Category: Infrastruktur

  • HK Lakukan Pemeliharaan Rutin di Ruas Tol JTTS

    HK Lakukan Pemeliharaan Rutin di Ruas Tol JTTS

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Hutama Karya (Persero) melakukan pemeliharaan rutin di beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Pemeliharaan tersebut meliputi Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka), Tol Palembang–Indralaya (Palindra), dan Tol Betung–Tempino–Jambi (Tol Betejam).

    Seluruh pekerjaan pemeliharaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.

    Pada Ruas Tol Terpeka, pekerjaan pemeliharaan dilakukan pada KM 228+000 – KM 231+361 Jalur A (dari Terbanggi Besar ke Kayu Agung) dan B (dari Kayu Agung ke Terbanggi Besar), KM 232+445 – KM 232+465 Jalur B: KM 239+993 – KM 240+013 Jalur B: KM 196+380 – KM 196+435 Jalur A: KM 239+974 – KM 240+009 Jalur A: KM 265+381 – KM 265+442 Jalur A: KM 272+861 – KM 272+911 Jalur A: serta KM 277+701 – KM 277+713 Jalur A. Selain itu, pemeliharaan juga dilakukan pada koridor KM 140+000 – KM 330+000 Jalur A dan B.

    Sementara di Tol Palindra, pemeliharaan dilaksanakan pada KM 010+380 – KM 010+330 Jalur B (dari Indralaya ke Palindra): KM 008+935 – KM 008+854,50 Jalur B: KM 013+620 – KM 013+505,80 Jalur B: KM 012+680 – KM 012+583,50 Jalur B: serta KM 007+820 – KM 007+669,30 Jalur B.

    Khusus di Ruas Tol Betejam, pemeliharaan dilaksanakan pada Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi 4 (Tempino–Simpang Ness) dengan titik pekerjaan di KM 045+875 – KM 045+910 Jalur A (dari arah Tempino ke Simpang Ness).

    Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah mengungkap, bahwa seluruh pelaksanaan pekerjaan mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jalan melalui pemasangan rambu sesuai standar, serta kesiapsiagaan petugas di lapangan untuk pengaturan lalu lintas dan mengarahkan pengguna jalan saat melintasi area pekerjaan.

    “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan berlangsung. Kami mengimbau pengguna jalan untuk lebih waspada, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ungkap

    Mardiansyah, Senin (26/1/2026).

    Untuk informasi lebih lanjut, pengguna jalan dapat menghubungi Call Center Integrasi Ruas Tol Sumbagsel untuk Tol Terpeka dan Tol Palindra melalui 150-700 (telepon) dan 08112-77000 (WhatsApp), serta Call Center Tol Betejam di 0821-8888-7710 atau melalui akun resmi media sosial @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya.

    “Tetap patuhi rambu, jaga jarak aman, kurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan, dan utamakan keselamatan selama perjalanan,” kata Mardiansyah. (ANA)

  • 120.833 Kendaraan Melintas di Jalan Tol Trans Sumatera pada Momen Long Weekend Isra Mi’raj

    120.833 Kendaraan Melintas di Jalan Tol Trans Sumatera pada Momen Long Weekend Isra Mi’raj

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Hutama Karya (Persero) menyampaikan trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) periode long weekend perayaan Isra Mi’raj pada 16 Januari 2026.

    Berdasarkan catatan, kendaraan terpantau meningkat pada sejumlah ruas utama, khususnya pada koridor penghubung antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan.

    EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Mardiansyah menerangkan bahwa secara kumulatif, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi pada 16 Januari 2026 tercatat 120.833 kendaraan atau meningkat 22,03 persen dibandingkan trafik normal.

    “Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” terang Mardiansyah, Senin (19/1/2026).

    Seiring dengan meningkatnya mobilitas pada periode long weekend, Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

    “Pengguna jalan juga diharapkan memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk,” pesan Mardiansyah. (ANA)

     

    Berikut rekap trafik harian ruas tol yang beroperasi periode 16 Januari 2026.

    • Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka): 14.611 kendaraan (meningkat 6,63 persen)

    • Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih (Palindra & Indraprabu): 15.383 kendaraan (meningkat 4,07 persen)

    • Tol Betung – Tempino – Jambi (Bayung Lencir – Tempino): 8.045 kendaraan (meningkat 12,47 persen)

    • Tol Bengkulu – Taba Penanjung (Bengtaba): 2.029 kendaraan (meningkat 5,90 persen)

    • Tol Pekanbaru – Dumai (Permai): 15.962 kendaraan (meningkat 4,68 persen)

    • Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar: 7.418 kendaraan (meningkat 42,90 persen)

    • Tol Padang – Sicincin (Pacin): 2.079 kendaraan (meningkat 21,15 persen)

    • Tol Indrapura – Kisaran (Inkis): 10.475 kendaraan (meningkat 21,06 persen)

    • Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat Seksi 1–4 (Kutepat): 27.576 kendaraan (meningkat 54,08 persen)

    • Tol Binjai – Langsa (Binjai – Pangkalan Brandan/Binsa): 10.705 kendaraan (meningkat 26,16 persen)

    • Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam/Sibanceh): 6.552 kendaraan (meningkat 53,26 persen)

  • Trafik Terkini Arus Balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, 147.780 Kendaraan Lintasi JTTS

    Trafik Terkini Arus Balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, 147.780 Kendaraan Lintasi JTTS

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pergerakan kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 masih terpantau tinggi pada 1 Januari 2026.

    Secara kumulatif, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi tercatat mencapai 147.780 kendaraan, atau meningkat 65,00 persen dibandingkan trafik normal.

    EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Mardiansyah mengungkapkan, bahwa peningkatan ini menunjukkan masih tingginya mobilitas masyarakat pada fase awal arus balik Nataru.

    “Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan layanan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” ungkap Mardiansyah, Senin (5/1/2026).

    Seiring dengan masih berlangsungnya arus balik, Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

    “Pengguna jalan juga harus memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk,” pesan Mardiansyah.

    Hutama Karya berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran dan keselamatan trafik di Jalan Tol Trans Sumatera melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait, sebagai wujud #MelayaniSepenuhHati. (ANA)

    Berikut Rekap Trafik Harian Ruas Tol Beroperasi (Periode 1 Januari 2026):

    • Kendaraan yang melintasi Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka) tercatat sebanyak 16.929 kendaraan atau meningkat 26,76 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih (Palindra & Indraprabu) tercatat sebanyak 17.382 kendaraan atau meningkat 36,63 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Betung – Tempino – Jambi (Bayung Lencir – Tempino) tercatat sebanyak 8.178 kendaraan atau meningkat 73,08 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Bengkulu – Taba Penanjung (Bengtaba) tercatat sebanyak 3.970 kendaraan atau meningkat 132,71 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) tercatat sebanyak 19.457 kendaraan atau meningkat 37,96 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar tercatat sebanyak 10.117 kendaraan atau meningkat 129,41 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Indrapura – Kisaran tercatat sebanyak 13.238 kendaraan atau meningkat 63,88 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita (HMW) tercatat sebanyak 38.905 kendaraan atau meningkat 99,49 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Binjai – Pangkalan Brandan tercatat sebanyak 11.939 kendaraan atau meningkat 49,99 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam) tercatat sebanyak 7.665 kendaraan atau meningkat 155,24 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Padang – Sicincin tercatat sebanyak 1.847 kendaraan atau lebih rendah 16,16 persen dibandingkan trafik normal, dikarenakan terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi.

