Tag: Pertamina Drilling

  • Pertamina Drilling dan ITB Tandatangani MoU untuk Perkuat Riset dan Pengembangan SDM Migas Nasional

    Pertamina Drilling dan ITB Tandatangani MoU untuk Perkuat Riset dan Pengembangan SDM Migas Nasional

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia serta riset teknologi di sektor migas nasional. Penandatanganan dilaksanakan di kantor pusat Pertamina Drilling, Jakarta, Jum’at (5/12).

    Inisiatif kolaboratif ini lahir dari komitmen kedua institusi untuk meningkatkan kapabilitas dan memperluas sinergi strategis, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi serta peningkatan kompetensi SDM. Pertamina Drilling dan ITB meyakini bahwa kerja sama tersebut akan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan industri migas Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan riset nasional.

    MoU ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengembangkan berbagai peluang kerja sama yang relevan dengan ruang lingkup para pihak. Termasuk di dalamnya kegiatan diskusi, penyusunan program bersama, hingga pelaksanaan uji kelayakan dan keteknikan atas peluang kolaborasi masa depan.

    Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi Pengembangan bidang pendidikan, Penelitian dan pengembangan (R&D), Pengabdian kepada masyarakat, Pemanfaatan fasilitas dan sumber daya laboratorium serta bidang-bidang lain yang disepakati bersama di masa mendatang.

    Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Avep Disasmita, Direktur Utama Pertamina Drilling, dan Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen dari kedua belah pihak, menandai dimulainya babak baru kolaborasi strategis yang diharapkan membawa inovasi dan terobosan bagi industri migas tanah air.

    “Kami meyakini bahwa kerja sama ini akan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi kemajuan industri migas dan dunia pendidikan tinggi,” ujar Avep dalam kesempatan tersebut.

    Ke depan, Pertamina Drilling dan ITB optimistis bahwa sinergi ini akan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan inovasi teknologi pengeboran yang lebih kompetitif, berbasis riset, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

  • Libur Natal dan Tahun Baru, 38 Rig Pertamina Drilling Tetap Beroperasi Jaga Pasokan Energi Nasional

    Libur Natal dan Tahun Baru, 38 Rig Pertamina Drilling Tetap Beroperasi Jaga Pasokan Energi Nasional

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Di tengah momentum libur Natal dan Tahun Baru (NATARU), PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memastikan operasional pengeboran migas tetap berjalan tanpa henti. Sebanyak 38 rig milik Pertamina Drilling tetap beroperasi di berbagai wilayah Indonesia sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

    Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan operasional selama masa libur akhir tahun, Pertamina Drilling membentuk Satuan Tugas (Satgas) Libur Natal dan Tahun Baru (NATARU) yang bertugas melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh aktivitas operasi pengeboran.

    Seluruh rig ini tersebar dan beroperasi di Regional 1, Regional 2, Regional 3, dan Regional 4. Rig-rig tersebut memiliki kapasitas beragam, mulai dari 150 horse power (HP) hingga 1.500 HP, menyesuaikan kebutuhan operasi di masing-masing wilayah kerja.

    Setiap rig dioperasikan oleh sekitar 90 kru, sehingga secara total terdapat lebih dari 3.400 kru Pertamina Drilling yang tetap siaga selama masa pergantian tahun. Para kru ini bekerja dalam sistem pengamanan dan pengawasan berlapis untuk memastikan operasi tetap aman, selamat, dan andal.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa akhir tahun bukan alasan untuk menurunkan standar keselamatan dan kewaspadaan kerja.

    “Menjelang akhir dan pergantian tahun, kami meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap seluruh aktivitas operasi. Pertamina Drilling memastikan seluruh kegiatan tetap berjalan aman, selamat, dan terkendali dengan pengawasan melekat yang konsisten,” ujar Avep.

    Dalam rangka pengamanan operasi NATARU, manajemen Pertamina Drilling menerapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya serah terima tugas yang jelas, memastikan setiap personel memahami tanggung jawabnya, serta penjadwalan kegiatan operasi agar menghindari aktivitas non-rutin yang bersifat kritikal atau berisiko tinggi selama masa libur.

    Selain itu, perusahaan juga memastikan seluruh peralatan kerja dalam kondisi layak operasi sesuai prosedur keselamatan, serta menjamin kesiapan Emergency Response Organization (ERO) di seluruh level organisasi, mulai dari Site Emergency Response Team (SERT), Incident Management Team (IMT), hingga Business Support Team (BST).

    Kesiapan peralatan tanggap darurat, personel siaga non-emergency, serta pelaksanaan On Duty Management (ODM) juga menjadi perhatian utama guna memastikan pengawasan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan optimal.

    Tak hanya aspek teknis, Pertamina Drilling turut memperhatikan aspek sosial dan keamanan di sekitar wilayah operasi, menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat, serta memastikan seluruh pekerja dan kontraktor memenuhi standar fit-to-work sesuai ketentuan perusahaan.

    “Keselamatan adalah prioritas utama,” tegas Avep.

    Melalui pengawasan ketat, kesiapan sumber daya manusia, serta penerapan standar keselamatan yang disiplin, Pertamina Drilling berkomitmen menjaga kegiatan operasi di akhir tahun tetap berjalan lancar, aman, dan tanpa gangguan, sekaligus memastikan roda pasokan energi nasional terus bergerak demi kebutuhan masyarakat.

  • Pertamina Drilling Salurkan Santunan untuk 75 Anak Yatim, Dhuafa, dan Difabel di HUT ke-68 Pertamina

    Pertamina Drilling Salurkan Santunan untuk 75 Anak Yatim, Dhuafa, dan Difabel di HUT ke-68 Pertamina

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mewakili manajemen Pertamina Holding menyalurkan santunan kepada anak yatim, dhuafa, dan difabel dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pertamina. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (23/12).

    Santunan diserahkan langsung oleh Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita bersama jajaran manajemen. Total sebanyak 75 anak yatim, dhuafa, dan difabel menerima manfaat dalam kegiatan tersebut.

    “Dalam momentum HUT ke-68 Pertamina ini, kami mewakili manajemen Pertamina Holding mengucap syukur atas seluruh pencapaian yang telah diraih. Rasa syukur itu kami wujudkan dengan berbagi kepada sesama,” ujar Avep Disasmita.

    Avep menjelaskan, kegiatan sosial ini merupakan bagian dari road map keberlanjutan perusahaan sekaligus cerminan nilai-nilai Pertamina dalam menjalankan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga kepedulian sosial.

    “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Pertamina tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat, sehingga berbagi menjadi tanggung jawab moral yang terus kami jaga,” katanya.

    Adapun penerima santunan berasal dari berbagai lembaga dan komunitas, di antaranya anak yatim binaan Masjid Al Ijtihad, anak yatim binaan RW 02 Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, anak yatim binaan LAZIS Muhammadiyah Setiabudi, serta anak yatim binaan Karang Taruna Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi.

    Salah satu anak penerima manfaat, Muhammad Nizam Ramadhan (10), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, santunan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sekolah.

    “Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat. Insya Allah akan saya gunakan untuk membeli perlengkapan sekolah. Terima kasih Pertamina,” ujar Nizam.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara Pertamina Drilling, sebagai bagian dari Subholding Pertamina, dengan masyarakat sekitar wilayah operasional dan pusat kegiatan perusahaan.

    Melalui peringatan HUT ke-68 Pertamina, Pertamina Drilling berharap dapat terus berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sosial serta memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

  • Pertamina Drilling Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT ke-68 PT Pertamina

    Pertamina Drilling Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT ke-68 PT Pertamina

    SUARAPUBLIK.ID, PALI – Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menggelar kegiatan donor darah yang bertempat di Workshop Maintenance Sumatera Bagian Selatan (SBS), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (9/12). Kegiatan sosial ini terlaksana berkat kerja sama dengan PMI PALI, Rig Operation (RO) II, RO VI dan RO VII.

    Manager Rig Operation II turut hadir dan memberikan dukungan langsung selama pelaksanaan. Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme perwira Pertamina Drilling dan keluarga besar SBS yang berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

    Kegiatan donor darah ini diikuti oleh kurang lebih 60 pendaftar, dan berhasil mengumpulkan sekitar 45 kantong darah yang diserahkan kepada PMI PALI untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Sumbagsel. Dan ini telah menjadi agenda rutin Pertamina Drilling SBS, dan tahun 2025 mencatatkan pelaksanaan ini sebagai yang ketiga.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Donor darah bukan hanya tentang membantu sesama, tetapi juga bagian dari komitmen Pertamina Drilling dalam menghadirkan nilai kebermanfaatan bagi masyarakat. Kami bangga karena kegiatan seperti ini terus menjadi budaya di lingkungan Pertamina Drilling, sejalan dengan semangat HUT ke-68 Pertamina untuk terus memberi energi positif bagi Indonesia,” ujarnya.

    Sebagai perusahaan jasa pengeboran energi nasional, Pertamina Drilling terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi Indonesia melalui layanan pengeboran yang andal, inovatif, dan berstandar tinggi. Selain menjalankan aktivitas operasional, Pertamina Drilling juga aktif melaksanakan berbagai program sosial dan kemasyarakatan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan di seluruh wilayah operasi.

