang Pertamina Plaju pihaknya akan terus memberikan kinerja terbaik bagi PT KPI, Pertamina dan Indonesia. “Di usia PT KPI yang ketujuh, kami di Refinery Unit III Plaju akan terus berkomitmen memberikan kinerja yang terbaik, memperkuat ketahanan operasional, terus berinovasi, dan keberlanjutan di tengah perubahan global, sekaligus memastikan bahwa perusahaan mampu beradaptasi dan berkembang menghadapi dinamika industri energi yang semakin kompleks,” tuturnya.

    “Kami mohon doa agar Kilang Pertamina Plaju dan PT KPI, dan Pertamina senantiasa diberikan keselamatan agar dapat terus memberikan kinerja terbaiknya demi mendukung ketahanan energi nasional,” ujar tutupnya.

  • Bagaimana Kilang Pertamina Plaju Berperan Dukung Roadmap Menuju Net Zero Emission

    Bagaimana Kilang Pertamina Plaju Berperan Dukung Roadmap Menuju Net Zero Emission

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara dengan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, atau lebih cepat. NZE adalah kondisi ketika emisi karbon yang dihasilkan tidak melebihi kapasitas penyerapan bumi. Pertamina sebagai perusahaan energi kelas dunia, turut mendukung program NZE.

    Mengingat sektor energi menyumbang emisi cukup signifikan, sehingga Pertamina sebagai perusahaan energi yang comply to regulation, turut mengambil tanggung jawab untuk menciptakan masa depan bumi yang lebih hijau. Untuk merealisasikannya, Pertamina menjalankan dual growth strategy, atau strategi pertumbuhan ganda yang diterapkan Pertamina untuk mendukung transisi energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Strategi ini dijalankan dengan mempertahankan dan meningkatkan bisnis eksisting dan menjadi warisan (legacy business) untuk menjamin ketahanan energi nasional, namun pada saat yang sama mengembangkan bisnis rendah karbon.

    Kilang Plaju dan Sungai Gerong, Bisnis Warisan Era Kolonial yang Setia Menjaga Ketahanan Energi Nasional, Strategi tersebut dijalankan terhadap seluruh lini dan unit bisnis Pertamina Group. Salah satu unit bisnis warisan yang masih eksis dan masih beroperasi hingga kini adalah Kilang Pertamina Plaju. Unit pengolahan minyak mentah (crude) menjadi berbagai produk BBM dan Petrokimia ini masih berdiri kokoh sejak dibangun oleh Shell pada 1904. Ada juga Kilang Sungai Gerong yang dibangun pada 1926 oleh Standard-Vacuum Petroleum Maatschappij atau lebih dikenal dengan Stanvac.

    Dua kilang yang berdiri di pinggir Sungai Musi dan dipisahkan Sungai Komering itu kini berada dalam pengelolaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III sebagai Subholding Refining & Petrochemical Pertamina.

    Meskipun masih fokus pada bisnis hidrokarbon, Kilang Pertamina Plaju tetap mampu mengoperasikan bisnis yang mendukung roadmap NZE Indonesia.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Siti Rachmi Indahsari menjelaskan, Kilang Pertamina Plaju fokus pada efisiensi energi dan emisi yang dalam proses operasional, serta terus berinovasi dalam produk yang dihasilkan.

    Dalam lima tahun terakhir sejak 2020 hingga Juni 2024, Kilang Pertamina Plaju telah berhasil mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 964186.38 ton CO2eq melalui program-program penurunan emisi yang telah disampaikan pada Program Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) tahun 2023-2024.

    Beberapa program penurunan emisi tersebut di antaranya, substitusi fuel oil menjadi refinery gas, efisiensi energi, program Misi Musi (Minimize Loss Flaring melalui penambahan sistem kondensasi), reduce loss (COST-FLORESS), efisiensi BBM kendaraan perusahaan, hingga retrofit Freon ke Musicool, serta banyak lagi program lainnya.

    Selain itu, Kilang Pertamina Plaju juga mulai memproduksi produk-produk ramah lingkungan, misalnya Marine Fuel Oil (MFO) Low Sulphur, Biosolar B35. MFO LS merupakan salah satu alternatif ramah lingkungan untuk bahan bakar kapal karena menghasilkan emisi sulfur (belerang) yang lebih rendah. Selain itu, penggunaan MFO LS juga dapat membantu mengurangi pembentukan hujan asam dan pencemaran udara lainnya.

    Sementara, B35 sebagai bahan bakar nabati lebih ramah lingkungan jika dibandingkan bahan bakar diesel yang tidak mengandung FAME. “Lebih ramah lingkungan karena menghasilkan buangan yang lebih bersih sehingga dapat mengurangi emisi karbon,” kata Yulianto.

    Biodiesel B35 memiliki emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fossil. Ini karena biodiesel B35 mengandung oksigen yang membantu mengurangi emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida. Kedua, biodiesel B35 juga lebih ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan sulfur atau zat pencemar lainnya saat dibakar.

