Tag: Sumsel united

  • Derby Sumatera Selatan Panas, Sumsel United dan Sriwijaya FC Bakal Saling Jegal 

    Derby Sumatera Selatan Panas, Sumsel United dan Sriwijaya FC Bakal Saling Jegal 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Aroma panas derby Sumatera Selatan kembali merebak. Dua tim asal Bumi Sriwijaya, Sriwijaya FC dan Sumsel United, akan saling jegal di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (2/11) pukul 15.30 WIB. Laga pekan kedelapan Pegadaian Championship 2025/26 ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertarungan gengsi dua tim sekota yang sama-sama ingin menunjukkan siapa yang paling layak disebut raja di tanah Sumsel.

    Atmosfer panas sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Pendukung kedua kesebelasan mulai memanaskan suasana di media sosial. Sriwijaya FC datang dengan misi kebangkitan setelah terpuruk di dasar klasemen dengan hanya satu poin dari tujuh pertandingan. Sedangkan Sumsel United, tim muda yang sedang naik daun, berambisi menegaskan eksistensinya di kancah nasional.

    Bagi Laskar Juaro julukan Sumsel United duel ini menjadi ajang pembuktian. Setelah gagal meraih hasil maksimal saat menghadapi Adhyaksa FC Banten pekan lalu, mereka tak ingin mengulangi kesalahan yang sama di laga sarat gengsi kali ini.

    Pelatih kepala Sumsel United, Nilmaizar, menyadari betul tekanan yang menyelimuti laga derby. Namun, ia memastikan seluruh pemain sudah siap menghadapi atmosfer tersebut. “Ini bukan pertandingan biasa. Kami tahu betul apa arti derby bagi masyarakat Sumsel. Pemain harus tampil dengan hati dan kebanggaan,” ujarnya usai sesi latihan resmi, Sabtu (1/11).

    Menurut pelatih asal Payakumbuh itu, persiapan tim berjalan baik. Semua aspek mulai dari taktik, mental, hingga kekompakan tim terus diasah. “Alhamdulillah, anak-anak sudah menjalani official training dengan baik. Suasana hati dan kondisi pemain juga siap. Semoga taktik dan strategi yang kami siapkan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

    Nilmaizar juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempelajari gaya bermain Sriwijaya FC, terutama bagaimana mereka bertahan dan melakukan transisi menyerang. “Kami tahu mereka pasti ingin bangkit di depan pendukung sendiri. Tapi kami juga punya target besar untuk menang di derby ini. Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi perjuangan kami,” katanya penuh keyakinan.

    Sementara itu, striker Sumsel United, Tomi Darmawan, menegaskan bahwa laga melawan Sriwijaya FC bukan hanya tentang poin, tetapi juga tentang kebanggaan. “Kami siap memberikan yang terbaik. Kami tahu pertandingan ini sangat penting bagi masyarakat Sumsel. Insyaallah kami akan tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan,” ujarnya.

    Dengan motivasi tinggi dan semangat pantang menyerah, Sumsel United datang ke Jakabaring bukan untuk bertahan, melainkan untuk mencetak sejarah. Derby Sumatera Selatan kali ini bukan hanya menjadi perebutan poin, tapi juga penentu siapa yang berhak disebut penguasa baru sepak bola Sumsel.

  • Sriwijaya FC Tak Boleh Jadi Proyek Pemerintah, Herman Deru Dukung Pengelolaan Profesional Digi Sport

    Sriwijaya FC Tak Boleh Jadi Proyek Pemerintah, Herman Deru Dukung Pengelolaan Profesional Digi Sport

    SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menegaskan arah baru pengelolaan Sriwijaya FC harus berlandaskan profesionalisme. Ia mendukung penuh langkah Digi Sport sebagai pengelola baru klub, dengan harapan kejayaan Laskar Wong Kito bisa kembali tanpa dibayangi beban utang masa lalu.

    Menurut Deru, sudah saatnya klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini dikelola secara mandiri dan transparan, bukan di bawah bayang-bayang campur tangan birokrasi. “Saya tidak ingin lagi mendengar ada hutang-hutang yang tidak jelas seperti sebelumnya. Kalau diurus perusahaan profesional seperti Digi Sport, semua bisa dimulai dari nol,” ujarnya usai menerima jajaran PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) di Griya Agung, Palembang, Sabtu (1/11/2025).

    Deru menilai, dunia sepak bola kini menuntut sistem kerja korporasi yang sehat. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi kepada manajemen baru yang berani mengambil langkah berisiko demi menyelamatkan SFC dari kebangkrutan. “Klub ini butuh orang yang punya visi bisnis dan rasa memiliki, bukan sekadar ikut campur karena jabatan,” katanya.

    Gubernur juga menyinggung bahwa keberadaan Digi Sport menjadi contoh bahwa perusahaan swasta lokal dapat memegang kendali penuh atas klub tanpa menggantungkan bantuan pemerintah. “Saya salut karena ternyata pemilik Digi Sport ini orang Palembang sendiri. Jadi, semangatnya bukan untuk mencari untung, tapi untuk menghidupkan lagi kebanggaan daerah,” ucap Deru.

    Dalam kesempatan itu, Deru mengaku baru memahami duduk perkara kepemilikan setelah bertemu langsung dengan Alexander Rusli, Komisaris Utama PT SOM sekaligus pemilik Digi Sport. Ia mengaku banyak mendapatkan pencerahan tentang perjalanan hukum dan keuangan klub. “Sebelumnya saya pikir ini perusahaan luar. Tapi setelah mendengar langsung, ternyata mereka sudah melalui proses hukum yang sah dan hutang SFC sudah dinyatakan nol rupiah oleh pengadilan,” jelasnya.

    Sementara itu, Alexander Rusli menjelaskan bahwa Digi Sport awalnya hanya berniat membantu Sriwijaya FC melalui skema pinjaman. Namun karena manajemen lama tidak mampu membayar, aset tersebut dikonversi menjadi saham berdasarkan putusan pengadilan. “Kami tidak datang mengambil alih begitu saja. Semua melalui proses legal, dan sekarang tidak ada lagi hutang tersisa,” tegasnya.

    Alexander juga menepis anggapan bahwa Digi Sport merupakan perusahaan luar daerah. Ia menegaskan bahwa dirinya asli Palembang, cucu dari mantan Gubernur Sumsel Achmad Bastari. “Saya punya tanggung jawab moral terhadap klub ini. Bahkan hingga kini belum ada sponsor, semua operasional saya tanggung pribadi. Ini bukan proyek bisnis, tapi bentuk kecintaan saya terhadap SFC,” ujarnya.

    Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumsel, Alexander berharap kerja sama yang sehat antara Digi Sport dan PT SOM dapat menjadi awal baru kebangkitan Sriwijaya FC. “Kami akan fokus pada pembenahan manajemen, mencari sponsor, dan memastikan tim ini kembali bersaing di kasta tertinggi. Dukungan dari Pak Gubernur tentu menambah semangat kami,” tutupnya.

  • SFC dan Sumsel United: Rival di Lapangan, Saudara di Luar Arena”

    SFC dan Sumsel United: Rival di Lapangan, Saudara di Luar Arena”

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Isu miring yang sempat beredar soal renggangnya hubungan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dan Sriwijaya Football Club (SFC) akhirnya terjawab. Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) menegaskan bahwa SFC bukanlah klub oposisi, melainkan kebanggaan masyarakat Sumsel yang harus tetap dijaga eksistensinya.

    Pernyataan tegas itu disampaikan HD saat menerima kunjungan jajaran manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), pengelola SFC, di Griya Agung Palembang, Sabtu (1/11/2025). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan, dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, serta perwakilan kelompok suporter seperti S-MAN, Ultras Palembang, dan Singa Mania.

    Dalam kesempatan itu, HD mengaku prihatin dengan anggapan sebagian pihak yang menyebut SFC sebagai klub yang berseberangan dengan pemerintah. Ia menegaskan, justru sebaliknya—pemerintah hadir sebagai pendukung dan pelindung klub kebanggaan wong kito tersebut.

    “Jangan ada lagi yang menilai SFC klub oposisi. Saya tidak mau klub yang punya sejarah besar dan kebanggaan masyarakat Sumsel ini hilang. Saya, sebagai kepala daerah, menyatakan mendukung penuh SFC,” tegas Herman Deru.

    Lebih lanjut, HD juga menginstruksikan agar para sponsor di wilayah Sumsel ikut membantu perkembangan klub. Menurutnya, dukungan finansial sangat penting untuk menjaga keberlangsungan SFC di kompetisi Liga 2, bahkan mengembalikannya ke kasta tertinggi Liga 1.

    “Saya minta sponsor di Sumsel bantu SFC. Jangan sampai SFC degradasi, harus tetap di Liga 2 dan ke depan bisa kembali ke Liga 1,” ujarnya.

    Menariknya, dalam pertemuan tersebut HD juga menyinggung keberadaan klub Sumsel United, yang diketahui merupakan inisiasi Wakil Gubernur Cik Ujang. Ia menilai keberadaan dua klub asal Sumsel justru menjadi hal positif selama keduanya berkompetisi secara sehat.

    “Kita ada klub buatan Cik Ujang, Sumsel United, juga bagus. Tidak masalah di daerah ada dua klub, karena keduanya berasal dari rahim yang sama, yakni Sumatera Selatan,” kata HD.

    Sementara itu, Cik Ujang menjelaskan bahwa ide mendirikan Sumsel United berawal dari keinginannya menggabungkan semangat dari seluruh daerah di Sumsel dalam satu wadah sepak bola.

    “Awalnya saya ingin nama klub yang bisa mewakili semua daerah, akhirnya kami putuskan memakai nama Sumsel United agar terasa satu kesatuan,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Komisaris Utama PT SOM Alexander Rusli menyambut baik sikap terbuka Pemprov Sumsel. Menurutnya, pertemuan ini menjadi titik terang atas kesalahpahaman yang sempat mencuat di kalangan publik dan suporter.

    “Pertemuan ini memperjelas semuanya. Tidak ada lagi perbedaan antara SFC dan pemerintah. Rivalitas cukup di lapangan, di luar lapangan kita semua saudara,” ucapnya.

    Alexander juga menambahkan, dukungan moral dari Gubernur dan Wagub menjadi suntikan semangat besar bagi tim untuk kembali berprestasi. Ia optimistis dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, SFC bisa kembali berjaya seperti masa kejayaannya di Liga 1 beberapa tahun lalu.

  • Sumsel United Takluk dari Adhyaksa FC Banten, Gol di Menit Akhir Gagalkan Kemenangan Tuan Rumah

    Sumsel United Takluk dari Adhyaksa FC Banten, Gol di Menit Akhir Gagalkan Kemenangan Tuan Rumah

    PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Harapan Sumsel United untuk memetik tiga poin di kandang sendiri pupus sudah. Tim asuhan Nilmaizar harus mengakui keunggulan tamunya, Adhyaksa FC Banten, dengan skor tipis 1–2 dalam laga lanjutan Pegadaian Championship Liga 2 2025/26 yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Jumat (24/10/2025) malam.

    Sumsel United sejatinya tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Mereka unggul cepat melalui gol Juninho Cabral pada menit ke-11 setelah menerima umpan terobosan dari lini tengah.

    Namun, momentum berubah drastis di paruh kedua pertandingan. Petaka datang saat Irwan Bajo mendapat kartu merah langsung pada menit ke-59 akibat melakukan Hansball di Kotak Pinalti. Pelanggaran itu juga berbuah tendangan Pinalti bagi Adhyaksa.

    Melalui titik putih, Makan Konaté berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1–1 di menit ke-60. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan tim tamu hingga akhirnya Raffi Angga mencetak gol kemenangan pada menit ke-88, sekaligus memastikan Adhyaksa FC Banten membawa pulang tiga poin dari Palembang.

    Pelatih Sumsel United, Nilmaizar, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. “Hasil ini tentu tidak bagus buat Sumsel United. Kami sudah unggul lebih dulu, tapi akhirnya kalah. Saya kecewa dan sedih karena target kami adalah menang. Tentu kami akan melakukan evaluasi ke depan,” ujarnya seusai pertandingan.

    Terkait keputusan wasit, Nilmaizar enggan berkomentar banyak, meski sempat menyoroti dugaan handsball pemain lawan di kotak penalti yang tidak mendapat pelanggaran. “Kami sayangkan hal itu, karena seharusnya ada pengecekan VAR. Kami juga punya bukti rekamannya,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Nil menilai anak asuhnya tampil terlalu terburu-buru dalam mengelola bola setelah unggul lebih dulu. “Kita terlalu cepat ingin mencetak gol lagi padahal sudah unggul. Sebaliknya, lawan lebih tenang dalam menguasai permainan. Setelah ini kita akan evaluasi,” ujarnya.

    Pemain Sumsel United, Jalesh Putra Gagarin, turut menyampaikan kekecewaannya. “Jelas kami kecewa dengan hasil ini. Ke depan kami harus lebih fokus dan belajar dari kesalahan,” ujarnya singkat.

    Sementara itu, pelatih Adhyaksa FC Banten, Ade Suhendra, mengaku bersyukur atas kemenangan timnya. “Motivasi kami hari ini hanya satu ‘menang’,” Setelah empat laga sebelumnya tanpa kemenangan, akhirnya kami bisa memetik hasil positif. Sumsel bermain bagus, bahkan unggul lebih dulu. Tapi faktor jumlah pemain membuat kami bisa membalikkan keadaan,” katanya.

    Ia menambahkan, pergantian pemain menjadi salah satu kunci keberhasilan timnya. “Masuknya Raffi Angga memberi dampak besar. Ia mampu memanfaatkan peluang di akhir laga dengan baik,” jelas Ade.

    Kekalahan ini membuat Sumsel United turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup Pegadaian Championship Liga 2 2025/26 dengan raihan 10 poin. Sementara Adhyaksa FC Banten naik ke posisi dua besar berkat tambahan tiga poin krusial ini.

    Sumsel United dijadwalkan kembali berlaga pekan depan menghadapi Sriwijaya FC dalam Derby Sumsel yang dipastikan berlangsung sengit di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

  • Sumsel United Siap Tampil All Out Hadapi Adhyaksa FC Banten di Kandang Sendiri

    Sumsel United Siap Tampil All Out Hadapi Adhyaksa FC Banten di Kandang Sendiri

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Semangat tinggi tengah membara di tubuh tim Sumsel United jelang laga penting melawan Adhyaksa FC Banten pada pekan ketujuh kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Pertandingan yang akan digelar Jumat (24/10) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, menjadi momentum bagi tim Laskar Wong Kito untuk kembali meraih tiga poin di depan publik sendiri.

    Pelatih Kepala Sumsel United, Nilmaizar, memastikan seluruh elemen tim kini dalam kondisi siap tempur. Ia menegaskan, baik secara fisik, mental, teknis, maupun taktik, semua pemain sudah menjalani persiapan matang untuk menghadapi tim tamu asal Banten tersebut.

    “Alhamdulillah, semua pemain dalam keadaan sehat wal afiat. Pagi ini kami sudah melaksanakan official training dan berjalan baik. Insyaallah, tim siap seratus persen untuk laga besok,” ujar Nilmaizar dalam sesi Pre Match Press Conference, Kamis (23/10), di ruang media Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

    Menurut pelatih asal Sumatera Barat ini, kekalahan pada laga tandang sebelumnya di Pekanbaru menjadi pelajaran penting bagi timnya. Bersama staf pelatih, Nilmaizar mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki beberapa kekurangan, terutama dalam penyelesaian akhir dan koordinasi antar lini.

    “Setelah dari Pekanbaru, kami langsung melakukan perbaikan di beberapa aspek. Mudah-mudahan apa yang sudah kami benahi bisa terlihat hasilnya di laga melawan Adhyaksa FC nanti,” jelasnya.

    Nilmaizar menambahkan, dirinya menaruh harapan besar agar strategi dan pola permainan yang telah disusun bisa berjalan sesuai rencana. Ia juga mengingatkan para pemain agar tidak lengah, sebab tim tamu dikenal memiliki gaya permainan cepat dan agresif.

    “Mudah-mudahan taktik dan strategi yang telah kita siapkan bisa berjalan lancar, dan kita bisa memenangkan pertandingan besok. Target kita jelas, tiga poin di kandang,” tegasnya.

    Sementara itu, gelandang Sumsel United, Hafit Ibrahim, menyampaikan bahwa seluruh pemain sudah memiliki motivasi tinggi untuk tampil maksimal. Ia mengaku rekan-rekannya siap berjuang habis-habisan demi membawa kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Selatan.

    “Secara mental kami sudah siap, apalagi bermain di rumah sendiri tentu jadi motivasi tambahan. Kami ingin menang dan memberikan penampilan terbaik,” ungkap pemain asal Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini.

    Hafit juga berharap dukungan penuh dari para suporter dan masyarakat Sumsel untuk datang langsung ke stadion. Menurutnya, semangat dari tribun menjadi energi tambahan yang sangat berarti bagi para pemain di lapangan.

    “Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh fans, suporter, serta masyarakat Sumatera Selatan. Kehadiran mereka di stadion akan menjadi kekuatan besar bagi kami untuk berjuang meraih kemenangan,” pungkasnya.

  • Sumsel United Dibiayai Sponsor, Tak Gunakan Dana APBD

    Sumsel United Dibiayai Sponsor, Tak Gunakan Dana APBD

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru memastikan bahwa klub sepak bola Sumsel United tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam operasionalnya.

    “Banyak yang bertanya-tanya apakah klub ini memakai dana APBD. Saya tegaskan, sesuai aturan, penggunaan APBD untuk sepak bola hanya diperbolehkan bagi klub amatir di Liga 4 ke bawah. Liga 3 ke atas wajib mandiri,” tegas Deru, Senin (8/9/2025).

    Menurutnya, prinsip kemandirian finansial merupakan salah satu bentuk profesionalisme klub. Hal itu sebelumnya juga telah ia tekankan kepada klub-klub lain di Sumatera Selatan, termasuk Sriwijaya FC.

    “Pemerintah daerah tidak boleh mengalokasikan APBD untuk klub sepak bola profesional. Jika kurang dana, bukan pemerintah yang harus menutupinya. Tapi bisa dicari melalui sponsor atau sumber lain yang sah,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa transparansi keuangan dan keterbukaan terhadap publik merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan terhadap klub baru yang berdiri sejak 5 Mei 2025 itu.

    Ia juga mendorong agar kegiatan peluncuran klub ke depan digelar di ruang terbuka agar masyarakat bisa merasa lebih dekat dan memiliki.

    “Sumsel United harus tumbuh dengan semangat kebersamaan dan prestasi. Juara bukan hanya soal menang di lapangan, tapi juga soal dipercaya oleh masyarakat,” tuturnya.

    Sementara itu, Presiden Sumsel United yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana awal sebesar Rp10 miliar untuk musim perdana.

    “Saat ini kami sudah didukung oleh sepuluh sponsor, termasuk Bank Sumsel Babel dan Titan. Kami masih terus menjalin kerja sama dengan pihak sponsor lainnya,” ungkap dia.

  • Launching Sumsel United Target Tinggi Mengintai, Langsung Incar Promosi

    Launching Sumsel United Target Tinggi Mengintai, Langsung Incar Promosi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sumatera Selatan kini memiliki harapan baru di dunia sepak bola. Klub Sumsel United (SU) resmi diluncurkan sebagai tim profesional yang siap bersaing di Liga 2 musim ini. Diperkuat dengan filosofi kuat dan semangat daerah, SU hadir bukan hanya sebagai klub sepak bola, tapi juga sebagai wadah pembinaan bakat lokal.

    Peluncuran SU dipimpin langsung oleh Manajer Tim, Syamsuddin Isaac, yang menegaskan bahwa klub ini didirikan untuk menjadi rumah bagi pemain-pemain muda berbakat dari seluruh penjuru Sumsel.

    “Sumsel punya banyak bakat sejak usia dini. Mereka butuh tempat untuk berkembang. Sumsel United hadir untuk memberi ruang bagi potensi lokal,” ujar Syamsuddin, saat launching dan pengenalan pelatih hingga Jersey tim Sumsel United, Sabtu (14/6/2025).

    Dijelaskanya, Logo tim SU mengusung bentuk perisai, simbol perjuangan dan kekuatan. Warna biru muda dan tua mencerminkan profesionalisme dan kepercayaan. Sementara, api berwarna kuning-oranye melambangkan semangat dan antusiasme tak padam.

    Ada pula sembilan pilar biru, yang merepresentasikan Batang Hari Sembilan, simbol bahwa tim ini mewakili seluruh daerah di Sumatera Selatan. Tangan yang memegang bola menjadi simbol harapan dan optimisme.

    Sementara pada jersey, terdapat dua garis besar di bagian kerah, menggambarkan keberanian dalam menghadapi segala tantangan.

    Yang paling menarik, motif “Lepus Bintang” turut dimasukkan sebagai elemen budaya dan sejarah Sumsel, simbol keagungan dan keberanian.

    SU menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih kepala. Sosok berpengalaman ini optimistis bisa membawa Sumsel United naik kelas ke Liga 1.

    “Kami sudah bicara soal target bersama manajemen. InsyaAllah saya dan tim siap kerja keras untuk mewujudkannya. Tanggal 23 Juni nanti, latihan perdana akan dimulai,” jelas Nil.

    Pelatih asal Sumatera Barat ini juga mengungkapkan bahwa ia telah menjalin komunikasi dengan beberapa pemain, termasuk yang berasal dari Sumsel sendiri.

    “Banyak pemain Sumsel ingin pulang kampung dan membela klub tanah kelahirannya. Itu sinyal positif bagi kami,” tambahnya.

    Presiden Tim Sumsel United, Cik Ujang, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap pembentukan klub ini. Ia berharap tim bergerak cepat menghadapi musim baru.

    “Sumsel United harus lari cepat. Saya sudah minta pelatih untuk segera bergerak, karena Liga tak lama lagi dimulai. Target kami jelas: naik kelas ke Liga 1,” tegasnya.

    Menariknya, pada tahun 2026 mendatang, Sumsel United juga berencana mendirikan akademi sepak bola sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang bagi anak-anak muda berbakat di Sumsel.

    Sumsel United menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk menyingkirkan klub-klub lain, termasuk Sriwijaya FC (SFC).

    “Kami tidak mematikan klub lain. Justru ingin mewarnai sepak bola Sumsel. SFC adalah kakak kami, dan kami ingin bersaing secara sportif,” pungkas Cik Ujang.

    Sumsel United bukan sekadar klub baru, tapi simbol kebangkitan sepak bola Sumatera Selatan. Dengan semangat perjuangan dan profesionalisme, tim ini siap membawa harum nama daerah ke kancah nasional.