Category: Muratara

  • Wujudkan Instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni Pacu Sentra Bawang Merah di Musi Rawas Utara

    Wujudkan Instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni Pacu Sentra Bawang Merah di Musi Rawas Utara

    SUARAPUBLIK.ID, MURATARA – Menindaklanjuti instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terkait penguatan kedaulatan pangan nasional, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan sekaligus Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni, melakukan langkah konkret dengan mentransformasi sektor pertanian di wilayahnya.

    Fokus utama dalam gerakan ketahanan pangan ini adalah optimalisasi budidaya bawang merah sebagai komoditas unggulan yang mampu menekan inflasi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

    Program ini bukan sekadar wacana. Di bawah kepemimpinan Devi Suhartoni, Kabupaten Musi Rawas Utara kini mulai memanen hasil dari perluasan lahan pertanian bawang merah. Langkah ini diambil sebagai strategi diversifikasi pangan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor perkebunan sawit atau karet.

    Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni.

    “Ibu Ketua Umum senantiasa mengingatkan kami bahwa pangan adalah urusan hidup matinya sebuah bangsa. Sebagai kader, tanggung jawab kami adalah memastikan rakyat tidak hanya cukup makan, tapi juga mandiri secara pangan,” ujar Devi Suhartoni saat meninjau lahan pertanian di Muratara.

    Poin Utama Program Ketahanan Pangan di Muratara:

    •  Optimalisasi Lahan Tidur: Mengonversi lahan yang tidak produktif menjadi sentra bawang merah yang bernilai ekonomis tinggi.
    • Pendampingan Petani: Memberikan bantuan bibit unggul, pupuk, serta bimbingan teknis agar hasil panen mencapai standar pasar nasional.
    •  Pengendalian Inflasi: Dengan memproduksi bawang merah sendiri, ketergantungan pasokan dari luar daerah berkurang, sehingga harga di pasar lokal lebih stabil.
    • Kemandirian Ekonomi: Mendorong terciptanya lapangan kerja baru di sektor agribisnis bagi generasi muda di pedesaan.

    Implementasi di Musi Rawas Utara ini diproyeksikan menjadi pilot project bagi kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan. Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Devi Suhartoni menegaskan bahwa politik hijau dan politik pangan adalah identitas perjuangan partai.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa kader PDI Perjuangan hadir memberikan solusi nyata di tengah rakyat. Kemandirian pangan di Muratara adalah bagian dari kontribusi kami untuk ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

    Melalui program ini, diharapkan Sumatera Selatan tidak hanya menjadi lumbung pangan di sektor padi, tetapi juga menjadi pemain utama dalam komoditas hortikultura di tingkat regional.

  • BSB Resmikan Relokasi Kantor Cabang Muara Rupit Perkuat Aksesibilitas dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Muratara

    BSB Resmikan Relokasi Kantor Cabang Muara Rupit Perkuat Aksesibilitas dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Muratara

    RUPIT, SUARAPUBLIK.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) resmi merelokasi Kantor Cabang Muara Rupit dari Jalan Lawang Besar, Desa Lawang Agung, ke lokasi baru yang lebih strategis di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Rupit. Relokasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat aksesibilitas bagi nasabah, dengan menghadirkan area kantor yang lebih luas, representatif, serta dilengkapi berbagai fasilitas modern yang disesuaikan dengan kebutuhan layanan perbankan masyarakat saat ini.

    Peresmian yang berlangsung pada Rabu, 26 November 2025 ini dihadiri oleh Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H. Junius Wahyudi serta PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, dalam sambutannya menegaskan bahwa dengan beroperasinya kantor baru tersebut, Bank Sumsel Babel memastikan pelayanan yg baik, lebih mudah, dan lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan seluruh nasabah.

    “Kami mengundang seluruh nasabah, baik individu maupun korporasi, untuk segera memanfaatkan fasilitas di kantor baru yang telah resmi beroperasi hari ini. Kami memastikan seluruh kegiatan operasional dan pelayanan perbankan tetap berjalan normal tanpa gangguan selama proses transisi,” ujar Festero Mohamad Papeko.

    Pada kesempatan yang sama, kepedulian Bank Sumsel Babel kembali diwujudkan melalui penyerahan simbolis program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada perwakilan penerima manfaat. Inisiatif CSR ini mendukung pembangunan sosial, peningkatan pendidikan, serta kualitas hidup masyarakat Kabupaten Muratara, dengan penyaluran sebagai berikut :

    1. Renovasi Pojok UMKM di Taman Percha Leanpuri

    2. Lokasi sumur bor 4 titik wilayah nya ada di :

    – Desa Belani

    – Desa Beringin Makmur 2

    – kelurahan karang Dapo

    – kelurahan muara Rupit

    Dengan diresmikannya Kantor Cabang Muara Rupit yang baru ini, Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, nyaman, dan berkualitas, serta memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara.

  • Innalillahi, Kakek di Muratara Tewas Akibat Terkepung Api saat Bakar Lahan

    Innalillahi, Kakek di Muratara Tewas Akibat Terkepung Api saat Bakar Lahan

    SUARAPUBLIK.ID, MURATARA – Nasib malang dialami Muhadi (72). Warga Desa Bumi Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), harus meregang nyawa akibat terkepung api usai membakar lahan di kebun sawit miliknya.

    Tewasnya kakek tersebut pertama kali diketahui saksi Warsito (57) dan Yusup (37) yang bersebelahan kebun sawit dengan korban.