     

    Rekap Trafik Ruas Tol Fungsional Periode Nataru 2025/2026 (Periode 1 Januari 2026):

     

    Sementara itu, untuk ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Libur Nataru pada tanggal 1 Januari 2026, tercatat sebagai berikut:

    • Tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Seulimeum – Padang Tiji) yang dioperasikan secara fungsional sejak 7 Desember 2025 mencatat trafik sebanyak 3.027 kendaraan. Pengoperasian fungsional ruas ini berlaku 24 jam dan diperpanjang hingga 8 Januari 2026.

    • Tol Palembang – Betung (Keramasan – Pangkalan Balai) yang dioperasikan secara fungsional sejak 20 Desember 2025 mencatat trafik sebanyak 3.048 kendaraan.

  • Trafik Kendaraan di Tol Trans Sumatera Alami Peningkatan hingga 41 Persen

    Trafik Kendaraan di Tol Trans Sumatera Alami Peningkatan hingga 41 Persen

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Hutama Karya (Persero) terus memantau perkembangan trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

    Hingga Selasa (23/12/2025) trafik kendaraan terpantau mengalami peningkatan seiring dengan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat pada libur akhir tahun.

    Secara kumulatif, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi tercatat mencapai 127.453 kendaraan, atau meningkat 41,88 persen dibandingkan trafik normal.

    “Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” ungkap EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Mardiansyah, Kamis (25/12/2025).

    Hutama Karya berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran dan keselamatan trafik di Jalan Tol Trans Sumatera selama periode libur Nataru.

    “Kami mengimbau kepada seluruh pengguna tol untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan dan memastikan kondisi pengemudi tetap prima. Apabila merasa lelah atau mengantuk, pengguna jalan diharapkan menepi dan beristirahat di rest area terdekat,” imbau Mardiansyah.

    Mardiansyah juga meminta pengguna jalan agar memastikan kartu uang elektronik dalam kondisi baik dan saldo mencukupi sebelum memasuki tol.

    Berikut Rekap Trafik Harian Ruas Tol Beroperasi:

    • Kendaraan yang melintasi Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka) tercatat sebanyak 15.897 kendaraan atau meningkat 26,75 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih (Palindra & Indraprabu) tercatat sebanyak 16.870 kendaraan atau meningkat 37,97 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Betung – Tempino – Jambi (Bayung Lencir – Tempino) tercatat sebanyak 8.501 kendaraan atau meningkat 104,94 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Bengkulu – Taba Penanjung (Bengtaba) tercatat sebanyak 2.241 kendaraan atau meningkat 40,15 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) tercatat sebanyak 17.571 kendaraan atau meningkat 32,68 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar tercatat sebanyak 6.827 kendaraan atau meningkat 64,31 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Indrapura – Kisaran tercatat sebanyak 12.428 kendaraan atau meningkat 64,30 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita (HMW) tercatat sebanyak 29.840 kendaraan atau meningkat 24,55 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Binjai – Pangkalan Brandan tercatat sebanyak 12.214 kendaraan atau meningkat 61,05 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam) tercatat sebanyak 5.064 kendaraan atau meningkat 80,02 persen dibandingkan trafik normal.

    • Kendaraan yang melintasi Tol Padang – Sicincin tercatat sebanyak 1.435 kendaraan atau lebih rendah 27,05 persen dibandingkan trafik normal, dikarenakan terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi.

     

    Rekap Trafik Ruas Tol Fungsional Periode Nataru 2025/2026 (23 Desember 2025)

     

    Sementara itu, secara terpisah untuk trafik pada ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Libur Nataru 2025/2026 pada tanggal 23 Desember 2025, tercatat sebagai berikut:

     

    • Tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Seulimeum – Padang Tiji) yang dioperasikan secara fungsional sejak 7 Desember 2025, mencatat trafik sebanyak 1.327 kendaraan.

    • Tol Palembang – Betung (Kramasan – Pangkalan Balai) yang dioperasikan secara fungsional sejak 20 Desember 2025, mencatat trafik sebanyak 2.598 kendaraan.

  • Pembangunan Tol Paltung Seksi 1 dan 2 Capai 85 Persen

    Pembangunan Tol Paltung Seksi 1 dan 2 Capai 85 Persen

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Hutama Karya (Persero) terus melanjutkan pembangunan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 (Keramasan – Pangkalan Balai) sepanjang 55,5 km sebagai kelanjutan dari Tol Kayu Agung–Palembang yang telah beroperasi dan dikelola oleh PT Waskita Sriwijaya Toll Road Hingga akhir Oktober 2025.

    Adapun progres pembangunan kedua seksi tersebut sudah mencapai 85,74 persen ruas ini akan menjadi penghubung penting antara Gerbang Keramasan dan Gerbang Tol Pangkalan Balai, sekaligus memperkuat konektivitas di Sumatera Selatan.

    Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah mengungkapkan, bahwa pembangunan ruas ini menghadirkan tantangan teknis yang cukup kompleks.

    Terutama pada trase yang melintasi Sungai Musi, sungai terpanjang dan salah satu jalur transportasi utama di Sumatra Selatan.

    “Melintasi Sungai Musi menjadi tantangan tersendiri, baik dari sisi teknis maupun keselamatan. Jalan tol ini tidak hanya melintasi sungai besar, tetapi juga area vital aktivitas logistik masyarakat,” ungkap Mardiansyah, Selasa (25/11/2025).

    Untuk menjawab tantangan tersebut, Hutama Karya menerapkan metode Box Balance Cantilever untuk  pembangunan jembatan yang memiliki bentang utama sepanjang 380 meter.

    “Metode ini memungkinkan struktur jembatan dibangun secara bertahap dari 2 sisi yang saling mengimbangi. Setiap bagian dicor segmen demi segmen hingga kedua bentang bertemu presisi di tengah, sehingga struktur seolah tumbuh ke arah tengah dan ketika kedua ujung bentang bertemu, barulah terbentuk satu kesatuan struktur yang kokoh dan presisi,” ujar Mardiansyah.

    Selain memberikan stabilitas struktur, metode ini memastikan aktivitas lalu lintas di Sungai Musi tetap berjalan aman dan tidak terganggu.

    Pendekatan tersebut dipilih untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus logistik yang melintasi Sungai Musi.