  • Pertamina Drilling Kembali Salurkan Bantuan ke Posko Pengungsian di Sekitar Operasi Rig

    Pertamina Drilling Kembali Salurkan Bantuan ke Posko Pengungsian di Sekitar Operasi Rig

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di sekitar wilayah operasi RIG PDSI#19.1 LTO-350. Bantuan kali ini berupa pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak, melengkapi bantuan sebelumnya berupa sembako dan makanan siap saji.

    Bantuan disalurkan ke Posko Pengungsian Desa Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan dilakukan oleh Rig Superintendent RIG PDSI#19.1 LTO-350, Surya Budiman, didampingi HSSE Rig Marwin Ramadhan, petugas keamanan rig Kamaludin, serta Humas Project Angga Danu Prabowo. Bantuan diterima langsung oleh Ayub, tokoh masyarakat yang juga koordinator Posko Desa Alur Cucur, Sabtu (6/12).

    Rig Superintendent RIG PDSI#19.1 LTO-350, Surya Budiman, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar operasi. “Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami berusaha hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian banjir, terutama di area terdekat dengan aktivitas operasi kami,” ujarnya.

    Sementara itu, Ayub menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pertamina Drilling dalam membantu warga yang terdampak. “Terima kasih kepada Pertamina Drilling. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para pengungsi, terutama pakaian yang memang sedang sangat dibutuhkan. Kami berharap kerja sama dan kepedulian ini terus berlanjut,” ungkapnya.

    Pertamina Drilling memastikan akan terus memantau kondisi lapangan dan berkolaborasi dengan aparat desa untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat.

  • Pertamina Drilling Borong Empat Penghargaan pada Ajang IQSA 2025

    Pertamina Drilling Borong Empat Penghargaan pada Ajang IQSA 2025

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA — Kiprah Pertamina Drilling dalam menjaga standar keselamatan dan keberlanjutan kembali mendapat pengakuan nasional. Pada malam puncak Indonesia QHSE & Sustainability Award (IQSA) 2025 yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (27/11), perusahaan ini berhasil meraih empat kategori penghargaan sekaligus, menegaskan posisi mereka sebagai salah satu pelaku industri jasa pengeboran yang konsisten mengedepankan budaya QHSE.

    Penghargaan tersebut diberikan oleh Business Asia Indonesia bersama Forum QHSE BUMN Konstruksi, yang setiap tahun menilai berbagai perusahaan berdasarkan kinerja dan inovasi di bidang kualitas, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan. Tahun ini, Pertamina Drilling menjadi salah satu perusahaan yang mendominasi daftar penerima penghargaan.

    Salah satu apresiasi tertinggi yang diterima adalah gelar “The Best Concerned QHSE”, sebuah pengakuan terhadap keseriusan perusahaan dalam membangun sistem manajemen keselamatan dan keberlanjutan yang terukur. Tidak hanya itu, Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, juga dinobatkan sebagai “The Best CEO for Corporate QHSE” atas kepemimpinannya dalam memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasi.

    Pertamina Drilling turut meraih dua kategori lain, yakni “The Best QHSE Innovation” dan “The Best QHSE Culture”. Kedua penghargaan ini sekaligus mencerminkan kemampuan perusahaan menghadirkan inovasi dan menerapkan budaya keselamatan yang berkelanjutan di sektor jasa pengeboran migas nasional.

    Penilaian ajang IQSA 2025 tidak dilakukan secara sembarangan. Juri menggunakan berbagai indikator seperti Lost Time Injury Frequency Rate (LTI-FR), tingkat kepatuhan terhadap audit keselamatan, hingga inisiatif proaktif perusahaan dalam mencegah insiden kerja. Melalui berbagai parameter tersebut, Pertamina Drilling dianggap mampu menjaga level keselamatan yang berada di atas standar industrinya.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Ismail Pakaya, turut memberikan pesan strategis bagi pelaku industri. Ia menegaskan bahwa penguatan standar keselamatan merupakan fondasi penting dalam menciptakan daya saing Indonesia menjelang era Indonesia Emas 2045.

    Ismail menambahkan bahwa pemerintah tengah memperkuat transformasi regulasi K3 agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan dinamika kebutuhan industri masa depan. Langkah tersebut mencakup perbaikan standar, peningkatan kompetensi pengawas, serta modernisasi sistem manajemen keselamatan di berbagai sektor.

    Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menyampaikan bahwa raihan empat penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh perwira perusahaan yang tidak pernah berhenti menjunjung aspek keselamatan dalam setiap kegiatan operasional. Menurutnya, penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

    Avep menegaskan bahwa Pertamina Drilling akan terus memperkuat komitmen menuju operasi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, perusahaan ini memainkan peran penting dalam mendukung kemandirian energi nasional melalui layanan pengeboran, workover, hingga integrated project management. Dengan pengalaman 17 tahun dan dukungan pusat pelatihan Indonesia Drilling Training Center (IDTC), Pertamina Drilling berkomitmen meneruskan inovasi demi keberlanjutan industri migas nasional.

  • Komisaris & Direksi Pertamina Tinjau Langsung Produk Upcycling Pertamina Drilling

    Komisaris & Direksi Pertamina Tinjau Langsung Produk Upcycling Pertamina Drilling

    JAKARTA, SUARAPUBLIK.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berpartisipasi aktif dalam kegiatan ECORUN 2025, sebuah ajang kampanye lingkungan yang menghadirkan kolaborasi antara olahraga, edukasi, dan inovasi hijau. Dalam kegiatan ini, Manajemen Pertamina Drilling turut hadir untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendorong praktik keberlanjutan dan pengurangan limbah operasional di industri pengeboran migas.

    Salah satu sorotan utama pada ajang ECORUN adalah kunjungan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri serta Wakil Dirut Pertamina Oki Muraza ke Booth SHU yang salah satunya menampilkan rangkaian produk recycle hasil inovasi GUD – Gear Upcycling Drilling, program daur ulang baju coverall yang dikembangkan oleh Pertamina Drilling.

    Pada kesempatan tersebut, ketiganya meninjau secara langsung beberapa produk unggulan program GUD, seperti Sepatu Upcycle GUD dan Pouch Golf GUD, yang dibuat dari coverall bekas yang telah melalui proses pembersihan, pemilahan, dan pengolahan disulap menjadi produk fungsional dan bernilai guna kembali.

    Inisiatif GUD merupakan bagian dari strategi keberlanjutan Pertamina Drilling untuk mengurangi limbah industri, sekaligus memberikan nilai tambah melalui upcycling material yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Program ini juga mendorong kreativitas, kolaborasi antar fungsi, serta implementasi prinsip circular economy di sekitar wilayah operasi.

    Dirut Pertamina Drilling Avep Disasmita mengungkapkan, “Kunjungan Komisaris dan Direksi Pertamina mendapat apresiasi positif karena menjadi dukungan moral bagi tim inovasi Pertamina Drilling untuk terus mengembangkan produk ramah lingkungan. Program GUD diharapkan dapat diperluas ke lebih banyak jenis material dan dapat berkontribusi pada target pengurangan jejak karbon Pertamina Group,” ungkapnya.

    Partisipasi aktif Pertamina Drilling dalam ECORUN sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung budaya hijau, inovasi keberlanjutan, serta implementasi Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis perusahaan.

  • Pertamina Drilling Perkuat Daya Saing Industri Pemboran Nasional Lewat Transformasi Knowledge Management

    Pertamina Drilling Perkuat Daya Saing Industri Pemboran Nasional Lewat Transformasi Knowledge Management

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), perusahaan jasa pemboran minyak, gas, dan panas bumi di bawah Subholding Upstream Pertamina Hulu Energi, terus memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di industri layanan energi nasional. Salah satu motor penggerak transformasi perusahaan adalah pengembangan Knowledge Management (KM) yang kini menjadi fondasi utama dalam meningkatkan keandalan operasi, keselamatan kerja, dan efisiensi biaya.

    Sejalan dengan arah transformasi bisnis Pertamina Group, Pertamina Drilking menempatkan pengetahuan sebagai aset strategis yang harus dikelola secara terstruktur, terukur, dan dapat direplikasi di seluruh operasi rig dan project. Melalui pendekatan ini, setiap pengalaman lapangan, inovasi teknis, hingga temuan perbaikan dijadikan bagian dari memori korporat yang terus berkembang.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita menyampaikan bahwa penguatan knowledge management bukan hanya sebagai kebutuhan dokumentasi, tetapi juga sebagai engine of excellence bagi masa depan perusahaan.

    “Di industri pemboran yang berisiko tinggi, pengetahuan adalah energi baru. Semakin sering dibagikan, semakin besar dampaknya bagi keselamatan, efisiensi, dan produktivitas. Karena itu, Pertamina Drilling berkomitmen membangun budaya berbagi pengetahuan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya saat pembukaan Drilling Innovation Forum (DIF 2025)

    Langkah konkret penguatan budaya berbagi pengetahuan diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya UPN Veteran Yogyakarta, untuk kerja sama sharing session, penelitian terapan, magang industri, dan pengembangan kapasitas SDM.

    Kolaborasi ini menjadi jembatan antara pengetahuan akademis dan pengalaman operasional rig, sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

    Salah satu terobosan utama Pertamina Drilling adalah peluncuran D-Library, platform digital terpadu yang menjadi rumah bagi seluruh referensi teknis, panduan keselamatan, best practice rig operation, lesson learned, hingga success story Continuous Improvement Program (CIP). Platform ini dilengkapi fitur pencarian cepat, video learning, hingga live chat dengan author pengetahuan untuk mendukung akses informasi di rig maupun kantor.

