Tag: Sriwijaya FC

  • Sriwijaya FC Siapkan TC di Jakarta, Pemain Muda dan Agresif Jadi Prioritas

    Sriwijaya FC Siapkan TC di Jakarta, Pemain Muda dan Agresif Jadi Prioritas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Persiapan serius dilakukan Sriwijaya FC menyambut musim kompetisi Liga 2 2025. Setelah menggelar latihan perdana, kini tim berjuluk Laskar Wong Kito akan kembali mengadakan sesi latihan gabungan bersama pemain Elite Pro Academy (EPA) dan pemain trial lokal Sumatera Selatan pada Selasa (1/7/2025).

    Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Ahmad Zulkifli, mengungkapkan bahwa latihan kali ini menjadi momentum penting sebelum menentukan komposisi pemain yang akan diboyong ke Training Camp (TC) di Jakarta.

    “Besok kita ada latihan bersama EPA SFC lagi dan juga trial. Saya masih ingin melihat siapa saja yang layak saya ajak ke Jakarta untuk TC,” ujar Zulkifli, Senin (30/6/2025).

    Pada TC nanti, sekitar 15 nama pemain berpengalaman baik dari Liga 1 maupun Liga 2 sudah masuk dalam manajemen, mereka inilah yang direncanakan juga akan mengikuti Tria pada TC Sriwijaya FC di Jakarta nantinya.

    “Saya ingin pemain yang punya karakter agresif. Bukan cuma saat menyerang, tapi juga ketika bertahan. Selain itu, saya juga mengutamakan pemain muda yang punya semangat dan visi bermain jelas,” tegasnya.

    Zulkifli menjelaskan, TC di Jakarta tidak sekadar latihan, tapi akan menjadi ajang seleksi lanjutan dan pematangan tim utama. Setelah dari Jakarta, skuad akan melanjutkan pemusatan latihan ke Solo atau Yogyakarta yang sekaligus menjadi tempat uji coba perdana.

    Menariknya, dari beberapa kali sesi latihan yang sudah digelar, Zulkifli menilai para pemain dari EPA lebih menunjukkan performa menjanjikan dibandingkan peserta trial lokal.

    “Kalau melihat performa, pemain trial sejauh ini masih belum terlalu terlihat. Tapi dari EPA sudah mulai tampak, mungkin karena sudah dibentuk sejak lama. Mungkin ada 7 sampai 10 pemain EPA yang bisa naik ke tim senior,” bebernya.

    Sriwijaya FC sendiri menargetkan skuad yang solid dan kompetitif untuk bisa kembali berjuang meraih tiket promosi ke Liga 1 musim depan. Dengan kombinasi pemain muda dan senior, serta proses seleksi ketat, Laskar Wong Kito berharap bisa mengukir prestasi lebih baik di musim 2025/2026.

  • Kombinasi Pemain Muda dan Senior Warnai Latihan Perdana Sriwijaya FC

    Kombinasi Pemain Muda dan Senior Warnai Latihan Perdana Sriwijaya FC

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG Sriwijaya FC menunjukkan keseriusannya menyambut Liga 2 musim 2025/2026 dengan menggelar latihan perdana di Stadion Panahan, Kompleks Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (28/6/2025). Latihan ini menjadi momen penting untuk memadukan potensi pemain muda dan pengalaman pemain senior.

    Sebanyak 26 pemain hadir dalam sesi latihan tersebut. Di antaranya terdapat 12 pemain senior seperti Rendy, Ziko, dan Ibnu. Sementara sisanya merupakan pemain muda jebolan Elite Pro Academy (EPA) yang kini berkesempatan menembus tim utama.

    Pelatih kepala Achmad Zulkifli mengatakan bahwa latihan awal difokuskan untuk mengevaluasi kondisi fisik pemain setelah libur panjang. Ia mengaku puas melihat semangat dan kesiapan anak asuhnya, terutama dari kalangan pemain muda.

    “Anak-anak EPA menunjukkan semangat luar biasa. Mereka punya potensi besar untuk bersaing dan tumbuh bersama tim ini,” kata Zulkifli.

    Menurut Zulkifli, kehadiran sejumlah eks pemain Timnas Indonesia di skuad Laskar Wong Kito bisa memberikan motivasi tersendiri, baik bagi tim secara keseluruhan maupun individu pemain muda yang tengah meniti karier.