    “Dengan metode ini, kami memastikan lalu lintas sungai tetap berjalan normal, sekaligus menjaga keamanan pekerja dan lingkungan sekitar proyek,” ujar Mardiansyah.

    Kata Mardiansyah, Tol Palembang–Betung memiliki panjang total 70,19 Km yang terbagi ke dalam 3 (tiga) seksi, yakni Seksi 1 Palembang–Rengas (22,50 km), Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai (33 km), dan Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung (14,69 km).

    Pembangunan ruas ini merupakan bagian dari percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang terus dikembangkan untuk menghadirkan konektivitas yang lebih merata dan berkelanjutan di Pulau Sumatra.

    “Hutama Karya berharap pembangunan infrastruktur ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Tol ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas Palembang dengan daerah sekitarnya, memperlancar distribusi logistik, dan mendukung aktivitas harian warga Sumatra Selatan,” kata Mardiansyah.

    Dengan akses yang makin mudah dan waktu tempuh yang lebih singkat, pembangunan ini diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru dan menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakannya.

    “Kami juga berkomitmen untuk terus melanjutkan inovasi dan menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat. Kami ingin kehadiran setiap ruas tol dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat dan memberi kontribusi bagi kemajuan daerah,” tutur Mardiansyah. (ANA)

  • Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan Tol Terpeka dan Palindra Jelang Libur Nataru

    Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan Tol Terpeka dan Palindra Jelang Libur Nataru

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Hutama Karya (Persero) melakukan berbagai persiapan pada ruas-ruas tol yang dikelola di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), khususnya Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) dan Tol Palembang–Indralaya (Palindra).

    Kedua ruas ini merupakan jalur utama arus mudik di jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), sehingga pemeliharaan rutin, peningkatan kualitas jalan, serta beautifikasi menjadi prioritas untuk memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman, nyaman, dan selamat.

    Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menerangkan bahwa pemeliharaan intensif dilakukan mengingat ruas-ruas tersebut menjadi jalur strategis pada libur Nataru nanti.

    Pemeliharaan meliputi pengecatan ulang tiang rambu, pengecatan barrier, pembersihan guardrail pembersihan drainase, perapihan bahu jalan hingga perbaikan perkerasan mainroad.

    “Pemeliharaan dilakukan secara menyeluruh agar kualitas layanan tetap optimal. Target kami, seluruh pekerjaan rampung pada H-10 sebelum Nataru sesuai arahan Pemerintah, atau tepatnya tanggal 20 November – 15 Desember 2025,” terang Mardiansyah, Jumat (21/11/2025).

    Selama pekerjaan berlangsung, Hutama Karya menerapkan pengaturan lalu lintas, memasang perambuan peringatan, melakukan sosialisasi dan publikasi informasi kepada pengguna jalan melalui Variable Message Sign (VMS) dan media sosial.

    “Kami juga mastikan seluruh proses sesuai standar keselamatan kerja di tol. Hutama Karya menempatkan 25 unit VMS di sepanjang ruas Tol Terpeka dan Palindra,” ungkap Mardiansyah.

    Adapun untuk lokasi pemeliharaan di Tol Terpeka (Jalur A – arah Terbanggi Besar ke Kayu Agung)  terdapat di: KM 293+699 sampai KM 294+294, KM 296+159 sampai KM 296+320, KM 296+317 sampai KM 296+455, dan KM 299+900 sampai KM 297+065.

    Sementara untuk Tol Palindra terletak di (Jalur A – arah Palembang ke Indralaya): KM 005+265 sampai 005+338, KM 009+555 sampai 009+585, KM 010+235 sampai 010+313, KM 011+970 sampai 012+066, KM 013+015 sampai 013+181, KM 013+450 sampai 013+497, KM 016+635 sampai 016+681 dan (Jalur B – arah Indralaya ke Palembang) KM 021+190 sampai 021+125, KM 019+060 sampai 018+802, KM 014+564 sampai 014+100, KM 013+745 sampai 013+522, KM 012+370 sampai 012+128, KM 011+450 sampai 011+416, KM 011+416 sampai 011+168, KM 011+230 sampai 011+182, KM 005+745 sampai 005+674, KM 005+225 sampai 005+198 dan KM 003+825 sampai 003+496.

    Untuk memperkuat respons cepat di lapangan, Hutama Karya menambah jumlah Tim Inspeksi Pothole dari 2 (dua) tim menjadi 3 (tiga) tim yang bertugas melakukan inspeksi mengidentifikasi potensi kerusakan selama 24 jam, serta menangani lubang jalan secara cepat menjelang puncak arus Libur Nataru 2025/2026.

    “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pemeliharaan. Kami mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan saat melintas di area pekerjaan,” tutur Mardiansyah. (ANA)

  • Antisipasi Kemacetan Panjang, 2 Tol Ini akan Dibuka saat Nataru

    Antisipasi Kemacetan Panjang, 2 Tol Ini akan Dibuka saat Nataru

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Tol Palembang – Betung seksi 2 Rengas – Pangkalan Balai akan dibuka dua arah. Tol tersebut rencananya akan dibuka saat satu minggu sebelum dan satu minggu sesudah Nataru.

    “Pembukaan ini hanya bersifat sementara. Dan untuk kendaraan yang melintas hanya boleh kendaraan pribadi, dan kendaraan kecil lainnya,” ungkap EVP Divisi Pembangunan Jalan Tol Hutama Karya Pulung Satyo Anggono, Selasa (11/11/2025).

    Sementara untuk kendaraan bermuatan besar masih melalui jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Palembang – Betung. “Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama masa uji coba dua arah tersebut,” ujar Pulung.

    Saat pembukaan dua arah ini kata Pulung,  pengguna jalan tidak dikenakan tarif alias gratis. “Kami berkomitmen untuk melayani pengguna jalan agar tidak terjebak macet pada saat libur nanti,” kata Pulung. (ANA)

  • 50 Ribu Kendaraan Lewati Tol Indralaya – Prabumulih

    50 Ribu Kendaraan Lewati Tol Indralaya – Prabumulih

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sejak diresmikan pada Sabtu (15/04/2023) lalu, sebanyak 50 ribu kendaraan telah keluar masuk Gerbang Tol Indralaya – Prabumulih.

    Hal ini diungkapkan Branch Manager Tol Palembang-Indralaya-Prabumulih dari PT Hutama Karya (Persero) Syamsul Rijal.

    “Hingga Senin petang tanggal 24 April 2023, jumlah kendaraan yang melewati Tol Indra-Prabu mencapai 49.595 kendaraan,” kata Syamsul melalui press release yang tertulis, Rabu (26/4/2023).

    Adapun jumlah kendaraan yang melewati Tol Indra-Prabu sejak hari pertama dibuka fungsional mengalami fluktuasi.

    Namun, setelah Hari Raya Idul Fitri pada Sabtu (22/4/2023) lalu, jumlah kendaraan mengalami peningkatan signifikan per harinya.

