Category: pendidikan

  • Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas

    Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, meresmikan launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur.

     

    Peristiwa tersebut mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya dunia pendidikan dengan diluncurkannya Universitas Muhammadiyah OKU Timur.

     

    Kegiatan launching digelar di Aula Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Desa Harjowinangun, Kecamatan Belitang, pada Kamis (22/10/2026).

     

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas transformasi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah OKU Timur menjadi Universitas.

     

    Menurutnya, perubahan bentuk kelembagaan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten OKU Timur dan sekitarnya.

     

    “Dengan transformasi ini, kami berharap Universitas Muhammadiyah OKU Timur dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikannya sebagai bagian dari upaya membangun generasi Indonesia yang unggul dan berkualitas,” ujar Abdul Mu’ti.

     

    Ia berharap Universitas Muhammadiyah OKU Timur mengembangkan program studi yang bersinergi dengan kebijakan pemerintah, serta terintegrasi dengan potensi alam, dan sosial yang dimiliki Kabupaten OKU Timur. Sehingga Universitas Muhammadiyah OKU Timur menjadi pusat akademik, yang berperan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

     

    “Saya yakin dari kampus ini akan lahir kader-kader bangsa yang hebat dan siap memimpin Indonesia di masa depan,” tegasnya.

     

    Selain itu, Menteri Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan STKIP hingga bertransformasi menjadi universitas, termasuk peran strategis LLDIKTI dalam pembinaan perguruan tinggi.

     

    Ia menegaskan bahwa pendidikan abad ke-21 harus menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi, nalar kritis, dan analitis, yang menjadi keterampilan utama yang dibutuhkan di masa depan.

     

    Sementara itu, Bupati OKU Timur, Lanosin, menyampaikan bahwa kehadiran Universitas Muhammadiyah OKU Timur merupakan kebanggaan sekaligus investasi jangka panjang bagi daerah. Menurutnya, keberadaan universitas akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

     

    “Ketika sebuah universitas berdiri dan berkembang, insyaallah Indeks Pembangunan Manusia akan meningkat. Dampaknya juga akan dirasakan langsung pada pergerakan perekonomian masyarakat. Ini adalah kebanggaan besar bagi Kabupaten OKU Timur,” ungkap Bupati.

     

    Lanosin menegaskan, komitmen Pemerintah Kabupaten OKU Timur untuk terus mendukung pengembangan pendidikan tinggi sebagai pilar utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.

     

    Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Didi Franzhardi, menjelaskan bahwa kampus ini mulai beroperasi sejak tahun 2019 sebagai STKIP dengan tiga program studi, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, dan Seni Pertunjukan. Seiring dengan perkembangan institusi dan peningkatan kualitas akademik, pada Agustus 2024 STKIP resmi bertransformasi menjadi universitas.

     

    “Saat ini Universitas Muhammadiyah OKU Timur memiliki dua fakultas dengan tujuh program studi, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan dan Hukum dengan empat program studi, serta Fakultas Ilmu Komputer dengan tiga program studi,” jelasnya.

     

    Rektor menambahkan, meskipun berada di wilayah pedesaan, atmosfer akademik di Universitas Muhammadiyah OKU Timur sangat aktif dan dinamis berkat dukungan seluruh pihak. Saat ini, jumlah mahasiswa mencapai sekitar 1.500 orang, dan pihak universitas menargetkan pendirian program pascasarjana pada tahun 2027.

     

    Dengan resmi diluncurkannya Universitas Muhammadiyah OKU Timur, masyarakat kini memiliki akses yang lebih dekat terhadap pendidikan tinggi berkualitas. Kehadiran universitas ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing daerah, serta melahirkan generasi unggul yang mampu membawa OKU Timur dan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan bermartabat.

  • Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan

    Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan

    PALEMBANG, SUARAPUBLIK. Id-  Di tengah gempuran budaya konsumerisme dan tren flexing di media sosial, muncul sebuah fenomena baru yang disebut dengan Loud Budgeting. Tren ini pertama kali viral melalui platform TikTok dan dengan cepat menjadi referensi finansial baru bagi Generasi Z dan Milenial. Berbeda dengan metode penghematan tradisional yang sering kali terkesan “pelit” atau dilakukan secara sembunyi-sembunyi, loud budgeting justru dilakukan secara vokal dan penuh kebanggaan.

    Secara sederhana, loud budgeting adalah tindakan menyatakan secara terbuka bahwa dalam memprioritaskan tujuan keuangan yang lebih penting agar nantinya memiliki anggaran untuk pengeluaran tertentu. Hal ini adalah bentuk perlawanan terhadap tekanan sosial atau Fear of Missing Out (FOMO). Seperti halnya yang dilakukan seorang Karyawan BUMN, Aji (28), yang dengan tegas menyuarakan keinginannya untuk menabung demi memiliki rumah impiannya.

    “Kalau dulu sering kali malu atau gak enak saat menolak ajakan nongkrong mahal dengan alasan “gak ada uang”, karena loud budgeting aku justru justru lebih berani menyatakan dengan tegas penolakanku atas ajakan teman-teman untuk berhemat, seperti “Aku gak bisa ikut nongkrong ke kafe malam minggu ini, karena sedang fokus nabung emas untuk DP rumah”. Hasilnya dari satu bulan ini aku berhasil berhemat dan menabung emas lebih dari satu gram. Sejujurnya ini lebih melegakan, dan karena kita tidak ragu untuk menyatakan, akhirnya orang-orang juga jadi ikut ter-influence untuk berhemat ala loud budgeting,” ungkap Aji.

    Kini loud budgeting dianggap sebagai langkah revolusioner dalam pengelolaan keuangan pribadi, karena secara tidak langsung menggerus stigma sosial, karena dengan bersikap terbuka akan menormalisasi kondisi keuangan yang terbatas demi rencana jangka panjang.

    Tren ini juga dapat mengendalikan impulsivitas, karena pengikut tren tersebut akan cenderung fokus pada prioritas (value-based spending). Bukan berarti tidak boleh berbelanja, namun memangkas biaya pada hal-hal yang tidak memberikan nilai jangka panjang, seperti membeli kopi mahal setiap hari, atau membeli baju sekali pakai, kemudian biaya tersebut dapat dialihkan ke aset yang lebih produktif, seperti emas, saham, dan instrumen investasi lainnya.

    Menanggapi tren tersebut, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Sumbagsel, Novryandi menyampaikan dukungannya terhadap loud budgeting. Novryandi juga mengungkapkan bagaimana menabung emas menjadi sangat cocok bagi generasi muda yang menerapkan loud budgeting.

    “Sederhananya loud budgeting adalah pola shifting dari habit konsumtif menjadi lebih produktif. Misalnya setiap hari beli kopi seharga 20 ribu, jadi menabung senilai 20 ribu. Apalagi saat ini generasi muda semakin melek finansial dan semakin aware terhadap berbagai jenis instrumen investasi, seperti emas yang merupakan investasi safe haven. Ini terlihat dari lonjakan nasabah year on year di Pegadaian per Desember 2025 lalu, dimana Millennial tumbuh sebesar 49%, sementara Gen Z meningkat hingga 116%.

    Saat ini masyarakat ingin sesuatu yang mudah dan fleksibel. Melalui Aplikasi Tring! by Pegadaian, masyarakat dapat menabung mulai dari Rp 10 ribu rupiah saja, dimana saja, dan kapan saja,” ungkap Novryandi (12/01).

    Bagi nasabah Tabungan Emas Pegadaian, loud budgeting tentu menjadi “kendaraan nyaman” untuk mempercepat pertumbuhan aset. Hadirnya Tring! by Pegadaian sebagai platform finansial semakin memudahkan masyarakat bertransaksi dalam genggaman. Dengan konsisten menerapkan loud budgeting, masyarakat tidak hanya dapat sekedar menghemat pengeluaran, namun juga membangun pondasi keuangan yang kokoh.

  • Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik

    Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi di Pulau Sumatera yang mencatat capaian penting.

    Kampus dengan almamater hijau yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang itu, terpilih sebagai salah satu nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik Kategori Kampus dari kanal Hukum Online dalam Legal Clinic Awards 2025.

    Penghargaan ini menjadi pengakuan langsung atas kontribusi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dalam layanan Klinik Hukum yang membantu menjawab berbagai persoalan hukum masyarakat secara daring.

    Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang yang diwakili oleh Wakil Dekan I Yudistira SH M Hum menerima langsung sertifikat penghargaan tersebut dari Direktur Utama Hukum Online, Arkka Dhiratara.

    Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Yudistira SH M Hum menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi pemicu bagi fakultas untuk terus menjaga kualitas dan memperluas jangkauan kontribusi.

    Menurutnya, layanan Klinik Hukum tidak hanya menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang pembelajaran nyata bagi dosen dan mahasiswa untuk tetap relevan dengan dinamika persoalan hukum.

    “Kami melihat platform ini sebagai sarana penting untuk mendekatkan ilmu hukum kepada masyarakat. Penghargaan ini menunjukkan bahwa upaya kami diapresiasi, dan tentu ini akan kami lanjutkan dengan standar yang lebih baik lagi,” jelasnya, Senin 1 Desember 2025.

    Kolaborasi dengan Hukum Online juga membuka jaringan yang lebih luas bagi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dalam memperkuat reputasi akademik dan profesional. Sebagai salah satu portal hukum terbesar di Indonesia, Hukum Online menjadi ruang strategis bagi civitas akademika untuk hadir dalam diskursus hukum secara nasional.

    Dengan capaian ini, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang mempertegas posisinya sebagai salah satu fakultas hukum yang aktif, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Fakultas menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama, meningkatkan kualitas layanan hukum, dan mengembangkan program yang relevan dengan tantangan zaman.

    Sementara dalam rilis yang diterima media ini Arkka Dhiratara menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dan perguruan tinggi yang lain dalam mendukung layanan literasi hukum masyarakat.

    Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi, khususnya fakultas hukum, menjadi elemen vital dalam memperkuat akses publik terhadap informasi hukum yang kredibel.

    “Kami mengucapkan selamat dan terima kasih atas kerja sama yang solid antara Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dan Hukum Online, terutama melalui Klinik Hukum yang selama ini aktif membantu menjawab pertanyaan masyarakat. Kami berharap kemitraan ini terus berkembang ke level yang lebih kuat ke depan,” ujarnya.

    Penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi juga bukti bahwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki posisi strategis dalam menguatkan literasi hukum masyarakat.

    Lewat Klinik Hukum Online, dosen dan praktisi rutin memberikan jawaban, penjelasan, dan edukasi terhadap berbagai isu hukum yang diajukan publik. Mulai dari persoalan perdata, pidana, administrasi negara, hingga isu-isu hukum kontemporer lainnya. (ANA)

  • Ratu Dewa Pastikan Sekolah Rusak Diperbaiki Tahun Depan

    Ratu Dewa Pastikan Sekolah Rusak Diperbaiki Tahun Depan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Beberapa sekolah rusak di Kota Palembang yang dinilai kurang layak untuk aktivitas belajar mengajar di sidak langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Senin 1 Desember 2025.

    Dalam kunjungannya di jelang penutupan tahun 2025 ini, beberapa sekolah dasar di antaranya SD Negeri 24 Palembang di Jalan Anwar Arsyad Siring Agung Kecamatan Ilir Barat I dan SD Negeri 99 Palembang di Jalan

    Pertahanan No 14 RT 45 RW 16 Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II mendapat prioritas perbaikan yang akan dimulai pada tahun depan.

    Di kesempatan itu, Ratu Dewa melihat secara dekat kondisi bangunan yang dinilainya sudah tidak layak. Dikatakan Ratu Dewa bahwa Pemerintah Kota Palembang akan segera melakukan perbaikan bangunan sekolah mulai dari plafon yang rusak hingga sejumlah fasilitas lain yang memerlukan perhatian serius.