    “Saya curiga, biasanya korban mengajak pulang bersama untuk salat zuhur. Saya lihat asap di kebun korban, perasaan saya jadi tidak enak. Saya datangi kebunnya bersama saksi Yusup. Di situ saya temukan korban sudah tergeletak di tengah kebun yang terbakar dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” terang Warsito, Kamis (18/7/2024).

    Warsito mengisahkan, bahwa pada hari Rabu (17/7/2024) tersebut sekitar pukul 07.00 WIB, korban berangkat ke kebunnya di Desa Bumi Makmur, Nibung Kabupaten Muratara, dengan menggunakan sepeda motor sambil membawa bibit kelapa sawit.

    Siang harinya sekitar pukul 12.00 WIB, kebiasaan saksi Warsito menunggu korban yang selalu mengajaknya pulang untuk salat zuhur.

    “Kebiasaan korban membersihkan kebun dengan cara membakar sedikit demi sedikit, akibat terpaan angin api menjadi meluas dan melebar. Korban ini memang mengalami sakit sesak nafas, karena kekurangan oksigen saat melakukan pemadaman sendirian itu yang menyebabkannya meninggal,” terang Warsito.

    Hasil pengecekan petugas Polres Muratara, Ipda Hermansyah dan tim yang mendatangi lokasi diperkirakan luas lahan terbakar 1/2 hektar. Saat ini, api di lahan tersebut sudah dalam kondisi padam.

    Petugas mengamankan barang bukti celana korban kondisi terbakar, sepasang sepatu bot warna kuning dan sepeda motor yang digunakan korban.

    Kapolres Muratara AKBP Koko Arianto Wardani saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat agar memiliki kesadaran untuk tidak memanfaatkan musim kemarau membuka lahan atau kebun dengan cara membakar,” tegas Koko.

    “Lahan yang kering, udara panas dan angin kencang menjadikan kebakaran sulit dikendalikan sehingga berpotensi meluas dan ini membahayakan, merugikan banyak pihak,” tambah Koko.

    Kata Koko bahwa pihaknya dan jajaran Polda Sumsel sudah sering memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, melalui Maklumat Kapolda, menyebaran pamflet dan informasi melalui berbagai media.

    “Imbauan sudah sering kali kami berikan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan. Kami sangat sayangkan kejadian ini, semoga menjadi pelajaran bagi kita semua,” tutur Koko. (ANA)

  • BSB Dukung Kesuksesan UMKM, Kisah Sukses Yeni dengan Puding Kelapa DEGLA

    BSB Dukung Kesuksesan UMKM, Kisah Sukses Yeni dengan Puding Kelapa DEGLA

    SUARAPUBLIK.ID, MURATARA – Bank Sumsel Babel merealisasikan salah satu misinya yaitu menjadi penggerak perekonomian daerah menuju indonesia sejahtera yaitu dengan kerjasama berbagai UMKM di Daerah Sumsel dan Babel. Salag satu UMKM Binaan Bank Sumsel Babel, Yeni, yang berhasil mengembangkan usaha Puding Kelapa DEGLA di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Komitmen dan dedikasi Bank Sumsel Babel dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah menjadi pendorong utama kesuksesan banyak pengusaha, termasuk Yeni.

    Yeni, seorang ibu rumah tangga, memulai usahanya dengan modal kecil dan keinginan untuk memberikan produk makanan ringan yang sehat dan bernutrisi kepada masyarakat. Dengan inovasi dan kerja keras, Yeni berhasil menciptakan Puding Kelapa DEGLA, sebuah produk yang mulai dikenal luas berkat cita rasa nikmat dan kualitas yang terjamin.

    Bank Sumsel Babel, melalui program pembinaan UMKM, memberikan bimbingan dan dukungan finansial kepada Yeni untuk mengembangkan usahanya. Bantuan ini mencakup pelatihan manajemen bisnis, akses permodalan, serta fasilitas pemasaran yang memungkinkan Puding Kelapa DEGLA menjadi lebih dikenal di pasaran.

    “Kami sangat bangga dengan pencapaian Yeni. Melihat bagaimana usahanya berkembang merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami di Bank Sumsel Babel khususnya Bank Sumsel Babel Muara Rupit. Inj adalah bukti nyata bahwa dukungan yang tepat dapat mengubah kehidupan dan mengangkat perekonomian daerah,” ujar Moch. Robi Hakim ( Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel).

    Dengan bantuan dari Bank Sumsel Babel, Yeni mampu meningkatkan produksi dan memperluas distribusi Puding Kelapa DEGLA ke pasar yang lebih luas, termasuk ke Pemerintah Daerah Setempat. Selain itu, bimbingan yang diterima juga meningkatkan kemampuan manajerialnya, memungkinkan bisnisnya beroperasi dengan lebih efisien dan berkelanjutan.

    Kini, Puding Kelapa DEGLA tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Muratara tetapi juga mulai menembus pasar regional. Produk ini mendapatkan banyak apresiasi atas rasa alami dan tekstur lembut yang memanjakan lidah konsumen. Ini semua tidak lepas dari bahan-bahan alami dan proses produksi yang higienis, sehingga memastikan kualitas produk yang tinggi.

    “Saya sangat berterima kasih kepada Bank Sumsel Babel atas dukungan dan bimbingannya. Dengan bantuan mereka, saya bisa memperluas usaha dan memberikan yang terbaik untuk konsumen. Saya berharap, kisah saya bisa menginspirasi UMKM lain untuk terus berinovasi dan semangat dalam mengembangkan usahanya,” kata Yeni.