    Seperti pada Minggu (23/4/2023) dan Senin (24/3/2023) lalu, di mana dalam dua hari tersebut tercatat ada 16 ribu kendaraan yang melintas atau 8 ribu kendaraan per hari.

    “Minggu tercatat ada 8.381 kendaraan dan Senin atau H+2 Lebaran, jumlahnya terbanyak dalam 10 hari terakhir, yakni 8.413 kendaraan,” ungkap Syamsul.

    Lanjut dikatakan Syamsul bahwa Tol Indra-Prabu masih terus melayani pemudik tanpa dipungut tarif hingga Minggu (30/4/2023) mendatang.

    “Kepada pengendara kami imbau berhati-hati saat melintasi Tol Indra-Prabu karena ada pemberlakuan contraflow di kilometer 64 hingga 74,” pesan Syamsul.

    Selain itu, tingginya volume lalu lintas arus mudik di Tol Indra-Prabu juga berpengaruh pada Tol Palembang-Indralaya (Palindra).

    Selama periode sama sejak 15 April hingga 24 April lalu, tercatat 100.993 kendaraan melintasi ruas tol pertama di Sumatra Selatan.

    “Sama seperti Tol Indra-Prabu puncak arus kendaraan di Tol Palindra juga terjadi di dua hari setelah Lebaran Idulfitri,” jelas Syamsul.

    “Hari Minggu tercatat 15.116 kendaraan dan Senin 15.169 kendaraan yang melintasi Tol Palindra,” tutup Syamsul. (*)

  • Hore, Tahun Depan di Palembang Tidak Ada Jalan Rusak

    Hore, Tahun Depan di Palembang Tidak Ada Jalan Rusak

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tahun depan akan memprioritaskan perbaikan jalan rusak di sejumlah wilayah.

    Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota (Wako) Palembang Harnojoyo.

    “Program kerja prioritas Pemkot tahun depan memperbaiki jalan rusak sehingga tidak ada lagi keluhan dari masyarakat,” ungkap Harno, Sabtu (11/12/2022).

    Menurut Harno, perbaikan jalan rusak di sejumlah ruas jalan Palembang semestinya sudah tuntas 90 persen tahun 2022. Namun, karena keterbatasan anggaran, perbaikan dilanjutkan tahun depan.

    “Perbaikan jalan rusak yang jadi kewenangan Pemkot ada sebanyak 1.204 ruas jalan. Tahun ini perbaikan tidak selesai seluruhnya,” ujar Harno.

    Berdasarkan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Palembang, sekitar 17 persen jalan rusak belum diperbaiki tahun ini.

    “Tahun 2023, Insya Allah kami akan tuntaskan jalan-jalan rusak ini, dan target kami lebih dari 90 persen selesai, bahkan Palembang diupayakan tidak ada lagi jalan rusak,” terang Harno.

    Kepala Dinas PUPR Palembang Ahmad Bastari Yusak mengatakan, pengerjaan jalan rusak di Palembang baru mencapai 83 persen dari total ruas jalan yang ada, karena anggaran Pemkot pada 2022 masih mengalami pemotongan akibat kondisi pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.

    “Tapi kami pastikan sisa jalan rusak yang belum diperbaiki ini akan dilakukan pengerjaannya tahun depan. Kami akan fokus peningkatan anggaran 2023,” kata Bastari. (*)

  • Ruas Tol Pasuruan – Probolinggo Seksi 4 Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2023

    Ruas Tol Pasuruan – Probolinggo Seksi 4 Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2023

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Waskita Toll Road (WTR) tengah mempercepat penyelesaian konstruksi jalan tol penerima Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2021. Salah satunya Ruas Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro).

    Melalui anak usahanya, PT Transjawa Paspro Jalan Tol (TPJT), dilaporkan progres konstruksi Ruas Tol Paspro Seksi 4A sepanjang 8,57 km (Probolinggo Timur–Gending) per awal November 2022 telah mencapai 71,38%. Seksi tersebut ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2023.

    Sebelumnya, Seksi 1–3 (Pasuruan–Probolinggo Timur) sepanjang 31,3 Km, telah beroperasi sejak tahun 2019, sehingga nantinya ruas tol yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa tersebut akan dapat menyambungkan wilayah Pasuruan hingga Gending.

    Direktur Utama WTR, Rudi Purnomo menyampaikan bahwa konstruksi Ruas Tol Paspro Seksi 4A merupakan salah satu realisasi penyerapan dana PMN yang diterima pada awal tahun 2021. Selain itu, Rudi juga menjelaskan bahwa keberadaan Ruas Tol Paspro dapat meningkatkan konektivitas daerah Jawa Timur ke wilayah lain, termasuk Jakarta.

    “Dana PMN yang kami terima dialokasikan untuk mempercepat penyelesaian Ruas Probolinggo Timur–Gending. Nantinya saat sudah beroperasi penuh, Ruas Tol Paspro akan dapat menjadi jalur alternatif bagi pengguna jalan, baik untuk kebutuhan logistik maupun pariwisata dari arah Jember dan Banyuwangi menuju Surabaya atau sebaliknya, di mana jalur tersebut dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dan mempermudah akses ke jalan tol yang terhubung langsung sampai Jakarta,” jelas Rudi dalam keterangannya yang diterima suarapublikid, Kamis (17/11).

    Direktur Utama TPJT, Mulya Setiawan menyampaikan jika sudah beroperasi penuh, nantinya Ruas Tol Paspro akan memangkas waktu tempuh dari Pasuruan menuju Gending, selain itu juga akan mempermudah akses menuju Kota Probolinggo dan menyambungkan berbagai wilayah di Jawa Timur. Hal ini menjadikan Ruas Tol Paspro sebagai katalis dalam pembangunan kota Probolinggo, terutama dalam sektor pariwisata.

    “Lokasi Ruas Tol Paspro yang strategis dapat mempermudah akses menuju area pariwisata nasional, seperti Gunung Bromo dan Tengger Semeru. Melalui Gerbang Tol Gending yang jaraknya hanya 2,6 Km dari jalur Pantura, pengguna jalan dan turis dari arah Pantura dapat sampai di area pariwisata nasional dengan waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan melalui jalan nasional. Hal ini merupakan bentuk kontribusi langsung dari TPJT untuk memajukan perekonomian penduduk Jawa Timur, khususnya Probolinggo,” jelas Mulya. (Rel)

  • Herman Deru Ajak  BBWS Sumsel VIII Duduk Bersama Cari   Solusi Atasi Banjir di Kota Palembang   

    Herman Deru Ajak  BBWS Sumsel VIII Duduk Bersama Cari   Solusi Atasi Banjir di Kota Palembang  

    Suarapublik.id, PALEMBANG- Gubernur Sumsel H Herman Deru terus mendorong dan mendukung program kegiatan paket pekerjaan yang  tengah dikerjakan   Balai Besar Sungai Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Tahun 2022.