    “Segera kita lakukan perbaiki ini program prioritas tahun depan, agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Anak-anak dan para guru harus mendapat fasilitas yang layak,” ujarnya.

    Selain kondisi bangunan, di kesempatan itu Ratu Dewa turut memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

    Ia mengimbau kepala sekolah serta para guru untuk lebih disiplin menjaga kebersihan, mulai dari tanaman, area halaman, pengelolaan sampah, hingga saluran air atau drainase. Salah satu sorotan utamanya adalah kondisi toilet sekolah yang masih ditemukan dalam keadaan kotor dan berbau tidak sedap.

    “Sekolah itu bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat membentuk karakter. Kebersihan adalah hal mendasar. Toilet yang bersih itu wajib,” ujarnya.

    Dewa juga menyampaikan kekhawatirannya atas meningkatnya laporan wali murid mengenai anak-anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).

    Menurutnya, kebersihan yang kurang terjaga menjadi pemicu berkembangnya nyamuk, terutama di lingkungan sekolah.

    Dirinya meminta seluruh sekolah meningkatkan upaya pencegahan dengan memastikan area sekolah bebas dari genangan air serta rutin melakukan kegiatan bersih-bersih.

    “Kita banyak menerima laporan anak terkena DBD. Lingkungan sekolah harus jadi yang paling bersih, karena itu tempat anak-anak beraktivitas setiap hari,” ungkapnya.

    Dengan adanya rencana perbaikan infrastruktur dan penegasan terhadap disiplin kebersihan lingkungan, Ratu Dewa berharap sekolah-sekolah di Palembang dapat menjadi tempat yang lebih aman, sehat, dan layak bagi seluruh siswa maupun tenaga pendidik.

    Ditegaskannya lagi Pemerintah Kota Palembang menargetkan seluruh perbaikan dapat dimulai bertahap pada awal tahun mendatang. (ANA)

  • Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda

    Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), menjajaki diskusi dengan salah satu fakultas hukum terkemuka yang menduduki peringkat top 21 dunia secara global, Kamis 27 November 2025.

    Pertemuan diskusi melalui daring bertajuk “Leiden Law School and Its Library Belanda – Coffee Session” secara hybrid yang diselenggarakan ini, bertujuan untuk melanjutkan upaya UNSRI agar lebih dikenal lagi di kancah internasional.

    Sesi diskusi interaktif ini dimoderatori oleh Najmah dari Subdirektorat Internasionalisasi, Direktorat Kerjasama Internasionalisasi yang juga merupakan alumni UNSRI

    yang saat ini sedang menjalani program Research Fellow di Leiden University.

    Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Internasionalisasi, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Unsri, Dr Zulhidayat SH MH.

    Kegiatan dilanjutkan penjelasan terkait perpustakaan Leiden Law oleh Law Library Ambassador dan Representative Overseas Law dari Leiden University, Bryan Beemer.

    Bryan Beemer memberikan tinjauan menyeluruh mengenai Leiden Law Library yang diklaim sebagai salah satu pusat studi hukum terkemuka di Eropa.

    Menurut Bryan Beemer, Leiden University memiliki akses ke jutaan buku dan sumber koleksi digital, dengan 25.000 sumber didedikasikan untuk subjek Hukum dan Sejarah Indonesia. Akses penuh ke koleksi ini terbatas hanya untuk staf, mahasiswa, atau peneliti tamu resmi yang terdaftar di Leiden University.

    Kepala Unit Kerja Sama Internasionalisasi dan Alumni FH UNSRI, Almira Novia Zulaikha SH MH membuka peluang diskusi untuk kesempatan kolaberasi kelas internasional antara Fakultas Hukum Unsri dan Fakultas Hukum Leiden University dan joint research dan kegiatan guest lecture dan visiting professor ke depan untuk mendukung program World Class University Sriwijaya University.

    Dalam sesi diskusi perwakilan dari Perpustakaan UNSRI, Elfi Moralita dan Kaprodi Sejarah Dr Hudaibiah dari FKIP UNSRI juga terlihat sangat aktif menyampaikan pertanyaan. Mereka berdua secara khusus mengungkapkan kekaguman dan rasa tidak percaya atas kesempatan berharga ini.

    “Kami tidak kebayang berbicara dengan seseorang dari perpustakaan Leiden University, perpustakaan paling terkenal dengan koleksi Indonesianya,” kata dia.

    Bryan Beemer menggarisbawahi bahwa prosedur kerja sama memerlukan proses komunikasi lanjutan dan koordinasi yang lebih detail dengan tim di Universiteit Leiden, termasuk Van Vollenhoven Institute (VVI) dan Anette van Sandwijk dari Head Office for International Education, dengan filosofi bahwa kolaborasi dimulai dari langkah-langkah kecil (small steps).

    Sesi diskusi ditutup dengan pernyataan optimistis dari perwakilan Unsri yakni Abu Kosim dari Subdirektorat Internasionalisasi Unsri dan Dr Zulhidayat SH MH yang menyampaikan bahwa kesempatan berharga ini merupakan jembatan yang luar biasa untuk merealisasikan kegiatan selanjutnya antara kedua institusi dan ‘lets make dream come happen’.

    Pihak Unsri juga menyampaikan harapan kuat agar rencana kunjungan Bryan Beemer ke Indonesia pada September tahun 2026 dapat mencakup kunjungan ke Fakultas Hukum UNSRI dan Perpustakaan Unsri untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan perpustakaan hukum di Leiden Law Library dan fakultas lainnya serta bertemu dengan Rektor Unsri dan jajaran pimpinan.

    Sesi ditutup dengan semangat untuk segera menindaklanjuti komunikasi formal guna mewujudkan kemitraan strategis ini. (ANA)

  • Mahasiswa Hukum Harus Jadi Pemimpin Tangguh, Siap Hadapi Tantangan Zaman

    Mahasiswa Hukum Harus Jadi Pemimpin Tangguh, Siap Hadapi Tantangan Zaman

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dengan mengusung tema membentuk pemimpin muda yang berkarakter, tangguh dalam menghadapi tantangan zaman BEM Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang sukses menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM), Kamis 27 November 2025.

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Sumsel ini dimoderatori langsung oleh perempuan tangguh, dosen sekaligus pemerhati hukum Dr Connie Pania Putri SH MH dan mendatangkan seorang narasumber berkompeten yakni anggota DPD RI dr Ratu Tenny Leriva MM untuk berbagi ilmu dan sharing pengalaman tentang kepemimpinan.

    “Kegiatan LDKM ini merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi pemimpin yang berkarakter, berintegritas, dan berwawasan luas. Di era yang penuh tantangan, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memiliki keterampilan kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta nilai-nilai spiritual yang kokoh dalam setiap langkah menentukan keputusan,” ujar Dekan Fakultas Hukum UM Palembang, Abdul Hamid Usman SH M Hum, saat membuka kegiatan.

    Abdul Hamid didepan ratusan mahasiswa hukum dari berbagai tingkatan semester yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa LDKM merupakan agenda yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan berbagai soft skill kepemimpinan yang disiplin dan bertanggungjawab.

    “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena dari pelatihan kepemimpinan semacam ini mahasiswa bisa memperoleh kemampuan dasar kepemimpinan, mulai dari bagaimana cara berorganisasi serta membentuk diri untuk menjadi pemimpin muda yang tangguh siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

    “Harapannya, kegiatan ini bisa melahirkan kader yang mampu membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Palembang dan menciptakan sosok pemimpin muda yang tangguh dengan peran strategis di tengah tantangan zaman sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

    Kehadiran dr Ratu Tenny Leriva sebagai pemateri, kata Abdul Hamid dapat menjadi inspirasi nyata bagi para mahasiswa bahwa pengalaman dan kesuksesan memimpin di usia muda bukan suatu kemustahilan, ini bisa menjadi modal untuk dijadikan contoh.

    Sementara itu, Ratu Tenny Leriva saat memberikan materi pengalamannya mengatakan untuk membentuk jiwa kepemimpinan hal yang utama harus ditanamkan yakni kedisiplinan dan tanggung jawab.

    “Selain itu harus sinergi dengan berbagai pihak, kepemimpinan yang baik tidak cukup hanya sekedar adil tetapi juga harus memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab. Kegiatan ini menegaskan peran mahasiswa bukan hanya sekadar akademik, tetapi juga merupakan agen perubahan,” katanya.

    “Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman di era serba maju seperti sekarang ini. Kitalah nanti yang menjadi harapan dimasa depan,” tambahnya.

    Menurutnya, secara keseluruhan kegiatan LDKM ini bukan hanya pelatihan, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter, adaptif, visioner, dan tangguh tidak gampang menyerah siap menghadapi segala tantangan.

    “Di kesempatan ini saya lebih ingin mendorong kita untuk sama-sama belajar, bekerja, terus mengejar mimpi sehingga bisa menjadi manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

    Egi Mahendra, salah satu mahasiswa hukum menerangkan, dalam rangka persiapan LDKM BEM dan DPM Fakultas Hukum Universitas Muhamadiyah Palembang sebelumnya pihaknya telah terlebih dahulu melaksanakan audiensi dengan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih SH MH.

    “Pertemuan itu menjadi momentum penting bagi kami untuk berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan lembaga negara,” ujarnya.

    “Melalui audiensi ini, kami mendapatkan banyak arahan dan motivasi dalam membangun semangat kepemimpinan, serta memahami lebih dalam peran mahasiswa hukum dalam mewujudkan bangsa yang berkeadilan,” tambahnya.

    Dirinya sangat berterimakasih kepada Wakil Bupati Kabupaten Lahat atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan.

    “Semoga silaturahmi dan sinergi ini terus terjaga demi kemajuan generasi muda yang progresif dan berintegritas,” terangnya.

    Sedangkan Connie Pania Putri yang didapuk sebagai moderator berharap mahasiswa agar mengikuti kegiatan secara penuh dengan semangat yang tinggi.

    “Ini adalah bekal penting bagi mereka sebagai mahasiswa, sekaligus modal ketika nanti berorganisasi maupun ketika terjun ke masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga berharap semoga melalui kuliah umum ini, para mahasiswa yang hadir dapat menjadi pemimpin berpengaruh yang memiliki strategi bertahan, berproses, dan berkontribusi bagi negeri.

    “Melalui agenda ini para peserta mendapatkan perspektif strategis mengenai peran dan kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan tantangan masa kini. Semoga rangkaian LDKM tahun ini menjadi wadah pembentukan karakter, integritas, serta kemampuan berpikir kritis bagi calon pemimpin muda,” terangnya. (ANA)

  • Wakil Ketua DPRD PALI: Guru Pilar Utama Dalam Dunia Pendidikan

    Wakil Ketua DPRD PALI: Guru Pilar Utama Dalam Dunia Pendidikan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bangsa Indonesia setiap tahun memperingati Hari Guru Nasional pada tanggal 25 November. Guru dikenal dengan sebutan “Pahlawan tanpa tanda jasa”.

    Peran guru sering kali tidak terlihat langsung, namun dampaknya sangat besar terhadap kemajuan bangsa. Penetapan Hari Guru Nasional secara resmi diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

    Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, SH mengatakan, atas nama Parlemen PALI, dia mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi – tingginya kepada seluruh guru di Kabupaten PALI.

    “Hari ini kita memperingati Hari Guru Nasional, sebuah momen penting untuk menghargai dedikasi dan kontribusi para guru dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa,” ucapnya, Selasa (25/11/2025).

    Menurut Firdaus Hasbullah menyatakan bahwa, Para guru adalah pilar utama dalam sistem pendidikan di Kabupaten PALI.

    “Dengan kerja keras dan kesabaran, Anda telah membentuk karakter, menanamkan ilmu, dan menginspirasi siswa – siswi untuk mencapai impian mereka,” ujarnya.

