Tag: Jembatan

  • Dana Jembatan Lalan Belum Terpenuhi, Tongkang Batubara Terancam Dilarang Melintas

    Dana Jembatan Lalan Belum Terpenuhi, Tongkang Batubara Terancam Dilarang Melintas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan akan menutup aktivitas kapal tongkang batubara yang melintas di jalur Sungai Lalan mulai 1 Januari 2026 apabila kebutuhan dana penyelesaian pembangunan Jembatan Lalan tidak terpenuhi hingga 31 Desember 2025.

    Asisten I Setda Sumsel, Apriyadi menyebut progres pembangunan Jembatan Lalan hingga saat ini belum dapat dilanjutkan karena keterbatasan pendanaan.

    “Sudah disimpulkan dalam rapat yang dipimpin Pak Sekda. Sesuai arahan pimpinan, sampai 31 Desember masih ditunggu. Jika dana untuk penyelesaian jembatan tidak tersedia, maka mulai 1 Januari dilakukan penutupan,” ujar Apriyadi, Senin (22/12/2025).

    Pemerintah meminta asosiasi dan pihak terkait menyediakan dana sebesar kebutuhan proyek jika tetap menginginkan izin melintas di alur sungai tersebut.

    “Kebutuhan dana untuk penyelesaian Jembatan Lalan itu sekitar Rp35 miliar. Dana itu harus sudah tersedia di rekening agar pekerjaan konstruksi bisa dipastikan berjalan dan kontraktor bisa dibayar,” jelasnya.

    Terkait dana yang telah terkumpul dari dukungan perusahaan, dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti jumlahnya. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, dana yang tersedia masih jauh dari kebutuhan.

    “Yang jelas, pemerintah meminta Rp35 miliar sesuai kebutuhan penyelesaian jembatan,” ungkapnya.

    Meski demikian, penutupan jalur Sungai Lalan tidak berlaku untuk semua jenis kapal. Sejumlah aktivitas tetap diizinkan melintas demi kepentingan masyarakat dan negara.

    “Mulai 1 Januari, kapal sembako, tongkang masyarakat yang membawa hasil bumi, serta tongkang proyek strategis nasional tetap boleh melintas. Pengawasannya juga sudah disiapkan, melibatkan pihak terkait dan masyarakat,” katanya.

    Ia menambahkan, secara administrasi pemerintah daerah telah siap melakukan proses penutupan jalur sungai apabila syarat yang ditetapkan tidak dipenuhi hingga batas waktu.

    “Tidak ada tawaran perpanjangan. Tanggal 31 Desember itu batasnya. Setelah itu akan dilakukan rapat besar untuk persiapan pelaksanaan kebijakan,” pungkasnya.

  • 83 Paket Jalan dan 9 Pembangunan Jembatan Jadi Proker PUBM-TR Sumsel Tahun 2024

    83 Paket Jalan dan 9 Pembangunan Jembatan Jadi Proker PUBM-TR Sumsel Tahun 2024

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan beberapa program kerja (Proker) untuk pembangunan, perbaikan serta rehabilitasi untuk jalan dan jembatan yang menjadi wewenang dari Pemerintah Provinsi.

    PJ Gubernur Sumsel Agus Fatoni melalui, Dinas PUBM-TR Sumsel M Affandi menjelaskan pada tahun 2024 ada 83 Paket jalan serta 9 Paket Jembatan pada Proker mereka.

    “Pada pengerjaan jalan terbagi menjadi pembangunan, rekontruksi, rehabilitas, dan pelebaran jalan, dengan nilai anggaran Rp425 miliar” kata Affandi, Rabu (17/1/2024).

    Affandi menjelaskan, dalam paket jalan tersebut ada beberapa jalan yang baru menjadi tanggung jawab Provinsi dari sebelumnya merupakan milik pemerintah Kabupaten/Kota. Dari perpindahan tanggung jawab itu, Provinsi harus melakukan pelebaran luas jalan menjadi standar jalan Provinsi.

    “Jalan Provinsi memiliki standar selebar tujuh meter. Jadi, kalau ada jalan Provinsi di kabupaten dan kota yang masih lebar di bawah standar itu, maka diutamakan pengerjaan pelebaran jalan untuk memenuhi standar,” jelasnya.

    Meski demikian, apabila jalan itu banyak berlubang, maka perbaikan kerusakan itu yang lebih diutamakan.

    “Apabila suatu jalan itu banyak berlubang, maka perbaikan kerusakan itu yang lebih diutamakan. Jadi pengerjaan jalan ini menyesuaikan kebutuhan,” ujarnya.

    Sedangkan untuk 9 Paket Jembatan, tersebar dibeberapa daerah seperti Pali dan daerah lainya. Untuk Anggaran Paket Jembatan sendiri senilai Rp. 74 Miliar.

    “Seperti Jembatan di daerah Pali, yanf awalnya merupakan jembatan pipa akan kita Bangun,” ungkapnya.

    Ia mengatakan pihaknya berharap proses pelelangan paket pengerjaan jalan tersebut dapat selesai pada bulan Maret 2024.

    “Semakin cepat pengerjaan jalan ini lebih bagus, sehingga kemantapan jalan di 2024 diharapkan bisa meningkat dan berada pada angka 90 persen,” kata Affandi.

    DPUBMTR mencatat kemantapan jalan di Sumsel pada 2023 mencapai 88,15 persen atau turun dibandingkan 2022 sebesar 93,6 persen

  • Jembatan Trembeling Jaya Segera Diperbaiki

    Jembatan Trembeling Jaya Segera Diperbaiki

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Jembatan penghubung antara Desa Lubuk Atung dengan kawasan transmigrasi Trembeling Jaya, Kecamatan Penjalang Suku Empayang Kikim Saling Ulu (Pseksu), Kabupaten Lahat kalau tidak aral melintang di tahun 2023 ini akan segera diperbaiki.

    Akses memiliki panjang lebih kurang 100 meter dan lebar 4 meter tersebut, sudah lama dibiarkan ambruk akibat bencana alam.

    “Mayoritas mata pencaharian penduduk disini rata-rata berkebun kelapa sawit, karet dan buah durian,” ungkap Kepala Desa (Kades) Lubuk Atung, Neni Hartati, Selasa 31/1/2023.

    Neni Hartati menambahkan, selama ini, apabila masyarakat ingin membawa hasil panen mesti dengan kendaraan khusus, untuk melewati arus sungai maupun akses jalan berlumpur.
    “Baik itu sepeda motor dan mobil, semuanya telah dimodifikasi untuk menghadapi Medan tersebut, sehingga bisa dibawa keluar dari kebun,” jelasnya.

     

    Kalau, lanjut dirinya, debit air sungai sedang mengalami peningkatan, maka, sama sekali tidak bisa diangkut justru akan membahayakan. “Apabila terlalu lama, dapat dipastikan kelapa sawit akan menjadi busuk, durian pun tidak bisa dijual, akhirnya petani akan merugi dengan kondisi seperti ini,” ucap Neni Hartati.

    Neni Hartati menambahkan, untuk itulah, Pemerintah Desa (Pemdes) sangat berterima kasih, pada akhirnya akses penghubung pun akan segera diperbaiki alam waktu dekat.”Usulan sudah diserahkan pada tahun sebelumnya, dan kini masuk didalam aplikasi sistem informasi pemerintah daerah (SIPD),” sebutnya.

    Ia menjelaskan, masyarakat sangat berharap sekali, dengan diperbaiki total jembatan dimaksudkan, agar aktifitas masyarakat yang sehari-hari bekerja sebagai petani tidak ada hambatan.
    “Sebab, bukan hanya warga lokal saja, melainkan penduduk luar desa pun berkebun didalam, sehingga begitu mengharapkan sekali agar dibangun kembali,” pungkas Neni Hartati.

     

    Terpisah, Camat Pseksu, Ega Warti SP MM menuturkan, jembatan tersebut satu-satunya akses bagi masyarakat untuk ke kebun, maupun penduduk transmigrasi Trembeling Jaya.

    “Tidak ada jalan lagi, oleh karena itulah, usulan yang disampaikan oleh Pemdes Lubuk Atung, segara ditindaklanjuti dengan pembangunan,” ulasnya.

    Ia berharap, dalam waktu dekat ini, pengerjaannya sudah bisa dilakukan, mengingat vitalnya sarana umum itu bagi masyarakat sekitar desa.

    “Mudah-mudahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat dapat merealisasikannya, apabila dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akses bakal ambrol seluruhnya,” tegas Ega Warti.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lahat, Mirza Azhari ST MT menerangkan, sebelumnya sudah pernah dilihat dan diukur, penyebabnya bencana alam kemungkinan besar diserahkan kepada instansi terkait.

    “Kita tetap berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak tersebut, supaya bisa dikerjakan kasihan warga, aktifitas mereka pun menjadi terganggu,” harapnya.

  • Diterjang Anging Jembatan di Lahat Rusak Akses Masyarakat ini Terpaksa di Tutup

    Diterjang Anging Jembatan di Lahat Rusak Akses Masyarakat ini Terpaksa di Tutup

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Hujan dan angin deras menguyur Kabupaten Lahat, Minggu (4/12/2022) sore, rupanya membuat besi penyangga jembatan gantung Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat patah alias rusak. Akses satu-satunya bagi masyarakat untuk pulang pergi ke kebun ini terpaksa ditutup pemerintah desa setempat agar mengantisipasi korban jiwa.

     

    Warga khawatir jembatan gantung sepanjang 135 meter dan lebar 1,2 meter itu jadi tak bisa dilewati lagi. Sebab 80 persen masyarakat desa mayoritas mata pencariannya adalah petani sawah yang mengandalkan jemabatan itu sebagai akses satu-satunya melintasi Sungai Lematang. Apalagi sebentar lagi bakal dilakukan musim tanam padi.

     

    Kepala Desa Jati Hadi Dermawan mengatakan, besi penyangga yang mengalami kerusakan sementara ditutup sampai dilakukan perbaikkan. Meski bisa dilewati, pemerintah desa was-was jika jembatan ambruk bahkan jangan sampai ada timbul korban jiwa. “Langkah awal pemerintah desa memanggil teknisi, kita belum tau bisa diperbaiki atau tidak. Namun pengerjaan akan dilakukan segera, kalau kata teknisi ahli besi,” kata Hadi via seluler, Senin (5/12/2022).

     

    Ia menghimbau masyarakat untuk sementara tidak nekat melewati akses jembatan. Belum lagi cuaca saat ini tidaklah menentu. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa saat besi penyangga rusak. Kata warga jembatan sempat berputar diterjang angin sehingga rusak,” jelas Hadi.