Tag: covid-19

  • Dua Warga Palembang Positif, Kasus Covid-19 di Sumsel Bertambah

    Dua Warga Palembang Positif, Kasus Covid-19 di Sumsel Bertambah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebut kasus covid-19 kembali bertambah, dua orang warga Palembang dinyatakan positif.

    Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Darsono menyampaikan, dari data New All Record (NAR) ada dua warga Sumsel yang dinyatakan positif, keduanya sempat dirawat di Rumah Sakit Umu Pusat (RSUP) Dr Mohammad Hoesin Palembang.

    “Dari data kemarin tanggal 11 Juni, dua orang dinyatakan positif COVID-19. Artinya kasus di Sumsel pada 2025 sudah ada tiga orang terkonfirmasi positif,” ujar Darsono, Jum’at (13/6/2025).

    Sebelumnya, kasus pertama ditemukan di Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Warga tersebut berjenis kelamin laki-laki, fan saat ini kondisinya sudah dinyatakan sehat.

    “Yang kemarin, dia sempat isolasi mandiri usai dinyatakan terkena COVID-19 saat berobat di faskes. Saat ini sudah dinyatakan sehat, hasil test PCR-nya negatif,” katanya.

    Sementara untuk kasus baru ini, dua orang dinyatakan positif merupakan warga Palembang yang berdomisili di Kecamatan Sako dan Kemuning.

    “Yang di Kemuning jenis kelamin pria, sedangkan di Sako jenis kelamin perempuan,” imbuhnya.

    Ia menjelaskan warga yang berdomisili di Kecamatan Sako saat ini sedang dirawat di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang. Sedangkan warga asal Kemuning hanya melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah, namun tetap dilakukan pemantauan oleh tim PE Surveilans.

    “Satu diantaranya hanya melakukan isoman dirumahnya,” jelasnya.

    Ia mengungkapkan jika pihaknya belum mengetahui asal penularan tersebut dari mana. Sebab, belum bertemu langsung dengan petugas PE Surveilans secara langsung.

    “Petugas PE Surveilans kami belum berhasil bertemu, jadi kami belum tahu beliau tertular darimana. Beliau tidak dirawat di RS karena tidak sesak,” ungkap dia.

  • Dinkes Sumsel: Satu Warga Banyuasin Tercatat Positif Covid-19

    Dinkes Sumsel: Satu Warga Banyuasin Tercatat Positif Covid-19

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menyebut pada tahun 2025 tercatat satu orang warga di Kabupaten Banyuasin berusia 53 tahun positif Covid-19.

    “Iya, ada satu kasus covid di Sumsel dari tujuh kasus secara nasional yang ada pada tahun ini. Kasus ini menjadi yang pertama pada tahun ini di Sumsel,” ujar Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel Darsono, Kamis (5/6/2025).

    Darsono mengatakan jika warga tersebut tidak melakukan perjalanan dari luar, kemungkinan karena daya tanan tubuhnya sedang lemah.

    “Warga Banyuasin yang positif covid ini baru terkena, dia tidak dari mana-mana. Kemungkinan kena covid dari orang yang sebelumnya pernah terjangkit saat daya tahan tubuhnya lemah,” katanya.

    Ia menjelaskan kasus tersebut terdeteksi pada pekan lalu saat sedang melakukan surveilans sentinel ILI-SARI.

    “Satu kasus ini terdeteksi pada 25 Mei lalu ketika dilakukan surveilans sentinel ILI-SARI yang merupakan bagian dari sistem pemantauan penyakit menular khususnya penyakit pernapasan yaitu influenza, covid-19, dan infeksi saluran pernapasan akut lainnya,” jelasnya.

    Ia menuturkan saat ini warga tersebut sedang diisolasi mandiri di rumahnya dan melakukan rawat jalan.

    “Virus covid tidak akan hilang, sama seperti penyakit lainnya. Hanya saja, terdapat varian-varian baru dengan indikasi-indikasi tertentu,” tuturnya.

    Ia menegaskan masa pemulihan covid pria paruh baya itu hanya 10 hari, tidak lagi 14 hari seperti di masa pandemi yang lalu.

    “Iya saat ini sudah hari ke-10, dan kondisinya sudah stabil. Tidak ada keluhan efek covid hingga saat ini. Namun, jika ada keluhan akan di tes PCR kembali. Pengawasan juga tetap dilakuka terhadap mereka yang terdampak, termasuk warga sekitar,” tegasnya.

    Dikeahui, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapat laporan adanya temuan varian baru yang masuk ke Sumsel.

    “Kita imbau kepada masyarakat tetap melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menjaga protokol kesehatan jika sakit dan berada di kerumunan,” ucap dia.

  • Dinkes Palembang Pastikan Hanya Satu Kasus Positif Covid 19

    Dinkes Palembang Pastikan Hanya Satu Kasus Positif Covid 19

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Dinas Kesehatan Kota Palembang mengungkapkan jika hanya ada satu kasus covid 19. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang Yudhi Setiawan mengatakan, ada laki laki umur 25 tahun KTP palembang tetapi domisili di Jakarta yang melakukan perjalanan ke Palembang

    Warga itu mengeluhkan sakit, lalu ketika dilakukan Swab Positif.  Bahkan sebelumnya sudah ada keluhan demam disertai batuk pilek saat datang ke salah satu rumah sakit di Palembang

    “Jadi sebenar di Palembang hanya ada 1 kasus covid 19, keadaan umum baik, info dari puskesmas hari ini atau besok pulang, ” Kata Yudhi, Selasa (14/11/2023)

    Dimas Kesehatan juga melakukan upaya dalam pencegahan dengan mengajukan permintaan vaksin COVID-19 sebanyak 4000 dosis kepada Kementerian Kesehatan.

    “Dinkes mengimbau masyarakat melalui puskesmas, bagi yg bergejala seperti batuk, demam, pilek, dan gangguan saluran pernafasan lainnya untuk memakai masker bila berada di keramaian dan segera memeriksakan diri ke faskes terdekat, ” Harap nya.

    Pihak nya juga, melakukan sosialisasi kepada kelompok lansia yang mempunyai penyakit penyerta seperti hipertensi, DM, penyakit jantung, asma dan lainnya untuk selalu memakai masker bila berada di luar rumah.

    “Saya meminta masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Ditambah dengan upaya kan seperti meningkatkan daya tahan tubuh, hindari stres, konsumsi makanan dengan gizi seimbang, dan rajin cuci tangan, ” Tutupnya.

  • Covid-19 Meneror Kembali Dinkes Ingatkan Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat 

    Covid-19 Meneror Kembali Dinkes Ingatkan Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan kembali kepada masyarakat agar menjaga pola hidup sehat mereka. Apalagi saat ini kasus Covid-19 kembali menebar teror di Indonesia.

    Apalagi November lalu, satu orang dinyatakan wafat akibat dari virus yang datang tahun 2020 lalu. Bahkan telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

    Meski belum memiliki kasus baru, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman meminta masyarakat waspada dan tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ia meminta kepada masyarakat agar mewaspadai Covid-19, jika sakit sebaiknya istirahat dan memakai masker untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Kesadaran sendiri saja, kalau sakit ya pakai masker dan istirahat. Jika perlu periksakan diri ke dokter,” katanya, Jumat (8/12/2023).

    Selain itu, ia juga meminta kepada pihak Rumah Sakit tetap bersiaga meski saat ini belum ada kasus covid-19. “Rumah sakit harus cepat antisipasi jika melihat adanya gejala Covid-19, termasuk pneumonia yang memiliki gejala yang sama,” ungkapnya.

    Terkait Vaksin, Trisnawarman mengatakan saat ini stok vaksin di Sumsel sudah habis, pihaknya masih menunggu arahan dari pusat bagaimana kelanjutan Vaksinasi baik yang belum sama sekali ataupun Booster untuk meningkatkan imun tubuh.