    Oleh karenanya, Firdaus menambahkan, pihaknya di DPRD Kabupaten PALI sangat menghargai peran penting ini dan berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

    “Kami juga mengapresiasi kerjasama antara guru, orang tua, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Semoga Hari Guru ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mendukung dan menghargai profesi mulia ini,” tuturnya. (ANA)

  • Dorong Motivasi Belajar Siswa, IBL Percantik Lapangan Basket MAN 1

    Dorong Motivasi Belajar Siswa, IBL Percantik Lapangan Basket MAN 1

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Lapangan Basket Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang yang berada di Jalan Pendidikan Sungai Kedukan Kecamatan Rambutan, Jakabaring kini tampil dengan gaya baru dan semakin menarik.

    Lapangan tersebut semakin cantik setelah mendapatkan bantuan pengecatan dari Indonesian Basketball League (IBL).

    Program bantuan pengecatan itu disambut dengan antusias oleh siswa, guru, dan pihak madrasah karena dinilai memberikan peningkatan nyata pada kualitas fasilitas olahraga.

    Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty S Pd MM mengatakan pengecatan dilakukan secara menyeluruh selama dua hari. Hal ini meliputi perbaikan permukaan lantai, penegasan garis-garis lapangan, serta pemberian warna baru yang sesuai dengan standar lapangan basket modern.

    “Setelah pembaruan selesai, siswa terlihat lebih bersemangat untuk berlatih dan mengikuti pelajaran pendidikan jasmani. Guru olahraga menilai bahwa kondisi lapangan yang lebih aman dan nyaman memberikan dampak langsung terhadap aktivitas fisik siswa,” terangnya, Selasa 25 November 2025.

    Widiawaty juga sangat berterimakasih dan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan IBL tersebut.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada IBL yang telah peduli terhadap fasilitas pendidikan kami. Lapangan yang telah dicat ulang ini bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberi dampak besar pada motivasi dan keselamatan siswa saat berolahraga. Bantuan ini sangat berarti bagi perkembangan minat dan bakat peserta didik,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa madrasah berharap kerja sama seperti ini dapat terus terjalin dan menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk turut mendukung pengembangan fasilitas pendidikan.

    “Dengan adanya dukungan dari IBL, madrasah optimis kegiatan olahraga dapat semakin aktif, produktif, dan berdampak positif pada perkembangan karakter siswa,” tuturnya. (ANA)

  • Wali Murid SD 169 Antusias Terima Bantuan Peralatan dan Seragam Sekolah Gratis

    Wali Murid SD 169 Antusias Terima Bantuan Peralatan dan Seragam Sekolah Gratis

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Para wali murid khususnya ibu-ibu yang tinggal di Lorong Santai Laut, Jalan Ki Kemas Rindo Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati sangat antusias menerima bantuan alat belajar dan seragam sekolah gratis dari Dinas Pendidikan bersama Baznas Kota Palembang, Selasa 25 November 2025.

    Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang Affan Prapanca, menyerahkan bantuan tersebut kepada peserta didik di SD Negeri 196 Palembang di Jalan Ki Kemas Rindo Lorong Santai Laut.

    “Baznas dan Pemerintah Kota Palembang berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan,” terang Affan.

    Menurutnya, pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.

    Sehingga, katanya pemerintah akan terus berusaha memastikan bahwa anak-anak didik, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, dapat tetap bersekolah dengan nyaman dan percaya diri.

    “Bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata dari amanah para muzaki dan donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas,” katanya.

    “Amanah yang dititipkan, disalurkan kembali kepada mereka yang berhak menerima, termasuk para siswa SD Negeri 196 Palembang yang membutuhkan dukungan dalam proses belajar,” tambahnya.

    Diharapkan, terang Affan semoga bantuan berupa alat dan seragam sekolah ini dapat meningkatkan semangat belajar dan menjadi motivasi untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan dalam menghadapi masa depan.

    Sementara Kepala SDN 169 Palembang, Lydia Puspita menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh pemerintah.

    “Keluarga besar SDN 169 mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Disdik dan Baznas atas dukungan yang diberikan melalui bantuan peralatan dan seragam sekolah ini,” ujarnya.

    Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi motivasi tambahan bagi siswa-siswi untuk lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.

    “Semoga kepedulian ini dapat berkelanjutan di masa mendatang untuk kemajuan pendidikan anak-anak kami dimasa yang akan datang,” tutupnya. (ANA)

  • Diguyur Hujan Semalaman, Siswa MAN 1 Gotong Royong Bersihkan Area Sekolah

    Diguyur Hujan Semalaman, Siswa MAN 1 Gotong Royong Bersihkan Area Sekolah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Hujan deras yang hampir semalaman mengguyur sejumlah titik Kota Palembang menyisakan titik-titik genangan air di beberapa teras kelas yang ada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang, Sabtu 22 November 2025.

    Supaya hal itu tidak menggangu aktivitas belajar membuat sejumlah siswa di sekolah tersebut di antaranya

    Ayu, Jihan, dan Nanda mengambil langkah cepat.

    Mereka ketiga siswa itu melakukan kegiatan membersihkan teras kelas demi menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan belajar.

    Kegiatan yang dilakukan di teras kelas tersebut, merupakan bentuk kepedulian para siswa terhadap kondisi ruang belajar yang sempat basah dan kotor setelah hujan.

    Aktivitas yang mereka lakukan yakni menyapu genangan air, mengeringkan lantai, serta memastikan area sekitar kembali bersih dan aman untuk dilalui para guru dan siswa lainnya.

    Aksi sederhana namun bermakna ini mencerminkan sikap tanggung jawab dan gotong royong dalam menjaga lingkungan sekolah. kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersihan sekolah adalah tanggung jawab bersama.

    “Kami berharap kegiatan kecil seperti ini bisa membuat lingkungan sekolah tetap rapi dan nyaman,” ungkap Ayu, salah satu siswi yang sedang membersihkan kelas saat media ini berkunjung ke sekolah mereka.

    Disampaikannya, upaya yang mereka lakukan ini merupakan bentuk keteladanan yang positif bagi siswa lain agar turut berpartisipasi menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif di MAN 1 Palembang.

    Menurut siswi lainnya yakni Jihan, aksi pembersihan ini dimulai pada pagi hari, dengan siswa-siswi dan guru-guru yang terbagi menjadi beberapa kelompok untuk membersihkan area kelas dan luar sekolah.

    Mereka, katanya membersihkan sampah, memotong rumput, dan membersihkan fasilitas umum seperti tempat duduk dan jalan.

    “Kami ingin menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah, sehingga siswa-siswi dapat belajar dengan nyaman dan aman,” katanya.

    Aksi pembersihan ini, lanjutnya, juga merupakan salah satu program unggulan MAN 1 Palembang dalam meningkatkan kesadaran siswa-siswi akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepedulian siswa-siswi terhadap lingkungan sekitar.

    “Aksi pembersihan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” harapnya.

    Sementara itu, Kepala MAN 1 Palembang Widiawaty mengatakan, kegiatan kerja bakti sosial yang dilaksanakan ini merupakan pelaksanaan program rutin sekolah dalam menyongsong persiapan ujian semester. Selain itu kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk menguatkan karakter kegotongroyongan dalam melakukan kebersihan lingkungan.

    Ia juga menyampaikan rasa bangganya melihat kesadaran, kebersamaan dan semangat para siswa dan para guru yang saling bekerja sama dalam melaksanakan kerja bakti.

    “Ternyata semangat kebersamaan dan nilai kegotongroyongan dalam menciptakan kebersihan di lingkungan masih tetap ada dan terjaga. Walaupun iklim dan cuaca ekstrim yang baru terjadi tidak menghilangkan semangat dan budaya gotong royong semua pendidik dan peserta didik,” katanya.

    Dengan kesadarannya, kata kepala madrasah para guru dan siswa-siswi membawa alat kebersihan sendiri untuk membersihkan lingkungan tempat ibadah dan pasar. Kegiatan bakti social berlangsung sejak pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB dan dibagi menjadi tiga kelompok siswa-siswi dan para guru.

    “Kami MAN 1 Palembang menggelar aksi pembersihan di area luar sekolah, yang diikuti oleh siswa-siswi, dan staf sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah,” tuturnya. (ANA)

  • Cerdaskan Pelajar Sumsel, Dapur Pakri Siap Menopang Program Makan Bergizi Gratis

    Cerdaskan Pelajar Sumsel, Dapur Pakri Siap Menopang Program Makan Bergizi Gratis

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dapur Pakri yang berada di Jalan Bambang Utoyo Palembang, bukan hanya sekadar tempat memasak biasa melainkan pusat produksi gizi di Provinsi Sumatera Selatan dalam menopang program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Demi menciptakan pelajar-pelajar yang cerdas diperlukan nutrisi dan makanan bergizi sebagai bentuk penunjangnya, oleh karena itu Dapur Pakri hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    Hal itu disampaikan Assessor Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Polda Sumsel, AKBP M Idham Suhairi, Selasa 18 November 2025.

    “Setiap hari, mulai dari tengah malam hingga menjelang subuh, tim kami bekerja menyiapkan makanan yang bergizi, higienis, dan siap distribusi ke masyarakat dan anak-anak pelajar kita yang ada di Provinsi Sumatera Selatan ini,” jelasnya.

    Dijelaskannya, dapur ini berfungsi sebagai pusat penyedia makanan bergizi bagi anak sekolah, masyarakat yang membutuhkan, serta berbagai kegiatan pelayanan sosial kepolisian lainnya.

    Program ini, lanjutnya merupakan wujud nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil, sekaligus bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.

    “Setiap paket makanan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar nutrisi, tetapi juga melalui proses pengecekan kualitas yang ketat. Setelah dikemas, paket-paket tersebut akan diangkut menggunakan kendaraan operasional menuju titik-titik distribusi pada pagi harinya,” ujarnya.

    “Yang kami siapkan bukan hanya makanan, tapi juga kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir melalui Polri,” tambah AKBP Idham.

    Menurutnya, program ini juga memperkuat peran Polri dalam fungsi sosial kemasyarakatan. Bukan lagi sekadar menjaga keamanan, Polda Sumsel melalui SPPG hadir sebagai pelayan kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.

    “Hingga kini, Dapur Pakri terus beroperasi tanpa henti setiap hari. Dengan dukungan personel yang terlatih, fasilitas modern, serta koordinasi yang solid, dapur ini menjadi simbol kepedulian dan pengabdian Polda Sumsel dalam mendukung program nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

    Sementara pantauan di lokasi, ketika malam di Kota Palembang mulai larut, suasana Komplek Pakri di Jalan Bambang Utoyo tampak lengang. Namun di salah satu sudutnya, tepat di sebuah bangunan bercat putih, aktivitas justru baru dimulai.

    Lampu-lampu neon menyala terang, memperlihatkan puluhan personel berseragam biru dengan celemek hijau muda yang tengah bersiap-siap. Mereka adalah para pengolah makanan di Dapur Satuan SPPG Polda Sumsel yang menjadi basis atau jantung operasional Program MBG di wilayah Sumsel.

    Bangunan seluas 400 meter persegi itu dulunya hanyalah sebuah aula pertemuan. Setelah direvitalisasi oleh Polda Sumsel, ruangan tersebut kini menjelma menjadi dapur standar modern yang sepenuhnya difungsikan untuk mendukung penyediaan makanan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Peralatan memasak industri, ruang sterilisasi, area pengemasan, hingga jalur distribusi yang tertata rapi memperlihatkan betapa seriusnya Polda Sumsel dalam menjalankan tugas besar ini.

     Aktivitas di dapur dimulai sejak pukul 23.00 WIB. Para personel berpindah dari satu meja ke meja lainnya, mencuci sayuran, meracik bahan makanan, mengolah lauk, dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kebersihan. Suara deru kompor industri berpadu dengan ritme cepat para petugas, menciptakan kesan kesibukan yang teratur.

    Ketika fajar menyingsing dan kota mulai hidup kembali, Dapur Pakri telah menyelesaikan tugas utamanya dengan mengirimkan ribuan porsi makanan bergizi yang menjadi harapan bagi banyak orang. Dan malam berikutnya, dapur ini kembali bernyala, melanjutkan pengabdian tanpa henti. (ANA)

  • Habiburrahman Siswa MAN 1 Palembang Raih Medali Perak di Ajang OMI

    Habiburrahman Siswa MAN 1 Palembang Raih Medali Perak di Ajang OMI

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Prestasi gemilang kembali ditorehkan salah satu siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang, di kancah nasional. Ahmad Habiburrahman, siswa di madrasah tersebut, sukses menyabet medali perak dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat nasional, di Tangerang, Banten.

    Siswa yang akrab disapa Ahmad itu, sukses menyabet medali di bidang perlombaan Matematika Terintegrasi.

    “Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras dan doa orang tua serta bimbingan guru-guru di MAN 1 Palembang. Penghargaan yang diberikan langsung oleh Bapak Kakankemenag ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus belajar dalam menggapai cita-cita kelak dikemudian hari,” ujar Ahmad kepada media ini seusai menerima penghargaan, Selasa 18 November 2025.

    Sementara Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty S Pd MM mengaku bangga atas pencapaian yang sudah diraih oleh salah satu siswanya itu di ajang OMI Tahun 2025.

    “Saya turut menyampaikan rasa bangga. Keberhasilan Ahmad meraih perak di level nasional tersebut membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi tinggi, semoga ini memicu semangat siswa lain untuk mengikuti jejaknya,” jelasnya.

    Disampaikannya, keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja keras siswa, bimbingan guru pembina, serta dukungan keluarga dan pihak madrasah.

    “Selama persiapan, siswa mengikuti program pendalaman materi, latihan intensif, serta simulasi lomba untuk mematangkan kemampuan.  Kedepan kita akan lebih memaksimalkan lagi bimbingan untuk mereka yang akan mengikuti ajang bergengsi lainnya agar bisa mendapat hasil terbaik,” katanya.

    “Alhamdulilah, ini berkat kerja keras dan ketekunan para siswa, bimbingan para guru yang terlatih, semangat dan dukungan para orang tua di rumah. Kita dukung terus anak-anak kita ini agar bisa maksimal di tingkat-tingkat selanjutnya,” tambah Widiawaty, saat menghadiri penyerahan penghargaan medali dan sertipikat bagi pemenang di Halaman Kantor Kemenag Kota Palembang.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, H Muflikhul Hasan S Ag M Si yang secara langsung menyerahkan penghargaan dan apresiasinya kepada Ahmad Habiburrahma mengatakan, bahwa penyerahan penghargaan ini menjadi momen istimewa yang menegaskan dukungan penuh Kemenag terhadap pengembangan potensi siswa madrasah.

    “Ini bentuk dukungan penuh dari kami kepada siswa-siswi madrasah yang berhasil menorehkan prestasi diberbagai bidang ajang perlombaan. Kami selalu akan mendukung penuh dalam pengembangan potensi siswa madrasah,” tuturnya. (ANA)

  • Cegah Bullying, Guru Diminta Pahami Isi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023

    Cegah Bullying, Guru Diminta Pahami Isi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kasus bullying atau perundungan terhadap anak dibawah umur yang marak terjadi di kalangan pelajar, menjadi perhatian serius masyarakat, khususnya pemerhati dunia pendidikan.

    Salah satunya datang dari seorang perempuan pemerhati dunia pendidikan asal Kota Palembang, Dr Conie Pania Putri SH MH.

    Perempuan kelahiran 31 Juli 1979 ini, meminta kepada seluruh tenaga pendidik, baik guru maupun kepala sekolah yang ada di Indonesia khususnya Kota Palembang, untuk lebih memahami lagi isi Permendikbudristek No 46 Tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.

    Tak hanya itu, Connie juga meminta kepada seluruh masyarakat agar lebih berpartisipasi lagi dalam pencegahan kekerasan terhadap anak khususnya bullying, karena kepedulian sekecil apapun akan bermanfaat.

    “Semua bapak ibu guru tolong pahami lagi isi dari Pemen tersebut yang terang mengamanatkan untuk pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan atau sekolah yang mana fungsi, tugas dan cara penanganannya sudah diatur secara spesifik didalam Permen tersebut,” jelas perempuan yang juga sebagai seorang peneliti, penulis, akademisi, advokat dan aktivis dibidang isu perlindungan perempuan dan anak ini saat dibincangi, Senin, 17 November 2025.

    Menurutnya, kasus bullying tidak bisa dianggap remeh karena bisa berpengaruh kepada sikis korbannya bahkan bisa menyebabkan kematian seperti yang dialami salah seorang siswa SMP di Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

    “Saya tekankan lagi kasus semacam ini jangan disepelekan, di Tangsel kasus tersebut menelan korban jiwa dimana seorang siswa korban bullying sepekan dirawat di RS mengalami kerabunan, tidak bisa jalan lalu meninggal dunia,” ujarnya.

    Tak hanya itu, lanjutnya kisah piluh juga dialami siswa MTs di Sukabumi Jawa Barat yang mengakhiri hidup akibat dibully temannya sendiri.

    “Korban berjatuhan terus, kita semua harus siaga, harus peka, harus bertindak, jangan dianggap remeh dan sepele kasus perundungan ini,” ujarnya lagi.

    Conie mengingatkan, kepada seluruh tenaga pendidik untuk lebih tanggap dan merespon cepat segala bentuk laporan apapun yang disampaikan oleh siswanya. Karena yang sering terjadi para guru acuh atau menggampangkan permasalahan yang ingin disampaikan siswanya.

    “Cara bagaimana mengani kasus secara cepat kita sebagai tenaga pendidik harus lebih memperhatikan lagi apa-apa saja problem yang tengah dihadapi siswa, karena yang sering kami temukan banyak sekali kita ini terkesan terlalu santai, jangan dianggap sepele. Tolong ditindaklanjuti segera, diterima dengan baik dulu apa yang ingin disampaikan, sekecil apapun masalah yang ingin diceritakan oleh siswa,” ujar Connie.

    Selain itu, kata Connie anak-anak yang tertekan dan stres, yang tidak dipedulikan dan diapresiasi, bisa memunculkan sikap agresif dalam bentuk kekerasan sebagai bentuk ego sehingga muncul bullying di satuan pendidikan.

    “Jadi, perlu ada ketegasan sikap, guru dan orangtua yang tidak menoleransi kekerasan, memastikan sekolah ramah anak dan bebas bullying,” kata perempuan yang juga merupakan dosen hukum di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang ini. (ANA)

  • Kader Adiwiyata MAN 1 Jaga Kesuburan Tanaman di Apotek Hidup

    Kader Adiwiyata MAN 1 Jaga Kesuburan Tanaman di Apotek Hidup

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam rangka mengantisipasi terik panas matahari dampak dari cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini siswa anggota kader Adiwiyata MAN  1 Palembang melakukan penanaman beberapa pohon dan penyiraman tanaman obat-obatan di halaman madrasah, Jumat 14 November 2025.

    Azzam, salah satu siswa anggota kader Adiwiyata MAN 1 Palembang menyebut penyiraman tanaman ini selain untuk menjaga kelestarian lingkungan juga sebagai salah satu bentuk dalam memperindah area madrasah.

    “Kegiatan penyiraman dan perawatan tanaman rutin kami lakukan, bermacam tanaman jenis obat-obatan yang biasa kami sebut sebagai tanaman apotik hidup ini banyak di tanam di sini,” ujarnya.

    Dituturkannya, kegiatan ini dilakukan secara rutin untuk memastikan tanaman-tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan serai tetap tumbuh subur dan sehat.

    Selain menjaga keasrian lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam dan manfaat tanaman herbal.

    “Kami melakukan penyiraman dan perawatan tanaman secara rutin agar apotik hidup di MAN 1 Palembang tetap subur dan terjaga keindahannya. Kegiatan ini juga diharapakn membuat warga sekolah lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.

    Sementara Kepala MAN 1 Palembang Widiawaty, S Pd MM mengatakan, melalui kegiatan tersebut, madrasah dibawah kepemimpinannya ini terus berupaya menanamkan nilai peduli lingkungan kepada para siswa.

    “Diharapkan, kegiatan sederhana seperti ini dapat menumbuhkan semangat cinta alam dan tanggung jawab terhadap lingkungan madrasah,” ujarnya.

    Sebelumnya, dia juga mengatakan tentang cuaca panas yang menjadi keluhan warga madrasah karena berdampak pada aktivitas belajar mengajar.

    “Kami pihak sekolah berharap agar semua warga madrasah dapat mengambil langkah-langkah dalam menjaga kesehatan dan produktivitas masing-masing saat menghadapi cuaca panas ekstrim seperti sekarang ini,” jelasnya.

    Dengan kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua, terang Widiawaty tantangan cuaca terik dapat diatasi tanpa mengganggu proses belajar mengajar. (ANA)

  • SMA 9 Cetak Siswa Berprestasi di Tengah Isu Pemberhentian Guru Sepihak

    SMA 9 Cetak Siswa Berprestasi di Tengah Isu Pemberhentian Guru Sepihak

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Setelah sebelumnya sempat heboh pemberitaan tentang dugaan pemberentian sepihak yang dialami salah seorang guru perempuan di SMA Negeri 9 Palembang, kini SMA yang berada di Jalan Mataram Kertapati itu mencoba membuktikan keberhasilannya dalam mencetak siswa berprestasi.

    Kepala SMA Negeri 9 Palembang, Hamdani S Pd M Pd menyebut salah satu keberhasilan siswanya dalam menorehkan prestasi atau mengharumkan nama sekolah yakni dibidang seni lukis.

    Dimana anak didiknya berhasil meraih juara pertama dan dua melukis layang-layang pada Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pengprov PELANGI) Sumatera Selatan, Sriwijaya Kite Fest 2025 beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, ajang yang digagas Pemprov Sumsel itu tidak hanya sekedar sebuah pesta layang-layang biasa yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif dan sosial.

    Tak hanya itu, lanjut Hamdani dalam waktu yang bersamaan dua siswa SMA Negeri 9 Palembang lainnya, yakni Lasmana anak kelas X’2 menyabet juara 1 komite kelas + 84 kg putra dan M Luthfi Alzahran siswa kelas  XI’9 juga meraih juara 1 di Porprov Speed WR panjat tebing U 17 yang digelar di Kabupaten Musi Banyuasin.

    Dirinya merasa bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh anak didiknya itu, karena menurutnya sebuah sekolah yang dikatakan berhasil tidak hanya memiliki tradisi melainkan juga dapat mencetak siswa dalam menggapai prestasi gemilang.

    “Kami sebagai sebuah institusi pendidikan yang telah berdiri selama puluhan tahun, SMA Negeri 9 Palembang ini telah menjadi rumah bagi banyak siswa yang cerdas, kreatif, dan berprestasi,” jelasnya, Jumat 14 November 2025.

    “Kami di SMA Negeri 9 Palembang berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi seluruh siswa. Kami berusaha untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kondusif, sehingga siswa dapat meraih prestasi akademik yang gemilang. Kami juga berusaha untuk membantu siswa dalam pengembangan potensi diri mereka di bidang seni, olahraga, dan kegiatan lainnya,” tambahnya.

    Diterangkan Hamdani, bahwa pendidikan harus memberikan pengalaman belajar yang holistik, dimana siswa tidak hanya belajar dari buku pelajaran saja, tetapi juga belajar dari pengalaman di dunia nyata.

    “Kami berusaha untuk menghadirkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membantu siswa memperluas wawasan dan keterampilan mereka,” ungkapnya.

    Ia juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan. Selalu mencari cara untuk memperbaiki program pendidikan, serta mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dan menarik bagi siswa-siswi SMA Negeri 9 Palembang.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh siswa-siswa, guru, karyawan, dan warga SMA Negeri 9 Palembang yang telah bekerja keras untuk menjadikan sekolah sebagai institusi pendidikan yang luar biasa,” tuturnya.

