Tag: Ilegal Drilling

  • Tak Bisa Bekerja Sendiri Polda dan Pemda Bentuk Tim Satgas Tangani Ilegal Drilling

    Tak Bisa Bekerja Sendiri Polda dan Pemda Bentuk Tim Satgas Tangani Ilegal Drilling

    Sudah 5 Korban, Kerugian Lingkungan Capai RP4,8 T

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –

    Aktifitas illegal drilling di Sungai Dawas Kabupaten Musi Banyuasin, tak bisa dihentikan jika tak ada gerak pasti dari pihak terkait. Apalagi saat ini diketahui sudah ada Lima Korban Jiwa.

    Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Polda Sumsel akan membentuk Tim Satgas Penanggulangan Illegal Drilling dan Refinery dengan melibatkan banyak pihak.

    “Lokasi Ilegal Drilling ini cukup besar, Polri tak bisa bergerak sendiri, mangkanya saya bersama PJ Gubernur Sumsel mengadakan rapat hari ini untuk membetuk tim Satgas,” kata Kapolda Sumsel, A Rachmad Wibowo usai rapat, Rabu (24/7/2024).

    Kapolda menyebut, tak hanya menimbulkan banyak korban, Ilegal Drilling di Musi Banyuasin juga merugikan negara dengan kerugian Lingkungan mencapai RP4,8 Triliun.

    “Jadi, hasil penghitungan Kementerian LHK bersama IPB, aktifitas illegal drilling di Sungai Dawas Muba ini menyebabkan kerugian negara hingga Rp4,8 Triliun,” ungkap dia

    Dengan pembentukan tim Satgas merupakan tindakan preventif untuk meminimalisir aktifitas illegal drilling di Muba. “Dengan adanya Tim Satgas kita harapkan bekerja lebih maksimal, dengan melibatkan banyak pihak hingga mahasiswa dan media,” ucapnya.

    Ia menyebut, Satgas itu terdiri dari berbagai instansi dan butuh modal besar. Jumlah tim sekitar 50 orang yang berasal dari Pemda, Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, SKK Migas, Pertamina. Untuk pengelolaan bahan-bahan berbahaya ini, Satgas juga meminta PTBA, Pertamina dan SKK Migas untuk penanganan secara khusus.

    “Tim empat sub satgas yakni, satgas Preventif, Preemtif, Penegakan Hukum dan Satgas Rehabilitasi,” ungkapnya. Melalui Tim Satgas ini diharapkan pencegahan illegal drilling dan illegal refinery dapat berjalan maksimal. “Kerjasama semua pihak sangat diharapkan dalam Tim Satgas yang dibentuk ini,” urainya.

    Kapolda mengingatkan agar pelaku Ilegal Drilling untuk mencari profesi lain. Apalagi dalam akan ada penertiban semua sumur minyak ilegal. Kita juga minta semuanya meninggalkan.

    “Akan kami jaga lokasi tersebut dengan membangun Pos Pos Jaga agar tak ada lagi yang berani masuk, kita tingkatkan juga dengan patroli dan Razia serta memasang CCTV dalam pengawasanya. Tak hanya itu, kita juga akan mengambil alat produksi yang ditinggalkan,” pungkasnya.

    Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Elen melalui Tim Satgas ini diharapkan pencegahan illegal drilling dan illegal refinery dapat berjalan maksimal. “Kerjasama semua pihak sangat diharapkan dalam Tim Satgas yang dibentuk ini,” urainya.

  • Usai Cemari Sungai, Kini Kondisi Sungai Paruh Terbakar Akibat Aktifitas Ilegal Drilling

    Usai Cemari Sungai, Kini Kondisi Sungai Paruh Terbakar Akibat Aktifitas Ilegal Drilling

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Sumur minyak ilegal yang mencemari sungai parung sejak beberapa hari lalu, di Dusun 5 Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin, Muba, kini terbakar hebat.

    Hal itu, terlihat di beberapa Terpantau postingan baik WhatsApp group maupun medsos, nampak api membumbung tinggi yang disertai dengan kepulan asap hitam.

    Tidak hanya itu, akibat sumur minyak ilegal yang terbakar dan mencemari sungai, nampak beberapa sumur minyak ilegal yang berada di dekatnya juga ikut terbakar.

    Belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut, namun di dalam video yang tersebar menyebutkan terdapat beberapa korban pada kejadian tersebut.

    Kapolsek Sungai Lilin IPTU Moga Gumilang saat dikonfirmasi oleh media ini membenarkan kejadian tersebut.

    “Mohon waktu anggota kita masih cek ke lokasi ,” ungkap Moga saat di hubungi awak media jumat (28/6).

    Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muba AKP Bondan Try Hoetomo SIK MH mengungkapkan, pihaknya bersama Forkopimda telah meninjau lokasi sungai yang tercemar minyak akibat aktivitas ilegal di lokasi.

    Di Lokasi warga yang mengambil minyak di sungai telah dihimbau untuk tidak mengambil karena bisa membahayakan keselamatan dirinya.

    “Kita sudah himbau warga setempat bersama forkopimda. Agar tidak mengambil minyak, karena saat ini akan dilakukan pembersihan dan sudah dilakukan pemasangan police line,” kata Kasat.

    Namun saat ini lokasi terbakar, Kasat pun belum bisa memastikan api itu berasal dari mana.

    Meskipun sudah dihimbau warga pun masih tetap mengambil minyak yang tercecer di sungai, bahkan ada yang menggunakan perahu ketek.

    “Kita tidak tahu api berasal dari mana, apa dari rokok atau mesin perahu ketek,” ujarnya.

    “Untuk jumlah korban jiwa pun belum bisa dipastikan, karena api masih berkobar. Apakah ada atau tidak? ,” tukasnya.