Tag: pertamina patra niaga sumbagsel

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Pendidikan Berkualitas melalui Program Sekolah Energi Berdikari

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Pendidikan Berkualitas melalui Program Sekolah Energi Berdikari

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melaksanakan Program Sekolah Energi Berdikari di SMA Negeri 14 Palembang pada Jumat (30/1/2026), sebagai upaya meningkatkan kepedulian lingkungan serta kapasitas siswa dan guru melalui pengembangan proyek-proyek inovatif berbasis energi dan lingkungan.

    Kegiatan ini melibatkan pembentukan 10 kelompok siswa yang mengembangkan berbagai proyek berbasis lingkungan dengan pendampingan akademik dari Universitas Sebelas Maret. Proyek yang dikembangkan meliputi tempat sampah berbasis sensor, penerangan Smart Power Energy dengan teknologi photo cell, pembuatan pakan mandiri dari maggot, misting spray berbasis Internet of Things (IoT), pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, briket dari sampah organik, alat pengering dan mesin pencacah daun berbasis tenaga surya untuk pupuk kompos, sabun cuci piring organik berbahan tanaman sekolah, hingga alat penetas telur tenaga surya.

    Selain mengembangkan proyek, para siswa juga mempresentasikan hasil implementasi di lingkungan sekolah serta melakukan monitoring dan evaluasi untuk menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kegiatan ini turut diperkuat dengan sosialisasi dari Dosen Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret, Ari Syahidul Shidiq, yang memberikan pembekalan terkait penerapan sains dan teknologi dalam proyek lingkungan.

    Tidak hanya menyasar siswa, Universitas Sebelas Maret juga memberikan sosialisasi kepada 80 guru SMA Negeri 14 Palembang terkait penerapan _Science, Technology, Engineering, and Mathematics_ (STEM) sebagai upaya peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan teknologi dan isu lingkungan ke dalam proses pembelajaran.

    Kepala SMA Negeri 14 Palembang, Harry Susanty, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pertamina, Universitas Sebelas Maret, dan pihak sekolah.

    “Melalui sinergi ini, siswa dan guru terdorong untuk menghasilkan proyek berbasis lingkungan yang aplikatif dan mampu menjawab permasalahan nyata di sekolah. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi penguatan karakter peduli lingkungan di SMA Negeri 14 Palembang,” ujar Harry.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Program Sekolah Energi Berdikari merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.

    “Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen menghadirkan program yang berkelanjutan dan berdampak langsung. Sekolah Energi Berdikari diharapkan terus berkembang melalui sinergi lintas pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini,” ungkap Rusminto.

    Program Sekolah Energi Berdikari yang telah berjalan sejak 2024 ini sejalan dengan komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Edukasi Keselamatan Penggunaan LPG bagi Warga Ring-1 di IT Pangkal Balam

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Edukasi Keselamatan Penggunaan LPG bagi Warga Ring-1 di IT Pangkal Balam

    SUARAPUBLIK.ID, PANGKALPINANG – Tabung gas LPG menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat sehingga pemahaman keselamatan penggunaannya perlu terus diperkuat. Dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga Regional melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam memberikan sosialisasi keselamatan LPG, penanganan kebocoran gas, serta pemadaman api menggunakan _fire blanket_ kepada warga Ring-1 dan Persatuan Wanita Patra (PWP), Rabu (28/1/2026).

    Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran dan kondisi darurat rumah tangga, khususnya terkait penggunaan LPG. Sosialisasi meliputi edukasi keselamatan LPG, penggunaan fire blanket sebagai APAR, serta pemanfaatan _first aid kit_, yang disampaikan secara interaktif melalui pemaparan materi dan praktik langsung bersama 30 warga Ring-1 dan anggota PWP.

    Kegiatan sosialisasi diisi pemaparan materi keselamatan dan tanggap darurat oleh Sahbandi Rachmatsyah, Supervisor I HSSE & Fleet Safety IT Pangkal Balam, serta materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) oleh dr. Muhammad Fersi Pratama, Medical Advisor IT Pangkal Balam. Materi meliputi keselamatan penggunaan LPG, penanganan kebocoran gas, pemadaman api dengan APAR fire blanket, serta keterampilan dasar P3K yang disampaikan melalui praktik langsung.

    “Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami cara aman menggunakan LPG dan mampu melakukan penanganan awal secara cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat,” ujar Sahbandi.

    Antusiasme warga Ring-1 terlihat sepanjang kegiatan sosialisasi yang memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis terkait keselamatan rumah tangga. Robby Suprayogi, warga Ring-1, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.

    “Kegiatan sosialisasi K3 ini sangat bermanfaat karena membuat kami lebih paham dan siap menghadapi kondisi darurat terkait penggunaan LPG. Dulu kalau gas bocor, kami panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Sekarang sudah tahu prosedurnya dan lebih tenang menghadapinya,” ungkap Robby.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama serta bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan bersama masyarakat.

    “Program sosialisasi K3 ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan bersama masyarakat. Melalui peningkatan pemahaman keselamatan penggunaan LPG, kami berharap risiko kebakaran rumah tangga dapat diminimalkan serta meningkatkan kesiapsiagaan warga Ring-1 dan PWP dalam menghadapi kondisi darurat,” jelas Rusminto.

    Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus mendukung penerapan K3 yang sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan)

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dampingi Aneka Snack Moga Djaya Tembus Pasar Ekspor Hongkong

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dampingi Aneka Snack Moga Djaya Tembus Pasar Ekspor Hongkong

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG — Aneka Snack Moga Djaya, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), berhasil bangkit dari keterpurukan akibat penipuan dan menembus pasar internasional hingga Hongkong, berkat pendampingan berkelanjutan sejak 2018.

    Didirikan pada 2016 oleh Suprihatin di Kampung Badransari, Lampung Tengah, Aneka Snack Moga Djaya lahir dari kebutuhan ekonomi keluarga. Usaha ini memanfaatkan potensi lokal, pisang dari kebun sendiri serta udang dan ikan hasil sungai yang diolah menjadi produk bernilai jual tinggi. Nama “Moga Djaya” mencerminkan doa agar usaha terus tumbuh dan sukses.

    “Usaha ini saya mulai setelah mengalami penipuan yang membuat ekonomi keluarga terpuruk. Dari mengolah beberapa kilo dan menjual ke sekolah, warung, hingga keliling, saya memberanikan diri konsisten memproduksi stok seiring pesanan yang terus bertambah,” ujar Suprihatin.

    Titik balik Aneka Snack Moga Djaya terjadi pada 2018 saat bergabung dalam program Pertamina. Pembinaan berkelanjutan, peningkatan kemasan, pelatihan, serta akses bazar dan pameran mendorong kenaikan kapasitas produksi dan perluasan pasar, hingga kini mencatat omzet Rp40–50 juta per bulan dengan kualitas dan proses produksi yang terjaga.

    Kini, Aneka Snack Moga Djaya memasarkan 29 varian produk kering, minuman serbuk, dan frozen seharga Rp10 ribu–Rp50 ribu, sekaligus memberdayakan 10 warga sekitar dengan mayoritas ibu-ibu.

    “Saat ini produk kami telah masuk ke 16 toko oleh-oleh di Lampung dan bahkan menembus pasar internasional hingga Hongkong melalui jaringan tenaga kerja Indonesia di sana,” tambah Suprihatin.

    Aneka Snack Moga Djaya menunjukkan komitmen keberlanjutan dengan mengolah sekitar 1 ton limbah produksi per tahun menjadi pupuk organik dan pakan ternak. Prestasinya kian diakui melalui partisipasi dalam berbagai ajang bisnis dan pameran, seperti Akselerasi Bisnis di Jakarta, Business Matching APKASI 2024, serta SMEXPO Palembang dan Bandar Lampung, yang membuka peluang kemitraan dan memperluas jaringan usaha.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyatakan kebanggaan atas pencapaian UMKM binaan.

    “Kisah Aneka Snack Moga Djaya membuktikan bahwa pendampingan UMKM yang berkelanjutan mampu melahirkan usaha mandiri dan berdaya saing, bahkan menembus pasar ekspor. Kami berkomitmen terus mendampingi UMKM agar memberi kontribusi nyata bagi ekonomi daerah,” ujar Rusminto.

    Program pembinaan Aneka Snack Moga Djaya sejalan dengan komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Program ini juga berkontribusi pada pilar Economic dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Penerapan Aspek K3 Dalam Program TJSL

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Penerapan Aspek K3 Dalam Program TJSL

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Risiko kesehatan dan kecelakaan kerja di TPS3R masih tinggi dan kerap luput dari pemahaman pengelola. Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai bersama fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) memberikan sosialisasi K3 dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Tempat Pengolahan Sampah _Reduce, Reuse, dan Recycle_ (TPS3R) Sumber Jaya, Senin (19/1/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diikuti oleh 12 warga dan pengurus TPS3R Sumber Jaya, dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran penerapan K3 dalam operasional sehari-hari.

    Materi sosialisasi dan pelatihan disampaikan oleh Supervisor HSSE & Fleet Safety Fuel Terminal Pulau Baai, Havialdo Heydinal, yang membekali peserta dengan pemahaman identifikasi potensi bahaya, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penanganan kondisi darurat, serta praktik penggunaan APAR sebagai mitigasi awal kebakaran.

    “Pengelolaan sampah berisiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Melalui sosialisasi ini, kami mendorong pengelola TPS3R memahami potensi bahaya dan menerapkan prinsip K3 secara konsisten demi keselamatan bersama,” ujar Havialdo.

    TPS3R berperan penting menekan timbunan sampah nasional yang mencapai puluhan juta ton per tahun. Namun, aktivitas pemilahan hingga pengolahan sampah menyimpan risiko kesehatan dan keselamatan tinggi, sehingga membutuhkan penerapan K3 dan perlindungan kerja yang memadai.

    Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TPS3R Sumber Jaya, Marliana, yang menyambut baik pelatihan K3 dan penggunaan APAR sebagai kebutuhan penting untuk menunjang keselamatan operasional TPS3R.

    “Pelatihan ini sangat membantu. Kami kini lebih memahami keselamatan kerja dan langkah penanganan darurat, termasuk saat terjadi kebakaran,” ujar Marliana.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah hak setiap pekerja, termasuk pengelola sampah.

    “Pengelola TPS3R menghadapi risiko tinggi setiap hari. Melalui pelatihan K3 dan APAR ini, kami memastikan mitra binaan bekerja lebih aman dan sehat sekaligus memperingati Bulan K3 Nasional sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial kami,” ujar Rusminto.

    Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja pengelola TPS3R dan Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan standar keselamatan yang baik.

