Tag: Askot PSSI Kota Palembang

  • Klinik Askot PSSI Palembang Segera Dibangun, Penanganan Cedera Olahraga Lebih Terjangkau

    Klinik Askot PSSI Palembang Segera Dibangun, Penanganan Cedera Olahraga Lebih Terjangkau

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang kembali membuat gebrakan besar dalam dunia olahraga. Askot PSSI Palembang berencana membangun Klinik Kesehatan Askot PSSI, yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia di lingkungan organisasi sepak bola se-Indonesia.

    Klinik ini nantinya akan difokuskan untuk penanganan cedera atlet, khususnya atlet sepak bola, namun juga dibuka untuk masyarakat umum. Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Askot PSSI Palembang dalam membangun sepak bola tidak hanya dari sisi prestasi dan kompetisi, tetapi juga dari aspek kesehatan.

    Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David, mengatakan pembangunan klinik kesehatan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Askot PSSI Palembang dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan.

    “Ini adalah komitmen kami membangun sepak bola Palembang secara menyeluruh. Tidak hanya berbicara soal prestasi, kompetisi, dan pembinaan usia dini, tetapi juga tentang bagaimana atlet mendapatkan penanganan kesehatan yang layak,” ujar Mohammad David, Senin (29/12/2025).

    Menurutnya, selama ini penanganan cedera olahraga kerap identik dengan biaya tinggi dan hanya bisa diakses oleh segelintir kalangan. Padahal, cedera merupakan risiko yang tidak terpisahkan dari aktivitas olahraga, khususnya sepak bola.

    “Banyak atlet, terutama di level amatir dan usia muda, yang akhirnya tidak tertangani dengan baik karena keterbatasan biaya. Melalui klinik ini, kami ingin menghadirkan solusi nyata,” jelasnya.

    Mohammad David menegaskan, Klinik Askot PSSI Palembang tidak hanya diperuntukkan bagi atlet di bawah naungan Askot PSSI, tetapi juga terbuka bagi masyarakat luas yang membutuhkan layanan kesehatan, khususnya terkait cedera olahraga.

    “Sepak bola harus memberi dampak positif bagi masyarakat. Klinik ini kami buka untuk umum agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tegasnya.

    Sementara itu, dr. Mochammad Ridho NH, SpOT,Sub.Sp.A(K) selaku Komite Kesehatan Askot PSSI Palembang, menyebut pembangunan klinik ini sebagai langkah terobosan nyata yang menunjukkan bahwa PSSI hadir untuk seluruh lapisan masyarakat.

    Nantinya, akan ada dokter jaga yang stan by setiap hari di klinik tersebut. Direncanakan Klinik Kesehatan ini akan buka selama 24 jam.

    “Ini adalah bukti bahwa PSSI tidak hanya fokus pada pertandingan dan kompetisi, tetapi juga peduli pada kesehatan atlet dan masyarakat,” ungkap Dokter Ridho.

    Ia menjelaskan, Klinik Askot PSSI Palembang nantinya tidak hanya menangani cedera olahraga seperti keseleo, robekan otot, atau cedera ligamen, tetapi juga memberikan layanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat umum.

    “Harapan kami, klinik ini bisa menjadi pusat layanan kesehatan olahraga yang terjangkau, profesional, dan berkelanjutan. Tidak hanya melayani atlet, tapi juga memberi sumbangsih nyata untuk mewujudkan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

    Dokter Ridho menambahkan, selama ini penanganan cedera olahraga kerap dianggap mahal dan sulit dijangkau. Dengan hadirnya Klinik Askot PSSI Palembang, akses layanan kesehatan olahraga diharapkan bisa lebih merata.

    “Penanganan cedera olahraga yang identik dengan biaya besar, ke depan tidak hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang saja,” katanya.

    Askot PSSI Palembang berharap keberadaan klinik ini dapat menjadi role model bagi Askot PSSI di daerah lain, sekaligus menjadi bagian dari upaya memajukan sepak bola Indonesia dari sisi kesehatan dan kesejahteraan atlet.

    “Semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi. Karena untuk tempat sudah aman tinggal mengurus izin saja,” terangnya.