    “Tapi, edaran (untuk vaksinasi) ini kan sudah dicabut karena Covid sudah tidak ada lagi. Jadi, kalau pun ada kebijakan lagi, maka kami menunggu surat edaran dan peraturan pemerintah untuk penetapan waspada Covid-19,” jelasnya.

  • Wawako Palembang Sebut ada 80 Ribu Pengangguran Akibat Covid 19

    Wawako Palembang Sebut ada 80 Ribu Pengangguran Akibat Covid 19

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG, – Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mendampingi langsung kunjungan kerja Wakil Menteri  Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI Afriansyah Noor, Selasa (28/2/2023) di rumah dinas Walikota  Jalan Tasik.

    Rapat koordinasi tenaga kerja menekan tingkat Pengangguran. Rapat yang langsung dihadiri dinas tenaga kerja se Sumatera Selatan (Sumsel) ini, menjadi solusi yang tangguh guna menekan tingkat pengangguran yang merebak sejak Pandemi Covid 19 beberapa tahun lalu.

    “Hadirnya Wamen Ketenagakerjaan ini bisa memberikan solusi baik bagaimana menekan angka pengangguran yang angkanya mencapai 80 ribu dari total angka penduduk 1,6 juta jiwa di Palembang,” ungkap Fitri.

    Bahkan menekan jumlah pengangguran yang kian merebak pasca Covid ini, katanya menjadi tugas bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota.

    “Ya, hal ini tentunya bisa kita kerjakan bersama-sama baik dari pusat dan kementerian, Provinsi serta kota dan kabupaten bersama membahas mengurangi angka pengangguran,” jelasnya.

    Fitri yang berbincang langsung dengan Wamenaker ini, membahas langsung pembekalan keahlian tenaga kerja yang siap pakai, melalui pelatihan khusus.

    “Berdasarkan pembicaraan dengan Pak Wamen, tadi solusi yang bisa diberikan kepada mereka. Bantuan tersebut tidak hanya memberikan sembako atau lainnya, melainkan  pendampingan serta pembekalan pelatihan keterampilan kepada mereka agar mereka benar-benar bisa mandiri,” ungkap Fitri.

    Fitri merincikan, saat ini dari 90 ribu jumlah pengangguran turun menjadi 80 ribu setelah menurunnya tingkat Covid 19 serta dilonggarkan ya semua aktivitas perekonomian.

    Namun angka  tersebut masih tinggi dan Pemkot Palembang berharap dengan hadirnya Wamen bisa memberikan titik terang kepada masyarakat Palembang yang membutuhkan pekerjaaan.

    Sementara itu Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, melalui rapat ini ada hal yang luar bisa, agar bisa diterapkan oleh kota dan kabupaten kota Se- Sumsel ini.

    “Artinya kita harus memberikan pembekalan khusus seperti pelatihan dan pendampingan kepada mereka agar memiliki ilmu pengetahuan luas,” jelasnya.

  • Dana Covid Mulai Dialihkan

    Dana Covid Mulai Dialihkan

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Selama tahun 2020 sampai tahun 2022, Dana Desa (DD) fokus menanggulangi wabah Covid-19. Seiring dengan berjalannya waktu, pandemi semakin terkendali. Sehingga ada perubahan arah kebijakan penggunaan Dana Desa.

     

    Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Lahat, Darul Efendi, melalui Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan, Ari Efendi SIP, disampaikan Pejabat Fungsional, Alan Fuadi, penggunaan Dana Desa tahun 2023 lebih difokuskan untuk pemulihan ekonomi, peningkatan sumber daya manusia, dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dengan tetap memperhatikan permasalahan yang masih mengemuka.

     

    “Seperti penanganan stunting, pelaksanaan padat karya tunai desa, pengembangan ekonomi desa serta, penanganan bencana alam dan non-alam yang sesuai kewenangan desa,” jelas Alan via seluler, Senin (14/11).

     

    Dikatakannya, untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) tetap ada. Namun catatannya hanya untuk warga kemiskinan extrem. BLT sering disebut dengan bantuan Covid-19. Namun tahun 2023 nama bantuannya tersebut tak digunakan lagi. “BLT tetap dengan alokasi 25 persen dari pagu anggaran, hanya untuk kemiskinan extrem. Untuk besarannya sesuai dengan pembahasan Musrenbang tingkat kecamatan,” jelasnya.

     

    Bagi desa yang melaksanakan kegiatan fisik, seperti pembangunan posyandu, balai desa, ataupun lainnya, wajib bertemakan adat di Bumi Seganti Setungguan. “Misalkan atapnya bertemakan adat, atau pada dinding bangunannya,” jelasnya.

     

    Untuk penanganan bencana alam dan non-alam seperti penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Dia mencontohkan dana desa bisa untuk kegiatan isolasi, sterilisasi lingkungan, dan filterisasi ternak. “Dana desa bisa digunakan untuk penanganan PMK, yang penting vaksinnya legal,” ujarnya.

     

    Namun dengan catatan, alokasi bukan ganti rugi seperti hewan ternak warga mendadak mati. Anggaran khusus untuk penanganan bencana non alam. Termasuk Covid-19. “Kalau alokasi sesuai kemampuan desa. Berbeda tahun-tahun sebelumnya dianggaran 8 persen dari pagu anggaran dana desa,” tutupnya.

  • Dinkes Palembang Belum Terima Adanya Varian Baru

    Dinkes Palembang Belum Terima Adanya Varian Baru

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Kota Palembang sampai saat ini belum menerima laporan terkait adanya varian baru covid 19 yakni XBB.

     

    “Kita belum ada laporan soal covid varian baru. Karena untuk menentukan jenis varian covid 19 termasuk varian XBB ada di pusat penelitian dan pengembangan Kemenkes RI di Jakarta,” kata Kabid P2P Dinkes Palembang, Yudi Setiawan, Jum’at (11/11/2022).

     

    Ia menambahkan, pihaknya hanya bisa menentukan apakah sampel tersebut positif covid 19 atau tidak.

     

    ” Sampai sekarang belum laporan varian baru di Kota Palembang,” ujar Yudi.

     

    Diakui Yudi, saat ini kembali ada peningkatan jumlah warga yang terpapar Covid 19.

     

    Jika sebelumnya ada 36 kasus per hari, maka sekarang tembus 47 kasus positif per hari.

     

    “Karena itu, tidak bosan bosannya kita mengimbau agar warga tetap menjaga protokol kesehatan. Memang sekarang kita sudah divaksin, tapi bukan berarti kita bisa lengah. Tetap pakai masker apalagi kalau sedang sakit. Karena ini cukup membantu agar terhindar dari penyakit,”pungkasnya.

  • Kasus Covid-19 di Sumsel Kembali Naik 

    Kasus Covid-19 di Sumsel Kembali Naik 

    SUARAPIBLIK.ID, PALEMBANG – Hanyut dalam kembalinya suasana sebelum wabah Covid-19 kini warga Sumsel harus kembali menjaga jarak karena Covid-19 tanpa disadari mulai kembali naik. Terbaru, saat ini kasus Covid-19 di Sumsel mencapai 78 kasus dari data terakhir 10/11/2022

     

    “Memang selama dua minggu ini, kasus Covid-19 bertahap naik. Dari semula 2 kasus, menjadi 4 kasus, 10 kasus, 20 kasus, 50 kasus, dan kemarin ada 77 kasus,” ucap Trisnawarman, PLT Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan, Jumat (11/11/22).

     

    Trisnawarman mengaku kenaikan kasus Covid-19 ini dikarenakan protokol kesehatan yang sudah sangat kendor di Sumsel. Karena itu, pihaknya kembali menggerakkan upaya pencegahan seperti sebelumnya yakni mengaktifkan kembali protokol kesehatan bagi masyarakat.

     

    “Memang prokes dan upaya 3T (testing, tracing dan treatment) sudah kendor. Masyarakat sudah malas menggunakan masker. Mereka menganggap Covid-19 tidak ada lagi. Batuk dan pilek sudah dianggap hal biasa,” ucap Trisnawarman.

     

    Untuk mencegah kasus Covid-19 makin meningkat dan meluas, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Sumsel terkait penambahan kasus saat ini. “Gubernur Sumsel sudah menginstruksikan agar prokes masyarakat diperketat dan masifkan eT serta menggencarkan vaksinasi,” ucapnya.

     

    Sebagai antisipasi peningkatan kasus menjelang libur Nataru (Natal dan Tahun Baru), pihaknya sudah menyiapkan rumah sehat yakni satu tower di Wisma Atlet. “Kami standbykan rumah sehat di Jakabaring, jika nantinya kasus naik maka akan dioperasikan,” ucapnya.

     

    Menanggapi adanya peningkatan kasus Covid-19 di Sumsel, menurut Gubernur Sumsel Herman Deru, Covid-19 itu kan selalu berubah-ubah variannya, sebelumnya kan juga ada Omicron.

     

    “Mudah-mudahan kali ini tidak menyebabkan pneumonia dan tidak menyebabkan sampai dengan meninggal,” kata Gubernur ditempat berbeda.

     

    Dirinya mengimbau masyarakat Sumsel untuk kembali taat pada Proses.Tetap harus waspada dan hindari hal-hal yang menyebabkan itu.

  • RS di Palembang Mulai Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

    RS di Palembang Mulai Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penambahan kasus wabah virus Covid-19 di Bumi Sriwijaya, dinilai akan berimplikasi dengan keterisian tempat tidur Rumah Sakit (RS) di Palembang.

    Epidemiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyani Liberty mengatakan, peningkatan jumlah kasus orang terkonfirmasi Covid-19 di Sumsel dikhawatirkan akan berdampak pada keterisian tempat tidur Covid-19 di rumah sakit atau Bed Occupation Rate (BOR) yang terus melonjak.

    Bukan itu saja, kemungkinan tenaga kesehatan yang menangani Pandemic collapse akibat semakin meningkatnya jumlah keterisian rumah sakit. Hal inilah yang menjadi perhatian. Untuk itu rumah sakit harus menambah tingkat BOR.

    “Dengan meningkatnya kasus per hari, maka kekhawatiran tersebut tidak hanya mengenai kekurangan tempat tidur saja, melainkan kemungkinan tenaga kesehatan yang menangani pandemic collapse akibat semakin meningkatnya jumlah keterisian rumah sakit seperti yang terjadi di Pulau Jawa,” katanya, Kamis (15/7/2021).

    Berdasarkan data terkini dari Pemprov Sumsel, Sabtu (10/7/2021), lebih dari 100 persen angka keterisian tempat tidur ICU di Palembang. Seperti di RS Charitas Hospital Palembang, dari semua empat kamar sudah terisi penuh. Sebaliknya RS Hermina Palembang dari delapan kamar ICU Covid-19, semuanya ludes terisi.

    Sedangkan untuk RS Rujukan Covid-19 RSMH Palembang juga mengalami hal yang sama. Dari 26 jumlah tempat kamar tidur ICU Covid-19 yang disediakan, terisi penuh.

    Direktur RSUP dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Bambang Eko Sunaryanto, peningkatan BOR yang terjadi telah berlangsung sejak dua pekan terakhir.

    Tingginya angka kamar ICU Covid-19 ini menyebabkan rumah sakit tidak bisa menampung pasien baru dengan keadaan darurat.

    “Dua minggu terakhir lonjakan kasus tinggi sekali, dari 26 kamar disediakan semuanya penuh,” ujarnya, Minggu lalu (11/7/2021).

    Tak hanya ruang ICU, tempat tidur untuk pasien dengan gejala sedang hingga berat juga diakui Bambang alami peningkatan. Saat ini pihaknya mencatat dari 177 kamar yang terisi, sudah mencapai 75 persen. Dalam satu hari pihaknya mencatat sekitar 10 sampai 15 pasien baru yang masuk.

    Jumlah tersebut meningkat sekitar dua kali lipat dari dua pekan sebelumnya, sekitar 7 pasien per hari yang masuk ke RSUP Mohammad Hoesin. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan penambahan kamar inap dan ruang ICU sebanyak 300 kamar. Sebagai rumah sakit rujukan utama, pihaknya akan mengalokasikan kamar pasien umum yang ada untuk dikhususkan bagi penanganan COVID-19.

    “Untuk kasus meninggal dunia bahkan mencapai dua kasus per hari. Rata-rata meninggal dunia akibat komorbit,” jelas Bambang.

    Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, pihaknya terus mengantisipasi ketersediaan kamar untuk pasien Covid 19. Bahkan Pemprov Sumsel telah mempersiapkan tiga tower tambahan di Asrama Haji Palembang dengan kapasitas tampung hingga 500 orang pasien. Ketiga tower tersebut yakni, Tower Mekkah, Tower Madinah, dan Tower Jeddah.

    Bukan hanya di asrama haji saja, namun persiapan penambahan kamar juga dilakukan di Wisma Atlet Jakabaring sebanyak dua tower lagi. Hal ini tak lain untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien Covid di Sumsel.

    “Ada tiga tower yang kita siapkan. Dan Kamar-kamar ini kita upayakan selalu siap termasuk nakes dan fasilitasnya” tegas Deru, Rabu (14/7/2021).

    “Untuk di Wisma Atlet saat ini tercatat baru 78 kamar terisi dari 300 kamar yang disediakan. Jika di rumah ada anak kecil atau ada orang tua atau keluarga komorbid (penyakit penyerta), tidak perlu ragu mencari tempat isolasi. Pemprov siapkan ini dengan gratis tanpa biaya tanpa pungutan,” ujarnya.

    Berdasarkan data terkini lanjut Herman Deru, tingkat penyebaran Covid 19 di Sumsel cenderung fluktuatif. Bahkan yang cukup menggembirakan, tingkat kesembuhan pasien Covid 19 di Sumsel sangat tinggi mencapai 84 persen lebih tinggi dari nasional 81 persen.

    “Tingkat keterisian kamar atau BOR kita juga sudah turun terus. Dari 79 persen sekarang sudah 77 persen. Ini juga berkat upaya maksimal Pemprov Sumsel menyediakan layanan bagi saudara-saudara kita yang terpapar Covid,” jelas Herman Deru.

    Menurutnya, kamar-kamar yang disiapkan tersebut diutamakan untuk pasien dengan gejala ringan atau OTG. Sementara untuk mereka yang bergejala berat diarahkan ke RS rujukan.

    Lebih jauh, Herman Deru mengatakan, untuk skala provinsi BOR sangat variatif karena itu antar kepala daerah harus saling berkoordinasi dan berkomunikasi. Iapun meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi Covid. PPKM yang dijalankan diharapkan dapat menekan penyebaran Covid- 19 di Sumsel.

    “Mari kita hadapi pandemi ini dengan ketangguhan psikologi dan kesiapan. Serta tidak panik. Karena panik dapat menurunkan imun,” jelasnya.

    Sementara itu Kadinkes Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan, sebanyak 500 kapasitas bed yang disediakan tersebut terdiri dari 270 kamar. Untuk isolasi mandiri, masing-masing kamar disediakan bagi 1 sampai 2 pasien.

    “Selain kita siapkan di Asrama Haji ini kita juga akan tambah 2 tower lagi di Wisma Atlet,” jelasnya. (Nat)