  • Pertamina Patra Niaga Dorong Generasi Peduli Lingkungan Lewat Sekolah Energi Berdikari di Sumsel

    Pertamina Patra Niaga Dorong Generasi Peduli Lingkungan Lewat Sekolah Energi Berdikari di Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Program Sekolah Energi Berdikari yang dilaksanakan di SMA Negeri 14 Palembang turut ambil bagian dalam Festival Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 19–23 Januari 2026, dan meliputi pameran pendidikan serta talkshow bertema “Penguatan Kemitraan Guna Mengakselerasi Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

    Program Sekolah Energi Berdikari merupakan inisiatif Pertamina di sektor pendidikan yang telah berjalan sejak 2024 sebagai upaya mendukung pencapaian Sekolah Adiwiyata di Provinsi Sumatera Selatan. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar.

    Dalam festival tersebut, SMA Negeri 14 Palembang berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret menampilkan beragam karya dan praktik pembelajaran berbasis lingkungan, antara lain pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui panel surya, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, pembuatan briket arang dari daun kering, pengembangan pakan ternak berbasis maggot, produksi sabun cuci piring dari daun pandan, penggunaan mesin pencacah daun kering, alat pengering dan penetas telur tenaga surya, serta sistem misting spray berbasis Internet of Things (IoT).

    Selain itu, SMA Negeri 14 Palembang juga membina dua sekolah lain menuju Sekolah Adiwiyata melalui kegiatan sosialisasi dan kampanye lingkungan. Program ini telah mengedukasi 1.101 siswa dan 85 guru. Sejak 2024, sekolah juga berhasil mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai melalui penerapan penggunaan tumbler.

    Melalui Program Sekolah Energi Berdikari, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan dukungan berupa fasilitas EBT, pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik, serta pendampingan menuju Sekolah Adiwiyata tingkat mandiri. Upaya ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang bersih, tertata, dan kondusif.

    Kepala SMA Negeri 14 Palembang, Harry Susanty, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin.

    “Kolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat membantu kami dalam pencapaian Sekolah Adiwiyata tingkat mandiri. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain,” ujar Harry.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.

    “Melalui komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen menghadirkan program yang berkelanjutan dan berdampak langsung. Sekolah Energi Berdikari menjadi ruang kolaborasi untuk mendukung pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan sejak dini,” ungkap Rusminto.

    Program ini sejalan dengan komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tegaskan Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tegaskan Penyaluran BBM Sesuai Ketentuan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan komitmen untuk memastikan pendistribusian BBM di wilayah Sumbagsel berjalan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Pertamina Patra Niaga menghargai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi unjuk rasa pada Rabu (21/01). Aspirasi tersebut menjadi masukan penting bagi Pertamina untuk terus meningkatkan pengawasan dan kualitas layanan distribusi energi di wilayah Sumatera Selatan.

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menegaskan bahwa penyaluran BBM, termasuk Bio Solar, dilaksanakan sesuai dengan batasan volume (kuota) dan ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM terus dijaga melalui perencanaan yang terukur serta pemantauan secara berkelanjutan,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi.

    Sebagai bentuk komitmen, Pertamina Patra Niaga memperkuat pengawasan melalui digitalisasi penyaluran BBM Program Subsidi Tepat, pemantauan lapangan, serta evaluasi rutin pola distribusi. Pertamina tidak mentolerir praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM, dan setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan serta ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum.

    “Dalam menjaga tata kelola penyaluran BBM yang akuntabel dan tepat sasaran, sepanjang 2025 Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah melakukan tindakan kepada 249 SPBU yang melakukan pelanggaran, dengan total 340 sanksi. Sanksi yang diberikan mulai dari pembinaan, peringatan, penghentian penyaluran sementara, hingga sanksi lanjutan sesuai tingkat pelanggaran yang ditemukan,” lanjut Rusminto.

    Terkait pengaturan antrean kendaraan, Pertamina Patra Niaga telah menginstruksikan seluruh SPBU untuk menyiagakan petugas marshall guna mengatur antrean agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan umum, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

    Menanggapi dugaan praktik KKN dalam pengurusan izin Pertashop, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa seluruh proses perizinan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan yang berlaku, serta diberlakukan setara bagi seluruh calon mitra. Pertamina menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan membuka kanal pengaduan melalui Pertamina Contact Center 135 sebagai bentuk keterbukaan dan partisipasi publik.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hidupkan Kembali Kain Tapis Lampung Lewat UMKM Dela Tapis

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hidupkan Kembali Kain Tapis Lampung Lewat UMKM Dela Tapis

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Kain tapis yang dahulu hanya dikenakan pada acara adat seperti pernikahan, upacara tradisional, dan perayaan besar, kini tampil lebih modern melalui motif pucuk rebung, sasap, dan siger yang diaplikasikan pada blazer kantor, kemeja kasual, hingga sepatu. Melalui Dela Tapis sebagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) membuktikan bahwa warisan budaya Lampung dapat terus hidup dan relevan di era modern melalui keberanian berinovasi serta dukungan yang tepat.

    Dela Tapis didirikan oleh Sutiyah pada 2014 dengan tiga misi utama, yakni melestarikan warisan budaya Lampung, memberdayakan perempuan, serta memodernisasi kain tapis agar dapat digunakan dalam produk fungsional sehari-hari. Nama “Dela” sendiri diambil dari nama panggilan sang pemilik.

    “Saya melihat kain tapis sebagai warisan yang harus dijaga. Agar tetap diminati generasi muda, tapis perlu dihadirkan dalam bentuk yang lebih modern seperti blazer, kemeja, dan sepatu yang bisa dikenakan sehari-hari,” ujar Sutiyah.

    Proses pembuatan tapis dilakukan dengan ketelitian tinggi, mulai dari pembidangan hingga penyulaman motif khas Lampung menggunakan benang emas. Berlokasi di Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Dela Tapis mengembangkan produk fashion _ready-to-wear_ kasual hingga formal seperti blazer, kemeja, dan sepatu berbahan tenun tapis dengan kisaran harga Rp100 ribu hingga Rp1,2 juta, sekaligus memberdayakan 13 perempuan setempat.

    Pada 2025, UMKM ini mencatat omzet rata-rata Rp5,5 juta per bulan, dengan para pekerja perempuan memperoleh penghasilan tambahan untuk mendukung kebutuhan keluarga dan pendidikan anak.

    “Sebagian ibu-ibu yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini bisa bekerja, sementara lainnya terbantu menambah pendapatan untuk biaya sekolah anak. Saya senang bisa memberdayakan mereka sekaligus menjaga tradisi tapis tetap hidup,” tambah Sutiyah.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui pembinaan, pelatihan, promosi, serta partisipasi dalam berbagai event mendorong Dela Tapis semakin dikenal dan mampu menembus pasar modern, yang dibuktikan dengan raihan Juara 4 Lomba Paduan Wastra Desain se-Kota Metro. Selain berinovasi dalam produk, Dela Tapis juga menerapkan prinsip keberlanjutan dengan mengolah limbah kain menjadi aksesori.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Dela Tapis merupakan contoh nyata bagaimana tradisi dapat terus hidup melalui inovasi.

    “Melalui inovasi produk modern, Dela Tapis membuktikan warisan budaya tetap relevan dan diminati generasi muda. Kami bangga mendampingi upaya pelestarian budaya Lampung yang sekaligus memberdayakan 13 perempuan setempat,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Dela Tapis turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Ommey Wujudkan Pendidikan Anak ke Luar Negeri

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Ommey Wujudkan Pendidikan Anak ke Luar Negeri

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Berawal dari bekal camilan sederhana untuk anak yang menempuh pendidikan di pesantren, usaha rumahan seorang ibu kini mampu mengantarkan kedua anaknya menembus pendidikan luar negeri. Satu anak telah lulus dan bekerja di Turki, sementara satu lainnya kuliah di Libya dengan beasiswa. Semua diraih melalui Ommey, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kerupuk kulit ikan tenggiri binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

    Ommey dirintis pada 2017 oleh Rili Hartawaty, ibu rumah tangga di Bengkulu, bermula dari camilan buatan sendiri untuk anak. Dari dapur sederhana di Muara Bangkahulu, kulit ikan tenggiri yang kerap dianggap limbah diolah menjadi kerupuk bernilai jual, dengan nama Ommey terinspirasi dari panggilan sang anak kepada “Ummi”.

    Perjalanan Ommey kian kuat berkat pendampingan berkelanjutan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui pembinaan kemasan, foto produk, legalitas usaha, hingga dukungan alat produksi.

    “Saya masih ingat, kala itu saya sampaikan kendala penyimpanan bahan baku. Tidak lama kemudian, kami dibantu freezer besar yang hingga kini masih digunakan dan sangat berdampak bagi usaha,” ujar Rili.

    Dukungan berlanjut melalui UMK Academy Pertamina, program pembinaan berjenjang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Pada 2023, Ommey meraih Runner Up UMK Academy, dan hadiah yang diterima dimanfaatkan untuk membeli peralatan produksi. Prestasi terus mengalir, di antaranya masuk 30 besar Bangga Buatan Indonesia Bengkulu, Finalis 100 Besar UMK Academy 2024, hingga berpartisipasi dalam SMEXPO Pertamina.

    Kini, Ommey mencatat omzet Rp38–60 juta per bulan dan mempekerjakan 6 orang, mayoritas ibu-ibu janda di sekitar rumah produksi serta pemuda lokal. Seiring perkembangan usaha, pendapatan pekerja pun meningkat.

    Lebih dari sekadar angka, pencapaian terbesar Ommey adalah keberhasilannya membiayai pendidikan kedua anak hingga ke luar negeri.

    “Anak pertama kuliah di Turki dengan biaya sendiri dan kini sudah bekerja. Anak kedua kuliah di Libya dengan beasiswa, namun kebutuhan hariannya tetap kami penuhi dari usaha ini. Bagi saya, inilah arti sukses yang sesungguhnya,” tutur Rili.

    Ommey juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap bulan, sekitar 60 liter minyak jelantah hasil produksi dikelola bekerja sama dengan Bang Jelantah Bengkulu, sementara sekitar 10 kilogram cangkang telur per bulan dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kisah Ommey mencerminkan dampak nyata pendampingan jangka panjang.

    “Ommey membuktikan pendampingan UMKM yang konsisten, berpadu dengan kegigihan seorang ibu menyekolahkan anaknya, mampu mengembangkan usaha rumahan menjadi sumber penghidupan berkelanjutan, mengantarkan pendidikan hingga ke luar negeri, serta memberdayakan masyarakat sekitar,” ujar Rusminto.

    Sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Ommey turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) , Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) , serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat UMKM Benawa Coffee dalam Menjaga Standar Kualitas Specialty Coffee Sumatera Selatan

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat UMKM Benawa Coffee dalam Menjaga Standar Kualitas Specialty Coffee Sumatera Selatan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal melalui pembinaan berkelanjutan. Salah satu UMKM binaan yang berhasil menunjukkan peningkatan kualitas dan daya saing adalah Benawa Coffee, produsen specialty coffee asal Sumatera Selatan yang konsisten menjaga standar mutu dari hulu hingga hilir.

    Benawa Coffee merupakan UMKM yang didirikan pada tahun 2020 oleh Deny Martindo dan Diah Ayu Purnama Sari di Palembang. Mengusung kopi asal Desa Tebat Benawa, Kota Pagar Alam, Benawa Coffee mengolah kopi Arabika dan Robusta yang ditanam di ketinggian 1.300 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut, sehingga memiliki karakter rasa khas dan berkualitas tinggi.

    Dalam proses produksinya, Benawa Coffee menerapkan standar pengolahan Specialty Arabika dan Fine Robusta melalui seleksi biji ketat, metode penjemuran menggunakan para-para dan green house, serta proses roasting dan quality control yang terstandarisasi di Palembang. Produk yang dihasilkan meliputi Specialty Arabika, Fine Robusta, serta berbagai varian blend dengan segmentasi harga yang beragam

    Sebagai bagian dari UMKM binaan, Benawa Coffee menjalin kemitraan dengan petani kopi di wilayah Pagar Alam, Muara Enim, Lahat, dan OKU Selatan, serta memberdayakan kelompok ibu-ibu di Dusun Tebat Benawa sebagai prosesor pascapanen. Model kemitraan ini mendorong peningkatan kualitas produksi sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

    Pada tahun 2025, Benawa Coffee terpilih sebagai peserta Pertamina UMK Academy dan berhasil masuk dalam Top 100 UMKM tingkat nasional. Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan dukungan berupa edukasi peningkatan kapasitas usaha, pelatihan standar mutu, bantuan peralatan, serta fasilitasi promosi dan akses pameran.

    Saat ini, Benawa Coffee mencatatkan omzet rata-rata sekitar Rp40 juta per bulan dan menyerap enam tenaga kerja. Perusahaan juga aktif mengembangkan ekosistem kopi melalui pelatihan barista dan roastery, keterlibatan dalam kompetisi kopi, serta kegiatan coffee trip ke Pagar Alam sebagai upaya menjaga kualitas bahan baku sekaligus memperkenalkan kopi lokal Sumatera Selatan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa Benawa Coffee merupakan representasi keberhasilan program pembinaan UMKM yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan usaha.

    “Benawa Coffee menunjukkan bahwa UMKM lokal mampu bersaing di tingkat nasional dengan menjaga standar kualitas secara konsisten, mulai dari pemilihan biji kopi, proses produksi, hingga quality control. Melalui UMK Academy, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen mendampingi UMKM binaan agar tumbuh berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusminto.

    Program pembinaan Benawa Coffee sejalan dengan implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan petani dan tenaga kerja lokal, Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan petani kopi di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Lakukan Aksi Tanggap Bencana Bantu Korban Banjir di Belitang

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Lakukan Aksi Tanggap Bencana Bantu Korban Banjir di Belitang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Banjir yang melanda wilayah Belitang, Kabupaten OKU Timur, sejak awal Januari 2026 menjadi ujian bagi ketahanan masyarakat. Luapan Sungai Muara Balak yang mencapai ketinggian hingga dua meter menggenangi permukiman warga di enam kecamatan, memutus akses jalan, serta mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

    Sebanyak 2.825 kepala keluarga terdampak, dengan 169 hektare lahan pertanian turut terendam. Kecamatan Belitang II, khususnya Desa Keli Rejo, menjadi wilayah dengan kondisi paling parah dan membutuhkan penanganan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

    Merespons kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mengambil peran melalui penyaluran bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Penyaluran bantuan dilakukan pada Minggu (11/1/2026) melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur dan pemerintah setempat.

    Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, meliputi bahan pangan pokok seperti beras, mi instan, air mineral, susu, dan minyak goreng. Untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat di tengah keterbatasan pascabanjir, bantuan juga dilengkapi dengan obat-obatan dan suplemen kesehatan. Penyaluran dilakukan secara bertahap agar menjangkau warga yang paling membutuhkan.

    Bagi masyarakat Desa Keli Rejo, bantuan tersebut memberikan ruang bernapas di tengah kondisi darurat. Siti Aminah, salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa kehadiran bantuan sangat membantu warga yang aktivitasnya masih terbatas akibat genangan air.

    “Kami sulit keluar rumah karena air masih tinggi dan aktivitas sehari-hari sangat terbatas. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Saat kondisi sulit seperti ini, perhatian dan kepedulian menjadi penguat bagi warga,” ujar Siti.

    Pemerintah desa setempat juga menyambut baik dukungan yang diberikan. Kepala Desa Keli Rejo, Hermansyah, menilai sinergi antara pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

    “Kami mengapresiasi dukungan yang diberikan. Kehadiran Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah memberikan dampak nyata bagi masyarakat kami,” tuturnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam merespons kondisi darurat.

    “Bantuan ini kami salurkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok warga yang aktivitasnya terganggu akibat genangan air. Perusahaan berkomitmen untuk terus hadir dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana, agar bantuan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” ujar Rusminto.

    Melalui penyaluran bantuan ini, sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui dukungan terhadap ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan BPBD dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Peran Habar Jumputan dalam Melestarikan Kain Khas Sumatera Selatan

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Peran Habar Jumputan dalam Melestarikan Kain Khas Sumatera Selatan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Di sebuah sudut Palembang, kain-kain jumputan berwarna cerah tersusun rapi. Setiap motifnya menyimpan cerita, bukan hanya tentang budaya Sumatera Selatan, tetapi juga tentang keberanian seorang perempuan mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

    Adalah Devi Hermayani, sosok di balik Habar Jumputan, yang memilih meninggalkan kenyamanan bekerja di perusahaan swasta demi merawat dua peran sekaligus yaitu, sebagai ibu dan pelestari warisan budaya. Keputusan itu ia ambil pada 2018, usai kelahiran anak keduanya. Di tengah masa transisi tersebut, sebuah dorongan sederhana dari sang saudara, Nova, justru mengubah arah hidupnya.

    Devi mulai menengok kembali kain jumputan, wastra khas Sumatera Selatan yang dahulu akrab dikenakan, namun perlahan tergeser oleh arus produk modern dan impor. Baginya, jumputan bukan sekadar kain, melainkan identitas daerah yang tak boleh hilang. Dengan modal terbatas dan keyakinan besar, ia mendirikan Habar Jumputan pada Januari 2019.

    Langkah awal tidak selalu mudah. Devi mendatangi satu per satu pengrajin jumputan di Palembang. Banyak di antara mereka yang sudah berhenti berproduksi karena sepinya permintaan. Namun perlahan, pesanan kembali berdatangan.

    “Waktu saya mulai memesan kain, mereka sangat senang. Ada yang bilang sudah lama tidak mendapat order. Dari situ saya sadar, usaha kecil ini bisa memberi harapan,” kenang Devi.

    Kain jumputan handmade hasil karya pengrajin Palembang kemudian diolah menjadi busana bernuansa modern. Proses penjahitan melibatkan penjahit lokal di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Setiap helai pakaian tak hanya membawa nilai estetika, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput.

    Seiring waktu, Habar Jumputan tumbuh. Produk-produknya melewati proses quality control sebelum dipasarkan, baik secara offline maupun online. Berbasis di Palembang, Habar Jumputan kini telah membuka cabang di salah satu pusat perbelanjaan, merambah usaha kuliner khas Palembang, hingga membuka cabang baru di kawasan Tol Kayuagung–Kertapati pada 2025.

    Tahun 2025 menjadi tonggak penting lainnya ketika Habar Jumputan resmi menjadi UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Program Pertamina UMK Academy. Dukungan ini membuka ruang pembinaan, penguatan usaha, serta perluasan pasar yang semakin memperkokoh keberlanjutan bisnis Devi.

    “Kain jumputan adalah warisan budaya yang harus dijaga. Saya ingin mengemasnya menjadi busana kekinian agar kembali diminati, terutama oleh generasi muda. Pembinaan dari Pertamina Patra Niaga memberi kami semangat dan peluang untuk terus berkembang,” tutur Devi.

    Hari ini, Habar Jumputan mempekerjakan belasan tenaga kerja dengan omzet berkisar Rp75 juta hingga Rp100 juta per bulan. Dari usaha yang bermula dari pinjaman sederhana, Devi kini memiliki aset produk untuk beberapa cabang. Bahkan, dari hasil jerih payahnya, ia mampu memberangkatkan keluarga untuk umrah serta mendaftarkan ibunya menunaikan ibadah haji.

    Di tangan Devi Hermayani, sehelai kain jumputan bukan hanya menjadi busana. Ia menjelma menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, tentang budaya yang terus hidup, dan tentang harapan yang dirajut dari benang-benang ketekunan.

    Bagi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kisah Habar Jumputan adalah potret nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.

    “Habar Jumputan menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Dengan inovasi dan pendampingan yang tepat, kain jumputan tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi.

    Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Habar Jumputan turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendukung UMKM yang melestarikan kearifan lokal dan budaya daerah.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung UMKM Binaan Tampil di Airport Local Pride Festival

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung UMKM Binaan Tampil di Airport Local Pride Festival

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Bandara Depati Amir kini tak lagi sekadar ruang transit, tetapi menjadi etalase produk unggulan Bangka. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam mendukung Program _Corporate Social Responsibility_ (CSR) InJourney Airport Smart UMKM yang digelar Angkasa Pura dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung selama 22 hari, dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 ini, menjadi sarana promosi strategis bagi UMKM lokal untuk menjangkau penumpang selama periode peningkatan mobilitas masyarakat.

    Kegiatan yang mengusung tema “Airport Local Pride Festival”, bertujuan mendorong pertumbuhan UMKM lokal Pulau Bangka, mengangkat identitas serta kebanggaan terhadap produk-produk unggulan daerah, sekaligus meningkatkan pengalaman penumpang bandara melalui kehadiran produk lokal yang berkualitas dan berdaya saing.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak sekadar hadir sebagai pendukung. Perusahaan secara aktif memfasilitasi dua mitra binaan untuk berpartisipasi dalam bazar ini, membuka akses pasar yang lebih luas dan memberi ruang promosi strategis di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang.

    IT Manager Pangkal Balam, Tri Awan Nusa Putra, menyampaikan bahwa dukungan terhadap mitra binaan menjadi langkah nyata Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam memperluas akses pasar bagi UMKM lokal.