  • Liga Arena Kembali Digelar Askot PSSI Palembang Hidupkan Lagi Kompetisi Usia Dini

    Liga Arena Kembali Digelar Askot PSSI Palembang Hidupkan Lagi Kompetisi Usia Dini

    Ketua Askot PSSI Palembang, M David (Tengah Hijau) dan Jajaran saat Kembali Menggelar Liga Arena yang lama Vacum. Foto : Reza Mardiansyah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dunia sepak bola usia dini di Palembang akhirnya kembali hidup setelah Askot PSSI Palembang memastikan digelarnya Liga Arena 2025. Kebangkitan kompetisi tersebut menjadi kabar baik bagi para pegiat sepak bola kota ini yang selama lima tahun terakhir kehilangan wadah pertandingan rutin.

    Setelah vakum cukup lama, Liga Arena hadir membawa harapan baru bagi klub-klub lokal serta Sekolah Sepak Bola (SSB) yang membutuhkan kompetisi sebagai ajang pembinaan pemain muda. Kembalinya turnamen ini juga dianggap sebagai momentum penting untuk memperkuat fondasi sepak bola usia dini di Palembang.

    Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David, menyebut penyelenggaraan Liga Arena menjadi prioritas utama kepengurusan saat ini. Menurutnya, pembinaan tidak dapat berjalan maksimal tanpa kompetisi yang berkesinambungan.

    “Liga Arena ini kembali kita gelar setelah lima tahun vakum. Ini adalah komitmen kami untuk pembinaan usia muda di Palembang. Anak-anak butuh panggung untuk unjuk gigi dan mengembangkan bakat mereka,” ujar David usai membuka Liga Arena 2025 di Stadion Kamboja Palembang, Sabtu (15/11/2025).

    David menjelaskan bahwa Liga Arena bukan hanya turnamen tahunan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menyeleksi pemain berbakat yang akan mewakili Palembang di ajang Piala Suratin. Ia menegaskan kompetisi yang hidup akan berdampak langsung terhadap kualitas generasi sepak bola kota ini.

    “Ini komitmen saya sebagai ketua umum untuk menghidupkan kompetisi sepak bola dari usia dini hingga dewasa. Pemain-pemain terbaik Palembang ini nantinya akan kita saring untuk berkompetisi di Piala Suratin,” tambahnya.

    Sementara itu, Direktur Kompetisi Askot PSSI Palembang, Heryanto Husada, menyampaikan bahwa Liga Arena 2025 akan berlangsung mulai 15 November hingga 28 Desember 2025. Seluruh pertandingan digelar setiap akhir pekan di Stadion Kamboja Palembang sebagai pusat kegiatan.

    Untuk tahun ini, peserta kategori U12 berjumlah delapan tim, yakni Putra Sunda, Pusri, Elmas, Persegrata, PSS, Bumara, SAS, dan Planet. Sedangkan kategori U14 diikuti 14 tim yang terbagi dalam dua grup. Grup A terdiri dari PSS, Persemal, Putra Sunda, Planet, Perisai, Gapu, dan Persegrata. Grup B ditempati Pusri, Bumara, Bayu Putra, Patra Muda, Askia, Bhayangkara, dan SAS.

    Heryanto menegaskan bahwa peserta Liga Arena tahun ini dibatasi khusus untuk SSB yang secara resmi berafiliasi dengan Askot PSSI Palembang. Selain itu, seluruh pemain diwajibkan memiliki Kartu Keluarga (KK) Kota Palembang sebagai bukti domisili. Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga kualitas serta mempertegas pembinaan lokal.


  • Arak-Arakan Piala Emas, Askot PSSI Palembang Rayakan Akhir Penantian 23 Tahun

    Arak-Arakan Piala Emas, Askot PSSI Palembang Rayakan Akhir Penantian 23 Tahun

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Arak-arakan piala dan medali emas mewarnai jalanan Kota Palembang, Senin (3/11/2025) sore. Askot PSSI Kota Palembang menggelar perayaan kemenangan tim sepak bola yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

    Rombongan atlet, pelatih, dan pengurus Askot memulai perjalanan dari kantor PSSI Kota Palembang di Jalan Mayor Santoso, Kecamatan Ilir Timur I. Konvoi kemenangan itu melintasi Jalan A. Rivai, Kantor Wali Kota Palembang di Jalan Merdeka, menuju kawasan Masjid Agung di Jalan Jenderal Sudirman, sebelum kembali ke titik awal.

    Arak-arakan tersebut menjadi simbol berakhirnya masa penantian panjang selama 23 tahun bagi Kota Palembang untuk kembali meraih medali emas di cabang olahraga sepak bola Porprov Sumsel.

    Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David, menyebut kemenangan ini bukan sekadar capaian prestasi, melainkan bukti kerja keras dan kolaborasi seluruh unsur dalam pembinaan sepak bola di Palembang. “Penantian panjang ini akhirnya terbayar. Gelar ini menegaskan bahwa sepak bola Palembang kembali menunjukkan dominasinya di Sumatera Selatan,” ujarnya.

    David juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang, KONI, serta seluruh pihak yang turut memberi semangat kepada tim selama kompetisi berlangsung. “Kami bersyukur atas sinergi ini. Tanpa dukungan pemerintah dan KONI, prestasi ini tidak mungkin terwujud,” tambahnya.

    Wali Kota Palembang Ratu Dewa, yang turut hadir dalam arak-arakan tersebut, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian bersejarah itu. Ia menyebut kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan sepak bola Palembang. “Atas nama Pemerintah Kota Palembang, saya berterima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan pengurus Askot. Ini awal yang baik untuk kebangkitan sepak bola Palembang,” kata Ratu Dewa.

    Sebagai bentuk apresiasi, Ratu Dewa yang juga pernah menjabat Presiden PS Palembang memberikan bonus pribadi senilai Rp20 juta kepada tim sepak bola Palembang. “Saya tahu betul perjuangan dan pengorbanan mereka di lapangan. Ini bentuk dukungan saya atas kerja keras mereka,” ujarnya.

    Perayaan berakhir di halaman kantor PSSI Kota Palembang dengan penuh rasa bangga. Trofi emas yang diarak menjadi penanda kembalinya kejayaan sepak bola Palembang setelah dua dekade lebih menunggu.

  • Askot PSSI Palembang Mulai Pembinaan Dini Lewat Coaching Clinic

    Askot PSSI Palembang Mulai Pembinaan Dini Lewat Coaching Clinic

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Suasana Lapangan Mini Soccer Taman Sultan Palembang pada Minggu (24/8/2025) tampak semarak. Puluhan anak berusia 8 hingga 10 tahun terlihat antusias mengikuti coaching clinic perdana yang digelar Komite Usia Dini Askot PSSI Palembang.

    Program ini menjadi langkah awal Askot dalam memperkuat pembinaan sepak bola sejak dini di Kota Palembang. Sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) yang telah terafiliasi, seperti SSB Planet Soccer, SSB Limas, dan SSB Persetapo, turut ambil bagian.

    Ketua Komite Usia Dini Askot PSSI Palembang, Teddy, menuturkan coaching clinic ini akan rutin digelar dua pekan sekali. Peserta akan bergiliran dari SSB yang berada di bawah naungan Askot. “Kami ingin memberikan pembinaan merata dan berkesinambungan,” ujarnya.

    Pada sesi perdana, anak-anak mendapatkan materi dasar berupa passing dan dribbling. Pendekatan yang dipakai pun dibuat menyenangkan agar mereka tidak terbebani, melainkan semakin mencintai permainan sepak bola.

    “Kami ingin menciptakan suasana belajar yang fun tapi tetap edukatif. Dengan begitu, anak-anak akan tumbuh dengan semangat serta pemahaman teknik yang benar sejak awal,” jelas Teddy.

    Sebagai bentuk dukungan, setiap SSB peserta diberikan satu buah bola setelah kegiatan selesai. Bola tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang latihan mandiri di klub masing-masing.

    Menurut Teddy, program ini menjadi awal perjalanan panjang pembinaan pemain muda Palembang. Ke depan, Askot PSSI Palembang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelatih maupun materi latihan sehingga lahir bibit unggul yang siap bersaing di level lebih tinggi.

    Senada dengan itu, Ketua Askot PSSI Palembang, Muhammad David, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan turnamen. Program pembinaan, kata dia, merupakan pondasi penting bagi perkembangan sepak bola Palembang.

    “Dengan adanya coaching clinic, kami berharap atmosfer pembinaan semakin hidup. Anak-anak bisa berkembang secara teknik dan mental sejak usia dini, sehingga nantinya Palembang memiliki banyak pemain berkualitas,” ujar David.

