Tag: Sepak Bola

  • Liga Arena 2025 Resmi Digulirkan, Askot PSSI Palembang Fokus Cetak Generasi Emas Sepak Bola Muda

    Liga Arena 2025 Resmi Digulirkan, Askot PSSI Palembang Fokus Cetak Generasi Emas Sepak Bola Muda

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pembinaan sepak bola usia dini di Kota Palembang kembali mendapatkan ruang besar. Melalui program Liga Arena 2025, Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang berkomitmen menyiapkan bibit-bibit muda untuk tampil di Piala Suratin U13 dan U15 tahun 2026.

    Ketua Askot PSSI Palembang, David, mengatakan turnamen ini menjadi langkah penting dalam menghidupkan kembali atmosfer kompetisi bagi pemain muda setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Ia menegaskan, Liga Arena dirancang sebagai wadah pembinaan berkelanjutan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan keterampilan pemain sejak dini.

    “Liga Arena merupakan bagian dari program pembinaan yang sudah menjadi komitmen Askot. Kami ingin memastikan pemain muda Palembang memiliki wadah kompetitif yang rutin dan berjenjang,” ujar David, Jumat (7/11/2025).

    Menurutnya, kebangkitan Liga Arena adalah salah satu prioritas utama setelah ia dipercaya memimpin Askot PSSI Palembang. Ia menilai kompetisi usia dini adalah fondasi penting untuk menumbuhkan kembali semangat sepak bola akar rumput di Palembang.

    “Liga ini bukan hanya soal mencari juara, tapi tentang menanamkan nilai sportivitas dan semangat kompetisi sehat di kalangan pemain muda. Dari sinilah cikal bakal pemain berprestasi akan lahir,” tambahnya.

    Sementara itu, Direktur Kompetisi Askot PSSI Palembang, Heryanto Husada, mengungkapkan bahwa Liga Arena 2025 dijadwalkan berlangsung mulai 15 November hingga 28 Desember 2025. Seluruh pertandingan akan digelar setiap akhir pekan di Stadion Kamboja Palembang.

    “Peserta hanya berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB) yang terdaftar dan berafiliasi dengan Askot PSSI Palembang. Selain itu, pemain wajib memiliki Kartu Keluarga Kota Palembang sebagai bukti domisili,” jelas Heryanto.

    Sebelumnya, pada Rabu (5/11/2025) telah digelar technical meeting dan drawing grup yang dipimpin langsung oleh Heryanto bersama Ketua Komite Wasit Askot, Ifran, serta dihadiri perwakilan dari seluruh tim peserta. Ajang ini menjadi bagian awal dari sistem pembinaan berjenjang untuk menyiapkan tim Palembang menuju kompetisi tingkat provinsi dan nasional.

    Dengan dukungan penuh dari seluruh SSB di bawah naungan Askot, Liga Arena 2025 diharapkan menjadi tonggak kebangkitan sepak bola muda di Palembang. “Kami optimistis dari ajang ini akan lahir talenta-talenta potensial yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional,” tutup David.

  • Arak-Arakan Piala Emas, Askot PSSI Palembang Rayakan Akhir Penantian 23 Tahun

    Arak-Arakan Piala Emas, Askot PSSI Palembang Rayakan Akhir Penantian 23 Tahun

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Arak-arakan piala dan medali emas mewarnai jalanan Kota Palembang, Senin (3/11/2025) sore. Askot PSSI Kota Palembang menggelar perayaan kemenangan tim sepak bola yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

    Rombongan atlet, pelatih, dan pengurus Askot memulai perjalanan dari kantor PSSI Kota Palembang di Jalan Mayor Santoso, Kecamatan Ilir Timur I. Konvoi kemenangan itu melintasi Jalan A. Rivai, Kantor Wali Kota Palembang di Jalan Merdeka, menuju kawasan Masjid Agung di Jalan Jenderal Sudirman, sebelum kembali ke titik awal.

    Arak-arakan tersebut menjadi simbol berakhirnya masa penantian panjang selama 23 tahun bagi Kota Palembang untuk kembali meraih medali emas di cabang olahraga sepak bola Porprov Sumsel.

    Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David, menyebut kemenangan ini bukan sekadar capaian prestasi, melainkan bukti kerja keras dan kolaborasi seluruh unsur dalam pembinaan sepak bola di Palembang. “Penantian panjang ini akhirnya terbayar. Gelar ini menegaskan bahwa sepak bola Palembang kembali menunjukkan dominasinya di Sumatera Selatan,” ujarnya.

    David juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang, KONI, serta seluruh pihak yang turut memberi semangat kepada tim selama kompetisi berlangsung. “Kami bersyukur atas sinergi ini. Tanpa dukungan pemerintah dan KONI, prestasi ini tidak mungkin terwujud,” tambahnya.

    Wali Kota Palembang Ratu Dewa, yang turut hadir dalam arak-arakan tersebut, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian bersejarah itu. Ia menyebut kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan sepak bola Palembang. “Atas nama Pemerintah Kota Palembang, saya berterima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan pengurus Askot. Ini awal yang baik untuk kebangkitan sepak bola Palembang,” kata Ratu Dewa.

    Sebagai bentuk apresiasi, Ratu Dewa yang juga pernah menjabat Presiden PS Palembang memberikan bonus pribadi senilai Rp20 juta kepada tim sepak bola Palembang. “Saya tahu betul perjuangan dan pengorbanan mereka di lapangan. Ini bentuk dukungan saya atas kerja keras mereka,” ujarnya.

    Perayaan berakhir di halaman kantor PSSI Kota Palembang dengan penuh rasa bangga. Trofi emas yang diarak menjadi penanda kembalinya kejayaan sepak bola Palembang setelah dua dekade lebih menunggu.

  • Final Porprov Sumsel: Palembang Siap Akhiri Puasa Gelar, Tantang Lubuklinggau di Partai Puncak

    Final Porprov Sumsel: Palembang Siap Akhiri Puasa Gelar, Tantang Lubuklinggau di Partai Puncak

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG– Laga seru akan terjadi di final cabang olahraga sepak bola Porprov Sumsel yang diselenggarakan di Muba, Kamis (30/10/2025) besok.

    Dua tim kuat Palembang dan Lubuklingga akan tampil habis-habisan di partai puncak nanti.

    Di babak semifinal, Lubuklinggau berhasil menang dramatis lewat drama adu penalti melawan tuan rumah Muba. Sementara Palembang lolos meyakinkan dengan kemenangan 4-0 saat berjumpa PALI.

    Tim sepak bola Kota Palembang optimis bisa membawa pulang medali emas ke kota pempek. Ambisi ini tidak terlepas dari hasrat Kota Palembang siap mengakhiri puasa gelar medali emas dari cabor sepak bola.

    Kota Palembang terakhir meraih medali emas dari cabang olahraga sepak bola terjadi pada tahun 2002 silam atau 23 tahun lalu.

    Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang, Mohammad David, menyatakan optimisme tinggi menghadapi laga final tersebut. Ia juga memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan bonus bagi para pemain apabila berhasil mempersembahkan medali emas untuk Palembang.

    “Kami sudah menyiapkan apresiasi khusus bagi tim jika berhasil membawa pulang emas. Mereka sudah berjuang luar biasa sejak babak penyisihan, dan sekarang tinggal satu langkah lagi untuk mengukir sejarah,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

    Menurutnya, capaian Palembang hingga ke final ini merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan dan kerja keras seluruh pemain, pelatih, serta dukungan penuh dari masyarakat kota.

    Sebagai apresiasi, usai laga semifinal kemarin David mengganjar para pemain bonus sebesar Rp 10 juta.

    “Terakhir kali Palembang meraih emas di cabang sepak bola Porprov itu 23 tahun lalu. Ini momentum bersejarah yang ingin kami rayakan bersama seluruh warga Palembang. Tentunya kita sudah kita siapkan bonus. Di semifinal saja sudah kita berikan apalagi berhasil membawa medali emas,” tegas David.

    Selain berhasil menembus final Porprov Sumsel, David mengaku bangga karena para pemain di tim sepak bola Palembang merupakan pemain asli kota Palembang yang lahir dari kompetisi internal Askot PSSI Palembang.

