Category: Pagar Alam

  • Kluster Hajatan dan Varian Delta, Diprediksi Penularan Covid-19 di Kota Pagar Alam Melonjak

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Kapolres Kota Pagar Alam AKBP Dolly Gumara SIk mengatensikan agar personelnya melaksanakan pengamanan dalam sejumlah kegiatan sosial di masyarakat yang rentan memicu terjadinya kerumunan serta mengabaikan protokol kesehatan.

    Hal ini ditegaskan Kapolres, saat memberikan pengarahan kepada petugas yang melakukan pengamanan terhadap sejumlah rumah ibadah, Pasalnya berdasarkan data yang diterima Polres Pagar Alam pada Kamis (1/7/21) kemarin tercatat penambahan kasua yang cukup signifikan bahkan ada yang meninggal dunia.

    “Berdasarkan hasil kordinasi dngam Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam ada penambahan sebanyak 16 orang yang terpapar covid-19 dan 1 dinyatakan meninggal dunia,” ucap Kapolres melalui siaran pers Humas Polres Kota Pagar Alam, Jum’at (2/7/21).

    Ia mengatakan, Hasil pemeriksaan RT.PCR Metode Real Time N.Cov 2019 di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten  Lahat tanggal 30 Juni 2021, dari penambahan tersebut terkonfirmasi Kecamatan Pagar Alam  Selatan menyumbangkan 10 Kasus. Kemudian sisanya dari tiga kecamatan Pagaralam Utara, Dempo Tengah, dan Dempo Tengah masing-masing 2 Kasus.

    “Diprediksi lonjakan ini terjadi dari Kluster Hajatan/Sedekahan ditambah lagi diprediksikan Varian Delta virus Covid 19 sudah memasuki Kota Pagar Alam yang memiliki sifat penularannya cepat/mudah dari virus covid biasa,” terangnya.

    Apalagi, kata dia, saat ini masih ada yang beranggapan bahwa pandemi covid-19 hanyalah isapan jempol belaka, sementara penerapan prokes pun sudah mulai melemah dan berkuraang.

    “Walaupun sudah 221 orang yang dinyatakan sembuh, namun perlu diketahui bahwa angka sebaran covid-19 di Kota Pagar Alam sudah mencapai 264 oramg dan 13 orang meninggal dunia,” ucapnya.

    Untuk itulah, agar Kota Pagar Alam tidak masuk sebagai zona merah, Polres Kota Pagar Alam bersama pemerintah memasifkan vaksinasi massal di sejumlah Fasilatas Pelayana Kesehatan (Fasyankes) untuk membentuk Herd Comunity.

    “Ke depan direncanakan adanya penambahan vaksin dengan  lokasi vaksinasi di pusat keramaian masyarakat seperti Alun-Alub, Pelataran Pasar Dempo Permai dan pelataran pemukiman penduduk yang padat,” pungkas Kapolres. (Dey)

  • Bermula dari Rapid Antigen, Juni 2021 Rekor Terbanyak Covid-19 di Pagar Alam

    Bermula dari Rapid Antigen, Juni 2021 Rekor Terbanyak Covid-19 di Pagar Alam

    Suarapublik.id, PAGARALAM – Sepanjang pandemi Covid-19 di Kota Pagar Alam, Satuan Tugas (Satgas) penanganan covid-19 Kota Pagar Alam mencatat, selama Bulan Juni 2021 adalah angka terbanyak penambahan atau jumlah masyarakat Kota Pagar Alam yang terpapar dan positf Covid-19.

    Diungkapkan Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pagar Alam Syamsul Bahri Burlian, bahwa sejak tanggal 1-31 Juni 2021 ada sebanyak 35 orang warga Pagar Alam dinyatakan positif.

    “Dan rata-rata mereka ini merupakan kasus baru dan ada pula yang hasil tracking dari kasus yang pernah ada,” ucap Syamsul.

    Syamsul mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang melakukan rapid antigen secara mandiri di klinik, karena memiliki gejala lalu dilanjutkan dengan swab dan diketahui hasilnya positif covid-19.

    Dengan penambahan yang cukup signifikan ini, Syamsul berkata, beberapa kebijakan seperti kegiatan sosial di masyarakat akan kembali dievaluasi. Mengingat kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan sudah semakin lemah.

    “Sementara untuk pemberlakuan Pemebelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022, masih menunggu surat edaran Gubernur Sumatera Selatan,” tukasnya.