    Saat menerima Kepala BBWS Sumatera VIII, Maman Novrayamin dikantornya, Rabu (6/7) pagi, Gubernur Herman Deru  memberikan dukungannya atas semua pekerjaan yang tengah berjalan di Wilayah Provinsi Sumsel. Hal itu lanjut dia tidak lain  demi masyarakat.

    “Jangan ragu jika butuh dukungan yang lebih penting   prioritas demi kepentingan masyarakat,” katanya.

    Bapak Pembangunan Sumsel itu meminta pihak  BBWS  untuk  dapat duduk bersama dengan berbagai pihak dalam  memecahkan permasalahan banjir yang  kerap melanda  Kota Palembang.

    “Kita duduk bersama bagaimana cara mensiasati untuk banjir di Palembang agar tidak terus menerus,”ujarnya.

    Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera VIII, Maman Novrayamin mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur Herman Deru untuk program BBWS Sumatera VIII.

    Dia merinci sejumlah  program yang tengah dikerjakan BBWS dan sebagian lagi dalam  proses tender diantaranya Palembang Lambidaro dan Sungai Bendung di Basuki Rahmat.

    “Saat ini juga program yang sudah berjalan adalah Bendungan Tiga Dihaji OKU Selatan. Kita harap ini cepat selesai,” katanya.

  • Sempat Tertunda, Pemkot Siapkan Dana Bagun UKK Imigrasi di Prabumulih

    Sempat Tertunda, Pemkot Siapkan Dana Bagun UKK Imigrasi di Prabumulih

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rencana Pembentukan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di Prabumulih yang sempat tertunda kini mendapat angin segar. Bahkan, Pemerintah Kota sudah menyiapkan anggaran untuk pembentukan UKK Kantor Imigrasi di Prabumulih.

    Hal itu diungkapkan Walikota Prabumulih, Ridho Yahya, saat menerima audiensi Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Sumsel, Herdaus, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Mohammad Ridwan, Kamis (14/4/2022).

    “Pada tahun 2019, Prabumulih telah melakukan pengajuan pembentukan UKK Imigrasi, namun tertunda dikarenakan adanya refocusing anggaran dampak dari pandemi COVID-19. Sekarang kami kembali mengajukan permohonan serta telah menyiapkan opsi lokasi tempat yang akan digunakan sebagai kantor UKK,” ungkap Ridho Yahya.

    Terkait fasilitas sarana dan prasarana, kata Ridho, sedang dikoordinasikan dengan pihak terkait. Ridho berujar kehadiran UKK menguntungkan kedua belah pihak.

    “Disamping dapat mengoptimalkan kinerja Kantor Imigrasi yang selama ini terkendala wilayah kerja yang sangat luas, kehadiran UKK menjadi keunggulan tersendiri di bidang pelayanan publik bagi Pemerintah Kota Prabumulih,” tuturnya.

    Kadiv Keimigrasian, Herdaus, sangat mengapresiasi atas dukungan Walikota Prabumulih yang cepat menanggapi dengan memberikan fasilitas pada Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan guna rencana pembetukan UKK.

    “Nantinya pertemuan ini akan kami laporkan dan untuk segera ditindak lanjuti oleh Direktorat Jenderal Keimigrasian, terkait persiapan yang sudah dilakukan untuk pendirian UKK serta usulan Perjanjian Kerjasama (PKS) guna terwujudnya pendirian UKK Prabumulih,” terangnya. (ANA)

  • Pemprov Ingin Jalan di Sumsel Bebas Lubang pada 2022

    Pemprov Ingin Jalan di Sumsel Bebas Lubang pada 2022

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen dalam hal membangun infrastruktur dan konektivitas. Untuk mewujudkan itu, tahun 2022 Pemprov Sumsel memiliki program Sumsel bebas lubang. Program ini resmi digaungkan Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, hari ini, Selasa (7/12/2021).

    Kata Mawardi, tindakan cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperbaiki ruas jalan secara merata terus dilakukan. Perbaikan diupayakan untuk memperbaikijalan yang rusak ringan yang dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel dan PT WIKA Bitumen.

    “Kita harapkan perbaikan jalan yang mengalami rusak ringan yang kita lakukan hari ini akan menjadi acuan bagi pemerintah Kota dan Kabupaten,” kata Mawardi.

    Selain itu, Mawardi mengatakan jika pemerintab Provinsi mendukung Penggunaan Aspal Goreng dan CPHMA pada buktinya pada perbaikan Jalan (Jln. Kolonel Sulaiman Amin Palembang yang juga dilakukan hari ini. Penggunaan Aspal Goreng dan CPHMA untuk menampal jalan yang berlubang Iebih muda dikerjakan di lapangan.

    “Saya juga nanti akan meminta Dinas PU Provinsi untuk mensosialisasikan Aspal Goreng dan CPHMA ini kepada Dinas PU di Kabupaten dan Kota,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kadis PUBM-TR Sumsel Dharma Budi Dipilihnya juga tempat launching tersebut, atas perintah Gubernur dikarenakan disela kegiatan Safari Jumat di daerah sama, Gubernur dikeluhkan masyarakat terkait jalan yang berlubang di daerah tersebut.

    “Beliau juga berpesan agartidak ada pembagian kewenangan di lapangan apalagi dalam perbaikan jalan jadi kami sepakat untuk mengerjakannya walaupun wilayah ini wewenang Pemerintah Kota Palembang,” kata Budhi. (ANA)

  • Jembatan dan Jalan Sering Jadi Korban Vandalisme, BBPJN Ajak Masyarakat Jaga Bersama

    Jembatan dan Jalan Sering Jadi Korban Vandalisme, BBPJN Ajak Masyarakat Jaga Bersama

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumsel menilai, jika Jembatan dan Jalan di wilayahnya sering menjadi korban vandalisme hingga pencurian.

    Hal ini disampaikan Kepala BBPJN Sumsel Kgs. Syaiful Anwar, pada hari Jalan Nasional 2021 di Jakabaring Palembang, Rabu (17/11/2021). Menurutnya, aksi pencurian ini terjadi pada satu kasus dalam dua bulan. Sejumlah fasilitas bahkan sering dirusak oknum yang tidak bertanggungjawab.

    “Seperti jembatan Ampera, Bollardnya itu berkali-kali sering di curi. Bagitu juga lampu dan kabel di Jembatan juga sering dicuri,” kata Syaiful.

    Pengurasakan dan pencurian pada jalan dan jembatan tersebut berakibat pada bertambahnya beban untuk perbaikan. Padahal menurutnya biasa tersebut bisa di gunakan untuk pembangunan ruas jalan baru, terutama bagi jalan yang dibutuhkan.

    Untuk itu saat mengurangi aski Vandalisme dan pencurian, pihaknya memperketat pengwasan dengan ditingkat PPK. Selain itu juga pihaknya juga telah bekerja sama dengan Kepolisian serta Dinas PUBM Provinsi dan Kabupaten Kota untuk melakukan pengawasan.

    “Tapi masih ada keterbatasan yang dimiliki hingga pengawasan tidak bisa dilakukan secara Maksimal,” ucapnya.

    Syaiful juga menyampaikan, agar masyarakat juga ikut menjaga Infrastruktur seperti jalan dan jembatan bisa dijaga bersama.

    “Untuk itu pada hari Jalan Nasional ini kita juga mnendeklarasikan Komitmen Bersama Masyarakat Kota Palembang Tolak Vandalisme Infrastruktur,” jelasnya. (ANA)

  • Dianggap tidak Sesuai Anggaran, Peningkatan Jalan Muara Teladan – Lumpatan Dinilai Asal Jadi

    Dianggap tidak Sesuai Anggaran, Peningkatan Jalan Muara Teladan – Lumpatan Dinilai Asal Jadi

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN – Warga Desa Muara Teladan dan Lumpatan menyambut baik adanya peningkatan akses jalan penghubung antar dua desa tersebut. Namun sayang, ada beberapa titik bagian jalan yang saat dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan. Sehingga ditakutkan mempengaruhi kualitas akses jalan.

    “Kami sebagai warga tentu saja merasa berterimakasih atas adanya peningkatan akses jalan yang ada. Dulunya mengalami kerusakan parah, kini tengah dilakukan pembenahan,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (10/10/2021).

    “Akan tetapi, kami sebagai warga merasa kurang menerima, memandang kualitas peningkatan akses jalan terasa tidak sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.

    Dikatakan tidak sesuai dengan ketentuan, ada beberapa titik jalan yang tengah dilakukan pengerjaan. Kemudian ada bagian tanah mengalami kerusakan tidak dilakukan pengerukan. Sebaliknya langsung ditimbun dengan agregrat.

    “Kondisi seperti itu, tentu saja tidak pas sama sekali. Dikhawatirkan, dikemudian hari kualitas jalan tidak bertahan lama,” terangnya.

    Menurut hematnya, ada baiknya pihak pekerja terlebih dahulu melakukan pengerukan pada tanah yang becek dan labil. Sehingga kedepanya kualitas badan jalan agar bisa bertahan lama. Namun kalau kondisinya seperti itu, sudah barang tentu tidak bertahan lama.

    “Sudah kami beritahukan pendapat kami ini ke penanggungjawab, tetapi tidak diterima, malah marah-marah,” ungkapnya.

    Dia bilang, hal itu diingatkan, karena peningkatan badan jalan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Muba tahun 2021 yang tidak sedikit. Uang rakyat yang dialokasikan mencapai miliaran rupiah.

    “Kalau tidak salah besaran anggaranya Rp4,9 miliar. Kan sayang kalau peningkatan jalan tidak melihat kualitas,” ujarnya.

    Kepala Dinas PU PR Muba, Herman Mayori, melalui Kepala Bidang Pembangunan Jalan, A. Fadli, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, mengatakan, pihaknya segera melakukan pengecekan ulang.

    “Nanti kita cek ulang, apa yang menjadi persoalan warga. Sehingga kedepanya bisa dilakukan perbaikan,” terangnya. (ANA)

  • PT Hutama Karya Segera Berlakukan Penyesuaian Tarif Tol Palindra

    PT Hutama Karya Segera Berlakukan Penyesuaian Tarif Tol Palindra

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Beredar di media sosial (Medsos) instagram IG @hk_palindra milik akun PT Hutama Karya (Persero). Yang menulis PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Palembang – Indralaya, dalam waktu dekat akan melakukan penyesuaian tarif untuk jalan tol Palembang – Indralaya.

    Menanggapi hal itu, Kepala Cabang Tol Palindra, Darwan Edison membenarkan berita tersebut. Namun, untuk Surat Keputusannya (SK) tinggal menunggu perintah dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU).

    “Diberlakukannya tinggal menunggu perintah Kementrian PU. Kalau kami selaku pengelola jalan tol minta secepat mungkin, karena SK penyesuaiannya sudah keluar pada pertengahan bulan September 2021 kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/10/2021).

    Dikatakan Edison, penyesuaian tarif tol Palindra itu karena inflasi. Bahkan sejauh ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui medsos dan spanduk kepada para pengendara.

    “Penyesuaian ini karena inflasi, kalau tidak inflasi tidak ada penyesuaian,” katanya.

    Dengan adanya penyesuaian tarif tol ini, dirinya menghimbau supaya para pengendara tetap mematuhi peraturan, seperti menyiapkan kartu elektronik, memastikan saldo cukup dan selalu bijak dalam berkendara.

    “Jangan ban mobil sudah gundul dipakai, jangan ngebut. Muatan banyak masih mau ngebut juga, mobil bagus jangan ngebut, kalau hujan hadapi dengan tenang,” ungkap Edison.

    Dijelaskannya, Jalan tol ini berperan penting dalam kelancaran transportasi dari jalur tengah Pulau Sumatera yang meliputi Bengkulu, Muaraenim, Lahat, menuju Pulau Jawa dan sebaliknya”.

    Tol Trans Sumatera Rampung 2023
    Pada pengumuman itu, Hutama Karya menjelaskan pada infografis yang berjumlah 3 (tiga) slide. Dari slide yang ada penyesuaian tarif itu berdasarkan SK Kepmen PUPR nomor 1169/KPTS/M/2021.

    Berikut penyesuaian tariff Tol Palembang – Inderaya yang disampaikan PT Hutama Karya (Persero).

    Kendaraan yang berasal dari Palembang tujuan Pemulutan :

    Golongan 1 semula Rp 7.000,00 menjadi Rp 7.500,00
    Golongan 2 dan 3 semula Rp 10.500,00 menjadi Rp 11.000,00
    Golongan 4 dan 5 semula Rp 14.000,00 menjadi Rp 14.500,00
    Kendaraan yang berasal dari Palembang tujuan KTM Rambutan :

    Golongan 1 semula Rp 11.500,00 menjadi Rp 12.000,00
    Golongan 2 dan 3 semula Rp 17.500,00 menjadi Rp 18.000,00
    Golongan 4 dan 5 semula Rp 23.000,00 menjadi Rp 24.000,00
    Kendaraan yang berasal dari Palembang tujuan Inderaya :

    Golongan 1 semula Rp 20.000,00 menjadi Rp 20.500,00
    Golongan 2 dan 3 semula Rp 30.000,00 menjadi Rp 31.000,00
    Golongan 4 dan 5 semula Rp 40.000,00 menjadi Rp 41.500,00
    Kendaraan yang berasal dari Pemulutan tujuan Palembang :

    Golongan 1 semula Rp 7.000,00 menjadi Rp 7.500,00
    Golongan 2 dan 3 semula Rp 10.500,00 menjadi Rp 11.000,00
    Golongan 4 dan 5 semula Rp 14.000,00 menjadi Rp 14.500,00
    Kendaraan yang berasal dari Pemulutan tujuan KTM Rambutan :