  • Turnamen U-12 Sambut HUT Bhayangkara ke-79 di Palembang Berakhir Meriah

    Turnamen U-12 Sambut HUT Bhayangkara ke-79 di Palembang Berakhir Meriah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Suasana penuh semangat dan sportivitas mewarnai lapangan hijau saat Turnamen Sepak Bola Usia Dini U-12 resmi ditutup. Ajang yang digelar oleh Askot PSSI Kota Palembang dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 ini sukses menghadirkan pertarungan sengit antar 32 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Palembang.

    Puncak turnamen berlangsung dramatis. SSB SAS tampil sebagai juara setelah menumbangkan SSB Persegrata Talang Kelapa dengan skor akhir 3-2 dalam laga final yang memikat. Sementara itu, perebutan tempat ketiga juga tak kalah seru. SSB Putra Sunda mengalahkan SSB Bumara Black melalui adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal.

    Ketua Askot PSSI Kota Palembang, M. David, mengaku bangga dengan suksesnya penyelenggaraan turnamen ini. Ia menyebut bahwa kompetisi usia dini seperti ini sangat dinantikan para SSB dan menjadi bukti nyata gairah sepak bola di Palembang terus tumbuh.

    “Turnamen ini adalah keberhasilan kita semua, terutama tim Bidang Kompetisi Askot PSSI. Antusiasme peserta dan dukungan dari masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa pembinaan usia dini di Palembang sudah berada di jalur yang tepat,” ujar David.

    Ia juga menekankan pentingnya kompetisi rutin bagi anak-anak sebagai ajang menyalurkan semangat latihan dan mengasah kemampuan. “Mereka ini adalah masa depan sepak bola kita. Dengan seringnya mereka tampil di kompetisi, mental dan skill mereka akan semakin terbentuk,” tambahnya.

    Lebih lanjut, David menegaskan komitmen Askot PSSI Palembang untuk terus menggelar turnamen usia dini secara berkala. Ia berharap bibit-bibit unggul dari Palembang dapat terus berkembang dan kelak menjadi tulang punggung sepak bola Sumsel, bahkan nasional.

    Turnamen ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga perayaan semangat, kebersamaan, dan harapan besar bagi masa depan sepak bola Palembang.

  • Turnamen Sepak Bola U-12 Warnai Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 di Palembang

    Turnamen Sepak Bola U-12 Warnai Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 di Palembang tahun ini semakin terasa dengan digelarnya turnamen sepak bola usia dini kategori U-12. Turnamen ini diselenggarakan oleh Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Polri dalam menjaga keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Turnamen yang diperuntukkan bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Palembang ini akan digelar pada tanggal 1 dan 2 Juli 2025 mendatang. Stadion Kamboja Palembang dipilih sebagai lokasi pertandingan, yang dipastikan akan dipenuhi semangat kompetisi dari para pemain cilik.

    Ketua Askot PSSI Palembang, M David, menyebutkan bahwa turnamen ini bukan hanya sekadar ajang pertandingan, tetapi juga wadah pembinaan dan semangat kebersamaan antara dunia olahraga dan institusi Polri.

    “Kita PSSI Kota Palembang menyambut HUT Bhayangkara ke-79 dengan menyelenggarakan kompetisi sepak bola usia dini untuk kelompok usia U-12. Ini juga bentuk dukungan kepada jajaran Polri yang selama ini telah bekerja melayani masyarakat,” ujar David kepada Detik Sumsel, Rabu (25/6/2025).

    Menurut David, antusiasme para peserta sangat tinggi. Belasan klub yang sudah terafiliasi dengan Askot PSSI Palembang telah mendaftarkan diri untuk ikut ambil bagian dalam turnamen ini. Anak-anak dari berbagai SSB tampak bersemangat dalam menyambut kompetisi yang dinilai bergengsi ini.

    “Anak-anak usia dini sangat antusias menyambut turnamen ini. Ini adalah kesempatan bagus bagi mereka untuk berkompetisi sekaligus menunjukkan potensi sejak usia muda,” tambahnya.

    Pendaftaran untuk mengikuti turnamen ini dikenakan biaya sebesar Rp300.000 per tim. Selain mendapatkan pengalaman berharga, tim pemenang juga akan memperebutkan hadiah berupa uang tunai, trofi, dan medali sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka.

    Dengan kegiatan ini, Askot PSSI Palembang berharap bisa terus membina bibit-bibit muda sepak bola dari usia dini, sekaligus mempererat hubungan antara komunitas olahraga dan institusi Polri dalam momentum HUT Bhayangkara ke-79.

  • EPA SFC U20 Siap Tantang EPA Persib, Persiapan Matang dan Uji Coba Jadi Kunci

    EPA SFC U20 Siap Tantang EPA Persib, Persiapan Matang dan Uji Coba Jadi Kunci

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tim Elite Pro Academy (EPA) Sriwijaya FC U20 tengah mempersiapkan diri secara intensif untuk menghadapi tim tangguh EPA Persib Bandung. Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III Kepala Pembina Tim PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) sekaligus ketua tim EPA SFC U20, M. David, memastikan bahwa proses seleksi dan pembentukan tim berjalan serius dan terarah.

    “Kami sudah mulai persiapan dan juga berkoordinasi dengan pihak Persib. Mereka juga sedang melakukan seleksi, jadi ini momen yang tepat untuk membangun kekuatan,” ujar David kepada awak media.

    Untuk mengukur kesiapan tim, EPA SFC U20 telah menjadwalkan dua hingga tiga laga uji coba sebelum bertolak ke Bandung. Salah satu rencana uji coba termasuk menghadapi Maung Anum tim muda Persib.

    “Dari uji coba ini akan terlihat kekompakan tim. Kalau ada kekurangan, tentu akan kami evaluasi kembali. Tujuannya agar tim ini benar-benar solid saat menghadapi lawan selevel,” tambahnya.

    David menyebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 40 pemain yang masih mengikuti proses seleksi. Nantinya, jumlah ini akan terus disaring hingga menghasilkan skuad terbaik.

    “Akan ada pengurangan. Sebelum berangkat ke Bandung, kami juga akan gelar laga uji coba melawan tim lokal seperti Muba. Ada tiga agenda penting yang kami siapkan untuk mengasah tim.”

    Pertandingan melawan EPA Persib sendiri dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni, tepat setelah Hari Raya Idul Adha. David berharap, laga ini menjadi momentum peningkatan kualitas individu dan tim secara keseluruhan.

    “Sebagai bagian dari klub Liga 1, seharusnya ini jadi ruang untuk mendorong peningkatan kemampuan pemain muda. Melihat level lawan, tentu persiapan matang menjadi harga mati,” tutupnya.

  • Lanjutan Seleksi EPA SFC U20, 70 Pemain Disaring Jadi 45: Anak-anak Sumsel Tunjukkan Semangat Tinggi

    Lanjutan Seleksi EPA SFC U20, 70 Pemain Disaring Jadi 45: Anak-anak Sumsel Tunjukkan Semangat Tinggi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Proses seleksi lanjutan EPA Sriwijaya FC U20 kembali digelar di Lapangan Sepak Bola Jasdam KM 9, Kota Palembang. Di bawah pengawasan tim penyeleksi yang dikomandoi oleh mantan pemain Sriwijaya FC, Amirul Mukminin, para pemain muda asal Sumsel menunjukkan semangat juang yang tinggi.

    “Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan antusiasme luar biasa dari para pemain. Mereka tampil lebih bersemangat dibanding seleksi sebelumnya,” ujar Amirul usai sesi seleksi, Selasa (20/5/2025).

    Dari 70 pemain yang mengikuti seleksi, hanya 45 yang akan dipertahankan untuk tahap selanjutnya. Namun, keputusan tersebut belum bersifat final, dari 45 pemain akan kembali dikurangi serta evaluasi masih akan dilakukan melalui latihan rutin dan laga uji coba mendatang.

    “Nanti akan terus kita lihat progres mereka, baik saat latihan maupun saat uji tanding. Nama-nama pemain yang lolos sementara akan diumumkan di grup WhatsApp malam ini,” tambah Amirul.

    Meski belum sepenuhnya puas dengan dua game uji coba awal, Amirul memahami para pemain masih dalam tahap adaptasi. “Wajar kalau belum maksimal, mereka baru bergabung dan belum saling mengenal,” katanya.

    Amirul juga menyoroti pentingnya komunikasi antarpemain dalam membangun kerja sama tim. “Ke depan, kami akan fokus pada bagaimana mereka bisa berkomunikasi lebih baik, membuat keputusan yang tepat, dan mengeksekusi strategi dengan efektif.”

    Seleksi akan terus berlanjut dengan agenda latihan intensif dan pengurangan jumlah pemain untuk membentuk skuad final yang siap bersaing di kompetisi EPA yang sesungguhnya. Optimisme tetap terjaga bahwa anak-anak Sumsel mampu unjuk gigi di level nasional.