    Ia menyebutkan, adapun data terkini covid-19 di Kota Pagar Alam sudah mencapai 264 orang. Dengan rincian 221 orang sembuh,13 orang meninggal dunia, dan 30 orang lagi masih dalam proses pemantauan yakni, isolasi mandiri di Pagar alam 27 orang, isolasi di RS Besemah 2 Orang, Isolasi di RS M. Husein Palembang 1 Orang, Isolasi di ODP Center 0, dengan status orange.

    “Kita selalu menekankan agar masyarakat jangan abai terhadap Prokes. Karena meskipun capaian vaksin sudah banyak menyasar masyarakat namun wabah covid-19 masih belum berakhir,” pungkasnya. (Dey)

  • BKN Award 2021, Pagar Alam Terima Penghargaan untuk Pertama Kali

    BKN Award 2021, Pagar Alam Terima Penghargaan untuk Pertama Kali

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Untuk pertama kalinya Pemerintah Kota Pagar Alam meraih penghargaan sebagai terbaik kedua (II). Dalam kategori III Penilaian Kompetensi tingkat Kabupaten/Kota secara Nasional. Pada ajang Badan Kepagawaian Negara (BKN) tahun 2021.

    Dikatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pagar Alam Marendra Oka Wijaya, pengumuman tersebut dilakukan secara virtual saat Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian Negara yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin, Kamis (1/7/21).

    BKN Award sendiri merupakan penghargaan tahunan yang diberikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada instansi pengelola kepegawaian terbaik. Terbagi dalam lima kategori yaitu perencanaan kebutuhan, pelayanan pengadaan, kepangkatan dan pensiun, penilaian kompetensi, implementasi SAPK dan pemanfaatan CAT, implementasi penilaian kerja, dan komitmen pengawasan dan pengendalian.

    “Dan Alhamdulillah kita (Pagar Alam) mendapat penghargaan dari beberapa kategori yang masuk dalam penilaian. Artinya juga Pagar Alam sudah mampu bersaing dengan Kabupaten/Kota secara nasional,” terang Oka.

    Dirinya tak menampik, jika ini baru pertama kalinya Pagar Alam menerima penghargaan dalam ajang tersebut. Namun, kata dia, penghargaan ini bukanlah tujuan utama. Karena yang menjadi harapan adalah bagaimana semua Aparatur Sipil Negeri (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota  Pagar Allam juga mampu bersaing dengan ASN lainnya.

    “Apalagi saat ini semua sudah era digitalisasi, dan tentunya Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK) harus dikembangkan lagi agar bermanfaat bagi masyarakat Kota Pagar Alam,” tukasnya. (Dey)

  • Capaian Vaksinasi Kelompok Lansia di Pagar Alam Masih Rendah 

    Capaian Vaksinasi Kelompok Lansia di Pagar Alam Masih Rendah 

    SUARAPUBLIK, PAGARALAM – Capaian target vaksinasi bagi penerima vaksin khusus sasaran kelompok lanjut usia atau lansia, masih jauh dari target atau dinilai masih rendah. Ini artinya ketersediaan  dosis vaksin lebih tinggi dibanding minat warga lansia divaksinasi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam Desi Elviani.

    Dikatakannya, berdasarkan laporan pelaksanaan vaksinasi Covid 19 Kota Pagaralam, sampai dengan 24 Juni 2021 lalu, lansia dengan sasaran sebanyak 14.508 orang dengan cakupan vaksinasi dosis 1 baru mencapai 1.925 orang. Atau terealisasi sebanyak 13,27 persen. Kemudian pada vaksin dosis kedua terealisasi sebanyak 942 orang atau hanya tercapai 6,49 persen dari target.

    “Rendahnya capaian vaksinasi kelompok lansia, tentunya dipengaruhi banyak faktor. Di lapangan ada sebagian masih kurang percaya akibat informasi hoax yang beredar di kalangan masyarakat, ada juga tidak lolos screening kesehatan maupun kendala lainnya,” terangnya Kamis (1/7/21).

    Sambungnya, untuk itu Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi lansia dengan berbagai strategi. Dengan memberikan keyakinan bahwasannya dengan divaksin akan meningkatkan kekebalan imun tubuh.

    “Kami akan terus mensosialisasikan vaksinasi halal dan aman. Caranya dengan meyakinkan kelompok lansia untuk terus digerakkan agar mau dilakukan vaksinasi termasuk dengan meminta bantuan pihak keluarga mereka yang sudah divaksin agar dapat memberikan keyakinan dan pemahaman pentingnya vaksinasi,” jelasnya.

    Lanjutnya, kerjasama semua pihak sangat diharapkan, untuk mendukung upaya percepatan pelaksanaan vaksinasi di Kota Pagaralam, sehingga target tercapai maksimal.