    Selain itu, demi menopang proses bisnisnya tetap menggunakan energi bersih, perusahaan telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sebesar 2,25 Mega Wattpeak (MWp), dan terinstalasi juga Solar Cell yang menghasilkan energi listrik sebesar 3.000 Wp untuk operasional perkantoran di Plaju.

    Ajak Masyarakat Melek EBT

    Tidak hanya untuk kepentingan perusahaan, Kilang Pertamina Plaju pun turut mendorong agenda transisi energi bersih di masyarakat. Lewat berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan telah mengajak masyarakat memanfaatkan sumber daya alam sebagai sumber energi.

    Lewat program Desa Energi Berdikari misalnya, merupakan salah satu program dari Kilang Pertamina Plaju yang bertujuan untuk mendukung masyarakat di 6 Desa/Kelurahan di Sumsel dalam mendapatkan akses energi dan terjangkau. Program ini menyasar 536 jiwa penerima manfaat di 6 desa dan kelurahan di Sumatera Selatan, dengan total 50,6 kWh EBT tersalurkan, dengan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang juga bertujuan untuk bersih membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi dan menghadapi perubahan iklim.

    “Menjelang usia 7 tahun PT KPI menjadi momentum berharga bagi kami untuk terus mengolah energi terbaik untuk negeri, berkomitmen dalam agenda pencapaian Net Zero Emission pada 2060, dengan terus mengadaptasi EBT untuk mendukung penuh target pemerintah,” kata Rachmi.

    Dukung Prinsip SDGs dan ESG

    Dengan beberapa ikhtiar ini, Kilang Pertamina Plaju turut berkontribusi dalam mendukung terwujudnya tujuan ketujuh dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yakni menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan dan modern untuk semua.

    Hal ini juga tentunya mendorong diimplementasikannya aspek ESG oleh Pertamina, terutama pada sisi environment (lingkungan) dengan memproduksi Energi Baru Terbarukan (EBT).

  • Sepanjang 2023, Nilai Ekspor Kilang Pertamina Plaju Mencapai Rp6,8 Triliun

    Sepanjang 2023, Nilai Ekspor Kilang Pertamina Plaju Mencapai Rp6,8 Triliun

    SURAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kilang Pertamina Plaju mencatatkan kinerja ekspor yang gemilang sepanjang 2023. Dengan nilai ekspor mencapai USD 443 Juta atau setara Rp6,8 Triliun, Perusahaan Pengolahan Minyak dan Gas di Palembang dan Banyuasin ini telah berkontribusi dalam menyumbang devisa hasil ekspor terbesar kedua di Provinsi Sumatera Selatan.

    Menurut data ekspor Bea Cukai Palembang, pada tahun 2023 Kilang Pertamina Plaju berhasil merealisasikan Ekspor hingga 5,3 juta barel, hal tersebut menjadi bukti kontribusi aktif Kilang Pertamina Plaju dalam mendukung neraca perdagangan hasil ekspor Provinsi Sumatera selatan sepanjang 2023

    Atas kontribusi tersebut, Kilang Pertamina Plaju dianugerahi penghargaan sebagai kontributor devisa hasil ekspor terbesar kedua tahun 2023 dalam ajang Stakeholders Award yang diadakan oleh Bea Cukai Palembang di Hotel 1O1 Palembang pada Rabu (12/06/2024).

    Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Palembang, Andri Waskito. Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi Karena Kilang Pertamina Plaju mampu mewujudkan surplusnya neraca perdagangan sehingga menambah pendapatan negara termasuk Sumatera Selatan melalui sumbangsih devisa hasil ekspornya.

    “Saya Mengucapkan Terima kasih dan memberikan apresiasi terhadap Kilang Pertamina Internasional dalam hal ini Kilang Pertamina Plaju yang telah membantu negara dan Sumatera selatan melalui sumbangan devisa hasil ekspornya pada tahun 2023, semoga hal tersebut dapat terus berlanjut dan ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya.” Ujar Andri.

    Sementara Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju mengatakan, pihaknya akan terus memastikan agar kegiatan operasional dan bisnis di Kilang Pertamina Plaju selalu aman dan handal.

    “Kilang Pertamina Plaju terus berkomitmen mendukung laju pertumbuhan ekonomi negara, dengan terus mengolah energi terbaik dan menjaga kualitasnya hingga ekspor ke mancanegara,” ujar Rachmi.

    Rachmi menambahkan, bahwa Kilang Pertamina Plaju telah berhasil mengekspor produk BBM unggulan ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dalam pasar ekspornya, Kilang Pertamina Plaju telah mendukung aspek keberlanjutan dengan produk ramah lingkungan yang memberikan keuntungan bagi perusahaan, sambil tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

    “Kami memiliki produk unggul seperti MFO Low Sulfur, yang merupakan bahan bakar untuk kapal dengan kandungan sulfur rendah. Saat ini, LSFO juga menjadi primadona sebagai bahan bakar rendah sulfur yang digunakan pada industri perkapalan yang menggunakan mesin diesel putaran rendah. Kedua produk ini telah menyumbangkan keuntungan bagi Kilang Pertamina Plaju, sekaligus menunjukkan komitmen kami dalam mewujudkan aspek keberlanjutan lingkungan dalam proses bisnis kami,” ujarnya.