    Golongan 1 semula Rp 4.500,00 menjadi Rp 4.500,00
    Golongan 2 dan 3 semula Rp 6.500,00 menjadi Rp 7.000,00
    Golongan 4 dan 5 semula Rp 9.000,00 menjadi Rp 9.500,00
    Kendaraan yang berasal dari Pemulutan tujuan Inderalaya :

    Golongan 1 semula Rp 13.000,00 menjadi Rp 13.500,00
    Golongan 2 dan 3 semula Rp 19.500,00 menjadi Rp 20.000,00
    Golongan 4 dan 5 semula Rp 26.000,00 menjadi Rp 27.000,00
    Kendaraan yang berasal dari KTM Rambutan tujuan Palembang :

    Golongan 1 semula Rp 11.500,00 menjadi Rp 12.000,00
    Golongan 2 dan 3 semula Rp 17.500,00 menjadi Rp 18.000,00
    Golongan 4 dan 5 semula Rp 23.000,00 menjadi Rp 24.000,00
    Kendaraan yang berasal dari KTM Rambutan tujuan Pemulutan :

    Golongan 1 semula Rp 4.500,00 menjadi Rp 4.500,00
    Golongan 2 dan 3 semula Rp 6.500,00 menjadi Rp 7.000,00
    Golongan 4 dan 5 semula Rp 9.000,00 menjadi Rp 9.500,00
    Kendaraan yang berasal dari KTM Rambutan tujuan Inderalaya :

    Golongan 1 semula Rp 8.500,00 menjadi Rp 9.000,00
    Golongan 2 dan 3 semula Rp 12.500,00 menjadi Rp 13.000,00
    Golongan 4 dan 5 semula Rp 17.000,00 menjadi Rp 17.500,00

    (Nat)

  • Memprihatinkan, Jembatan Penghubung Jalinteng Berlubang hanya Ditutupi Plat

    Memprihatinkan, Jembatan Penghubung Jalinteng Berlubang hanya Ditutupi Plat

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN – Para pengguna jalan yang melintasi jalan lintas tengah di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, harus lebih ekstra hati-hati. Selain banyaknya jalan berlubang, ada juga jembatan yang terancam ambruk.

    Salah satunya ialah jembatan yang ada di Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Jembatan tersebut terlihat di bagian bawahnya sudah jebol.

    Hingga saat ini, nampak belum terlihat akan adanya perbaikan oleh pihak terkait. Dalam hal ini, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), yang mempunyai kewenangan tanggungjawab jalan nasional.

    Dedi, salah seorang warga Desa Lumpatan mengatakan, kondisi jembatan tersebut sejak beberapa bulan lalu dalam kondisi memprihatinkan. Pasalnya, terlihat di atas  jembatan itu hanya di pasang plat pada bagian yang jebol.

    “Kami sudah melihat langsung bagian bawah jembatan itu jebol. Terlihat juga saat kendaraan bertonase besar melintas, coran bercampur aspal ambrol. Khawatir ini membahayakan pengguna jalan,” kata Dedi, saat ditemui awak media, rabu (1/9/2021).

    Dedi berharap agar pihak terkait secepatnya bisa melakukan perbaikan secara permanen, jangan hanya sekedarnya saja. Seperti perbaikan tambal sulam yang baru baru ini dilakukan. Baru satu pekan ditambal, sudah kembali berlubang. Bahkan lebih dalam dari lubang yang sebelumnya ditambal.

    “Apalagi sekarang kondisi cuaca hujan terus, Rambu-rambu juga minim sekali. Jika kondisi terus seperti saat ini, khawatirnya jadi potensi kecelakaan,” terangnya.

    Sebelumnya, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex sudah meninjau langsung banyaknya kerusakan Jalan Lintas Tengah. Melihat kondisi tersebut, Dodi sudah mengirimkan surat kepada Kementerian PUPR melalui B2PJN Sumsel, agar jalan yang ada segera diperbaiki.

    “Secara resmi, surat sudah kami kirimkan beberapa pekan lalu ke pihak PUPR melalui B2PJN Sumsel. Secara lisan juga kita sudah menghubungi pihal Balai Besar,” ungkap Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori.

    “Dalam surat tersebut, tidak hanya kerusakan jembatan, kita juga sudah menyampaikan beberapa titik kerusakan jalan di sepanjang Betung-Sekayu-Mangunjaya. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya perbaikan,” tambahnya. (ANA)

  • Progres Pembangunan 15 Titik Infrastruktur Skala Prioritas Muba Sudah Terealisasi 85 Persen

    Progres Pembangunan 15 Titik Infrastruktur Skala Prioritas Muba Sudah Terealisasi 85 Persen

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas PUPR pada tahun 2021, telah merealisasikan beberapa Pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas, baik  infrastruktur jalan maupun jembatan.

    Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori, melalui Kabid Pembangunan Jalan Fadli, mengatakan dari 15 titik pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pembangunan pada tahun anggaran 2021 semua sudah hampir 85 persen terealisasi.

    “Dari 15 titik tersebut, hampir ini seluruhnyo sudah bejalan. Untuk pengerjaan Kegiatan Fisik rata-rata sudah diatas 85 persen, bahkan sudah ada yang 100 persen selesai dikerjakan,” ungkap Fadli, Selasa (31/8/2021).

    Namun, dikatakan Fadli, ada dua kegiatan pembangunan yang baru dimulai pelaksanaanya, hal itu dikarenakan adanya perubahan pembangunan serta anggaran yang baru terealisasi.

    “Pertama, pembangunan jembatan Rantau Kroya saat ini pengerjaan jembatan masuk pada tahap III, pelaksanaan baru dilanjutkan karena adanya perubahan review desaing jembatan,” ungkapnya.

    “Kedua, ialah peningkatan Ruas Jalan Sp. Pauh – Beji Mulyo (B1) – Margo Mulyo (B3) – Pandan Sari (B4) pelaksanaan baru dimulai karena kan anggaran yang digunakan merupakan anggaran bantuan dari keuangan provinsi,” terangnya.

    Untuk pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas, Fadli menyebut pada tahun ini semua sudah terealisasi pada penkerjaan fisiknya.

    “Insya Allah semua terealisasi, untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas PUPR  telah menganggarkan alokasi dana sesuai dengan kebutuhan pembangunan pada masing-masing kegiatan,” imbuhnya.

    Sekedar informasi, pada tahun 2021 Dinas PUPR Muba mengalokasikan dana pembangunan untuk 15 titik yang menjadi prioritas dimana anggaran tersebut bersumbser dari anggaran APBD Kabupaten dan Ada Juga yang mengunakan Anggaran dari Bantuan  APBD Provinsi.