    Kisah sukses Yeni adalah salah satu dari banyak cerita inspiratif dari UMKM binaan Bank Sumsel Babel. Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk terus mendukung pengusaha lokal dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah melalui berbagai program dan inisiatif.

  • Respon Cepat PLN Berhasil Perkuat Keandalan Listrik di Musi Rawas Utara, Sumsel Selepas Intruksi Presiden 

    Respon Cepat PLN Berhasil Perkuat Keandalan Listrik di Musi Rawas Utara, Sumsel Selepas Intruksi Presiden 

    SUARAPUBLIK.ID, MURATARA – PT PLN (Persero) gerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan layanan kelistrikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit di Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bahkan melakukan inspeksi langsung ke RSUD tersebut pada Sabtu (1/6) guna menuntaskan upaya peningkatan keandalan listrik bisa berjalan dengan baik. Bukan hanya untuk RSUD Rupit, perbaikan kualitas listrik di Kabupaten Musi Rawas Utara juga dilakukan PLN dan kini menjadi jauh lebih andal.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa kehadirannya di RSUD Rupit untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo dan bukan hanya meningkatkan keandalan listrik di RSUD tetapi seluruh daerah Kabupaten Musi Rawas Utara.

    “Kami hadir di sini untuk langsung menindaklanjuti dengan cepat arahan Bapak Presiden. Yaitu memastikan peningkatan kualitas dan keandalan pasokan listrik, tidak hanya untuk RSUD Rupit ini, tetapi untuk seluruh wilayah Musi Rawas Utara,” ucap Darmawan.

    Darmawan menambahkan pihaknya telah melakukan pengecekan dan memetakan kondisi yang terjadi di lapangan. Menurutnya, penurunan keandalan disebabkan jarak jaringan distribusi yang sangat panjang, mencapai 70 kilometer dengan kondisi geografis melewati perbukitan dan perkebunan.

    “Untuk solusi cepat, kondisi tegangan yang tidak stabil dan mengalami penurunan keandalan di RSUD sudah kami selesaikan,” tutur Darmawan.

    Sebagai solusi jangka pendek, PLN sudah memasang infrastruktur penunjang yang dilengkapi dengan _Automatic Change Over Switch_ (ACOS) untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik. Kemudian yang sebelumnya RSUD hanya dipasok dari 1 penyulang (jalur pasokan), sekarang menjadi 2 penyulang.

    “Bahkan kami tambah jaringan khusus untuk RSUD. Sehingga dalam waktu cepat masalah ini bisa diselesaikan,” tambah Darmawan.

    Darmawan menambahkan untuk meningkatkan keandalan listrik yang stabil di Musi Rawas Utara, PLN juga melengkapi gardu hubung menggunakan kapasitor sehingga suplai listrik menjadi semakin andal.

    Tidak hanya solusi jangka pendek bagi RSUD, pihaknya juga telah menyiapkan solusi jangka panjang berupa penambahan infrastruktur gardu induk dan transmisi. Infrastruktur ini akan meningkatkan keandalan dan kualitas pasokan listrik secara permanen di seluruh Kabupaten Musi Rawas Utara.

    “Kita tidak berhenti di situ, kita langsung membangun infrastruktur yang permanen dan kokoh. Kami percepat pembangunan transmisi dan gardu induk agar bisa diselesaikan pada tahun depan,” tutur Darmawan.

    Untuk menyukseskan pembangunan tersebut, Darmawan meminta dukungan para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat di Kabupaten Musi Rawas Utara.

    “Tadi langsung kita diskusi terkait tantangan di lapangan, kami yakin dengan dukungan luar biasa dari Bapak Bupati dan kolaborasi, tantangan yang ada bisa kita hadapi agar listrik di Kabupaten Musi Rawas andal. Kami yakin listrik ini akan bermanfaat bagi peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Darmawan.

    Pada kesempatan tersebut Darmawan beserta jajaran juga melakukan pertemuan dengan Bupati Musi Rawas Utara Devi Suhartoni dan Direktur RSUD Rupit Ladonna Sianturi.

    Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni menyampaikan terima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan listrik andal untuk meningkatkan pelayanan di RSUD Rupit.

    “Tidak ada kata lain selain kebahagiaan bahwa harapan listrik kita andal sudah diselesaikan. Kami ucapkan ribuan terima kasih kepada Pak Dirut dan seluruh timnya yang telah meningkatkan keandalan listrik, tidak hanya untuk RSUD Rupit, tetapi juga untuk Kabupaten Musi Rawas Utara,” ucap Devi.

    Dirinya juga memastikan siap mendukung PLN dalam mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan di Kabupaten Musi Rawas Utara.

    “Kami selaku pemerintah kabupaten siap berkolaborasi bersama PLN, mendukung penuh pengembangan kelistrikan di Musi Rawas Utara ini,” tutur Devi.

    Apresiasi juga disampaikan Direktur RSUD Rupit dr. Ladonna Sianturi. Dirinya mengapresiasi gerak cepat PLN melakukan peningkatan keandalan listrik di rumah sakitnya.

    “Kami sangat apresiasi gerak cepat Bapak Dirut PLN yang secara langsung hadir di RSUD Rupit untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden dalam meningkatkan keandalan listrik di RSUD ini. Hari ini sudah terlihat, kelistrikan di sini sudah baik,” pungkas Ladonna.