    Hamdani berharap agar dapat selalu bekerjasama dalam membangun masa depan anak didik yang lebih baik, sesuai apa yang menjadi cita cita mereka.

    “Saya berharap agar semuanya dapat terus bekerja sama untuk menciptakan masa depan yang cerah bagi siswa-siswi SMA Negeri 9 Palembang, sekali lagi saya ucapkan selamat kepada siswa-siswi yang baru saja mendapatkan prestasi, dan saya ucapkan terima kasih kepada para pembina dan juga kepada para guru pembimbing,” tuturnya. (ANA)

  • Bantuan Sarana Perbaikan Tepat Sasaran, Sekolah Diminta Berikan Data Akurat dan Objektif

    Bantuan Sarana Perbaikan Tepat Sasaran, Sekolah Diminta Berikan Data Akurat dan Objektif

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang melakukan koordinasi bersama seluruh kepala sekolah tingkat SMP, baik negeri maupun swasta dalam pendataan kondisi sarana dan prasarana yang akurat dan objektif.

    Tujuannya, agar bisa menjadi dasar pertimbangan untuk pengajuan usulan bantuan perbaikan baik sarana maupun prasarana ke pemerintah pusat.

    Acara bertajuk kegiatan koordinasi supervisi dan evaluasi kondisi sarana dan prasarana SMP negeri dan swasta bagi satuan pendidikan jenjang SMP Kota Palembang Tahun 2025 ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Disdik Kota Palembang H M Heru Hermawan S STP SH M Si.

    “Kegiatan ini sangat bermanfaat baik bagi Disdik Kota Palembang maupun sekolah itu sendiri untuk mengkoordinir keseragaman dan standar kondisi sarana prasarana Bidang Negeri dan Swasta menggunakan aplikasi Dapodik dalam rangka mencapai visi dan misi sekolah dengan melibatkan penilaian terhadap sekolah,” ujar Heru Hermawan, dalam acara yang di laksanakan di Kebon Gede Palembang, Kamis 13 November 2025 itu.

    Melalui kegiatan ini, lanjut Heru diharapkan sekolah-sekolah yang mempunyai pengelolaan pengisian data sarana dan prasarana satuan pendidikan dalam aplikasi Dapodik Tahun Anggaran 2025 kedepan dapat lebih baik agar bisa mendapatkan data kondisi sarana dan prasarana SMP yang akurat dan objektif.

    “Selain itu, kegiatan ini juga salah satu penunjang untuk peningkatan mutu pembelajaran dan manajemen pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah terutama kelayakan sekolah,” katanya.

    Disampaikannya, Dinas Pendidikan Kota Palembang mengajak pihak-pihak terkait yang kompeten dibidangnya untuk membantu mengkoordinir keseragaman standar kondisi sarana dan prasarana sekolah Bidang SMP dalam rangka mencapai visi dan misi sekolah.

    “Serta mewujudkan program pemerintah dalam mendukung proses belajar mengajar dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan agar dapat terpenuhi dan terukur,” katanya.

    Kegiatan koordinasi, supervisi, dan evaluasi sarana prasarana SMP, katanya adalah proses sistematis untuk menilai dan meningkatkan kondisi fasilitas sekolah, yang bertujuan untuk memastikan kelayakan dan efektivitas penggunaannya dalam mendukung proses belajar mengajar.

    “Kegiatan ini meliputi identifikasi kebutuhan, perbaikan, pemeliharaan, hingga peninjauan secara berkala untuk merencanakan tindak lanjut yang efektif dan tepat sasaran,” tuturnya. (ANA)

  • Kasus Bullying di Sekolah Marak Terjadi, Conie Pania Putri Beri Pemahaman Terhadap Guru

    Kasus Bullying di Sekolah Marak Terjadi, Conie Pania Putri Beri Pemahaman Terhadap Guru

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kasus kekerasan terhadap siswa dan bullying dilingkungan sekolah semakin hari semakin mengkhawatirkan terjadi di Kota Palembang.

    Kasus perundungan atau bullying belakangan ini bisa dikatakan terus meningkat, seperti halnya kasus kekerasan seksual yang kini sangat mudah ditemui viral di sejumlah platform media sosial.

    Oleh karena itu, tim pencegahan dan penanganan kekerasan di setiap satuan pendidikan harus segera mengambil langkah dalam mengantisipasinya.

    Guna mengantisipasi dan memberikan pemahaman terhadap tenaga pendidik dalam menghadapi kasus-kasus tersebut, Dinas Pendidikan Kota Palembang menggelar kegiatan bimbingan teknis dengan mendatangkan langsung Dr Conie Pania Putri SH MH, sebagai narasumber sekaligus pemateri.

    Kegiatan yang mengusung tema kebijakan pendidikan melalui pencegahan kekerasan pada anak di satuan pendidikan jenjang sekolah menengah pertama tahun 2025 ini, dihadiri oleh seluruh guru dan kepala sekolah SMP yang ada di Kota Palembang.

    Dr Conie Pania Putri mengingatkan kepada seluruh tenaga pendidik untuk lebih tanggap dan merespon cepat segala bentuk laporan apapun yang disampaikan oleh siswanya. Karena yang sering terjadi para guru acuh atau menggampangkan permasalahan yang ingin disampaikan siswanya.

    “Cara bagaimana mengani kasus secara cepat kita sebagai tenaga pendidik harus lebih memperhatikan lagi apa-apa saja problem yang tengah dihadapi siswa, karena yang sering kami temukan banyak sekali kita ini terkesan terlalu santai, jangan dianggap sepele. Tolong ditindaklanjuti segera, diterima dengan baik dulu apa yang ingin disampaikan, sekecil apapun masalah yang ingin diceritakan oleh siswa,” ujar Connie, saat menjadi pemateri di kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Zuri Palembang, Kamis 13 November 2025.

    Selain itu, kata Connie anak-anak yang tertekan dan stres, yang tidak dipedulikan dan diapresiasi, bisa memunculkan sikap agresif dalam bentuk kekerasan sebagai bentuk ego sehingga muncul bullying di satuan pendidikan.

    “Jadi, perlu ada ketegasan sikap, guru dan orangtua yang tidak menoleransi kekerasan, memastikan sekolah ramah anak dan bebas bullying,” kata perempuan yang juga merupakan dosen hukum di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang ini.

    Karena kasus perundungan semakin tinggi, maka harus ada kesadaran sekolah dan dinas pendidikan yang lebih serius dalam mencari solusi, mekanisme penanganan kasus kekerasan atau bullying dilingkungan sekolah agar tujuan sekolah menjadi tempat yang ramah bagi anak dapat terwujud.

    “Perundungan ini sebagai tindak kekerasan karena ada pembiaran atau kesempatan bagi para pelaku. Jadi, perlu ada introspeksi bagi sistem pendidikan kita,” ujarnya.

    Diakhir pemaparan, salah seorang guru wakil kesiswaan dari SMP Negeri 5 Palembang yakni Marzuki mengajukan pertanyaan akan isi materi yang dibahas atau dipaparkan Connie selaku narasumber.

    Marzuki menanyakan tentang kejadian bullying banyak sekali terjadi, terutama di sekolah tempatnya mengajar. Ia pun meminta solusi terkait cara mengatasinya.

    “Kami sebagai wakil kesiswaan, kami sangat mewanti-wanti akan perkelahian atau bullying di tengah-tengah anak didik kami. Banyak sekali kasus perkelahian di sekolah kami namun bukan didalam lingkungan sekolah melainkan terjadi

    di luar sekolah. Setiap kali mereka melakukan perkelahian, orang tua mereka sedikit-sedikit melaporkannya ke sekolah, padahal tugas guru itu banyak, jadi terpaksa kami menyelesaikannya dengan mengajak Ketua RT, apakah langkah yang kami lakukan itu salah atau benar,” tanya Marzuki, kepada narasumber.

    Merespon pertanyaan itu, Connie pun menjawab bahwa yang sudah dilakukan itu benar dan tidak menyalahi aturan karena dalam kasus itu boleh melibatkan stack holder lain salah satunya RT setempat.

    “Dalam hal tidak hanya kita, bisa meminta bantuan stakeholder lain, bukan kita sendiri, seperti RT, pendampingan psikolog, pendampingan hukum, bantuan dinas-dinas terkait untuk pencegahan dan perlindungannya,” tuturnya. (ANA)

  • Wujudkan Sekolah Ramah Anak, MTsN 1 Siapkan Langkah Strategis

    Wujudkan Sekolah Ramah Anak, MTsN 1 Siapkan Langkah Strategis

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Palembang berkomitmen  membangun serta mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik melalui penguatan Program Sekolah Ramah Anak (SRA).

    Berbagai langkah strategis tengah disiapkan untuk memastikan madrasah menjadi tempat tumbuh kembang yang positif sekaligus mendukung pemenuhan hak-hak anak di bidang pendidikan.

    Kepala MTs Negeri 1 Palembang, Listya Yustikarini menyampaikan, bahwa implementasi Program SRA bukan sekadar program formalitas, tetapi merupakan bagian dari budaya madrasah yang menjunjung nilai-nilai kepedulian, kesetaraan, dan perlindungan terhadap peserta didik.

    “Kami ingin setiap siswa merasa aman, diterima, dan dihargai di lingkungan madrasah. Untuk itu, seluruh warga madrasah harus berperan aktif,” kata Listya saat dibincangi, Rabu, 12 November 2025.

    Listya mengatakan, perlu adanya langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan secara langsung dan memberikan dampak terhadap kehidupan siswa di madrasah secara terus menerus, membentuk karakter dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Islam.

    Ia menegaskan, bahwa SRA harus mampu menumbuhkan budaya saling menghormati, disiplin positif, serta kepedulian terhadap sesama.

    “Melalui program ini, kami ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik,” ujarnya.

    Dalam rapat beberapa hari kemarin, lanjut Listya, telah dibahas beberapa langkah strategis yang akan segera dijalankan, di antaranya penyusunan kebijakan internal terkait perlindungan anak, pengawasan interaksi edukatif antara guru dan siswa, serta pelaksanaan kegiatan bimbingan konseling berbasis pendekatan psikologis yang lebih humanis.

    Madrasah juga akan mengadakan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah mengenai pentingnya nilai-nilai empati, toleransi, dan pencegahan perundungan.

    Katanya lagi, selain itu, MTsN 1 Palembang juga berencana memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan pihak terkait. Kegiatan pendampingan dan pelatihan juga akan menjadi fokus utama agar seluruh tenaga pendidik memahami prinsip-prinsip sekolah ramah anak secara menyeluruh.

    Dengan berbagai langkah tersebut, MTsN 1 Palembang berharap dapat menjadi lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Program Sekolah Ramah Anak ini diharapkan bukan hanya menjadi identitas madrasah, tetapi juga menjadi kultur yang hidup dan dirasakan oleh seluruh warga madrasah setiap harinya.

    Sejalan dengan komitmen tersebut, terang Listya tim pengembang sekolah telah menyusun rencana strategis yang meliputi pembentukan tim SRA, pelatihan guru dan tenaga kependidikan tentang pendekatan ramah anak, serta penataan sarana dan prasarana yang mendukung kenyamanan belajar.

    “Selain itu, madrasah juga memperkuat kerja sama dengan komite, orang tua, dan instansi terkait agar program ini berjalan berkelanjutan,” jelasnya.

    Guru BK dan wali kelas akan dilibatkan secara aktif dalam upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, baik fisik, verbal, maupun digital. Madrasah juga menyiapkan kegiatan pembinaan karakter, literasi empati, serta sosialisasi hak dan kewajiban siswa secara berkala.