    “Mereka bukan hanya datang untuk bermain, tetapi juga menjadi panutan. Mereka bisa menggunakan momen ini untuk membuktikan diri dan mungkin kembali ke panggung Timnas,” ujarnya.

    Zulkifli menegaskan bahwa dirinya tidak membawa ‘gerbong pemain’, melainkan lebih memilih memaksimalkan potensi yang sudah ada. Ia pun tak menutup kemungkinan merekrut pemain tambahan, tetapi bukan sekadar berdasarkan nama besar.

    “Yang kami cari bukan sekadar pemain bintang, tapi mereka yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter permainan yang akan kami terapkan,” tambahnya.

    Sriwijaya FC juga merencanakan empat hingga lima laga uji coba selama masa persiapan. Lawan yang akan dihadapi berasal dari berbagai level kompetisi, mulai dari Liga 3 hingga tim Liga 1, guna membentuk karakter tim yang solid.

    Sementara itu, mengenai kuota pemain asing, manajemen Sriwijaya FC masih menunggu regulasi resmi dari PSSI. Zulkifli menyebut saat ini fokus utama tetap pada pembentukan tim inti dan mengasah kekompakan antar pemain.

    “Kami terus berdiskusi dengan manajemen soal pemain asing, tapi sekarang yang paling penting adalah membangun kerangka tim yang kuat,” tutupnya.

    Pada latihan perdana ini, dua kelompok suporter turut hadir dan mendukung langsung tim Sriwijaya FC yakni Ultras Palembang dan Singa Mania. Meski hanya latihan, kedua Kelompok seporter setia Sriwijaya FC ini terus memberikan yel yel semangat kepada punggawa Laskar Wong Kito.

  • Sriwijaya FC Resmi Perpanjang Kontrak Stadion GSJ Sebagai Homebase Musim Depan

    Sriwijaya FC Resmi Perpanjang Kontrak Stadion GSJ Sebagai Homebase Musim Depan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya FC memastikan tidak pindah markas untuk musim kompetisi Liga 2 tahun 2025/2026. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini kembali menunjuk Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, sebagai homebase mereka.

    Keputusan ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub, dengan PT Jakabaring Sport City (JSC) sebagai pihak pengelola stadion.

    Penandatanganan MoU tersebut berlangsung pada Sabtu, 28 Juni 2025. Hadir dalam kesempatan itu Direktur Keuangan PT SOM, Ajie Syahrial Bastari, dan Direktur Pemasaran dan Operasional PT JSC, Geri Radityo Suparudin.

    “Alhamdulillah hari ini kita sudah menyelesaikan penandatanganan dengan pihak JSC. Dengan ini kami pastikan SFC tetap bermarkas di Stadion GSJ untuk musim depan,” ujar Ajie Syahrial Bastari, Sabtu (28/6/2025).

    Ajie juga menyampaikan apresiasi kepada PT JSC atas sambutan dan kelancaran proses kerja sama. Ia menyebut hubungan baik antara kedua belah pihak akan terus dijaga demi mendukung performa Sriwijaya FC di musim mendatang.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran PT JSC yang telah menyambut kami dengan baik. Proses negosiasi berjalan lancar dan profesional,” imbuhnya.

    Kerja sama ini sekaligus menjadi salah satu syarat penting yang dibutuhkan oleh pihak operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), serta PSSI, dalam proses pendaftaran klub untuk musim kompetisi mendatang.

    “Dengan ditandatanganinya MoU ini, kita bisa langsung mengajukan pendaftaran ke PT LIB. Surat kerja sama ini memang menjadi salah satu dokumen wajib yang harus disertakan,” tutup Ajie.

  • EPA Sriwijaya FC U-20 Terus Matangkan Tim: Latihan Intensif, Seleksi Ketat, dan Siap Tur Pulau Jawa

    EPA Sriwijaya FC U-20 Terus Matangkan Tim: Latihan Intensif, Seleksi Ketat, dan Siap Tur Pulau Jawa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Tim Elite Pro Academy (EPA) Sriwijaya FC U-20 terus mematangkan persiapan menjelang kompetisi. Bertempat di Lapangan Panahan Jakabaring, latihan intensif digelar hari ini sekaligus menjadi ajang pemantauan bagi calon pemain seleksi.

    Dalam sesi latihan tersebut, para pemain digembleng melalui latihan passing exercise yang dilanjutkan dengan game internal. Ketua Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III yang juga menjabat sebagai Ketua Tim EPA SFC U-20, M. David, mengungkapkan bahwa performa pemain mulai menunjukkan progres signifikan.

    “Permainan anak-anak sudah mulai rapi. Penguasaan bola lebih berani dan penempatan posisi di lapangan sudah mulai tertata. Bahkan saat melawan tim senior trial, mereka tampil cukup dominan,” ujar David.

    EPA SFC juga mulai membuka peluang bagi pemain luar Sumatera Selatan untuk memperkuat tim. Satu pemain bertahan asal Jambi telah bergabung dan mengikuti latihan hari ini, sementara beberapa pemain depan dari Sumatera Barat dan Pulau Jawa juga direncanakan akan bergabung dalam waktu dekat untuk memperkuat lini serang yang dinilai masih kurang tajam.

    Sebagai bagian dari proses pematangan tim, EPA Sriwijaya FC U-20 juga tengah menyusun agenda uji coba ke Pulau Jawa pasca Lebaran. Lawan yang akan dihadapi di antaranya adalah tim dari Persib Bandung, Tangerang, serta laga tandang ke Lampung.

    “Setelah Lebaran, kami akan melakukan tur uji coba ke Pulau Jawa dan Lampung. Ini penting untuk melihat kesiapan tim secara menyeluruh sebelum kompetisi resmi dimulai,” pungkas David.

    Sementara itu anggota tim penjaringan Elite Pro Academy Sriwijaya FC U 20 Ali Ramadhan menambahkan, saat ini jumlah pemain yang mengikuti seleksi masih berjumlah 40 orang, dan belum ada pengurangan. Namun, tim penjaringan menegaskan bahwa evaluasi tetap berjalan dan jumlah pemain akan disaring dalam waktu dekat.

    “Kerangka tim saat ini sudah terbentuk sekitar 70 persen. Akan ada pengurangan jumlah pemain secara bertahap,” tambahnya.

  • Manajemen PT SOM Hadiri Dua Dekade Sriwijaya Mania, David Berikan Kado 

    Manajemen PT SOM Hadiri Dua Dekade Sriwijaya Mania, David Berikan Kado 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), selaku pengelola klub Sriwijaya FC (SFC), menunjukkan perhatian besar kepada kelompok suporter militan mereka, Sriwijaya Mania (S-MAN), dengan menghadiri peringatan hari jadi ke-20 komunitas tersebut.

    Acara perayaan dua dekade Sriwijaya Mania digelar dalam bentuk turnamen futsal yang berlangsung di Adofo Futsal, Jalan Sukorejo, Palembang, pada Minggu, 25 Mei 2025.

    Asisten Direktur Kompetisi III sekaligus Kepala Pembina Tim PT SOM, M. David, hadir langsung dalam acara tersebut bersama jajaran manajemen lainnya. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, David menyerahkan kado ulang tahun berupa uang tunai sebesar Rp2.000.000.

    “Sriwijaya Mania adalah salah satu suporter setia kami, sama seperti Singa Mania dan Ultras Palembang. Saat mereka merayakan ulang tahun, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir dan memberi perhatian,” ujar David.

    Ia juga berharap seluruh elemen suporter Elang Andalas, termasuk Sriwijaya Mania, terus setia mendukung perjuangan Sriwijaya FC, baik dalam kondisi puncak maupun terpuruk, hingga kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1.

    Kami dari Manajemen PT SOM mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sriwijaya Mania yang selama ini telah menjadi suporter setia bagi klub kebanggaan kita semua, Sriwijaya FC (SFC),” tuturnya.

    Sebagai Pembina Tim Senior dan Junior SFC sekaligus Bapak Asuh Elang Andalas Muda julukan bagi tim EPA (Elite Pro Academy) U-20 Sriwijaya FC—David juga menitipkan pesan khusus agar para suporter mendukung pembentukan tim muda tersebut.

    “Kami sedang mempersiapkan Elang Andalas Muda, tim EPA SFC U-20, yang akan berlaga di kompetisi EPA Liga 2 musim 2025/2026. Dukungan dari para suporter tentu sangat kami harapkan agar proses pembentukan ini bisa berjalan maksimal dan berbuah prestasi,” ujar David.

    Dalam momen perayaan, David juga menyerahkan suapan tumpeng simbolis kepada Ketua Umum Sriwijaya Mania, Eddy Ismail, sebagai tanda kebersamaan dan penghargaan. Ia juga membuka turnamen futsal dengan melakukan tendangan pertama ke arah gawang, menandai dimulainya pertandingan.

    Sementara itu, Ketua Umum Sriwijaya Mania, Eddy Ismail, atau akrab disapa Pak Wo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran manajemen PT SOM dan bantuan yang diberikan.

    “Senang sekali rasanya ketika manajemen PT SOM hadir dalam momen bersejarah dua dekade Sriwijaya Mania. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Bapak David dan jajaran,” ucap Eddy.

    Ia pun tak lupa menyampaikan doa dan harapannya untuk masa depan Sriwijaya FC.

    “Semoga SFC di musim ini mendapatkan sponsor, bisa berlaga kembali di Liga 2, dan segera kembali ke Liga 1 untuk merebut kejayaan dan meraih gelar juara lagi. Amin ya Allah,” ujarnya penuh harap.

  • Lanjutan Seleksi EPA SFC U20, 70 Pemain Disaring Jadi 45: Anak-anak Sumsel Tunjukkan Semangat Tinggi

    Lanjutan Seleksi EPA SFC U20, 70 Pemain Disaring Jadi 45: Anak-anak Sumsel Tunjukkan Semangat Tinggi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Proses seleksi lanjutan EPA Sriwijaya FC U20 kembali digelar di Lapangan Sepak Bola Jasdam KM 9, Kota Palembang. Di bawah pengawasan tim penyeleksi yang dikomandoi oleh mantan pemain Sriwijaya FC, Amirul Mukminin, para pemain muda asal Sumsel menunjukkan semangat juang yang tinggi.

    “Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan antusiasme luar biasa dari para pemain. Mereka tampil lebih bersemangat dibanding seleksi sebelumnya,” ujar Amirul usai sesi seleksi, Selasa (20/5/2025).

    Dari 70 pemain yang mengikuti seleksi, hanya 45 yang akan dipertahankan untuk tahap selanjutnya. Namun, keputusan tersebut belum bersifat final, dari 45 pemain akan kembali dikurangi serta evaluasi masih akan dilakukan melalui latihan rutin dan laga uji coba mendatang.

    “Nanti akan terus kita lihat progres mereka, baik saat latihan maupun saat uji tanding. Nama-nama pemain yang lolos sementara akan diumumkan di grup WhatsApp malam ini,” tambah Amirul.

    Meski belum sepenuhnya puas dengan dua game uji coba awal, Amirul memahami para pemain masih dalam tahap adaptasi. “Wajar kalau belum maksimal, mereka baru bergabung dan belum saling mengenal,” katanya.

    Amirul juga menyoroti pentingnya komunikasi antarpemain dalam membangun kerja sama tim. “Ke depan, kami akan fokus pada bagaimana mereka bisa berkomunikasi lebih baik, membuat keputusan yang tepat, dan mengeksekusi strategi dengan efektif.”

    Seleksi akan terus berlanjut dengan agenda latihan intensif dan pengurangan jumlah pemain untuk membentuk skuad final yang siap bersaing di kompetisi EPA yang sesungguhnya. Optimisme tetap terjaga bahwa anak-anak Sumsel mampu unjuk gigi di level nasional.

    Sementara itu Ketua Panitia Seleksi EPA SFC U20 M David yang juga ketua Askot PSSI Kota Palembang menambahkan jika proses seleksi sepenuhnya dilakukan oleh tim kepelatihan yakni Amirul Mukminin, Mahyadi Panggabean dan Ali Ramadhan.

    “Kita serahkan semua kepada tim Penyeleksi, semuanya mantan Pesepakbola Profesional apalagi seperti Mahyadi Panggabean dan Amirul Mukminin merupakan legenda SFC,” katanya.

    David membocorkan nantinya EPA SFC U20 akan melakoni laga ujicoba melawan tim EPA dari liga utama Indonesia. “Kita sudah koordinasi dengan tim tersebut, mereka mau uji coba dengan kita, intinya tim EPA dari Tim Liga Satu Indonesia,” pungkasnya.

  • 69 Pemain Muda Terpilih, Turnamen EPA SFC U-20 Jadi Ajang Unjuk Bakat

    69 Pemain Muda Terpilih, Turnamen EPA SFC U-20 Jadi Ajang Unjuk Bakat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Sebanyak 60 pemain muda berhasil mencuri perhatian dalam Turnamen EPA SFC U-20 yang digelar di Stadion Kamboja, Palembang. Turnamen yang berfungsi sebagai ajang pencarian bakat ini resmi berakhir pada Sabtu sore, 10 Mei 2025, usai digelarnya babak semifinal dan final.

    Ketua Turnamen EPA SFC U-20, Muhammad David, menyatakan bahwa sore ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian turnamen yang telah berjalan intensif dalam beberapa hari terakhir. “Turnamen EPA SFC U-20 resmi berakhir pada sore nanti,” ujar David saat ditemui di lokasi.

    Namun, David menekankan bahwa hasil pertandingan bukanlah tolok ukur utama dalam turnamen ini. Ia menyebutkan bahwa lebih penting untuk menilai potensi individu dari masing-masing pemain yang bertanding, terlepas dari kemenangan tim.

    “Mau menang atau kalah tidak terlalu penting. Sebab turnamen hanya ajang untuk melihat skill dari individu perorangan. Walaupun kalah, bisa saja ada yang terpilih,” jelasnya.

    Menurut Ketua Umum Askot PSSI Palembang itu, hasil dari turnamen ini akan menjadi dasar pembentukan tim EPA SFC U-20 yang akan bertarung di Liga 2 musim 2025/2026. Sebanyak 69 nama pemain muda telah disiapkan sebagai calon pengisi skuat awal.

    “Kita telah umumkan 69 talent dari turnamen ini. Nantinya, mereka akan diseleksi kembali hingga mengerucut menjadi 30 pemain terbaik,” tambahnya. Para pemain terpilih inilah yang akan dikenal sebagai Elang Andalas Muda.

    Proses seleksi tahap kedua direncanakan akan digelar di Stadion Bumi Sriwijaya ataupun Stadion Jasdam. Dalam tahap ini, 60 pemain akan dibagi menjadi empat tim baru dan kembali dipantau kemampuannya secara individu. Meski begitu, jadwal pelaksanaan seleksi lanjutan belum ditentukan karena para pemain diberi waktu istirahat terlebih dahulu.

    Sementara itu, Tim Seleksi EPA SFC U-20, Amirul Mukminin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi nama-nama pemain terpilih bahkan sebelum pertandingan semifinal dan final digelar. Ia menegaskan, penilaian tidak semata-mata berdasarkan kemenangan tim.

    “Kita bukan melihat tim mana yang menang. Tetapi semua pemain yang masuk ke proses semifinal dan final sudah kita pantau. Jadi nama-nama mereka 69 talent itu sudah kita dapatkan,” ujarnya.

    Sementara itu, dalam turnamen EPA SFC U20 sendiri Typo FC Palembang berhasil menjadi Juara usai mengalahkan Bintang Putra Prabumulih dengan skor 2-1, Sementara itu di perebutan peringkat ketiga dimenangkan oleh Garjita OKU.

  • Sriwijaya FC Gelar Turnamen EPA U-20: Ajang Seleksi Talenta Muda Sepak Bola Sumsel

    Sriwijaya FC Gelar Turnamen EPA U-20: Ajang Seleksi Talenta Muda Sepak Bola Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –Semangat dan antusiasme membara dari puluhan pemain muda mewarnai pembukaan turnamen seleksi Elite Pro Academy (EPA) Sriwijaya FC U-20 yang digelar Jumat (8/5/2025) di Stadion Kamboja, Kota Palembang. Ajang ini menjadi panggung perdana pencarian bakat sepak bola usia muda di Sumatera Selatan untuk bergabung bersama skuad junior Sriwijaya FC.

    Sebanyak 24 tim ikut ambil bagian dalam turnamen ini, memperebutkan kesempatan emas menjadi bagian dari Elang Andalas Muda. Ketua panitia pelaksana yang juga Ketua Askot PSSI Palembang, M. David, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar mencari pemenang, melainkan menjaring pemain-pemain berbakat.

    “Turnamen ini bukan soal siapa yang juara, tapi siapa yang layak masuk tim EPA. Dari hasil pertandingan, kami akan pilih 60 pemain terbaik, disaring lagi jadi 30 dalam seleksi akhir,” ungkap David.

    Seleksi lanjutan rencananya akan digelar di Jasdam atau Jakabaring Sport City, sebagai pusat pemusatan latihan (TC). Para pemain yang lolos akan mendapat pembinaan serta dipusatkan dalam Training Centar (TC) langsung untuk memperkuat EPA Sriwijaya FC U-20 dalam menghadapi kompetisi nantinya.

    Meski cuaca sempat tidak bersahabat, seleksi hari pertama berjalan lancar. Kehadiran Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Dr. Harryo Sugihhartono, S.I.K., M.H., yang turut membuka turnamen menambah semangat para peserta. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap pembinaan sepak bola usia muda di kota ini.

    “Saya bangga bisa hadir. Ini ajang positif bagi generasi muda Palembang. Jadikan ini pionir kebangkitan sepak bola di kota kita. Cari bola, jangan cari kaki,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

    Turnamen ini diawasi langsung oleh tim talent scouting berpengalaman, seperti Amirul Mukminin, Mahyadi Panggabean, dan Ali Ramadhan yang juga disiapkan sebagai calon pelatih kepala EPA Sriwijaya FC U-20.

    Meski belum memiliki sponsor resmi, pihak panitia membuka pintu bagi siapa pun yang ingin mendukung, baik dalam bentuk perlengkapan, dana, maupun fasilitas.

    Kapolrestabes Palembang, bahkan menyatakan siap membantu dengan dukungan peralatan latihan.

    “Kami pernah menjadi bagian dari sepak bola, dan ingin terus mendukung. Apa pun bentuk bantuannya, akan kami upayakan,” ujarnya.

    Selain dukungan dari kepolisian, Pemkot Palembang juga menunjukkan komitmennya dalam membina bakat muda melalui ajang ini. Wali Kota pun telah meninjau langsung stadion dan berjanji akan melakukan perbaikan fasilitas.

    Dengan semangat kebersamaan, turnamen EPA U-20 ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas sepak bola Sumatera Selatan yang siap mengharumkan nama daerah di pentas nasional.

  • Muhammad David Siap Menjabat Manager SFC, Terkendala Isu Internal

    Muhammad David Siap Menjabat Manager SFC, Terkendala Isu Internal

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Muhammad David, Ketua Askot PSSI Palembang, mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima tawaran untuk menjadi manajer Sriwijaya FC (SFC). Namun, ia masih akan melakukan koordinasi dengan para senior di dunia sepak bola untuk menentukan langkah selanjutnya sebelum membuat keputusan final.

    David menegaskan bahwa ia hanya akan bergabung dengan SFC setelah seluruh permasalahan internal, terutama terkait gaji dan keuangan, dapat diselesaikan. Hal ini, menurutnya, sangat penting agar SFC dapat fokus pada tujuan utama menyelamatkan klub dari ancaman degradasi.

    “Saya sangat prihatin melihat SFC terancam turun ke Liga 3. Ini adalah klub yang memiliki sejarah besar dan menjadi kebanggaan Sumsel. Jika sampai terdegradasi, itu akan sangat disayangkan. Kita harus bekerja sama, baik warga, pengusaha, dan pihak lainnya, untuk membantu SFC bertahan dan kembali ke Liga 1,” ujar David.

    Selain fokus pada masalah keuangan, David juga menyebutkan bahwa ia tengah berupaya untuk menjalin kerja sama dengan sponsor agar dapat memberikan dukungan yang diperlukan SFC. Dengan dukungan tersebut, ia berharap tim bisa tetap bertahan di Liga 2 dan memperjuangkan tiket promosi ke Liga 1.

    David mengakui ada beberapa kendala dalam skuad SFC, terutama terkait dengan kondisi fisik pemain yang dipinjamkan dari klub Bandung. Namun, ia menekankan bahwa keputusan terkait pemain masih berada di tangan pelatih, dan segala evaluasi akan dilakukan dengan seksama.

    David juga memberikan perhatian khusus pada motivasi pemain. Ia menyebutkan bahwa setelah pertandingan melawan Bekasi FC, ia memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi kepada pemain yang masih bertahan dan menunjukkan loyalitas terhadap SFC

    “Saya selalu memberikan motivasi kepada pemain dalam berbagai bentuk. Saya sangat menghargai para pemain yang tetap berjuang, dan mereka yang loyal akan selalu mendapat dukungan,” ujarnya.

    Meski telah menerima tawaran resmi untuk menjadi manajer, David tetap mengingatkan bahwa masalah internal yang belum tuntas, seperti gaji yang belum dibayar, harus segera diselesaikan. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan setelah pertandingan melawan PSMS, ia akan mempertimbangkan untuk mengambil posisi manajer.

    “Jika semua permasalahan internal selesai, saya siap bergabung dan membantu SFC. Namun, jika belum, saya akan tetap memberikan dukungan dari belakang layar,” tegas David.

    David menunjukkan komitmennya untuk membantu SFC, baik sebagai manajer maupun sebagai pendukung di balik layar, asalkan semua masalah internal klub dapat diselesaikan dengan baik.

  • Rumor Soal Perombakan, Manajemen SFC Angkat Bicara

    Rumor Soal Perombakan, Manajemen SFC Angkat Bicara

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Manajemen Sriwijaya FC akhirnya angkat bicara terkait maraknya rumor yang berkembang terkait isu yang menyatakan ketidak jelasan susunan dan asal usul manajemen klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini.

    Plt. Direktur Utama PT Sriwijaya optimis Mandiri (SOM), Muddai Madang, mengungkapkan, pihaknya perlu meluruskan kabar yang beredar di media ataupun media sosial yang keliru mengenai SFC khususnya terkait sejarah berdirinya tim.

    Muddai mengatakan, SFC didirikan pada bulan Oktober 2004 lewat usulan Bakti Setiawan, Sofyan Rebuin dan MC Baryadi kepada Pemda Sumatera Selatan yang saat itu gubernurnya adalah Syahrial Oesman.
    “Saat itu, SFC belum dikelola secara profesional dengan ketergantungan dana yang besar pada Pemda. Namun sejak ada regulasi klub sepakbola tak boleh lagi menerima suntikan dana APBD pada tahun 2008 SFC dikelola oleh perusahaan berbadan hukum dan saat itu dibentuklah PT SOM,” ujar Muddai dalam keterangan pers nya di Palembang, Minggu (9/9/2018).

    Wakil Ketua KOI inipun membeberkan peran Pemda yang tidak lagi aktif pasca manajemen berbentuk PT. Komisaris PT SOM sekaligus pendiri SFC, Bakti Setiawan, mengatakan, Pemda hanya membantu biaya sebesar Rp. 6 milyar pada proses pembelian Persijatim yang merupakan cikal bakal SFC.

    “RP. 6 milyar itu diberikan lewat Yayasan Sekolah Sepak Bola Sriwijaya. Setelah ada regulasi itu, sebagian besar pendanaan menggunakan dana investor atau sponsor,” Jelasnya.

    Terkait rumor yang menyebutkan bakal adanya perombakan manajemen saat pergantian kepala daerah di Sumatera Selatan, Muddai menegaskan, sebagai pengelola klub profesional manajemen SFC hanya tunduk pada keputusan pemegang saham.

    “Kami akan selesaikan dulu persoalan internal. Kami tidak mau bawa masalah ke gubernur terpilih, gubernur merupakan dewan pembina seperti biasanya, makanya nanti kita akan melaporkan ke gubernur terpilih,”ungkapnya.

    Muddai juga menambahkan, sebagai perusahaan profesional, tak ada kewajiban untuk melakukan perombakan manajemen semua akan berjalan seperti biasa.

    “Yang pasti kita akan berkoodinasi dengan pemerintah daerah dengan Gubernur baru gang terpilih (H Herman Deru),” pungkasnya.