Tag: PMII Palembang

  • Bupati Abusama Apresiasi Pembentukan Cabang Persiapan PMII di OKU Selatan

    Bupati Abusama Apresiasi Pembentukan Cabang Persiapan PMII di OKU Selatan

    SUARAPUBLIK.ID, OKUS – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Sumatera Selatan silaturahmi ke kediaman Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Abusama, S.H. Pertemuan tersebut dalam rangka koordinasi dan penguatan rencana pembentukan Cabang Persiapan PMII OKU Selatan.

    Ketua PKC PMII Sumsel, Syaidina Ali, S.Sos, hadir bersama jajaran pengurus untuk menyampaikan secara langsung maksud dan tujuan organisasi kepada kepala daerah.

    “Alhamdulillah pak Bupati terbuka dan menyambut baik niatan kita untuk membangun Cabang persiapan PMII di Kabupaten OKU Selatan ini,” Kata Ali, Senin (29/12/2025).

    Lebih lanjut, Ali mengatakan sebelumnya telah dilaksanakan deklarasi PMII Cabang persiapan di Kabupaten OKU Selatan serta Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) yang di ikuti oleh sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Huda dan Universitas Terbuka di Aula Hotel Samudra Muara Dua.

    “Dengan di deklarasikan nya PMII Kabupaten OKU Selatan dan Mapaba Akbar pertama ini semoga menjadi spirit bagi kita untuk memperkuat basis organisasi di Bumi Serasan Seandanan, dan semoga para anggota baru istiqomah dan masif melakukan gerakan,” ujarnya.

    Sementara itu, Bupati OKU Selatan Abusama, S.H menyampaikan apresiasi atas langkah PKC PMII Sumsel dalam membentuk Cabang Persiapan PMII di bumi Serasan Seandanan.

    “Kami menyambut baik dan mengapresiasi pembentukan Cabang Persiapan PMII di Kabupaten OKU Selatan. Kami berharap para kader PMII dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun OKU Selatan yang lebih maju,” ujar Abusama.

  • PKC PMII Sumsel Minta Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Sumatera

    PKC PMII Sumsel Minta Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Sumatera Selatan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan banjir Sumatera yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional.

    Ketua PKC PMII Sumsel, Syaidina Ali menilai bahwa penetapan status bencana nasional sangat mendesak mengingat kondisi lapangan yang semakin memprihatinkan. Menurutnya, sejumlah daerah mengalami kerusakan parah dan membutuhkan bantuan cepat dari pemerintah pusat agar penanganan tidak berjalan lambat atau terhambat.

    “Bisa kita lihat bahwa saat ini masih banyak lokasi yang terdampak banjir sulit dijangkau. Warga dan sejumlah titik pengungsian belum terakses akibat material longsor dan genangan banjir yang tinggi,” ujar Ali.

    Lebih lanjut, Ali mengatakan bahwa banjir besar yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar ini tidak hanya merusak ribuan rumah, tetapi juga menelan banyak korban jiwa serta menimbulkan penyakit dan kerugian material yang tidak sedikit.

    “Negara dan pemerintah pusat harus hadir turun tangan, dan menyalurkan bantuan yang lebih besar untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah tersebut,” tegasnya.

    Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa hingga Kamis (27/11/2025), bencana hidrometeorologi melanda 16 kabupaten/kota. Wilayah tersebut meliputi Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.

    Total 3.817 kepala keluarga atau 119.988 jiwa terdampak langsung oleh banjir Aceh Sumut Sumbar, dan 20.759 jiwa di antaranya telah mengungsi.

    Diketahui, Banjir di Aceh hingga saat ini telah menelan 22 korban jiwa, 15 orang di Aceh Tengah, empat orang di Aceh Utara, satu orang di Bener Meriah, dan dua orang di Aceh Tenggara.

    Tidak hanya Aceh, Sumatra Utara juga terdampak berat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Menurut BPBD Sumut, bencana banjir dan longsor yang menerjang 13 kabupaten/kota di Sumut beberapa hari terakhir menyebabkan 47 korban meninggal dunia, hingga Kamis (27/11/2025).

    Di Sumatra Barat, kondisi tak kalah memprihatinkan. BPBD Sumbar merilis data bahwa hingga Kamis (27/11/2025) malam, 21 orang meninggal, 3 orang hilang, dan 4 mengalami luka-luka akibat banjir dan tanah longsor. Sebanyak 12.000 jiwa terdampak di 13 kabupaten/kota, termasuk Padang, Pariaman, Pasaman Barat, dan Bukittinggi.