  • Banjir Rendam Muratara, Satu Orang Dilaporkan Hilang

    Banjir Rendam Muratara, Satu Orang Dilaporkan Hilang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kabupaten Musi Rawas Utara kembali terendam banjir, Selasa (16/4/2024). Banjir sendiri akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah tersebut, sehingga menyebabkan debit air sungai Rupit dan Sungai Rawas meluap.

    Akibatnya, 49 rumah warga rusak berat serta 2.839 rumah terendam banjir. Selain merendam ratusan rumah warga,  enam jambatan gantung putus serta menutup akses jalan dengan ketinggian air hingga mencapai 80 senti meter.

    Sementara ada 4 kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit, Kecamatan Ulu Rawas dan Rawas Ulu.

    “Untuk Kecamatan Karang Jaya ada 10 desa yang terdampak antara lain Desa Lubuk Kumbu, Suaka Raja, Muara Batang Empu, Suka Menang, Rantau Telang, Tanjung Agung, Muara Tiku, Embacang Lama, Embacang Baru, Embacang Baru Ilir.

    Kecamatan Rupit ada 9 desa antara lain Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama, Maur Baru, Bingin Rupit dan Beringin Jaya.

    Untuk Kecamatan Ulu rawas ada 7 desa antara lain Desa Kuto Tanjung, Napalicin, Sosokan, Muara Kulam, Muara Kuis, Pulau Kidak dan Jangkat.

    Kecamatan Rawas Ulu ada 6 desa antara lain Desa Lesung Batu, Lesung Batu Muda, Sungai Baung, Pulau Lebar, Kerta Dewa dan Remban.

    Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin didampingi Kasubsi Operasinya Manca Rahwanto menjelaskan bahwa Com Center Basarnas Palembang mendapat laporan dari BPBD Muratara terjadi musibah banjir, Selasa (16/04/2024) sekitar pukul 17.45 WIB.

    “Akibat banjir ini ada 4 Kecamatan yang terdampak, untuk wilayah yang paling parah terjadi di Kecamatan Karang Jaya,” jelas Raymond, Rabu (17/4/2024).

    “Tidak hanya menyebabkan kerugian materil, tetapi juga menyebabkan satu orang dilaporkan hilang atas nama Tain (70) warga Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya,” sambung Raymond.

    Kata Raymond bahwa pihaknya sudah memerintahkan satu Tim Rescuenya yang berada di unit siaga SAR Lubuk Linggau untuk berangkat ke lokasi.

    “Pagi tadi team Rescue Basarnas Palembang sudah bergabung dengan Unsur SAR Gabungan seperti TNI/Polri, BPBD, dan Pemda setempat untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir serta melakukan pencarian terhadap satu orang warga yang dilaporkan hilang,” kata Raymond.

    Berdasarkan informasi dari anggota di lapangan, ketinggian air sudah berangsur surut.

    “Sampai saat ini Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet ke tempat yang lebih aman serta melakukan pencarian terhadap satu orang warga yang dilaporkan hilang,” jelas Raymond.

    “Tercatat sudah ada sekitar 100 orang yang telah dievakuasi. Dalam proses evakuasi ada beberapa hal yang diprioritaskan mulai dari bayi, anak-anak, ibu hamil, dan lansia,” tutur Raymond. (ANA)

  • Wadahi Hobi Masyarakat Musi Rawas Utara, Crivisaya Ganjar Gelar Pertandingan Bertajuk Tiba-Tiba Voli

    Wadahi Hobi Masyarakat Musi Rawas Utara, Crivisaya Ganjar Gelar Pertandingan Bertajuk Tiba-Tiba Voli

    SUARAPUBLIK.ID, MURATARA- Sukarelawan Crivisaya Ganjar yang terdiri atas Generasi Alumni Muda Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Lampung (Unila) menggelar pertandingan voli bertajuk Tiba-Tiba Voli Bersama Warga Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (20/10).

    Koordinator Daerah (Korda) Crivisaya Ganjar Kabupaten Musi Rawas Utara Jordan Razemi mengatakan pihaknya melihat euforia dan antusiasme masyarakat di wilayah tersebut terhadap olahraga voli.

    Karena itu, loyalis Ganjar Pranowo ini mewadahi hobi masyarakat di Kelurahan Muara Kulam dengan mengadakan pertandingan voli. Menurut Jordan, ratusan warga berpartisipasi dalam pertandingan ini, mulai anak muda hingga tua.

    “Olahraga voli di Kelurahan Muara Kulam ini berpotensi banget. Di sini warganya sangat antusias dengan voli. Makanya kami membuat kegiatan di sini. Atas euforia ini juga kami membuat kegiatan di sini,” ungkapnya.

    Sukarelawan pendukung bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo itu juga ingin menggelorakan gaya hidup sehat dengan berolahraga. Selain itu, mempererat tali silaturahmi dan menjaga kekompakan antarwarga di wilayah ini.

    “Untuk silaturahmi di sini. Warga desa bisa kumpul untuk berolahraga buat kesehatan mereka juga utamanya. Olahraga membuat kita sehat,” ujarnya.

    Dalam menggelar kegiatan ini, Crivisaya Ganjar terinspirasi oleh sosok Ganjar Pranowo yang terus mengampanyekan pola hidup sehat dengan berolahraga.

    “Jelas kami terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo karena beliau sering berlari, berolahraga, dan menerapkan pola hidup sehat,” tuturnya.

    Jordan berharap voli bisa berkembang di wilayah ini. Dia juga berharap muncul bibit muda yang akan menjadi atlet voli dari Kabupaten Musi Rawas Utara.

    “Harapannya, ke depan olahraga voli bisa lebih berkembang lagi di wilayah ini. Terutama untuk anak mudanya mungkin bisa menjadi atlet voli ke depannya,” tuturnya.

    Pihaknya juga memberikan bola voli kepada warga untuk mendukung perkembangan olahraga di wilayah tersebut.

    Selain itu, pihaknya terus menyosialisasikan dan mendoakan Ganjar Pranowo agar menjadi presiden Indonesia periode 2024-2029.

    “Kami sekaligus memberikan gambaran tentang profil Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Muara Kulam ini,” katanya.

  • Lestarikan Tradisi Warga, Crivisaya Ganjar Gelar Sedekah Desa dan Doa Bersama di Musi Rawas Utara

    Lestarikan Tradisi Warga, Crivisaya Ganjar Gelar Sedekah Desa dan Doa Bersama di Musi Rawas Utara

    SUARAPUBLIK.ID, MURATARA – Sukarelawan Crivisaya Ganjar yang terdiri dari Generasi Alumni Muda Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Lampung (Unila) berupaya melestarikan tradisi warga desa.

    Salah satunya dengan menggelar sedekah desa dan doa bersama di Desa Maur Lama, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (7/10/2023).

    Sedekah desa dilakukan dengan cara berkumpul dan makan bersama dalam satu lokasi yang sama. Setelahnya para warga melantunkan doa yang dipimpin tokoh agama setempat.

    Rama selaku Koordinator Daerah (Korda) Crivisaya Ganjar Kabupaten Musi Rawas Utara mengatakan, sedekah desa dan doa bersama merupakan tradisi warga Desa Maur Lama yang mesti dilestarikan.

    Pasalnya selain merupakan kegiatan turun temurun warga, Rama menyebut sedekah desa dan doa bersama dapat memperkuat tali silaturahmi sambil melangitkan rasa syukur para warga.

    “Sedekah desa dan doa bersama ini merupakan bentuk syukur terhadap rahmat dan karunia yang hadir di desa tercinta ini,” kata Rama.

    Rama berharap, tradisi ini dapat terus berlangsung untuk menjaga kekompakan dan kerukunan warga. Rama juga mendoakan warga agar selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.

    “Harapannya sederhana, semoga semua warga Desa Maur Lama selalu diberikan kesehatan, kesejahteraan, serta kemakmuran,” kata Rama.

    Sedekah desa dan doa bersama ini pun diikuti dengan sangat antusias oleh warga Desa Maur Lama. Tampak kebahagiaan dan keriangan di wajah mereka.

    Tokoh Masyarakat Desa Maur Lama, Muhammad Hasan mengapresiasi upaya Crivisaya Ganjar melestarikan tradisi desa. Menurut Hasan, generasi penerus sudah sepatutnya mempertahankannya.

    “Kami berterima kasih kepada sukarelawan Crivisaya Ganjar yang sudah datang ke Desa Maur Lama mengadakan sedekah desa dan berdoa bersama,” kata Hasan.

    Hasan berharap Crivisaya Ganjar bisa terus melestarikan tradisi-tradisi lokal di daerah lainnya. Hasan kemudian mendoakan kesehatan, kesuksesan, dan kelancaran seluruh kegiatan sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo itu.

    “Semoga para sukarelawan Ganjar selalu diberikan kesehatan, mudah-mudahan sehat selalu. Semoga para relawan sehat jasmani dan rohani,” pungkasnya.

  • Lima Pria yang Dituduh Menculik Anak Sepakat Berdamai, Dapat Ganti Rugi dari Lima Kades senilai Rp 30 Juta

    Lima Pria yang Dituduh Menculik Anak Sepakat Berdamai, Dapat Ganti Rugi dari Lima Kades senilai Rp 30 Juta

    SUARAPUBLIK.ID, MURATARA – Kasus lima pria yang nyaris diamuk massa akibat dituduh hendak menculik anak, di Desa Sukaraja Kecamatan Karangjaya Kabupaten Muratara berakhir damai.

    Kelima pria tersebut bersama Pemerintah Kecamatan Karang Jaya dan lima pemerintah desa, yang berkaitan dengan kejadian itu menyatakan sepakat berdamai.

    Perdamaian di antara mereka difasilitasi oleh Polres Muratara, Koramil 406-03/Muara Rupit, dan pemerintah daerah setempat .

    “Saat dimintai keterangan oleh wartawan Kapolda Sumsel Irjen Pol A.Rachmad Wibowo SIK melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM membenarkan hal tersebut

    “Mudah-mudahan ini dapat dimengerti oleh semua, jadi pelajaran kita semua,dan kasus dimuratara ini Clear ” kata Kata Supriadi dalam keterangan pers, Kamis (9/2/2023) Siang

    “Tentunya sudah melalui mediasi sehingga lahirlah sebuah kesepakatan dan kesepahaman. Ini menjadi musibah kita semua,” sambung Supriadi

    Supriadi menyebutkan kelima pria tersebut diberi sejumlah uang dari lima kepala desa dan pemerintah kecamatan yang telah sepakat dalam mediasi, dan bersedia bertanggung jawab.

    “Ini bentuk kepedulian sebagai bantuan kemanusiaan dari pihak pemerintah kecamatan dan beberapa pemerintah desa memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang kemarin sempat terjadi kesalahpahaman, Alhamdulillah sudah diterima kedua belah pihak,” sahutnya.

    Menurut Supriadi, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan hingga akhirnya kelima pria tersebut bersedia berdamai dan tidak melapor balik atas perbuatan tak mengenakkan dan kerugian yang dialami.

    “Sudah dicantumkan dalam poin-poin hasil mediasi, dalam surat pernyataan bahwa memahami ini adalah sebuah musibah dan kesalahpahaman,” jelasnya.

    Terkait mobil yang dirusak dan barang dagangan mereka yang dijarah warga, Supriadi menyebut semuanya telah disepakati ada bentuk pertanggungjawaban berupa uang.

    “Itu semua telah disepakati tadi, bahwa ada bentuk pertanggungjawaban sebagai bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban, memperbaiki kerusakan kendaraan itu. Jadi ini sudah clear, selesai,” ujar Supriadi

    Dari pantauan awak media kegiatan mediasi tersebut dihadiri Kapolres Muratara AKBP Ferly Rosa Putra SIK Wakapolres Kompol.MP Nasution Serta PJU dilingkungan Polres Muratara Kapolsek Karang jaya AKP Toman Gultom Serma TNI Abdul kodir (Babinsa), Sekcam karang jaya Bpk Hendri para kades dilingkungan wilayah karang jaya serta masyarakat ujarnya

    Dari kejadian ini Supriadi mengimbau kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan berita Hoax (bohong) yang belum tentu kebenarannya, cek faktanya dan jangan main Hakim sendiri.

    Sementara itu, Kepala Desa Sukamenang, Alfatah menyebutkan jumlah total uang dari kesepakatan patungan lima pemerintah desa dan pemerintah kecamatan yaitu Rp 30 juta.

    Adapun pihak yang bertanggungjawab atas kejadian ini adalah pemerintah Kecamatan Karang Jaya, serta lima pemerintah desa yakni Desa Terusan, Sukaraja, Rantau Telang, Muara Batang Empu, dan Sukamenang.

    “Hasil kesepakatan, Rp 30 juta, itu bentuk kepedulian kemanusiaan, kita semuanya menganggapnya ini musibah bersama. Untuk barang-barang yang dijarah masih kita usahakan dikembalikan,” ujarnya. (*)

  • Herman Deru Konsisten Tumbuhkan Potensi Pariwisata Muratara

    Herman Deru Konsisten Tumbuhkan Potensi Pariwisata Muratara

    Suarapublik.id, MURATARA – Gubernur Sumsel H Herman Deru secara konsisten mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Sumsel. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya festival danau rayo di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang secara resmi dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Rabu (24/8/22).

    Menurut Herman Deru pengembangan potensi pariwisata seperti di danau rayo di Kabupaten Muratara memang harus masif dilakukan. Apalagi

    “Tidak semua daerah di Sumsel yang memiliki aset seperti danau ini. Di Sumsel ini hanya ada tiga kabupaten yang mempunyai danau yakni OKU Selatan, Musi Banyuasin dan Muratara ini,” kata Herman Deru.

    Sebab itu, Herman Deru menekankan agar danau rayo di Kabupaten Muratara ini dikelola dengan baik sehingga termanfaatkan.

    “Pemerintah setempat dan masyarakatnya harus sinergi untuk mengelola danau ini. Sebab, danau ini dapat menjadi benteng bagi ekonomi masyarakat dan menumbuhkan beberapa sektor di Muratara ini,” terangnya.

    Dia menyebut, jika danau tersebut terkelolah dengan baik, maka berbagai bidang di sektor ekonomi juga akan turut tumbuh seperti angkutan massal, berkembangnya UMKM yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

    “Pemerintah dan dinas terkait saya minta harus mengelolahnya dengan profesional dan berkesinambungan,” jelasnya.

    Bahkan, lanjutnya, jika danau tersebut sudah terkelola dengan baik, maka investor tidak akan ragu untuk menanamkan modalnya untuk pengembangan danau rayo tersebut.

    “Dalam mengelola aset danau ini, harus dimulai dengan menjaga kelestarian alam dan lingkungannya. Yang patah, harus ditumbuhkan lagi dan yang hilang harus ditanam lagi sehingga air di danau ini dapat terjaga serta biota yang hidup didalam danau ini bisa terus tumbuh,” paparnya.

    Dalam menjaga kelestarian danau tersebut juga tidk bisa hanya dilakukan oleh pemerintah “Kelestarian alam di kawasan ini tidak bisa hanya pemerintah tapi juga ditopang oleh kesadaran masyarakatnya,” bebernya.

    Oleh karena itu, agar pengelolaan danau tersebut dapat berkelanjutan, Gubernur Herman Deru menekankan agar festival danau rayo tersebut dapat dijadikan agenda tahunan Kabupaten Muratara dan Provinsi Sumsel.

    “Saya minta tahun 2023, festival danau rayo ini menjadi agenda tahunan dan destinasi wisata berkelanjutan. Dengan begitu, investor tidak akan ragu untuk menanamkan modalnya,” imbuhnya.

    Sementara itu, Bupati Muratara Devi Suhartoni mengatakan, digelarnya festival danau rayo pada tahun 2022 ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Muratara. Hal itu mengingat, festival kali ini didatangi langsung oleh Gubernur Herman Deru.

    “Ini merupakam kebanggaan kami. Dan kami sedang manata kabupaten ini sehingga nantinya Muratara menjadi salah saru kabupaten yang membanggakan di provinsi ini,” katanya.

    Apalagi, lanjutnya, Gubernur Herman Deru juga terus berkomitmen membantu Kabupaten Muratara.

    “Bahkan saat ini, bantuan yang diberikan provinsi hampir mencapai Rp100 milyar yang terfokus pa pendidikan, kesehatan dan pembangunan,” bebernya.

    Diketahui, pembukaan festival danau rayo memang mengundang antusias masyarakat. Ratusan masyarakat terus memadati danau rayo sejak pagi

    Terlebih, kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Herman Deru.

    Pembukaan festival danau rayo yang digelar mulai 24-27 Agustus 2022 tersebut ditandai juga dengan pemukulan gong. Tidak hanya itu, Gubernur Herman Deru juga berkesempatan melakukan penanaman pohon di lokasi danau dan menebar ribuan benih ikan di tengah danau rayo.

  • DPRD Minta Dinas PUBM TR Sumsel Perbaiki Jalan Rupit

    DPRD Minta Dinas PUBM TR Sumsel Perbaiki Jalan Rupit

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Hasbi Assadiki meminta Dinas PUBM TR Sumsel, mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar di tahun 2022, untuk perbaikan kerusakan jalan Rupit Kabupaten Muratara – Lakitan Kabupaten Mura.

    “Kita minta Dinas PUBM anggarkan perbaikan jalan di rupit,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/9/2021).

    Politisi Partai Golkar ini mengatakan, bahwa untuk tahun 2021 ini perbaikan jalan itu telah dianggarkan sebesar Rp10 miliar. Namun, untuk tahun 2022 nanti dirinya meminta dinas terkait menganggarkannya kembali.

    “Tahun ini hanya Rp10 miliar, untuk tahun depan kita minta dapat dialokasikan sebesar Rp 25-30 miliar,” katanya.

    Dirinya menilai, permintaan anggaran tersebut wajar, karena melihat kondisi jalan sepanjang 80 kilo meter itu sudah sewajarnya untuk kembali dilakukan perbaikan.

    “Jalan ini penghubung dua kabupaten,” ujar Anggota DPRD Sumsel Dapil Muratara, Mura dan Lubuklinggau tersebut.

    Anggaran tersebut, dikatakan Hasbi untuk memperbaiki kondisi jalan rusak maupun berlumpur. Oleh karena itu pihaknya akan terus mendorong agar PUBM mengalokasikan anggaran pada tahun depan.

    “Masyarakat sangat mengharapkan pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan dua kabupaten tersebut,”kata Hasbi.

    Dikatakan Hasbi, dengan baiknya infrastruktur jalan ini maka dapat menghemat waktu perjalanan bagi pengendara ketika berlalulintas diwilayahnya tersebut. ”Kami juga sangat memperhatikan infrastruktur jalan di Murata, Mura dan Lubuklinggau,” ujarnya.

    Dijelaskan Hasbi, perbaikan jalan di 3 Mura, Muratara dan Lubuklinggau sudah mencapai 60 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pemeliharaan dan perbaikan jalan berjalan dengan baik.

    Pihaknya juga meminta kepada PUBM untuk memperbaiki jalan dari Lubuklinggau sampai dengan Betung Sekayu. Yang kondisinya mengalami kerusakan karena jalan tersebut akses utama bagi warga dari Muratara dan lainnya untuk menuju Palembang maupun sebaliknya. (Nat)

  • Resmikan 46 Kegiatan Infrastruktur, Deru Harapkan Bisa Dirasakan Masyarakat  Mura

    Resmikan 46 Kegiatan Infrastruktur, Deru Harapkan Bisa Dirasakan Masyarakat Mura

    SUARAPUBLIK,Mura- Usai menghadiri Sidang Paripurna  Kabupaten Musi Rawas (Mura) dalam rangka peringatan hari jadi kabupaten itu ke 78. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia HD melanjutkan agenda kerjanya yakni meresmikan 46 kegiatan infrastruktur yang telah rampung dibangun oleh Pemprov Sumsel Tahun Anggaran (TA) 2019 dan 2020 yang dipusatkan di lapangan bola Desa F. Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, Selasa (20/4) siang.

    Dalam arahannya dalam peresmian infrastruktur ke 11 kalinya di Sumsel tersebut Gubernur Herman Deru menegaskan, besaran anggaran yang dikucurkan Pemprov ke masing-masing  Kabupaten/kota besarannya  berbeda, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran selanjutnya  dibagi secara proporsional. 

    Khusus untuk Kabupaten Mura telah dikucurkan oleh Pemprov   melalui APBD dan  Bangubsus masing-masing di tahun anggaran  (Ta) 2019 sebesar Rp. 48.071.311.000,-. Sedangkan untuk Ta.2020 sebesar Rp. 77.453.890.000,-. Angka ini juga membuktikan Pemprov Sumsel juga turut andil berkolaborasi dengan  Kabupaten Mura dalam pemerataan pembangunan.

    “Hari ini ada 46 kegiatan infrastruktur yang kita resmikan. Kenapa ini kita resmikan?. Gunanya untuk menjawab keluh kesah masyarakat. Agar mereka tahu bahwa di wilayah mereka juga kita jamah dengan pembangunan,” tegas Gubernur mengawali sambutannya.

    Dia menyebut, jauh sejak zaman kolonial. Pembangunan di wilayah itu sudah dilakukan dibuktikan dengan adanya bangunan irigasi sama halnya dengan yang ada di Belitang. Karena itu Herman Deru menginginkan dimasa pemerintahan Hj Ratna Machmud dan Hj Suwarti harus ada juga bangunan  yang fenomental.

    “Makanya Pemprov akan bangunkan Rumah Sakit Umum Daerah, tadi sudah saya tinjau lokasinya yang strategis. RSUD ini nantinya cukup representatif dan modern. Selain itu  juga kita akan bangunkan pasar komoditi lokasinya juga di Muara Beliti,” imbuhnya.

    Jika fasilitas fisik sudah tersedia, Herman Deru meminta Bupati untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Disamping itu juga harus ada indikator prestasi yang dicapai, seperti jika bangunan berbentuk irigasi maka konsekuensinya harus ada  peningkatan produksi pangan. Demikian juga jika ada  RSUD harus ada capainya peningkatan dibidang kesehatan masyarakat. Begitupun dengan bangunan pasar, harus berimbas pada peningkatan sektor ekonomi masyarakat sekitar.

    “Pembagunan yang dilakukan harus ada keseimbangan dengan kesiapan SDM. Karena itu pembangunan harus diawali dengan kajian yang matang akan pemanfaatannya bagi masyarakat. Dalam artian tidak mubazir, ” tambahnya.

    Dilain pihak Bupati Mura Hj Ratna Machmud menyebut suksesnya pembangunan yang dilakukan di Mura tidak terlepas dari  andil besar Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

    “Saya atas nama masyarakat Musi Rawas mengucapkan terimakasih pada pak Gubernur Herman Deru yang telah banyak memberikan andilnya dalam mempercepat konektivitas diwilayah Musi Rawas. Namun demikian kita tetap berharap di tahun mendatang bantuan dari pak Gubernur dinaikan jumlahnya untuk daerah kami ini,” harap Ratna.

    Dia menilai infrastruktur di wilayah Mura setelah disentuh oleh provinsi jauh lebih baik dibanding dengan masa-masa sebelumnya. Upaya gubernur dalam mewujudkan Sumsel Maju untuk Semua patut didukung oleh semua pihak.

    “Pembangunan infarstruktur yang merata di Sumsel. Kita yakinan akan mempercepat terwujudnya SumselMaju untuk Semua,” tandasnya.

    Sementara itu Kadis Diknas Sumsel Riza Pahlevi dalam laporannya menyebut, 46 kegiatan infrastruktur yang di resmikan di Kabupaten  Mura meliputi infrastruktur jalan, perpipaan SPAM, pembangunan prasarana dan sarana umum pemukiman (PSU), penguatan tebing dan internet desa. 

    Khusus untuk infrastruktur jalan dan jembatan diantaranya Peningkatan Jalan SP Padang-Tuju Molyo-Trawas, Peningkatan jalan dalam Kecamatan BTS Ulu, Peningkatan Jalan dalam Kecamatan Muara Lakitan, Pembangunan jalan cor beton Desa Trisakti. 

    Selanjutnya Peningkatan jalan dalam Kecamatan Muara Kelingi,  Peningkatan Jalan Batas Pali-Semambang Kabupaten Mura dan pemabangunan jembatan gantung desa Semanggus dan sebagainya.

    “Khusus untuk Kabupaten Mura telah dikucurkan oleh Pemprov   melalui APBD  masing-masing di tahun anggaran  (Ta) 2019  Rp. 40.071 Miliar dan untuk tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 77.453 miliar lebih,” lapornya.(Jak/ril)

  • Debat Bupati Dan Calon Bupati Muratara Berlangsung Seru

    Debat Bupati Dan Calon Bupati Muratara Berlangsung Seru

    SUARAPUBLIK, Palembang – Debat publik kedua pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) digelar studio TVRI Sumsel di Kota Palembang Senin (23/11/2020).

    Calon Bupati Muratara Devi Suhartoni didampingi Wakilnya Inayatullah, mengatakan terkait debat tadi, apa yang dilakukan tidak lari dari visi dan misi.

    “Kami Calon Bupati dan Wakil Bupati memahami, karena kami membuat sendiri visi dan misi itu. Dan visi dan misi itu sudah diseleraskan dengan RPJMN dan RPJMD Provinsi Sumsel,” katanya saat diwawancarai usai debat.

    Lanjutnya, sejak dari awal menjabat Wakil Bupati, cita cita dia sebagai putra daerah adalah harga mati di Muratara harus ada Universitas.

    Untuk itu, fasilitas gedungnya ada, tanahnya luas. Tinggal kita bangun jalan, fasilitas air dan listrik itu bisa jadi.

    “Kami akan kerjsama dengan Unsri, dan minta bantuan Gubernur dan Kementerian. Sehingga nanti itu bisa jadi pusat BLK dan pusat Universitas Terbuka di Muratara,” ungkapnya

    Maka dari itu, dengan adanya Universitas di Muratara, anak-anak tamat SMA yang 95 persen tidak kuliah, karena ekonomi rendah. Dengan adanya Universitas di Muratara, anak-anak muda di Muratara akan berpendidikan tinggi, kreatif dan kami akan mengentaskan kemisikinan.

    “Dengan ada Unversitas di Muaratara, maka akan meningkatkan SDM dan peningkatan ekonomi di masa yang akan datang,”tutupnya (put/vv)