    “Ke depan diharapkan, MTsN 1 Palembang berharap dapat menjadi contoh nyata penerapan Sekolah Ramah Anak di lingkungan madrasah se-Kota Palembang. Upaya ini sekaligus mendukung visi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berakhlak, dan peduli terhadap perkembangan peserta didik secara holistik,” tuturnya. (ANA)

  • Wujudkan Palembang Sebagai Kota Smartcity, Sekolah Diminta Lestarikan Lingkungan

    Wujudkan Palembang Sebagai Kota Smartcity, Sekolah Diminta Lestarikan Lingkungan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sejumlah sekolah, baik PAUD, SD, maupun SMP yang ada di Kota Palembang diminta melestarikan lingkungan sekolah agar terwujudnya sebuah lingkungan yang ramah dan tercapainya Palembang sebagai kota berbasis smart city.

    “Tujuan utamanya yakni untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, mendorong terciptanya perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, dan membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Kadisdik Palembang M Affan Prapanca, Rabu 12 November 2025.

    “Upaya ini merupakan langkah strategis yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk mendukung terwujudnya Palembang sebagai kota layak huni berbasis smart city, sekaligus gerakan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan edukasi adiwiyata,” tambahnya.

    Menurutnya, sekolah dapat menjaga dan melestarikan lingkungan melalui berbagai cara, seperti menerapkan program kebersihan rutin, mengedukasi siswa tentang pengelolaan sampah dan daur ulang, serta menanamkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan bersama.

    Selain itu, lanjutnya sekolah juga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dengan perawatan tanaman, memastikan kebersihan toilet dan area kelas, serta mengadakan kegiatan lomba yang fokus pada pelestarian lingkungan.

    “Contoh cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah seperti menerapkan program kebersihan, mengelola sampah dengan baik dengan menyediakan tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik, membangun kesadaran siswa, mengurangi penggunaan plastik, menciptakan lingkungan hijau dengan menanam pohon, dan libatkan siswa dalam merawat tanaman di lingkungan sekolah,” katanya.

    “Cara melestarikan lingkungan sekolah lainnya yakni membentuk ekstrakurikuler peduli lingkungan,

    mengadakan kegiatan edukatif,  membuat tata tertib, dan menyediakan fasilitas yang memadai dimana  sekolah harus memiliki sarana dan prasarana pendukung, seperti tempat cuci tangan yang memadai, air bersih, dan sistem pengelolaan limbah yang baik,” tambahnya.

    Dikatakannya, fokus pelestarian lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang sudah mengeluarkan  surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk menghidupkan kembali gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

    Surat edaran bernomor 421/3147/Disdik-I/2025, tertanggal 11 November 2025 yang ditandatangani langsung olehnya itu, terang Affan Prapanca, di tujukan kepada seluruh satuan pendidikan dengan instruksi  menggalakkan kembali gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

    Ia menjelaskan, bahwa gerakan ini berlandaskan pada peraturan pemerintah terkait perencanaan perlindungan lingkungan hidup dan penyelenggaraan perizinan berbasis risiko.

    Dalam pelaksanaannya, sambung Affan, seluruh sekolah wajib mengintegrasikan program kerja yang fokus pada keberlanjutan lingkungan. Upaya ini mencakup pemantauan dan pelestarian kualitas air, seperti menjaga kebersihan lingkungan sungai, anak sungai, dan kolam retensi di sekitar sekolah.

    “Pengendalian pencemaran udara juga menjadi prioritas melalui pembiasaan menanam pohon dan melakukan kegiatan penghijauan secara intensif di lingkungan sekolah,” ujarnya.

    Selain itu, Affan menambahkan, sekolah harus aktif dalam pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta mengaktifkan peran Bank Sampah Sekolah.

    Penting pula bagi sekolah untuk berpartisipasi dalam program adaptasi perubahan iklim, termasuk program Kampung Iklim (ProKlim).

    “Bentuk partisipasi ini diwujudkan melalui pemanfaatan air hujan, pembuatan taman sekolah, dan pengembangan kebun sayur edukatif sebagai sarana pembelajaran praktis,” tandasnya. (ANA)

  • Raih Berbagai Prestasi, Jurusan Listrik Jadi Keunggulan SMK Negeri 8

    Raih Berbagai Prestasi, Jurusan Listrik Jadi Keunggulan SMK Negeri 8

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – SMK Negeri 8 Palembang, digadang-gadang menjadi salah satu SMK unggulan yang ada di Kota Palembang, jika dibandingkan dengan sekolah kejuruan lainnya. Terutama di bidang jurusan kelistrikan, yang sudah banyak menorehkan prestasi diberbagai perlombaan.

    “Kami bisa dikatakan salah satu SMK unggulan yang ada di kota ini, terutama keunggulannya berada jurusan listrik, kenapa karena setiap kita mengikuti ajang perlombaan selalu meraih juara, entah itu juara satu ataupun dua,” kata Kepala SMK Negeri 8 Palembang, Rafli, Rabu 12 November 2025.

    “Setiap produk-produk berkaitan dengan pembelajaran berbasis industri khusunya listrik yang kita tampilkan dalam ajang perlombaan selalu menarik perhatian juri dan meraih juara. Salah satunya seperti perlombaan tahun kemarin di Asrama Haji kita memamerkan lampu seperti lampu dinding, lampu hias yang terbuat dari gelas dengan berbagai macam tipe, hasilnya mendapatkan apresiasi dari banyak pihak,” tambahnya.

    Dikatakannya, semua produk tersebut hasil kerja siswa yang didapat dari  pembelajaran berbasis industri.

    “Kedepannya karena kita mengunggulkan jurusan listrik maka kita terus mengajarkan siswa untuk berkreasi bagaimana peralatan listrik khususnya lampu-lampu dinding dan lampu hias yang diproduksi dapat dipasarkan ke masyarakat luas sehingga bisa menjadi salah satu bentuk pemasukan ekonomis siswa,” terangnya.

    “Untuk sekarang produk yang diproduksi siswa masih kami gunakan di lingkungan sendiri, yakni dilingkungan sekolah paling guru sekolah dan siswa yang memanfaatkannya. Kita berharap semua siswa menargetkan ini nantinya ini akan laku dipasaran,” tambahnya lagi.

    Masih katanya, keunggulan lainnya yang ada di SMKN 8 Palembang yakni sekolah ini meluncurkan Perpustakaan Luar Ruangan (Outdoor Library),  sebuah inovasi pendidikan yang menggabungkan literasi, teknologi, dan kearifan lokal dalam suasana terbuka nan hijau.

    Ruang baca ini bukan sekadar tempat meminjam buku. Di bawah rindangnya pepohonan dan deretan meja kayu di halaman sekolah, para siswa tampak larut membaca, berdiskusi, hingga belajar sambil menikmati udara segar.

    “Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tidak membosankan, dan penuh makna. Di sini siswa bisa membaca, berdiskusi, sekaligus berinteraksi langsung dengan berbagai perangkat teknologi,” katanya.

    Saat memasuki area perpustakaan, pengunjung akan disambut pemandangan unik, deretan barang teknologi dari masa ke masa, dari alat komunikasi tempo dulu hingga perangkat modern. Setiap alat dilengkapi kode QR yang bisa dipindai untuk mengakses informasi sejarah, fungsi, dan cara kerjanya.

    “Inovasi ini membuat kegiatan membaca lebih hidup. Siswa tidak hanya membuka halaman buku, tetapi juga membuka wawasan tentang perjalanan teknologi,” jelas Rafli.

    Tidak hanya itu, di sudut taman juga terpajang karya kerajinan khas Sumatera Selatan seperti anyaman, ukiran, dan produk kreatif lokal. Kehadiran unsur budaya ini menjadikan perpustakaan luar ruangan bukan sekadar ruang baca, tetapi sarana pembelajaran kontekstual tentang kearifan lokal.

    “Literasi tidak selalu soal teks. Ia juga tentang memahami budaya, nilai, dan identitas daerah sendiri,” tuturnya. (ANA)

  • Kaprodi Jurnalistik UIN: Mahasiswa Indonesia Tak Boleh Biarkan Narasi Didominasi Pihak Asing

    Kaprodi Jurnalistik UIN: Mahasiswa Indonesia Tak Boleh Biarkan Narasi Didominasi Pihak Asing

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam dunia narasi pemberitaan kepada publik, peran kekuatan media massa tidak bisa dipungkiri sangat berpengaruh sebagai salah satu media penyampaian informasi.

    Namun media massa dalam diplomasi kontemporer sebagai medan pertempuran narasi yang handal tidak boleh membiarkan narasi Indonesia didominasi oleh pihak lain.

    Untuk itu kaum pelajar khususnya mahasiswa jurusan Jurnalistik harus memahami betul tata cara penulisan yang benar dan tata bahasa budaya sendiri dalam menyampaikan sebuah informasi.

    Hal itulah yang disampaikan Ketua Program Studi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, Jufrizal MA kepada media ini, Selasa 11 November 2025.

    “Kaum pelajar tidak boleh membiarkan narasi Indonesia didominasi oleh pihak lain atau pihak asing, dan diplomasi budaya adalah langkah membangun narasi tentang Indonesia di luar negeri, sehingga tujuannya dapat lebih memperkenalkan lagi bahasa-bahasa informasi negeri sendiri di kanca internasional,” jelasnya.

    Salah satu upaya mewujudkan itu, diterangkannya yakni seperti kegiatan secara daring yang dilakukan beberapa hari kemarin bertajuk “Peran Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri dalam Diplomasi Budaya Melalui Media Massa”.

    Menurutnya, kegiatan tersebut rangkaian dari Program Madrasah Goes Abroad (PMGA) tahun 2025 yang digagas oleh Direktorat Jenderal Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan UIN Raden Fatah Palembang dipercaya sebagai panitia penyelenggaranya.

    “Program PMGA 2025 merupakan program persiapan bagi siswa madrasah untuk melanjutkan studi sarjana (S1) ke luar negeri,” katanya.

    Jufrizal menekankan, bahwa bentuk nilai diplomasi kebudayaan bukan hanya sebatas festival budaya Indonesia, seperti pameran batik, kuliner khas nusantara, hingga kegiatan seni pertunjukan.

    “Tapi calon mahasiswa di luar negeri harus menjadi representasi “wajah manusiawi” Indonesia. Nilai tersebut dalam bentuk prilaku,” ujar dia.

    Sementara melalui rilis yang didapat media ini, Direktur KSKK Ditjen Pendis Kemenag RI, Prof Dr Hj Nyayu Khodijah M Si saat pertama kali membuka secara resmi program ini menyebutkan, madrasah memiliki peran dalam mencetak generasi unggul dan berwawasan global.

    “PMGA merupakan program yang berdampak, para peserta akan diberikan pembekalan dan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih beasiswa di universitas terbaik dunia,” jelas Nyayu Khodijah.

    Program tersebut diikuti oleh sebanyak 100 siswa-siswi dari perwakilan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di Indonesia. (ANA)

  • Mahasiswa Teknik Dituntut Mampu Jadi Problem Solver Bagi Masyarakat

    Mahasiswa Teknik Dituntut Mampu Jadi Problem Solver Bagi Masyarakat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Mahasiswa yang menuntut ilmu di bangku kuliah jurusan teknik harus mampu menjadi problem solver ditengah masyarakat atau seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah secara efektif melalui pendekatan sistematis dan kreatif.

    Hal itu disampaikan Wakil Dekan II Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Ir Legiso MT dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Teknik yang

    mengikuti kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) yang diinisiasi Lembaga Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan Kaderisasi Universitas Muhammadiyah Palembang, Sabtu 8 November 2025.

    “Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang harus mampu menjadi problem solver bagi masyarakat, berkontribusi lewat karya nyata, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan etika Muhammadiyah. Itulah keseimbangan yang ingin kita tanamkan melalui BAM ini,” jelasnya.

    Legiso juga menekankan bahwa Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian penting dari proses pembentukan karakter mahasiswa Muhammadiyah.