    Sementara itu Ketua Panitia Seleksi EPA SFC U20 M David yang juga ketua Askot PSSI Kota Palembang menambahkan jika proses seleksi sepenuhnya dilakukan oleh tim kepelatihan yakni Amirul Mukminin, Mahyadi Panggabean dan Ali Ramadhan.

    “Kita serahkan semua kepada tim Penyeleksi, semuanya mantan Pesepakbola Profesional apalagi seperti Mahyadi Panggabean dan Amirul Mukminin merupakan legenda SFC,” katanya.

    David membocorkan nantinya EPA SFC U20 akan melakoni laga ujicoba melawan tim EPA dari liga utama Indonesia. “Kita sudah koordinasi dengan tim tersebut, mereka mau uji coba dengan kita, intinya tim EPA dari Tim Liga Satu Indonesia,” pungkasnya.

  • 69 Pemain Muda Terpilih, Turnamen EPA SFC U-20 Jadi Ajang Unjuk Bakat

    69 Pemain Muda Terpilih, Turnamen EPA SFC U-20 Jadi Ajang Unjuk Bakat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Sebanyak 60 pemain muda berhasil mencuri perhatian dalam Turnamen EPA SFC U-20 yang digelar di Stadion Kamboja, Palembang. Turnamen yang berfungsi sebagai ajang pencarian bakat ini resmi berakhir pada Sabtu sore, 10 Mei 2025, usai digelarnya babak semifinal dan final.

    Ketua Turnamen EPA SFC U-20, Muhammad David, menyatakan bahwa sore ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian turnamen yang telah berjalan intensif dalam beberapa hari terakhir. “Turnamen EPA SFC U-20 resmi berakhir pada sore nanti,” ujar David saat ditemui di lokasi.

    Namun, David menekankan bahwa hasil pertandingan bukanlah tolok ukur utama dalam turnamen ini. Ia menyebutkan bahwa lebih penting untuk menilai potensi individu dari masing-masing pemain yang bertanding, terlepas dari kemenangan tim.

    “Mau menang atau kalah tidak terlalu penting. Sebab turnamen hanya ajang untuk melihat skill dari individu perorangan. Walaupun kalah, bisa saja ada yang terpilih,” jelasnya.

    Menurut Ketua Umum Askot PSSI Palembang itu, hasil dari turnamen ini akan menjadi dasar pembentukan tim EPA SFC U-20 yang akan bertarung di Liga 2 musim 2025/2026. Sebanyak 69 nama pemain muda telah disiapkan sebagai calon pengisi skuat awal.

    “Kita telah umumkan 69 talent dari turnamen ini. Nantinya, mereka akan diseleksi kembali hingga mengerucut menjadi 30 pemain terbaik,” tambahnya. Para pemain terpilih inilah yang akan dikenal sebagai Elang Andalas Muda.

    Proses seleksi tahap kedua direncanakan akan digelar di Stadion Bumi Sriwijaya ataupun Stadion Jasdam. Dalam tahap ini, 60 pemain akan dibagi menjadi empat tim baru dan kembali dipantau kemampuannya secara individu. Meski begitu, jadwal pelaksanaan seleksi lanjutan belum ditentukan karena para pemain diberi waktu istirahat terlebih dahulu.

    Sementara itu, Tim Seleksi EPA SFC U-20, Amirul Mukminin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi nama-nama pemain terpilih bahkan sebelum pertandingan semifinal dan final digelar. Ia menegaskan, penilaian tidak semata-mata berdasarkan kemenangan tim.

    “Kita bukan melihat tim mana yang menang. Tetapi semua pemain yang masuk ke proses semifinal dan final sudah kita pantau. Jadi nama-nama mereka 69 talent itu sudah kita dapatkan,” ujarnya.

    Sementara itu, dalam turnamen EPA SFC U20 sendiri Typo FC Palembang berhasil menjadi Juara usai mengalahkan Bintang Putra Prabumulih dengan skor 2-1, Sementara itu di perebutan peringkat ketiga dimenangkan oleh Garjita OKU.

