Category: Polda Sumsel

  • Anggap Illegal Drilling Masalah Serius, Pj Bupati Muba Temui Kapolda Sumsel

    Anggap Illegal Drilling Masalah Serius, Pj Bupati Muba Temui Kapolda Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG | Pertambangan minyak Ilegal marak di Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi perhatian khusus bagi Forkompimda dan Stakeholder bidang Migas di kabupaten tersebut.

    Dalam diskusi yang berlangsung santai, Pj Bupati Muba H Apriyadi menyampaikan masalah penambangan minyak ilegal yang menjadi beban pemerintah kabupaten Muba.

    Di satu sisi kegiatan ini menyebabkan kerusakan lingkungan, bahaya kebakaran, juga berpotensi terjadinya konflik antar warga yang memperebutkan lokasi penambangan minyak ilegal. Namun di sisi lain, kegiatan ini juga menunjang perekonomian masyarakat di Kabupaten Muba yang menghidupkan ribuan jiwa.

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jambi, memiliki pengalaman yang sama seperti yang dirasakan masyarakat Kabupaten Muba. Pada prinsipnya minyak yang berada di bumi Muba merupakan anugerah yang perlu dikelola dengan baik oleh negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

    Diskusi perihal upaya melegalkan penambangan minyak rakyat, telah dirintis Kapolda sejak bertugas di Jambi. Bahkan pernah disampaikan langsung kepada Presiden saat berkunjung ke Jambi tanggal 7 April 2022, serta telah ditindak lanjuti beberapa rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM Ir. Arifin Tasrif. Namun selama regulasi yang melandasi keabsahan kegiatan penambangan minyak tersebut belum ada, maka kegiatan tersebut merupakan tindak pidana yang ada sanksi hukuman badan maupun denda.

    Rachmad Wibowo, memberi apresiasi kepada Forkopimda Kabupaten Musi Banyuasin beserta seluruh stakeholder di bidang Migas, yang menaruh perhatian terhadap isu ini. Serta berupaya mencari solusi yang nyaman bagi semua pihak.

    Sambil menunggu kepastian regulasi, Kapolda menyarankan dibuatnya rencana tata kelola yang setidaknya memenuhi kaidah pertambangan dan pengolahan minyak bumi yang aman, bersih dan sehat, sehingga bilamana isu ini diangkat ke tingkat provinsi maupun ke tingkat nasional, Kabupaten Muba telah memiliki konsep tata kelola yang bisa dipertimbangkan oleh regulator.

    Dengan regulasi yang mudah dioperasionalkan di lapangan, diharapkan tidak ada lagi kegiatan penambangan minyak ilegal, sehingga memperkecil terjadinya kerusakan lingkungan maupun bahaya kebakaran, serta akan ada penerimaan yang meningkatkan pendapatan asli daerah.

    Dalam audiensi tersebut, PJ Bupati Musi Banyuasin, Drs. H. Apriyadi, M.Si, didampingi Kapolres dan Dandim 0401/Muba, serta Julfrinson A. Sinaga selaku Field Manager Pertamina Ramba, Bambang Dwi Kadep Ops SKK Migas, Khadafi Direktur PT Petro Muba, Andi Wijaya Busro, S.H., M.Hum. Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Muba dan Oktorizal, S.E. Kabag Setda Kabupaten Muba. (*)

  • Polda Sumsel Gerebek Prostitusi Online di Hotel Oyo, Rp 150 Ribu untuk Lima Menit Kencan

    Polda Sumsel Gerebek Prostitusi Online di Hotel Oyo, Rp 150 Ribu untuk Lima Menit Kencan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, menggrebek prostitusi online di salah satu hotel OYO di Jalan Kolonel H Burlian, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame Palembang, Minggu (20/11/2022) sekitar pukul 21.30 WIB.

    Dalam penggerebekan tersebut setidaknya ada 20 pasangan muda-mudi terindikasi melakukan kegiatan prostitusi online, melalui aplikasi mi Chat di hotel tersebut.

    Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anwar Reksowidjojo mengungkapkan, bahwa modus prostitusi online itu menggunakan aplikasi mi Chat.

    “Jadi mereka ini melakukan transaksi melalui aplikasi mi Chat. Ada yang secara personal, dan ada juga yang memakai broker atau mucikari,” ungkap Anwar saat ditemui usai gelar press release di gedung Polda Sumsel, Senin (21/11/2022).

    Dikatakan Anwar, bahwa dari aplikasi tersebut para pelaku mematok tarif mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 400.000 ribu, dengan durasi waktu 15 menit untuk sekali kencan.

    “Jika lebih dari 15 menit maka akan dikenakan tarif tambahan oleh penyedia jasa,” kata Anwar.

    Sebelum bertransaksi lanjut Anwar, pelanggan atau tamu meminta penyedia jasa open BP untuk mengirimkan foto seksi.

    Selain itu, setiap tamu atau pelanggan biasanya bisa melakukan penawaran kepada para penyedia jasa hingga mendapatkan harga yang diinginkan sebelum melakukan pembayaran jasa secara cash atau tunai.

    “Untuk rentang penyedia jasa open BO mulai dari usia 17 tahun sampai dengan 29 tahun dan mampu melayani tamu hingga maksimal 3 orang dalam satu hari,” terang Anwar.

    Lanjut dikatakan Anwar, atas ulahnya para pelaku dikenakan pasal 45 Undang-undnag ITE ayat 1 JO Undang-undang no 19 Tahun 2016 dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun atau membayar denda sebesar Rp 1 miliar. (*)

  • Dirkrimsus Polda Sumsel Sesalkan masih Ada Anggota Lakukan Pelanggaran

    Dirkrimsus Polda Sumsel Sesalkan masih Ada Anggota Lakukan Pelanggaran

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) masih mendapati adanya pelanggaran yang dilakukan personel jajaran dari mulai meninggalkan dinas hingga melakukan pernikahan siri.

    Hal ini diungkapkan oleh Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol M Barly Ramadhany disela-sela memimpin apel di Mapolda Sumsel, Senin 7 November 2022.

    “Kita mengimbau kepada personel agar tidak melakukan pelanggaran, dengan mematuhi aturan yang ada,” ujar Kombes Pol Barly kepada personel apel di halaman Mapolda Sumsel.

    Dirinya menjelaskan, personel harus melakukan pekerjaan sesuai tugas pokok mereka masing-masing. “Buatlah citra kepolisian baik di mata masyarakat, dengan memberikan pelayanan yang terbaik. Khususnya dalam menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing,” katanya.

    Lanjut dia mengatakan, bahwa personel Polda Sumsel, Polrestabes serta Polres, harus menekan jumlah pelanggaran personelnya. Dengan melakukan berbagai upaya dan melakukan pembenahan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyrakat.

    “Kita harapkan personel dapat bekerja sesuai dengan arahan bapak Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK baik program kerja maupun dalam hal memberikan pelayanan yang optimal kepada masyrakat,” tutupnya. (*)

  • Buat Laporan ke Polda Sumsel? Hubungi Nomor Ini

    Buat Laporan ke Polda Sumsel? Hubungi Nomor Ini

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Polda Sumsel me-release nomor bantuan 0813-70002-110 yang bisa dihubungi masyarakat melalui media perpesanan pada aplikasi WhatsApp.

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rahmat Wibowo mengatakan, masyarakat bisa melaporkan berbagai hal terkait gangguan Kamtibmas yang terjadi di seluruh wilayah hukum Polda Sumsel, termasuk pengaduan tentang pelayanan Polri.

    “Masyarakat bisa melaporkan dan melampirkan foto, video maupun dokumen selayaknya pengiriman pesan WA biasa,” ungkapnya, Jum’at (28/10/2022).

    Menurut Albertus, setiap pesan yang dikirim masyarakat akan dijawab secara otomatis oleh sistem. Kemudian operator Command Center Polda Sumsel akan meneruskan pesan tersebut kepada satuan fungsi atau satuan ke wilayahan yang relevan untuk menindaklanjutinya.

    “Pada beberapa kondisi bilamana pesan yang dikirim perlu diperjelas, operator Command Center maupun petugas yang akan menindaklanjuti laporan tersebut akan menghubungi kembali pelapor baik melalui pesan Whatsapp, telepon maupun video call,” tuturnya. (ANA)

  • Kapolres Muara Enim Dimutasi Imbas Dugaan Selingkuh, Ini Gantinya

    Kapolres Muara Enim Dimutasi Imbas Dugaan Selingkuh, Ini Gantinya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigiti Prabowo mengeluarkan Telegram Rahasia (TR) khusus kepada Kapolres Muara Enim, AKBP Aris Rusdiyanto.

    Dalam TR bernomor 1446/X/2022 tertanggal 26 Oktober 2022 yang ditandatangi oleh Ass SDM Polri Irjen Pol Wahyu Widada tersebut, AKBP Aris dimutasikan sebagai perwira menengah (Pamen) Yanma Mabes Polri dalam rangka evaluasi jabatan.

    Pergantian ini diduga kuat lantaran kasus pelaporan salah seorang wanita mengaku sebagai istri sahnya yang sempat viral beberapa hari lalu. Sebagai penggantinya, ialah AKBP Andi Supriadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Koorspripim Kapolda Sumsel.

    AKBP Andi sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kasatres Narkoba Polrestabes Palembang yang sering mengungkap kasus besar di Palembang. Andi kelahiran 1981 ini juga pernah menjabat Wakapolres Prabumulih.

    Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita mengaku sebagai istri sah Kapolres Muara Enim, AKBP Aris Rusdiyanto. Wanita tersebut bernama Feby Sharon melakukan live di akun TikTok @febysharon dan mengunggah rasa kecewanya.

    Wanita tadi dalam unggahannya mengaku telah menikah dengan AKBP Aris Rusdiyanto sejak 19 tahun lalu. Dalam unggahan tersebut juga dia menyebut menikah saat berumur 17 tahun.

    Unggahannya yakni, “Saya menikah dengan Kapolres Muara Enim, AKBP Aris Rusdiyanto secara sah. Diakui negara, dia juga memiliki buku nikah dari KUA Jakarta Barat,” terang Feby Sharon, saat melakukan live di akun TikTok miliknya, pada Selasa 18 Oktober 2022.

    Selama menikah, wanita tadi juga mengaku kalau dirinya tak pernah mendapat keadilan dan sejak setahun terakhir, dirinya meminta cerai, namun AKBP Aris Rusdiyanto tak ingin melakukannya. (ANA)

  • Hari Pertama Tugas, Kapolda Minta Saran Wartawan Soal Kasus yang Menonjol di Sumsel

    Hari Pertama Tugas, Kapolda Minta Saran Wartawan Soal Kasus yang Menonjol di Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, di hari pertamanya berdinas langsung mengunjungi Mapolrestabes Palembang, Selasa petang (25/10/2022) sekira pukul 15.30 WIB.

    Kedatangan Kapolda Sumsel dan Jajaran PJU Polda Sumsel ini langsung disambut Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib dan Wakapolrestabes, AKBP Andes Purwanti serta PJU Polrestabes Palembang dan para Kapolsek Se- Kota Palembang persis didepan pintu masuk Mapolrestabes Palembang.

    Kemudian Kapolda Sumsel didampingi Kapolrestabes Palembang langsung berkeliling di perkantoran dilingkungan Mapolrestabes Palembang, yakni ke gedung Dharana Lastarya tempat pembuatan SKCK.

    Selanjutnya, tempat pembuatan laporan polisi SPKT dan diteruskan ke gedung pembuatan SIM Sat Lantas Polrestabes Palembang. Lalu dilanjutkan rombongan ini menuju keruangan kerja kantor Kapolrestabes Palembang.

    “Saya menggantikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto sebelum per tanggal 18 Oktober 2022. Kunjungan saya kesini melihat rekan-rekan kerja saya, dan kesiapannya untuk melayani masyarakat,” ujar Irjen Pol A Rachmad Wibowo.

    Lanjut orang nomor satu di Polda Sumsel ini menuturkan, tepatnya hari ini sengaja mendatangi tempat yang terdekat lebih dahulu. Di antaranya sudah mendatangi rumah sakit (RS) Bhayangkara, yang kondisinya sudah cukup bagus dan sangat siap, lalu ke Polrestabes Palembang.

    “Saya sudah keliling di Polrestabes Palembang dan sudah sangat bagus, dan kedepan secepatnya saya akan mendatangi Kabupaten Kota dan ke Polres – Polres, dan juga saya meminta masukan dari para wartawan, permasalahan besar apa yang terjadi di kota Palembang,” ungkapnya.

    Masalah apa yang menonjol di kota Palembang, wartawan pun menjawab permasalah yang terjadi di kota Palembang tingkat kriminal yang masih tinggi. “Ya bersama jajaran tindak kriminal di kota Palembang akan perlahan-lahan kita selesaikan,” tegas Rachmad.

    Lebih jauh dikatakannya, Polri akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Sumsel dan khususnya di Kota Palembang. “Kita akan terus meningkatkan pelayanan yang terbaik untuk semua masyarakat,” tuturnya. (ANA)

  • Kapolda Sumsel Instruksikan Personel Tidak Bergaya Hidup Hedon

    Kapolda Sumsel Instruksikan Personel Tidak Bergaya Hidup Hedon

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapolda Sumsel yang baru dilantik, Irjen Pol A. Rachmad Wibowo SIK, menginstruksikan kepada seluruh personel di Polrestabes/Polres jajaran untuk tidak membuat pelanggaran maupun pidana. Selain itu personel juga diminta untuk tidak bergaya hidup hedon.

    Hal ini dikatakan Rachmad Wibowo dengan didampingi Wakapoda Brigjen Pol Rudi Setiawan SIK MH bersama Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi, dalam giat Commander Wish Kapolda Sumsel dalam rangka rangkaian serah terima jabatan Kapolda Sumsel, di ruang Vicon lantai 2, Gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel, Selasa 25 Oktober 2022.

    “Kita mengimbau kepada personel agar jangan membuat pelanggaran maupun pidana. Selain itu juga sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kita tidak boleh bergaya hidup hedon, dengan di rem dan jangan di publikasikan di medsos,” ujarnya kepada wartawan.

    Selain itu juga personel baik itu Polda Sumsel maupun Polrestabes/Polres, agar menjaga silaturahmi dan hubungan baik dengan TNI. “Kita harus menjaga hubungan, jangan sampai adanya konflik dengan TNI. Dan harus menjalin komunikasi dan bersinergi dengan TNI,” katanya.

    Dirinya menjelaskan, bahwa personel di lapangan harus menggunakan rompi hijau hingga perbaikan pelayanan lalu lintas di jalan, reg iden dan SDM demi untuk meraih kepercayaan masyarakat.

    “Untuk itulah kita harus melakukan pembenahan, untuk meraih kepercayaan masyarakat. Sedangkan bidang penyidikan di Sumsel sudah bagus, tapi terus ditingkatkan lagi,” tambahnya.

    Sedangkan dalam melakukan penggrebekan lanjut dia mengatakan, harus menggunakan identitas. “Kita tidak memperbolehkan anggota melakukan penggrebekan gunakan pakaian preman/tanpa identitas, apalagi harus ada perencanaan yang baik untuk menggunakan upaya tersebut,” bebernya.

    Dirinya menuturkan, bahwa untuk kegiatan ilegal pihaknya memastikan tidak ada toleransi, seperti illegal logging, drilling, mining, benur lobster dan lainnya, hingga bakal melakukan antisipasi Karhutla pada saat musim kemarau.

    Dari pantauan awak media turut hadir hadir pada kegiatan Commander Wish Kapolda para PJU Kasatwil jajaran serta diikuti satker Mapolda dan jajaran Polda Sumsel Via Zoom meeting. (*)

  • Toni Harmanto Berharap Polda Sumsel Lebih Maju di Bawah Kepemimpinan A Rachmad Wibowo

    Toni Harmanto Berharap Polda Sumsel Lebih Maju di Bawah Kepemimpinan A Rachmad Wibowo

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG, – Usai secara resmi menjabat Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH berharap Polda Sumsel akan lebih maju di bawah kepemimpinan Irjen Pol A. Rachmad Wibowo SIK.

    Hal ini disampaikan Iren Pol Ton di Gedung Itama Presisi Mapolda Sumsel, Senin 24 Oktober 2022. “Saya yakin di bawah kepemimpinan beliau Polda Sumsel akan semakin maju, apalagi menjawab berbagai isu yang ada di Sumsel,” ujarnya.

    Dirinya menuturkan, bahwa selama menjabat satu tahun, satu bulan dan 14 hari ia dibantu dan bekerja dengan orang-orang hebat, yang mampu bekerja dengan baik dan mengatasi isu yang berkembang di Sumsel.

    “Saya berterima kasih atas dukungan dan bisa bekerja bersama orang-orang hebat. Saya bakal pergi karena mendapatkan promosi sebagai Kapolda Jatim. Dan saya percayakan kepemimpinan kepada Irjen Pol Rachmad dengan harapan mampu melanjutkan perjuangan saya,” ungkapnya.

    Dirinya menuturkan, bahwa ia bekerja dengan orang-orang yang luar biasa, seperti dalam penanganan Covid-19. Pencapaian vaksinasi di awal September 2021 mencapai 24 persen hingga di Desember 2021 mencapai 90 persen.

    “Saya berharap bagi beragama Islam, jangan tinggalkan shalat dan berhenti sejenak pekerjaan dan melaksanakan shalat. Kalau saya ada salah selama menjabat Kapolda Sumsel saya mohon maaf bagi semuanya,” tutupnya.

    Ia pun juga meminta doa kepada seluruh personel Polda Sumsel, dan juga silaturahmi tetap terjaga dengan baik. Walaupun sudah tidak menjabat sebagai Kapolda Sumsel.

    Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen A. Rachmad Wibowo menjelaskan, bahwa ia akan menyesuaikan diri di tempat yang baru.

    “Kita akan menyesuaikan diri dan akan melanjutkan perjuangan Irjen Pol Toni, dan kami doakan beliau sukses, sehat serta doa kami menyertai beliau,” tutupnya. (*)

  • Kapolda Sumsel yang Baru Tiba di Mapolda

    Kapolda Sumsel yang Baru Tiba di Mapolda

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapolda Sumsel, Irjen Pol A. Rachmad Wibowo SIK, disambut dengan pengalungan bunga hingga tari tanggai selamat datang, di Bumi Sriwijaya Mapolda Sumsel, Senin (24/10/2022).

    Kedatangan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo SIK bersama istri, disambut langsung Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan SIK MH bersama pejabat utama (PJU) Polda Sumsel dan Kasatwil jajaran.

    Dari pantauan wartawan di lapangan, berjejer juga seluruh personil, di dampingi ibu Bhayangkari bersalaman menyambut Irjen Pol A.Rachmad Wibowo dan rombongan. Lalu memantau ruangan kerjanya di Mapolda Sumsel.

    Saat dimintai keterangannya Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM menyebutkan, rangkaian Sertijab Kapolda Sumsel Senin pagi, dilaksanakan upacara tradisi penyambutan memasuki Mapolda Sumsel. Dilanjutkan kegiatan laporan kesatuan, upacara penyerahan Pataka Atidhira Wira Bhakti.

    Supriadi menambahkan, pada rangkaian Sertijab Kapolda Sumsel, juga dilaksanakan Sertijab Ibu Asuh Polwan. Dan malamnya Kenal – Pamit Kapolda Sumsel, bersama Forkompimda Prov Sumsel. Dilaksanakan di Griya Agung, dan hari Selasa (25/10/2022) dilaksanakan giat Commander Wish Kapolda Sumsel Irjen Pol A.Rachmad Wibowo, diikuti PJU dan Kasatwil jajaran Polda Sumsel.

    Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Polri di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa (18/10). Dalam prosesi tersebut, sejumlah 16 Pati, di antaranya terdapat sembilan Kapolda baru termasuk Kapolda baru Irjen Pol A.Rachmad Wibowo, yang dilantik

    Dalam amanatnya, Sigit menekankan khususnya kepada para Kapolda yang baru dilantik, untuk mengembalikan tingkat kepercayaan publik kepada Polri yang sempat mencapai kepuasan paling tinggi beberapa waktu lalu.

    “Saya titipkan kepada rekan-rekan semua kembalikan kepercayaan publik, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” kata Sigit.

    Dalam hal tersebut, Sigit memastikan, akan melakukan pemantauan serta pengawasan langsung. Jika jajarannya tidak sanggup meraih kepercayaan publik, maka sebagai pimpinan, Sigit tidak akan segan melakukan evaluasi terhadap siapapun.

    “Saya akan ikuti, saya akan awasi. Dan yang tidak bisa, tidak sanggup, tidak mampu saya akan lakukan evaluasi,” tegas Sigit.

    Mantan Kabareskrim Polri itu mengungkapkan, sebagai insan Korps Bhayangkara, para Kapolda maupun pejabat utama Polri yang baru dilantik harus mampu menjalankan tugas pokok melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan sangat baik.

    Selain itu, Sigit juga meminta para jajaran Kapolda-nya tersebut untuk melakukan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat tanpa pandang bulu. Karena, menurut Sigit, itu yang menjadi salah satu faktor kembali meningkatnya kepercayaan publik kepada polisi.

    “Wujudkan harapan kita semua agar Polri bisa menjadi Polri yang tegas, humanis, dicintai dan dekat dengan masyarakat. Saya percayakan ini semua ke rekan-rekan semua. Dan laksanakan semua amanah ini dengan sekuat tenaga. Lakukan yang terbaik yang saudara-saudara bisa lakukan,” tutupnya. (*)

  • Sadis ! Pembunuhan Pasutri di Banyuasin Sudah Direncanakan Sebulan

    Sadis ! Pembunuhan Pasutri di Banyuasin Sudah Direncanakan Sebulan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Empat pelaku perampokan disertai dengan pembunuhan yang menewaskan pasangan suami istri Sunardi dan Sri Narti di Desa Nunggal Sari, Kecamatan Pulau Rimau Banyuasin yang menghebohkan Rabu lalj (12/10/2022), ternyata sudah direncanakan satu bulan sebelumnya oleh para pelaka. Hal ini terungkap saat keempat pelaku dihadirkan dalam pres rilis tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Senin (17/10/2022).

    Empat pelaku sudah ditangkap anggota gabungan Satreskrim Polres Banyuasin dan Unit II Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel sehari setelah kejadian. Empat pelaku yang sudah ditangkap yakni Muhammad Renaldi (39), Yuda (43), Kailani (35), Muhammad Riski Ardayah dan Kevin alias Fani yang masih buron.

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto melalui Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anwar Reksowidjojo SIK didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM mengatakan, pelaku perampokan disertai dengan pembunuhan terhadap korban pasangan suami istri pengusaha burung walet berjumlah lima orang.

    Empat sudah berhasil ditangkap anggota gabungan Satreskrim Polres Banyuasin dan anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, dam satu pelaku yang identitasnya sudah diketahui masih dalam pengejaran.

    “Para pelaku berkumpul di rumah tersangka Renaldi menyiapkan peralatan. Lalu di malam harinya para pelaku datang ke rumah korban dengan menggunakan dua sepeda motor. Saat beraksi di rumah korban para pelaku berbagi tugas. Para pelaku masuk ke rumah korban melalui pintu belakang,” kata Kombes Pol Muhammad Anwar Reksowidjojo kepada wartawan.

    Dikatakan Anwar, setelah masuk ke rumah tersangka Kai melihat korban Sri Narti yang sedang tidur di dalam kamar. Lalu dibekap oleh tersangka dengan bantal. Namun korban terbangun dan meronta lalu dipukul dengan kunci roda mobil. Sedangkan tersangka Kevin dan Yuda membekap korban Sunardi.

    “Korban Sunardi juga meronta, tersangka Kevin memegang kedua kaki dan tangan korban lalu mengikatnya dengan tali ban korban tetap meronta dan tersangka Kai kembali memukul kepala korban dengan kunci roda,” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan Anwar, setelah kedua korban tidak berdaya para pelaku langsung mengambil barang-barang seperti perhiasan yang dipakai korban, serta barang-barang yang ada di warung korban seperti rokok dengan total kerugian 300 juta lebih.

    “Untuk para pelaku kami kenakan pasal 340 KUHP junto pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal 20 tahun bahkan hukuman mati,” jelasnya.

    Sementara itu kepada polisi, Yuda mengaku saat beraksi ia bertugas di luar rumah korban, melihat situasi yang memegang senpi tersangka Renaldi. Menurutnya saat itu mereka beraksi secara spontan tidak direncanakan akan tetapi sebelum beraksi mereka mensurvei dulu rumah korban.

    “Uang dari hasil merampok saya cuma dapat bagian 1,5 juta setelah itu saya tidak lari kemana mana cuma ke rumah teman disanalah saya larinya,” tutupnya. (Rel)

  • Polda Sumsel Ungkap 30 Kasus Narkoba, Tujuh Polres Nihil Kasus

    Polda Sumsel Ungkap 30 Kasus Narkoba, Tujuh Polres Nihil Kasus

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran, terus melakukan pengungkapan kasus narkoba di wilayah Sumsel.

    Bahkan pengungkapan kasus narkoba tidak sampai di pengedar tapi hingga ke produsen barang haram ini, agar generasi muda terlindungi dari jeratan barang haram tersebut.

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi mengatakan, pada Minggu pertama di Oktober 2022, mampu mengungkap 30 kasus narkoba.

    “Dari 30 kasus yang berhasil anggota kita ungkap, turut diamankan 39 tersangka dengan rincian 34 pengendar dan lima orang pemakai,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (10/10/2022).

    Sedangkan untuk barang bukti yang diamankan seperti sabu sebanyak 1,2 Kilogram (Kg), 14,4 gram ganja dan ekstasi sebanyak 261 butir. “Anggota kita tidak menghentikan pengungkapan kasus, hal ini dibuktikan dengan menangkap pengedar hingga pemakai di Minggu pertama di Oktober 2022 ini,” katanya.

    Untuk daftar nihil ungkap kasus di Minggu pertama di Oktober 2022 ini ada tujuh Polres jajaran yakni Polres Banyuasin, Polres OKI, Polres Prabumulih, Polres OKU, Polres Empat Lawang, Polres Mura dan Polres Pali.

    “Dari barang bukti yang berhasil diamankan anggota kita, maka aparat kepolisian telah berhasil menyelamatkan 7.970 anak bangsa,” tambahnya.

    Ia tidak henti-hentinya mengingatkan kepada anggotanya untuk meningkatkan ungkap kasus tindak pidana narkoba di wilayah masing-masing baik dari segi kualitas maupun kuantitas hingga peredaran narkoba di Sumsel menyempit. (Rel)

  • Kapolda: Sumsel Masuk 10 Besar Tindak Kejahatan

    Kapolda: Sumsel Masuk 10 Besar Tindak Kejahatan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) bakal melakukan upaya dalam pemberantasan tindak kejahatan 3C (Curas, Curat, dan Curanmor) di wilayah Sumsel.

    Salah satunya melalui operasi Sikat II Musi untuk menciptakan keamanan dan menekan angka kejahatan di Sumsel. Untuk itu Polda Sumsel menyiapkan personelnya dengan latihan pra Ops Sikat II Musi 2022 bertempat di Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Senin (26/9/2022).

    Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Drs Kamaruddin, M Si mengatakan, bahwa untuk menyegarkan dan meningkatkan keterampilan personel, kegiatan ini perlu dilakukan.

    “Kegiatan ini kita gelar untuk mempersiapkan personel kita untuk Ops Sikat II Musi 2022, dengan mampu melaksanakan tugasnya dalam menekan angka kejahatan, khususnya 3C,” ujarnya.

    Dirinya menjelaskan, bahwa wilayah Sumsel sangat strategis, sehingga bisa melancarkan aksi kejahatan hingga menjual barang curian baik dari darat maupun laut.

    “Untuk itulah pelatihan ini sangat penting, sehingga personel kita mempunyai bekal dalam Ops Sikat II Musi 2022,” katanya kepada wartawan.

    Terjadi tindakan 3C yang dilakukan seseorang, dikarenakan faktor ekonomi sehingga orang itu nekat melakukan tindak kejahatan khususnya 3C. “Kita lihat faktor ekonomi mendorong orang untuk melakukan kejahatan, belum pulih perekonomian dan BBM membawa pengaruh besar memicu hal itu,” jelasnya.

    Dari data Anev operasi Sikat I Musi 2022 lanjut dia mengatakan, ada 243 kasus dengan 272 tersangka. “Dari kasus yang kita catat curat dengan 179 kasus, curas dengan 36 kasus dan curanmor dengan 28 kasus,” aku dia.

    Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH mengatakan, bahwa Sumsel masuk dalam 10 peringkat terbesar dalam hal tindak kejahatan.

    “Hal inilah yang harus kita atasi, dengan berbagai upaya serius dan tanggung jawab kita, untuk menciptakan keamanan dan menekan tindak kejahatan khususnya 3C yang masih sangat tinggi,” bebernya.

    Dirinya menjelaskan, bahwa para anggota harus menyeimbankan antara laporan dan ungkap kasus. “Karena data yang dapatkan bahwa hal ini belum optimal antara laporan dan ungkap kasus yang dilakukan, sehingga hal ini harus kita Optimalkan,” tutupnya. (*)

  • 20 Anggota Arisan, Rampas Barang-Barang Berharga Milik Bandar

    20 Anggota Arisan, Rampas Barang-Barang Berharga Milik Bandar

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Melati Suci Murni (27), warga jalan Sungai Lilin Jaya, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), harus menelan pil pahit.

    Pasalnya, peserta arisan online melakukan perampasan atau pencurian barang-barang berharga miliknya. Melati sendiri diketahui selaku bandar arisan online

    Aksi yang dilakukan lebih dari 20 orang itu, terjadi pada 19 September 2022 sekitar pukul 13.29 WIB di kediaman korban dan mertuanya. Dan peristiwa ini dilaporkan korban bersama kuasa hukumnya M Aminuddin SH MH ke SPKT Polda Sumsel, Rabu (21/9/2022).

    Amin Tras, selaku pengacara Melati mengatakan, bahwa sebelum kejadian, korban bersama suaminya mendatangi kantor Advokat pengacara Amin Tras dan Associates di jalan Bungaran, Kecamatan Jakabaring pada 17 September 2022 lalu.

    Usai melakukan penandatanganan kuasa, kliennya memberikan pengumuman di grup Facebook, WhatsApp mengenai permasalahan arisan online.

    “Di sana kliennya membuat pengumuman akan bertanggung jawab atas arisan onlinenya tersebut dengan mencantumkan nomor saya sebagai kuasa hukumnya,” ungkapnya.

    Usai mencantumkan nomor tersebut dia mengungkap, peserta arisan menghubunginya, sehingga disitu ia menyampaikan amanat kliennya untuk bertanggung jawab.

    “Pada 18 September 2022 klien kami mempunyai itikad baik dengan mencicil uang peserta arisan online via rekening,” ungkapnya.

    Namun, pada 19 September 2022 sebagian peserta arisan lebih kurang 20 orang lebih mendatangi rumah kliennya, mertuanya, dan toko kliennya untuk merampas dan mencuri mobil, isi rumah hingga dua toko korban.

    “Mobil dan dua toko itu dirampas oleh peserta arisan online, dan dari informasi yang kami dapatkan bahwa usai kejadian tersebut, orang tua suami klien kami shock hingga dilarikan ke rumah sakit,” bebernya.

    Oleh karena itu pihaknya melaporkan anggota arisan online berinisial EV, orang pertama kali melakukan perampasan mobil milik kliennya sehingga diikuti oleh peserta arisan online lainnya.

    “Hal ini kami duga mereka tidak sabar untuk meminta uangnya kembali. Kami juga sudah melakukan pendekatan dan mencoba untuk mencicil tapi mereka tidak terima,” tambahnya.

    Untuk jumlah yang ikut arisan, sekitar 200 orang, dan melakukan perampasan sekitar kurang lebih 20 orang lebih, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp 200 juta.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi melalui Kasubbid Penmas Bid Humas, AKBP Erlangga membenarkan adanya laporan tersebut.

    “Laporan sudah diterima anggota SPKT kami dan akan segera ditindak lanjuti oleh anggota kami “pungkasnya. (*)

  • Antisipasi Peredaran, Polda-Polrestabes Tambah Kampung Anti Narkoba

    Antisipasi Peredaran, Polda-Polrestabes Tambah Kampung Anti Narkoba

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Untuk mengantisipasi peredaran Narkotika di Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya di Kota Palembang, Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel bersama Polrestabes Palembang berencana menambah Kampung Tangguh Anti Narkoba.

    Penambahan ini rencananya di empat lokasi yang dianggap rawan peredaran narkoba, tersebar di Seberang Ulu dan Seberang Ilir Palembang. Di antaranya di kawasan Kelurahan 9 Ilir, Kelurahan 3-4 Ulu, Kelurahan 7 Ulu, dan Kelurahan Tangga Takat

    “Provinsi Sumsel tertinggi kedua sebaran Narkoba secara Nasional. Jadi sangat penting menambah lokasi Kampung Tangguh Anti Narkoba,” ungkap Dir Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heru Agung Nugroho, usai rapat Asistensi Kampung Tangguh Anti Narkoba di Polrestabes Palembang, Rabu (21/9/2022).

    Lanjutnya, dengan penambahan Kampung Tangguh Anti Narkoba diharapkan bisa menekan kembali peredaran kasus Narkoba. “Ada lima titik yang kami himpun sementara ini dianggap rawan Narkoba, namun yang masuk kriteria sepertinya empat Kelurahan tersebut,” jelasnya.

    Masih kata Heru, sebelumnya keberadaan Kampung Tangguh Anti Narkoba yang sudah dibentuk di kawasan Tangga Buntung 35 Ilir sudah cukup efektif. “Terbukti ungkap kasus di lokasi tersebut mulai menurun,” ungkapnya.

    Dimana, kasus Narkoba di lokasi sekitar Kampung Anti Narkoba itu sebelumnya empat kasus per bulan kini hanya dua kasus saja per bulan.

    “Saya tidak memungkiri jika ungkap kasus di Sumsel justru semakin naik sejak tahun 2019, Untuk tahun 2022 ini ada 82 kilogram barang bukti (BB) Narkoba yang diamankan, paling banyak dari hasil ungkap kasus Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang,” katanya.

    Lanjutnya, masa Pandemi Covid-19 tidak juga menekan peredaran Narkoba. Dari hasil asistensi masih ada yang perlu diperbaiki. “Hasil ada beberapa aspek yang masih diperbaiki, meski sudah cukup efektif,” pungkasnya.

    Sementara, Kabagbinopsnal Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Anna menambahkan adapun syarat yang menjadikan sebuah lokasi harus dibentuk menjadi Kampung Tangguh Anti Narkoba. “Kami menilai dari banyaknya penangkapan yang terjadi di sana, kami rekap data wilayah itu. dan sebelumnya sudah kami datangi semua,” ujarnya. (ANA)

  • Kabid Humas Polda: Bripka MS Oknum Polisi Pukul PM, Ada Gangguan Kejiwaan

    Kabid Humas Polda: Bripka MS Oknum Polisi Pukul PM, Ada Gangguan Kejiwaan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Viralnya video Bripka MS, oknum polisi yang viral usai memukul anggota Polisi Militer (PM) TNI bernama Prada Irfan tampak mendadak gila dan merengek layaknya anak kecil saat diamankan di Polda Sumsel.

    Mengenai hal itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi didampingi Kabiddokkes Polda Sumsel, Kombes Pol dr Syamsul Bahar M Kes mengatakan, bahwa Bripka MS bukan pura-pura gila melainkan memang mengalami gangguan jiwa.

    “Kita mempunyai bukti kalau Bripka MS ini memang mengalami gangguan jiwa bukan pura-pura semata,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

    Hal ini berdasarkan Surat keterangan hasil BPKP Polri Nomor : R /34/ VI/ KES.3./ 2022/ Biddokes. Dimana dalam surat ini dikeluarkan pada 24 Juni 2022 oleh Dr.Abdullah Sahab,SpKJ,MARS dari RS Ernaldi Bahar Palembang(rumah sakit khusus Penyakit Jiwa) menerangkan bahwa Bripka MS mengalami gangguan jiwa.

    Sehingga dalam surat tersebut Bripka MS tidak dapat melakukan pekerjaan yang berat karena masih memerlukan perawatan dan pengobatan medis, namun masih bila melakukan pelayanan yang ringan sesuai dengan penyakitnya.

    “Jadi video yang beredar di medsos yang disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab itu tidak benar, apalagi itu di rekam saat yang bersangkutan sedang melakukan konseling psikolog polri,” jelasnya.

    Sehingga ia menegaskan, bukan pura-pura gila tapi memang benar Bripka MS mengalami gangguan jiwa. “Jadi kita pastikan video yang disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab itu *hoax* , karena dia memang mengalami gangguan jiwa, ” tutupnya. (*)

  • Cegah Tindak Pidana Korupsi, Polda Sumsel Gelar Sosialisasi

    Cegah Tindak Pidana Korupsi, Polda Sumsel Gelar Sosialisasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna mencegah tindak pidana korupsi APBN dan APBD terhadap penganggaran dampak Covid-19, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan menggelar sosialisasi.

    Dalam sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi itu disampaikan langsung oleh tim pencegahan TPK Bareskrim Polri bersama Kemensos RI, bertempat di lantai 7 gedung Presisi Polda Sumsel, Rabu (14/9/20222).

    Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan saat ditemui usai melakukan sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi mengatakan, pihak Polda bersama pihak Bareskrim Polri khususnya Satgas Pencegahan Tindak Pidana Korupsi, dari Pemerintah Provinsi Sumsel dan perwakilan BPKP hadir di dalam kegiatan pemantapan terhadap kebijakan pemerintah tersebut.

    “Kegiatan ini dilakukan untuk pencegahan tindak pidana korupsi mengkhususkan lagi di dalam pengelolaan anggaran penanggulangan covid 19 di Sumsel,” ungkapnya.

    Kegiatan ini kata dia, dilakukan untuk meningkatkan kemampuan aparat penegak hukum dari Polda Polres jajaran kemudian teman-teman di kabupaten kota dan BPKP, agar bisa bersinergi dan berkolaborasi.

    Tujuannya ialah untuk mengedepankan pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumsel.

    “Kegiatan ini dihadiri dengan narasumber dari bareskrim yakni dari Satgas PEN tadi dan kemudian dari inspektorat maupun dari BPKP, dan pihak terkait lainnya,” katanya.

    Lanjutnya, ia bersyukur karena kegiatan ini berjalan dengan lancar.

    “Alhamdulillah kegiatan kita sudah selesai berlangsung dengan lancar dan tadi semuanya sudah menerima, sehingga kita akan menindaklanjutinya untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi,” tutupnya. (Uci)

  • 16 Personil Polda Sumsel Lakukan Pelanggaran

    16 Personil Polda Sumsel Lakukan Pelanggaran

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG | Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat pada minggu keempat Juli 2022 terjadi 16 pelanggaran yang dilakukan Personil.

    Hal ini disampaikan oleh Karolog Polda Sumsel, Kombes Pol Saidal Mursalin, saat memimpin Apel sekaligus pamitan karena memasuki purna bakti, Senin (1/8/2022).

    “Dari data yang saya peroleh di Minggu Keempat, ada sekitar 16 personil dari Polres maupun Polrestabes jajaran yang kedapatkan melakukan pelanggaran,” ujarnya.

    Dari 16 personel yang melakukan pelanggaran tersebut, terdiri dari tiga personel dari Polres Musi Rawas, empat personel dari Polrestabes, satu personel dari Polres OKU Timur.

    Kemudian dua personel dari Polres OKU, dua Personel dari Polres Lahat. Sedangkan untuk Polres Empat Lawang ada tiga personel.

    “Dari berbagai pelanggaran yang dilakukan anggota jajaran kita, mereka dijatuhi hukuman tertulis, penundaan pendidikan selama satu periode, hingga ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari,” katanya.

    Selain itu ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH, Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan, PJU Polda Sumsel hingga para anggota Polda Sumsel, dan berpamitan.

    “Izin saya mohon pamit karena per 1 Agustus 2022 ini saya pensiun, dan ini menjadi yang terakhir kalinya memimpin Apel di pagi hari ini (Senin,red),” ucapnya kepada seluruh personel.

    Ia pun mengakhiri Apel dengan meminta maaf kepada seluruh personel bila selama menjabat adanya perkataan maupun perbuatan yang menyakiti perasaan. “Saya meminta maaf kalau selama saya menjabat ada kata-kata yang menyinggung maupun perbuatan, saya doakan semuanya bisa naik jabatan,” tutupnya.

    Terpisah Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan mengajak PJU dan Personel biro Logistik untuk foto bersama dengan Karo logistik. “Sebagai wujud penghormatan dan kekompakan kepada senior yang telah banyak pengalamannya sesuai Program Polri Presisi,” pungkasnya. (Rel

  • Polri Tunjuk Karowabprof Jadi Plh Karopaminal

    Polri Tunjuk Karowabprof Jadi Plh Karopaminal

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Polri telah menunjuk pelaksana harian (plh) untuk jabatan Karopaminal Divisi Propam Polri, setelah Brigjen Hendra Kurniawan dinonaktifkan terkait kasus penembakan Brigadir J.

    Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pelaksana harian Karopaminal sendiri akan diisi oleh Brigjen Anggoro Sukartono yang saat ini juga menjabat sebagai Karowabprof Divisi Propam Polri.

    “Penunjukan Karowabprof Divpropam Polri sebagai Pelaksana Harian (Plh) Karopaminal Divpropam Polri,” kata Dedi kepada awak media, Jakarta, Minggu 24 Juli 2022.

    Penunjukan itu sendiri berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nomor: Sprin/2149/VII/KEP./2022 tanggal 22 Juli 2022.

    Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menonaktifkan dua perwira tinggi dan satu perwira menengah terkait munculnya kasus penembakan Brigadir J.

    Pertama, Irjen Ferdy Sambo yang dinonaktifkan sebagai Kadiv Propam. Kedua, Brigjen Hendra Kurniawan dinonaktifkan sebagai Karopaminal. Dan ketiga, Kombes Budhi Herdi Susianto dinonaktifkan selaku Kapolres Metro Jakarta Selatan.

    “Untuk menjaga independensi, transparansi dan akuntabel, pada malam hari ini Pak Kapolri memutuskan untuk menonaktifkan dua orang. Menonaktifkan Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan, kedua dinonaktifkan adalah Kapolres Jaksel, Kombes Pol Budhi Herdi,” ungkap Dedi sebelumnya. (Rel)

  • Kapolda Sumsel Targetkan Tiap Kecamatan Memiliki Satu Polsek

    Kapolda Sumsel Targetkan Tiap Kecamatan Memiliki Satu Polsek

    SUARAPUBLIK. ID, PALEMBANG – Dalam acara Pengukuhan dan Peresmian Gedung Kepolisian Sub Sektor (Polsubsektor) Ilir Timur III di Polrestabes Palembang, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Hermanto menargetkan setiap kecamatan di Sumatera Selatan setidaknya memiliki satu Polsek.