    Sebagai Ketua Umum Askot PSSI Palembang yang baru, David bertekada bakal mengakhiri puasa gelar cabor sepak bola yang sudah lama dinantikan publik Palembang.

    “Kita tinggal selangkah mengukir sejarah. Kota ini sudah lama tidak mendapatkan medali emas di Porprov Sumsel. Maka itu saya minta para pemain untuk tampil semangat difinal besok,” tegasnya.

  • Sumsel United Siap Tampil All Out Hadapi Adhyaksa FC Banten di Kandang Sendiri

    Sumsel United Siap Tampil All Out Hadapi Adhyaksa FC Banten di Kandang Sendiri

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Semangat tinggi tengah membara di tubuh tim Sumsel United jelang laga penting melawan Adhyaksa FC Banten pada pekan ketujuh kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Pertandingan yang akan digelar Jumat (24/10) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, menjadi momentum bagi tim Laskar Wong Kito untuk kembali meraih tiga poin di depan publik sendiri.

    Pelatih Kepala Sumsel United, Nilmaizar, memastikan seluruh elemen tim kini dalam kondisi siap tempur. Ia menegaskan, baik secara fisik, mental, teknis, maupun taktik, semua pemain sudah menjalani persiapan matang untuk menghadapi tim tamu asal Banten tersebut.

    “Alhamdulillah, semua pemain dalam keadaan sehat wal afiat. Pagi ini kami sudah melaksanakan official training dan berjalan baik. Insyaallah, tim siap seratus persen untuk laga besok,” ujar Nilmaizar dalam sesi Pre Match Press Conference, Kamis (23/10), di ruang media Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

    Menurut pelatih asal Sumatera Barat ini, kekalahan pada laga tandang sebelumnya di Pekanbaru menjadi pelajaran penting bagi timnya. Bersama staf pelatih, Nilmaizar mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki beberapa kekurangan, terutama dalam penyelesaian akhir dan koordinasi antar lini.

    “Setelah dari Pekanbaru, kami langsung melakukan perbaikan di beberapa aspek. Mudah-mudahan apa yang sudah kami benahi bisa terlihat hasilnya di laga melawan Adhyaksa FC nanti,” jelasnya.

    Nilmaizar menambahkan, dirinya menaruh harapan besar agar strategi dan pola permainan yang telah disusun bisa berjalan sesuai rencana. Ia juga mengingatkan para pemain agar tidak lengah, sebab tim tamu dikenal memiliki gaya permainan cepat dan agresif.

    “Mudah-mudahan taktik dan strategi yang telah kita siapkan bisa berjalan lancar, dan kita bisa memenangkan pertandingan besok. Target kita jelas, tiga poin di kandang,” tegasnya.

    Sementara itu, gelandang Sumsel United, Hafit Ibrahim, menyampaikan bahwa seluruh pemain sudah memiliki motivasi tinggi untuk tampil maksimal. Ia mengaku rekan-rekannya siap berjuang habis-habisan demi membawa kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Selatan.

    “Secara mental kami sudah siap, apalagi bermain di rumah sendiri tentu jadi motivasi tambahan. Kami ingin menang dan memberikan penampilan terbaik,” ungkap pemain asal Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini.

    Hafit juga berharap dukungan penuh dari para suporter dan masyarakat Sumsel untuk datang langsung ke stadion. Menurutnya, semangat dari tribun menjadi energi tambahan yang sangat berarti bagi para pemain di lapangan.

    “Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh fans, suporter, serta masyarakat Sumatera Selatan. Kehadiran mereka di stadion akan menjadi kekuatan besar bagi kami untuk berjuang meraih kemenangan,” pungkasnya.

  • Askot PSSI Palembang Mulai Pembinaan Dini Lewat Coaching Clinic

    Askot PSSI Palembang Mulai Pembinaan Dini Lewat Coaching Clinic

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Suasana Lapangan Mini Soccer Taman Sultan Palembang pada Minggu (24/8/2025) tampak semarak. Puluhan anak berusia 8 hingga 10 tahun terlihat antusias mengikuti coaching clinic perdana yang digelar Komite Usia Dini Askot PSSI Palembang.

    Program ini menjadi langkah awal Askot dalam memperkuat pembinaan sepak bola sejak dini di Kota Palembang. Sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) yang telah terafiliasi, seperti SSB Planet Soccer, SSB Limas, dan SSB Persetapo, turut ambil bagian.

    Ketua Komite Usia Dini Askot PSSI Palembang, Teddy, menuturkan coaching clinic ini akan rutin digelar dua pekan sekali. Peserta akan bergiliran dari SSB yang berada di bawah naungan Askot. “Kami ingin memberikan pembinaan merata dan berkesinambungan,” ujarnya.

    Pada sesi perdana, anak-anak mendapatkan materi dasar berupa passing dan dribbling. Pendekatan yang dipakai pun dibuat menyenangkan agar mereka tidak terbebani, melainkan semakin mencintai permainan sepak bola.

    “Kami ingin menciptakan suasana belajar yang fun tapi tetap edukatif. Dengan begitu, anak-anak akan tumbuh dengan semangat serta pemahaman teknik yang benar sejak awal,” jelas Teddy.

    Sebagai bentuk dukungan, setiap SSB peserta diberikan satu buah bola setelah kegiatan selesai. Bola tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang latihan mandiri di klub masing-masing.

    Menurut Teddy, program ini menjadi awal perjalanan panjang pembinaan pemain muda Palembang. Ke depan, Askot PSSI Palembang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelatih maupun materi latihan sehingga lahir bibit unggul yang siap bersaing di level lebih tinggi.

    Senada dengan itu, Ketua Askot PSSI Palembang, Muhammad David, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan turnamen. Program pembinaan, kata dia, merupakan pondasi penting bagi perkembangan sepak bola Palembang.

    “Dengan adanya coaching clinic, kami berharap atmosfer pembinaan semakin hidup. Anak-anak bisa berkembang secara teknik dan mental sejak usia dini, sehingga nantinya Palembang memiliki banyak pemain berkualitas,” ujar David.

  • Turnamen U-43 Piala Wali Kota Cup 2025 Resmi Dibuka: Legenda Sepak Bola Palembang Kembali Unjuk Gigi

    Turnamen U-43 Piala Wali Kota Cup 2025 Resmi Dibuka: Legenda Sepak Bola Palembang Kembali Unjuk Gigi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Suasana nostalgia membuncah di Stadion Kamboja Palembang, Jumat (11/4/2025), saat Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang resmi membuka Turnamen Sepakbola U-43 Piala Wali Kota Cup 2025. Ajang ini menghadirkan para legenda sepak bola dari Bumi Sriwijaya untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi yang membara.

    Turnamen ini diikuti oleh 10 klub dari berbagai penjuru kota Palembang dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 April 2025. Pertandingan-pertandingan seru pun sudah mulai tersaji sejak hari pertama digelarnya kompetisi.

    Ketua Umum Askot PSSI Palembang, Muhammad David, menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk terus menjalankan program kerja PSSI, khususnya dalam hal penyelenggaraan turnamen lintas usia.

    “Sesuai dengan arahan dan kerja sama bersama Pak Wali Kota Ratu Dewa, kami berusaha menghadirkan turnamen untuk semua kalangan usia, dari usia dini hingga veteran. Ini adalah bentuk konsistensi kami dalam membina dan menghidupkan gairah sepak bola di Palembang,” ujarnya.

    Menurut pria yang juga menjabat sebagai Asisten Direktur Kompetisi PT SOM Sriwijaya FC tersebut, para pemain U-43 ini bukan sekadar mantan pemain biasa. Mereka adalah legenda hidup sepak bola Palembang yang dulu turut mewarnai sejarah kejayaan klub-klub lokal.

    “Kita punya banyak pemain U-43 di Palembang, dan sebagian besar adalah mantan pemain top yang pernah berjaya di kancah lokal maupun nasional. Turnamen ini adalah bentuk apresiasi kami agar mereka bisa kembali merasakan euforia kompetisi,” jelasnya.

    Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi menyambut turnamen ini. Tribun Stadion Kamboja dipenuhi penonton yang ingin melihat kembali aksi para legenda yang pernah menginspirasi generasi muda di masa lalu.

    Setelah turnamen U-43 ini berakhir, Muhammad David menegaskan bahwa Askot PSSI Palembang sudah menyiapkan agenda selanjutnya, yakni turnamen kelompok usia dini. Hal ini untuk memastikan pembinaan sepak bola terus berkesinambungan dari akar rumput hingga ke tingkat senior.

  • Kisah David da Silva yang Tidak Dihargai di Negaranya tetapi Bersinar di Indonesia

    Kisah David da Silva yang Tidak Dihargai di Negaranya tetapi Bersinar di Indonesia

    Suara Publik – KISAH David Da Silva, striker andalan Persib Bandung yang tidak dihargai di negaranya sendiri tapi bersinar di Indonesia akan diulas pada artikel ini

    Pencinta sepakbola tanah air khususnya Bobotoh dan Bonek tentu tidak asing dengan sosok David Da Silva. Pemain berkewarganegaraan Brasil ini sukses bersinar bersama dua klub Liga 1, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.

    Di Liga 1 musim 2023-2024 ini saja, David Da Silva telah mencetak 14 gol dan 4 assist dalam 19 penampilannya bersama Maung Bandung – julukan Persib Bandung. Hal ini membuat namanya bertengger menjadi top skor sementara bersama Gustavo Almeida.

    Namun siapa sangka? Di balik kesuksesannya di dunia persepakbolaan tanah air, David Da Silva ternyata memiliki kisah yang cukup pahit.

    Ya, sebagai talenta asal negeri samba, nama David Da Silva seakan tidak terlihat di negaranya sendiri. Sepanjang kariernya, David bahkan lebih banyak bermain di negeri orang.

    David Da Silva memulai karier profesionalnya di tim Taboao Serra. Di musim 2010-2011, dirinya kemudian pindah ke tim Sumare Ac yang sama-sama berasal dari Brasil.

    Hanya setengah musim di klub tersebut, David Da Silva tersingkir dan memilih klub Birkirkara Fc asal Liga Malta. Setelah setengah musim, dirinya kembali hijrah. Kali dirinya bergabung dengan klub Liga Irlandia, Shelbourne FC.

    Kebersamaannya bersama Shelbourne ternyata juga hanya seumur jagung. Di akhir tahun 2011, dirinya harus menganggur selama beberapa bulan. Hingga di pertengahan tahun 2012, David Da Silva direkrut tim asal Brasil, CA Joseense.

    Kembali hanya seumur jagung, di awal tahun 2013 David kembali pergi dari negaranya dan bergabung ke klub asal Uni Emirat Arab, Khor Fakkan SSC. Di musim panas 2014, dirinya untuk kesekian kalinya dirinya pindah tim menuju Al Masnaa.

    Di klub ini, karier David Da Silva bertahan cukup lama, yakni satu setengah tahun. Namun setelah itu dirinya kembali berpindah-pindah tim. Mulai dari Al Orobah di Liga Arab Saudi, Zweig Kanazawa asal Jepang, Qadsia SC asal Kuwait, Al-Khor SC dari Qatar, hingga akhirnya bergabung ke Persebaya Surabaya pada 2018.

  • Tujuh Negara yang Takkan Bisa Main di Piala Dunia Sampai Kapan pun, kok Bisa?

    Tujuh Negara yang Takkan Bisa Main di Piala Dunia Sampai Kapan pun, kok Bisa?

    Suara Publik– Sebanyak 7 negara yang takkan bisa tampil di Piala Dunia bahkan sampai kiamat sekali pun akan dibahas di artikel ini. Setiap negara jelas berlomba-lomba untuk bisa berpartisipasi dalam pesta sepakbola terbesar di dunia tersebut.

    Kendati demikian, ada beberapa negara yang dipastikan takkan bisa mengikuti turnamen sepakbola empat tahunan tersebut. Ada berbagai macam alasan yang membuat sejumlah negara itu pada akhirnya tak bisa mengikuti Piala Dunia. Penasaran negara mana saja tersebut?

    Berikut 7 Negara yang Takkan Bisa Tampil di Piala Dunia Bahkan Sampai Kiamat Sekali pun:

    7. Kiribati

     7 Negara yang Takkan Bisa Main di Piala Dunia Sampai Kapan pun, kok Bisa?

    Kiribati adalah negara kecil di kawasan Samudera Pasifik. Penghuninya hanya sekitar 100 ribu orang dan sepakbola bukannlah olahraga utama di sana.

    Kiribati sempat mengajukan diri untuk masuk FIFA melalui Federasi Sepakbola Oseania (OFC). Namun, pengajuan itu sering ditolak karena FIFA dan OFC tak bisa bekerja sama dengan baik. Karena tak jadi bagian FIFA, Kiribati pun takkan bisa tampil di Piala Dunia.

    6. Kepulauan Marshall

     7 Negara yang Takkan Bisa Main di Piala Dunia Sampai Kapan pun, kok Bisa?

    Kepulauan Marshall adalah negara bekas jajahan Spanyol yang juga tidak masuk dalam anggota FIFA. Oleh karena itu, negara kepulauan ini tidak bisa tampil di Piala Dunia.

    5. Micronesia

     7 Negara yang Takkan Bisa Main di Piala Dunia Sampai Kapan pun, kok Bisa?

    Micronesia merupakan negara di benua Oseania. Mereka seharusnya masuk dalam OFC, namun hingga kini tidak terdaftar sebagai anggota FIFA.

    Sepakbola bukanlah olahraga yang populer untuk negara dengan hanya luas 702 km ini. Karena tak menjadi anggota FIFA, Micronesia pun tidak akan pernah tampil di Piala Dunia.

  • Tim Sepak Bola PWI Sumsel Siap Bertarung di Powarnas Jatim 2022

    Tim Sepak Bola PWI Sumsel Siap Bertarung di Powarnas Jatim 2022

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG,

     

     

    Gubernur Sumsel Herman Deru melepas keberangkatan 100 orang kontingan PWI Sumsel dalam ajang Pekan Olahraga Wartawan (Powarnas) di Provinsi Jawa Timur 21-26 November 2022 nanti.

     

     

    PWI Sumsel akan mengirimkan Atlet Atletnya dalam 10 Cabor, yakni Sepak Bola, Futsal, Tennis Meja, Tennis Lapangan, Catur, Billiard, Bride, Atletik, E Sport, Karya Jurnalistik dan Foto.

     

     

    Tim Sepak Bola PWI Sumsel yang telah Dua Bulan melakukan persiapan menyatakan diri siap bertarung dalam kompetisi antar Jurnalis tersebut.

     

     

    “Kita siap menghadapi Tim PWI dari Provinsi manapun, target kita naik podium dan membawa mendali ke Sumsel,” kata Manager Tim Sepak Bola PWI Sumsel Ferly Marisson, Jumat (18/11/2022).

     

     

    Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru janjikan bonus istimewa kepada atlet Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Sumsel, yang akan berangkat ke Jawa Timur, Malang, Sabtu besok.

     

     

    Gubernur Sumsel H Herman Deru mengungkapkan, tak memberikan target khusus kepada atlet Porwanas Sumsel. Namun, Deru menjanjikan kepada Kontingen Porwanas Sumsel jika berhasil meraih medali terbanyak maka akan diberikan bonus yang spesial.

     

     

    “Yang jelas nanti akan diberi bonus istimewa namun saya hitung dulu jumlahnya. Nanti setelah medali didapat baru kita berikan bonusnya,” ungkap Deru usai pelepasan Kontingen Sumsel dihalaman Kantor Gubernur Sumsel.

     

     

    Dikatakan Deru, meski tidak diberikan target secara khusus, namun dia berharap agar Kontingen Sumsel dapat mengharumkan nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, khususnya membanggakan bagi masyarakat Bumi Sriwijaya.

     

     

    “Saya tidak pernah mengukur ikan untuk memanjat. Tapi obsesi harus tinggi dan berjuang secara realistis,” tuturnya.