    Selain itu, Pertamina Drilling juga mengembangkan berbagai inisiatif berbagi pengetahuan seperti Drilling Innovation Forum (DIF), Knowledge Sharing Session Rutin dan Communities of Practice yang melibatkan engineer, teknisi, operator rig, serta fungsi enabler, Pemeran aset pengetahuan berupa inovasi yang tahun-tahun sebelumnya mendapatkan penghargaan Internasional, Program ini mendorong kolaborasi lintas fungsi sehingga solusi dan inovasi operasional dapat direplikasi secara luas.

    Tidak ketinggalan, Pertamina Drilling juga mengoperasikan IDTC (Indonesia Drilling Training Center) sebagai pusat pelatihan berstandar global untuk tenaga kerja industri pemboran. IDTC menyediakan berbagai program pelatihan teknis, simulasi operasi rig, modul keselamatan, hingga pelatihan berbasis kasus nyata. Keberadaan IDTC memastikan bahwa tacit knowledge para senior di lapangan terdokumentasi dan ditransfer secara sistematis kepada generasi berikutnya.

    Untuk mendukung ekosistem KM secara menyeluruh, Pertamina Drilling menyediakan Komet Room, fasilitas lengkap yang dilengkapi perangkat live broadcasting, studio recording, hingga podcast profesional.

    Ruang ini menjadi pusat bagi pembuatan konten edukasi, dokumentasi tacit knowledge, dan produksi materi pembelajaran digital, sehingga pengetahuan dapat disebarkan lebih luas dan lebih menarik.

    Abimanyu Suryadi, VP Human Capital Pertamina Drilling menegaskan, “Dengan hadirnya D-Library, IDTC, CoP, dan kolaborasi akademik, Pertamina Drilling sedang membangun ekosistem pengetahuan yang lengkap dari penciptaan, dokumentasi, hingga distribusi. Target kami adalah memastikan setiap pembelajaran lapangan menjadi aset yang memperkuat keselamatan, efisiensi, dan inovasi di seluruh operasi perusahaan.”

    Ia menambahkan bahwa penguatan Knowledge Management adalah fondasi strategis bagi Pertamina Drilling dalam mempertahankan daya saing dan memenuhi tuntutan industri energi masa depan.

  • Petamina Drilling Perkuat Daya Saing Industri Pemboran Nasional Lewat Transformasi Knowledge Management

    Petamina Drilling Perkuat Daya Saing Industri Pemboran Nasional Lewat Transformasi Knowledge Management

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), perusahaan jasa pemboran minyak, gas, dan panas bumi di bawah Subholding Upstream Pertamina Hulu Energi, terus memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di industri layanan energi nasional. Salah satu motor penggerak transformasi perusahaan adalah pengembangan Knowledge Management (KM) yang kini menjadi fondasi utama dalam meningkatkan keandalan operasi, keselamatan kerja, dan efisiensi biaya.

    Sejalan dengan arah transformasi bisnis Pertamina Group, Pertamina Drilking menempatkan pengetahuan sebagai aset strategis yang harus dikelola secara terstruktur, terukur, dan dapat direplikasi di seluruh operasi rig dan project. Melalui pendekatan ini, setiap pengalaman lapangan, inovasi teknis, hingga temuan perbaikan dijadikan bagian dari memori korporat yang terus berkembang.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita menyampaikan bahwa penguatan knowledge management bukan hanya sebagai kebutuhan dokumentasi, tetapi juga sebagai engine of excellence bagi masa depan perusahaan.

    “Di industri pemboran yang berisiko tinggi, pengetahuan adalah energi baru. Semakin sering dibagikan, semakin besar dampaknya bagi keselamatan, efisiensi, dan produktivitas. Karena itu, Pertamina Drilling berkomitmen membangun budaya berbagi pengetahuan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya saat pembukaan Drilling Innovation Forum (DIF 2025).

    Langkah konkret penguatan budaya berbagi pengetahuan diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya UPN Veteran Yogyakarta, untuk kerja sama sharing session, penelitian terapan, magang industri, dan pengembangan kapasitas SDM.

    Kolaborasi ini menjadi jembatan antara pengetahuan akademis dan pengalaman operasional rig, sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

    Salah satu terobosan utama Pertamina Drilling adalah peluncuran D-Library, platform digital terpadu yang menjadi rumah bagi seluruh referensi teknis, panduan keselamatan, best practice rig operation, lesson learned, hingga success story Continuous Improvement Program (CIP). Platform ini dilengkapi fitur pencarian cepat, video learning, hingga live chat dengan author pengetahuan untuk mendukung akses informasi di rig maupun kantor.

    Selain itu, Pertamina Drilling juga mengembangkan berbagai inisiatif berbagi pengetahuan seperti Drilling Innovation Forum (DIF), Knowledge Sharing Session Rutin dan Communities of Practice yang melibatkan engineer, teknisi, operator rig, serta fungsi enabler, Pemeran aset pengetahuan berupa inovasi yang tahun-tahun sebelumnya mendapatkan penghargaan Internasional, Program ini mendorong kolaborasi lintas fungsi sehingga solusi dan inovasi operasional dapat direplikasi secara luas.

    Tidak ketinggalan, Pertamina Drilling juga mengoperasikan IDTC (Indonesia Drilling Training Center) sebagai pusat pelatihan berstandar global untuk tenaga kerja industri pemboran. IDTC menyediakan berbagai program pelatihan teknis, simulasi operasi rig, modul keselamatan, hingga pelatihan berbasis kasus nyata. Keberadaan IDTC memastikan bahwa tacit knowledge para senior di lapangan terdokumentasi dan ditransfer secara sistematis kepada generasi berikutnya.

    Untuk mendukung ekosistem KM secara menyeluruh, Pertamina Drilling menyediakan Komet Room, fasilitas lengkap yang dilengkapi perangkat live broadcasting, studio recording, hingga podcast profesional.

    Ruang ini menjadi pusat bagi pembuatan konten edukasi, dokumentasi tacit knowledge, dan produksi materi pembelajaran digital, sehingga pengetahuan dapat disebarkan lebih luas dan lebih menarik.

    Abimanyu Suryadi, VP Human Capital Pertamina Drilling menegaskan, “Dengan hadirnya D-Library, IDTC, CoP, dan kolaborasi akademik, Pertamina Drilling sedang membangun ekosistem pengetahuan yang lengkap dari penciptaan, dokumentasi, hingga distribusi. Target kami adalah memastikan setiap pembelajaran lapangan menjadi aset yang memperkuat keselamatan, efisiensi, dan inovasi di seluruh operasi perusahaan.”

    Ia menambahkan bahwa penguatan Knowledge Management adalah fondasi strategis bagi Pertamina Drilling dalam mempertahankan daya saing dan memenuhi tuntutan industri energi masa depan.

  • Raih USD 446.37 Juta Tahun 2024, Pendapatan Pertamina Drilling Tertinggi Dalam Lima Tahun Terakhir

    Raih USD 446.37 Juta Tahun 2024, Pendapatan Pertamina Drilling Tertinggi Dalam Lima Tahun Terakhir

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2024 di kantor pusat Jakarta, Senin (16/6). Dalam rapat ini, perusahaan berhasil mencatatkan kinerja positif dengan membukukan pendapatan sebesar USD 446.37 juta.

    Tercatat revenue 2024 ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pertamina Drilling juga mencatatkan laba bersih sebesar USD 23 juta. Capaian ini ditopang oleh sejumlah proyek strategis di sektor eksplorasi dan produksi migas.

    RUPS tahun buku 2024 Pertamina Drilling dihadiri oleh Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Whisnu Bahriansyah, yang hadir mewakili manajemen PHE sebagai pemegang saham mayoritas. Turut hadir pula Direktur Utama PT Pertamina Pedeve Indonesia, Rahmi Amini, sebagai perwakilan pemegang saham lainnya.

    Dalam arahannya, Whisnu menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja operasional dan keuangan Pertamina Drilling di tengah berbagai tantangan industri energi global. Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif pengembangan ke depan. Menurutnya, kinerja HSSE perlu dijaga serta terus ditingkatkan, manajemen risiko harus diterapkan secara konsisten, serta kualitas dan kuantitas rig harus ditingkatkan. Ia juga mendorong perluasan pasar luar negeri tanpa mengabaikan kekuatan pasar domestik.

    Diantara proyek strategis yang ditandatangani adalah kerjasama Pertamina Drilling bersama PHR dalam proyek IDESS, kerjasama operasi dengan PHE Regional 2, serta tajak awal bersama ExxonMobil yang disepakai tahun sebelumnya. Kepercayaan perusahaan migas internasional terhadap layanan Pertamina Drilling menjadi indikator kapabilitas dan daya saing global perusahaan.

    Langkah ekspansi internasional juga ditandai dengan proyek luar negeri pertama berupa penyediaan jasa Gas Monitoring System di Malaysia. Proyek ini merupakan tonggak sejarah yang membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam Integrated Project Management (IPM), layanan rig, serta jasa pendukung lainnya di pasar global.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan terhadap seluruh aktivitas operasional perusahaan. Ia juga mengapresiasi dedikasi para perwira dan pekerja Pertamina Drilling yang telah berkontribusi besar dalam menghadirkan layanan energi untuk negeri.

    2024, Pertamina Drilling mencatat realisasi pengeboran sebanyak 524 sumur hingga Desember 2024, yang terdiri dari 10 sumur eksplorasi, 178 sumur eksploitasi, 133 sumur workover, 142 sumur well service, 4 sumur offshore development, dan 57 offshore workover. Tingkat produktivitas pengeboran (Productivity Associated Drilling) mencapai 116,4% dari target hingga akhir Desember 2024.

    Dari sisi kinerja HSSE, indikator TRIR (Total Recordable Incident Rate) menjadi lebih baik dari 0,34 pada 2023 menjadi 0,18 pada 2024, sementara NPT (Non Productive Time) membaik dari 1,08% pada 2023 menjadi 0,91% di 2024. Hal ini menunjukkan peningkatan kapabilitas dan konsistensi dalam pelaksanaan keselamatan kerja yang sejalan dengan semangat “Salam Lima Jari”. Jumlah jam kerja aman (man hours) hingga akhir 2024 tercatat mencapai 93.057.666 jam kerja.

    Dalam hal efisiensi, Pertamina Drilling mencatatkan penghematan sebesar USD 31,37 juta melalui tujuh inisiatif strategis sepanjang tahun 2024 yang dijalankan dalam kerangka program OPTIMUS (Optimization Upstream). Program ini membuktikan efektivitas Pertamina Drilling dalam mengelola sumber daya dan meningkatkan produktivitas secara signifikan.

    Kinerja tata kelola perusahaan pun menunjukkan tren positif, dengan skor GCG meningkat dari 86,23 pada 2023 menjadi 86,86 di tahun 2024. Sementara itu, kepercayaan investor terhadap kondisi keuangan perusahaan diperkuat oleh peringkat Fitch Rating A+.

  • Pertamina Drilling Siapkan Layanan Terpadu ICESS untuk Dukung Transisi Energi Nasional

    Pertamina Drilling Siapkan Layanan Terpadu ICESS untuk Dukung Transisi Energi Nasional

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkenalkan Integrated CCS/CCUS, Engineering, Supervisory and Services (ICESS), sebuah layanan terpadu untuk mendukung pengembangan dan implementasi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di Indonesia.

    Inisiatif ini menjadi langkah strategis Pertamina Drilling dalam mendukung target nasional Net Zero Emission pada tahun 2060 dan memperkuat peran Pertamina Group dalam transisi energi berkelanjutan.

    “ICESS dirancang sebagai solusi one stop service untuk seluruh tahapan proyek CCS/CCUS, mulai dari Receiving Facility, CO2 Injection hingga Monitoring” ujar Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita. “Kami ingin memastikan setiap tahap pelaksanaan berjalan efisien, aman, dan berkelanjutan sesuai prinsip ESG serta tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).”

    Pada 2024 Pertamina Drilling memulai keterlibatan dalam proyek CCS/CCUS Pertamina Charter, termasuk studi bersama LAPI ITB untuk pengembangan teknologi injeksi CO₂. Pada 2025 – 2026 dilakukan persiapan dan pelaksanaan injectivity test, studi kelayakan investasi peralatan untuk ICESS, serta peningkatan kompetensi teknis sumber daya manusia. Selanjutnya, di tahun 2027–2028 ditargetkan FID Equipment ICESS sudah diperoleh untuk selanjutnya dilakukan Fase 1 Construction yaitu Manufacture & Fabrication. Pada tahun 2029 akan dilanjutkan Fase 2 Construction yaitu Installation & Commissioning untuk ICESS. Sehingga diharapkan di tahun 2030 tahap commercialization dan CO2 Injection dapat dilaksanakan dan menjadikan Pertamina Drilling sebagai pemimpin layanan CCS/CCUS di Indonesia.

    Pertamina Drilling berperan menyediakan layanan pengeboran, workover, fasilitas penerimaan CO₂, pipa injeksi, serta sistem monitoring. Sementara Pertamina Hulu Energi (PHE) berperan sebagai pemilik wilayah kerja (WIPK) dan pengelola penyimpanan CO₂ di depleted reservoir atau saline aquifer.

    Dengan pengembangan ICESS, Pertamina Drilling menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui inovasi hijau. Bisnis ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam dekarbonisasi industri migas Indonesia, sejalan dengan strategi pemerintah untuk mempercepat penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.

    “Kolaborasi lintas entitas di lingkungan Pertamina menjadi kunci agar solusi CCS/CCUS dapat diimplementasikan secara terintegrasi dan berdaya saing global,” tambah Avep. “Kami optimistis, melalui ICESS, Indonesia dapat menjadi leader CCS/CCUS di kawasan Asia Tenggara.”

  • Pertamina Drilling Tampilkan Inovasi dan Komitmen Keberlanjutan di APOGCE 2025

    Pertamina Drilling Tampilkan Inovasi dan Komitmen Keberlanjutan di APOGCE 2025

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA — Di tengah gencarnya transformasi menuju energi bersih, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan perannya sebagai motor inovasi dan keberlanjutan industri pengeboran nasional. Anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (Subholding Upstream Pertamina) ini tampil dalam ajang bergengsi Asia Pacific Oil and Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2025, yang digelar di Sheraton Hotel, Gandaria City, Jakarta, 14–16 Oktober 2025.

    Forum internasional yang mempertemukan para pelaku industri migas se-Asia Pasifik itu menjadi momentum bagi Pertamina Drilling untuk menunjukkan arah baru sektor hulu migas Indonesia pengeboran yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.

    “Selama 17 tahun, Pertamina Drilling terus berkembang dengan semangat kemandirian energi nasional. Kami berkomitmen menjalankan operasi yang unggul, aman, dan ramah lingkungan,” ujar Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, dalam sesi pameran di APOGCE 2025.

    Avep menegaskan, kehadiran Pertamina Drilling di forum internasional ini bukan sekadar ajang pamer teknologi, tetapi juga platform untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan global mengenai masa depan energi bersih.

    Melalui konsep “green drilling”, Pertamina Drilling mengusung pendekatan pengeboran rendah emisi dan efisien energi. Pendekatan ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap transisi energi yang berkeadilan tanpa mengorbankan produktivitas dan keselamatan kerja.

    Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan 57 armada rig pengeboran dan workover yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Armada tersebut menjadi tulang punggung pencapaian target produksi migas nasional, sekaligus menjadi laboratorium inovasi bagi penerapan teknologi pengeboran digital dan sistem efisiensi energi berbasis data.

    Di APOGCE 2025, Pertamina Drilling juga menampilkan hasil-hasil inovasi teknologi dan digitalisasi operasi yang dikembangkan oleh para talenta muda bangsa. Sejumlah solusi digital yang ditunjukkan terbukti mampu meningkatkan efektivitas rig serta menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon di lapangan.

    Komitmen keberlanjutan Pertamina Drilling tidak hanya diwujudkan di lini operasional. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR), perusahaan aktif mendorong pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, dan pendidikan vokasi di sekitar wilayah operasi. Semua inisiatif tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

    Dengan kehadirannya di APOGCE 2025, Pertamina Drilling menegaskan bahwa masa depan industri pengeboran tidak lagi sekadar tentang produksi, tetapi juga tentang bagaimana energi dihasilkan secara bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan.

  • Rig Pertamina Drilling Hasilkan Produksi Baru di Lapangan Benuang

    Rig Pertamina Drilling Hasilkan Produksi Baru di Lapangan Benuang

    SUARAPUBLIK.ID, PRABUMULIH – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencatat capaian penting melalui keberhasilan Rig PDSI #41.3/N110UE yang menyelesaikan pengeboran Sumur Benuang (BNG)-D16 menjadi sumur pengembangan BNG-069 milik PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Zona 4).

    Pada September 2025, uji produksi sumur tersebut menunjukkan hasil sementara mencapai 2.045 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 5,2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Menariknya, minyak dan gas itu mengalir secara natural melalui bukaan open flow dari lapisan TAF-N2 yang diperkirakan mengindikasikan adanya potensi reservoir baru di luar lapisan eksisting.

    “Capaian ini menambah optimisme kami terhadap keberlanjutan produksi energi nasional. Dengan dukungan teknologi dan sumber daya Pertamina Drilling, kami berharap potensi reservoir baru ini dapat berkontribusi signifikan bagi target produksi migas nasional,” ujar Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita.

    Sumur BNG-069 merupakan sumur pertama dari lima sumur yang direncanakan dalam rangkaian batch drilling di Struktur Benuang, Adera Field, yang terletak di timur laut Prabumulih, Sumatera Selatan. Pengeboran dilakukan secara miring berarah (directional drilling) menggunakan Rig PDSI #41.3/N110UE hingga kedalaman akhir 2.460 meter (MD) atau 2.323,2 meter (TVD). Seluruh proses, termasuk uji produksi, rampung dalam waktu 38 hari.

    Batch drilling sendiri merupakan konsep pengeboran beberapa sumur dalam satu area pondasi cellar dengan memanfaatkan kemampuan rig walking. Metode ini memungkinkan efisiensi kareana hanya membutuhkan sekali kegiatan rig up dan rig down untuk seluruh rangkaian sumur.

    Pemilihan metode batch drilling adalah bentuk komitmen PT Pertamina EP Asset 2 untuk melakukan efisiensi biaya, sekaligus memastikan keekonomisan sumur di Struktur Benuang dapat terus ditingkatkan.

    Keberhasilan sumur BNG-069 memperkuat upaya Pertamina Drilling dan PT Pertamina EP dalam mendukung ketahanan energi nasional, sejalan dengan arahan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi migas domestik. Temuan indikasi reservoir baru di lapisan TAF-N2 juga menjadi momentum penting yang memberi peluang eksplorasi lebih lanjut di wilayah kerja Benuang.

  • Pertamina Drilling Sabet Tiga Penghargaan di Best Human Capital Awards 2025, Dirut Avep Disasmita Jadi CEO Terbaik

    Pertamina Drilling Sabet Tiga Penghargaan di Best Human Capital Awards 2025, Dirut Avep Disasmita Jadi CEO Terbaik

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling). Perusahaan energi nasional ini berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus pada ajang bergengsi Best Human Capital Awards 2025 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (27/8).

    Pertamina Drilling meraih predikat Best Innovation 2025 dan Best Human Investment 2025 dalam Program Drilling Well Engineer Trainee (DWET), sementara Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, dinobatkan sebagai Best CEO Human Capital Management in Energy & Drilling Industry 2025.

    DWET merupakan inisiatif strategis perusahaan dalam menyiapkan generasi baru tenaga ahli di bidang pengeboran. Program ini adalah wujud nyata komitmen Pertamina Drilling dalam mencetak talenta muda yang tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga menjunjung nilai-nilai profesionalisme dan integritas.

    Penghargaan diberikan oleh dewan juri yang terdiri atas pakar human capital, asosiasi, akademisi, forum dan komunitas HC, serta didukung kementerian terkait dan perusahaan konsultan manajemen. Proses penjurian dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparency, accountability, responsibility, independency, fairness.

    Juanda Jafar ketua penyelenggara Best Human Capital Awards 2025 yang sekaligus CEO BusinessAsia menyampaikan, ”Majalah BusinessAsia Indonesia menggelar ajang penghargaan bergengsi BEST Human Capital (HC) Award 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada organisasi dan perusahaan yang berhasil menerapkan strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) terbaik. Tahun ini, ajang penghargaan mengusung tema “Membangun SDM Unggul dan Berkualitas untuk Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045”. Sebanyak 21 Perusahaan Raih Penghargaan BEST HC Award 2025”.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan ini. Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh perwira-pertiwi Pertamina Drilling. “Penghargaan ini adalah milik kita semua. SDM adalah aset terpenting dalam perusahaan, dan komitmen kami adalah terus menumbuhkan talenta-talenta terbaik bangsa untuk menjawab tantangan energi di masa depan,” ujarnya.

    Penghargaan ini semakin menegaskan peran Pertamina Drilling sebagai perusahaan pengeboran migas nasional yang tidak hanya unggul dalam teknologi dan operasi, tetapi juga menempatkan SDM sebagai pilar utama dalam mendukung kemandirian energi Indonesia.

  • Di Usia ke 80 RI, Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    Di Usia ke 80 RI, Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA -Menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan kembali komitmennya sebagai garda terdepan dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui penyediaan layanan pengeboran terintegrasi dari hulu hingga hilir, Pertamina Drilling turut menjaga pasokan energi untuk masyarakat Indonesia.

    Dengan mengoperasikan 53 rig di berbagai wilayah kerja, yang terdiri dari 49 unit land rig, 2 unit offshore WO rig, dan 2 unit jack-up rig. Pertamina Drilling secara konsisten memberikan kontribusi nyata terhadap produksi migas nasional. Perusahaan juga menjalankan layanan end-to-end well construction, termasuk rig services, associated drilling, general services, dan other support.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan ke-80 RI menjadi pengingat pentingnya kemandirian energi bagi bangsa.

    “Kami bangga menjadi bagian dari ekosistem energi nasional. Pertamina Drilling hadir tidak hanya sebagai penyedia jasa pengeboran, tetapi juga sebagai mitra strategis bangsa dalam memastikan keberlanjutan energi untuk generasi mendatang,” ujar Avep.

    Selain operasi teknis, Pertamina Drilling juga memiliki Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Mundu, Indramayu, Jawa Barat, sebagai pusat pengembangan SDM pemboran Migas berstandar Internasional, dimana pada tahun 2024 telah menerima pelatihan Ahli Pemboran Migas dari Tanzania, Namibia, dan Timor Leste.

    Dengan lebih dari 9.000 tenaga kerja terampil dan dukungan teknologi mutakhir, Pertamina Drilling terus memperkuat posisinya sebagai kekuatan utama dalam sektor hulu migas Indonesia. Peran ini menjadi semakin vital dalam mendukung target transisi energi nasional yang berkelanjutan.

    “Di usia kemerdekaan yang ke-80 ini, Pertamina Drilling akan terus mendorong inovasi dan efisiensi, demi mewujudkan kemandirian energi Indonesia,” tambah Avep.

    Melalui semangat “Indonesia Emas 2045”, Pertamina Drilling siap menjadi pilar dalam membangun masa depan energi yang tangguh dan mandiri bagi negeri.

  • Pertamina Drilling Gandeng BNPT Perkuat Deteksi dan Cegah Dini Ancaman Terorisme di Lingkungan Operasional

    Pertamina Drilling Gandeng BNPT Perkuat Deteksi dan Cegah Dini Ancaman Terorisme di Lingkungan Operasional

    SURAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menunjukkan komitmen kuat terhadap aspek keamanan operasional dengan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menggelar sosialisasi bertajuk “Mewaspadai Ancaman Terorisme di Lingkungan Operasional Pertamina Drilling sebagai Upaya Deteksi Dini dan Cegah Dini”, Kamis (17/7), di Kantor Pusat Pertamina Drilling, Jakarta.

    Kegiatan ini diikuti oleh jajaran manajemen dan pekerja Pertamina Drilling dan menghadirkan sejumlah narasumber dari BNPT. Acara ini juga menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghadapi potensi ancaman terorisme di sektor energi, khususnya kegiatan pengeboran migas nasional.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan keamanan nonteknis, termasuk terorisme, di lingkungan operasional. “Kami menyadari bahwa aspek HSSE tak hanya mencakup keselamatan kerja dan lingkungan, namun juga mencakup keamanan menyeluruh. Kerja sama dengan BNPT ini adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan perusahaan,” ujarnya.

    Sementara itu, Plt. Direktur Perlindungan BNPT, Kolonel (Cpl) Dr. Sigit karyadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa sektor energi, khususnya migas, merupakan objek vital nasional yang berisiko tinggi menjadi target aksi terorisme. “Deteksi dan cegah dini merupakan kunci. Sinergi antara korporasi dan negara sangat penting untuk menjaga stabilitas operasional dan ketahanan nasional,” jelasnya.

    Sebagai inisiator kegiatan, Vice President HSSEQ Pertamina Drilling, Mas Rakhmatsyah, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program preventif dan edukatif yang berkelanjutan. “Kami ingin seluruh pekerja memahami bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari diri sendiri,” tuturnya.

    Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari BNPT, yakni AKBP Zulkifli, S.Ag., S.H., Kasi Pengamanan Objek Vital, dan Yacobus Tri Raharjo, S.E., M.I.A., Kasi Pengamanan Transportasi, yang membagikan wawasan teknis serta langkah-langkah praktis dalam mengenali dan mengantisipasi potensi ancaman.

    Melalui kegiatan ini, Pertamina Drilling berharap dapat membangun budaya kerja yang tidak hanya produktif dan selamat, tetapi juga aman dari segala bentuk gangguan keamanan, sejalan dengan semangat menjaga keberlanjutan operasi migas nasional.

  • Kolaborasi PEP Prabumulih Field dan PDSI Temukan Potensi Minyak baru di Lapangan Lembak

    Kolaborasi PEP Prabumulih Field dan PDSI Temukan Potensi Minyak baru di Lapangan Lembak

    SUARAPUBLIK.ID, PRABUMULIH – PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field mencatat keberhasilan baru dari pengeboran sumur LBK-INF12 menggunakan Rig dari Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Rig yang diberi nama PDSI#29.3 ini mempunyai kekuatan 1.500 HP (Horse Power). Uji produksi awal mencatatkan hasil yang signifikan, dengan test awal produksi minyak secara Open Flow sebesar 1.814 BOPD atau 361% lebih tinggi dari target sebesar 501.7 BOPD. Sedangkan untuk hasil test produksi gas mencapai 1.7 MMSCFD atau 485% lebih tinggi dari target produksi sebesar 0.35 MMSCFD tanpa adanya indikasi air produksi (watercut 0%).

    General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto mengungkapkan syukur atas keberhasilan produksi sumur LBK-INF12 yang jauh melebihi target produksi. Sumur ini merupakan salah satu sumur komitmen kita untuk percepatan dan Fill The Gap (FTG) dengan SKK Migas menindaklanjuti keberhasilan sumur LBK-025. Selanjutnya akan dilakukan pemboran sumur LBK-INF16 dan direncanakan 3 sumur pemboran di tahun 2026.

    Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, menyampaikan apresiasi tinggi kepada kru Rig yang diberi nama PDSI#29.3/D1500-E. “Kinerja tim sangat luar biasa, pengeboran selesai lebih cepat dari target dan tanpa insiden. Ini menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tinggi di lapangan. Keberhasilan ini menambah daftar kontribusi positif Pertamina Drilling dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional melalui sinergi yang kuat dengan PEP Prabumulih,” ungkap Aziz.

  • Sumur LBK-INF12 Tembus Target, PEP Prabumulih dan PDSI Bukukan Temuan Minyak Signifikan di Lembak

    Sumur LBK-INF12 Tembus Target, PEP Prabumulih dan PDSI Bukukan Temuan Minyak Signifikan di Lembak

    SUARAPUBLIK.ID, PRABUMULIH — Upaya berkelanjutan dalam mengejar target peningkatan produksi migas nasional kembali membuahkan hasil. PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field bersama Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan pengeboran sumur LBK-INF12 di Lapangan Lembak, Sumatera Selatan.

    Sumur tersebut dibor menggunakan rig PDSI#29.3 dengan kekuatan 1.500 Horse Power (HP), dan berhasil menunjukkan hasil produksi yang luar biasa. Pada uji produksi awal, sumur ini menghasilkan minyak sebesar 1.814 barel per hari (BOPD), atau 361% lebih tinggi dari target awal sebesar 501,7 BOPD.

    Tak hanya itu, potensi gas juga ikut menunjukkan hasil positif. Uji produksi mencatatkan hasil sebesar 1,7 juta kaki kubik per hari (MMSCFD)—melonjak hingga 485% dari target sebesar 0,35 MMSCFD. Lebih menggembirakan lagi, tidak ditemukan indikasi air produksi alias zero watercut, yang berarti kualitas hidrokarbon tergolong sangat baik.

    General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sumur LBK-INF12 merupakan bagian dari strategi percepatan dan program Fill The Gap (FTG) yang telah disepakati bersama SKK Migas. Keberhasilan ini juga menjadi kelanjutan positif dari hasil yang dicapai pada sumur LBK-025 sebelumnya.

    “Alhamdulillah, hasil dari LBK-INF12 jauh di atas ekspektasi. Ini menjadi semangat baru bagi kami dalam memenuhi komitmen kerja dan meningkatkan cadangan migas nasional. Setelah ini, kami akan melanjutkan pemboran sumur LBK-INF16 dan merencanakan tiga sumur tambahan pada tahun 2026,” jelas Djudjuwanto.

    Sementara itu, Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, juga memberikan apresiasi terhadap seluruh tim yang terlibat dalam pengeboran. Menurutnya, proses berjalan lancar, selesai lebih cepat dari jadwal, dan tanpa kecelakaan kerja. Hal ini menjadi cerminan dari profesionalisme tinggi tim lapangan PDSI.

    “Kinerja kru Rig PDSI#29.3/D1500-E sangat luar biasa. Pengeboran selesai tanpa insiden dan memberikan hasil optimal. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang solid antara PEP Prabumulih dan PDSI mampu menjawab tantangan peningkatan produksi migas secara nyata,” ungkap Aziz.

    Dengan penemuan ini, Lapangan Lembak kembali menjadi salah satu titik vital dalam mendukung ketahanan energi nasional. Kolaborasi antar entitas anak usaha Pertamina juga menunjukkan bahwa sinergi internal bisa menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

  • Lakukan Penghematan USD 31,37 juta, Pertamina Drilling Raih Penghargaan OPTIMUS Award

    Lakukan Penghematan USD 31,37 juta, Pertamina Drilling Raih Penghargaan OPTIMUS Award

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream (SHU) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor pengeboran minyak dan gas meraih penghargaan kategori Special Recognition dalam ajang OPTIMUS AWARD 2024 & KICK OFF 2025 yang digelar di PHE Tower, Jakarta, Rabu (11/6). Acara tersebut mengusung tema “Optimization as a New Way of Working to Embrace the Future.”

    Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pertamina Drilling dalam menerapkan inisiatif efisiensi yang signifikan melalui program OPTIMUS (Optimization Upstream). Dalam periode penilaian tahun 2024, Pertamina Drilling mencatatkan penghematan sebesar USD 31,37 juta melalui pelaksanaan 7 inisiatif strategis.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, yang hadir langsung menerima penghargaan, menjelaskan bahwa penerapan OPTIMUS di tubuh Pertamina Drilling telah mendorong peningkatan efisiensi operasional tanpa mengesampingkan aspek HSSE, Integrity, dan Realibility peralatan.

    “Melalui OPTIMUS, kami menekankan efisiensi menyeluruh, mulai dari penggunaan teknologi, integrasi pengadaan, hingga pemanfaatan fasilitas bersama. Ini menjadi bagian dari budaya kerja baru yang lebih adaptif dan inovatif,” ujar Avep.

    OPTIMUS merupakan program yang dikembangkan oleh PT Pertamina Hulu Energi, subholding hulu Pertamina, dengan tujuan mengoptimalkan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi dalam kegiatan hulu migas. Program ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan operasi, memperkuat kemampuan investasi, dan menciptakan laba berkelanjutan.

    Selain mendorong efisiensi biaya, OPTIMUS juga menjadi instrumen budaya perusahaan yang menekankan kolaborasi, optimalisasi proses, dan pemanfaatan teknologi sebagai cara kerja baru di lingkungan subholding hulu Pertamina.

    Ajang OPTIMUS AWARD digelar setiap tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap entitas-entitas yang berhasil mewujudkan efisiensi nyata dan berkelanjutan, serta mampu menjadi inspirasi dalam transformasi operasional di sektor energi nasional.

  • Pertamina Drilling Kembangkan Alat Pemeriksaan Internal Tubular untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

    Pertamina Drilling Kembangkan Alat Pemeriksaan Internal Tubular untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream (SHU) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang jasa pengeboran, kembali menunjukkan komitmennya dalam inovasi teknologi dengan menciptakan Electronic Contour Gauge (ECG), sebuah alat revolusioner untuk pemeriksaan kondisi internal Upset Tubular Goods tanpa perlu pembongkaran.

    Inovasi ini dikembangkan oleh tim gugus inovasi “PC PROVE ECG” dan mampu secara akurat mengukur ketebalan serta kemiringan sambungan tubular dari dalam, mempercepat proses inspeksi, serta meningkatkan keselamatan kerja. Sebelumnya, proses pemeriksaan bisa memakan waktu hingga 40 menit per tubular, namun dengan ECG, waktu tersebut dipangkas menjadi hanya 15 menit.

    “Dengan alat ini, proses inspeksi menjadi lebih cepat dan aman, serta mampu menekan biaya kerugian akibat Non Productive Time (NPT),” ujar Sopan M Simanullang, Ketua Tim Gugus Inovasi PC PROVE ECG.

    Menariknya, pengembangan alat ECG hanya memerlukan biaya sebesar Rp 41 juta, investasi yang sangat efisien bila dibandingkan dengan potensi kerugian akibat downtime. Selain efisiensi, ECG juga meningkatkan aspek keselamatan kerja karena inspektor tidak lagi harus melakukan kontak langsung dengan peralatan berat yang sedang diperiksa. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan pengguna terhadap alat ini mencapai skor likert 4,9.

    Atas terobosannya ini, tim PC PROVE ECG meraih penghargaan Platinum dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2025, bersama inovasi PC PROVE TIDAK TAKUT API. Sementara itu, PC PROVE MINDCRAFT berhasil memperoleh penghargaan Gold, disusul oleh FT PROVE TD RANGER 1 dan RT PROVE IGNITE 21.2 di kategori Silver.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, turut memberikan apresiasi atas pencapaian ini. “Inovasi ECG adalah bukti nyata bahwa insan Pertamina mampu menjawab tantangan industri dengan solusi yang konkret dan berdampak. Ini adalah wujud dari transformasi berkelanjutan yang kami dorong, tidak hanya dalam efisiensi operasional, tetapi juga dalam aspek keselamatan dan keandalan kerja,” ujarnya.

    Dengan inovasi seperti ECG, Pertamina Drilling terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui efisiensi, inovasi teknologi, dan budaya kerja unggul yang berkelanjutan.

  • Inovasi Hijau Pertamina Drilling Dorong Industri Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

    Inovasi Hijau Pertamina Drilling Dorong Industri Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Komitmen kuat terhadap masa depan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan terus ditunjukkan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling). Melalui serangkaian inovasi dekarbonisasi, perusahaan berhasil mencatatkan penurunan emisi sebesar 1.550 tonCO2eq atau setara 23,21% dari total emisi Rig PDSI hingga tahun 2024.

    Sejalan dengan target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca dan kesepakatan Paris Agreement (COP21), Pertamina Drilling meluncurkan berbagai teknologi ramah lingkungan, seperti Rig Hybrid dengan Dynamic Gas Blending System yang memadukan biodiesel dan CNG. Inovasi ini ditargetkan mampu menurunkan emisi hingga 934 tonCO2eq pada tahun 2025.

    Langkah berkelanjutan lainnya meliputi pemasangan panel surya berkapasitas 66 KWP di atap Indonesia Drilling Training Center (IDTC), yang diproyeksikan dapat mengurangi emisi hingga 229,68 tonCO2eq. Penggunaan kendaraan listrik, penggantian lampu halogen dengan LED, serta tower lamp bertenaga surya turut mendukung efisiensi energi di rig site dan kantor.

    Selain berdampak positif terhadap lingkungan, inisiatif-inisiatif ini juga memberikan efisiensi biaya. Penggunaan solar panel berkontribusi pada penghematan sebesar USD 7.260 per tahun, sementara switching biodiesel ke CNG menghasilkan penghematan USD 12.361 per tahun.

    Dalam ajang IPA CONVEX 2025 (22/5), Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengungkapkan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui peluncuran Aplikasi PRIMA. Program digital ini dirancang untuk mengukur dan mengurangi emisi Scope 3 dari aktivitas harian karyawan, seperti perjalanan ke kantor. PRIMA menjadi program pertama di lingkungan Pertamina yang fokus pada emisi tidak langsung dari aktivitas karyawan.

    “Mulai dari diri sendiri” menjadi semangat utama PRIMA, mencerminkan komitmen Pertamina Drilling dalam mendukung transformasi hijau subholding Upstream Pertamina secara berkelanjutan.

    Dengan langkah nyata dan inovatif ini, Pertamina Drilling menegaskan perannya sebagai pelopor dalam industri energi tanah air yang berorientasi pada keberlanjutan dan pencapaian Net Zero Emission.

  • Pertamina Drilling Hadirkan Inovasi Teknologi Berbasis AI untuk Deteksi Risiko Kerja Secara Real-Time

    Pertamina Drilling Hadirkan Inovasi Teknologi Berbasis AI untuk Deteksi Risiko Kerja Secara Real-Time

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA-  PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor pengeboran minyak dan gas, terus menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan kerja melalui peluncuran teknologi inovatif berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini diberi nama AI-See-U, sebuah sistem pemantauan area kerja real-time menggunakan perangkat CCTV yang didukung AI untuk mendeteksi potensi risiko kerja secara dini.

    Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya angka kecelakaan kerja di Indonesia, yang menurut data BPJS Ketenagakerjaan mencapai 370.747 kasus pada tahun 2023, naik dari 297.725 kasus di tahun sebelumnya.

    Avep Disasmita, Direktur Utama Pertamina Drilling, dalam IPA CONVEX 2025 di ICE BSD (21/5) menyampaikan, “AI-See-U dirancang untuk mendeteksi unsafe act & condition, seperti pelanggaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) – mulai dari tidak memakai helm, sepatu pelindung, hingga sarung tangan dan kacamata keselamatan. Sistem ini secara otomatis mengirimkan peringatan ke penanggung jawab lapangan melalui WhatsApp atau email, dan mencatat data untuk analisis lebih lanjut”.

    Uji coba tahap pertama telah dilakukan di Rig PDSI#15.3 (Indramayu) dan Rig PDSI#04.3 (Luwuk) pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025. Sementara uji coba tahap kedua direncanakan berlangsung dari Mei hingga Agustus 2025 di Rig PDSI#31.3 (Indramayu) dan Rig PDSI#12.3 (Karawang).

    Ke depan, sistem ini akan dikembangkan untuk mendeteksi berbagai skenario lanjutan seperti personel tidak sadarkan diri, asap, api, ledakan, penerapan sistem kerja berpasangan (buddy system), pelanggaran merokok di area kerja dan gerakan khusus untuk permintaan bantuan (customized gesture/SOS).

    “Dengan penerapan AI-See-U, Pertamina Drilling berharap dapat menciptakan budaya kerja yang lebih aman dan mengurangi risiko kecelakaan kerja di lapangan secara signifikan,” ujar Avep.

  • Pertamina Drilling Perluas Layanan Pengeboran Terintegrasi, Siap Dukung Transisi Energi Nasional

    Pertamina Drilling Perluas Layanan Pengeboran Terintegrasi, Siap Dukung Transisi Energi Nasional

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui penguatan layanan pengeboran migas terintegrasi. Dengan total 52 unit rig yang tersebar di Indonesia, Pertamina Drilling menghadirkan solusi pengeboran efisien, andal, dan berorientasi pada keberlanjutan energi.

    Di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi operasional dan transisi menuju energi rendah karbon, Pertamina Drilling mengedepankan layanan Integrated Project Management (IPM) yang telah berpengalaman lebih dari tujuh tahun. IPM mengintegrasikan layanan rig services, associated drilling services, other support, dan general services untuk mempercepat proses pengadaan serta menekan biaya operasional secara signifikan.

    “Kami tidak hanya menyediakan rig, tetapi juga menghadirkan solusi komprehensif berbasis teknologi dan efisiensi energi. Pendekatan terintegrasi ini menjadi kunci dalam mendukung eksplorasi dan produksi migas yang lebih berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita.

    Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan 49 unit land rig (kapasitas 200–2000 HP), 1 unit jack up rig serta 2 unit offshore workover rig.

    Selain itu, Pertamima Drilling juga menyediakan berbagai layanan pengeboran pendukung seperti directional drilling, gas monitoring, casing & tubing running, geomechanics, serta well logging unit. Fasilitas pelatihan dan sertifikasi SDM juga diperkuat melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu.

    Ahmad Burhan Noviaris, Manager Bidding and Business Performance Pertamina Drilling dalam Business Presentation Pertamina Drilling di ajang IPA CONVEX 2025 menyampaikan bahwa dalam skema IPM, Pertamina Drilling menawarkan solusi menyeluruh (end-to-end well services) yang mencakup drilling fluid, wellhead, surface facilities, hingga penyediaan tenaga ahli seperti company man dan drilling engineer. Model ini memberikan manfaat langsung kepada klien berupa percepatan pengadaan dan pelaksanaan proyek, integrasi sistem kerja untuk efisiensi maksimal dan peningkatan akurasi serta keandalan operasional pengeboran

    “Dengan pendekatan IDESS dan IPM, kami mampu memberikan fleksibilitas serta efisiensi yang dibutuhkan industri hulu migas saat ini, baik dalam proyek eksplorasi maupun pengembangan lapangan,” ujar Burhan

    Pertamina Drilling menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam transformasi sektor hulu migas Indonesia. Dengan menggabungkan kapabilitas teknis, digitalisasi, dan komitmen terhadap keberlanjutan, perusahaan optimistis dapat terus menjadi garda depan dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

  • Pertamina Drilling Raih Dua Penghargaan Tertinggi di WISCA 2025

    Pertamina Drilling Raih Dua Penghargaan Tertinggi di WISCA 2025

    SURAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang World Safety Organization (WSO) Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2025 yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (2/5).

    Penghargaan diraih oleh Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, yang mendapatkan penghargaan Concerned CEO – Top Leadership. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya yang dinilai menunjukkan kepedulian tinggi serta komitmen luar biasa dalam membangun dan menumbuhkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan.

    CEO Concerned – Top Leadership dari WSO merupakan penghargaan yang diraih Avep sebayak tiga kali secara beruntun. Pada tahun 2023 penghargaan diraih saat menjabat sebagai Dirut di PGN Saka dan pada tahun 2024 serta 2025 saat menjabat sebagai Dirut Pertamina Drilling.

    “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh perwira Pertamina Drilling yang selalu mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama. Kepedulian terhadap keselamatan bukan hanya menjadi nilai perusahaan, namun sudah menjadi budaya kerja yang kami bangun bersama,” ujar Avep Disasmita usai menerima penghargaan.

    Selain itu, Pertamina Drilling juga meraih penghargaan Platinum (Bintang 5) penghargaan tertinggi yang diberikan kepada perusahaan atas keberhasilannya dalam menerapkan budaya keselamatan kerja secara menyeluruh dan berkelanjutan.

    “Budaya safety adalah fondasi dari operasional kami. Kami percaya bahwa lingkungan kerja yang aman akan menciptakan produktivitas tinggi dan kesejahteraan perwira. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat budaya K3 melalui inovasi, pelatihan, dan keterlibatan aktif seluruh perwira,” tambah Avep.

    Pada kesempatan yang sama, Avep juga memaparkan “Inovasi Sistem Deteksi Real-Time Unsafe Act & Unsafe Condition dengan CCTV AI (AI-See-U) di Pertamina Drilling” dalam CEO Talk yang diikuti semua peserta.

    Sejak tahun 2020, WSO Indonesia secara konsisten memberikan penghargaan kepada individu maupun institusi yang dinilai memiliki kepedulian dan kontribusi nyata terhadap pengembangan budaya keselamatan di Indonesia. Untuk tahun 2025, selain Pertamina Drilling, WSO Indonesia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak lainnya yang memiliki komitmen tinggi dalam membangun budaya K3 di lingkungannya masing-masing.

  • Pertamina Drilling dan NPS Energy Indonesia Teken MoU untuk Kembangkan Teknologi ERRA

    Pertamina Drilling dan NPS Energy Indonesia Teken MoU untuk Kembangkan Teknologi ERRA

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dan PT NPS Energy Indonesia (Subsidiary of NESR) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) sebagai langkah awal kerja sama dalam inovasi teknologi dan pengembangan Extended Reach Reservoir Access (ERRA). Penandatanganan dilakukan pada Rabu (30/4) di kantor Pertamina Drilling, Jakarta.

    MoU ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, dan Direktur Utama PT NPS Energy Indonesia, Pande Gede Herry Susanta. MoU ini menjadi bentuk kolaborasi strategis dalam rangka mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas kegiatan pengeboran migas nasional melalui penerapan teknologi canggih.

    Extended Reach Reservoir Access (ERRA) merupakan teknologi pengeboran yang memungkinkan akses ke reservoir migas yang lebih jauh dan sulit dijangkau dengan metode konvensional. Inovasi ini diharapkan dapat membuka potensi baru dalam peningkatan produksi dan penambahan cadangan migas nasional.

    Turut hadir menyaksikan penandatanganan ini, Ali Sundja selaku VP Technology Development I PT Pertamina (Persero). Dalam sambutannya, Ali menyambut baik kerja sama ini dan menekankan pentingnya penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) dalam setiap kegiatan operasional. “Teknologi harus berjalan beriringan dengan keselamatan dan keberlanjutan. HSSE harus menjadi fondasi utama dalam setiap implementasi inovasi,” ujarnya.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dukungan sektor hulu migas terhadap program ketahanan energi nasional. “Kami berharap sinergi ini dapat memberikan kontribusi strategis dalam mewujudkan ketahanan energi negeri sekaligus mendorong pertumbuhan industri energi dalam negeri,” jelasnya.

    Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT NPS Energy Indonesia, Pande Gede Herry Susanta, juga menyambut antusias kerja sama ini. “Kami merasa terhormat dapat menandatangi MoU dengan Pertamina Drilling. Dengan pengalaman global dan kemampuan teknologi kami, kami berharap kerja sama ini dapat membantu peningkatan produksi dan penambahan cadangan migas Indonesia,” ujarnya.

    Dengan penandatanganan MoU ini, kedua perusahaan akan segera memulai perencanaan teknis, studi kelayakan, serta tahap-tahap awal implementasi teknologi ERRA di lapangan.

  • Pertamina Drilling Raih Apresiasi dari PT Pertamina EP Zona 13 atas Kinerja Gemilang di Sulawesi

    Pertamina Drilling Raih Apresiasi dari PT Pertamina EP Zona 13 atas Kinerja Gemilang di Sulawesi

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menerima penghargaan dari PT Pertamina EP Zona 13 atas keberhasilan operasional pengeboran yang membanggakan. Penghargaan ini diberikan kepada kru Rig PDSI#04.3 dan Rig PDSI#32.2 MRO 4 yang beroperasi di Zona 13 atas pencapaian “Operasi Excellent dengan Zero NPT dan Zero Incident”.

    Penghargaan tersebut diberikan dalam acara “Certificate of Appreciation Onshore Drilling Exploration Project Sulawesi Period 2023-2025” yang diselenggarakan di Head Office Zona 13, Jakarta, pada Rabu, 16 April 2025.

    Manager DWI Zona 13, Christyahya Pratamadya Korua, menyampaikan apresiasi keberhasilan pemboran lima sumur Onshore Drilling Exploration Project Sulawesi PT Pertamina EP Zona 13 periode 2023-2025 (Sumur EWO-001, WWO-001, JLE-001, TDG-001 & YKE-001), dengan memberikan penghargaan kepada Pertamina Drilling sebagai Mitra Kerja.

    Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, turut memberikan tanggapan atas apresiasi yang diterima. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina EP Zona 13 atas kepercayaannya kepada Pertamina Drilling. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kru Rig yang telah bekerja keras, disiplin, dan profesional sehingga pencapaian ini dapat diraih.”

    Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pertamina Drilling dalam menjaga kualitas layanan dan keselamatan kerja di setiap proyek yang dijalankan.

  • Pertamina Drilling Raih Penghargaan dari JOB Tomori

    Pertamina Drilling Raih Penghargaan dari JOB Tomori

    SUARAPUBLIK.ID, YOGYAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), anak perusahaan dari Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pertamina Drilling meraih penghargaan dari Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) atas kinerja unggul dalam mendukung operasi pengeboran di wilayah kerja South Senoro, Rabu (9/4).

    Penghargaan “Excellent Performance” untuk RIG PDSI#04.3, sebagai bentuk apresiasi atas performa operasional yang prima, efisiensi waktu kerja, serta standar keselamatan tinggi yang diterapkan selama proyek berlangsung dan profesionalisme tim Pertamina Drilling sepanjang pengeboran di wilayah tersebut.

    Pencapaian ini mencerminkan komitmen Pertamina Drilling dalam memberikan layanan terbaik di sektor pengeboran migas nasional. Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim dalam pernyataannya, menyampaikan rasa terima kasih kepada JOB Tomori atas kepercayaan dan penghargaan yang diberikan, serta kepada seluruh tim Pertamina Drilling yang telah bekerja keras di lapangan.

    “Penghargaan ini adalah hasil kerja sama tim yang solid, inovasi berkelanjutan, dan fokus kami terhadap keselamatan kerja serta keberhasilan proyek klien. Kami akan terus berupaya meningkatkan standar layanan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Aziz.

    Kedepan, Pertamina Drilling berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna mendukung keberlanjutan industri hulu migas Indonesia.

  • Pastikan Operasional Pengeboran Berjalan Aman, Pertamina Drilling Bentuk Satgas Lebaran 2025

    Pastikan Operasional Pengeboran Berjalan Aman, Pertamina Drilling Bentuk Satgas Lebaran 2025

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) membentuk Tim Satuan Tugas (SATGAS) yang bertugas selama libur Lebaran 2025. Tim yang diberi nama Bussines Support Team (BST) PT PDSI beranggotakan Management hingga perwakilan seluruh fungsi serta bertugas untuk memastikan operasional pengeboran berjalan dengan aman.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita yang juga bertindak sebagai BST Leader menyampaikan, “Pertamina Drilling berkepentingan untuk memastikan kegiatan pengeboran berjalan normal dan aman. Karena Pertamina Drilling menjadi salah satu pilar penting dalam upaya pencapaian produksi minyak dan gas (migas) Nasional. Dan memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri,” Kamis (27/3).

    Pertamina Drilling dalam menjalankan kegiatan operasionalnya selalu berkomitmen menerapkan kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kegiatan operasi secara aman, nyaman dan berwawasan lingkungan dengan menerapkan standar tinggi terhadap HSSE.

    “Selain fokus pada produksi, Pertamina Drilling juga sangat memperhatikan aspek keselamatan kerja. Dalam setiap operasi pengeboran, Perusahaan menerapkan standar keselamatan yang ketat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proses pengeboran berlangsung dengan aman, serta menghindari potensi kecelakaan yang dapat merugikan pekerja dan lingkungan,” sambung Avep.

    Saat ini, Pertamina Drilling sudah memiliki dan mengoperasikan 50 rig. Terdiri dari 47 rig onshore dan 3 rig offshore. Rig-rig tersebut tersebar diseluruh wilayah Indonesia baik dari regional 1 sampai dengan regional 4. Selain itu Pertamina Drilling mengalokasikan 1 rig untuk Training Center.

  • Pertamina Drilling Pastikan Operasional Berjalan Normal Selama Ramadhan Lebaran

    Pertamina Drilling Pastikan Operasional Berjalan Normal Selama Ramadhan Lebaran

    SURAPUBLIK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memastikan bahwa seluruh operasional perusahaan akan berjalan normal selama puasa Ramadhan hingga libur Hari Raya Idul Fitri 1446H/2025.

    Pertamina Drilling yang merupakan afiliasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina saat ini sedang mengoperasikan 50 RIG. Terdiri dari 47 RIG onshore dan 3 RIG offshore. RIG-RIG tersebut tersebar diseluruh wilayah Indonesia baik dari regional 1 sampai dengan regional 4. Selain itu Pertamina Drilling mengalokasikan 1 RIG untuk Training Center.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita dalam kegiatan Safari Ramadhan (SAFRAM) dan Management Walkthrough (MWT) di area pengeboran RIG PDSI dilapangan Sanga-Sanga dan kantor Pertamina Drilling Balikpapan menyampaikan, “Seluruh kegiatan perusahaan, baik pengeboran dan aktifitas dikantor pusat tetap berlangsung tanpa hambatan, meskipun di tengah suasana bulan suci yang penuh dengan kegiatan keagamaan,” katanya, Selasa (25/3/2025).

    Dalam kegiatan SAFRAM kali ini juga menghadirkan para istri pekerja. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penyambung pesan safety yang paling efektif. Mereka mengingatkan para suami dan rekan kerja akan keluarga yang senantiasa menanti di rumah.

    “Selama bulan puasa hingga lebaran, setiap pekerjaan harus dilakukan dengan aman. Kepada pekerja agar tetap fokus dalam bekerja dan beribadah puasa, dan tetap menjalankan standar HSSE yang berlaku demi kelancaran serta keselamatan kerja, yaitu dengan tetap memperhatikan HSE Golden Rule yaitu patuh, intervensi dan peduli,” sambungnya, Selasa (18/3).

    Kegiatan peninjauan langsung oleh management ke area kerja untuk bertemu dengan seluruh pekerja lapangan dan meninjau pekerjaan yang sedang berlangsung, memastikan kepatuhan standar, meningkatkan komunikasi serta kolaborasi, serta memberikan support terutama bagi pekerja yang tetap bertugas meninggalkan keluarganya. SAFRAM dan MWT kali ini juga diikuti oleh stakeholder dan pekerja. Selain ke wilayah kerja operasi Kalimantan Timur, MWT juga dilangsungkan di wilayah kerja operasi area Jawa pada Kamis (20/3).

    Sebagai penyediaan layanan pengeboran terbesar di Indonesia, Pertamina Drilling memiliki tanggung jawab besar dan berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karyawan kapanpun dan dimanapun. “Kami memahami bahwa Ramadhan adalah bulan yang sangat penting bagi umat Muslim. Oleh karena itu, kami telah merencanakan operasional dengan baik, agar semua pekerja dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa mengganggu produktivitas,” tutup Avep.