    “Momentum Natal dan Tahun Baru kami manfaatkan untuk menghadirkan ruang promosi strategis melalui kolaborasi lintas pihak dalam Airport Local Pride Festival guna memperkuat ekosistem UMKM yang berkelanjutan,” ujar Tri.

    Acara ini menghadirkan mitra binaan UMKM Batik Bukit Besar dari Kelurahan Bukit Besar dengan produk kreatif ramah lingkungan seperti batik ecoprint, batik ciprat, dan aneka keripik berbahan hasil hidroponik, serta Kelompok Arisi yang memasarkan Madu Arisi berbasis pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, memperkaya ragam produk unggulan lokal Pulau Bangka.

    Siti, pelaku UMKM Batik Bukit Besar, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    “Kami sangat bersyukur atas dukungan yang membuka kesempatan berjualan di area bandara sekaligus meningkatkan kepercayaan diri UMKM lokal untuk memperkenalkan produk khas Bangka kepada masyarakat yang lebih luas. Ini menjadi panggung besar bagi karya kami,” ungkap Siti.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel konsisten mendorong UMKM berbasis potensi lokal. Keterlibatan mitra binaan ini menjadi wujud dukungan kami dalam meningkatkan daya saing UMKM dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusminto.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terhadap program CSR InJourney Airport Smart UMKM sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM, dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antar-BUMN dan pemangku kepentingan.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Rumah Scrunchie Sulap Limbah Tekstil Menjadi Produk Bernilai

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Rumah Scrunchie Sulap Limbah Tekstil Menjadi Produk Bernilai

    SUARAPUBLIK.ID,  PALEMBANG – Dari keterpurukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjelang kelahiran anak pertama, kini Ipa Puji Astuti berdiri tegak dengan sederet prestasi membanggakan. Rumah Scrunchie, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), adalah kisah tentang bangkit dari keterpurukan, mengubah limbah tekstil menjadi produk bernilai, dan memberdayakan sesama.

    Ipa bangkit dari PHK akhir 2019 dengan merintis usaha _handmade_ pada 2022, yang berkembang setelah bergabung dengan komunitas crafters, mengikuti pameran Islamic Fest Ramadhan 2022, dan lolos Program Inkubasi Bisnis Nasional Beli Kreatif Sumatera Selatan 2022 sebagai awal pertumbuhan Rumah Scrunchie.

    Rumah Scrunchie adalah rumah produksi ikat rambut handmade berbahan limbah tekstil dari penjahit rumahan. Kain perca dikumpulkan, disortir, dipotong, dan dijahit di rumah produksi Talang Jambe serta oleh mitra penjahit. Produk yang lolos kontrol kualitas kemudian dipasarkan di Plaza UMKM Palembang Square Mall dan LG Palembang Indah Mall.

    Tahun 2024 menjadi titik balik Rumah Scrunchie melalui keikutsertaannya dalam Program Pertamina UMK Academy. Selama lebih dari enam bulan, Ipa mengikuti pendampingan bisnis dan inovasi produk, berpartisipasi dalam pameran nasional SMEXPO Palembang dan Bandar Lampung 2024, serta berhasil masuk 100 besar nominator Pertamina UMK Academy 2024.

    “Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat berarti, tidak hanya lewat bantuan alat produksi, tetapi juga pendampingan yang mendorong kami terus berkembang,” ujar Neneng dengan penuh syukur.

    Rumah Scrunchie memberdayakan empat pegawai _tenant_ dan tiga tim produksi dari kalangan keluarga kurang mampu, termasuk ibu rumah tangga, serta melibatkan tiga pemasok kain perca dari kelompok yang sama. Salah satu tim produksi, Neneng Kurnia, seorang yatim, berhasil menyelesaikan pendidikan S1 berkat penghasilan tambahan dari usaha ini.

    “Dukungan dan kesempatan bekerja di Rumah Scrunchie sangat berarti bagi saya. Penghasilan yang diperoleh menjadi penopang utama hingga saya dapat menyelesaikan pendidikan sarjana,” ungkap Neneng.

    Rumah Scrunchie menghasilkan omzet rata-rata Rp24 juta per bulan yang meningkat pada musim ramai, Rumah Scrunchie memasarkan ikat rambut kain, aksesori handmade, serta menggelar workshop DIY. Berbagai prestasi berhasil diraih, antara lain Juara 1 Karya Nyata Festival Vol. 11 kategori Business Plan BUMN 2024, 10 Besar Nasional Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2024 perwakilan Sumatera Selatan, serta aktif menjadi narasumber di berbagai workshop dan seminar.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Rumah Scrunchie menjadi bukti keberhasilan pendampingan berkelanjutan dalam mendorong UMKM lokal naik kelas dan berdaya saing nasional.

    “Pendampingan berkelanjutan mendorong UMKM tumbuh kompetitif secara nasional. Dari keterpurukan akibat PHK, Ipa kini meraih berbagai penghargaan dan memberdayakan banyak orang. Inilah komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam membuka akses peluang usaha sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular yang bernilai dan ramah lingkungan,” ujar Rusminto.

    Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Rumah Scrunchie turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Antarkan Marimar Snack Dari Warung Hingga Toko Modern

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Antarkan Marimar Snack Dari Warung Hingga Toko Modern

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Dari sebuah hobi sederhana membuat cemilan untuk suami yang suka ngemil, kini Theresia Mariyani berhasil membangun usaha camilan yang produknya tersebar di berbagai toko modern. Perjalanan Marimar Snack, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), adalah kisah tentang ketekunan, keberanian bermimpi, dan dukungan yang datang di saat yang tepat.

    Pada tahun 2010, Theresia mulai memproduksi pastel, kacang sembunyi, dan pangsit dalam jumlah terbatas untuk camilan keluarga dan dititipkan ke warung sekitar. Respons pasar yang positif mendorongnya mengembangkan usaha dengan menambah variasi produk, seperti keripik tempe koin, kembang goyang, kacang oven, dan keciput.

    Pada awalnya, Theresia menjalankan seluruh proses usaha seorang diri, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengantaran pesanan. Seiring meningkatnya permintaan, ia merekrut dua ibu rumah tangga untuk membantu produksi. Namun, pertumbuhan pesanan tersebut juga meningkatkan kebutuhan modal, sehingga usaha Theresia mulai menghadapi keterbatasan.

    “Waktu itu saya sudah sangat kewalahan dengan modal. Pesanan banyak, tetapi uang untuk produksi terbatas. Pada tahun 2018, saya bertemu dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang mengenalkan program pemberdayaan UMKM. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa mendapatkan bantuan tersebut,” kenang Theresia.

    Pada tahun 2019, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan bantuan yang disertai dengan pelatihan dan pendampingan usaha. Selain dukungan permodalan, Theresia juga mendapat pendampingan dalam pengurusan perizinan serta akses pemasaran ke toko oleh-oleh di Lampung dan sejumlah toko modern.

    Saat ini, Marimar Snack yang berlokasi di Dusun 03 Sidomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah telah mempekerjakan lima orang. Sebagian besar tenaga kerja merupakan anak putus sekolah dan ibu rumah tangga yang kini memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.

    Produk yang dihasilkan pun semakin beragam, antara lain keripik tempe, aneka enting enting berbahan kacang, wijen, tiwul, dan melinjo, serta keciput, pastel, kembang goyang, klanting udang, dan kacang oven. Seluruh produk dibuat menggunakan resep turun-temurun dengan cita rasa khas yang terus dijaga.

    Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa pendampingan usaha UMKM tidak sekadar berfokus pada pemberian modal.

    “Marimar Snack menjadi contoh nyata bagaimana pendampingan yang berkelanjutan mampu mengubah usaha rumahan menjadi usaha yang berdaya saing. Dari bekerja sendiri hingga mampu memberdayakan lima orang, dari pemasaran di warung hingga masuk ke toko modern. Inilah dampak yang ingin terus kami hadirkan melalui program pemberdayaan,” jelas Rusminto.

    Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Marimar Snack turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penciptaan lapangan kerja, Tujuan 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan, dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan UMKM lokal. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan Desa Wisata Burong Mandi Berbasis Komunitas dan Berkelanjutan

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan Desa Wisata Burong Mandi Berbasis Komunitas dan Berkelanjutan

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu fokusnya adalah pengembangan Desa Wisata Burong Mandi, Belitung Timur, yang kini berkembang sebagai destinasi wisata berbasis komunitas (community-based tourism).

    Program ini menekankan penguatan kapasitas pelaku wisata, pengembangan atraksi, serta penyediaan fasilitas pendukung yang ramah lingkungan. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan pelatihan pengelolaan destinasi, pendampingan digitalisasi promosi, serta fasilitas wisata yang meningkatkan kenyamanan pengunjung.

    Sebagai bagian dari konservasi pesisir, pada tahun 2025 dilakukan penanaman 30 pohon ketapang laut untuk menahan abrasi. Desa wisata juga memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui pemasangan lima panel surya yang digunakan sebagai penerangan di area pantai.

    Dampak program mulai terlihat nyata. Dalam satu tahun, pendapatan masyarakat meningkat 15–30%. Kelompok Sadar Wisata Burong Mandi (Pokdarwis) turut menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp58 juta, didorong oleh meningkatnya minat wisata, khususnya pada atraksi _paddle board_ yang menjadi daya tarik di Desa Burong Mandi.

    Ketua Pokdarwis, Herkoles, yang dikenal sebagai _local hero_ penggerak wisata paddle board, menyampaikan apresiasinya.

    “Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat berarti bagi kami. Pelatihan dan fasilitas baru membuat kami semakin siap dan percaya diri mengelola Burong Mandi sebagai destinasi unggulan,” ujar Herkoles.

    Popularitas Burong Mandi semakin menguat setelah pada tahun 2025 desa ini meraih medali emas dalam Open Tournament Canoe Kayak & SUP Paddle Board – Piala Panglima TNI HUT ke-80, membuktikan kualitas atraksi wisata air yang dimiliki.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan harapan perusahaan terhadap keberlanjutan program ini.

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel ingin memastikan masyarakat merasakan dampak ekonomi yang nyata dari potensi wisatanya. Burong Mandi memiliki kekuatan alam dan komunitas yang hebat, dan kami berkomitmen mendukungnya agar terus tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak keluarga,” jelas Rusminto.

    Pengembangan Desa Wisata Burong Mandi sejalan dengan kontribusi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terhadap _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan Layak). Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan menjadi model desa wisata yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara konsisten.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kukuhkan 46 Duta Kebersihan si Kelurahan Bakung Jaya

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kukuhkan 46 Duta Kebersihan si Kelurahan Bakung Jaya

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Upaya mendorong pengelolaan lingkungan permukiman yang berkelanjutan terus diperkuat melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha bersama _local hero_, Zalman Kurniawan menginisiasi pembentukan Duta Kebersihan Kelurahan Bakung Jaya sebagai bagian dari perluasan Program Kampung Elok Batuah pada Sabtu (6/12/2025) di Kantor Keluran Bakung Jaya.

    Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Forum RT Kelurahan Bakung Jaya, dan Pemerintah Kelurahan Bakung Jaya. Sebanyak 46 pemuda yang mewakili 46 RT di Kelurahan Bakung Jaya secara resmi dikukuhkan sebagai Duta Kebersihan dan diharapkan menjadi motor penggerak kesadaran serta aksi lingkungan di wilayahnya masing-masing.

    Zalman Kurniawan menyampaikan bahwa pembentukan Duta Kebersihan merupakan upaya memperkuat basis pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

    “Duta Kebersihan diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi berperan aktif sebagai inspirator dan penggerak di tingkat RT. Mereka akan mengampanyekan budaya hidup bersih dan sehat, ” ujar Zalman.

    Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga lingkungan permukiman sekaligus memastikan keberlanjutan Program Kampung Elok Batuah. Program tersebut sebelumnya berhasil mengurangi sampah organik melalui pengolahan maggot Black Soldier Fly (BSF) yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan berbasis ekonomi sirkular.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para Duta Kebersihan dibekali pelatihan peningkatan kapasitas agar mampu menjalankan peran sebagai agen perubahan di tingkat RT. Pelatihan meliputi materi tentang sampah dan lingkungan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mulyono, materi _public speaking_ oleh tenaga profesional, Multon Ackrowi, serta materi media sosial dan desain grafis oleh video animator, Muhammad Nur, guna mendukung kampanye lingkungan secara digital dan persuasif.

    Dukungan juga disampaikan oleh Purwanoto, Lurah Bakung Jaya. Ia menilai inisiatif sejalan dengan kebutuhan wilayahnya dalam menangani persoalan persampahan permukiman.

    “Pembentukan Duta Kebersihan memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap mereka dapat bersinergi dengan program kelurahan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Purwanto.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa inisiatif merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

    “Pembentukan Duta Kebersihan sejalan dengan komitmen perusahaan dalam penguatan aspek lingkungan dan sosial melalui pelibatan aktif masyarakat, sekaligus mendorong keberlanjutan program dan perluasan dampaknya di tingkat komunitas,” jelas Rusminto.

    Program Kampung Elok Batuah dan pembentukan Duta Kebersihan turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan timbulan sampah organik. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendorong inovasi pengelolaan lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Peringati HUT ke-68 Pertamina Dengan Berbagi Ke Panti Asuhan di Bengkulu Utara

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Peringati HUT ke-68 Pertamina Dengan Berbagi Ke Panti Asuhan di Bengkulu Utara

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU  — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pertamina, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai melaksanakan kegiatan bakti sosial kepada panti asuhan pada Sabtu (20/12/2025), sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran Pertamina dalam melayani masyarakat melalui pendistribusian energi.

    Kegiatan bakti sosial berupa santunan ini diberikan kepada total 80 anak asuh, dengan tiga panti asuhan di Kabupaten Bengkulu Utara, yakni Panti Asuhan Amanah dengan 20 anak asuh, Panti Asuhan Harapan Ibu dengan 13 anak asuh, serta Panti Asuhan Durratul Farhan yang menaungi 47 anak asuh. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak di panti asuhan.

    Kegiatan dihadiri oleh Fuel Terminal Manager (FTM) Pulau Baai, Yusman Fitrianto, bersama jajaran manajemen PT Elnusa Petrofin Pulau Baai. Kehadiran kedua perusahaan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan di wilayah operasional.

    Yusman Fitrianto, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-68 Pertamina dimaknai tidak hanya sebagai momen perayaan, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

    “Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga untuk terus hadir dan peduli, khususnya bagi anak-anak panti asuhan. Kami berharap bantuan ini dapat memberi semangat dan membawa manfaat,” ujar Yusman.

    Apresiasi atas kegiatan tersebut turut disampaikan oleh Ketua Panti Asuhan Durratul Farhan, Raden Sahid Kisworo.

    “Bantuan ini tidak hanya meringankan kebutuhan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang menumbuhkan semangat bagi anak-anak kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel atas kepedulian yang diberikan,” ungkap Raden.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa melalui momentum HUT ke-68 Pertamina, perusahaan ingin terus hadir dan memberi arti bagi masyarakat sekitar.

    “Kami berharap keberadaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak hanya dirasakan melalui layanan energi, tetapi juga melalui kepedulian dan perhatian kepada lingkungan sosial. Kegiatan seperti ini menjadi wujud kebersamaan kami dengan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” ujar Rusminto.

    Melalui kegiatan santunan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menegaskan komitmennya dalam menjalankan program TJSL yang sejalan dengan nilai-nilai perusahaan serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan kolaborasi dan kepedulian sosial yang berkelanjutan.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan VCT dalam Rangka HUT Pertamina ke-68

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan VCT dalam Rangka HUT Pertamina ke-68

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI  — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PT Pertamina (Persero) ke-68, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Jambi melaksanakan kegiatan Donor Darah dan Pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) di Fuel Terminal Jambi, Kamis (18/12/2025).

    Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Tim Medical Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sebagai wujud kepedulian dan aksi sosial perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar wilayah operasional. Kegiatan terlaksana atas kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi.

    Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pekerja dan pekarya Fuel Terminal Jambi serta masyarakat Ring 1 turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelaksanaan sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus kontribusi nyata untuk membantu sesama.

    Selain layanan kesehatan, kegiatan ini juga terintegrasi dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yaitu Kelompok Usaha Sehati. Mitra binaan tersebut menyediakan sayuran organik hasil budidaya hidroponik yang menjadi bagian dari paket sembako bagi para pendonor, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    Fuel Terminal Manager Jambi, Ajik Putra Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

    “Melalui kegiatan donor darah dan pemeriksaan VCT, kami ingin memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan masyarakat sekitar. Keterlibatan mitra binaan TJSL juga menjadi upaya kami untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal agar semakin berdaya dan berkelanjutan,” ujar Ajik.

    Apresiasi juga disampaikan oleh PMI Kota Jambi terhadap konsistensi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung kegiatan donor darah.

    dr. Refi dari PMI Kota Jambi menyatakan bahwa kebutuhan darah di wilayah Jambi masih cukup tinggi dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.

    “Kami sangat mengapresiasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang secara konsisten mendukung program donor darah. Kontribusi dari kegiatan seperti ini sangat membantu pemenuhan stok darah di Kota Jambi. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap sesama,” ujar Refi.

    Pelaksanaan donor darah bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan stok darah, sementara pemeriksaan VCT menjadi bagian dari upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendukung kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa peringatan HUT Pertamina ke-68 dimaknai sebagai momentum untuk berbagi dan memperkuat kepedulian sosial.

    “Sinergi antara program kesehatan, aksi sosial, serta pemberdayaan mitra binaan TJSL diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai AKHLAK serta komitmen Pertamina dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan,” jelas Rusminto.

    Sebagai bagian dari implementasi TJSL, kegiatan donor darah dan pemeriksaan VCT ini turut mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik melalui peningkatan akses layanan kesehatan dan deteksi dini penyakit, serta Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan UMKM binaan. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program sosial dan kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Antarkan UMKM Cahaya Abadi Sejahtera Raih Juara 1 Lomba PKK Kota Jambi

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Antarkan UMKM Cahaya Abadi Sejahtera Raih Juara 1 Lomba PKK Kota Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI — Kiprah pemberdayaan perempuan kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Cahaya Abadi Sejahtera, kelompok usaha ibu rumah tangga binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) berbasis olahan ikan gabus, meraih Juara 1 Kategori Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) mewakili Kelurahan Bakung Jaya pada ajang Pelaksana Terbaik Implementasi 10 Program Pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Jambi 2025.

    UMKM binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha tersebut dinilai unggul atas capaian kinerja kelompok, inovasi pengolahan produk, serta konsistensi implementasi pemberdayaan ekonomi keluarga yang berdampak nyata.

    Ajang Pelaksana Terbaik Implementasi 10 Program Pokok PKK merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK untuk mengapresiasi kelompok PKK dan UP2K yang berhasil menjalankan program pemberdayaan secara efektif dan berkelanjutan, dengan penilaian mencakup kelembagaan, partisipasi, kualitas produk, keberlanjutan usaha, dan dampak ekonomi.

    Melalui proses pendampingan, UMKM Cahaya Abadi Sejahtera telah berhasil memperoleh izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta sertifikasi halal sebagai bentuk pemenuhan standar keamanan dan kualitas produk. Salah satu produknya yaitu kerupuk atom terpilih sebagai produk UMKM yang dipasarkan di Gerai UMKM Kantor Wali Kota Jambi, mewakili Kecamatan Paal Merah.

    Ria Sita, pengelola UMKM Cahaya Abadi Sejahtera yang bergabung sejak 2023, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.

    “Alhamdulillah, kami bersyukur. Pendampingan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel membantu kami meningkatkan kualitas produk, melengkapi perizinan, dan memperluas pemasaran sehingga bisa meraih Juara 1 Kategori Kelompok UP2K mewakili Kelurahan Bakung Jaya,” ujar Ria.

    Kelompok usaha ini juga menghasilkan sembilan varian olahan ikan gabus, seperti kerupuk, brownies, cookies, nugget, abon, hingga produk albumin, dengan harga Rp15 ribu – Rp60 ribu dengan omzet mencapai Rp87 juta.

    Lurah Kelurahan Bakung Jaya, Purwanoto, yang menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi kuat antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan dunia usaha.

    “Keberhasilan ini membuktikan ibu rumah tangga mampu menghasilkan produk berdaya saing dengan pendampingan yang tepat. Pemerintah Kelurahan Bakung Jaya mengapresiasi sinergi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam memperkuat ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujar Purwanoto.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Penghargaan ini menegaskan bahwa program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berfokus pada pendampingan jangka panjang untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat. Penguatan UMKM pangan lokal berbasis ikan gabus menjadi wujud komitmen penerapan prinsip _Environmental, Social, and Governance_, khususnya aspek sosial, sekaligus contoh praktik pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan,” jelas Rusminto.

    Melalui capaian ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

  • Pertamina Patra Niaga Pastikan Kesiapan BBM Jelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026

    Pertamina Patra Niaga Pastikan Kesiapan BBM Jelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –  Menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sumbagsel. Langkah ini dilakukan untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan pasokan energi secara aman dan merata selama masa libur.

    Sebagai bagian dari pengawasan DPR RI terhadap kesiapan energi nasional, Anggota Komisi XII DPR RI, H. Yulian Gunhar, S.H., M.H., melakukan kunjungan spesifik reses ke kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Kamis (18/12). Kunjungan ini bertujuan untuk memonitor langsung kesiapan infrastruktur, stok BBM, serta sistem distribusi di wilayah Sumbagsel.

    Dalam kunjungannya, Yulian Gunhar menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pertamina dalam menjaga kontinuitas pasokan energi bagi masyarakat. “Persiapan yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sudah baik, mulai dari menjaga suplai hingga antisipasi kendala yang mungkin muncul. Beberapa kendala memang berada di luar kendali, seperti kondisi cuaca ekstrem, namun secara keseluruhan operasional sudah memadai,” ungkap Yulian Gunhar.

    Legislator asal Sumsel ini juga menekankan pentingnya koordinasi yang kuat dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat, terutama pada momen perayaan keagamaan dan libur tahun baru yang biasanya memicu lonjakan konsumsi BBM.

    Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, menegaskan pihaknya terus mengoptimalkan distribusi BBM dengan mengatur pola supply agar tersalurkan merata ke seluruh wilayah Sumbagsel. “Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan ketersediaan dan distribusi BBM berjalan aman, lancar, dan sesuai regulasi,” tegas Erwin.

    Sebagai langkah konkret, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah memperkuat kesiapan operasional selama masa Satuan Tugas (Satgas) Nataru. Upaya ini meliputi penambahan armada menjadi 25 unit kapal angkut BBM, 405 unit mobil tangki, serta penugasan 1.625 personel awak mobil tangki tambahan untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar.

    Erwin menambahkan, proyeksi peningkatan konsumsi energi masyarakat selama masa libur diperkirakan mencapai 4,3% untuk Gasoline dan 5,6% untuk LPG dibandingkan rata-rata Oktober 2025. Dengan perhitungan ini, Pertamina Patra Niaga dapat menyesuaikan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan.

    Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel secara konsisten menjaga keandalan sistem distribusi BBM dari hulu hingga hilir, mulai dari terminal, armada pengangkut, hingga SPBU. Setiap tahapan distribusi dikelola dengan prinsip safety, transparansi, akuntabilitas, serta fokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat.

    Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Edukasi Pemilahan Sampah Sejak Dini di TK Esquimer Lubuklinggau

    Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Edukasi Pemilahan Sampah Sejak Dini di TK Esquimer Lubuklinggau

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Lubuklinggau terus menggiatkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kelingi Semare (Kelurahan Lubuklinggau Ilir Sejahtera dan Mandiri Rame-Rame) dengan menggelar roadshow edukasi pengelolaan dan pemanfaatan sampah di TK Esquimer Lubuklinggau, Rabu (11/12).

    Kegiatan ini merupakan roadshow kedua setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di TK YWKA Lubuklinggau. Sebanyak 23 anak dan 5 guru TK Esquimer mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan yang ramah usia dini, seperti pemutaran video animasi, lagu bertema kepedulian lingkungan, serta kuis interaktif untuk mengenal jenis sampah dan cara sederhana memilahnya.

    Kepala Sekolah TK Esquimer Lubuklinggau, Yenti Anggraini, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, metode edukasi yang melibatkan partisipasi aktif anak-anak mampu menumbuhkan pemahaman yang lebih baik.

    “Kegiatan ini sangat penting karena memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam memahami pemilahan sampah melalui keterlibatan aktif. Edukasi yang relevan dan menyenangkan seperti ini efektif menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini,” ujar Yenti.

    Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah Indonesia pada 2024 mencapai 27,74 juta ton atau sekitar 76 ribu ton per hari. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau mencatat produksi sampah di wilayah tersebut berkisar 178–190 ton per hari pada 2024, yang mayoritas berasal dari rumah tangga dan masih minim pemilahan sejak sumbernya.

    Dalam konteks tersebut, roadshow edukasi dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun pola pikir baru terkait pengelolaan sampah sejak usia dini. Ketua Karang Taruna Kelurahan Lubuklinggau Ilir sekaligus masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Annisa, menyampaikan bahwa pendampingan berkelanjutan telah mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri berbagi pengetahuan.

    “Awalnya kami belajar untuk lingkungan sendiri. Setelah mendapat pendampingan dari TPS3R dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kami siap berbagi dengan anak-anak agar mereka tumbuh dengan kebiasaan yang lebih baik dalam memperlakukan sampah,” ujar Annisa.

    Program Kelingi Semare merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Keterlibatan masyarakat binaan dalam mengedukasi anak-anak menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berkembang menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa edukasi lingkungan memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan.

    “Melalui Kelingi Semare, masyarakat binaan tidak hanya belajar, tetapi juga mampu meneruskan pengetahuan kepada anak-anak. Hal ini membuktikan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan mampu mendorong keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan sekaligus melahirkan agen-agen perubahan di lingkungan sekitar,” ujar Rusminto.

    Program ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) serta Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel meyakini bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, termasuk menanamkan kebiasaan memilah sampah dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Produktivitas Petani Lewat Teknologi SWIS 2.0

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Produktivitas Petani Lewat Teknologi SWIS 2.0

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Palembang terus memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat di Desa Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengelolaan air bersih dan teknologi pertanian terbarukan. Program ini menjadi solusi atas kekeringan tahunan yang selama ini menghambat produktivitas pertanian dan menurunkan pendapatan keluarga petani.

    Desa Pulau Semambu merupakan kawasan agraris yang bergantung pada pertanian sayur dan hortikultura. Dalam beberapa tahun terakhir, ketidakpastian musim membuat debit air sumur warga turun lebih dari 70 persen pada puncak kemarau, sehingga sebagian lahan berhenti berproduksi.

    Salah satu petani, Sungkono, merasakan langsung perubahan setelah hadirnya program pemberdayaan ini.

    “Kalau kemarau, kami biasanya berhenti bertani karena tidak ada air. Terpaksa kami bekerja serabutan seperti menjadi kuli agar tetap ada pemasukan. Sekarang, air sudah tidak lagi menjadi kendala. Tanaman lebih terjaga dan hasil panen ikut meningkat,” ujar Sungkono.

    Teknologi SWIS 2.0 (Spider Web Irrigation System) menjadi pilar utama program ini. Sistem tersebut memanfaatkan energi surya dan tekanan gravitasi untuk menyalurkan air bersih secara stabil tanpa beban listrik besar. Jaringannya menjangkau hingga 2 hektar lahan melalui pipa dan water sprinkler sehingga irigasi lebih merata.

    Selain membantu pertanian, SWIS 2.0 juga dilengkapi filter air yang memungkinkan warga memanfaatkan air untuk kebutuhan harian seperti mencuci dan mandi. Program ini turut meningkatkan kapasitas petani melalui penyediaan sarana pertanian organik serta pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida hayati.

    Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Pulau Semambu, Purnadi, menyebutkan bahwa panen kini meningkat hingga tiga kali lipat.

    “Dengan panen yang lebih sering dan biaya listrik yang turun, kesejahteraan warga ikut terangkat. Kami berharap program ini terus diperluas,” kata Purnadi.

    Saat ini program memberi manfaat bagi 130 petani, dan mencakup 13 hektar lahan secara tidak langsung. Produktivitas meningkat dari 3–4 kilogram per bulan menjadi 10–12 kilogram per bulan, dengan frekuensi panen naik menjadi 20–24 kali per tahun. Panel surya juga memberikan penghematan listrik sekitar Rp16 juta per tahun.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa program TJSL ini dirancang berdasarkan kebutuhan paling mendasar masyarakat.

    “Program TJSL perusahaan hadir memberikan solusi atas tantangan produktivitas di desa, sekaligus mendorong masyarakat agar lebih peka dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tutur Rusminto.

    Program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Pemanfaatan energi surya dan praktik pertanian rendah emisi diharapkan memberi harapan baru bagi petani untuk bekerja lebih efisien, meningkatkan kesejahteraan, dan lebih siap menghadapi perubahan iklim.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berdayakan Java Silver, UMKM Kerajinan Perak yang Tumbuh Bersama Pemuda Desa

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berdayakan Java Silver, UMKM Kerajinan Perak yang Tumbuh Bersama Pemuda Desa

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Arif tidak pernah membayangkan bahwa keterampilannya mengukir perak dapat menjadi sumber penghasilan tetap bagi keluarganya. Perubahan itu mulai terasa setelah Java Silver, UMKM kerajinan perak di Desa Rukti Endah, Kecamatan Seputih Raman, Lampung, mendapatkan pembinaan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Melalui pendampingan yang terarah, kemampuan produksi dan pemasaran Java Silver meningkat sehingga membuka kesempatan ekonomi baru bagi warga desa.

    Arif kini menjadi salah satu pemuda lokal yang memperoleh pekerjaan tetap dengan penghasilan sekitar Rp3 juta per bulan. Pendapatan tersebut membantu ia membiayai pendidikan anak dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.

    “Bekerja di Java Silver bukan hanya soal gaji, tetapi juga kesempatan belajar keterampilan baru yang memberi harapan jangka panjang,” ujar Arif.

    Perkembangan Java Silver menunjukkan bagaimana pembinaan UMKM mampu memberikan dampak bagi banyak keluarga. Sejak menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, omzet usaha meningkat hingga mencapai Rp5 juta per bulan. Selain itu, empat pemuda setempat yang sebelumnya kesulitan mencari pekerjaan kini memperoleh penghasilan yang lebih stabil.

    Pemilik Java Silver, Yudi Aptianto, telah berkarya di bidang kerajinan perak sejak 2013. Kualitas produknya kuat, tetapi akses pasar serta kapasitas pengelolaan usaha masih terbatas. Melalui pembinaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Yudi mendapatkan pendampingan menyeluruh yang mencakup peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga penguatan jaringan bisnis.

    Produk perak yang sebelumnya hanya dikenal di desa kini menjangkau pembeli dari berbagai daerah dan mulai diminati reseller. Yudi juga mengikuti pelatihan manajemen usaha di Rumah BUMN yang difasilitasi Pertamina, di mana ia mempelajari pencatatan keuangan, perencanaan produksi, serta strategi pengembangan usaha. Pengetahuan ini menjadi fondasi utama dalam memperkuat bisnisnya.

    “Pendampingan ini membuat saya memahami cara mengelola usaha secara benar, membangun jaringan, dan memperluas pasar. Dampaknya langsung terlihat pada omzet dan rasa percaya diri saya sebagai pelaku UMKM,” ujar Yudi.

    Perubahan yang terjadi menunjukkan hasil pembinaan yang konsisten yaitu omzet meningkat, pasar lebih luas, dan para pemuda desa memiliki keterampilan mengukir perak yang dapat menjadi modal hidup jangka panjang.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa Java Silver menjadi contoh bagaimana pendampingan berkelanjutan dapat memperkuat UMKM dan mendorong kemandirian ekonomi lokal.

    “Kami ingin memastikan program TJSL tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi membangun kapasitas dan peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri. Pertumbuhan Java Silver menunjukkan bahwa UMKM dapat naik kelas ketika mendapat dukungan yang konsisten,” ujar Rusminto.

    Program ini juga sejalan dengan _Sustainable Development Goals)_ (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui dukungan yang konsisten, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen mendorong UMKM lokal agar semakin berdaya dan berkelanjutan.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Program Kemang Agung Berdaya, Inovatif, dan Sejahtera untuk Perkuat Pendidikan

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Program Kemang Agung Berdaya, Inovatif, dan Sejahtera untuk Perkuat Pendidikan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Palembang resmi meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Kemang Agung Berdaya, Inovatif, dan Sejahtera” pada Jumat (29/8). Program ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses pendidikan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Kelurahan Kemang Agung, Palembang.

    Salah satu fokus utama program ini adalah mengaktifkan kembali Rumah Pintar yang telah berdiri sejak 2019, namun sempat terhenti kegiatannya pada tahun 2020 akibat pandemi. Kini, fasilitas tersebut kembali difungsikan sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

    Sebanyak 30 anak mengikuti sesi belajar rutin setiap minggu yang mencakup pendampingan akademik, edukasi lingkungan, dan penguatan karakter. Untuk tenaga pengajar, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menggandeng Mahasiswa dari Universitas PGRI Palembang agar proses belajar lebih kreatif dan sesuai dengan dunia anak.

    Melalui materi lingkungan, anak-anak dibiasakan menjaga kebersihan dan memilah sampah, sejalan dengan kondisi Kelurahan Kemang Agung yang masih menghadapi volume sampah tinggi. Nilai disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab juga ditanamkan dalam setiap kegiatan belajar.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga memastikan kelayakan fasilitas melalui perbaikan bangunan, penataan ruang belajar, serta penyediaan meja dan perlengkapan pendukung agar anak-anak belajar di lingkungan yang rapi, bersih, dan kondusif.

    Pendampingan diperluas bagi orang tua melalui pelatihan parenting yang mencakup gizi seimbang, kesehatan mental anak, dan komunikasi efektif, sehingga mereka memiliki kapasitas lebih baik dalam mendukung proses belajar di rumah.

    Manfaat keberadaan Rumah Pintar mulai dirasakan nyata oleh warga. Fitri, salah satu orang tua yang aktif mendampingi anaknya, merasakan perubahan positif sejak fasilitas ini kembali dioperasikan.

    “Anak-anak jadi punya tempat belajar yang nyaman dan terarah. Kami sebagai orang tua juga belajar banyak agar bisa mendampingi mereka lebih baik,” ujar Fitri.

    Di saat yang sama, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga mengintegrasikan program edukasi ini dengan pemberdayaan ekonomi keluarga. Melalui kegiatan budidaya ikan lele dan hidroponik, para orang tua difasilitasi untuk mengembangkan usaha produktif yang memberikan hasil nyata. Setiap kali panen, kelompok orang tua dapat memperoleh pendapatan tambahan sekitar Rp600 ribu untuk membantu kebutuhan keluarga mereka.

    Ketua RW 04 Kelurahan Kemang Agung, Ibu Yulaila, menilai bahwa program ini tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga memperkuat kemandirian warga.

    “Pelatihan bagi para ibu dan kegiatan produktif seperti budidaya lele dan hidroponik sangat membantu meningkatkan keterampilan dan penghasilan keluarga. Kami berharap program ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak warga,” ujar Yulaila.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

    “Kehadiran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel harus memberi manfaat nyata. Rumah Pintar ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat membuka peluang bagi anak-anak dan keluarga mereka,” jelas Rusminto.

    Program ini sejalan dengan komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Dorong UMKM Kuasai Transformasi Digital Lewat Pelatihan dan Sertifikasi

    Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Dorong UMKM Kuasai Transformasi Digital Lewat Pelatihan dan Sertifikasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Di tengah pesatnya transformasi digital, kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi menjadi faktor penentu daya saing. Namun, masih banyak UMKM yang belum memiliki pemahaman memadai terkait pemasaran digital maupun perlindungan merek. Menjawab tantangan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menginisiasi pelatihan dan sertifikasi “Digital Marketing dan Hak Kekayaan Intelektual UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel”, Selasa (25/11), yang digelar secara hybrid di Harper Hotel Palembang.

    Pelatihan ini diikuti 30 UMKM binaan dari berbagai sektor industri kreatif, pangan, fesyen, hingga kerajinan. Para peserta mendapat pembekalan intensif untuk meningkatkan keterampilan digital sekaligus memahami pentingnya perlindungan legal atas produk yang mereka hasilkan.

    Kegiatan diawali dengan sesi foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan paparan materi mengenai strategi pemasaran digital dan penguatan identitas merek. Materi disampaikan oleh Yoga Pratama, Chief Finance Officer (CFO) Rumah BUMN Banjarmasin, yang menegaskan bahwa konsistensi komunikasi dan pemanfaatan data sederhana menjadi kunci keberhasilan UMKM di ekosistem digital.

    “Pelaku UMKM perlu memahami pola perilaku konsumen di ruang digital. Kuncinya konsisten, jelas dalam menyampaikan nilai produk, serta mampu memanfaatkan data sederhana untuk mengambil keputusan,” ujar Yoga dalam penyampaiannya.

    Materi selanjutnya dibawakan oleh M. Febri Pebriadi, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Muda dari Kemenkumham Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku usaha, karena mampu mencegah pembajakan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk.

    Para peserta merespons positif pelatihan ini, termasuk Natalia, pelaku UMKM Rifera yang dikenal mengolah serat kayu menjadi tas dan produk kerajinan. Ia mengaku pengetahuan yang diperolehnya sangat relevan dengan kebutuhan usaha kreatif yang tengah ia kembangkan.

    “Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang pentingnya branding dan perlindungan merek. Dengan pengetahuan digital marketing yang lebih terarah, saya semakin percaya diri mengembangkan Rifera agar menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

    Potensi besar UMKM Indonesia membuat pelatihan semacam ini menjadi semakin penting. Saat ini terdapat lebih dari 66 juta pelaku UMKM, tetapi baru sekitar 36,5 persen yang tergabung dalam ekosistem digital. Data Kementerian Koperasi dan UMKM juga menunjukkan bahwa pelaku usaha yang memanfaatkan platform digital mampu meningkatkan produktivitas 2–3 kali lipat. Sementara tingkat pendaftaran HKI yang masih sekitar 20 persen mengindikasikan perlunya pendampingan berkelanjutan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa penguatan kapasitas UMKM menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. “Kami ingin memastikan para pelaku UMKM benar-benar siap bersaing. Literasi digital, kemampuan memasarkan produk, dan perlindungan merek adalah fondasi penting. Harapan kami, UMKM binaan semakin mandiri, naik kelas, dan menjadi penggerak ekonomi di daerahnya,” tegasnya.

    Melalui pelatihan yang memperkuat kompetensi, daya saing, dan perlindungan kekayaan intelektual, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 8 (Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan Layak), serta Tujuan 9 (Inovasi, Industri, dan Infrastruktur).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan UMKM Arisi Menjadi Brand Madu Dengan Omzet Miliaran Rupiah

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan UMKM Arisi Menjadi Brand Madu Dengan Omzet Miliaran Rupiah

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Arisi, yang dalam bahasa Turki berarti lebah, kini tumbuh jauh melampaui sekadar merek madu. Sejak menjadi UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), usaha yang didirikan Widi Prayogo pada 2018 di Jalan KH Ali Mustofa, Rangkui, Pangkalpinang ini berkembang pesat. Dari usaha rumahan, ARISI kini beromzet lebih dari Rp2 miliar per tahun dan memberdayakan lebih dari 60 pemburu madu rimba serta peternak lebah Bangka.

    Widi memulai Usaha Mikro, Kecil, dan Mengengah (UMKM) ini dari kegelisahan sederhana. Masyarakat sulit memperoleh madu asli berkualitas, sementara pemburu dan peternak madu di Bangka belum mendapat harga yang layak. Ia menjadikan filosofi lebah sebagai landasan usaha, yaitu mengambil yang baik, menjaga keseimbangan alam, dan menghasilkan produk yang jujur.

    “Dari awal saya ingin menghadirkan madu asli berkualitas sekaligus memastikan pemburu dan peternak mendapat harga yang layak. Syukur, kini omzet kami sudah lebih dari Rp2 miliar per tahun,” ujar Widi.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menjadi titik balik bagi Arisi. Pelatihan peningkatan usaha, penguatan manajemen risiko, pendampingan mutu, dan fasilitasi pameran mendorong usaha naik kelas. Omzet Arisi kini rata-rata Rp170 juta per bulan dan produknya tampil di Trade Expo Indonesia 2025 serta SMEXPO Palembang 2025.

    Dampaknya, Arisi membina lebih dari 60 pemburu madu hutan dan peternak lebah kelulut melalui pelatihan rutin, perluasan pasar, pendampingan produksi, standar mutu setara ekspor, dan harga yang lebih adil. Enam tenaga kerja tetap berasal dari Bangka dan meningkat menjadi 12 orang saat musim panen. Pendapatan pemburu yang semula sekitar Rp500 ribu sampai Rp3 juta per bulan kini meningkat signifikan, bahkan dapat mencapai lebih dari Rp10 juta pada musim madu.

    “Dulu saya menjual madu ke tengkulak dengan harga rendah. Setelah bergabung dengan Arisi dan mendapat pelatihan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, penghasilan saya stabil dan anak saya bisa sekolah dengan tenang,” kata Surya, pemburu madu binaan Arisi.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi mengatakan Arisi adalah contoh UMKM yang naik kelas melalui pembinaan menyeluruh.

    “Melalui pelatihan dan fasilitasi pemasaran, kami mendorong Arisi bertumbuh sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Inilah wujud nyata program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” ujar Rusminto.

    Melalui program binaan Arisi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs) Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Tujuan 8 (Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak). Inisiatif ini menegaskan peran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendorong UMKM Bangka naik kelas dan memperkuat ekonomi masyarakat.

  • Dari Sawah Kering Jadi Desa Mandiri: Cerita Transformasi Pulau Semambu Bersama Pertamina

    Dari Sawah Kering Jadi Desa Mandiri: Cerita Transformasi Pulau Semambu Bersama Pertamina

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Suara gemericik air kini kembali terdengar di sela-sela batang padi yang hijau di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Cahaya matahari yang menembus dedaunan pagi itu memantul di permukaan sawah, menandakan kehidupan baru tengah tumbuh di desa yang dulu akrab dengan kekeringan dan asap kebakaran lahan.

    Pemandangan itu menjadi sumber kebahagiaan bagi Purnadi (58), Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Pulau Semambu. Ia masih ingat betul masa-masa ketika air menjadi barang langka. Mesin pompa yang bergantung pada bahan bakar minyak harus dihidupkan berjam-jam untuk menyedot air dari tanah. Biaya operasional pun kerap membebani para petani, sementara hasil panen tak seberapa.

    “Dulu, dari satu kilogram benih sayuran kami hanya bisa dapat kurang dari 200 ikat. Sekarang bisa sampai 300 ikat. Airnya lancar, tanamannya subur,” tutur Purnadi sambil menatap lahan yang kini menghijau.

    Transformasi besar itu berawal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Sinergi Semambu yang diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal Palembang sejak 2022. Program ini hadir bukan sebagai proyek jangka pendek, melainkan upaya membangun kemandirian warga secara berkelanjutan melalui teknologi ramah lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.

    Salah satu inovasi utama dari program ini adalah penerapan Spider Web Irrigation System (SWIS)—sistem irigasi modern berbasis energi surya yang memanfaatkan jaringan pipa dan pompa bertenaga matahari untuk mendistribusikan air ke lahan pertanian dan rumah warga. Inovasi ini bahkan menjadi yang pertama di Sumatera Selatan.

    “Sebelumnya, petani harus membeli BBM untuk menyalakan mesin bor. Sekarang cukup dengan tenaga surya, air mengalir otomatis tanpa biaya tambahan,” jelas Wahyu Aji Nugroho, Community Development Officer IT Palembang Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Kamis (2/10/2025).

    Kini, sebanyak 14 rumah tangga di Pulau Semambu menikmati akses air bersih yang difiltrasi agar layak digunakan untuk kebutuhan harian seperti mandi, mencuci, hingga memasak. Di sektor pertanian, dampaknya terasa signifikanjumlah panen yang sebelumnya enam kali setahun kini meningkat dua kali lipat menjadi dua belas kali.

    Selain membantu penyediaan air, Pertamina juga memperkuat ketahanan ekonomi warga melalui berbagai pelatihan dan pembangunan sarana produktif. Mulai dari rumah pembibitan, perbaikan kandang ternak, hingga pemberian lima ekor hewan untuk pengembangbiakan. Para petani pun diajari mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah seperti keripik daun kemangi, bayam krispi, tiwul, bandrek, hingga singkong balado.

    Langkah tersebut membuat ekonomi masyarakat lebih berdaya dan tidak hanya bergantung pada hasil panen mentah. Bahkan beberapa produk olahan warga kini mulai dipasarkan ke daerah sekitar Ogan Ilir dan Palembang melalui koperasi desa.

    Keberadaan sistem SWIS juga berdampak langsung pada penurunan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini menjadi ancaman rutin setiap musim kemarau. Berdasarkan laporan pemerintah desa, luas lahan terdampak karhutla berkurang drastis dari 27,5 hektare pada 2023 menjadi hanya 3 hektare pada Juli 2025. Cadangan air yang tersedia dari sistem irigasi membuat warga lebih siap melakukan pemadaman dini saat titik api muncul.

    “Sinergi Semambu adalah contoh bagaimana program CSR dapat menjadi proses transformasi yang nyata, bukan sekadar bantuan sosial sesaat,” tegas Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    Rusminto menambahkan, keberhasilan program ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan iklim. Program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin terkait energi bersih, penanganan perubahan iklim, serta pengentasan kemiskinan.

    Capaian itu juga mendapat pengakuan dari pemerintah daerah. Desa Pulau Semambu kini menyandang penghargaan Proklim Lestari dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ogan Ilir, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis partisipasi masyarakat.

    Bagi warga, penghargaan itu bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras dan kolaborasi bisa mengubah wajah desa. Kini, Pulau Semambu tak lagi dikenal sebagai wilayah rawan kekeringan, melainkan desa inspiratif yang mampu bangkit dengan energi matahari dan semangat gotong royong.

    “Kami merasa lebih percaya diri sekarang. Tanah kami subur kembali, air melimpah, dan hasil panen meningkat. Ini bukan cuma bantuan, tapi perubahan hidup,” ujar Purnadi menutup perbincangan.

  • Lonjakan Harga Emas Dunia Picu Panic Buying di Palembang, Pegadaian Catat Penjualan 150 Kg Emas

    Lonjakan Harga Emas Dunia Picu Panic Buying di Palembang, Pegadaian Catat Penjualan 150 Kg Emas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Keresahan masyarakat terhadap situasi geopolitik global yang memicu lonjakan harga emas dunia membuat masyarakat berbondong-bondong membeli emas. Pegadaian Kanwil III Sumbagsel mencatat penjualan emas melonjak drastis pada April 2025, mencapai 150 kilogram, jauh di atas rata-rata bulanan yang hanya 30 kg.

    Pemimpin Pegadaian Wilayah Kanwil III, Novryandi, menyebut bahwa lonjakan penjualan ini merupakan pencapaian luar biasa di awal semester pertama tahun 2025. Bahkan, Pegadaian Palembang sendiri menyumbang sekitar 50 persen dari total penjualan tersebut.

    “Ini adalah respons masyarakat terhadap situasi global. Di beberapa gerai kami bahkan sempat terjadi antrean panjang hingga malam hari karena panic buying,” ungkap Novryandi saat Media Gathering di Restoran Bukit Golf, Rabu (7/5).

    Ia menjelaskan bahwa saat harga emas dunia melonjak, masyarakat cenderung mengalihkan asetnya ke instrumen yang dinilai lebih aman, salah satunya emas. Pegadaian memanfaatkan momen ini dengan memastikan pasokan emas tetap aman dan mencukupi permintaan.

    Pegadaian secara nasional kini menjual sekitar 112 ton emas dan, sesuai ketentuan OJK, wajib menyediakan cadangan minimal 120 persen dari angka tersebut. Artinya, sekitar 14 ton emas tersedia di brankas resmi untuk menjamin ketersediaan dan keamanan bagi nasabah.

    Dalam kesempatan itu, Pegadaian Kanwil III juga menggelar acara Media Gathering bertajuk “Sinergi untuk Mengemaskan Indonesia” guna memperkuat hubungan dengan media serta menyampaikan informasi strategis kepada publik.

    Novryandi menekankan pentingnya peran media dalam mendukung ekosistem ekonomi yang sehat, menangkal hoaks, serta mengedukasi masyarakat tentang investasi yang aman, seperti emas. Ia menyebut media memiliki setidaknya 10 peran penting bagi perusahaan, termasuk membangun kepercayaan dan meningkatkan visibilitas.

    Selain itu, Pegadaian juga menorehkan sejarah baru dengan peluncuran Bullion Bank, bank emas pertama di Indonesia, yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 di The Gade Tower, Jakarta. Melalui Bullion Bank, Pegadaian ingin mendorong hilirisasi emas nasional dari hulu ke hilir.

    Sementara itu, Kepala Departemen Business Support Pegadaian, Iwan, menambahkan bahwa 2025 merupakan tahun yang positif dengan rasio Loan at Risk (LAR) mencapai 4,8 persen—tanda bahwa bisnis Pegadaian dalam kondisi sehat. Fokus utama mereka ke depan adalah digitalisasi dan penguatan layanan emas, melihat tingginya kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi.

  • Geliat Warga Desa Sugih Waras Raup Cuan Bersama

    Geliat Warga Desa Sugih Waras Raup Cuan Bersama

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Teduhnya suasana kampung begitu terasa di Desa Sugih Waras, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, pagi itu. Tak terdengar riuh kendaraan yang lalu lalang, hanya terlihat berbagai aktivitas warga di beberapa pekarangan rumah.

    Memasuki pintu gerbang, nampak sepanjang jalan setapak desa itu dipenuhi dengan deretan pot berisi tanaman rempah. Pagar kayu maupun besi warga pun ditumbuhi dengan ragam tanaman, di antaranya bunga telang, jahe, jeruk nipis.

    Kesibukan begitu menonjol terlihat di rumah Ketua RT 02 RW 02 yang menjadi lokasi berkumpulnya Kelompok UMKM Sutra (Sugih Waras Sejahtera). Ada beberapa wanita yang sibuk memetik bunga telang, dan ada juga yang mengeringkan bunga itu di oven. Sementara yang lain, meracik bunga telang menjadi minuman segar.

    “Minuman bunga telang kita ini paling best seller, banyak pesanannya. Karena itulah minuman bunga telang ini sebagai identitas kami di Sugih Waras ini,” kata Yulia Pangestu, salah satu kelompok UMKM Sutra.

    Produk pangan dengan berbahan dasar bunga telang yang merupakan hasil produksi UMKM Sutra.
    Produk pangan dengan berbahan dasar bunga telang yang merupakan hasil produksi UMKM Sutra.

    Ia menyebut, minuman bunga telang yang diproduksi sejak beberapa tahun lalu sudah banyak disuplai ke berbagai tempat, tidak hanya di Palembang saja melainkan hingga ke luar kota. Bahkan pelanggannya sudah menyebar luas di Palembang.

    Dilansir laman kemkes.id, bunga telang merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Di antaranya, baik untuk kesehatan otak, membantu memperbaiki mood atau suasana hati, mencegah kerontokan rambut dan merangsang pertumbuhan rambut, mengurangi peradangan atau anti-inflamasi yang dapat mengurangi infeksi serta pembengkakan.

    Bunga telang juga dapat membantu melindungi sel serta mengurangi stres oksidatif yang dapat mengakibatkan penuaan dini serta penyakit kronis lainnya.

    Selain minuman segar, UMKM Sutra juga menyediakan bunga telang kering siap seduh yang dikemas sederhana dalam bentuk teh celup. Tak sekedar minuman, bunga telang yang menjadi tanaman utama yang dibudidayakan warga setempat juga dimanfaatkan untuk produk pangan variatif.

    Adapun produknya mulai dari mie ayam bunga telang, pempek bunga telang, cookies bunga telang, donat bunga telang, risol bunga telang, brownies bunga telang, keripik bunga telang, peyek bunga telang, dan mie ayam daun kelor.

    “Harganya bervariasi. Kami buat produk-produk ini bersama ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok ini,” kata dia.

    Dari hasil penjualan produk tersebutlah, setiap anggota kelompok akan mendapatkan bagi hasil. Namun tentunya, kata dia, sudah diperhitungkan lebih dulu dengan modal. