Category: Kecelakaan

  • Kronologi Bocah 5 Tahun Selamat dari Maut Usai Ketek yang Ditumpangi Terbalik

    Kronologi Bocah 5 Tahun Selamat dari Maut Usai Ketek yang Ditumpangi Terbalik

    SUARWPUBLIK.ID, PALEMBANG – Setelah tak sadarkan selama dua jam, saat di pindah ke RS Bunda Jakabaring Palembang, dan menjalani perawatan di ruang ICU, akhirnya salah satu korban kecelakaan perahu ketek yakni, Ramdan Al-Fahri, sudah sadarkan diri.

    Masih mengunakan selang infus di tangannya, Fahri sesekali di pantau oleh dokter jaga, dan keluarganya dari luar ruangan. “Awalnya di rawat di bidan setempat disana. Lalu di rujuk kesini. Saat dirujuk keadaan Fahri tidak sadarkan diri (ngigau),” ungkap Bilal, paman korban ketika ditemui di RS Bunda, Selasa (27/2/2024).

    Lanjut Bilal, Minggu, (25/2/2024), sekitar pukul 18.00 WIB, Fahri masuk RS Bunda, saat itu keadaanya ngigau, tidak bisa diajak berbicara. “Mungkin banyak terminum air, jadi dia ngomong tapi ngingau, diajak ajak ngomong tidak nyambung. Pukul 20.00 WIB, baru sadar,” bebernya.

    Seperti keterangan Wahyu (18), korban yang berhasil selamat, sambung Bilal, saat kejadian tersebut air pasang, lalu ada ketek besar lewat. Karena diduga gelombang besar dan air pasang membuat perahu ketek, yang ditumpangi Anto (35), dan istrinya Riza Mamak (30) meninggal dunia. Fahri (5) selamat dan Wahyu (18) selamat, usai ketek terbalik.

    “Nah saat terbalik, itu arus air deras pas, jadi Wahyu ini tidak tahunya sudah memegang tangan Fahri, mereka terbawa arus hingga  10 meter,” ungkapnya.

    Lebih jauh Bilal mengatakan, sedang kedua orang tuanya tidak tahu kemana, saat perahu ketek mereka terbalik. Saat saat ini telah ditemukan meninggal dunia. “Jadi yang menyelamatkan Fahri Wahyu. Saat perahu terbalik, spotan tangan Fahri langsung diraih Wahyu,” katanya.

    Adik Kandung Riza Mamak itu, juga mengatakan akan mengasuh keponakannya.

    Seperti diketahui peristiwa kecelakaan ini terjadi, pada Minggu, (25/02/2024) sekitar pukul 18.45 WIB, di perairan sungai Sugihan Desa Nusantara Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

    Berawal, saat korban bersama suami dan anaknya dari desa mekar jaya bermaksud menyebrangi sungai menuju desa Nusantara untuk mengantar makan siang orang yang kerja disawah dengan naik perahu ketek.

    Namun ketika berada ditengah perjalanan tiba-tiba turun hujan deras dengan disertai angin kencang sehingga mengakibatkan perahu getek yang mereka tumpangi terbalik dan ketiganya jatuh ke Sungai. (ANA)

  • Jasad Korban Perahu Getek Terbalik Ditemukan Mengapung Sejauh 800 Meter

    Jasad Korban Perahu Getek Terbalik Ditemukan Mengapung Sejauh 800 Meter

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Anto (35), korban tenggelam akibat perahu getek yang ditumpanginya terbalik karena dihempas angin kencang di Sungai Sugihan Desa Nusantara, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, ditemukan Team SAR gabungan. Anto ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (27/2/2024) dini hari.

    Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin membenarkan informasi tersebut. “Benar, korban atas nama Anto telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal kejadian kecelakaan” ungkap Raymond.

    Pada proses pencarian, Tim Rescue Basarnas Palembang mengkoordinir seluruh unsur SAR gabungan yang berada di lokasi seperti dari Polairud, BPBD Banyuasin serta unsur SAR lainnya. Tim SAR Gabungan dibagi Menjadi beberapa SRU (SAR Unit) dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

    untuk metode pencarian dibagi beberapa metode seperti penyisiran permukaan sungai menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat, serta melakukan circle (ombak buatan) dengan menggunakan perahu karet di tempat-tempat yang dicurigai adanya korban.

    “Setelah segala upaya yang dilakukan, akhirnya hari ini yang merupakan pencarian hari ke tiga membuahkan hasil, sekitar pukul 00.30 WIB korban kami temukan dalam keadaan meninggal dunia tak jauh dari lokasi awal kejadian atau sekitar 800 meter,” ujar Raymond.

    “Posisi korban ditemukan mengapung di tengah sungai, selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa kerumah duka untuk dilakukan proses pemakaman,” sambung Raymond.

    “Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, Semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing,” jelas Raymond.

    Sebelumnya, Minggu (25/2/2024) sekitar pukul 13.15 WIB, korban bersama istri dan anaknya dari Desa Mekar Jaya bermaksud menyeberangi Sungai menuju Desa Nusantara untuk mengantar makan siang orang yang kerja di sawah dengan naik perahu getek.

    Namun, ketika berada di tengah perjalanan, tiba-tiba turun hujan deras disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan perahu getek yang mereka tumpangi terbalik dan ketiganya jatuh ke sungai.

    Di mana 1 orang atas nama Fahri (5) anak selamat, Riza (30) istri Anto meninggal dunia dan Anto (35) sang ayah hanyut dan tenggelam terbawa derasnya arus sungai. (ANA)

  • Dihempas Angin, Perahu Getek Terbalik, Basarnas Terjunkan Tim Rescue

    Dihempas Angin, Perahu Getek Terbalik, Basarnas Terjunkan Tim Rescue

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Anto (35), warga Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi korban kecelakaan perahu getek yang ia tumpangi.

    Peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/02), sekitar Pukul 18.45 WIB di perairan Sungai Sugihan, Desa Nusantara, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

    Berbekal informasi tersebut Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin langsung memerintahkan satu team Rescue dan 1 team ABK Basarnas Palembang untuk  berangkat menuju lokasi kejadian guna melakukan pencarian terhadap korban.

    “Informasi yang kami dapat bahwa korban beserta rombongan bersama istri dan anaknya dari Desa Mekar Jaya bermaksud menyebrangi sungai menuju Desa Nusantara untuk mengantar makan siang orang yang kerja di sawah dengan naik perahu getek,” ungkap Raymond, Senin (26/2/2024).

    Namun, ketika berada ditengah perjalanan, tiba-tiba turun hujan deras dengan disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan perahu getek yang mereka tumpangi terbalik dan ketiganya jatuh ke sungai.

    Di mana 1 orang atas nama Fahri (5) anak selamat, Riza (30) istri korban meninggal dunia, dan Anto (35) hanyut dan tenggelam akibat terbawa derasnya arus sungai.

    “Ini merupakan pencarian hari kedua terhadap korban, di mana untuk proses pencarian sudah k dimulai sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi bersama dengan potensi SAR seperti Polairud Banyuasin, BPBD Banyuasin dan masyarakat,” kata Raymond.

    Pencarian dilakukan dengan membagi Team SAR gabungan menjadi dua (2) SRU. SRU 1 melakukan pencarian dengan cara penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat.

    “Sedangkan SRU 2 jika memungkinkan akan melakukan penyelaman di lokasi awal kejadian serta lokasi-lokasi yang dicurigai adanya korban. Semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera ditemukan,” tutur Raymond. (ANA)

  • Jasad Jamaludin Korban Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Team SAR Gabungan

    Jasad Jamaludin Korban Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Team SAR Gabungan

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Jamaludin (40), korban tenggelam akibat perahu getek yang ditumpanginya mengalami oleng dan terbalik di Sungai Musi Dusun II Desa Sejagung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin Sumsel, akhirnya ditemukan team SAR gabungan. Korban didapati dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu siang (11/2/2024).

    Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin,  saat diwawancarai membenarkan informasi tersebut. “Benar korban atas nama Jamaludin kita temukan dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal kejadian kecelakaan,” terang Raymond.

    Pada proses pencarian, Tim Rescue Basarnas Palembang mengkoordinir seluruh unsur SAR gabungan yang berada dilokasi Seperti dari TNI AL, Polairud, BPBD Banyuasin serta unsur SAR lainnya. Tim SAR Gabungan dibagi Menjadi beberapa SRU (SAR Unit) dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

    Untuk metode pencarian dibagi beberapa metode seperti penyisiran permukaan sungai menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat, serta melakukan circle (ombak buatan) dengan menggunakan perahu karet di tempat-tempat yang dicurigai adanya korban.

    Setelah segala upaya yang dilakukan, akhirnya hari ini yang merupakan pencarian hari ke dua membuahkan hasil, sekitar pukul 10.35 WIB korban kita temukan dalam keadaan meninggal dunia tak jauh dari lokasi awal kejadian atau sekitar 300 M, posisi korban ditemukan tersangkut dijaring yang ada disungai saat dilakukan penyisiran oleh team SAR Gabungan.

    Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa kerumah duka yang berada dipalembang untuk dilakukan proses pemakaman. Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. “Semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing,” jelas Raymond.

    Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (10/2/2024), korban sekeluarga datang dari Palembang untuk mengunjungi keluarganya di Dusun II Desa Sejagung Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin dengan menggunakan mobil.

    Sampai di Desa Sejagung korban meminjam kapal getek (milik keluarga) untuk mereka tumpangi menuju Dusun II. Namun di tengah perjalanan atau sekitar pukul 14.30 WIB, kapal getek yang mereka tumpangi dengan POB 6 orang mengalami oleng dan terbalik, diduga karena derasnya arus sungai yang saat itu sedang pasang.

    Sehingga mengakibatkan 6 orang jatuh kesungai, dimana 3 orang Selamat yaitu atas nama izha (Lk/Serang), Sela (Pr) dan Farel (th/Lk), 2 orang Meninggal Dunia atas nama Anita (52) dan Susmala Fitri (50) dan 1 orang hilang atas nama jamaludin (40). (ANA)

  • 3 Korban Tabrakan Speedboat Pengantar Jenazah Ditemukan

    3 Korban Tabrakan Speedboat Pengantar Jenazah Ditemukan

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Tiga orang korban kecelakaan kapal antara Speedboat Sinar Agung pengantar jenazah yang bertabrakan dengan Perahu getek di perairan Tanjung Serai, Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, ditemukan team SAR Gabungan.

    Tiga korban meninggal yang ditemukan hari ini, Senin (5/2/2024), atas nama Icha (4), Eko (21) dan Gunadi (41). Sebelumnya, korban pertama Icha ditemukan sekitar pukul 06.15 WIB dan korban kedua Eko ditemukan pukul 09.30 WIB.

    korban ketiga atas nama Gunadi ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, dalam keadaan meninggal dunia sekitar 13 kilometer dari lokasi awal kejadian kecelakaan.

    “Selanjutnya korban dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman,” ujar Kepala Kantor Basarnas Palembang, Raymond Konstantin.

    Dengan telah ditemukannya ketiga korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing.

    Diberitakan sebelumnya, kejadian berawal pada Minggu (4/2/2024), sekira pukul 00.30 WIB, Speedboat 40 PK merk Sinar Agung yang di-nahkodai Sudarno bermuatan 9 orang penumpang dan 1 orang jenazah anak balita, bertolak dari Dermaga PU Desa Bunga Karang Banyuasin tujuan ke Primer 8, Kecamatan Lalan,  Kabupaten Musi Banyuasin.

    Saat melintasi perairan Tanjung Serai Desa Bunga Karang, Speedboat tersebut bertabrakan dengan perahu getek bermuatan kelapa yang di-nahkodai Hardi yang bertolak dari Sungai Bungin.

    Tabrakan ini mengakibatkan Speedboat Sinar Agung pecah dan tenggelam, serta mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, lima luka-luka dan tiga orang hilang. (ANA)

  • Diduga Mengantuk, Pengemudi Isuzu Panther Tabrak Pemotor

    Diduga Mengantuk, Pengemudi Isuzu Panther Tabrak Pemotor

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang pengendara motor bernama Iqbal Maulana (20), warga Jalan Silaberanti, Lorong Melati, Kecamatan Jakabaring Palembang, menjadi korban tabrak lari.

    Peristiwa kecelakaan yang dialami mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ini, terjadi pada Kamis dini hari, 1 Februari 2024, sekitar pukul 00.10 WIB.

    Insiden ini berawal saat mobil Isuzu Panther BG 1807 RL, yang dikemudikan Hairul Fahmi (70), warga Kompleks Kenten Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang, datang dari arah Simpang Adenia Jakabaring.

    Lalu, mobil tersebut hendak menuju ke arah Simpang Pasar Induk Palembang.

    Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), laka lantas terjadi. Sewaktu berbelok ke kanan tak bisa dielakkan lagi tertabrak sepeda motor Yamaha Vega bernopol ZR BG 5147 OF yang dikendarai korban Iqbal, yang datang dari arah Bank Sumsel Babel hendak menuju ke arah Simpang Adenia.

    Melihat korban, pengendara mobil pun panik dan langsung meninggalkan korban di TKP. Sedangkan korban mengalami luka luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit.

    “Benar, terjadi laka lantas dengan dilarikannya korban Iqbal ke rumah sakit. Berawal kita mendapatkan laporan korban tabrak lari. Lalu Sat lantas Polrestabes Palembang langsung mendatangi TKP, ” kata Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Emil Eka Putra, melalui Kanit Laka, Iptu Ar-Sikakum.

    Lanjutnya, setiba di TKP, anggota Satlantas Polrestabes Palembang langsung mengevakuasi korban dan melarikan korban ke rumah sakit. “Korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan pelaku langsung kita kejar,” katanya.

    Setelah dilakukan pengejaran, sambung Ar Sikakum, ternyata Pengandara R4 tersebut mengamankan dirinya ke Polsek SU I Palembang. “Bukan melarikan diri. Saat dikejar anggota ternyata bersangkutan pengendara R4 langsung mengamankan diri ke Polsek SU I Palembang,” katanya.

    Tambah Kanit Laka, pengandara R4 tersebut dan mobilnya sudah diamankan ke Polrestabes Palembang beserta motor korban. “Sedang kita ambil keterangan, korban juga mengalami luka luka ringan. Laka lantas di terjadi diduga pengendara R4 mengantuk,” tuturnya. (ANA)

  • Pria Paruh Baya Tewas Ditabrak Minibus

    Pria Paruh Baya Tewas Ditabrak Minibus

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang pria paruh baya yang mengendarai sepeda motor tewas dalam insiden kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta Palembang, pada Minggu (7/1/2024), sekitar pukul 14.00 WIB. Pria itu merupakan korban tabrak lari oleh sebuah mobil Minibus warna putih.

    Informasi yang dihimpun, korban tewas dalam kecelakaan ini Sampri (57) alias Sampai, warga Tanah Mas, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Saat mengendarai motor, korban tengah berboncengan dengan istrinya, Musibah (49). Beruntung, istri korban selamat dari maut.

    Kecelakaan ini sempat menghebohkan warganet di media sosial (medsos) Instagram dan whatsapp terlihat seorang pria yang sudah tak bernyawa terkapar di tengah.

    Bahkan, kecelakaan ini pun sempat tubuhnya yang penuh darah ditutupi warga dengan kain. Sementara sang istri duduk tertunduk lemas di pinggir jalan sembari menelpon sanak saudaranya.

    Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Emil Eka Putra melalui Kanit Laka Iptu Arsikakum membenarkan adanya peristiwa tersebut.

    “Benar mas, korban suaminya meninggal di tempat, sedangkan istrinya mengalami luka di tangan kanan, kiri, kaki kanan dan kirinya dan anggota kami sudah membawanya korban kemarin ke rumah sakit (RS) Myria Palembang,” kata Arsikakum, Senin (8/1/2024).

    Dia menerangkan, kejadian bermula pengendara mobil minibus datang dari arah Pakjo hendak menuju arah Simpang Palembang.

    Kemudian, di TKP mobil ini langsung menabrak pengendara sepeda sepeda motor Scoopy warna abu-abu bernomor polisi (bernopol) BG 6891 JAR yang sedang berboncengan pasangan suami istri (pasutri) dari arah tujuan yang sama.

    “Ini kendaraan roda 4 lalai dan kurang hati-hati menabrak roda 2 yang ada di depannya,” ujar Arsikakum.

    Akibat kejadian, korban yang merupakan suaminya tewas dengan mengalami pendarahan di sejumlah organ di kepala mulai dari telinga, hidung dan mulut di tempat kejadian perkara (TKP).

    Selain korban, anggotanya juga telah mengamankan barang bukti (BB) yakni berupa sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai korban.

    “Hingga kini, kami masih memburu pemilik mobil yang kabur itu,” jelasnya. (ANA)

  • Kasus Laka Lantas Meningkat di Tahun 2023

    Kasus Laka Lantas Meningkat di Tahun 2023

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Jumlah kecelakaan lalu lintas di Palembang, meningkat dari tahun 2022 ke 2023. Di mana pada tahun 2022 angka kecelakaan mencapai 609. Sementsra pada 2023 ada 756, atau meningkat 147.

    Dengan penyelesaian Laka di tahun 2022 ada 609 dan di tahun 2023 ada 691 naik 82. Begitu juga korban meninggal dunia naik 28 di mana pada tahun 2022 ada 75 dan tahun 2023 ada 103 korban meninggal dunia.

    Sementara korban luka berat mengalami penurunan, di tahun 2023 ada 116 sedangkan di tahun 2022 ada 117, kemudian korban luka ringan mengalami peningkatan 188 dimana pada tahun 2022 ada 762 dan di tahun 2023 ada 950.

    Untuk Presentase selesai laka di tahun 2022 100 persen dan di tahun 2023 91,44 persen turun -8,56 persen.

    Kerugian material (rumat) di tahun 2022 Rp.1,415,400,009 dan 2023 Rp.1,887,950,000 dengan jumlah tilang menurun dari tahun 2022 ada 29.846 di tahun 2023 ada 23.618 sehingga turun 6.288.

    Jenis Laka yakni Laka Tunggal ada 250 perkara, Laka Ganda ada 395 perkara, Tabrak Lari ada 172 perkara, Tabrak Pejalan Kaki ada 111 perkara, Laka Beruntun ada 14 perkara, Laka JOL ada 15 perkara.

    Untuk Laka usia 0 – 4 di tahun 2023 ada 29, usia 5 – 9 ada 39, usia 10 – 14 ada 79, usia 15 – 19 ada 217, usia 20 – 24 ada 185, usia 25 – 29 ada 65, usia 30 – 34 ada 88, usia 35 – 39 ada 75, usia 40 – 44 ada 81, usia 45 – 49 ada 69, usia 50 – 54 ada 68, usia 55 – 59 ada 62 dan usia 60 keatas ada 111.

    Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Lantas, AKBP Emil Eka Putra mengatakan, Trend Laka Lantas pada Tahun 2023 masih mengalami peningkatan.

    “Laka Lantas naik 147 kasus dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2022 yang terjadi di Kota Palembang, namun demikian dari sisi penyelesaian Laka kami mengalami peningkatan dengan menyelesaikan penambahan Laka Lantas sebanyak 82 kasus,” ujar Kombes Pol Harryo Sugihhartono.

    Lanjutnya, untuk angka korban yang meninggal dunia akibat Laka lantas di Tahun 2023 mengalami peningkatan ada 28 jiwa.

    “Namun untuk korban luka berat mengalami penurunan trend 1 jiwa, sedangkan korban luka ringan masih mengalami peningkatan Trend sebanyak 188 jiwa,” jelasnya.

    Harryo mengatakan, untuk kerugian materil perbandingan pada tahun 2022 masih mengalami peningkatan. “Artinya kerugian materil yang disebabkan Laka lantas tersebut saat ini tergolong mengalami peningkatan,” katanya. (ANA)

  • Ditabrak Tongkang Batubara, Terminal Penumpang 7 Ulu Ringsek Berat

    Ditabrak Tongkang Batubara, Terminal Penumpang 7 Ulu Ringsek Berat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Satu unit tongkang batubara menabrak pelabuhan penumpang di perairan Sungai Musi, tepatnya di kawasan 7 Ulu Palembang, Selasa (2/1/2024), sekitar pukul 07.30 WIB. Akibat ditabrak tongkang bermuatan puluhan ribu ton batubara itu, kondisi pelabuhan penumpang ringsek berat.

    Kasat Polairud Polrestabes Palembang, Kompol Suprawira, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan, usai menerima laporan warga pihaknya mendatangi lokasi.

    “Hingga saat ini kita melakukan olah TKP dan juga memintai keterangan saksi-saksi di TKP. Dan salah saksi yakni nahkoda kapal tugboat tersebut,” katanya, saat diwawancarai.

    Lanjut Suprawira, terjadinya peristiwa itu, berawal saat tugboat APS menarik tongkang batubara dari arah Musi IV menuju ke arah Musi VI. Tapi saat berada di bawah Jembatan Ampera kapal ini menyenggol dermaga.

    “Kita ketahui bahwa dermaga ini merupakan dermaga penumpang. Kita belum menerima laporan dari kementerian Perhubungan. Karena hal ini wilayahnya masuk dalam kementerian Perhubungan,” tambah dia.

    Sehingga pihaknya hanya melakukan olah TKP hingga memintai keterangan para saksi hingga nahkoda kapal terkait peristiwa yang terjadi tersebut. Hingga ini saksi-saksi masih diambil keterangan.

    “Kita melakukan hal itu, untuk mengetahui kronologi sebenarnya, untuk tugboat APS bermuatan tongkang batubara telah kita amankan, dan selanjutnya akan kita lakukan pemeriksaan terhadap nahkodanya,” tuturnya. (ANA)

  • Anggota TNI Meninggal Diduga Kecelakaan, Keluarga Merasa Janggal

    Anggota TNI Meninggal Diduga Kecelakaan, Keluarga Merasa Janggal

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang anggota TNI di Palembang bernama Prada Jefriando Simatupang (JS)(23), meninggal dunia diduga kecelakaan, ketika pergi keluar rumah hendak menemui temannya, pada Rabu pagi (15/11/2023).

    Ayah korban El Simatupang (53) menjelaskan, bahwa sang anak baru pulang ke rumah pada Selasa (14/11/2023) sekitar pukul 16.30 WIB. Lalu meminta izin untuk keluar malam mengajak pacarnya untuk nongkrong di sekitar kawasan Kambang Iwak (KI).

    “Jam delapan malam dia pamit keluar mau ajak ceweknya keluar nongkrong. Saya minta dia istirahat saja di rumah. Ketika sedang istirahat terdengar kalau HP dia itu berdering terus. Artinya dia masih di rumah,” tutur El.

    Tanpa sepengetahuannya, sang anak ternyata keluar rumah. “Setelah ditelusuri, ternyata dia ini bertemu dengan temannya. Usai bertemu temannya, anak saya ini mengajak pacarnya pergi nongkrong, lalu mengantar pacarnya pulang sekitar pukul 23.00 WIB,” ungkap El.

    Sekitar pukul 06.00 WIB, El diberi kabar jika anaknya dilarikan ke rumah sakit AK Gani Palembang dalam keadaan koma, sampai akhirnya korban meninggal dunia tadi pagi di rumah sakit tersebut.

    “Setelah kami telusuri lagi dari keterangan kakak satu letting-nya, mereka meninggalkan anak kami bersama seniornya di sebuah cafe di Jalan Radial. Belum tahu apa memang janjian dengan seniornya atau gimana,” ujar El.

    Kesatuan tempatnya bekerja sudah mencari tahu lewat rekaman kamera pengintai atau CCTV di Simpang Charitas dan terlihat ada kemacetan. Dari situ ada indikasi jika Prada Jefriando mengalami kecelakaan.

    Namun, pihak keluarga merasa janggal. Meski tubuh Prada Jefriando ada luka di dagu, lecet pipi, dan kepala, tapi kondisi sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan sama sekali.

    “Kami lihat motornya tidak ada kerusakan, mulai dari spakbor dan lain-lain. Hanya lecet sedikit bagian lampu dan pijakan kaki yang bagian karetnya lepas,” katanya.

    Keluarga berharap kasus ini bisa terungkap. Jika ini ternyata ada tindak kriminal harus diperhatikan dan diungkap. “Kami harap dari Kodam II Sriwijaya lebih memerhatikan kasus ini. Jangan seolah-olah ini hanya lakalantas,” harap El. (ANA)

  • Tertimpa Alat Berat, Mekanik Tewas Secara Tragis

    Tertimpa Alat Berat, Mekanik Tewas Secara Tragis

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang mekanik di Kota Palembang tewas secara tragis usai tertimpa wheel loader yang sedang ia perbaki, Jum’at siang (25/8/2023).

    Korbannya ialah Deny Hendra (46), karyawan PT Cakra Indo Pratama yang beralamat di Jalan Letjen Harun Sohar, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang.

    Pantauan di lokasi, tubuh korban remuk, dan beberapa tulang patah, terutama di bagian tulang pipi. Proses jasad korban dievakuasi menggunakan excavator.

    Suratman, Kakak sepupu korban mengatakan, dirinya mendapatkan informasi sang adik meninggal di tempat kerja dari ketua RT setempat.

    Usai mendapatkan informasi tersebut, Suratman pun datang ke lokasi kejadian. “Waktu di lokasi ternyata benar, adik saya sudah meninggal tertimpa alat berat,” kata Suratman.

    Dia menjelaskan bahwa sang adik sudah satu tahun bekerja di tempat tersebut. “Iya, sudah satu tahun dia (korban) bekerja di sini,” jelas Suratman.

    Kanit Reskrim Polsek Sukarami Palembang Iptu Denny Irawan, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, korban meninggal tertimpa alat berat,” ujar Denny.

    Adapun kronologi kejadian kata Denny, saat itu korban sedang membenarkan alat berat. Namun, tiba-tiba kerukan wiloder jatuh dan menimpa korban.

    “Korban meninggal di tempat, saat ini jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk diautopsi,” kata Denny. (ANA)

  • Dua Mobil Tabrakan Pengemudi dan Penumpang Alami Luka-luka

    Dua Mobil Tabrakan Pengemudi dan Penumpang Alami Luka-luka

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dua kendaraan bermotor roda empat (R4) atau Mobil, terlibat tabrakan di Jalan POM IX, tepatnya di depan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Kamis dini hari (24/8/2023), sekira pukul 01.30 WIB. Dua orang pengemudi dan satu penumpang alami luka-luka, hingga harus dirawat ke RS Siloam.

    Risky Andrianto (34), warga Jalan Perjuangan 4, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, pengemudi mobil Daihatsu Terios BG 1927 NW, mengalami luka lecet di bagian leher.

    Sementara pengemudi Daihatsu Ayla BG 1637 IB, Muhammad Utama (44), warga Jalan Ariodillah II, Kecamatan IT I, alami luka di kaki kanan memar dan shock, sadar dan di rawat di RS Siloam.

    Lalu, Marli Hanayati (66) penumpang mobil Daihatsu Ayla mengalami nyeri di pinggang kanan dan shock, sadar dan di rawat di RS Siloam.

    Kasat Lantas Polrestabes Palembang, Kompol Emil Eka Putra melalui Kanit Laka Lantas, Iptu AR Sikakum mengatakan, kendaraan terlibat kecelakaan di Jalan POM IX antara mobil Daihatsu Terios dengan Daihatsu Ayla berawal mobil Terios yang datang dari arah simpang Kampus menuju simpang TVRI Palembang.

    “Tiba di tempat kejadian perkara, pengemudi mobil Terios hilang konsentrasi dan pandangan gelap tidak melihat mobil Ayla yang sedang parkir di badan jalan, sehingga menabrak bagian belakang sebelah kiri mobil Ayla,” katanya, saat dikonfirmasi, Kamis (24/8/2023).

    Lanjutnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dua pengemudi dan satu penumpang alami luka. Ketiganya mendapatkan perawatan di RS Siloam.

    “Kerusakan benda pada mobil, bagian depan sebelah kanan mobil Terios dan belakang sebelah kiri mobil Ayla. Kedua mobil diamankan ke Pos Laka Lantas Musi II, kedua pengemudi sudah dimintai keterangan terkait kejadian ini,” jelasnya. (ANA)

  • Diduga Bawa Motor Sambil Main HP, Riko Tabrak Ibu-ibu

    Diduga Bawa Motor Sambil Main HP, Riko Tabrak Ibu-ibu

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Telah terjadi kecelakaan di Jalan A. Yani, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring Palembang. Dimana, pengendara sepeda motor bernama Riko (25), warga Jalan DI Panjaitan, Gang Lama, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju Palembang, menabrak seorang ibu-ibu.

    Dari keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, Riko sempat bermain Handphone sambil mengendarai motornya.

    “Ya, kami lihat pengendara motor ini bermain Handphone sambil berkendara. Dia tidak melihat ada ibu-ibu yang menyeberang jalan. Hingga korban ditabrak pengendara motor Honda Beat warna biru tanpa plat nomor polisi ini,” ujar saksi mata, Ian, warga Silaberanti, Jumat (4/8/2023).

    Sementara itu, Riko pengendara motor Honda Beat ini saat dibincangi di lokasi kejadian terlihat linglung. Ia berkata; di mana sekarang. Karena setahu dia, ia masih ada di Tongkang Kapal.

    “Saya dimana pak, mengapa rame di sini. Saya kan ada di Tongkang Kapal,” ucapnya sembari menghapus dara di bibirnya.

    Sementara dari pantauan di lapangan, ibu-ibu yang ditabrak Riko, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah untuk diberikan pertolongan karena kepalaknya mengeluarkan darah.

    Terpisah, Kasat Lantas Polrestabes Palembang Kompol Emil Eko Putra, melalui Kanit Laka Iptu A.R Sikakum, saat ditanya perihal kecelakaan tersebut mengatakan, bahwa dia belum mendapat laporan dari anggota di lapangan.

    “Saya cek dulu. Belum ada laporan dari anggota di lapangan,” terangnya. (ANA)

  • Tragis, Pemotor Ibu dan Anak Tewas Tertabrak Truk

    Tragis, Pemotor Ibu dan Anak Tewas Tertabrak Truk

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang pengendara motor wanita yang berboncengan dengan dua anaknya, tertabrak mobil Truk Isuzu nopol BE 8420 TD, di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, tepatnya di perputaran depan rumah Walikota Palembang, Rabu (21/6/2023) sekira pukul 09.05 WIB.

    Akibatnya, pengendara sepeda motor Honda Vario 160 nopol BG 5803 XJ berinisial DR (45) ibu rumah tangga, warga Desa Mainan, Kecamatan Sembawa, Banyuasin, Sumsel, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), dan penumpang inisial SN, pelajar perempuan, juga meninggal di TKP.

    Satu penumpang, inisial FN, pelajar perempuan, dalam keadaan sadar, namun masih di Rawat di RS Siti Khodijah Palembang. Untuk proses penyelidikan, sopir truk berinisial MH, warga Desa Ngesti Karya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung, telah diamankan.

    Sementara jenazah kedua korban telah dibawa anggota Sat Lantas Polrestabes Palembang ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

    Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, melalui Kasat Lantas, Kompol Emil Eka Putra, mengatakan benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara truk roda enam dengan sepeda motor yang mengakibatkan dua korban jiwa.

    “Dua orang meninggal dunia dan satu orang luka – luka dari pengendara sepeda motor,” ujarnya.

    Emil menuturkan, untuk kronologi kejadian bermula saat korban pengendara motor melaju dari arah Jembatan Musi II menuju ke arah simpang Poligon.

    Dan tiba di TKP, hendak mendahului truk dari sebelah kiri lalu berbelok ke arah kanan untuk memutar balik. Sehingga kecelakaan tidak terelakkan. Korban tertabrak truk yang berjalan dari arah yang sama.

    “Berdasarkan informasi dan olah TKP, kendaraan ini berjalan dari arah yang sama dari Jembatan Musi II menuju arah Poligon. Ketika hendak mendahului dari sebelah kiri dan hendak berbelok arah ke kanan untuk putar balik, sehingga terjadi kecelakaan,” jelasnya.

    Lanjut Kompol Emil, bahwa barang bukti (BB) sudah diamankan ke Pos Laka 1103 Musi II. “Saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Sopir juga sudah diamankan untuk dimintai keterangan,” ujarnya. (ANA)

  • HUT Bhayangkara ke-77, RS Mohammad Hasan Palembang Gelar Vaksin Booster Gratis

    HUT Bhayangkara ke-77, RS Mohammad Hasan Palembang Gelar Vaksin Booster Gratis

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara Ke-77 Tahun 2023, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang mengelar Bakti Kesehatan, pelaksanaan vaksinasi covid-19.

    Pelaksanaan ini sendiri bertempat di Lobby Rumkit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Senin (19/6).

    Karumkit Bhayangkara Palembang, AKBP dr. Wahono Edhi Prastowo, Sp.PD, FINASIM mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi covid-19, pihak Rumkit Bhayangkara menargetkan 200 tercapai 500 orang tervaksinkan.

    “Di sini pihak Rumah Sakit menyediakan vaksin ke 3 (boster pertama) dan vaksin ke 4 (boster 2) jenis Sinovak,” kata Wahono.

    “Tapi, bagi masyarakat yang belum sama sekali vaksin, rumah sakit menyediakan dan melayani masyarakat untuk vaksin pertama dan vaksin ke dua secara gratis,” tambah Wahono.

    Dalam pelaksanaan vaksin ini sendiri lanjut Wahono, pihaknya menargetkan 200 orang.

    “Targetnya 200, tapi yang datang melebihi target mencapai 500 orang,” terang Wahono.

    Lebih lanjut Wahono mengatakan bahwa
    pelaksanaan vaksin covid – 19 ini, Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang bekerjasama dengan pihak Yayasan BUMN Jakarta.

    “kita bekerjasama dengan Yayasan BUMN di Jakarta, ini vaksin 1 dan vaksin 2, tapi kebanyakan vaksin boster 1 dan vaksin boster 2. vaksin dari Yayasan BUMN kita disini membantu meninjeksikan ke masyarakat secara gratis,” jelas Wahono.

    Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin, silakan datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, dengan membawa data diri.

    “Warga yang mau vaksin boster silakan datang ke Bhayangkara gratis tidak di pungut biaya.” beber Wahono.

    Dari pantauan, warga masyatakat yang sudah mendaftar secara online, datang lalu mengisi formulir, sambil menunggu giliran untuk di periksa kesehatan, terakhir warga mendapatkan suntikan vaksin.

    Usai mendapatkan suntikan vaksin warga masyarakat mendapatkan sembako berupa beras satu karung dengan berat 5 kg.

    Imam Tantiwi (21) warga Jalan H Faqih Usman Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang, sengaja datang ke RS Bhayangkara Palembang, setelah mengetahui adanya vaksin gratis.

    Dirinya mengikuti giat lantaran ingin mendapatkan vaksin boster 2 atau vaksin ke 4.

    “Saya ke sini ingin vaksin boster ke 2. Karena sebelumnya sudah pernah vaksin boster pertama atau vaksin ke tiga di sini juga,” ungkap Imam.

    Disinggung soal pelayanan dan bansos yang dilakukan pihak penyelengara, Imam menuturkan jika pelayanan sangat baik, dan dirinya sangat senang mendapat beras usai melaksanakan vaksin di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.

    “Prosesnya lancar tertata rapi, antri sesuai nomor urutan, yang baru datang duduknya di belakang, usai vaksin saya tidak tahu jika dapat ini beras,” tutup Imam. (*)

  • Terpeleset, ABK TB. HSM 1 Tenggelam di Sungai

    Terpeleset, ABK TB. HSM 1 Tenggelam di Sungai

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Basarnas Sumsel melalui Com Centernya menerima laporan dari Syahbandar Sungai Lumpur Hasanudin, terkait tenggelamnya seorang ABK kapal TB. HSM 1 di Perairan Sungai Baung, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, pada Selasa (30/5/2023), sekitar pukul 16.00 WIB.

    Dalam laporan awal yang diterima Basarnas Sumsel, mengatakan bahwa korban atas nama Muhammad Firdaus (24), jabatan Masinis 2. Di mana, Kejadian berawal sekitar pukul 09.00 WIB saat TB.HSM 1 yang menggandeng TK.SOL 2310 bermuatan kayu Akasia, tujuan dari SHP Sembilang menuju Jeti Kuning Sungai Baung OKI.

    Korban berniat hendak mengantarkan dokumen kayu ke kantor, namun tiba-tiba dia terpeleset ke Sungai dan diduga karena korban tidak memakai alat safety, sehingga mengakibatkannya tenggelam.

    Berdasarkan laporan tersebut, Kepala Basarnas Sumsel Hery Marantika, langsung memerintahkan 1 team Rescue dan ABK KN SAR Setyaki 202 bergerak menuju lokasi kejadian guna melakukan Proses Pencarian Terhadap Korban.

    Selain menerjunkan personel, Basarnas Sumsel juga mengerahkan peralatan SAR Air seperti Kapal RIB, alat selam, serta alat canggih terbaru yang dimiliki basarnas yaitu aqua eye dan under water search device yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan korban dibawah air.

    Disana Team Rescue Basarnas sumsel akan berkoordinasi dan mengkoordinir seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam Operasi SAR Tersebut. Unsur SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, BPBD.

    “Bahkan pihak medis akan kita koordinir agar proses pencarian benar-benar terencana dan efektif,” jelas Hery. (ANA)

  • Terobos Lampu Merah Mobil Ambulans Bawa Jenazah Ditabrak Ayla, Begini Kondisinya

    Terobos Lampu Merah Mobil Ambulans Bawa Jenazah Ditabrak Ayla, Begini Kondisinya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kecelakaan terjadi di Jalan Simpang Bandara SMB II Palembang yang melibatkan mobil Ambulans BG 9607 MK dengan mobil Ayla BG 1536 IC.

    Mobil Ambulance yang membawa jenazah tersebut, terguling usai ditabrak mobil Ayla dari arah belakang, Rabu (17/05) sekitar pukul 09.30 WIB.

    Tia (50) salah seorang saksi mata mengatakan, bahwa mobil Ambulans tersebut datang dari Talang Jambe hendak ke Pemulutan.

    Sementara mobil Ayla datang dari Jalan HM Noerdin Pandji yang hendak ke Bandara.

    “Jadi posisi Ambulans ini menerobos lampu merah, sedangkan jalan yang dilewati mobil Ayla memang lampu hijau,” katanya.

    “Di tengah-tengah jalan, datang mobil Ayla dengan kecepatan tinggi yang menabrak mobil Ambulans dari belakang,” tambahnya.

    Akibat dari tabrakan tersebut,
    mobil Ambulans terguling ke jalan. “Tapi jenazah di dalam Ambulan tidak sampai ke luar,” jelasnya.

    Tidak lama dari itu lanjut Tia, keluarga dari jenazah datang membawa mobil truk untuk membawa jenazah.

    “Mobil Ambulans dan mobil Ayla masih menyelesaikan perkara,” pungkasnya. (*)

  • Pengemudi Tabrak Lari di Simpang Indomie Kol H Burlian, Terdeteksi Kamera ETLE

    Pengemudi Tabrak Lari di Simpang Indomie Kol H Burlian, Terdeteksi Kamera ETLE

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Jajaran Satlantas Polrestabes Palembang menangani kecelakaan tabrak lari yang menewaskan seorang pejalan kaki.

    Demikian penjelasan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM saat dimintai keterangan di kediamannya, Senin (15/05/2023) pagi

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM menjelaskan kronologis kejadian Jumat 12 Mei 2023 sekira pukul 05.40 Wib. Adapun penyebabnya pengendara tidak memperhatikan halangan yang berada di depannya.

    “Lokasi kejadian di Jalan Kolonel H Burlian depan Simpang Indomie Palembang,” ujarnya berdasarkan LP/A/272/V/2023/SPKT Sat lantas Polrestabes Palembang Polda Sumsel. Serta disaksikan masyarakat bernama Yuliana, warga Sukarame Palembang,” jelas Alumni Akpol 91 kepada wartawan.

    Supriadi menambahkan, dari olah TKP Personel Satlantas Poltestabes Palembang bahwa laka lantas terjadi antara mobil No.Polilis sekian, datang dari arah simpang Mitra Bangunan hendak menuju ke arah simpang Trakindo Palembang.

    Setiba di TKP terjadi laka lantas dan menabrak pejalan kaki yang menyeberang jalan dan korban mengalami luka luka sementara kendaraan penabrak melarikan diri.

    Setelah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP serta mengevaluasi korban ke rumah sakit Arrasyid, polisi mengamankan barang bukti ke pos laka di Demang Lebar Daun.

    Berdasarkan identitas yang dihimpun polisi, korban M.RM diketahui berprofesi sebagai wiraswastawan, warga Pasar Prabumulih Utara, dan menurut informasi korban meninggal dunia.

    “Tersangka memang melarikan diri, namun karena kesigapan personel kami serta melalui pengamatan camera CCTV ETLE pengungkapan kasus kendaraan melarikan diri dapat terungkap.”

    Diketahui pelakunya bernopol BG 1704 TD. Sedangkan nama pemilik sesuai data Subbid regiden Dit Lantas Polda Sumsel KTP an : IY SH, dengan warna kendaraan merah solid. Merupakan warga Kelurahan Tanjung Dayang Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir.

    Supriadi mengimbau kepada para masyarakat pengguna kendaraan untuk senantiasa menggunakan sabuk keselamatan, jangan melawan arus, jaga jarak aman, atur kecepatan kendaraan, jangan gunakan handphone saat berkendaraan, stop kecelakaan lalulintas, hormati pejalan kaki dan keselamatan nomor satu. (*)

  • Lawan Arus, Pengendara Motor Honda Tabrak Vespa

    Lawan Arus, Pengendara Motor Honda Tabrak Vespa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Laka Lantas kembali terjadi. Kali ini terjadi melibatkan dua pengendara motor (R2) di Jalan KH Wahid Hasyim, tepatnya di putaran depan Agen Kerupuk dan Kemplang Leo 333 Palembang, pada Jumat (12/5/2023), sekitar pukul 09.30 WIB.

    Akibat peristiwa laka lantas ini, pengendara motor Honda Supra X nopol BG-2692-UB, Sri Rezeki (33), warga Jalan Aiptu A Wahab Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring Palembang, alami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

    Sedangkan pengendara Vespa bernopol BG-4479-ABU, Belly Mudofit (37), warga Jalan Kali Musi Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang, tidak mengalami luka serius.

    Peristiwa laka lantas ini terjadi berawal saat pengendara sepeda Motor Honda Supra X bernopol BG-2692-UB yang datang dari arah Jembatan Ogan, hendak menuju ke arah Simpang Majapahit berjalan melawan arus.

    Setibanya di TKP, laka lantas terjadi akibat menyeberang hendak menuju kearah perputaran jalan tertabrak Sepeda Motor Vespa BG-4479-ABU yang datang dari arah berlawanan. Akibat peristiwa ini pengendara Supra X, Sri terpental dan terjatuh alami luka kecil dan dilarikan ke RS.

    “Benar adanya kejadian kemarin, laka lantas yang melibatkan dua pengendara motor di Jalan KH Wahid Hasyim,” ungkap Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Rendy Surya, melalui Kanit Laka, Iptu Ar Sikakum.

    Lanjut Ar Sikakum, mendapati peristiwa ini pihaknya langsung ke TKP melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.

    “Tidak ada korban dalam laka lantas ini. Hanya kedua pengendara mengalami luka kecil. Satu pengendara motor Sri sempat kita larikan ke rumah sakit. Namun hingga kini sudah pulang,” katanya.

    Laka lantas ini terjadi, sambung Kanit Laka, akibat pengendara Supra X yang melawan arus, lalu menabrak pengendara motor Vespa. “Untuk barang bukti dan motor sudah diamankan, guna penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya. (ANA)

  • Pengemudi Alami Kesemutan, Dump Truk Tabrak Pajero Sport

    Pengemudi Alami Kesemutan, Dump Truk Tabrak Pajero Sport

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Warga Jalan Ki Marogan, Kecamatan Pemulutan sekitar Depo Pertamina Pal 7 Kertapati Palembang, dibuat heboh dengan adanya mobil Dump Truk berwarna merah nomor polisi BH 8892 MT, mendadak menabrak mobil Pajero hitam BG 1492 PF dan Colt Diesel yang ada di depan toko stiker mobil.

    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Dari pantauan di lokasi, terlihat kondisi body mobil hancur di bagian belakang dan depan hingga masuk ke tempat penjualan stiker mobil. Sementara itu kaca film mobil Dump Truk retak.

    Menurut salah satu penumpang mobil Pajero sport Ajit mengatakan, kejadian itu berawal dari ia yang sedang mengobrol dengan temannya kemudian mobil dump truk datang dari Jalan Sunan dengan kecepatan tinggi. Kemudian menabrak dua mobil yang ada di depannya.

    “Mobil kami lagi parkir di dekat jualan stiker sebab mau pasang stiker kemudian mobil dump truk itu datang ngebut menghantam dari belakang hingga menabrak toko jualan stiker,” ujarnya saat dijumpai di lokasi.

    Dari kejadian tersebut sopir yang mengendarai truk muatan karet lemas dan juga dua penumpang mobil Pajero sport mengalami luka ringan.

    “Ada dua teman kami di dalam cuma luka kecil, tidak ada korban,” katanya.

    Sementara sopir dump truk bernama Niko (60) warga Talang Putri Plaju mengaku jika ia mengalami kesemutan ketika hendak menghindari kendaraan lain. Ia tampak terbaring lemah karena gejala stroke yang dialaminya.

    “Saya posisi lagi gigi 3 terus mau menghindari kendaraan lain di depan saya tapi tiba-tiba kaki kesemutan jadi sulit mau belok ke kanan akhirnya mobil lari ke kiri, ” kata Niko. (ANA)

  • Tabrak Mobil Pick Up, Pemotor Tewas di Tempat

    Tabrak Mobil Pick Up, Pemotor Tewas di Tempat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang pengendara motor jenis Honda dengan nopol BG 5458 JBE, tewas dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan pasar Cinde, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, pada Jumat pagi (12/5/2023) sekitar pukul 04.50 WIB.

    Korban diketahui bernama Riduan (29), warga Dusun 3 Upang Mulia, Kecamatan Markati Jaya, Kabupaten Banyuasin. Riduan meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dengan luka pendarahan di bagian muka dan dada, setelah menabrak mobil Pick Up nopol BG 8514 BJ milik Rudianto (40) yang sedang berhenti.

    Peristiwa laka tunggal yang mengakibatkan pengendara motor itu dibenarkan Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Rendy Surya Aditama, melalui Kanit Gakkum, Iptu Arham Sikakum.

    “Benar laka lantas yang terjadi tersebut di depan pasar Cinde Palembang, yang mengakibatkan pengendara motor meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang mobil pick up yang sedang berhenti di TKP,” ungkap Arham Sikakum, di konfirmasi melalui Whatsapp.

    Dia menjelaskan, bahwa motor yang dikendarai oleh korban datang dari arah simpang Internasional Plaza (IP) mall, menuju ke arah simpang RS Charitas Palembang.

    “Setibanya di TKP pengendara motor ini menabrak mobil pick up yang sedang berhenti, akibatnya pengendara motor meninggal dunia di TKP. Selain mengakibatkan korban meninggal, ada juga kerusakan benda yang melibatkan motor korban dan mobil pick up,” tuturnya. (ANA)

  • Sedang Duduk, Petugas SPBU Meninggal Usai Ditabrak Bus Pariwisata

    Sedang Duduk, Petugas SPBU Meninggal Usai Ditabrak Bus Pariwisata

    SUARAPUBLIK.ID, Ogan Ilir – Na’as, Nasib yang dialami salah satu operator SPBU di depan perumahan TPI Indralaya Ogan Ilir. Ia harus kehilangan nyawanya dengan cara yang sangat tragis. Dirinya tiba-tiba ditabrak Bus Pariwisata Antar Kota dengan Nomor polisi BL 7739 A yang ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM).

    Akibat hantaman mobil bus tersebut korban, Riyan mengalami luka parah, yakni tubuhnya terlindas mulai dari selangkangan bagian kemaluan, hingga dada dan kepala.
    Korban menghembuskan nafas terakhir ketika hendak menuju perjalanan RSUD Tanjung Senay.

    Menurut informasi, korban yang kerap dipanggil dengan sebutan Riyan, asal Tanjung Agung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini, sedang duduk santai menunggu pembeli untuk mengisi bahan bakar minyak.

    Lalu tiba-tiba saja ada bus yang menghantam dirinya dari belakang hingga tubuh Ryan terseret oleh mobil Bus tersebut. Jum’at (5/5/23) pukul 15.00 Wib.

    Dengan adanya kejadian tersebut sontak membuat lokasi SPBU 24.306.26 yang terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Indralaya Km 36, depan Perumahan TPI ini, ramai baik warga sekitar maupun pengguna jalan stop untuk melihat kejadian tersebut. (*)

  • Enam Warga Palembang Tenggelam di Pantai Panjang Bengkulu

    Enam Warga Palembang Tenggelam di Pantai Panjang Bengkulu

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Enam orang warga Palembang tenggelam di Pantai Panjang Bengkulu, Selasa 2 Mei 2023 pagi.

    Empat dari enam wong Palembang itu sudah berhasil ditemukan, dan tiga sudah meninggal dunia. Satu orang korban selamat dan dua orang lagi masih dilakukan pencarian. 
    Tiga korban yang meninggal dunia tersebut:
    1. Muhammad Azhari, usia 37 tahun 
    2. Sanca Negara, usia 28 tahun
    3. Muhammad Subran, usia 32 tahun 

    Sementara korban selamat atas nama Arya Fito (20). Kemudian dua orang yang belum ditemukan atas nama Rizal (30) dan Zulpan Taufik (55).
    Tim Basarnas Bengkulu yang mendapat informasi langsung melakukan pencarian.

    Informasi yang dihimpun, keenam korban tersebut diketahui tengah mandi di pantai.

    Mereka telah diingatkan warga untuk tidak mandi di lokasi yang tak jauh dari Pos Satgas Pemantau Pantai BPBD.

    Namun, nahas ombak besar datang dan keenam korban tenggelam. (*)

  • Pemotor Tewas Terlindas Truk Tangki

    Pemotor Tewas Terlindas Truk Tangki

    SUARAPUBLIK.ID, PALAMBANG – Sabtu (8/4/2023) sekitar pukul 15.00 WIB, telah terjadi kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta Palembang, tepatnya didepan SD SMP Islam Terapan Prof Muhajirin.

    Kecelakaan ini mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor tewas terlindas truk tangki. Sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BG 2316 AEF yang dikendarai korban dan truk tangki warna hijau nomor polisi BG 8425 NQ.

    Diketahui, kedua pengendara tersebut sama-sama melaju dari simpang bandara menuju ke Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara.

    Diduga sepeda motor korban disenggol kendaraan dari arah belakang lalu jatuh ke kolong truk dan dilindas ban bagian belakang membuat korban tewas dilokasi dengan kondisi luka parah dibagian kepala.

    Jambul, yang merupakan saksi mata yang berada dilokasi kejadian menuturkan bahwa, dirinya tidak mengetahui persis kecelakaan yang menewaskan pengendara motor Honda Beat, namun dirinya mendengar suara setelah dilihatnya ada korban tergeletak di Jalan dengan kondisi bersimbah darah dibagian kepala dilindas truk tangki.

    “Dipinggir jalan ada sopir truk tangki bertanya kepada saya melihat nggak ada mobil merah yang menyenggol motor korban lalu saya jawab saya tidak melihat tapi saya mendengar suara saja tidak lama setelah itu ada korban tergeletak,”ujarnya, Sabtu (8/4/2023).

    Jambul mengungkapkan, bahwa berdasarkan penuturan sopir truk tangki sebelum masuk ke kolong dan terlindas sepeda motor korban dipepet mobil pribadi warna merah yang membuat motor korban oleng lalu jatuh ke bawah kolong truk.

    “Yang jelas satu orang dipastikan meninggal, sedangkan satunya lagi sudah dilarikan ke Rumah Sakit memakai mobil saya karena banyak mobil yang tidak mau membawa korban satunya ke rumah sakit,” ungkapnya.

    Tidak lama setelah kata Jambul ada teman korban yang datang melihat. Korban ini diketahui pekerja bangunan yang hendak pulang kerumah.

    “Sepertinya mereka ini mau pulang setelah bekerja bangunan tidak jauh dari sini. Saya tidak siapa nama korban begitu juga tempat tinggalnya dimana,” lanjutnya.

    Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Arham Arsikakum mengatakan kedua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah Palembang dengan kondisi satu diantaranya tewas di tempat.

    “Sudah dibawa ke RS Siti Khadijah, satu diantaranya meninggal dunia,” ujarnya.

    Untuk identitas kedua korban, Arham mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan serta mencari pengemudi minibus yang menabrak korban.

    “Kita masih di rumah sakit, nanti akan diinformasikan lebih lanjut,” tuturnya. (ANA)

  • Remaja 15 Tahun Tewas Ditabrak Truk saat Kendarai Motor

    Remaja 15 Tahun Tewas Ditabrak Truk saat Kendarai Motor

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kecelakaan terjadi antara mobil truk engkel nopol BG 8457 NX, dengan seorang pengendara motor Suzuki Smash di Jalan Demang Lebar Daun, tepatnya di depan Kantor Perdagangan Kota Palembang, Kecamatan IB I, Palembang, Senin (3/4/2023) sekira pukul 12.00 WIB.

    Akibat kejadian ini pengendara motor yang diketahui berstatus pelajar berinisial MR (15) warga Jalan Pamiri, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Siti Khodijah Palembang.

    Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Rendy Surya Aditama melalui Kanit Gakkum, Iptu Arham Sikakum mengatakan korban meninggal dunia dalam kondisi kepala belakang luka memar robek, kaki kanan luka lecet dan dada memar.

    “Sementara itu untuk sopir truk Fikri (34) warga Lorong Karang Baru, Kecamatan IB II, Palembang saat ini masih dalam pemeriksaan anggota kita,” katanya, Selasa (4/4/2023).

    Lanjut Iptu Arham Sikakum mengatakan bahwa kronologi kejadiannya saat itu korban datang dari arah simpang Malinda mengarah ke simpang lingkaran.

    Tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Laka lantas, Korban terlalu ke kanan, sehingga terjadi tertabrak dengan mobil truk engkel nopol BG 8457 NX yang datang dari arah berlawanan.

    “Kita harapkan masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara,” jelasnya. (ANA)

  • Diduga Hilang Keseimbangan dan Terjatuh, Pemotor Tewas Tertabrak Truk

    Diduga Hilang Keseimbangan dan Terjatuh, Pemotor Tewas Tertabrak Truk

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Warga Jalan Harun Sohar dihebohkan musibah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan satu pengendara motor. Kecelakaan itu terjadi tepat di depan Showroom Mitsubishi Palembang, Kamis 30 Maret 2023, sekitar pukul 16.30 WIB.

    Identitas pengendara motor yakni, Rahmad Jainuar (42) warga Jalan Parameswara, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.

    Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Rendy Surya Aditama melalui Kanit Gakkum, Iptu Arham Sikakum, membenarkan telah adanya kecelakaan lalu lintas.

    “Kami sudah mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ujar Arham, melalui telepon selulernya, Jumat (31/3/2023).

    Arham mengatakan, awalnya Rahmad Jainuar mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox BG 6981 ADO datang dari arah simpang Bandara Jalan Harun Sohar hendak mengarah ke Simpang Talang Jambe Palembang.

    Setiba di TKP, pengendara hilang keseimbangan dan terjatuh sendiri serta langsung tertabrak mobil truck yang belum diketahui nomor polisi-nya, datang dari arah tujuan yang sama.

    Akibatnya, pengendara motor tersebut meninggal dunia di TKP. Selanjutnya anggota yang sedang patroli langsung mengevakuasi dan membawa korban ke rumah sakit. “Intinya, korban sudah dibawa kerumah sakit oleh anggotanya,” terangnya. (ANA)

  • Dua Motor Adu Kambing, Pengendara Sama-sama Sekarat

    Dua Motor Adu Kambing, Pengendara Sama-sama Sekarat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kecelakaan dua unit sepeda motor terjadi di Jalan DI Panjaitan, tepatnya dindepan Salon Cantika Palembang, Selasa (28/3/2023), sekira pukul 14.00 WIB. Akibatnya, dua orang pengendara mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit.

    Pengendara Motor Honda Vario nopol BG 6463 AAU bernama Abdullah (62), warga Lorong Palapa, Kecamatan Plaju Palembang, mengalami patah terbuka di bagian kaki kiri, mata hematum, pelipis memar lecet. Saat kejadian sadar dan dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah.

    Sementara, pengendara motor honda CBR bernama Rizki Okta Pratama (21), warga Jalan Pandawa, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan IT II Palembang, mengalami luka dibagian mulut keluar darah, tangan kanan dan kiri luka lecet, kening memar benjol, muka lecet, mata kanan hematum. Saat kejadian tidak sadar lalu dilarikan ke RS. Bari.

    Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Rendy Surya Aditama melalui Kanit Gakkum Laka Lantas, Iptu Arsikakum mengatakan, kronologis kejadian yang diperoleh anggota di lapangan, sepeda motor Honda Vario BG 6463 AU yang datang dari arah Patra Jaya hendak mengarah ke simpang Sentosa.

    Lalu, setiba di tempat kejadian perkara (TKP) menyebarang di bukan pada tempatnya atau terlalu ke kanan. Sehingga tertabrak sepeda motor Honda CBR yang datang dari arah simpang bagus kuning lurus mengarah Patra Jaya.

    “Tabrakan tak terelakkan sehingga mengakibatkan kedua pengendara motor luka berat,” katanya.

    Mendapatkan laporan adanya kecelakaan dua unit sepeda motor anggota langsung meluncur ke TKP. Kemudian kedua korban dibantu warga langsung dibawa ke rumah sakit. (ANA)

  • Alami Luka Serius, Korban Jatuh dari Lift Bakal Dioperasi

    Alami Luka Serius, Korban Jatuh dari Lift Bakal Dioperasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Salah satu korban akibat jatuh dari lift barang lantai tiga toko Pasaraya Bandung, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang, bakal menjalani operasi.

    Diketahui, akibat kejadian ini dua korban yakni Dicky Apriansyah dan Adithia Juliansyah, mengalami luka cukup serius. Dua orang yang menjadi korban jatuhnya lift ini, merupakan karyawan di Pasaraya Bandung hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

    Saat dikonfirmasi, Aminuddin, paman seorang korban bernama Dicky Apriansyah mengatakan bahwa kondisi Dicky saat ini masih memperihatinkan.

    “Kondisinya sudah sadarkan diri, namun masih terbaring lemah,” ujarnya Rabu (15/3/3023).

    Dijelaskan Aminuddin, bahwa saat ini keponakannya itu belum mampu menggerakkan lehernya. Hanya bisa menggerakan tangan saja.

    Kemudian, dari hasil rontgen Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, kata Aminuddin, terdapat keretakan pada tulang pipi korban.

    “Dicky juga mengalami sejumlah luka serius, seperti luka pada bagian tengan dan kaki. Keponakan saya telah mendapatkan 3 kantong darah. Karena memang sebelumnya korban kekurangan darah,” ungkapnya.

    Kata Aminuddin, korban akan dilakukan tindakan operasi pada bagian tulang pipi yang mengalami keretakan, oleh pihak dokter. “Hari Senin mendatang (20/3), nanti akan dilakukan operasi oleh pihak dokter,” tuturnya. (ANA)

  • Polisi Ungkap Kondisi Dua Korban Jatuh dari Lift Pasaraya Bandung

    Polisi Ungkap Kondisi Dua Korban Jatuh dari Lift Pasaraya Bandung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Polisi mengungkap kondisi dua korban yang terjatuh di lift Pasaraya Bandung di Jalan Rustam Effendi, Kelurahan 18 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang.

    Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah mengatakan, kedua korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

    “Masih menjalani perawatan,” ungkapnya, Rabu (15/3/2023).

    Kedu korban diketahui bernama Dicky Apriansyah (19), warga Lorong Prajurit Nangyu, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang. Kemudian, Adithia Julinsyah (19), warga Jalan Ki Merogan Lorong Setia, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati.

    Mengenai apakah pihak management Pasaraya Bandung akan dilakukan pemanggilan terkait indisen tersebut, Haris mengatakan masih akan dilakukan penyelidikan. “Kita masih melakukan penyelidikan,” jelasnya.

    Berdasarkan keterangan saksi Eko Suliso (41) Manager toko JM, pada Selasa, 14 Maret 2023, sekira pukul 15.00 WIB, ditemukan dua orang laki-laki dewasa terjatuh dari lantai tiga lift barang toko Pasaraya DIKA Kelurahan 17 Ilir  Kecamatan IT I Palembang.

    Dijelaskan Eko, saat ditemukan saksi korban dalam keadaan tergeletak dengan kondisi badan telentang diduga mau mengangkat barang dari toko JM ke lantai dasar.

    Diduga karena tali atau sling pengaman sambungan antara pengait ke lift sudah tua/rusak, hingga tali besi pengait lift tersebut putus dan jatuh ke lantai dasar.

    Sehingga mengakibatkan para korban mengalami luka di wajah, kepala, dan badan. Kedua korban langsung dilarikan ke RSMH Palembang dan masih dirawat di ruang IGD didampingi keluarga. (ANA)