    “Baitul Arqam adalah fondasi ideologis bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang. Melalui kegiatan ini, kalian tidak hanya dibentuk untuk menjadi insan akademis, tetapi juga insan yang berakhlak, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki kesadaran dakwah,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang berkomitmen tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam bidang teknologi, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral yang menjadi ciri khas kader Muhammadiyah.

    Lebih lanjut Ir Legiso menambahkan bahwa BAM Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang juga merupakan proses kaderisasi ideologis yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan secara utuh kepada mahasiswa.

    “Kegiatan Baitul Arqam yang berlangsung ini bertujuan  sebagai penguatan ideologi kemuhammadiyahan bagi mahasiswa,” katanya.

    BAM Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang batch 2 ini, terang Legiso dilangsungkan di Pondok Pesantren Thawalib Sriwijaya, Kota Palembang.

    Selain dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Dekan II Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang Ir Legiso MT, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Dekan I Dr Netty Herawati ST MT, Ketua Lembaga AIK dan Kaderisasi Dr Yahya Lc M Pd I serta para instruktur dan pendamping BAM lainnya. (ANA)

  • Jadi Dosen Tamu, Jufrizal Tanamkan Prinsip Jurnalisme Sejak Dini Dihadapan Mahasiswa Malaysia

    Jadi Dosen Tamu, Jufrizal Tanamkan Prinsip Jurnalisme Sejak Dini Dihadapan Mahasiswa Malaysia

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menjadi dosen tamu di negara lain untuk memberikan kuliah tentang jurnalisme merupakan kesempatan luar biasa yang didapat oleh Jufrizal MA, salah satu dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

    Ketua Prodi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang ini dipercaya menjadi dosen tamu, mengajar di hadapan mahasiswa Pusat Kajian Dakwah dan Kepimpinan Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia.

    Agar kesempatan itu memperoleh hasil yang memuaskan, diterangkan Jufrizal, dirinya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, baik dari segi materi, bahasa maupun budaya.

    Ketika menjadi dosen tamu di  hadapan mahasiswa Pusat Kajian Dakwah dan Kepimpinan Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia Jumat kemarin, terang Ketua Prodi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang ini, dirinya menanamkan pemahaman pentingnya prinsip jurnalisme sejak dini.

    “Tanpa memahami prinsip dasar elemen jurnalisme tentang kebenaran, disiplin verifikasi, indepedensi, serta loyalitas kepada publik akan berdampak calon jurnalis bekerja tanpa pegangan etika dan professional,” jelasnya, Sabtu 8 November 2025.

    Dijelaskannya, mahasiswa program studi jurnalistik serta komunikasi perlu memahami konsep elemen jurnalisme sebagai kompas moral dan etika ketika terjun ke dunia media.

    Di hadapan peserta kuliah umum, lanjutnya, ia memaparkan tentang practice the elements of journalism.

    Masih katanya, memahami elemen jurnalisme juga akan membentuk pola kritis terhadap media. Civitas akademika bidang jurnalistik ataupun bidang komunikasi tidak hanya belajar bagaimana membuat berita, tetapi mengkritisi isi media.

    “Praktik jurnalisme di media juga harus menjadi ruang diskusi di forum-forum ilmiah agar mutu jurnalisme terus berkembang sesuai etika,” terangnya.

    Diceritakannya, agar jalannya perkuliahan dihadapan mahasiswa negeri orang dapat berjalan sukses dirinya mempersiapkan langkah-langkah seperti persiapan materi kuliah, fokus pada prinsip universal, menggabungkan

    teori dan pengalaman praktis serta penggunaan bahasa yang jelas dan sederhana.

    “Namun yang paling ialah kepercayaan diri dan kemampuan mengomunikasikan informasi secara jelas merupakan modal utama bagi seorang jurnalis dan dosen. Dorong diskusi dan pertanyaan serta ajukan pertanyaan terbuka, gunakan studi kasus, atau lakukan sesi tanya jawab untuk menjaga keterlibatan mahasiswa,” katanya.

    Sementara melalui rilis yang diterima media ini, Dr Khazri Bin Osman, penyelenggara kegiatan kuliah dari Pusat Kajian Dakwah dan Kepimpinan UKM menuturkan, kajian kuliah tamu ini membuka wawasan dan memberikan perspektif mendalam tentang dunia jurnalisme.

    “Analisis tentang praktik jurnalisme sangat detail, penuh contoh nyata lewat tampilan-tampilan produk jurnalistik yang telah diterbitkan media, dan sangat relevan dengan perkembangan media terkini,” tuturnya. (ANA)

  • Hadapi Perubahan Cuaca, MAN 1 Ajak Siswa Jaga Kesehatan dan Kebersihan

    Hadapi Perubahan Cuaca, MAN 1 Ajak Siswa Jaga Kesehatan dan Kebersihan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Akhir-akhir ini, Kota Palembang mengalami perubahan cuaca yang tidak menentu. Kadang panas terik di siang hari, lalu tiba-tiba turun hujan deras di sore atau malam hari.

    Kondisi ini membuat tubuh mudah lelah dan rentan terhadap penyakit seperti flu, batuk, serta demam dan bermacam penyakit lainnya.

    Guna menyikapi hal tersebut, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang mengimbau seluruh siswa siswi dan warga madrasah untuk lebih memperhatikan kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan pola hidup sehat.

    Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty S Pd MM mengatakan, tak hanya himbauan, pihak madrasah juga aktif memberikan sosialisasi mengenai kesehatan.

    “Kami mengingatkan siswa siswi untuk rajin mencuci tangan, tidak jajan sembarangan. UKS juga menyiapkan perlengkapan medis ringan serta vitamin untuk membantu siswa siswi yang kurang sehat selama di sekolah,” terangnya, Sabtu 8 November 2025.

    Masih katanya, beberapa guru juga turut berperan dalam mengingatkan siswa siswi di kelas agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca atau musim panca roba seperti sekarang ini.

    Kegiatan kebersihan lingkungan juga semakin digiatkan untuk mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor, seperti demam berdarah.

    Dengan adanya kerja sama antara pihak madrasah, guru, dan siswa, terangnya MAN 1 Palembang berharap seluruh warga sekolah dapat tetap sehat meskipun cuaca tidak menentu.

    “Kesehatan menjadi kunci utama agar kegiatan belajar mengajar berjalan lancar dan semangat belajar siswa tetap terjaga. Madrasah juga menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan yang bersih, nyaman, dan produktif,” tuturnya.

    Sementara adanya hal ini, salah satu siswi MAN 1 Palembang Arimbie mengaku, dirinya sekarang lebih hati-hati lagi dalam kesehatan seperti menjaga pola makan teratur, menjaga kebersihan dan tidur tepat waktu.

    “Sekarang saya lebih hati-hati. Kalau cuaca lagi panas, saya minum lebih banyak, dan kalau hujan, saya selalu bawa jas hujan untuk berjaga-jaga,” ujarnya. (ANA)

  • Siswi yang Sempat Diduga Ingin Diculik Kini Urus Pindah Sekolah

    Siswi yang Sempat Diduga Ingin Diculik Kini Urus Pindah Sekolah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Terkait peristiwa pencobaan penculikan yang diceritakan siswi SMP Negeri 30 Palembang, Elsah (13), diketahui peristiwa tersebut hanya dibuat-buat cerita saja dan tidak benar setelah anggota satreskim Polrestabes Palembang, melakukan penyelidikan.

    Ketika mendatangi rumah Elsah yang terletak di Jalan Ki Nawar Mangku, Lorong Asli, Kecamatan SU II Palembang, rumah tersebut terlihat sepi dan ada hanya nenek Elsah yakni Maryati. Sedangkan orangtuanya dan Elsah, tidak ada rumah.

    Maryati mengatakan, Elsah dan orangtuanya saat ini berada di Ogan Ilir. “Sejak dari Senin, kemarin Elsah dan orangtuanya berada di Ogan Ilir,” katanya.

    Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 30 Palembang Kamila menyampaikan, bahwa sejak Senin kemarin Elsah tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. “Sudah sejak hari Senin Elsah tidak masuk sekolah. Informasi karena sakit,” katanya, dihubungi melalui telepon.

    Lanjut Kamila, dari informasi yang didapat dari orangtuanya Elsah, bahwa ada rencana dia akan mengurus pindah sekolah lain. “Itulah informasi terkahir yang kami terima,” tuturnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, terkuak peristiwa pencobaan penculikan yang dialami siswi kelas 7 SMPN 30 Palembang, yakni Elsah (13), ternyata hanya cerita belaka yang diketahui dibuat buat. Hal ini diungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, kepada awak media.

    Harryo mengatakan peristiwa tersebut tidak benar. “Terkait hal tersebut orang tua Elsah sudah melakukan klarifikasi dan permohonan maaf, karena anaknya telah membuat berita yang tidak benar (informasi tidak benar), ” ucap Harryo, Kamis (6/11/2025).

    Lanjut Harryo, sehingga waktu itu menjadi gayung bersambut, saat anak tersebut menceritakan berita yang tidak benar ini kepada gurunya. “Dan akhirnya berita tersebut tersebar luas ke masyarakat Palembang, dan ditelan mentah mentah,” katanya kembali.

    Hal ini, sambung Harryo, tentunya menjadi pelajaran dan edukasi agar masyarakat tidak latah menerima kebenaran atas informasi peristiwa yang terjadi. “Kami dari awal sudah curiga, dari rangkaian cerita yang ada, mulai dari barang bukti yang ada di lapangan dan keterangan saksi saksi, dan hasilnya cerita itu memang tidak benar,” ungkapnya.

    Dimana faktanya, lebih jauh Harryo mengatakan, memang benar saat itu Elsah hendak pergi ke sekolah. Kemudian ditengah jalan disapa seseorang yang ia tidak kenal.

    “Namun saat itu sapaan tersebut bukan merupakan bentuk ancaman. Karena panik Elsah lalu pulang ke rumah, namun memutuskan ke sekolah lagi,” terangnya. (ANA)

  • Unsri Beri Pelatihan Perajin Songket Cara Digital Memasarkan Produk

    Unsri Beri Pelatihan Perajin Songket Cara Digital Memasarkan Produk

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Para pengrajin songket di Desa Limbang Jaya Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan beberapa hari kemarin mendapatkan pelatihan cara menggunakan teknologi digital untuk memasarkan produk.

    Pelatihan itu dilakukan para ahli di bidangnya, yang dalam hal ini, Tim Pengabdian dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) saat berkunjung ke desa tersebut.

    Ketua Tim Pengabdian Unsri, Dr. Agustina Bidarti mengatakan, pelatihan itu dilakukan untuk mendukung perajin songket yang hingga kini masih terkendala dan kebingungan tentang cara distribusi dan pemasaran songket.

    Dr Agustina Bidarti menjelaskan kegiatan bertujuan untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku para peserta, terutama pada kesetaraan gender, karena mayoritas pelaku pengrajin ini adalah kaum perempuan.

    “Khusus pada kegiatan ini kita memberikan pelatihan terkait pengemasan, pembuatan merek atau branding, serta penetapan harga produk songket,” katanya, Kamis 6 November 2025.

    Selanjutnya, menurut dia dilakukan pemanfaatan berbagai platform digital seperti WhatsApp Business, Instagram, dan marketplace lokal untuk pemasaran sebagai meningkatkan pengrajin songket ini.

    “Kita, juga sebelumnya melakukan pendampingan pada para pengrajin ini untuk membuat katalog digital dan materi promosi songket yang mereka hasilkan”, tegas Dr. Agustina Bidarti.

    “Pengembangan keterampilan digital marketing untuk para pengrajin tersebut agar dapat memasarkan produk lebih luas, sehingga meningkatkan pendapatan mereka,” tambahnya.

    Pada kesempatan tersebut Eka Mulyana, kandidat doktor dari Manajemen Agribisnis Unsri, juga memberi pencerahan teknik fotografi ke para peserta.

    “Teknik fotografi produk songket yang mereka hasilkan untuk membuat foto yang menarik. Foto-foto yang dihasilkan ini akan digunakan untuk masuk dalam platform media sosial seperti Instagram, sehingga menjadi media promosi songket Limbang Jaya yang mereka hasilkan,” terangnya.

    Selain itu, katanya, foto-foto songket produk para pengrajin ini juga dimanfaatkan pada media sosial berbayar, seperti WA Business dan Akun Marketplace.

    “Bahkan juga kita sondingkan ke beberapa platform e-commerce terbesar, seperti Shopee dan Tokopedia, dan lainnya,” ujar Dr (Cand) Eka Mulyana.

    “Pengetahuan katalog digital online dari katalog versi cetak informasi produk songket Limbang Jaya juga menjadi perhatian Tim Pengabdian. Agar para pengrajin juga rajin mengupload berbagai gambar dan video produk songket mereka ke media sosial interaktif,” tambahnya.

    Sementara Azqia Wardani M Si, dosen UNSRI lainnya yang juga memberikan pelatihan pada perajin songket menambahkan dengan pelatihan, memungkinkan para pembeli songket di media sosial untuk berinteraksi dengan produk yang dihasilkan para pengrajin Limbang Jaya.

    “Kami memasukkan fitur-fitur gambar, video, dan fitur augmented reality juga. Dengan demikian, akan mudah diakses, baik oleh pembeli maupun para pengrajin sebagai penjualnya, mereka juga dapat berinteraksi  kapan saja dan di mana saja melalui perangkat, baik handphone, smartphone, ataupun tablet yang dimiliki pengrajin ini,” kata dia.

    Penggunaan katalog digital ini juga, menurutnya para pengrajin yang juga sekaligus penjual produk songketnya mudah untuk memperbarui berbagai informasi produk yang ditawarkan di media sosial ini.

    Sedangkan untuk memberi keakuratan informasi dalam digital marketing pada katalog diberi pengantar informasi songket yang diproduksi oleh para pengrajin. Informasi ini berisi sejarah songket, makna dan motif songket, sehingga dapat mempermudah pembeli dalam memilih songket yang diinginkan.

    Sejarah songket Limbang Jaya sendiri, katanya dimulai ketika migrasi penguasa Palembang, Pangeran Sido Ing Rejek ke Marga Sakatiga dan sekitarnya. Ketika Perang Palembang-VOC selama bulan November 1659, Kraton Kuto Gawang dan Palembang dibakar serta dibumihanguskan VOC.

    Pangeran Sido Ing Rejek mundur ke Sakatiga sebagai pertahanan di uluan Palembang. Beliau menjadikan Muara Meranjat sebagai pusat pemerintahan sementara. Lalu, para puteri-puteri beliau ditempatkan di daerah Pondok sehingga diganti menjadi Limbang Jaya.

    “Sedangkan dayang-dayangnya ditempatkan di daerah yang disebut Tanjung Dayang. Nah, dari sinilah kerajinan songket hadir di Limbang Jaya. Bertahan hingga sekarang. Selain itu, songket-songket tersebut memiliki banyak motif,” tuturnya.

    Disampaikannya berbagai motif songket yang dihasilkan memiliki makna bagi para pemakainya. Narasi sejarah dan makna motif ini akan  masukkan dalam katalog digital sebagai pengantar dan informasi penjualannya.

    Selama kegiatan berlangsung para peserta antusias dan memberi apresiasi tinggi kepada kegiatan ini. Para pengrajin yang diambil gambar-gambar motif songket yang dihasilkannya, termasuk video-video praktik pembuatan songket bergembira ria bersama tim pengabdian dan mahasiswa.

    “Kami mengucapkan terima kasih banyak pada komitmen Unsri dalam memberdayakan para pengrajin songket tradisional di dusun kami, Limbang Jaya. Kami minta kegiatan ini dilakukan terus di tahun-tahun mendatang. Agar kami sebagai pengrajin songket merasa diperhatikan sekaligus diberdayakan,” kata salah satu peserta perajin songket bernama Juwita, saat Tim UNSRI berkunjung ke desanya. (ANA)

  • 213 Mahasiswa Teknik Sandang Gelar Sarjana, Lulusan Baru Diharapkan Jadi Agen Perubahan

    213 Mahasiswa Teknik Sandang Gelar Sarjana, Lulusan Baru Diharapkan Jadi Agen Perubahan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 213 mahasiswa lulusan baru dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang resmi dikukuhkan sebagai sarjana teknik.

    Yudisium ke 79 UM Palembang yang digelar di Auditorium Muhammadiyah turut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang Prof Dr Ir Kgs Ahmad Roni ST MT dan beberapa petinggi lainnya.

    Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr Netty Herawati ST MT mengatakan, 213 lulusan baru Fakultas Teknik yang mengikut Yudisium ke 79 itu terdiri dari peserta Teknik Sipil 67 lulusan, Teknik Kimia 17 lulusan, Teknik Elektro 63 lulusan, Arsitektur 19 lulusan, Teknik Industri 22 lulusan, dan Teknologi Informasi 25 lulusan.

    “Untuk alumni terbaik diraih oleh Dinda Rahmadana dari Prodi Teknik Sipil dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3, 61, Husnul Khotimah dari Prodi Teknik Kimia dengan IPK 3, 77, Rygga Farira Rohma Wati dari Prodi Teknik Elektro dengan IPK 3, 89, Nurhaliza Devi dari Prodi Arsitektur dengan IPK 3, 86, Fahrurrozi Mawasandi dari Prodi Teknik Industri dengan IPK 3, 83, dan Muhammad Alfatur Rakhman dari Prodi Teknologi Informasi dengan IPK 3, 84,” terangnya, Rabu 5 November 2025.

    Dr Netty Herawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yudisium atas kerja keras dan dedikasi selama menempuh pendidikan di Fakultas Teknik. Ia menekankan pentingnya menjaga etika akademik dan profesionalitas di dunia kerja yang kini semakin kompetitif.

    “Para lulusan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan dan kemajuan bangsa di era teknologi yang terus berkembang pesat,” ungkapnya.

    Sementara itu, Prof Dr Ir Kgs Ahmad Roni memberikan pesan mendalam kepada para lulusan. “Gelar Sarjana Teknik yang saudara raih hari ini bukan sekadar simbol akademik. Ia adalah amanah keilmuan, moral, dan tanggung jawab sosial,” tegasnya.

    Menurutnya, tantangan global menuntut lulusan teknik untuk berpikir kritis, adaptif, dan berorientasi pada solusi.

    “Gunakan ilmu yang saudara peroleh untuk menciptakan solusi, bukan sekadar mencari posisi. Gunakan kecerdasan saudara untuk memudahkan kehidupan masyarakat, bukan membanggakan diri sendiri,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa di balik setiap rancangan bangunan, jembatan, mesin, maupun sistem teknologi, terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi esensi dari profesi teknik itu sendiri.

    “Keilmuan teknik sejatinya adalah wujud kebermanfaatan dan keberlanjutan untuk kehidupan manusia” tambahnya.

    Prof Ahmad Roni juga berpesan agar para alumni Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, serta profesionalitas di dunia kerja. (ANA)

  • Penutupan Rumah Tahfidz, 40 Santriwati Setor Hafalan Ayat Al-Qur’an

    Penutupan Rumah Tahfidz, 40 Santriwati Setor Hafalan Ayat Al-Qur’an

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 40 santriwati penghafal Al-Quran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang menyetorkan bacaan hafalan Al-Qur’an secara estafet didepan guru tahfidz ataupun guru asuh yang telah ditunjuk oleh pihak madrasah, Rabu 5 November 2025.

    Setoran hafalan ayat suci Al-Quran tersebut sengaja digelar sebagai salah rangkaian kegiatan penutupan Rumah Tahfidz Al-Qur’an MAN 1 Palembang Angkatan Kedua Tahun 2025.

    Kepala MAN 1 Palembang Widiawaty S Pd MM mengatakan, kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momen penting bagi para peserta yang telah menyelesaikan program tahfidz dengan penuh semangat dan dedikasi dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.

    “Pada kegiatan penutupan Rumah Tahfidz Al-Qur’an tahun ini, sebanyak 40 santriwati peserta penghafal Al-Quran menampilkan bacaan hafalan secara estafet didepan guru tahfidz,” terangnya.

    “Para peserta anak-anak kita ini  menunjukkan kemampuan serta ketekunan mereka selama mengikuti pembinaan dalam membaca, menghafal dan memaknai isi yang terkandung di dalam Al-Quran,” katanya.

    “Suasana haru dan kebanggaan terasa saat lantunan ayat suci menggema di ruangan, menjadi bukti nyata keberhasilan program Rumah Tahfidz di madrasah ini,” tambahnya.

    Sebagai bentuk apresiasi, lanjutnya para peserta mendapatkan sertifikat penghargaan atas keberhasilan mereka dalam menyelesaikan hafalan.

    Tara, salah satu peserta tahfidz, menyampaikan harapan besarnya agar program ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi generasi berikutnya. “Kami berharap dengan adanya program ini, siswa-siswi MAN 1 Palembang dapat menjadi generasi yang lebih baik dan berjiwa Al-Qur’an,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, disampaikannya salah satu bentuk bukti MAN 1 Palembang yang terus berkomitmen membina siswa-siswi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

    Siswi lainnya yakni Karin juga mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari madrasah yang memberikan pendidikan seimbang antara ilmu umum dan ilmu agama.

    “Saya sangat bangga menjadi siswi di madrasah, karena di sini saya mendapatkan pelajaran agama lebih mendalam. Saya juga berhasil menghafal beberapa juz dan akhirnya diwisuda sebagai tahfidz,” kata Karin. (ANA)

  • Diduga untuk Pembangunan Sekolah, SM Gunakan Dana PIP Tanpa Penerima

    Diduga untuk Pembangunan Sekolah, SM Gunakan Dana PIP Tanpa Penerima

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Dugaan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di SD Negeri 19 Air Salek. SM, salah satu pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana tersebut, menjadi sorotan setelah diduga menggunakan dana PIP tanpa sepengetahuan para penerima yang sah.

    Menurut informasi, sejumlah wali murid mengaku tidak pernah menerima bantuan PIP yang seharusnya disalurkan sejak tahun 2020.

    Saat dikonfirmasi pada Selasa, 4 November 2025, di ruang kantor SDN 19 Air Salek, SM mengatakan bahwa semua sudah diselesaikan. Menanggapi pertanyaan wartawan, bagaimana cara penyelesaian tersebut, dia menerangkan, bahwa pihak sekolah telah melakukan penyelesaian secara internal.

    “Kami sudah menyelesaikan dengan melakukan pemanggilan kepada wali siswa dan mengembalikan uang PIP tersebut,” ujarnya.

    “Kami sudah mengembalikan dana tersebut kepada wali murid yang komplain kepada kami. Saya bukan maling, sebab dana tersebut untuk kepentingan pembangunan sekolah,” tegasnya.

    Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar. Pasalnya, tidak ada bukti tertulis atau berita acara yang menunjukkan adanya persetujuan dari para penerima manfaat dana PIP.

    Sejumlah wali murid menilai, tindakan tersebut jelas melanggar aturan, sebab dana PIP merupakan hak pribadi siswa penerima, bukan untuk kepentingan pembangunan sekolah.

    Namun, keterangan berbeda disampaikan salah seorang wali murid saat ditemui di tempat terpisah. Wali murid tersebut mengaku memang pernah dipanggil oleh pihak sekolah, namun belum menerima uang yang dijanjikan.

    “Kami memang pernah dipanggil untuk diserahkan sejumlah uang, tapi kami belum menerima uang tersebut karena dalam proses serah terima uang itu ada yang memberatkan kami, yaitu adanya surat pernyataan yang harus kami tanda tangani,” ungkap salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

    “Dana PIP adalah hak anak kami, bukan untuk pembangunan. Sekolah sudah punya anggaran tersendiri dari pemerintah,”ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya,” tegasnya. (ANA)