Tag: BI KPw Sumsel

  • Ingin Menukar Uang Jelang Lebaran, Ini Lokasinya

    Ingin Menukar Uang Jelang Lebaran, Ini Lokasinya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan telah mempersiapkan 2 (dua) bentuk layanan, bagi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan yang ingin melakukan penukaran uang tunai yakni

     

    Pertama, penukaran uang di Perbankan, mulai 4-29 April 2022. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersinergi dengan perbankan menyiapkan sejumlah 252 titik penukaran di kantor cabang bank umum yang ada di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

     

    Kedua, penukaran uang di Mobil Kas Keliling Bank Indonesia mulai tanggal 6-29 April 2022.

     

    Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia Erwin Soeriamadja mengungkapkan, penukaran uang melalui kas keliling Bank Indonesia kembali hadir setelah vakum dua tahun akibat pandemi.

     

    “Untuk wilayah Sumatera Selatan, terdapat 12 titik kas keliling di berbagai lokasi strategis sebagaimana terlampir. Guna menghindari kerumunan, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) sebelum hadir ke lokasi kas keliling,” ungkap Erwin, Senin (11/4).

     

    Untuk itu kata Erwin, adanya 2 pelayanan tersebut, Bank Indonesia menghimbau masyarakat agar menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi seperti di loket perbankan dan kas keliling Bank Indonesia.

     

    “Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menukar uang di loket-loket resmi guna menghindari risiko uang palsu,” himbaunya.

     

    Selain itu, Bank Indonesia juga menghimbau masyarakat untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah.

     

    “Menjaga Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara sebagai bentuk Bangga Rupiah, dan mengenal fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebagai bentuk Paham Rupiah,” tutupnya.

  • Persiapan Transaksi Lebaran 2022, BI Sumsel Siapkan Rp 11 Triliun 

    Persiapan Transaksi Lebaran 2022, BI Sumsel Siapkan Rp 11 Triliun 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia Sumatra Selatan (BI Sumsel) telah menyiapkan uang kartal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat periode lebaran tahun 2022 atau selama Ramadan – Idul Fitri 1443 Hijriah.

     

    “Kami menyiapkan uang kartal Rp11 triliun, melalui kantor layanan dan mesin atm perbankan,” ungkap Kepala Perwakilan BI Sumsel, Erwin Soeriadimadja, Senin (11/4).

     

    Persiapan uang kartal tersebut kata Erwin, tak hanya di Sumsel. Namun nantinya juga akan diedarkan untuk wilayah Jambi, Bangka Belitung (Babel) dan Bengkulu. Namun khusus Sumsel, uang kartal yang dipersiapkan senilai Rp6,4 triliun.

     

    “Tahun ini untik wilayah Sumsel ada peningkatan uang kartal 14 persen dari tahun sebelumnya pada 2021 diangka Rp5,6 triliun,” kata dia.

     

    Menurut Erwin, adanya kenaikan kesiapan uang kartal untuk Sumsel dibandingkan tahun 2021, karena pada 2022 perkembangan ekonomi sudah tumbuh positif, dilihat dari mobilitas dan avilitas ekonomi di wilayah tersebut.

     

    “Peningkatan avilitas ekonomi ini sudah terjadi sejak triwulan IV tahun 2021 dan kenaikan uang kartal juga pengaruh mulainya libur panjang tahun ini,” ujarnya.

     

    Sementara berdasarkan laporan perekonomian Sumsel dan kesiapan pemenuhan kebutuhan uang tunai periode ramadan Idul Fitri 1443 Hijriah, prediksi ekonomi untuk tahun 2022 diproyeksikan mengalami peningkatan.

     

    “Prediksi tahun 2022 kami memproyeksikan ekonomi di Sumsel diangka 3,5 – 5,1 persen dengan dorongan aktivitas ekonomi di sektor pengerjaan proyek infrastruktur tol dan rigasi bendungan,”pungkasnya.

  • BI Sosialisasikan Cinta dan Bangga Paham Rupiah kepada Awak Media

    BI Sosialisasikan Cinta dan Bangga Paham Rupiah kepada Awak Media

    SUARAPUBLIK, Palembang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumsel menyelenggarakan bincang bareng media tentang  sosialisasi dan edukasi cinta, bangga dan paham mata uang rupiah di Kantor BI Palembang, Jumat (23/4/2021).

    Tujuan edukasi untuk meningkatkan awareness dan pemahaman mengenai peran Rupiah sebagai identitas dan simbol bangsa serta fungsi Rupiah secara luas dalam perekonomian. Menjaga Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara sebagai bentuk Bangga Rupiah, dan mengenal fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebagai bentuk Paham Rupiah.

    Selain itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumsel, Hari Widodo menjelaskan kesiapan uang Rupiah jelang Hari Raya Idul Fitri 1442H.

    “Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan uang kartal sebanyak Rp 9,4 triliun”, ungkapnya.

    Hari menjelaskan kebutuhan uang kartal dalam periode Ramadhan/Idulfitri 1442 H di Sumatera Selatan diperkirakan sekitar Rp3,15 triliun, meningkat 6% dari realisasi tahun 2020 yang sebesar Rp2,97 triliun.

    “Kami sudah menginstruksikan ke perbankan di Sumsel, agar mempersiapkan kantor layanan dan mesian ATM untuk memenuhi kebutuhan uang di wilayah Jambi, Kepulauan Bangka Belitung” sambungnya.

    Seperti tahun sebelumnya, mempertimbangkan adanya risiko penyebaran Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, pada tahun ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan tidak menyelenggarakan layanan penukaran ritel bersama perbankan di tempat-tempat umum. Namun demikian, dalam rangka memudahkan masyarakat melakukan penukaran uang pecahan kecil, Bank Indonesia bekerja sama dengan 28 bank umum melaksanakan layanan penukaran uang pecahan kecil di 169 titik lokasi kantor cabang bank umum yang ada di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Penukaran dapat dilakukan pada setiap hari kerja sampai dengan tanggal 11 Mei 2021.

    Bank Indonesia juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI (UPK 75 Tahun RI) melalui penukaran di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan dan jaringan kantor bank. UPK 75 Tahun RI dapat digunakan untuk bertransaksi dan berbagi selama periode Ramadhan dan Idulfitri 1442 H. Masyarakat dapat melakukan pemesanan UPK 75 Tahun RI melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id), menggunakan 1 KTP untuk menukarkan maksimal sebanyak 100 (lembar) UPK 75 Tahun RI setiap harinya. Penukaran dapat diulang pada hari kerja berikutnya.

    Dalam rangka menjaga kelancaran kegiatan perekonomian masyarakat di tengah upaya penanggulangan pandemi Covid-19, khususnya pada periode Ramadhan/Idulfitri 1442 H, Bank Indonesia telah mengeluarkan kebijakan optimalisasi penggunaan non tunai yang sejalan dengan himbauan Pemerintah untuk physical distancing yakni dengan mendorong transaksi pembayaran secara nontunai
    melalui digital banking, uang elektronik, dan QRIS (QR Code IndonesianStandard ) serta mendorong penguatan ekosistem digital.

    Berdasarkan data sampai dengan Maret 2021, di wilayah Provinsi Sumatera Selatan telah terdapat 192.931 merchant yang menggunakan QRIS, dengan 95,86% nya didominasi oleh UMKM. Bank Indonesia juga mendorong penggunaan QRIS di tempat ibadah sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk menyalurkan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS). Sampai dengan Maret 2021 ini, sudah terdapat 1.180 masjid yang menggunakan QRIS di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. (vie)

  • BI Apresiasi Pemkab Muba Implementasi Transaksi Non Tunai

    BI Apresiasi Pemkab Muba Implementasi Transaksi Non Tunai

    SUARAPUBLIK,Sekayu – Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan , Gede Arnawa mengapresiasi atas komitmen Pemkab Musi Banyuasin (Muba) implementasi elektronifikasi transaksi keuangan pemerintahan.

    “Kami lihat Pemkab Muba sudah menerapkan tata kelola keuangan berbasis elektronifikasi, tentu nantinya bisa dijadikan salah satu pilot project untuk implementasi elektronifikasi Pemerintah Daerah di wilayah Sumsel, “ucapnya saat Audiensi Dengan Bupati Muba, Rabu (4/9/2019).

    Disebutkannya, elektronifikasi transaksi pemerintah bertujuan untuk mewujudkan perluasan Less Cash Society dan keuangan inklusif melalui peningkatan akses keuangan untuk layanan transaksi non tunai. Selama ini transaksi non tunai yang diterapkan Pemkab Muba dianggap berjalan sangat baik. 

    Sementara itu Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, salah satu penerapan elektronifikasi transaksi keuangan merupakan pogram prioritas Pemkab Muba. Dimana Pemerintah bisa mewujudkan transparansi di semua transaksi pembayaran, yang ujungnya Less Cash Society memang diarahkan kesana.

    “Kami sebetulnya tanpa dijadikan pilot projet arahnya memang seperti itu, kalau bicara manajemen keuangan, Pemkab Muba sudah menerapkan tata kelola keuangan sebagai pondasi kita dalam melaksanakan kegiatan. Selalu menjaga agar tata kelola keuangan pemerintah yang transparan dan terjaga dengan baik, “bebernya.

    Dodi juga mengucapkan terima kasih kepada BI Provinsi Sumsel yang sudah mengasistensi untuk mendorong pemerintah menuju elektronifikasi transaksi keuangan, nantinya tinggal dipilih program mana yang harus diterapkan di Kabupaten Muba dan selanjutnya nanti disempurnakan.

    “Silahkan pihak BI jika mau melakukan kunjungan ke instansi mana saja dalam lingkup Pemkab Muba, sehingga bisa menemukan inovasi apa saja yang bisa diselaraskan Visi BI menuju transaksi non tunai, “ucapnya.(ril/muba)

  • Muba Selangkah Lebih Maju Implementasikan Elektronifikasi Transaksi Keuangan Daerah

    Muba Selangkah Lebih Maju Implementasikan Elektronifikasi Transaksi Keuangan Daerah

    SUARAPUBLIK,Sekayu- Dalam mendorong peran Bank Indonesia (BI) dalam implementasi elektronifikasi transaksi keuangan di lingkungan Pemerintah Daerah, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Koordinasi Elektronifikasi Transaksi Keuangan Pemerintah Daerah (Implementasi transaksi non tunai), di Meeting Room Hotel Ranggonang, Rabu (4/9/2019).

    Disebutkan, elektronifikasi transaksi pemerintah bertujuan untuk mewujudkan perluasan Less Cash Society dan keuangan inklusif melalui peningkatan akses keuangan untuk layanan transaksi non tunai. Selama ini transaksi non tunai yang diterapkan Pemkab Muba dianggap berjalan baik.

    Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel, I Gede Arnawa mengaku bahwa nyatanya Pemkab Muba selangkah lebih maju dari yang diekspetasikan sebelumnya. Dengan Pemkab Muba telah membuat draf Peraturan Bupati terkait transaksi non tunai di pemerintahan, tentu ini suatu kemajuan dari daerah lainnya di Sumsel.

    “BI punya tugas tiga hal, pertama yaitu menjaga kestabilan nilai rupiah (inflasi) syukur untuk di Sumsel di bawah 2% , jadi jauh lebih rendah dari nasional dan Provinsi di Sumatera. Kemudian dibidang pembayaran, tunai dan non tunai terkait pengelolaan keuangan rupiah, kami bertugas dalam pengedaran uang rupiah, bagaiman transaksi non tunai bisa meningkat, karena transaksi non tunai ini dari segi efisiensi dan transparansi akan lebih baik dibanding transaksi cash,”bebernya.

    Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba H Yusman Sriyanto MT dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Muba sangat mendukung kegiatan rapat yang dilaksanakan oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel di Sekayu, sebagai wujud kesungguhan dunia perbankan serta Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang efektif, efisien dan transparan.

    “Selin itu juga menindaklanjuti surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang implementasi transaksi non tunai pada Pemerintah Daerah, sekaligus dalam rangka pemantauan rekening pendapatan dan belanja OPD melalui cash management system (cms), serta peningkatan dan percepatan transaksi non tunai, termasuk pembayaran pihak ketiga serta instruksi Gubernur Sumsel tentang pelaksanaan transaksi non tunai di Provinsi Sumsel, “ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

    Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda juga mengatakan, upaya mengubah transaksi pengeluaran dan penerimaan pemerintah dari tunai menjadi non tunai melalui berbagai instrumen dan kanal pembayaran elektronik bertujuan untuk membuka wawasan Organisasi Perangkat Daerah dalam mengantisipasi perkembangan dunia perbankan di indonesia, sinergitas, serta penguatan infrastruktur non tunai dengan pihak terkait. Kemudian meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah menuju terwujudnya good governance dan menciptakan komitmen Pemkab Muba dalam kelancaran penerapan transaksi non tunai di Pemkab Muba.

    “Kepada seluruh peserta rapat koordinasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, saya berharap agar dapat meningkatkan implementasi transaksi non tunai di Kabupaten Muba, “tutupnya.(ril/muba)

  • Tarik Uang Emisi Lama BI Gelar Sosialisasi ke Masyarakt

    SUARAPUBLIK,Palembang- Dalam rangka menarik uang Rupiah pecahan Rp100.000 emisi 1999, Rp50.000 emisi 1999, Rp20.000 emisi 1998, dan Rp10.000 emisi 1998 yang masih beredar di masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat di sekitar Pasar 16 Ilir dan Ampera.

    Sosialisasi tersebut di pimpin langsung oleh Pjs Kepala Perwakilan BI Prov. Sumsel, Hari Widodo dan maskot komunikasi KPw BI Prov. Sumsel yaitu Mang Gaul dan Bi’ Gaul.

    “Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat segera menukarkan uang Rupiah lamanya kepada Bank Indonesia karena waktu penukaran uang pecahan tersebut akan segera berakhir besok pada tanggal 30 Desember 2018,”ungkap Hari.

    Hari juga menambahkan, berkaitan dengan hal tersebut, Kantor Perwakilan BI Prov. Sumsel secara khusus membuka layanan penukaran uang emisi lama kepada masyarakat pada hari Sabtu dan Minggu tgl 29 dan 30 Desember 2018 bertempat di halaman depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selaran Jl. Jend. Sudirman No.510 Palembang.

    “Bank Indonesia menghimbau kepada masyarakat agar dapat segera menukarkan uang Rupiah emisi lama kepada Bank Indonesia pada esok hari, karena setelah tgl 30 Desember 2018 uang tersebut sudah tidak dapat ditukarkan kembali,”Tambahnya.