Tag: Polsek Plaju

  • 5 Jam Proses Evakuasi, Polisi Akhirnya Berhasil Bujuk AW Turun Dari Tower

    5 Jam Proses Evakuasi, Polisi Akhirnya Berhasil Bujuk AW Turun Dari Tower

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG,- Proses evakuasi Azi Wiranto (22) sangat dramatis, Kamis (15/12/2022) sekira pukul 19.30 WIB yang nekat menaiki tower provider di Jalan Kapten Abdullah, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang.

     

    Kepolisian Polsek Plaju, Inafis Polrestabes Palembang, TNI, yang terus berjaga di lokasi. Proses evakuasi dilakukan 2 orang dari pemilik tower yang memanjat tower dengan hati – hati untuk mendekati target. Dan beberapa petugas kepolisian dengan pengeras suara menyerukan agar Azi turun.

     

    Evakuasi dilakukan sangat berhati – hati apalagi ketinggian tower yang mencapai 40 meter, membuat 2 orang petugas penolong harus selangkah demi selangkah menaiki anak tangga tower untuk sampai keatas. Sementara, Azi sendiri masih bertahan diatas, sambil sesekali duduk dan berdiri bahkan melambaikan tangan.

     

    Terkadang juga dia terlihat berjoget dan kembali duduk, warga yang ramai juga sudah ada yang membubarkan dirinya apalagi sebentar lagi suasana gelap dan magrib.

     

    Alhasil, saat kumandang azan Isya Azi bisa dibujuk turun Dangan imbalan dikasi uang.

     

    “Ya alhamdulilah sangat dramatis Evakuasi nya,Azi kita rayu dan bujuk dengan di imingu kita kasi uang”ungkapnya Kapolsek Plaju, AKP Firmansyah saat diwawancarai.

     

     

    AKP Firman juga membenarkan Ada dua orang yang keatas menjemput, dalam proses harus berhati- hati sampai diatas,” tutupnya.

  • Diduga Depresi Pria Ini Nekat Manjat Tower 

    Diduga Depresi Pria Ini Nekat Manjat Tower 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG,- Seorang laki -laki bernama AW (22) membuat heboh warga di Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang, lantaran nekat memanjat tower provider setinggi lebih kurang 20 meter, Kamis (15/12/2022) sekira pukul 16.00 WIB.

     

    Pantauan dilapangan hingga saat ini AW masih berada di atas titik tertinggi tower sambil duduk dan tidak memakai baju. Ibu AW dan keluarga yang mendatangi lokasi kejadian terus berteriak agar AW turun kebawah.

     

    Namun teriakan ini seakan tidak didengar AW, dan tetap terus berada di atas tower. Kondisi jalan didepan tower sendiri macet lantaran banyak warga yang terus berdatangan untuk melihat kejadian ini. Nampak juga petugas Polisi sudah berdatangan untuk mengamankan situasi di tempat kejadian perkara (TKP).

     

    Laili Herawati (47) ibu AW saat diwawancarai di lokasi mengatakan penyebab AW nekat memanjat tower tidak diketahui persis olehnya.

     

    “Tidak tau apa penyebab pastinya, apakah masalah rumah tangga atau bukan. Namun yang jelas AW sendiri pernah kena ketenggoran habis pulang ngamen, sudah sempat juga diobati namun karena faktor keuangan apalagi suami sudah tidak ada lagi jadinya begini,” ujarnya terlihat sedih.

     

    Lanjutnya, saat sebelum diketahui naik tower sempat dirumah makan, dan tidak taunya dapat kabar tetangga dia sudah diatas tower makanya saya kesini. “Lalu saya datang kesini dan benar sudah diatas tower,” kata janda satu anak ini.

     

    Lebih jauh dikatakannya memang tidak ada masalah namun pernah sekali dulu ngomong bahwa susah sekali makan dirumah ini, “Dulur-dulur tidak ada yang membantu,” ungkapnya.

     

    Saat ini Laili hanya bisa pasrah saja dengan apa yang terjadi dan berharap anaknya bisa turun dengan selamat, dan memohon kepada pihak terkait bisa membantu anak saya turun.

     

    Deni warga yang berada dilokasi saat dimintai keterangan mengatakan melihat ada orang diatas tower dan warga sudah ramai berdatangan. “Tidak terlalu dekat dengan dia, dan masalah dia nekat naik tower tidak tau,” katanya.

     

    Sementara sudah terlihat anggota Polsek Plaju dan Inafis Polrestabes Palembang yang mendatangi TKP.

  • Debt Collector Koperasi Ditodong Nasabahnya Sendiri

    Debt Collector Koperasi Ditodong Nasabahnya Sendiri

    Suarapiblik.id, PALEMBANG, – Kepolisian Sektor (Polsek) Plaju Palembang berhasil menangkap dua pelaku penodongan terhadap karyawan salah satu koperasi di Palembang yakni Noba dan Fitriani di Jalan Kapten Abdullah, tepatnya Lorong samping Masjid Habibaturrahman, Kecamatan Plaju Palembang, Selasa (7/6) sekitar pukul 20.30 WIB.

    Kedua pelaku yakni Lucky Ternando (33) warga Jalan Kapten Abdullah, Kecamatan Plaju Palembang dan Agus Kurniawan (34) warga Jalan Sungai Gerong, Lorong Ilham, Kecamatan Plaju Palembang ditangkap Unit Reskrim Polsek Plaju dikediamannya masing-masing, Senin (11/7) sekitar pukul 19.30 WIB.

    Kapolsek Plaju, AKP Firmansyah didampingi Kanit Reskrim, Ipda Okta Kuncoro mengatakan, bahwa korban merupakan debt collector sebuah koperasi di Pelembang yang hendak menangih uang pinjaman yang dipinjam oleh pelaku Lucky.

    “Jadi pelaku Lucky merupakan nasabah dari koperasi tempat korban bekerja. Kedatangan korban untuk menagih sisa pinjaman pelaku,” ujarnya disela-selakegiatanpress release di halaman Mapolsek Plaju Palembang, Selasa (12/7).

    Namun karena tidak ada uang, pelaku mengajak temannya melakukan penjambretan terhadap korban yang tidak jauh dari kediamannya pelaku Lucky. “Saat melakukan aksinya mereka berbagai tugas, dari keterangan pelaku Lucky kalau dia bertugas menodongkan senjata tajam (sajam) jenis pisau ke arah leher korban, sedangkan temannya Agus mengambil barang berharga milik korban seperti Ponsel dan berkas koperasi,” aku dia.

    Atas laporan korban anggotanya melakukan penyelidikan sehingga berhasil menangkap kedua pelaku di kediamannya masing-masing. “Selain mengamankan pelaku anggota kita turut mengamankan barang bukti berupa satu buah ponsel merek Samsung A12 dan satu buah sajam jenis pisau,” tambahnya.

    Sementara itu, pelaku Lucky mengakui perbuatannya melakukan aksi penodongan terhadap korban. “Aksi ini sudah kami rencanakan dengan mengetahui kalau korban akan melakukan penagihan, sehingga saja ajak teman melakukan aksi itu tidak jauh dari rumah saya,” bebernya.

    Dirinya menjelaskan, bahwa ia meminjam uang di tempat kerja korban sebesar Rp 3 juta tapi adanya potongan Rp 200 ribu jadi ia mendapatkan Rp 2,8 juta. “Saya pusing karena dua bulan menganggur dan sisa masih Rp 1,350,000 lagi harus di bayar, sehingga terpaksa melakukan aksi itu untuk melakukan pembayaran koperasi,” tutupnya.