    Berikut sejumlah titik pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi skala prioritas:

    1. Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota Pembangunan Jalan Dari Desa Suka Makmur – Bumi Agung – Agung Jaya – Mandala Sari – Sri Gading – Bandar Agung – Sukajadi – Mulya Jaya – Sri Karang Rejo – Tri Mulya Agung – Mulya Agung – Perumpung Raya – Karang Rejo (Program TMMD TA. 2021) dengan alokasi anggaran Rp14.954.418.000 dari APBD kabupaten Muba.

    2. Lapis Ulang Ruas Jalan Keluang – Talang Siku Rp19.983.920.001, APBD 2021

    3. Peningkatan Ruas Jalan Babat – Sungai Angit Rp24.983.601.151 APBD 2021

    4. Peningkatan Ruas Jalan dari Desa Sukajadi – Kantor Camat Kecamatan lalan Rp14.954.418.002

    5. Peningkatan Ruas Jalan Muara Teladan – Sp. Supat Rp19.986.608.300 Tender APBD 2021

    6. Peningkatan Ruas Jalan Sp. Km.11 – Sido Rahayu (B2) – Bangun Harja (Sp.6) Rp49.976.570.013 APBD 2021

    7. Peningkatan Ruas Jalan Sp. Pauh – Beji Mulyo (B1) – Margo Mulyo (B3) – Pandan Sari (B4) (Bantuan Keuangan Provinsi) Rp14.976.120.001 Tender APBD 2021

    8. Lanjutan Peningkatan Ruas Jalan Sp. Jalan Negara (Km. 108) – Sp. Supat dengan Aspal Hotmix Rp14.980.920.000 APBD 2021

    9. Peningkatan Ruas Jalan Sp.Gardu Harapan KUD Trijaya – Tanjung Agung Selatan Rp24.983.918.247 Tender APBD 2021

    10. Peningkatan Jalan Lais – Petaling – Teluk Kijing dengan Aspal Hotmix, Kec. Lais Rp39.977.074.002 Tender APBD 2021

    11. Lanjutan Pembangunan Jembatan Teluk Kijing/Petaling Menuju Desa Rantau Kroya, Kec. Lais (Tahap III) Rp24.983.722.000 Tender APBD 2021

    12. Peningkatan ruas Jalan SP Karang Waru – Ulak Paceh dengan aspal hotmix di Kecamatan lawang wetan 15 M

    13. Normalisaai danau ulak lia. Kec sekayu 10 M

    Dari data aplikasi Sirup LKPP terupdate 2021, jumlah seluruh kegiatan pada di dinas PUPR Kabupaten Muba yakini  Total paket  247 dengan Total pagu 546.890 yang sudah diklasifikasikan Penyedia Paket 186, Pagu 480.850, Swakelola, Paket 37 Pagu 59.382, Penyedia dalam swakelola Paket 24, Pagu 6657 catatan (Data Pagu ditampilkan dalam satuan juta rupiah). (ANA)

  • Jembatan Musi II Direnovasi, Dishub Antisipasi Kemacetan

    Jembatan Musi II Direnovasi, Dishub Antisipasi Kemacetan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Adanya perbaikan Jembatan Musi II di Jalan Mayor Yusuf Singedekane, yang merupakan akses masuk utama kendaraan besar maupun pribadi melintasi kota Palembang, mengakibatkan kemacetan. Kondisi ini dikarenakan adanya perbaikan total Jembatan yang telah dibangun pada tahun 1994 tersebut.

    Sebelumnya, Kepala BPPJN Wilayah Sumsel Kgs Syaiful Anwar, telah memperediksi akan adanya kemacetan jalur masuk Palembang melalui Musi II dikarenakan alur lalu lintas kendaraan yang semula sat, menjadi dua arah ke Jembatan duplikat Musi II disampingnya.

    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Perhubungan Palembang telah melakukan sosialisasi kepada pengguna kendaraan dengan memasang rambu lalu lintas dan menyebarkan informasi ke masyarakat adanya perbaikan Jembatan Musi II, serta mengalihkan kendaraan yang melintas ke Jembatan duplikat Musi II.

    “Kita bersama Kepala Satuan Lalu lintas Polrestabes Palembang selalu berkoordinasi dengan cepat serta bersama-sama. Jika terjadi kemacetan panjang, baik masuk Palembang maupun keluar kota, segera melakukan rekaya lalin,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Palembang, Agus Supriyanto.

    Dikatakannya, untuk mengatasi adanya masalah darurat seperti kecelakaan atau kendaraan mogok yang memang membuat kemacetan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihal BBPJN.

    “Seperti adanya kendaraan mobil derek untuk mengevakuasi kendaraan yang mogok,” tuturnya. (ANA)

  • Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Berjalan Lamban

    Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Berjalan Lamban

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menyusul permasalahan lahan yang masih belum rampung, Mega Proyek Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan, Sumatera Selatan, berjalan lamban. Dari target progres fisik yang ditargetkan sebesar 25,62 persen, saat ini tingkat pengerjaan tertinggal diangka 23,06 persen.

    Kasatker Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, Lukman Hakim, mengungkapkan, jumlah lahan yang masih belum dibebaskan sekitar seluas 175,62 hektar. Lahan ini merupakan lokasi yang rencananya akan digunakan sebagai jalan akses untuk mengangkut material.

    “Untuk akses menuju lokasi itu harus melalui jembatan dan itu lahannya belum bebas. Jadi untuk menyeberangkan material dan alat berat harus menggunakan jembatan sementara yang dibuat oleh kontraktor, itupun bebannya terbatas karena jembatannya kecil,” ujar Lukman, Kamis (26/8/2021).

    Lukman mengatakan, saat ini proses pembebasan lahan sedang berlangsung. Pihaknya pun terus berupaya untuk menyelesaikan masalah lahan yang belum rampung untuk mengejar ketertinggalan progres pengerjaan yang dialami. Dirinyapun memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan.

    “(Fisik dan lahan-red) itu simultan menyesuaikan dengan anggaran. Anggarannya tidak terbatas, Pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) akan melakukan pembayaran. Sekarang sedang dalam tahap proses di Badan Pertanahan Negara (BPN),” beber Lukman.

    Tidak hanya masalah lahan, kondisi cuaca hujan dengan intensitas tinggi juga diakui Lukman menghambat pengerjaan. Dengan konstruksi tanah berupa tufa membutuhkan teknik khusus untuk penggalian.

    “Hujan deras itu hampir tiap hari. Jadi harus menunggu cuaca yang baik untuk melakukan penggalian,” imbuhnya.

    Hingga akhir tahun ini, pengerjaan fisik Bendungan Tiga Dihaji ditarget dapat mencapai progres 30 persen. Menurut Lukman, pengerjaan fisik bendungan saat ini masih dalam tahap penggalian pondasi dan galian terowongan pengelak. “Disaat yang sama, pihak kontraktor juga membangun jembatan dan jalan akses untuk mempercepat mobilisasi material dan alat berat,” terangnya. (Nat)