    “Harapannya setidaknya satu kecamatan ada satu polsek, di semua jajaran wilayah Sumatera Selatan ini,” ujarnya, Rabu (13/7/2022).

    Dari 241 kecamatan yang ada di Sumatera Selatan, masih terdapat 55 kecamatan lagi yang belum memiliki Polsek atau Polsubsektor, dan 76 kecamatan lagi sedang dalam tahap pengusulan.

    Untuk merealisasikan hal ini dalam waktu yang cepat, tentu saja memerlukan kerjasama setiap pihak, terutama dari personil kepolisian sendiri.

    Selain itu, anggaran yang memadai dari kepolisian dan pemerintah daerah juga sangat diperlukan. “Target waktu secepat mungkin, namun untuk merealisasikan hal ini perlu dukungan anggaran, dukungan personil,l dan sarana prasarana terkait bangunan polsek/polsubsektor,” tuturnya.

    Menanggapi hal ini, Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengapresiasi tindakan kepolisian yang bisa dikatakan dapat lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.

    “Dengan keberadaan polsubsektor ini, yg menyebar di tengah-tengah masyarakat merupakan upaya dari kepolisian yang sangat kita apresiasi, menurut saya hal ini juga merupakan terobosan yang sangat bagus,” ungkap Harnojoyo saat diwawancarai usai hadiri peresmian. (*)

  • Hut Bhayangkara ke-76 Dimeriahkan Marching Band Polda Sumsel, Bakal Dipakai Lagi Hut Kemerdekaan

    Hut Bhayangkara ke-76 Dimeriahkan Marching Band Polda Sumsel, Bakal Dipakai Lagi Hut Kemerdekaan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Marching Band Athidira Wirabhakti Polda Sumatera Selatan tampil memukau dalam peringatan Hari Bhayangkara ke 76 yang di Halaman Griya Agung Palembang, Selasa (5/7/22). Malah, rencananya gubernur akan menggunakan mereka kembali saat Hut Kemerdekaan RI Agustus ini.

    Bahkan gerakan Kayang yang berulang ulang dilakukan Stikmaster Marching Band tersebut ramai ditonton sehingga banyak tamu yang mengabadikan moment tersebut atau berswafoto menggunakan gadget.

    “Marching Band ini dibentuk saat kepimpinan Kapolda Irjen Pol Eko Indra Heri akhir tahun 2020, dengan tujuan menumbuhkan kebersamaan dan kekompokan serta kedisplinan khususnya anggota Polda Sumsel yang baru lulus dari pendidikan,” ungkap Pembina Marching Band Athidira Wirabhakti, Karo SDM Kombes Pol. Ucu Kuspriyadi Sik, MH, MSi kepada wartawan Selasa (5/7/22).

    Ucu menyebut, Marching Athidira Wirabhakti saat ini merupakan angkatan kedua dengan jumlah 130 personil Lulusan Bintara SPN Betung. Proses pembentukan setiap generasi membutuhkan waktu dua bulan setelah setiap personil ditunjuk untuk siap menjadi anggota Marching Band.

    “Tahun yang lulus pendidikan di SPN berikutnya akan di bentuk untuk menggantikan angkatan sebelumnya, jadi nanti 7 Juli mendatang Marching Band Athira Wirabhakti akan tampil di SPN Betung sekaligus untuk memperlihatkan kepada adik adiknya yang akan dilantik,” sambung Alumni Akabri 1995.

    Ucu menceritakan setiap bagian Marching Band diantaranya, Stikmaster, Penabuh Drum, Field Commader, Perkusi, Terompet dan Saxophone.

    “Semua bagian memiliki karakter masing masing, seperti penabuh drum kita pilih anggota berpostur tubuh yang tinggi dan berbadan tegap,” jelasnya.

    Tidak hanya lagu kenegaraan, Marching Band yang sempat terbatas untuk tampil akibat Pandemi Covdi 1, kini juga mampu mempertunjukan lagu kekinian.

    “Saat ini kita sudah menguasai 20 lagu kekinian, waktu belajar hanya satu hingga dua minggu. Bahkan kita memanggil pelatih dari luar dan juga didampingi dari lulusan Akpol,” ungkapnya.

    Pria berpangkat melati 3 ini juga menyampaikan penampilan Marching Band dalam Peringatan HUT Bhayangkara ke 76 di Griya Agung mendapat sorotan khusus dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan jajaran Forkopimda Sumsel.

    “Sebelumnya kita tampil di Kawasan Kambang Iwak, dan nanti kita juga diminta Gubernur akan tampil pada Kirab HUT Kemerdekaan RI , Agutus nanti,” tutupnya. (Rel)

  • Herman Deru Untuk Kedua Kalinya Terima Penghargaan PIN Emas Dari Kapolri   

    Herman Deru Untuk Kedua Kalinya Terima Penghargaan PIN Emas Dari Kapolri  

    Suarapublik.id, PALEMBANG – Untuk kedua kalinya Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru  menerima anugerah berupa PIN Emas dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo.

    PIN Emas dari Kapolri yang  pertama kalinya telah  diterima Herman Deru  pada saat HUT Bhayangkara ke-75   Tahun 2021 lalu. Dan yang terbaru PIN Emas  serta   piagam  dari Kapolri kembali    diserahkan Kapolda  Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto MH kepada Herman Deru pada acara tasyakuran HUT Bhayangkara ke-76 tahun 2022 di Griya Agung Palembang, Selasa  (5/7) siang.

    Adapun yang menjadi alasan Kapolri memberikan PIN Emas kepada  Herman Deru, salah satunya karena dinilai telah banyak membantu institusi Polri dijajaran Polda Sumsel diantaranya   Gubernur Sumsel  ini  telah berjasa dalam memberikan   dana hibah Pemerintah Provinsi Sumsel untuk pembangunan Gedung Utama Presisi Polda Sumsel.

    Seperti yang diungkapkan Kapolda  Irjen Pol Toni Harmanto MH yang menyampaikan rasa  bangga dan ucapan terima kasih Kapolri dan  jajaranya  kepada  Gubernur Sumatera Selatan  yang telah  memberikan hibah untuk pembangunan  gedung Mapolda Sumsel.

    “Gedung Mapolda  yang megah tersebut salah satu bukti  begitu besarnya perhatian  Gubernur selaku kepala daerah dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana Polri guna  layanan kepada masyarakat didaerah ini,” tegas Kapolda.

    Lebih lanjut Kapolda mengungkapkan, pada HUT   Bayangkara ke 76 kali ini   mengangkat tema “Polri Yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi Dan Reformasi Struktural Untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh Dan Indonesia Tumbuh”.

    “Tema ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Polri dengan semangat yang kuat akan terus mengawal pemerintah Republik Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Selatan dalam memulihkan ekonomi nasional,” imbuhnya.

    Sementara itu Gubernur  H Herman Derumengaku sangat bangga bisa kembali mendapatkan PIN  Emas dan Piagam   penghargaan dari Kapolri dalam rangka   HUT Bhayangkara ke-76 Tahun 2022.

    Menurutnya, keberadaan Polisi adalah kebutuhan bagi negara, oleh sebab itu berharap kebijakannya untuk  membantu pembangunan Gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel  menjadi pemantik bagi yang lain untuk berbuat hal serupa.

    Sebagai  mitra  Polri lanjutnya  sudah semestinya Pemprov Sumsel membantu penyediaan kebutuhan sarana dan prasarana, demi terciptanya pelayanan yang lebih baik pada masyarakat.

    “Saya ingin sinergitas kita betul-betul terjaga bukan saja dengan jajaran Polri namun juga Forkopimda lainya. Gedung Mapolda  yang telah dibangun itu merupakan  wujud kebanggaan masyarakat Sumsel pada jajaran Polri,” imbuhnya.

    Terkait dengan upaya  pemulihan ekonomi nasional, Herman  Deru menyadari ekonomi itu adalah ekosistem  yang membutuhkan peran aktif dari semua pihak termasuk instirusi Polri.

    “Kalau kita  baca tagline  HUT Bhayangkara ke 76 kali ini Polri   mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural, maka dari itu jangan sampai tercoreng hanya karena oknum, pengawasan dari berbagai tingkatan, agar kepuasan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

     

  • Dalam Sehari, ETLE Rekam 25 Ribu Pelanggar Lalu Lintas di Palembang

    Dalam Sehari, ETLE Rekam 25 Ribu Pelanggar Lalu Lintas di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Polda Sumsel laksanakan kegiatan lauching electronic traffic law enforcement (ETLE) nasional presisi tahap II se-Sumatera Selatan, dalam rangka hari Bhayangkara ke-76, Jumat (1/7/2022), di gedung aula lantai 7 Polda Sumsel.

    Lauching ini dilakukan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi bersama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto, di aula lantai tujuh gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel.

    Toni Harmanto mengatakan, kegiatan ini akan menjadi penyemangat bagi Polda-Polda lainnya yang ada di Indonesia. Dia menyebut, jika penerapan ini pertama dilakukan di Sumsel.

    “Kabupaten/Kota di wilayah kita menjadi yang pertama di Provinsi-Provinsi Indonesia yang melaksanakan pemasangan ETLE, dengan jumlah 64 titik pemasangan di Kabupaten/Kota di Sumsel,” ujarnya.

    Misalnya di Palembang, dalam satu hari terekam ETLE mencapai 25 ribu pengendara yang melakukan pelanggaran. Bisa dibayangkan dengan pemasangan beberapa titik di Kabupaten/Kota.

    “Penegakkan hukum bukan langkah pertama yang kita lakukan dalam dalam berbudaya berlalu lintas, tapi kita juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya budaya berlalu lintas,” aku dia.

    Sementara itu, Kakorlantas Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi menjelaskan, ETLE ini menargetkan 10 pelanggaran, yakni melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, tidak mengenakan sabuk keselamatan, mengemudi sambil mengoperasikan ponsel.

    Berikutnya melanggar batas kecepatan, menggunakan pelat nomor palsu, berkendara melawan arus, menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, dan tidak menyalakan lampu saat siang hari bagi sepeda motor.

    “Inovasi kita ini merupakan upaya penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga ke depan penegakan hukum, polisi tidak langsung berinteraksi dengan masyarakat,” tuturnya. (ANA)

  • Selama Pengamanan Lebaran 1443 H, Kasus 3C Turun Lakalantas Meningkat

    Selama Pengamanan Lebaran 1443 H, Kasus 3C Turun Lakalantas Meningkat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG | Personel Polda Sumsel melaksanakan kegiatan silaturahmi halal bihalal bersama personel, dengan protokol kesehatan di Lapangan Apel Mako Polda Sumsel Jalan Jend Sudirman Km 3,5 Palembang Senin, (09/05/2022). Pada acara tersebut juga terungkap bahwa selama pengamanan Lebaran 1443 H, kasus 3C (Curat, Curas, Curanmor) menurun. Sementara kasus kecelakaan lalu lintas beserta korbanya, malah meningkat.

    “Setelah satu bulan lamanya menjalan ibadah puasa, kini saatnya umat muslim merayakan dengan bersilaturahmi kepada muslim lainnya. Dalam situasi saat ini memang terasa perbedaan suasana dengan perayaan lebaran di tahun-tahun sebelumnya. Dimana kita semua masih di hadapkan Covid 19 walaupun belom ada pengumuman resmi kalau pandemi Covid -19 menjadi endemi,” ucap Toni.

    Kegiatan dilaksanakan usai apel pagi dan dimulai pada pukul 07.00 Wib di lapangan Apel Mako Polda Sumsel. Halal bihalal kali ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto, M H, serta diikuti seluruh Pejabat Utama dan Personel Satker Polda Sumsel.

    “Dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar personel dan tetap menjaga kekompakan dalam menghadapi tantangan tugas ke depan,” kata Toni.

    “Kegiatan ini dilaksanakan guna mempererat tali silaturahmi serta memberikan ucapan selamat merayakan hari raya idul fitri kepada personel jajaran yang beragama muslim, ”ucap Toni.

    Tak lupa ia menambahkan bahwa meskipun kegiatan tersebut dilaksanakan dengan jumlah personel yang banyak, tetap harus mengutamakan protokol kesehatan di tengah pandemi ini, sehingga tetap aman untuk menghindari paparan covid-19,” ucapnya

    Selain itu juga Irjen Toni mengucapkan terimakasih kepada seluruh Personel dan jajaran yang telah ikut menjaga Kamtibmas dalam operasi pengamanan Lebaran tahun 1443 H.

    “Dan Alhamdulillah masalah kasus 3C menurun. Namun demikian, walaupun kita sudah maksimal akan tetapi kasus Laka Lantas dan korbannya meningkat,” ujar Toni.

    Kapolda berharap kesadaran seluruh personel untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnyà keamanan dan keselamatan berlalu lintas baik menggunakan Ranmor Roda 2 atau Ranmor roda empat.

    Irjen Toni menambahkan, mari jaga dan jauhi bahaya narkoba jangan sampai diri kita dan keluarga bermain-main serta terlibat di dalamnya. “Saya akan tindak tegas sampai ke akar-akarnya,” tegas mantan Kapolda Sumbar ini. (Rel)

  • Hari Kartini, Polwan Polda Sumsel Bagikan Takjil Gratis

    Hari Kartini, Polwan Polda Sumsel Bagikan Takjil Gratis

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2022 Kamis kemarin, Polisi Wanita (Polwan) Polda Sumsel membagikan takjil gratis kepada masyarakat.

    Seperti yang dilakukan di Polsek Sukarami Palembang. Mereka membagikan takjil kepada pengemudi ojek pangkal yang berada di depan Mapolsek Sukarami dan pengendara yang melintas di perempatan rambu lalu lintas Tanjung Api-api.

    Pakor Polwan Polda Sumsel AKBP Sinta melalui Kasubag Renmin Logistik Kompol Suwarni mengatakan, untuk memperingati Hari Kartini setiap polwan yang ada di polsek di wilayah hukum Polda Sumsel membagikan takjil.

    “Dalam rangka Hari Kartini, kita Polwan se Polda Sumsel dan jajaran memberikan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Sekaligus membagikan takjil untuk berbuka puasa,” kata dia.

    Didampingi Kapolsek Sukarami Kompol Dwi Satya Arian, Suwarni menambahkan, setiap polwan serta jajaran di polres dan polsek membagikan takjil.

    “Setiap polsek harus membagikan 50 paket takjil. Kita lakukan ini secara serentak se Sumsel,” ucapnya. (ANA)

  • Pengamanan Arus Mudik, Polda Sumsel Siapkan 3.578 Personel

    Pengamanan Arus Mudik, Polda Sumsel Siapkan 3.578 Personel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 3.578 personel telah disiapkan oleh Polda Sumsel untuk pengamanan mudik lebaran 2022 yang akan berlangsung pada awal Mei mendatang.

    Hal tersebut disampaikan Kapolda Sumatera Selatan, Irjan Pol Toni Hermanto, usai acara Gelar Operasi Ketupat Musi 2022 yanh diselenggarakan di Stadion Wira Bakti Komplek Pakri Palembang, Jum’at (22/4/2022).

    “Dari pasukan yang ada kekuatan kami ada sebanyak 1.783 anggota, TNI sebanyak 358 anghita dan pasukan gabungan sebanyak 1.437 anggota yang akan tersebar,” katanya.

    Selain mempersiapkan personel pengamanan, Toni juga menyampaikan bahwa, ada sebanyak 87 pos mudik lebaran yang akan didirikan di sejumlah titik guna memantau perjalanan lalu lintas pemudik.

    “Kami juga akan mendirikan 51 pos pengamanan, 21 pos pelayanan dan 15 pos terpadu, ini juga sebagai pusat informasi arus mudik masyarakat. Selain itu nantinya disana akan kami siapkan takjil buka puasa bagi pengendara yang melintas,” ujarnya.

    Terkait dengan keamanan dan ketertiban lalu lintas ia mengungkapkan bahwa akan ada beberapa spot yang berpotensi terjadi tindak kejahatan sebab hal ini cukup dinilai wilayah yang rawan, tempat-tempat tersebut yaitu jalan keluar tol, dalam kota dan daerah Kabupaten OKI.

    “Pada spot tersebu jumlah anggota yang dikerahkan tentu akan lebih banyak. Sedangkan untuk di jalur arteri sendiri juga tetap diadakan patroli guna mengantisipasi kemacetan,” jelasnya.

    Toni menegaskan, di beberapa kawasan tersebut juga akan disiapkan sniper atau penembak bersama TNI. “Untuk ini kami tentu melihat situasi di lapangan dengan skala prioritas yang dibutuhkan,” jelasnya.

    Meskipun arus mudik tahun ini diperkirakan akan mengalami peningkatan, ia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan kelengkapan berkas kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah pusat.

    “Sebab kami akan tetap melakukan pemeriksaan prokes di pos-pos tersebut dan dilakukan secara acak. Lebih cenderung tidak melakukan penyekatan atau kemungkinan dilakukan di rest area atau pusat pemberhentian supaya tidak menggangu kelancaran lalu lintas,” tuturnya. (ANA)

  • Tim Warik Polda Sumsel Fokus Pengembangan Perencanaan

    Tim Warik Polda Sumsel Fokus Pengembangan Perencanaan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tim Wasrik memfokuskan kegiatannya pada pengembangan pemeriksaan segala dokumen pertanggungjawaban perencanaan dan pengorganisasian masing-masing Satker di Polda Sumsel, setelah usai lakukan pelaksanaan Taklimat Awal Wasrik Itwasda Polda Sumsel tahap 1 tahun 2022.