    “Diharapkan melalui gerakan satu juta vaksinasi yang kita laksanakan bersama Polres Pagar Alam. Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara tahun 2021, dapat mencapai target realisasi vaksinasi yang ditetapkan di Kota Pagar Alam,” pungkasnya. (San)

  • Sempat Tertunda, Kini Pelayanan Adminduk Mulai Normal

    Sempat Tertunda, Kini Pelayanan Adminduk Mulai Normal

    Suarapublik.id-Pagaralam,

     

    Pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, Akte Kelahiran dan semacamnya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pagar Alam sudah kembali normal. Sebelumnya, sempat terkendala akibat tidak adanya pejabat berwenang yang melakukan tanda tangan.

     

     

    Hal ini dikatakan Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Pagar Alam Surono yang mengatakan bahwa seluruh berkas adminduk yang mengalami tunda penerbitan kini sudah 98 persen terselesaikan.

     

     

    “Sekarang kan sudah ada Plt Kepala Dinas, dan tanda tangan elektroniknya pun sudah terdaftar di Kemendagri, jadi semua pelayanan sudah kembali normal bahkan yang tunda penerbitan juga sudah didistribusikan,” jelasnya Kepada intems.news (29/5/21).

     

     

    Ia tak menampik, apa yang dialami Disdukcapil sempat membuat masyarakat Kota Pagar Alam yang mengurus Adminduk terpaksa harus menunggu, hal ini dikarenakan Plt Kepala Dinas sebelumnya memasuki masa purna tugas atau Pensiun.

     

     

    Surono mengatakan, bahwa saat ini pelayanan sudah kembali berjalan dengan normal, dengan rata-rata 10-15 orang datang ke Disdukcapil untuk melakulan pelayanan Adminduk.

     

     

    “Dan kebanyakan juga saat ini didominasi layanan Kartu Keluarga (KK),sedangkan untuk pelayanan KTP-El kebanyakan melakukan pergantian akibat rusak,perubahan status dan semacamnya,”ujarnya.

     

     

    Sementara stock blanko KTP-El sendiri, Dikatakan Surono hingga saat ini masih cukup banyak, dan di predeksi masih mampu mengcover layanan KTP bagi masyarakat Kota Pagar Alam.

     

     

    “Tercatat saat ini masih ada sekitar 5000 keping lagi Blanko KTP yang ada di Disdukcapil,”pungkasnya.(Del)

  • Longsor, Kawasan Hutan Lindung di Pagaralam Alami Kerusakan

    Longsor, Kawasan Hutan Lindung di Pagaralam Alami Kerusakan

    Suarapublik.id, PAGARALAM,

     

     

    Hutan Lindung yang berada di Keluarahan Jokoh, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, tertutup dan mengalami keruasakan akibat dari longsor yang juga mengakibatkan kerusakan juga di alami hutan lindung yang ada disekitar.

     

    Selain itu, Longsor juva memutup kkses jalan menuju kawasan irigasi Lematang.

     

    Kepala Kesatuan Pengawasan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo,Heri Mulyano mengatakan,  awalnya tim dari KPH akan melakukan pengecekan kondisi hutan di sekitar Irigasi Lematang yang rencana akan akan ditanami kembali untuk program penghijauan, namun sebelum mencapai lokasi jalan tertutup longsor.

     

     

    “Ada dua titik longsor menutupi badan jalan  menuju Bendungan Lematang sehingga tidak bisa dilalui kendaraan, dan longsor juga masih merupakan  lahan hutan lindung,”tutur Heri.

     

     

    Tambah dia, memang ada beberapa hektar hutan di kawasan Bendungan ini perlu dilakukan penaman kembali untuk mengurangi kerusakan hutan dan daerah resapan air sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

     

     

     

    “Kami selain rutin memantau perkembangan hutan lindung dan juga menjadi pendamping program Hutan kemasyarakatan (HKM) agar tidak disalahgunakan gunakan,”ungkapnya.

     

     

    Pertumbuhan, lanjut Heri, daerah juga memacu perluasan areal pertanian dan pemukiman sehingga tidak sedikit merambah hutan lindung.

     

     

    “Pagar Alam merupakan  daerah hulu atau merupakan bagian dari paru-paru dunia sehingga hutan harus dijaga, kalau tidak bisa menbulkan bencana alam berupa banjir,”katanya.

     

     

    “Daerah yang menjadi prioritas meliputi Kelurahan Jokoh, Rimba Candi, Keri jing dan sekitar Gunung Dempo. Kemudian ada sekitar 40 hektaran lahan yang kami temukan sudah beralih fungsi menjadi kebon kopi di kawasan hutan lindung Rimba Candi dan ini menjadi perhatian serius dari KPH,”tukas Heri. (Delta)