    Pada 3 juni 2024 lalu PT Kilang Pertamina Internasional beserta semua unit kerja di dalamnya termasuk Kilang Pertamina Plaju memperoleh Sertifikasi AEO ( Authorized Economic Operator ) dari Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

    Dikutip dari laman resmi Bea dan Cukai Republik Indonesia ( www.beacukai.go.id ), AEO merupakan bentuk kerjasama Dirjen Bea dan Cukai bersama Perusahaan Bisnis yang dilandasi sikap keterbukaan dan sikap sukarela untuk mengembangkan inisiatif dan menjalankan bisnis yang berorientasi pada pengamanan resiko-resiko pada pengiriman barang, yang menjadi keprihatinan dan ancaman bersama, baik dalam perspektif global maupun nasional.

    Melalui sertifikasi AEO tersebut diharapkan Kilang Pertamina Plaju mampu terus tumbuh menjadi perusahaan pengolahan minyak dan gas yang diakui dunia sebagai perusahaan yang safe dan secure serta mampu memberikan Kontribusi bagi negara termasuk Sumatera selatan melalui devisa hasil ekspor di masa mendatang.

  • Peduli Garda Terdepan Padamkan Karhutla Kilang Pertamina Plaju Bantu Pemeriksaan Medis Manggala Agni

    Peduli Garda Terdepan Padamkan Karhutla Kilang Pertamina Plaju Bantu Pemeriksaan Medis Manggala Agni

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebagai wujud empati dan kepedulian perusahaan, Kilang Pertamina Plaju (PT Kilang Pertamina Internasional) terus membantu meringankan tugas para Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel.

    Setelah beberapa waktu sebelumnya tim Fireman diturunkan untuk membantu pemadaman api serta membantu persediaan logistik, kini giliran tim Medical yang diturunkan untuk membantu pemeriksaan kesehatan Brigade Manggala Agni di Posko Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

    Setiap pekannya, total tim pemadam Manggala Agni yang diperiksa kesehatan mencapai lebih dari 150 petugas.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Plaju mengatakan, program pemeriksaan ini dijalankan secara berkala sejak 3 Oktober 2023 lalu.

    “Kami meyakini kebakaran lahan ini adalah hal yang tidak diinginkan sehingga peran sekecil apapun yang dilakukan akan memberikan dampak positif bagi warga,“ ujar Rachmi.

    Sejauh ini, sudah sekitar 400 paket kesehatan digelontorkan Kilang Pertamina Plaju untuk Brigade Manggala Agni, berupa obat tetes mata, vitamin, obat luka bakar, dan oralit. Jika ditotal, bantuan yang telah diberikan mencapai 46 Juta Rupiah.

    Rata-rata, Brigade Manggala Agni ini sudah bermukim di posko ini sejak beberapa bulan terakhir, dengan sarana dan prasarana yang amat sederhana.

    Posko yang dikunjungi, antara lain Posko Jungkal di Kecamatan Pampangan, posko Kayuagung di OKI, dan posko Indralaya di Kecamatan Ogan Ilir, tim medis yang diturunkan sebanyak 1 dokter dan 2 paramedis.

    Beragam keluhan dirasakan brigade Manggala Agni, misalnya Dediansyah (40) yang akhir-akhir ini sering mengeluhkan gatal di kaki. Atau Sanul (35) yang sering tiba-tiba sakit kepala dan batuk berdahak.

    Sejauh ini, keluhan yang dapat ditangani di tempat, langsung mendapatkan perlakuan medis langsung dari tenaga yang hadir, dan akan diarahkan ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat jika terdapat gejala yang parah.

    “Semoga ikhtiar yang dilakukan Pertamina bersama masyarakat ini dapat meringankan dampak dari bencana Karhutla. Kami siap bahu membahu dalam mengatasi kebakaran ini agar situasi lekas membaik dan kerugian yang dirasakan masyarakat juga berkurang,” sambung Rachmi.

    Sementara, Kepala Balai PPIKHL Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengucapkan terimakasih atas dukungan penuh Kilang Pertamina Plaju terhadap Brigade Manggala Agni. “Pertamina sampai dengan saat ini rutin membantu kami, yang saat ini masih membutuhkan pasukan yang sehat,” katanya.

    Ia mengatakan, banyaknya personel yang disiagakan untuk penanggulangan Karhutla di beberapa kabupaten di Sumsel seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, Lahat dan OKI, memang membutuhkan dukungan dari pihak lain, termasuk perusahaan dalam penyediaan logistik.

    Soal komitmen pada pelestarian hutan dan lahan dari Karhutla ini, Kilang Pertamina Plaju turut mendukung tercapainya tujuan ke 15 dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yakni melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan dan mengelola hutan secara lestari.

    Kilang Pertamina Plaju juga dengan ini telah turut mendukung terpenuhinya aspek Environmental, Social & Governance (ESG) dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan