Tag: Relawan Ganjar

  • Santri Ganjar Gotong Royong Renovasi Sekretariat Majelis Taklim Nurul Huda di Palembang

    Santri Ganjar Gotong Royong Renovasi Sekretariat Majelis Taklim Nurul Huda di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Sumatera Selatan (Sumsel) bergotong royong merenovasi sekretariat Majelis Taklim Nurul Huda di Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang, Sumsel.

     

    Para pendukung Ganjar Pranowo ini juga turut memberikan sejumlah bantuan material bangunan untuk mendukung renovasi tersebut.

     

    Koordinator Wilayah SDG Sumsel, Faisal Tanjung mengatakan, bantuan yang diberikan pada Minggu (3/9) tersebut, di antaranya ada semen, pasir, koral, hingga batu bata.

     

    “Beberapa minggu lalu, tim kami survei mengecek lokasi, dan memang di sini ada kegiatan ibu-ibu pengajian. Mereka melakukan kegiatan itu di sekretariat. Namun sekretariat ini kami nilai sudah kurang layak,” ujar Faisal.

     

    Bantuan ini pun menjadi bentuk kepedulian relawan SDG untuk pengembangan majelis taklim dan kemaslahatan umat di Sumsel.

     

    Faisal menjelaskan aksi ini dilakukan karena kondisi bangunan sekretariat Majelis Taklim Nurul Huda yang terbilang tidak memadai dan kurang cukup untuk menampung banyaknya jemaah majelis.

     

    “Maka dari itu itu, SDG melakukan gotong royong renovasi sekretariat, dan bantuan kepada sekretariat Nurul Huda. Agar Nurul Huda bisa lebih layak lagi digunakan, dan ibu-ibu jemaah majelis taklim senantiasa selalu nyaman untuk melakukan kegiatan setiap harinya,” katanya.

     

    Dia juga berharap dengan adanya bangunan sekretariat yang lebih memadai, dapat memotivasi para jemaah untuk lebih giat dalam melakukan aktivitas majelis dan menimba ilmu keagamaan.

     

    Kegiatan dari para relawan yang beranggotakan santri dari berbagai wilayah di Sumsel ini pun, disebut Faisal akan berlanjut. Bantuan-bantuan pembangunan atau renovasi dari relawan ini akan terus menyasar pondok-pondok pesantren atau majelis di Sumsel yang membutuhkan bantuan.

     

    “Kegiatan ini terinspirasi dari sosok Pak Ganjar yang selalu peduli dengan kemaslahatan umat,” pungkasnya.

     

    Sementara itu, pimpinan Majelis Taklim Nurul Huda, Aswari Djani menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan relawan SDG Sumsel yang telah membantu pengembangan fasilitas majelis taklimnya.

     

    Aswari berharap agar relawan SDG Sumsel bisa kembali hadir untuk menyokong bantuan yang bisa menunjang berbagai kegiatan di majelis taklimnya.

     

    “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada tim Santri Dukung Ganjar atas bantuan yang diberikan kepada kami. Ini sangat bermanfaat sekali karena memang inilah keadaan musala kami yang sedang melaksanakan pembangunan,” ucap Aswari.

     

    *Doa Bersama untuk Ganjar Dipanjatkan Relawan SDG dan Jemaah Majelis*

     

    Selain memberikan bantuan material, dalam kunjungannya ke Majelis Taklim Nurul Huda, relawan SDG Sumsel juga mengajak para jemaah untuk bersama-sama mendoakan Ganjar Pranowo.

     

    Dalam doanya, mereka berharap kelancaran Ganjar untuk bisa maju menjadi presiden dan memimpin masyarakat Indonesia mulai tahun 2024.

     

    Tak luput pula dalam doa bersama tersebut, mereka berharap agar masyarakat Indonesia diberikan kesejahteraan, serta bisa diberikan pemimpin yang jujur, amanah, bertanggung jawab, dan merakyat.

  • Rangkul Milenial, Wong Kito Ganjar Bangkitkan Eksistensi Pempek Sebagai Kuliner Tradisional

    Rangkul Milenial, Wong Kito Ganjar Bangkitkan Eksistensi Pempek Sebagai Kuliner Tradisional

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Eksistensi kuliner tradisional menjadi bagian tak terpisahkan dari keberagaman Indonesia. Di tengah modernitas zaman, perlu kesadaran bersama untuk menjaga hal itu.

    Simpatisan Ganjar Pranowo yang berjejaring dalam Wong Kito Dewe merangkul kalangan milenial untuk membuat salah satu kuliner tradisional khas Palembang berbahan dasar tepung sagu dan ikan, yakni pempek.

    Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Palembang, Indra kasumah mengatakan kegiatan berbasis pelatihan itu digelar di Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (23/8/23).

    Para milenial diajarkan bagaimana membuat pempek dari olahan sagu dan ikan gabus.

    “Kemarin sudah melakukan kegiatan pembuatan pempek tapi untuk kalangan ibu-ibu. Kali ini kami juga harus memperkenalkan pembuatan pempek untuk kalangan milenial, jadi yang bagaimana kami harus melestarikan pempek ini untuk anak cucu kami nanti,” ucap dia di lokasi.

    Selain enak dan banyak varian, pempek memiliki sejarah panjang bagi masyarakat Sumatra Selatan.

    Awalnya, pempek dibuat menggunakan ikan belida. Namun seiring langkanya populasi ikan itu, kini pempek dibuat menggunakan ikan tenggiri maupun gabus.

    Pempek sendiri menjadi satu-satunya kuliner asia tenggara yang dinobatkan sebagai 10 makanan olahan laut terenak keempat di dunia versi Taste Atlas per Februari 2023.

    Maka, lanjut Indra, pempek perlu dilestarikan dengan mengetahui filosofi hingga proses pembuatan lengkap dengan cuko atau cukanya.

    Dia berharap, kalangan milenial mampu melebarkan pangsa pasar kuliner-kuliner tradisional seperti pempek sampai ke mancanegara baik secara daring maupun luar jaringan (luring).

    “Jadi pesan saya untuk kaum-kaum milenial semoga dengan adanya kegiatan ini kaum milenial dapat melestarikan makanan kuliner khas Palembang dan juga dapat mengembangkan memperkenalkan ke nasional maupun internasional,” pungkas dia.

    Salah satu peserta, Hidayatun Iklas (19) mengaku kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kaum milenial. Malahan, dia tertarik untuk membuka usaha kuliner tradisional tersebut.

    “Menurut aku bermanfaat sekali karena kan kita sebagai perempuan. Ada keinginan karena untuk mengembangkan juga mengkreasikan pempek nya itu bermacam-macam lebih ke kaya membuat kreasi yang baru,” ucap Hidayatun Iklas.

    Sebagai informasi, pelatihan pembuatan pempek ini bukan kali pertama digelar oleh Wong Kito Dewe. Sebelumnya, simpatisan Ganjar Pranowo itu juga melakukan hal yang sama dengan menggaet kaum ibu di Kota Palembang beberapa waktu lalu.

  • Crivisaya Ganjar Gelar Kegiatan Main Voli Bareng Warga: Bangun Semangat Olahraga-Hidup Sehat

    Crivisaya Ganjar Gelar Kegiatan Main Voli Bareng Warga: Bangun Semangat Olahraga-Hidup Sehat

    SUARAPUBLIK.ID, Palembang – Generasi Alumni Muda Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam relawan Crivisaya Ganjar menggelar kegiatan main voli bareng warga desa.

    Kali ini, main voli bareng warga diadakan di Lapangan Voli Desa Tegal Binangun, Jalan Talang Petai, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Rabu (23/8/2023) sore.

    Koordinator Wilayah Crivisaya Ganjar Sri Agria atau akrab disapa Ria mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk mendukung warga desa dalam menyalurkan bakat dan hobi olahraga khususnya voli.

    “Kegiatan Crivisaya Ganjar hari ini adalah main volly bareng dari RT 20 dengan RT 28. Tujuannya untuk membangunkan semangat dan keeratan warga Tegal Binangun agar tercapai keakraban dari warga sekitar,” ujar Ria di lokasi.

    Ria menambahkan, kegiatan main voli bersama masyarakat itu juga terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo yang menekuni pola hidup sehat dan menggemari olahraga.

    Menurutnya, figur Ganjar Pranowo yang gemar olahraga adalah contoh pemimpin yang ideal. Bahkan, melalui semangat olahraga itu juga turut digelorakan semangat persatuan.

    Oleh sebab itu, relawan Crivisaya Ganjar mendukung penuh Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden di 2024-2029.

    “Tentu saja (terinspirasi dari Ganjar). Karena selain untuk menciptakan keakraban juga untuk agar kami lebih sehat lagi, semangat berolahraga dan semangat persatuan dengan mempromosikan gaya olahraga,” kata Ria.

    Dengan terselenggaranya kegiatan main voli dari Crivisaya Ganjar itu, Ria berharap masyarakat dapat terus bersemangat berolahraga dan menjaga pola hidup sehat.

    Terlebih, dalam kesempatan itu relawan Crivisaya Ganjar juga turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat Tegal Binangun berupa bola voli dan jaring net.

    “Harapannya agar ke depannya semakin erat, semakin akrab dan semakin kompak. Karena mereka excited sekali, apalagi dari Crivisaya Ganjar memberikan bantuan kepada warga agar lebih bersemangat lagi olahraganya,” ucap Ria.

    Salah satu warga yang ikut main voli bernama Tri Puspitasari, mengaku senang dan menyambut baik kegiatan yang digelar Crivisaya Ganjar.

    Menurutnya, relawan kegiatan Crivisaya Ganjar yang positif dapat membangkitkan semangat anak-anak muda, khususnya dalam berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat.

    “Menurut saya luar biasa ini kegiatannya suatu motivasi untuk generasi muda dan yang akan datang biar lebih maju lagi. Kalau dari kami untuk mencari sehat dan menyalurkan hobi voli kami,” ungkap Tri.

    Tak hanya itu, Tri menyebut warga desa juga menjadi lebih bersemangat dan termotivasi berolahraga setelah ada kegiatan dari para pendukung muda dari Ganjar Pranowo itu.

    “Harapan saya supaya mendukung semua yang pecinta hobi voli supaya termotivasi lagi, supaya lebih bersemangat lagi untuk main voli dan berolahraga,” tutur Sri.

  • Pemuda Mahasiswa Nusantara Ajak Milenial Latih Budi Daya Ikan Lele di Palembang 

    Pemuda Mahasiswa Nusantara Ajak Milenial Latih Budi Daya Ikan Lele di Palembang 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sukarelawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Pemuda Mahasiswa Nusantara (PMN) Sumatera Selatan menggelar pelatihan budi daya ikan lele di jalan Utama, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang, Rabu (17/08/2023).

     

    Pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

     

    Koordinator PMN Sumatera Selatan, Sabili mengungkapkan, kegiatan yang diinisiasi oleh para mahasiswa PMN Sumatera Selatan itu bertujuan untuk mmendorong para pemuda berperan aktif dalam meningkatkan produksi budi daya ikan lele.

     

    “Pelatihan budi daya ikan Lele ini menyadarkan dan mengajak rekan rekan bahwa untuk menimbulkan jiwa enterpreneur bisa dari hal yang mudah dikerjakan seperti budi daya ikan lele,” ungkap Sabili dalam siaran persnya, Selasa.

     

    Dalam kegiatan tersebut, sukarelawan PMN menghadirkan pembicara profesional di bidangnya untuk memberikan materi cara pemudidayaan ikan lele.

     

    Para peserta diberikan bekal cara merawat ikan lele mulai dari makan untuk konsumsi hingga cara menjualnya.

     

    “Kami hadirkan pemateri yang benar benar kompeten di bidangnya agar memberikan setidaknya pengetahuan dasar untuk pemuda-pemuda dan mahasiswa di Sumatera Selatan mampu membuat konsep mandiri pangan tersediri baik untuk di makan secara pribadi maupun cara menjualnya,” jelas Sabili.

     

    Dia menjelaskan pelatihan tersebut sangat bermanfaat dan bisa menjadi ladang bisnis jika dikerjakan secara rutin.

     

    “Jika dikerjakan secara serius teman-teman pemuda bisa meraih keuntungan apalagi tingkat konsumsi ikan lele di Sumatera Selatan cukup tinggi, kerjakan secara serius belajar bisa otodidak, panduan khusus, maupun seperti seminar diskusi seperti ini,” ungkap dia.

     

    Di sela kegiatan pelatihan tersebut, Sabili juga memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres) 2024 kepada para peserta yang hadir.

     

    Alifatul Rosyid salah satu peserta mengucapkan terima kasih kepada sukarelawan PMN mengadakan kegiatan seperti ini. Dia menyebut kegiatan ini sejalan dengan keinginnanya yang ingin membuat usaha lele.

     

    “Kebetulan saya memang ada rencana membuat ternak budi daya ikan lele, ini sangat bermanfaat semoga PMN bisa selalu hadir untuk temen temen pemuda seperti kami,” kata Alifatul.

     

    Sementara itu, Edi selaku petani ikan lele mengungkapkan pihaknya sangat senang melihat pemuda ikut terlibat dalam pelatihan tersebut.

     

    Dia melihat kegiatan tersebut sangat antusiasme yang tinggi dalam pelatihan tersebut,, apalagi pemateri juga menyediakan diskusi yang banyak tidak ketahui.

     

    “Dalam diskusi yang disampaikan pemateri akhirnya terjawab cara budi daya yang baik dan benar,” kata dia.

     

    Selain itu, sukarelawan juga memberikan bantuan bibit ikan lele konsumsi sebanyak 2.000 ekor kepada warga sekitar. Relawan PMN berharap bibit ikan tersebut bisa menjadi peternak lele andal, menggunakan pengetahuan digital untuk meningkatkan market produknya guna menjawab tantangan zaman.

  • Cara Wong Kito Ganjar Lestarikan Pempek Sebagai Kuliner Khas Daerah Palembang

    Cara Wong Kito Ganjar Lestarikan Pempek Sebagai Kuliner Khas Daerah Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Wong Kito Dewe sebagai sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo yang berbasis di Sumatera Selatan (Sumsel) terus menebar aksi bermanfaat untuk masyarakat di Bumi Sriwijaya.

     

    Sabtu (12/8/2023), sukarelawan ini mengadakan pelatihan pembuatan pempek untuk ibu-ibu di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumsel.

     

    Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Palembang Indra kasumah mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk melestarikan pempek sebagai kuliner khas daerah Sumsel.

     

    Dia berharap, lewat pelatihan ini bisa menambah keterampilan para ibu-ibu di daerah tersebut dalam membuat pempek.

     

    Sebab, menurutnya masih banyak ibu-ibu yang belum mengetahui cara membuat dan mengolah makanan yang berasal dasar tepung kanji dan daging ikan tersebut.

     

    “Pempek ini merupakan makanan khas Palembang. Tetapi tidak seluruh ibu-ibu itu tahu cara pembuatan pempek,” kata Indra.

     

    Relawan Wong Kito Dewe mengandeng salah satu pelaku UMKM pempek untuk mengajarkan para ibu-ibu memasak pempek dari bahan-bahan dasar.

     

    Para peserta diharapkan Indra, kelak bisa membuat pempek sendiri, dan ikut meramaikan khazanah usaha pempek di Kota Palembang.

     

    “Untuk melestarikan makanan khas Palembang kita di sini, untuk meningkatkan UMKM, dan untuk menambah kualitas (keterampilan) ibu-ibu dalam membuat pempek,” sebutnya.

     

    Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa kegiatan yang disebutnya terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo ini akan terus berlanjut. Dia menjelaskan, agenda terdekat Wong Kito Dewe Palembang adalah aksi pembibitan jamur konsumsi.

     

    “Kegiatan ini terinspirasi dari Pak Ganjar Pranowo. Karena beliau sangat bersosialisasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu. Jadi kita adakan kegiatan ini,” pungkasnya.

     

    *Dukung Ibu-Ibu Ramaikan UMKM Oleh-oleh Khas Palembang*

     

    Salah satu peserta, Agustina (52) mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan yang digelar oleh loyalis Ganjar Pranowo tersebut. Dia mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk kalangan ibu-ibu.

     

    “Ini sangat bermanfaat sekali, karena kami kan belum bisa buat pempek. Kalau bisa ada lagi pembuatan selain pempek, misalnya kemplang atau cukanya, jadi ada peluang untuk berdagang,” kata Agustina.

     

    Lewat kegiatan tersebut pula, disebutnya bisa mendukung para ibu-ibu untuk membuka UMKM yang menjual berbagai makanan khas Palembang.

     

    “Kalau bisa nanti kami ibu-ibu di sini, bisa usaha yang bisa bikin untuk orang yang datang ke Palembang,” harapnya.

  • Kembangkan UMKM, Pemuda Ganjar Buat Pelatihan Produk Kerajinan Aluminium di Ogan Ilir

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR – Sukarelawan Pemuda Mahasiswa Nusantara (PMN) Dukung Ganjar Sumatera Selatan (Sumsel) mempunyai cara tersendiri untuk membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khususnya di wilayah Sumsel.

    Salah satu cara yang dilakukan PMN yakni menggelar pelatihan produk rumahan kerajinan aluminium bagi pemuda Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Selasa (8/8/2023). Harapannya dengan adanya pelatihan ini bisa mengembangkan UMKM di wilayah tersebut.

    “Pemuda Mahasiswa Nusantara provinsi Sumatera Selatan mengadakan pelatihan produk rumahan kerajinan aluminium guna meningkatkan UMKM di sekitar Sumatera Selatan,” ujar Koordinator Wilayah (Korwil) PMN Sumsel, Khoiril Sabili di lokasi kegiatan.

    Sabili menuturkan maksud dan tujuan dari pelatihan ini agar bisa memberikan manfaat bagi pemuda di Desa Tanjung Atap, mengenai pengelolaan kerajinan aluminium.

    “Maksud dan tujuan kami berikan kebermanfaatan untuk lingkungan Desa Tanjung Atap, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, bagaimana cara mengelola aluminium menjadi bahan produk menjadi nilai jual beli,” jelas Sabili.

    Dalam pelatihan tersebut materi diberikan oleh pengrajin kerajinan aluminium yaitu Husni. Mereka diajarkan mengenai tata cara dasar pembuatan produk rumahan kerajinan aluminium.

    Adapun tata cara dasar pembuatan produk rumahan kerajinan aluminium yakni cara menggunting bahan aluminium, lalu menyesuaikan ukuran, hingga bagaimana menggunakan alat saat membuat kerajinan aluminium.

    Diakui Sabili, respons para pemuda sangat antusias saat mengikuti pelatihan, lantaran ingin mendapatkan ilmu baru seputar produk rumahan kerajinan aluminium.

    “Respons masyarakat sangat antusias, mereka ingin mengetahui bagaimana proses pengolahan aluminium sehingga untuk meningkatkan ekonomi kemudian hari,” tegas Sabili.

    Tak sekadar menggelar pelatihan, Pemuda Mahasiswa Nusantara (PMN) Sumsel turut menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) 2024.

    Menurut Sabili, warga di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sangat menerima baik terhadap Ganjar Pranowo.

    “Mereka sangat welcome dan ingin tahu sosok Pak Ganjar,” kata Sabili.

    Sementara itu, Muhammad Rifani (24) salah peserta pelatihan mengaku senang karena terdukasi dengan materi yang diberikan. Ia pun menyampaikan pujian kepada PMN Sumsel atas kegiatan tersebut.

    “Cukup menarik bagi masyarakat sini, karena disupport langsung,” ungkap Rifani.

    Rifani juga berharap kegiatan serupa dapat rutin diselenggarakan. Namun yang paling penting, kata Rifani, pasca adanya pelatihan ini UMKM di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan bisa semakin maju.

    “Semoga UMKM di kecamatan Tanjung Batu khususnya almunium lebih maju dan diperhatikan pemerintah setempat,” kata Rifani.

  • Santri Ganjar Gelar Doa Bersama Hingga Lomba di Ponpes Darussalam

    Santri Ganjar Gelar Doa Bersama Hingga Lomba di Ponpes Darussalam

    SUARAPUBLIK.ID, OKU Timur, – Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Sumatera Selatan melakukan serangkaian kegiatan positif dalam rangka menyambut dan menyemarakan peringatan kemerdekaan Indonesia.

    Salah satunya dengan mengadakan doa bersama sekaligus lomba antar santri di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Jatisari, Kecamatan Madang Suku I, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Selasa (8/8).

    “Alhamdulillah kami melaksanakan kegiatan doa bersama untuk kemenangan Pak Ganjar Pranowo sekaligus mewarnai semangat kemerdekaan dengan perlombaan antar santri,” ujar Koordinator Wilayah SDG Sumsel, Paisal Tanjung dalam siaran persnya, Selasa.

    Paisal mengatakan kegiatan ini dimaksudkan sebagai ajang keakraban dan menjalin kekompakan bersama santri dan seluruh elemen ustaz/ustazah di Ponpes Darussalam OKU Timur.

    Santri Dukung Ganjar Sumsel memulai kegiatan dengan istigasah doa bersama setelah itu dilanjutkan lomba semarak kemerdekaan yang kemudian diakhiri dengan pemberian bantuan serta hadiah perlombaan santri.

    “Perlombaan antarsantri sebagai bentuk semangat kemerdekaan serta terakhir ditutup dengan pemberian bantuan berupa hadiah kepada santri yang memenangkan perlombaan,” ujar dia.

    Sementara Pimpinan Ponpes Darussalam Abah Ali Sodikin mengungkapkan tentang penanaman nilai-nilai semangat kemerdekaan kepada santri merupakan hal yang penting bagi santri.

    “Penanaman semangat kemerdekaan hari ini kami wujudkan dengan pelaksanaan lomba antarsantri. Saya berharap agar perlombaan dapat terlaksana dengan sportif dan semuanya dapat bergembira, dapat refresh, menghilangkan ketegangan dan penat sehingga santri dapat bersemangat kembali untuk melaksanakan aktivitasnya,” ujar dia.

    Beliau turut mendoakan akan kemudahan dan kesuksesan Ganjar Pranowo pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

    “Saya doakan semoga Pak Ganjar diberikan kesehatan dan dimudahkan dalam urusannya serta dimenangkan pada pilpres 2024 nanti. Kami membutuhkan sosok pemimpin seperti beliau yang humanis, anti korupsi dan cinta dengan kiai,” pungkas dia.

  • Bantu Promosi, Crivisaya Ganjar Borong Produk UMKM dan Bagikan ke Warga di Kota Palembang

    Bantu Promosi, Crivisaya Ganjar Borong Produk UMKM dan Bagikan ke Warga di Kota Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Palembang sangat membutuhkan bantuan untuk memasarkan produk mereka.

    Oleh karena itu, generasi alumni muda Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam kelompok sukarelawan Crivisaya Ganjar membantu mempromosikannya, Minggu (6/8/2023).

     

    “Hari ini kegiatannya adalah Contract For Difference (CFD) yaitu untuk mempromosikan UMKM yang ada di Kota Palembang,” kata Koordinator Crivisaya Ganjar, Sri Agria.

     

    Pada pelaksanaannya, para sukarelawan Ganjar itu mendatangi tenda-tenda pedagang kaki lima di depan Kampus Universitas Muhammad Kecamatan Plaju, Kota Palembang.

     

    Mereka terlebih dulu mengajak para pedagang berdialog untuk mengetahui kondisi penjualan selama ini, kemudian memborong produk makanan-minuman dari para pedagang untuk dibagikan kepada warga yang melintas.

     

    Ria mengatakan tujuan mereka mentraktir warga adalah untuk mempromosikan produk buatan UMKM sekaligus menyosialisasikan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden 2024-2029.

     

    “Tujuannya untuk mempromosikan UMKM yang ada di (Universitas) Muhammadiyah Plaju ini. Agar, masyarakat luas bisa tahu dan bisa berkembang UMKM yang ada di Palembang ini tentunya,” tuturnya.

     

    Untuk menarik perhatian warga dan pengguna jalan raya, para sukarelawan Crivisaya bediri di pinggir jalan sambil mengangkat kertas bertuliskan “Crivisaya Ganjar Traktir”.

     

    Tak pelak, aksi tersebut berhasil menarik minat warga untuk datang dan mencoba produk yang ditawarkan para pelaku UMKM seperti jagung keju mozarella, cireng, dimsum dan berbagai jenis minuman.

     

    “(Pedagang dan warga) sangat antusias sekali. Apalagi ada tulisan traktir. Benar kan? Karena, UMKM Palembang ini sangat berinovasi dari mulai makanan dan minumannya sangat banyak sekali (variasinya),” kata Ria.

     

    Dari hasil dialog dengan para pedagang di sana, dia menjelaskan kendala yang dihadapi selama ini berupa harga bahan makanan-minuman yang mahal, mencari lokasi yang strategis untuk berjualan hingga terkendala dalam hal promosi.

     

    Selama ini, para pedagang biasanya mempromosikan produk-produk mereka melalui media sosial tapi hal itu dinilai belum cukup tanpa promosi langsung seperti yang dilakukan kelompok sukarelawan Ganjar.

     

    Kegiatan tersebut diapresiasi para pelaku UMKM seperti diungkapkan salah seorang pedagang bernama Asiah yang berjualan produk jagung keju mozarella.

     

    “Alhamdulillah banyak sekali (warga yang datang ke tendanya). Tanggapannya, sangat berterima kasih sekali atas kegiatan ini karena dapat meningkatkan penghasilan kami pada hari ini,” tutur Asiah semringah.

     

    Kegiatan positif yang dilakukan para sukarelawan Crivisaya kali ini berhasil meningkatkan dukungan dari para pelaku UMKM untuk Ganjar Pranowo menjadi presiden periode selanjutnya.

     

    Asiah mewakili para pelaku UMKM di Kota Palembang berharap Ganjar bisa terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia dan lebih memperhatikan para pelaku UMKM lokal.

     

    “Harapannya untuk Pak Ganjar kalau terpilih (menjadi presiden 2024-2029) agar lebih memperhatikan lagi para (pelaku) UMKM. Kami yang pasti, yang pertama, intinya perlu ada (bantuan) promosi,” ujarnya mengakhiri wawancara.

  • Wong Kito Ganjar Adakan Pelatihan Pertanian Pembibitan Sawit Bagi Warga Sumsel

    Wong Kito Ganjar Adakan Pelatihan Pertanian Pembibitan Sawit Bagi Warga Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Sukarelawan Wong Kito Dewe Dukung Ganjar mengadakan pelatihan usaha pertanian pembibitan sawit unggul kepada puluhan warga di dua titik lokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

    Acara yang menyasar para petani itu diselenggarakan di Desa Sinar Jaya dan Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada Minggu (6/8/2023).

    Koordinator Daerah (Korda) Wong Kito Dewe Kabupaten Musi Banyuasin, Ahmad Nurhadi mengatakan pelatihan ini penting diadakan mengingat sawit merupakan komoditi utama pertanian yang ada di wilayah Sumatera Selatan.

    Mayoritas para petani daerah setempat menggantungkan keberlangsungan hidup mereka pada sektor pertanian, terutama perkebunan sawit.

    “Kami menyadari pentingnya edukasi pengetahuan mengenai pembibitan sawit itu karena sawit menjadi komoditi utama yang ada di Sumatra Selatan. Karena juga hasilnya banyak dari sawit ini berupa minyak masak, minyak bahan bakar, alat-alat lain seperti sabun dan lain-lain,” ujar pria yang akrab disapa Hadi tersebut.

    Melalui pelatihan tersebut, Hadi berharap para petani menjadi lebih termotivasi untuk melihat potensi pengembangan usaha di bidang pembibitan sawit agar bisa meningkatkan hasil yang optimal.

    Dengan demikian, upaya Wong Kito Dewe untuk menyejahterakan petani selaras dengan keberhasilan program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dapat terealisasi.

    “Relawan wong kito dewe memang bergerak menjadi penyambung lidah, menjadi perpanjangan tangan sosialisasi Pak Ganjar, salah satunya program pertanian ini,” jelas Hadi.

    Sambutan hangat dari warga dalam menerima kehadiran para sukarelawan menunjukkan bahwa mereka sangat mendukung Ganjar Pranowo jadi Presiden 2024-2029.

    Hadi berharap nantinya keberhasilan Ganjar Pranowo dalam menyejahterakan para petani di Jawa Tengah dapat diimplementasikan lebih luas lagi mencakup skala nasional.

    “Masyarakat di sini alhamdulillah menerima sampai hari ini, juga mendukung apa yang diprogramkan oleh Bapak Ganjar karena selaras dengan apa yang mereka lakukan sekarang,” ucap Hadi.

    Di lokasi yang berbeda, semangat untuk mendukung Ganjar Pranowo juga diungkapkan oleh salah seorang peserta pelatihan, Mismanto (50).

    Mismanto yakin untuk melabuhkan pilihannya pada Ganjar setelah melihat jejak rekam pria berambut putih tersebut selama dua periode menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

    “Alhamdulillah berkat adanya ini kami dari masyarakat Desa Jirak sangat menanggapi (positif), karena ini program yang sangat membaur dengan masyarakat untuk acuan ke depan masalah program pertanian. Ini sangat cocok untuk di sini,” ungkap Mismanto.

    “Dan juga untuk masalah dukungan Pak Ganjar untuk melanjutkan menjadi presiden alhamdulillah kami sangat mensupport. Satu-satunya dukungan kami hanya Pak Ganjar. Harapan di 2024 untuk Pak Ganjar memang sosok yang cukup potensial untuk negara kita,” pungkasnya.

  • Srikandi Ganjar Sumsel Gelar Pelatihan Eyelash Extension

    Srikandi Ganjar Sumsel Gelar Pelatihan Eyelash Extension

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sukarelawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Srikandi Ganjar Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kegiatan pelatihan eyelash extension atau sambung bulu mata untuk para perempuan milenial, di Palembang, Sumsel.

    Koordinator Wilayah Srikandi Ganjar Sumsel, Nur Indah Haryani mengatakan kegiatan ini merepresentasikan sosok calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo yang peduli kepada perempuan milenial.

    “Hari ini kami mengadakan kelas eyelash extension di mana para peserta diajarkan bagaimana memaikanya dan apa saja yang dibutuhkan. Kegiatan ini termotivasi dari Pak Ganjar yang peduli perempuan, sehingga tujuan kegiatan ini agar perempuan bisa mandiri dengan membuat usaha,” tutur Indah, di No Limit Cafe, Palembang, Sumsel, Jumat (4/8/2023).

    Indah mengaku, antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya interaksi peserta dengan narasumber yang dihadirkan.

    “Dengan aktifnya para peserta, ini menunjukkan mereka juga memberikan dukungan kepada Pak Ganjar. Harapannya usai kegiatan ini mereka bisa lebih mengenal sosok calon presiden kami,” ujarnya.

    Ke depannya, Indah menegaskan akan terus menggelar kegiatan bermanfaat sekaligus menyosialisasikan sosok Ganjar agar mendapatkan suara dari perempuan.

    “Kami akan terus melakukan sosialisasi dan kegiatan yang bermanfaat bagi para perempuan,” sambungnya.

    Sementara itu, salah satu peserta Nella Mawarni menilai pelatihan yang digelar Srikandi Ganjar Sumsel sangat bermanfaat untuk menambah kemampuan baru.

    “Kami yang ikut hari ini jadi tahu bagaimana cara memasang eyelash extension, sehingga dapat wawasan baru untuk membuat usaha juga,” kata Nella.

    Nella juga menyampaikan dukungannya kepada Ganjar untuk menjadi Presiden 2024. Sebab, menurutnya Ganjar sangat dekat dengan milenial dan dapat membawa Indonesia lebih baik lagi.

    “Saya percaya kepada Pak Ganjar bisa membawa Indonesia jauh lebih baik lagi. Lewat kedekatannya dengan milenial juga bisa membawa milenial terus maju,” pungkasnya.

  • Fasilitasi Anak Muda, Crivisaya Ganjar Gelar Seminar Bertajuk UMKM di Palembang

    Fasilitasi Anak Muda, Crivisaya Ganjar Gelar Seminar Bertajuk UMKM di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Beragam cara terus dilakukan oleh sukarelawan Generasi Alumni Muda Unsri dan Unila Bersama Ganjar (Crivisaya Ganjar) untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi anak muda di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

    Bertempat di Roca Coffe Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Crivisaya Ganjar menggelar seminar UMKM bertajuk ‘Membangun Kreatif dan Inovatif Pelaku UMKM di Kota Palembang’, pada Sabtu (29/7/2023).

    Koordinator Wilayah (Korwil) Crivisaya Ganjar Sumsel, Rangga Azza mengungkapkan seminar ini memiliki tujuan agar dapat menumbuhkan kreatif dan inovatif mengenai usaha mikro kecil menengah (UMKM) bagi anak muda di Kota Palembang.

    “Kami mengadakan seminar UMKM untuk menumbuhkan kreatif dan inovatif pelaku UMKM di kota Palembang,” kata Rangga seusai kegiatan.

    Seminar UMKM yang diselenggarakan Crivisaya Ganjar didukung oleh narasumber berkompeten yakni Nadelia Grasopa. Dikatakan Rangga, seminar UMKM diikuti alumni muda dari Unversitas Sriwijaya dan komunitas UMKM di Kota Palembang.

    Hal ini sejalan dengan tujuan Crivisaya Ganjar yang bertujuan memberikan dampak positif kepada para anak muda untuk menuju Indonesia Tangguh.

    “Kami menghadirkan narasumber yang berkompeten, jadi mereka sangat antusias karena ingin mendapatkan ilmu baru tentang bagaimana inovasi dari UMKM itu sendiri,” tegas Rangga.

    Lebih jauh, Rangga berharap usai mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh Crivisaya Ganjar, para anak muda bisa mendapatkan pengetahuan baru seputar UMKM.

    “Kami ingin seiring sejalannya waktu, para pelaku UMKM harus dan sejalan dengan modernisasi sekarang ini,” ungkap Rangga.

    Sementara itu, Nadelia Grasopa pengisi materi dalam seminar kali ini mengutarakan apresiasinya kepada Crivisaya Ganjar yang sudah berinisiatif menggelar kegiatan positif bagi anak muda di Palembang.

    “Tanggapan saya sendiri soal acara ini keren banget untuk memajukan milenial sendiri. Jadi mindset milenial di 2023 jauh lebih terbuka, jauh lebih kreatif jauh lebih inovatif dan juga menciptakan era baru di tahun 2023,” ucap Nadelia.

    Nadelia pun berharap materi dan sharing pengalaman yang disampaikannya dalam seminar ini bisa pelecut bagi para anak muda di Palembang agar bisa melangkah menjadi pelaku UMKM.

    “Semoga teman-teman terbuka pikirannya dan jangan takut untuk membuka usaha dan harus berkembang mulai dari sekarang juga,” harap Nadelia.

    Di sela seminar yang diselenggarakan, Crivisaya Ganjar turut mensosialisasikan sosok Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

    Diakui Rangga Azza, anak muda di Palembang sangat antusias terhadap sosok Ganjar Pranowo. Alasannya, Gubernur Jawa Tengah dua periode ini sangat dekat dengan anak muda.

    “Sudah tahu kan dari dulu sosok Pak Ganjar sudah naik dan beliau dekat dengan anak muda dan milenial,” kata Rangga.

    Selain itu, kata Rangga, sosok Ganjar Pranowo dikenal selalu mendorong kaum milenial untuk mengembangkan usaha mandiri, dan ekonomi kreatif. Fakta inilah yang menunjukkan bahwa Ganjar hadir untuk semua kalangan.

    “Sosok Pak Ganjar kan dikenal dengan bapak milenial ya. Ketika kita menonjolkan sosok Bapak Ganjar, para milenial itu antusias karena punya lapak Ganjar dibidang ekonomi,” papar Rangga.

  • Ganjar Milenial dan GMN Dorong Anak Muda Tingkatkan Kemampuan Berkomunikasi

    Ganjar Milenial dan GMN Dorong Anak Muda Tingkatkan Kemampuan Berkomunikasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Sukarelawan Ganjar Milenial Center (GMC) Sumatra Selatan berkolaborasi bersama Gerakan Milenial Nusantara (GMN) Sumsel mendorong kaum muda untuk tingkatkan kemampuan berkomunikasi melalui acara “Ayo Bicara: Pelatihan Public Speaking”.

     

    Menghadirkan M Yoga Anugrah selaku speaker muda ternama di Palembang, puluhan muda-mudi tampak antusias mengikuti acara di Narasi Cafe, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Sumsel, Rabu (26/7).

     

    Kepala Bidang Internal GMC Sumsel, Irfan Kholil menuturkan public speaking adalah seni berbicara menggunakan teknik persuasif untuk menarik orang banyak.

     

    Kemampuan berkomunikasi menjadi penting bagi kaum muda guna meningkatkan kepercayaan diri, membangun relasi, dan mampu menyampaikan ide maupun gagasannya dengan baik di tengah masyarakat.

     

    “Hari ini kami ada kegiatan kolaborasi bersama Gerakan Milenial Nusantara dalam acara publik speaking ayo berbicara. Outputnya hari ini semoga peserta bisa meningkatkan diri agar berbicara di depan umum yang baik,” ungkap dia kepada wartawan.

     

    Menurut dia, kaum muda dewasa ini perlu bertansformasi dan berinovasi dengan berbagai kemampuan baik soft hingga hard skill supaya mampu bersaing secara global.

     

    Pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan langkah harus dilakukan guna menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0 serta mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045.

     

    “Untuk era sekarang dalam public speaking sangat penting karena lagi-lagi banyak kaum milenial yang memang masih kurang pede untuk menyampaikan berbicara di depan umum,” kata dia.

     

    Sekretaris GMN Sumsel, Anwarul Fitro menyebut setidaknya ada lima elemen penting yang perlu diperhatikan agar melancarkan public speaking, mulai dari speaker atau pembicara, pesan yang disampaikan, cara mengirim pesan, dan lainnya.

     

    Dia mengapresiasi komitmen GMC sebagai garda terdepan kaum milenial terus memberikan kontribusi nyata khususnya di wilayah Sumsel.

     

    “Kami berkolaborasi dengan Ganjar Milenial Center untuk melaksanakan kegiatan ini dan ini merupakan apresiasi juga kami sampaikan kepada Ganjar Milenial Center,” jelas dia.

     

    Tiara Julia Putri (20), salah seorang peserta dalam acara mengaku begitu merasakan manfaat dari acara ini. Dia mendapatkan kiat-kiat untuk memperlancar kemampuan berbicara di depan umum.

     

    “Tentunya dalam kegiatan ini kami banyak dapat pengajaran, yaitu tentang bagaimana public speaking atau berbicara di tempat umum karena tidak semua orang bisa, tidak semua orang itu berani,” ucap dia.

  • Nelayan Ganjar Rangkul Pelaut Ogan Ilir untuk Jaga Populasi Ikan Air Tawar

    Nelayan Ganjar Rangkul Pelaut Ogan Ilir untuk Jaga Populasi Ikan Air Tawar

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR – Sukarelawan Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatra Selatan (Sumsel) dukung Ganjar menginisiasi acara “edukasi penangkapan ikan ramah lingkungan” di Dusun II, Desa Pematang Bungur, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Selasa (25/7).

    Dalam kegiatan tersebut, simpatisan Ganjar Pranowo itu mengajak para pelaut untuk menjaga ekosistem air tawar serta keseimbangan populasi ikan di dalamnya.

    Koordinator Wilayah KNP Sumsel, Heldi Bagja mengatakan upaya merawat kelestarian lingkungan air tawar juga berdampak pada keberlangsungan populasi ikan air tawar secara keberlanjutan.

    Dalam momen ini, Bagja membeberkan sejumlah faktor yang dapat merusak keseimbangan populasi ikan serta sungai. Salah satunya adalah penggunaan alat-alat yang dilarang untuk menangkap ikan.

    Berdasarkan UU Nomor 31 tahun 2009 tentang Perikanan pasal 84, disebutkan bahwa menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal enam tahun serta denda maksimal sebesar Rp 1,2 miliar.

    “Kami memberitahu juga alat tangkap ikan yang tidak diperbolehkan untuk menangkap ikan ada tiga jenis yang pertama setrum, yang kedua bom mini, yang ketiga itu menggunakan racun karena takut mengganggu ekosistem atau keberlangsungan populasi yang ada di sungai ini,” ucap dia.

    Keberadaan sungai sangatlah penting. Sebab, sungai menjadi sumber ketahanan pangan dan perekonomian bagi masyarakat.

    Dia mengimbau masyarakat nelayan setempat berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan sungai dan ekosistem ikan air tawar dengan cara menggunakan alat tangkap ikan yang aman.

    KNP Sumsel pun menyerahkan alat tangkap yang aman yakni jaring untuk sungai berukuran 3 inci kepada puluhan nelayan di kawasan tersebut.

    “Tadi ada nelayan-nelayan yang kami edukasi jumlah 80 orang ini, harapan dari saya tidak ada lagi yang menangkap ikan dengan nyetrum memberikan bom atau racun, atau kalau misalkan ada oknum bukan nelayan dari sini dengan cara-cara yang tidak baik itu bisa ditegur,” ungkap dia.

    Sofyan (40) salah satu nelayan setempat merasa aksi KNP Sumsel dukung Ganjar ini dapat meningkatkan kesadaran bersama khususnya dalam menangkap ikan di sungai.

    “Kami sangat antusias sekali kepada tim relawan kami mengucapkan ribuan terima kasih banyak karena telah datang ke tempat kami ke para nelayan yang ada di sini dan memberikan bantuan. Kami sangat terbantu dan bermanfaat,” kata dia.

    Di sela kegiatan, KNP Sumsel juga menyosialisasikan figur Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 dengan berbagai program Ganjar yang dinilai pro terhadap nelayan seperti Asuransi Nelayan, Bantuan Solar Subsidi, dan lain-lain.

  • Jaga Ekosistem Sungai, Nelayan Ganjar Beri Edukasi dan Aksi Nyata Untuk Masyarakat Pesisir

    Jaga Ekosistem Sungai, Nelayan Ganjar Beri Edukasi dan Aksi Nyata Untuk Masyarakat Pesisir

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Sukarelawan Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatra Selatan dukung Ganjar memperluas langkah dalam menjaga kelestarian lingkungan habitat ikan, salah satunya sungai, Minggu (23/7/23).

     

    Sungai berperan penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Bagi masyarakat pesisir, sungai adalah sumber kehidupan sebagai penghasilan ekonomi keluarga.

     

    Sayangnya, ekosistem air tawar sebagai habitat berbagai makhluk hidup tersebut acapkali terancam akibat berbagai faktor. Misalnya saja penggunaan alat tangkap ikan yang dapat merusak keseimbangan.

     

    Untuk itu, KNP Sumsel menggelar edukasi cara menangkap ikan ramah lingkungan di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan pesisir Sungai Batanghari.

     

    “Hari ini kami mengadakan edukasi alat tangkap ikan ramah lingkungan, karena yang kami takuti seperti kejadian yang ada di Ogan Ilir ikan-ikan semua pada mati. Itu diakibatkan karena adanya racun yang tidak tahu asal usulnya dari mana,” kata Koordinator Wilayah KNP Sumsel, Heldi Bagja kepada wartawan.

     

    Heldi menyebut, sudah menjadi tugas bersama untuk saling bahu membahu menjaga keanekaragaman ikan khususnya pada ekosistem sungai.

     

    Sebagai bentuk aksi nyata, simpatisan Ganjar memberikan bantuan alat penangkap ikan ramah lingkungan berupa jaring untuk sungai ukuran 2,5 dan 3 inci.

     

    Di sela-sela kegiatan, KNP Sumsel juga menyosialisasikan figur Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024.

     

    Berbagai program Ganjar yang dinilai perlu diimplementasikan secara nasional meliputi Asuransi Nelayan, bantuan solar subsidi, dan lainnya.

     

    “Harapannya kepada nelayan di sini mereka bisa mengetahui kepemimpinan bapak Ganjar Pranowo yang sekarang sebagai Gubernur di Jawa Tengah karena beliau sangat peduli terhadap nelayan yang ada di Jawa Tengah,” ungkap dia.

     

    Salah seorang nelayan asal Desa Sungai Dua, Bambang Irawan (54) mengaku bantuan ini sangat diperlukan para nelayan di wilayah tersebut.

     

    “Sekarang ini kan nelayan ini kalau menerima alat untuk penangkap ikan memang agak sulit, kebetulan ada bantuan kami mengucapkan terima kasih,” kata dia.

     

    Para nelayan di lokasi tersebut, lanjutnya, sangat mendukung upaya KNP Sumsel dukung Ganjar agar ekosistem air tawar tetap seimbang dan berkelanjutan.

     

    Sebagai informasi, KNP Sumsel juga memperkenalkan hasil tangkapan ikan nelayan pesisir Desa Sungai Dua yang diolah dengan cara diasapkan selama beberapa jam menjadi panganan lokal Sumatra Selatan yakni ikan salai.

  • Wong Kito Ganjar Adakan Pelatihan Pembuatan Wajik di Musi Banyuasin

    Wong Kito Ganjar Adakan Pelatihan Pembuatan Wajik di Musi Banyuasin

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Sukarelawan Wong Kito Dewe Dukung Ganjar Pranowo menggelar kegiatan pelatihan pembuatan kudapan wajik di Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (23/7/2023).

     

    “Hari ini kami Wong Kito Dewe Kabupaten Banyuasin mengadakan pelatihan pembuatan wajik,” kata Koordinator Daerah (Korda) Wong Kito Dewe Kabupaten Musi Banyuasin, Ahmad Nurhadi.

     

    Dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu Desa Jirak mendapatkan ilmu praproduksi sampai pascaproduksi kudapan khas Palembang itu. Mulai dari bahan-bahan yang diperlukan, proses pembuatan, hingga penyajian.

     

    Antusiasme ibu-ibu saat mengikuti kegiatan ini pun tak terbendung. Mereka tampak semangat mendengarkan teori pembuatan wajik dan mempraktekkannya langsung di lokasi.

     

    “Kami melibatkan ibu-ibu di wilayah sini. Sekilas dapat terlihat antusias ibu-ibu di sini cukup ramai. Gunanya juga bisa untuk mengembangkan UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro) di wilayah sini,” tutur Ahmad.

     

    Ahmad mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk membuka peluang usaha bagi ibu-ibu di Kabupaten Musi Banyuasin. Pasalnya kudapan wajik merupakan salah satu komoditas potensial untuk dijual.

     

    Ditambah lagi, kata Ahmad, wajik seringkali menjadi santapan ringan dalam berbagai kegiatan perkumpulan masyarakat. Seperti pengajian, arisan, penjamuan tamu, dan acara-acara lain.

     

    “Kami di sini hadir menjadi relawan untuk memanjangkan cita-cita dari Pak Ganjar, yakni meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita di Musi Banyuasin ini semangat,” katanya.

     

    Di samping itu, Ahmad menyebut kegiatan ini juga merupakan upaya sukarelawan Wong Kito Dewe untuk melestarikan kudapan tradisional nusantara agar tidak hilang keberadaannya di masyarakat.

     

    “Kami berupaya mengembangkan juga kembali makanan tradisional di Kota Palembang, khususnya di Sumatera Selatan ini,” turur Ahmad.

     

    Ahmad berharap, ibu-ibu di Kabupaten Musi Banyuasin semakin maju dan berkembang, terlebih bagi para pelaku UMKM. Ahmad juga berharap semua kegiatan Wong Kito Dewe memberikan banyak manfaat untuk masyarakat luas.

     

    “Untuk ke depan rencananya kami akan membuat pelatihan juga untuk bapak-bapak. Seperti pelatihan pembibitan sawit. Nanti buat ibu-ibunya juga akan diadakan pelatihan pembuatan makanan tradisional lagi seperti ini,” pungkas dia.

     

    Setya Ningsih, salah satu peserta pelatihan pembuatan wajik berterima kasih kepada relawan pendukung Ganjar Pranowo itu. Pasalnya Wong Kito Dewe memberikan kebermanfaatan buat masyarakat sekitar.

     

    “Banyak sekali ilmu yang didapat. Yang pertama kita bisa buat wajik, yang kedua kita bisa buka usaha buat acara di pengajian, senam, PKK, dan lain-lain,” imbuhnya.

     

    Setya pun akan menerapkan ilmu-ilmu yang didapatkan saat pelatihan. Setya berharap perekonomian ibu-ibu setempat menjadi lebih baik dengan adanya pelatihan seperti ini.

     

    “Semoga usaha ibu-ibu di sini selalu lancar dan dapat memajukan ekonominya,” pungkas Setya.

  • Wong Kito Ganjar Geliatkan Ketahanan Pangan Warga Lewat Alpukat Mentega

    Wong Kito Ganjar Geliatkan Ketahanan Pangan Warga Lewat Alpukat Mentega

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Sukarelawan Wong Kito Dewe dukung Ganjar memberikan edukasi kepada warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur tata cara penanaman bibit alpukat mentega, Kamis (20/7/23).

    Kegiatan ini merupakan upaya ketahanan pangan yang digeliatkan simpatisan Ganjar Pranowo dengan menyulap pekarangan rumah menjadi lahan hijau.

    Berlokasi di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan (Sumsel), acara ini disambut baik oleh warga.

    Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Kabupaten OKU Timur, Dwiyanto mengatakan edukasi tersebut meliputi pemilihan bibit, menyediakan lubang, pemberian pupuk yang tepat, dan lain sebagainya.

    Wong Kito Dewe OKU Timur turut melakukan penanaman bibit alpukat mentega secara langsung di pekarangan rumah warga. Di samping itu, mereka menyerahkan 730 bibit untuk dibagikan ke 12 desa.

    “Tujuan kami ialah menciptakan ketahanan pangan ataupun penambahan pendapatan dari masyarakat di desa itu. Nantinya agar supaya masyarakat ini mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil daripada alpukat mentega,” ucap dia kepada wartawan.

    Dwiyanto menyebut, pihaknya memilih alpukat mentega lantaran varietas tersebut mudah dibudi dayakan serta digemari warga meskipun hanya mengoptimalkan lahan yang dimiliki seperti pekarangan rumah.

    Budi daya ini memiliki banyak manfaat bagi warga diantaranya menjadi stimulus penguatan ekonomi masyarakat, mengentaskan kemiskinan, serta ketahanan pangan penuhi gizi keluarga.

    Wong Kito Dewe OKU Timur juga bakal memberikan pendampingan kepada warga yang menanam bibit alpukat mentega itu mulai dari penanaman, perawatan berkala, hingga berbuah.

    “Nanti dari relawan memonitoring ataupun perawatan berkala dari pemupukan sampai penyemprotan nantinya kita yang memberikan sekaligus edukasi di lapangan dan penanganan di lapangan,” jelas dia.

    Erlan (55) salah satu warga Desa Sido Waluyo mengaku tertarik untuk membudidayakan alpukat mentega ini.

    Menurut dia, apa yang telah dilakukan sukarelawan Ganjar Pranowo itu dinilai tepat dan bermanfaat bagi warga setempat.

    “Soal alpukat ini insyaallah kalau cepat berbuah dan cepat dikonsumsi mungkin memperbaiki daripada vitamin termasuk yang berkeluarga. Jadi insyaallah kalau berbuah lebih banyak jadi pendapatan daripada buah itu sendiri,” ucap dia.

  • Srikandi Ganjar Latih Milenial Bikin Storage dari Kaleng dan Botol Bekas 

    Srikandi Ganjar Latih Milenial Bikin Storage dari Kaleng dan Botol Bekas 

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR – Sukarelawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Srikandi Ganjar kembali melakukan kegiatan bermanfaat dan positif untuk masyarakat di Sumatera Selatan.

    Kali ini, Srikandi Ganjar menggaet perempuan milenial untuk membuat DIY storage aestehtic dari kaleng dan botol bekas di Jalan Lintas Sumatra Gg. Lampung No.1, Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

    Nur Indah Haryani selaku Srikandi Ganjar Sumsel mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk mengasah kemampuan masyarakat sekitar khususnya perempuan agar lebih produktif.

    Sebab, barang-barang bekas tersebut memiliki harga jual yang tinggi dan juga menguntungkan.

    “Kami mengadakan pelatihan ini untuk mengasah kreativitas dan produktifitas serta memanfaatkannya menjadi nilai jual yang menguntungkan,” ungkap Nur Indah dalam siaran persnya, Kamis (20/07/2023).

    Dia menambahkan kegiatan tersebut menandapatkan antuasis yang positif dari masysrakat sekitar. Hal itu terlihat dari para peserta yang menikmati membuat botol bekas menjadi nilai jual.

    Dalam pelatihan ini perempuan pendukung Ganjar Pranowo itu menyediakan alat dan bahan perlengkapan yang dibutuhkan seperti botol, kaleng, lem tembak, tali goni, dan topper atau hiasan.

    Selain itu, seluruh para peserta juga diajarkan cara mengola dan membuat storage menjadi lebih cantik.

    “Peserta diajarkan bagaimana mengolah dan membuat storage sesuai dengan kreativitas masing masing,” tutur dia.

    Dengan adanya kegiatan ini, Srikandi Ganjar Sumsel berharap masyarakat GG Lampung khususnya perempuan milenial lebih produktif dan kreatif dalam mengolah bahan bahan ekonomis yang ada disekitarnya.

    Sehingga bisa menjadi ussaha kecil kecilan dan memembantu perekonomian keluarga.

    Dalam kegiatan tersebut, Nur Indah juga memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 kepada perempuan milenial yang menghadiri kegiatan tersebut.

    “Kami juga memperkenalkan sosok Pak Ganjar Pranowo yang akan maju sebagai calon presiden tahun 2024 kepada para peserta,” ungkap dia.

  • Ganjar Milenial Gelar Pelatihan Dakwah ‘Metode Milenial’ di Lubuklinggau

    Ganjar Milenial Gelar Pelatihan Dakwah ‘Metode Milenial’ di Lubuklinggau

    SUATAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sukarelawan Ganjar Milenial Center (GMC) kembali hadir dalam programnya untuk menggelar kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat, khususnya kepada kalangan milenial.

    Minggu (16/7/2023), relawan beranggotakan anak-anak muda dan mahasiswa tersebut menggelar pelatihan dakwah dengan metode ‘dakwah milenial’ di Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

    Koordinator Wilayah Daerah GMC Lubuklinggau, Farhan Agusta menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar dengan tujuan agar bisa menambah keterampilan para milenial dalam berdakwah.

    “Kami harapkan juga mereka pemuda-pemuda ini bukan hanya bisa public speaking di masyarakat sosial, kami harapkan mereka juga bisa public speaking mengenai agama mereka sendiri,” kata Farhan.

    Loyalis Ganjar Pranowo itu menggandeng himpunan mahasiswa manajemen dakwah dari Institut Agama Islam Al-Azhaar sebagai pemateri dalam pelatihan metode dakwah milenial ini.

    Dalam pelatihan tersebut, diajarkan berbagai upaya dan strategi yang bisa dilakukan agar dakwah bisa diterima dengan baik oleh kalangan anak muda dan milenial.

    Farhan menyebut, kemampuan berdakwah sangat penting dimiliki oleh anak-anak muda muslim pada zaman sekarang. Sehingga GMC mengadakan pelatihan ini.

    Sekitar puluhan anak muda dari berbagai wilayah di Lubuklinggau ikut serta dalam pelatihan tersebut.

    “Kami harapkan juga peserta-peserta milenial ini tahu bagaimana cara berdakwah di era milenial apalagi di zaman sekarang ini,” sebutnya.

    Terinspirasi dari Ayah Ganjar

    Farhan menjelaskan, kegiatan tersebut terinspirasi dari sosok yang mereka kagumi, yakni Ganjar Pranowo. Pria dengan ciri khas rambut putihnya tersebut, dikatakan Farhan sangat mendukung berbagai kegiatan kepemudaan.