  • Sriwijaya FC Gelar Turnamen EPA U-20: Ajang Seleksi Talenta Muda Sepak Bola Sumsel

    Sriwijaya FC Gelar Turnamen EPA U-20: Ajang Seleksi Talenta Muda Sepak Bola Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –Semangat dan antusiasme membara dari puluhan pemain muda mewarnai pembukaan turnamen seleksi Elite Pro Academy (EPA) Sriwijaya FC U-20 yang digelar Jumat (8/5/2025) di Stadion Kamboja, Kota Palembang. Ajang ini menjadi panggung perdana pencarian bakat sepak bola usia muda di Sumatera Selatan untuk bergabung bersama skuad junior Sriwijaya FC.

    Sebanyak 24 tim ikut ambil bagian dalam turnamen ini, memperebutkan kesempatan emas menjadi bagian dari Elang Andalas Muda. Ketua panitia pelaksana yang juga Ketua Askot PSSI Palembang, M. David, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar mencari pemenang, melainkan menjaring pemain-pemain berbakat.

    “Turnamen ini bukan soal siapa yang juara, tapi siapa yang layak masuk tim EPA. Dari hasil pertandingan, kami akan pilih 60 pemain terbaik, disaring lagi jadi 30 dalam seleksi akhir,” ungkap David.

    Seleksi lanjutan rencananya akan digelar di Jasdam atau Jakabaring Sport City, sebagai pusat pemusatan latihan (TC). Para pemain yang lolos akan mendapat pembinaan serta dipusatkan dalam Training Centar (TC) langsung untuk memperkuat EPA Sriwijaya FC U-20 dalam menghadapi kompetisi nantinya.

    Meski cuaca sempat tidak bersahabat, seleksi hari pertama berjalan lancar. Kehadiran Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Dr. Harryo Sugihhartono, S.I.K., M.H., yang turut membuka turnamen menambah semangat para peserta. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap pembinaan sepak bola usia muda di kota ini.

    “Saya bangga bisa hadir. Ini ajang positif bagi generasi muda Palembang. Jadikan ini pionir kebangkitan sepak bola di kota kita. Cari bola, jangan cari kaki,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

    Turnamen ini diawasi langsung oleh tim talent scouting berpengalaman, seperti Amirul Mukminin, Mahyadi Panggabean, dan Ali Ramadhan yang juga disiapkan sebagai calon pelatih kepala EPA Sriwijaya FC U-20.

    Meski belum memiliki sponsor resmi, pihak panitia membuka pintu bagi siapa pun yang ingin mendukung, baik dalam bentuk perlengkapan, dana, maupun fasilitas.

    Kapolrestabes Palembang, bahkan menyatakan siap membantu dengan dukungan peralatan latihan.

    “Kami pernah menjadi bagian dari sepak bola, dan ingin terus mendukung. Apa pun bentuk bantuannya, akan kami upayakan,” ujarnya.

    Selain dukungan dari kepolisian, Pemkot Palembang juga menunjukkan komitmennya dalam membina bakat muda melalui ajang ini. Wali Kota pun telah meninjau langsung stadion dan berjanji akan melakukan perbaikan fasilitas.

    Dengan semangat kebersamaan, turnamen EPA U-20 ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas sepak bola Sumatera Selatan yang siap mengharumkan nama daerah di pentas nasional.

  • Dukung Pembinaan Usia Dini, Askot PSSI Palembang Serahkan 50 Bola ke 14 SSB

    Dukung Pembinaan Usia Dini, Askot PSSI Palembang Serahkan 50 Bola ke 14 SSB

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebagai bentuk komitmen terhadap pembinaan sepak bola usia dini, Askot PSSI Kota Palembang menyalurkan bantuan 50 bola kaki kepada 14 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang telah resmi terafiliasi dengan Askot, pemberian bantuan ini berlangsung di markas Askot PSSI Kota Palembang yakni stadion Kamboja, Selasa (6/5/2025).

    Inisiatif ini lahir dari keprihatinan atas minimnya fasilitas latihan, terutama ketersediaan bola, yang kerap menjadi kendala di banyak SSB. Dengan adanya bantuan ini, Askot berharap anak-anak usia dini dapat berlatih lebih optimal dan semangat dalam mengejar cita-cita menjadi pesepakbola profesional.

    “Banyak SSB yang kekurangan bola untuk latihan, padahal antusiasme dan jumlah pemain usia dini sangat tinggi. Saat ini kami baru bisa membantu dari sisi pengadaan bola, namun ke depannya akan kami tinjau kebutuhan lain yang bisa kami bantu,” kata Rionardo Ayubi Tama, Wakil Komite Pembinaan Usia Dini Askot PSSI Kota Palembang, Mewakili Ketua Askot PSSI Kota Palembang M. David.

    Ia juga mengajak SSB yang belum terafiliasi untuk segera bergabung dengan Askot. Menurutnya, melalui afiliasi, Askot dapat berperan sebagai “bapak angkat” yang akan mendampingi dan mendukung perkembangan SSB, baik dari sisi fasilitas maupun pembinaan.

    “Harapan kami, anak-anak ini bisa terus berlatih dengan sungguh-sungguh, berkembang menjadi pemain profesional, dan pada akhirnya bisa membela tim nasional Indonesia,” tambahnya.

    Program bantuan ini menjadi langkah awal Askot dalam memperkuat fondasi sepak bola usia dini di Kota Palembang dan diharapkan dapat berlanjut secara berkelanjutan.

    Sementara itu, Andien salah satu siswa SSB yang menerima secara simbolis bantuan tersebut menyatakan kesenangannya. Ia bersyukur jika Askot PSSI Kota Palembang mau memperhatikan SSB yang ada terutama dirinya yang berita – cita sebagai pesepakbola putri Profesional.

    “Senang karena bisa membantu latihan kedepanya, Semoga perhatian ini terus dilakukan Askot,” ujarnya.

  • Stadion Kamboja Siap Direvitalisasi! Kolaborasi Pemkot dan Askot PSSI Palembang Bangkitkan Sepak Bola

    Stadion Kamboja Siap Direvitalisasi! Kolaborasi Pemkot dan Askot PSSI Palembang Bangkitkan Sepak Bola

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan sepak bola kota dengan meninjau langsung kondisi Stadion Kamboja, Selasa (30/4). Stadion legendaris yang berada di lokasi strategis itu direncanakan menjadi home base Askot PSSI Kota Palembang.

    “Stadion ini sudah lama berdiri dan letaknya sangat strategis. Di bawah kepengurusan baru Askot PSSI Kota, kami ingin menjadikan Stadion Kamboja sebagai markas utama. Karena itu, saya punya niat untuk merevitalisasinya, hal ini juga sebagai support penuh saya kepada Askot PSSI Kota Palembang” ujar Ratu Dewa saat kunjungan lapangan.

    Langkah konkret pun mulai dijalankan. Saat ini, beberapa pengembang telah mengajukan konsep revitalisasi stadion. Pemerintah Kota Palembang menggelar pemaparan dari pihak pengembang, melibatkan Ketua Askot PSSI dan pimpinan OPD terkait untuk menilai konsep terbaik.

    “Sudah ada pengembang yang mengajukan konsep. Kami undang mereka memaparkan ide mereka, dan kami hadir bersama Ketua Askot PSSI serta kepala OPD terkait untuk mendengar langsung dan menilai mana yang paling layak,” tambahnya.

    Ratu Dewa juga menyampaikan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota sangat dinantikan agar rencana revitalisasi ini bisa segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi olahraga di Palembang.

    Langkah ini diharapkan menjadi awal kebangkitan sepak bola Palembang, sekaligus menjadikan Stadion Kamboja sebagai ikon baru persepakbolaan kota.

    Harapan besar datang dari Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang terkait revitalisasi Lapangan Kamboja. Ketua Askot PSSI Kota Palembang, M. David, menyatakan bahwa Lapangan Kamboja berpotensi menjadi home base resmi bagi PSSI dan Sekolah Sepak Bola (SSB) di kota empek-empek tersebut.

    “Lapangan Kamboja bisa menjadi wadah bagi anak-anak Palembang untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat mereka di dunia sepak bola. Sudah saatnya kita punya pusat pembinaan yang representatif,” ujar M. David.

    Tak hanya Kamboja, revitalisasi juga direncanakan untuk Lapangan Hatta, yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Palembang. Fokus utama perbaikan adalah pada kualitas rumput agar lapangan layak digunakan untuk latihan maupun pertandingan.

    “Kita utamakan pembenahan rumput dulu agar lapangan bisa digunakan secara optimal. Kami juga menunggu paparan dari pihak investor mengenai jenis rumput yang paling cocok. Sementara untuk tribun, perbaikannya bisa dilakukan secara bertahap,” tambahnya.

    Revitalisasi ini diharapkan mampu mendorong perkembangan sepak bola usia dini di Palembang dan menciptakan regenerasi pemain yang berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.