    Kegitan ini termaksud salah satu kegiatan rutin Itwas Polda Sumsel sebagai salah satu upaya untuk memastikan kinerja seluruh personel jajaran telah sesuai dengan prosedur yang ada dan anggaran yang dikeluarkan sudah tersalurkan dengan baik dan benar.

    Kali ini, Bid Humas Polda Sumsel yang mendapatkan giliran pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik) dari Itwasda Polda Sumsel dan berlangsung di Ruang Parik/ Auditor Itwasda lantai 3 Gedung Utama Presisi Polda Sumsel, Rabu (20/4/2022).

    Tim Wasrik Itwasda Polda Sumsel yang beranggotakan , Kompol Daison Wijaya, Parik Opsnal ,AKP Muhammad Alka Parik Opsnal ,Kompol Hendri, Parik SDM, Kompol Yuliana, Parik Garkeu.

    Saat dimintai keterangannya Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi  mengatakan, dalam pelaksanaan Wasrik ini, Tim melakukan pendalaman pada aspek Perencanaan dan pengorganisasian yang meliputi bidang sumber daya manusia, Opsnal, bidang operasional bidang anggaran dan keuangan.

    Supriadi optimis pemeriksaan berlangsung sukses. Pasalnya Bid Humas Polda Sumsel telah mempersiapkan dan melengkapi seluruh dokumen pendukung untuk kebutuhan pemeriksaan.

    Ia yakin dan percaya para anggotanya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengelola program kegiatan dan anggaran yang menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan RKA-KL yang dijabarkan melalui penetapan kinerja Satuan Kerja. (ANA)

  • Dikunjungi Komisi III, Kapolda Ungkap Strategi Khusus Atasi Tindak Pidana

    Dikunjungi Komisi III, Kapolda Ungkap Strategi Khusus Atasi Tindak Pidana

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Komisi III DPR RI lakukan kunjungan ke Polda Sumatera Selatan dalam rangka kujungan Kerja Reses masa persidangan IV Tahun Sidang 2021-2022 di Gedung Utama Presisi Polda Sumsel Lantai 7, Selasa (19/4/2022).

    Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto, dan juga Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, beserta jajarannya serta pihak yang terkait.

    Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, Adies Kadir, mengatakan, kunjungan yang dilakukan pihaknya terkait kerja Reses masa sidang keempat tahun 2021.

    “Kehadiran kami kesini untuk mendengarkan masukan-masukan terkait penanganan-penanganan yang dilakukan oleh Aparat penegak hukum disini,” ujarnya.

    Adies juga mengatakan, kunjungan ini merupakan salah satu tugas konstitusional pihaknya sebagai anggota Komisi III DPR RI yakni tugas pengawasan, registrasi dan anggaran.

    “Hal itu berkaitan dengan apakah anggaran yang kami berikan kepada mitra sudah betul-betul sampai ke daerah. Kemudian untuk pengawasan yang dilakukan di pusat apakah benar-benar sudah diterapkan sampai dengan tingkat Daerah atau perlu ditingkatkan atau justru dikaji ulang,” jelasnya.

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, mengatakan kasus tentang Kamtibmas tindak pidana korupsi, penanganan masalah narkoba ilegal driling mengalami beberapa masalah.

    Ia mengungkapkan, pada saat memberikan paparannya, Toni mempunyai strategi khusus, yakni bagaimana cara mengatasi mafia tanah masalah tindak pidana serta kasus 3 C Narkoba, ilegal drilling, vaksinasi.

    “Dalam pemaparannya Kapolda juga serta  upaya memberikan Kamtibmas kepada masyarakat serta mempercepat laporan akses masyarakat guna mendukung tugas Polri diantara programnya E-office sampai E-Tle dengan dukungan Pemprov Sumsel   serta Kamtibmas  dan vaksinasi Covid 19,” jelas Kapolda.

    Lalu, Kepala BNN Prov Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi, juga mengatakan, ia memberikan penjelasan pintu-pintu masuk dan jaringan wilayah narkoba.

    “Wilayah yang dimasukinya yakni wilayah yang strategis dan rawan. Wilayah itulah yang digunakan paleku sebagai pintu masuk barang-barang haram seperti narkotika dan permasalahannya,” tuturnya. (ANA)

  • Sukses Jaga Kehutanan, Kapolda Sumsel Terima Penghargaan

    Sukses Jaga Kehutanan, Kapolda Sumsel Terima Penghargaan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH. didampingi Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Muhammad Barly Ramadhani menerima Penghargaan dari Ditjen KSDAE Republik Indonesia.Jum’at  (18/3/2022), bertempat di ruang Vicon Lt.2 Gedung baru Mapolda Sumsel.

    Penghargaan diberikan oleh Ditjen KSDE melalui Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati I Spesies  dan Genetika Drh. Indah Ekploitasi,M.Si.

    Drh .Indah menyebutkan penghargaan tersebut diberikan kepada Polda Sumsel atas keberhasilan menangani tindak pidana di bidang kehutanan sekaligus  dlm rangkaian hari bakti Rimbawan ke 39.ucapnya

    “Terima kasih yang setinggi tingginya kepada Kapolda Sumsel dan jajarannya serta aspirasi dari kami kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan yang turut mendukung dalam melestarikan lingkungan hidup di negeri yang tercinta  ini ,,” ujar Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK BKSDA RI.

    Sementara itu Kapolda Sumsel dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada BKSDA Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan  atas penghargaan yg diberikan kpd kami hal ini tidak terlepas dari sinergitas kerjasama yg terjalin baik dengan stakeholder terkait kejaksaan, BKSDA, KLHK,  Provinsi Sumsel.

    Irjen Toni menerangkan  dengan langkah-langkah  dari oenegakan hukum dan Pencegahan, pihaknya berharap bisa meminimalisir masalah-masalah pelanggaran kehutanan dan Flora-Fauna bisa terselamatkan. “Dari langkah tegas yang dilakukan, Apabila ada Proses pelanggaran hukum bisa dilanjutkan sampai ke pengadilan, sehingga dapat menimbulkan efek jera. Dan diharapkan perbuatan yang sama tidak terulang kembali,” tegas Kapolda Sumsel.

    Penghargaan juga diberikan kepada Direktur Kriminal khusus Kombes Pol. M. Barly Ramadhani beserta anggota. Juga diberikan penghargaan pada Kejaksaan Tinggi Sumsel yang diterima oleh Plh Kejati Sumsel  Drs.Muhammad Naim, SH.(rel)

  • Oknum Polisi Bakar Pacar Diancam Pasal Pembunuhan Berencana

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG | Oknum polisi Brigadir AN yang nekat membakar pacarnya DN karena cemburu di Gang Kolam, Kabupaten Muara Enim, Kamis (10/3/2022) lalu, mendapat perhatian serius Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH. Kapolda berucap, meski korban tidak meninggal, pelaku akan dikenai pidana pembunuhan berencana.

    Toni Harmanto mengatakan, bahwa dari proses pendalaman terhadap kasus ini didapatkan adanya cinta segitiga yang bertepuk sebelah tangan.

    “Kita menilai adanya perencanaan terhadap oknum tersebut untuk melakukan pembakaran terhadap korban, sehingga dengan peristiwa yang terjadi ini korban mengalami luka bakar mencapai 80 persen dan Brigadir AN juga mengalami luka bakar mencapai 60 persen karena hendak menyelamatkan korban,” ujar Toni, saat memberikan realese usai acara Gelar Opsnal bulan Pebruari diSPN Betung Kabupaten Banyuasin, Kamis (17/3/2022).

    Untuk sekarang, sambungnya, keduanya masih dalam perawatan medis dan langkah yang akan diambil pihaknya dalam kasus ini melakukan tindakan tegas kepada Brigadir AN. “Kita akan melakukan tindakan tegas kepada anggota kita dengan melakukan proses hukum,” katanya.

    Dengan melihat peristiwa ini, kemudian adanya motif, latar belakang, perencanaan persiapan yang dilakukan Brigadir AN. “Dari informasi yang kita dapatkan bahwa anggota kita ini mengambil bensin dari kendaraan sepeda motornya. Kemudian masuk ke rumah dan menyiramkan bensin ke korban hingga membakarnya,” ungkap Kapolda.

    Pihaknya bakal menjerat Brigadir AN dengan proses pidana pembunuhan. Walaupun ini belum terjadi pembunuhan karena korban selamat. “Kita akan menjerat anggota kita dengan Pasal 340 KUHP,” tutupnya. (Rel)