    “Kegiatan ini kami terinspirasi dari Ayah Ganjar. Apalagi Ayah Ganjar itu sangat peduli ya dengan kegiatan pemuda, dan Ayah Ganjar ini suport besar kepada pemuda untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” kata Farhan.

    Relawan GMC Sumsel pun berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan bermanfaat di wilayah Sumsel lainnya. Farhan mengungkapkan, agenda terdekat relawan adalah memberikan pelayan kesehatan gratis untuk cegah kasus stunting.

    “Kegiatan GMC ini akan terus kita jalankan di wilayah Sumatera Selatan ini, dan terdekat akan ada aksi (cegah) stunting untuk sosialisasi kesehatan masyarakat di daerah Palembang,” sebutnya.

  • Wong Kito Ganjar Berikan Ratusan Bibit Alpukat Madu untuk Warga Desa di OKU Timur

    Wong Kito Ganjar Berikan Ratusan Bibit Alpukat Madu untuk Warga Desa di OKU Timur

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Sukarelawan Wong Kito Dewe memberikan ratusan bibit tanaman alpukat madu untuk warga di beberapa desa di Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

    Total ada sekitar 730 bibit yang diberikan oleh pendukung Ganjar Pranowo tersebut. Nantinya, bibit-bibit tersebut akan disebar penanamannya pada 12 desa yang ada di Semendawai Suku III.

    Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Kabupaten OKU Timur, Dwiyanto mengatakan sebelum memberikan bibit dilakukan juga penyuluhan tentang tata cara penanaman alpukat madu.

    “Tentang penumpukan, jarak tanam, hingga tempat ideal untuk menanam,” ujar Dwiyanto pada Jumat (14/7/2023).

    Melalui bantuan tersebut, Dwiyanto berharap agar warga desa bisa memanfaatkannya dengan berkebun alpukat madu. Dengan cara itu, maka bisa menambah penghasilan warga desa.

    “Menurut saya, alpukat madu itu sekarang sedang booming. Harga jual buahnya juga nanti akan bagus untuk ke depannya. Ada nilai ekspornya,” katanya.

    Dia juga menegaskan bahwa sukarelawan Wong Kito Dewe OKU TIMUR akan memberikan pendampingan kepada warga yang nanti akan berkebun dari bibit yang telah mereka berikan.

    Pendampingan akan dilakukan mulai dari penanaman, perawatan berkala, hingga nanti tanaman tersebut mulai berbuah.

    “Program kami tetap akan memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam penanganan perawatan bibit alpukat hingga berbuah. Dari penyemprotan, pemupukan,” sebutnya.

    Siap Bantu Pasarkan Hasil Panen

    Tidak berhenti di situ, sukarelawan ini juga menyatakan siap untuk membantu warga desa dalam pemasaran buah alpukat setelah dipanen.

    “Nanti panen dan penjualannya nanti tetap akan berkoordinasi dengan kami sukarelawan Wong Kito Dewe,” katanya.

    Namun saat ini, pihaknya masih akan fokus mendampingi warga di 12 desa untuk menanam ratusan bibit yang telah diberikan sukarelawan.

    “Masih banyak penanaman bibit alpukat di desa lain di bulan tujuh hingga bulan delapan. Dan mungkin nanti kami mencari terobosan-terobosan baru untuk memberikan bantuan langsung ke desa-desa lain,” kata Dwiyanto.

    “Kami terinspirasi dari Bapak Ganjar Pranowo yang mendukung sekali program-program masyarakat, terjun langsung ke masyarakat,” tambahnya.

  • Crivisaya Ganjar Ajak Generasi Muda Diskusi Peringati Bulan Bung Karno

    Crivisaya Ganjar Ajak Generasi Muda Diskusi Peringati Bulan Bung Karno

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Calon Presiden Republik Indonesia, Ganjar Pranowo banyak mendapat dukungan dari generasi muda lantaran dinilai memiliki pemahaman dan pemikiran brilian.

     

    Hal itu terungkap dalam kegiatan bertajuk Diskusi Reaktualisasi Nilai Ideologi di Era Bung Karno yang digelar kelompok sukarelawan, Crivisaya Ganjar di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan pada Jumat sore 7 Juli 2023.

     

    “Tujuannya di sini yang pasti (ingin) mereaktualisasi pemikiran-pemikiran dari Bung Karno untuk kami transformasikan kepada alumni-alumni muda sekarang,” kata Koordinator Wilayah (Korwil) Crivisaya Sumatera Selatan, Rangga Azza.

     

    Kegiatan tersebut diakui dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno yang diperingati setiap Juni oleh berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali akademisi lulusan Universitas Sriwijaya dan Universitas Lampung yang tergabung dalam Crivisaya Ganjar.

     

    “Kami masih ingin merasakan dari ghiroh bulan Bung Karno. Makanya, kami mengadakan Diskusi Reaktualisasi Nilai Ideologi di Era Bung Karno ini,” ujar Rangga menegaskan.

     

    Kegiatan tersebut disambut antusias para alumni Universitas Sriwijaya dan Universitas Lampung yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan maupun Provinsi Lampung.

     

    Tak hanya itu, para peserta dan pengisi materi juga banyak bertukar ide atau gagasan, sehingga Rangga menilai diskusi kali ini bisa berlangsung hangat dan berbobot dari awal hingga akhir.

     

    “Respons peserta cukup antusias. Banyak pemuda yang sudah hadir karena kami mengundang pemuda karena memang Crivisaya ini bergerak di bidang alumni. Alumni Universitas Sriwijaya dan Universitas Lampung,” katanya.

     

    Kegiatan diskusi tersebut juga membahas sosok Ganjar Pranowo yang dinilai merepresentasikan sosok Calon Presiden 2024 yang sesuai dengan ideologi para pendiri bangsa dan negara Indonesia.

     

    Selain itu, Rangga menyebutkan aspek lain yang membuat kaum muda di Sumatera Selatan banyak tertarik mendukung Ganjar menjadi Presiden 2024 mendatang.

     

    “Justru untuk dukungan (kepada Ganjar) itu cukup antusias karena Pak Ganjar sendiri terkenal dengan sosok pemimpin yang milenial. Jadi, memang sudah tidak asing dari para pemuda, kita milenial,” tutur Rangga.

     

    Sementara itu, Dicky Yanuardi yang menjadi pengisi materi diskusi kali ini menyampaikan apresiasinya kepada para sukarelawan Crivisaya Ganjar yang berinisiatif menggelar kegiatan tersebut.

     

    Menurutnya, kaum muda zaman sekarang memerlukan kegiatan-kegiatan semacam itu untuk menambah pemahaman dan pengetahuan tentang nilai-nilai luhur ideologi Pancasila dari para pendiri bangsa.

     

    “Kegiatan ini suatu kegiatan yang positif. Bahwasanya, untuk membangun kembali atau mengingatkan kembali kepada kaum muda khususnya. Bahwasanya, sebagai kaum muda itu harus mempunyai suatu bentuk karakter yang tertanam di diri mereka sebagai pemuda Indonesia. Khususnya, tentang ideologi Pancasila,” tuturnya.

     

    Dicky menyimpulkan isi diskusi sore itu banyak membahas dan membedah ideologi Pancasila dari hasil pemikiran para pendiri bangsa, khususnya Soekarno yang menjadi Presiden Indonesia pertama.

     

    “Secara keseluruhan, dari tema sendiri tentang revitalisasi nilai ideologi. Yang ingin ditekankan di poin ini adalah menjadikan kembali spirit nilai ideologi pancasila itu ada di setiap ghirohnya anak-anak muda pada saat ini,” kata Dicky.

     

    Menurutnya, Pancasila yang dianut saat ini berawal dari ideologi marhaenisme yang diusung oleh Soekarno. Adapun, kandungannya disebut terdiri dari tiga aspek ideologi yang saling berkaitan dan melengkapi satu sama lain.

     

    “Bahwasanya, tentang marhaenisme itu sendiri, pancasila itu sendiri, menganut tentang ada spirit ada 3 spirit ideologi. Yang pertama adalah spirit sosiodemokratis, kemudian sosionasionalis dan ketuhanan yang berkebudayaan,” tuturnya.

     

    Dicky berharap langkah para sukarelawan Crivisaya Ganjar dapat memicu komitmen generasi muda untuk mengaktualisasikan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

     

    “Tiga aspek itu sendiri yang saat ini kita lihat setelah hampir 78 tahun merdeka, itu sudah mulai luntur di setiap citra diri pemuda. Maka dari itu, suatu bentuk kegiatan positifnya adalah Crivisaya Ganjar sendiri mengusung tema ini,” kata Dicky.

  • Pandawa Ganjar Dorong Milenial Kembangkan Kebudayaan di Kota Palembang

    Pandawa Ganjar Dorong Milenial Kembangkan Kebudayaan di Kota Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sukarelawan Pandawa Ganjar terus mendorong pemuda dan pemudi generasi Z dan milenial untuk mengembangkan kebudayaan di beberapa daerah di Indonesia.

     

    Kali ini, loyalis Ganjar Pranowo tersebut bersama seniman dan budayawan di Kota Palembang serta generasi milenial mengembangkan kebudayaan di wilayah itu.

     

    Salah satunya melalui kegiatan diskusi publik bertema “Temu Seniman dan Budayawan Sriwijaya untuk Dukung Ganjar” di Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 2, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Jumat (7/7/2023).

     

    Koordinator Wilayah (Korwil) Pandawa Ganjar Sumsel Aam Al Fatih mengatakan sekarang perbincangan generasi milenial di Sumsel terkait kebudayaan daerah makin tergerus karena pesatnya perkembangan media sosial. Karena itu, Pandawa Ganjar berusaha memunculkan lagi diskusi publik yang membahas tentang kebudayaan dan kesenian asli daerah mereka

     

    “Diskusi dan pertemuan ini digelar untuk membangkitkan kembali ingatan generasi Z dan milenial terhadap pentingnya sejarah kebudayaan dan kesenian di Sumsel, khususnya Kota Palembang,” ungkapnya di sela-sela diskusi.

     

    Aam menjelaskan, dengan adanya pertemuan ini, para peserta yang merupakan mahasiswa di Sumsel ikut berpartisipasi dalam mengembangkan kebudayaan di Kota Palembang, misalnya ikut memajukan ciri khas pakaian Kota Palembang tanjak batik.

     

    “Nah, harapan kami terkait pertemuan dan diskusi hari ini untuk mengembangkan potensi budaya dan mengingatkan kembali

    bahwa pentingnya sejarah di daerah masing-masing,” ucapnya.

     

    Aam juga berharap pemerintah turut andil dalam memajukan kebudayaan dan kesenian di Sumsel dengan beberapa fasilitas penunjang.

     

    “Setelah adanya diskusi ini, kami menitipkan pesan kepada Bapak Ganjar jika menjadi presiden agar bisa memfasilitasi kami kaum muda agar mudah menggelar kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan,” ujarnya.

     

    Aam mengatakan diskusi budaya ini disambut antusias puluhan peserta. Menurut dia, peserta kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa dan pekerja yang peduli terhadap kebudayaan dan sejarah daerah mereka.

     

    Untuk terus melanjutkan program memajukan dan mengembangkan budaya Palembang, Pandawa Ganjar berencana menggelar festival kebudayaan yang diisi para seniman dan budayawan setempat untuk berkreasi.

     

    “Ke depan kami ingin mengangkat festival kebudayaan di Sumsel. Jadi, masing masing daerah mengangkat budaya lokal di provinsi untuk dikenalkan kepada masyarakat luas,” ujar Aam.

     

    Sementara itu, Vebri Al Lintani sebagai narasumber merespons positif dialog kebudayaan yang digelar pendukung Ganjar Pranowo ini.

     

    “Saya kira kegiatan ini sangat bangus ya. Ada mahasiswa yang ingin tahu kebudayaan di Sumsel atau Palembang,” ungkapnya.

     

    Budayawan Palembang ini mengatakan Sumsel kaya akan kebudayaan dan latar belakang sejarah yang cukup panjang di Nusantara. Mulai dari Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang.

     

    “Kami mencoba menanamkan kepada kawan-kawan mahasiswa betapa kita tidak boleh meninggalkan sejarah sebagaimana pesan Bung Karno tentang Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Itu juga akan menambah kecintaan kita terhadap bangsa,” ucapnya.

     

    Menurut Vebri, dengan diskusi kebudayaan ini para pemuda makin menunjukkan kecintaan dan semangat untuk terus menjaga serta mengembangkan budaya daerahnya.

     

    “Lewat kesempatan ini, penting agar mereka memahami sejarah. Dengan memahami sejarah, muncul rasa nasionalisme untuk membangun dan berpikir positif tentang negara ini,” ungkapnya.

     

    Vebri menilai harus ada sosok pemimpin yang peduli terhadap berkembangnya budaya di Indonesia, khususnya Sumsel.

     

    “Saya kira Pak ganjar cukup berkompeten untuk membangun kebudayaan di negeri ini. Harapan kami, beliau memperkuat kebudayaan dalam visi-misi pembangunannya,” katanya.

  • Srikandi Ganjar Ajak Perempuan Belajar Tarian Khas Sumsel Milenial

    Srikandi Ganjar Ajak Perempuan Belajar Tarian Khas Sumsel Milenial

    SUARAPUBLIK.ID, OKUS – Sukarelawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Srikandi Ganjar Sumatera Selatan (Sumsel) terus menebarkan kegiatan positif bagi masyarakat.

    Teranyar, Srikandi Ganjar menggelar kegiatan bertema ‘Belajar Seni Tari dan Mengenal Budaya Khas Tarian Sumatera Selatan yang berkolaborasi dengan Sanggar Tari Bagja.

    Kegiatan yang digagas relawan dari Ganjar ini diselenggarakan di Dapoer Kebun, Rantau Panjang, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.

    “Jadi, kegiatan pada hari ini Srikandi Ganjar Sumsel belajar seni tari sekaligus mengenal budaya tarian khas Sumsel,” ujar Korwil Srikandi Ganjar Sumsel Nur Indah Haryani di lokasi, Jumat (7/7/2023).

    Peserta yang hadir dalam kegiatan belajar seni tari dan mengenal budaya khas tarian Sumatera Selatan kebanyakan para perempuan milenial dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

    Indah menjelaskan bahwa tujuan dari Srikandi Ganjar membuat kegiatan belajar seni tari khas Sumsel sebagai upaya agar para milenial bisa mengenal budaya khas Sumsel, salah satunya melalui tarian-tarian.

    “Tujuan kegiatan ini kami mengajak para milenial  agar lebih dalam mengenal budaya, salah satunya tarian-tarian yang ada di Sumsel. Kemudian agar generasi muda cinta akan budaya,” katanya.

    Lebih jauh, Indah menekankan bilamana daerah Sumsel kaya akan  budaya. Dengan begitu kegiatan diselenggarakan Srikandi Ganjar Sumsel diharapkan para peserta menjadi bertambah dan mengenal tarian khas wilayahnya.

    “Harapannya semoga  peserta yang ikut pada hari ini bisa mengenal lebih tarian Sumatera Selatan dan bisa cinta akan budaya,” tutur Indah.

    Dalam kegiatan itu, Srikandi Ganjar juga turut menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo yang akan maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

    “Alhamdulillah untuk respon mereka kepada Pak Ganjar sangat baik. Sebagian juga ada yang sudah mengenal dan mendukung penuh di tahun 2024 nanti,” ungkap Indah.

    Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang digagas oleh Srikandi Ganjar Sumsel. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh satu peserta yang ikut dalam kegiatan yakni Bella Eka Putri (18).

    Menurut Bella, dengan adanya kegiatan belajar seni tari bisa mengajak para anak muda seperti dirinya menjadi semakin mengenal akan budaya khas Sumsel.

    “Jadi dengan ada kegiatan seperti ini bisa mengenalkan budaya kita dan bisa melatih anak-anak kalangan remaja untuk mengenal budaya kita,” tutur Bella.

  • Santri Ganjar Beri Bantuan ke Majelis Taklim di Sumsel

    Santri Ganjar Beri Bantuan ke Majelis Taklim di Sumsel

    SUARAPUBLIK ID, OKI – Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) kembali melakukan kegiatan rutin dengan mengujungi setiap majelis taklim yang berada di Sumatera Selatan.

    Terbaru, pendukung Ganjar Pranowo itu mengujungi Majelis Taklim Sabilut Taubah di Desa Padang Bulan, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.

    Koordinator Wilayah SDG Sumsel, Samsul Bahri mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan pendukung Ganjar Pranowo itu untuk menjalin silahturahmi ke setiap majelis taklim.

    “Kunjungan ini untuk memperat silahturahmi,” ungkap Samsul dalam siaran persnya, Kamis (06/07/2023).

    Dia menambahkan dalam kunjungan tersebut relawan SDG saling berdiskusi mengenai agama, tetapi juga memberikan bantuan ke majelis taklim tersebut.

    Adapun jenis bantuan yang didistribusikan, yaitu kipas angin.

    Dia berharap kipas angin itu bisa bermanfaat dalam menunjang aktivitas keagamaan masyarakat sekitar.

    Menurut dia, bantuan yang diberikan itu sesuai permintaan dan kebutuhan yang diperlukan oleh Majelis Taklim Sabilut Taubah.

    “Semoga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” ujarnya.

    Dia menjelaskan kunjungan tersebut selain berbagi juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas berbagai karunia.

    Selain itu, SDG juga memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo sekaligus meminta didoakan untuk kelancaran Gubernur Jawa Tengah itu pada Pemilu 2024.

    “Kami meminta doa agar apa yang diinginkan Pak Ganjar lancar,” ungkap Samsul.

  • Mak Ganjar Buat Pelatihan Pembuatan Martabak Kentang untuk Ibu-Ibu di Palembang

    Mak Ganjar Buat Pelatihan Pembuatan Martabak Kentang untuk Ibu-Ibu di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sukarelawan Mak Ganjar Sumatera Selatan kembali melaksanakan pelatihan-pelatihan guna memberdayakan kaum ibu di Bumi Sriwijaya.

    Pada Selasa (4/7/2023), sukarelawan ini menggelar pelatihan pembuatan martabak kentang untuk ibu-ibu di daerah Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumsel.

    Koordinator Wilayah Mak Ganjar Sumsel, Seftiana mengatakan, alasan dilakukannya pelatihan ini adalah karena adanya kebiasaan warga yang lebih memilih membeli makanan secara daring ketimbang membuatnya sendiri

    “Sekarang kan segala sesuatu banyak yang instan, banyak yang beli makanan secara online tapi tidak tahu cara membuatnya. Jadi yang melatarbelakangi kegiatan kita adalah supaya jangan hanya tahu cara makannya, tapi juga bisa membuatnya di rumah,” kata Seftiana.

    Pelatihan ini diikuti puluhan ibu-ibu dari berbagai daerah di Kota Palembang. Mereka nampak bersemangat mengikuti pelatihan yang diisi oleh salah seorang pelaku UMKM Martabak Kentang di Palembang.

    Lewat pelatihan ini, Seftiana berharap agar para peserta bisa membuka usaha martabak kentang dan menambah penghasilan mereka, sekaligus memajukan sektor UMKM di Palembang.

    “Ini juga bisa dialokasikan untuk menjadi UMKM dan menambah penghasilan. Jadi harapannya nanti jadi ada UMKM, ibu-ibu bisa lebih kreatif, bisa untuk dimakan tapi juga untuk diperjualbelikan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, kegiatan pelatihan yang disebut Seftiana terinspirasi dari sosok Ganjar yang gemar memberdayakan kaum perempuan ini, akan terus berlanjut dan berkembang.

    “Karena sudah ada pelatihan, kita ingin ada pengembangan. Bisa mereka mendirikan usaha-usaha, membuka toko, atau lebih diinovasikan martabaknya,” sebut Seftiana.

    “Dari cara pembuatan, kita juga nanti ada pelatihan cara pemasaran. Apalagi saat ini dengan adanya sistem pemasaran online,” tambahnya.

    Antusiasme Peserta: Dari IRT Ingin Mulai Buka Usaha

    Salah satu peserta, Sri Ruh Mulyati (55) mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Dia mengaku baru kali ini coba memasak martabak kentang.

    “Semangat banget, yang enggak tahu jadi tahu. Selama ini kan martabak hanya ada yang manis dan telur. Sekarang di pelatihan ini isinya kentang,” kata Sri.

    Wanita yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga tersebut mengaku jadi termotivasi untuk membuka usaha martabak kentang di daerahnya.

    Dia juga berharap agar relawan Mak Ganjar Sumsel bisa membantunya untuk memulai usaha. Mulai dari bantuan modal hingga bantuan untuk memasarkan dagangannya secara daring.

    “Mudah-mudahan kalau dipasarkan lebih maju lagi, karena ini murah meriah. Dengan adanya pelatihan ini, mudah-mudahan bisa berkembang, bisa buka usaha,” harapnya.

  • Santri Ganjar Bekali Para Santri Kemampuan Desain Grafis

    Santri Ganjar Bekali Para Santri Kemampuan Desain Grafis

    SUARAPUBLIK.ID, OKI-Hadapi semakin ketatnya persaingan era society 5.0, sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Sumatra Selatan membekali para santri Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kemampuan kekinian dalam menunjang kemandirian.

    Santri milenial di Pondok Pesantren Yasinda, Desa Tugu jaya, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Sumsel mendapatkan pelatihan desain grafis dari simpatisan Ganjar Pranowo pada Minggu (2/7/2023).

    Tak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi informasi yang kian pesat membuat desain grafis memiliki peran cukup penting di berbagai aspek.

    Misalnya saja untuk mendorong penjualan suatu produk, pemasaran, periklanan, hingga konten visual. Maka, skill kekinian seperti inilah yang diperlukan untuk para santri milenial.

    “Tujuan dari pelatihan desain grafis ini agar seluruh santri yang ada di pondok pesantren ini bisa menguasai bidang IT khususnya di bidang desain grafis. Agar mereka bisa mengikuti zaman yang dimana zaman sekarang kan lebih ke digital,” ucap Koordinator Wilayah SDG Sumsel, Samsul Bahri.

    Para santri milenial begitu fokus memerhatikan setiap materi yang disampaikan oleh Eko Setiawan selaku mentor, meliputi pengenalan prinsip dasar, aplikasi, elemen dasar, warna dalam desain, hingga outputnya.

    Secara bergantian, santri putra dan putri mengikuti pelatihan desain grafis itu di dalam ruang kelas. Tersedia pula laptop agar santri bisa mencoba secara langsung membuat desain poster.

    “Ini sebenarnya dari pihak pondok pesantren meminta untuk dilaksanakan nya pelatihan desain grafis karena di pondok ini belum ada pelatihan tersebut untuk para santri,” jelas Samsul.

    Samsul berharap, pelatihan ini dapat memotivasi santri supaya lebih mengembangkan kreativitas dan kemampuan mendesain, sehingga menjadi peluang usaha untuk meningkatkan ekonominya di masa mendatang.

    Selain itu, SDG Sumsel juga menyerahkan sejumlah bantuan meliputi pasir dan cat guna menunjang pembangunan ponpes, serta laptop untuk menyukseskan proses belajar mengajar para santri.

    Salah satu santriwati, Anggrayni (17) mengatakan pelatihan ini sangatlah menarik karena dapat menjadi peluang bagi santri untuk meningkatkan kreativitas serta menambah penghasilan tambahan.

    “Kalau untuk santri sih bagus karena kan untuk mengembangkan pondok juga terus buat kreativitas, dan penghasilan ya buat ke depannya kita juga,” ucap dia.

    Sebagai informasi, SDG Sumsel turut melakukan doa bersama demi kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menyisipkan harapan agar Ganjar Pranowo diberikan kelancaran dalam kontestasi pemilu 2024.

  • Wong Kito Ganjar Berikan Hewan Kurban di 3 Titik Kota Palembang

    Wong Kito Ganjar Berikan Hewan Kurban di 3 Titik Kota Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sukarelawan Wong Kito Dewe dukung Ganjar menyambut suka cita momentum Iduladha 1444H dengan menyerahkan sejumlah hewan kurban untuk membantu masyarakat, Kamis (29/6).

    Simpatisan Ganjar itu menyediakan sembilan ekor kambing untuk disebar pada tiga titik di Kota Palembang, yakni, Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang, Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarame, dan Kelurahan 2 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1.

    Perwakilan Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Kota Palembang, Ahmad Nurhadi mengatakan penyerahan hewan kurban ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur sekaligus menebar kebermanfaatan kepada warga “Bumi Sriwijaya”.

    “Hari ini kami memang dari relawan Wong Kito Dewe melakukan kegiatan yang bertepatan dengan momentum Iduladha. Kami melaksanakan penyembelihan tiga ekor kambing diatasnamakan untuk bapak Ganjar Pranowo dan ibu Nyai Hj. Siti Atiqoh,” kata Nurhadi ditemui di Kelurahan Lebong Gajah.

    Setelah dilakukan prosesi penyembelihan hewan kurban, daging kambing tersebut langsung didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima atau mustahik.

    Dia pun berharap penyerahan hewan dan distribusi daging kurban ini dapat mempererat tali silaturahmi serta memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

    “Rencananya itu nanti daging-daging itu akan dibagikan ke 40 mustahik di setiap titik itu jadi lebih kurang 120 mustahik akan menerima daging yang kita sumbangkan atas nama bapak Ganjar ini,” jelas dia.

    Di sela-sela kegiatan, pihaknya bersama panitia kurban juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih hewan kurban, hingga tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.

    Kegiatan positif ini disambut baik oleh masyarakat, salah satunya Ruslan (56) selaku tokoh masyarakat setempat. Dia mengapresiasi langkah positif relawan Ganjar untuk menolong masyarakat khususnya dalam momentum Iduladha.

    “Kami dari seluruh warga RT28 tentunya banyak mengucapkan terima kasih atas bantuan dari relawan Bapak Ganjar Pranowo dalam hal ini saya pribadi ketua dari panitia kurban mengucapkan banyak terima kasih dalam hal ini kami turut terbantukan kepada masyarakat di sini,” ucap dia.

  • Mak Ganjar Bimbing Masyarakat Membuat Tapai dari Singkong

    Mak Ganjar Bimbing Masyarakat Membuat Tapai dari Singkong

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sukarelawan Mak Ganjar berkolaborasi dengan UMKM setempat menggelar pelatihan membuat tapai dengan bahan dasar singkong di Kelurahan 22 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (21/6/2023).

    Koordinator Wilayah Mak Ganjar Sumsel, Seftiana mengatakan pelatihan itu menargetkan masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk ibu rumah tangga hingga anggota komunitas lokal yang tertarik untuk mempelajari proses pembuatan tapai dari singkong.

    “Mak Ganjar melakukan pelatihan dengan UMKM dalam pembuatan tapai yang berbahan dasar singkong,” kata Seftiana seusai acara.

    Seftiana menyatakan pelatihan yang diiringi dengan praktik langsung yang diberikan kepada masyarakat akan memberikan dampak jangka panjang dalam mengembangkan keterampilan membuat tapai, serta mengembangkan potensi wirausaha.

    “Memberikan ilmu kepada masyarakat agar bisa membuat tape singkong. Selain untuk cemilan di rumah, bisa dijual untuk pendapatan sehari-hari,” ujar dia.

    Dalam pelatihan, masyarakat diajarkan memilih singkong yang tepat, membersihkannya, mengolahnya menjadi adonan, dan melakukan proses fermentasi yang benar.

    Selain itu, masyarakat juga diajarkan tentang kebersihan dan higienitas dalam pembuatan tapai berbahan singkong agar produk yang dihasilkan aman dan berkualitas tinggi.

    “Permentasinya dibutuhkan sekitar tiga hari untuk menghasilkan tapai itu,” ujar Seftiana.

    Masyarakat juga diajarkan pengetahuan mengenai inovasi dan variasi mengenai produk makanan yang bisa dibuat dengan bahan dasar tapai. Seftiana menyebut, tapai bisa dibuat makanan yang bervariasi, seperti bolu tapai hingga sarikaya tapai.

    Menurut Seftiana, inovasi ini diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan tapai singkong dengan karakteristik yang unik dan menarik.

    Kegiatan ini disambut baik dan antusias dari masyarakat di Palembang. Salah satu peserta, Ermawati mengaku senang dan terinpirasi untum membuat tapai untuk dikonsumsi dan dijual.

    “Saya senang, acaranya bagus. Cara membuat tapai bisa diterapkan di rumah untuk mata pencaharian,” imbuhnya.

  • Pemuda Mahasiswa Nusantara Sumsel Gelar Tournamen Mobile Legends di Palembang 

    Pemuda Mahasiswa Nusantara Sumsel Gelar Tournamen Mobile Legends di Palembang 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Relawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Pemuda Mahasiswa Nusantara (PMN) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar turnamen Mobile Legends yang dihelat di Jalan Mayor Santoso,

    20 Ilir D.III, Kecamatan Ilir, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (14/6/2023).

    Turnamen Mobile Legends yang dilaksanakan loyalis Ganjar Pranowo itu diikuti oleh para pemuda dan mahasiswa se-Kota Palembang.

    Koordinator Wilayah PMN Sumsel, Sabili mengatakan ada ratusan anak muda yang ikut dan terlibat dalam perlombaan gim online tersebut.

    Menurut dia, kegiatan tersebut digelar untuk mengasah kemampuan kretivitas para milenial dalam hal bermain game.

    “Tournament Mobile Legends ini merupakan bentuk cabang olahraga E-Sport yang sudah global, membuang stigma negatif bahwa bermain game juga bisa meningkatkan kreativitas tersendiri bagi pemainnya,” ungkap Sabili dalam siaran persnya, Rabu.

    Dia menambahkan pertandingan ini dilaksanakan bertujuan untuk bersilahturahmi kepada penggemar game online di Kota Palembang yang terdiri dari anak anak muda millenials.

    Sabili menyebut acara tersebut mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat sekitar. Hal itu terlihat dari peserta yang hadir untuk mengikuti turmanen tersebut.

    “Kegiatan ini dihadiri ratusan Pemuda/Mahasiswa Kota Palembang, mereka sangat senang. Kami berkomitmen untuk tetap terus melakukan kegiatan bermanfaat bagi Pemuda Pemudi Millenials di Sumatera Selatan,” tutur dia.

    Sejumlah hadiah menarik pun disiapkan untuk para pemenang perlombaan tersebut.

    Selain itu, PMN turut menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo kepada para pemuda yang hadir.

    Anggi salah satu peserta mengatakan pihaknya sangat menyukai kegiatan bermanfaat ini dilaksanakan. Dia mengaku senang bisa mengikuti turnamen resmi mobile legends seperti ini.

    “Terima kasih kepada Pemuda Mahasiswa Nusantara Sumsel yang telah mengadakan kegiatan tournament ini. Kami senang akhirnya bisa mengikuti turnament resmi mobile legends seperti ini,” ungkap dia.

    Salah satu peserta lainnya, Bobby mengaku sangat antusias mengikuti pertandingan tersebut. Dia mengatakan pertandingan sangat sengut karena para peserta di Palembang sangat mahir dalam bermain game online itu.

    “Kami sangat terima kasih kepada PMN Sumatera Selatan. Kami sangat antusias jika ada turnament ini lagi,” ungkap dia.

  • Gandeng HMPS PBIN UIN RF, GMC Sumsel Gelar Lomba Stand Up Comedy

    Gandeng HMPS PBIN UIN RF, GMC Sumsel Gelar Lomba Stand Up Comedy

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG-  Sukarelawan Ganjar Milenial Center (GMC) menggelar lomba stand up comedy bersama Himpunan Mahassiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN Rafah) Palembang, Selasa (12/06/2023).

    Kegiatan yang diikuti oleh para milenial itu digelar di Kedai Koppinko, Jalan Hoki, Kelurahan Lorok pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

    Koordinator Wilayah GMC Sumsel Rudianto Widodo mengatakan kompetisi tersebut dilaksanakan untuk mengenalkan stand up comedy sebagai saluran positif dalam berkarya kepada masyarakat di Palembang.

    Menurut dia, kompetisi yang diikuti oleh para peserta komika yang berada di Sumsel, khususnya di Kota Palembang itu untuk mengasah kemampuan mereka dalam kreativitas.

    “Ini dilaksanakan sebagai usaha Ganjar Milenial Center dalam pengembangan bakat minat para generasi milenial khususnya yang berada di Sumatera Selatan,” ungkap Rudianto dalam siaran persnya.

    Dia menambahkan kompetisi itu merupakan salah satu wujud kepedulian para pendukung Ganjar Pranowo itu terhadap potensi non akademik para milenial.

    “Kami mencoba menggali potensi non akademik para milenial yang ada di sini. Salah satunya di bidang stand up comedy. Ini salah satu seni berkomedi yang simple namun banyak digandrungi para milenial,” ucap dia.

    Menurut Rudianto kegiatan tersebut sejalan dengan Ganjar Pranowo yang terus mendukung anak muda milenial memiliki kemampuan kreativitas dalam kehidupannya.

    Sementara itu, Pratiwi salah satu anggota HMPS Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Fatah Palembang menyampaikan apresiasinya kepada Ganjar Milenial Center Sumsel.

    Dia mengaku kegiatan tersebut sangat menarik karena banyak diminati oleh masyarakat dari seluruh kalangan.

    “Kegiatan ini sangat positif, kami lihat di dunia stand up comedy ini pun banyak diminati oleh generasi milenial dan kami sangat senang bisa dilibatkan dalam kegiatan positif seperti ini,” kcap Pratiwi.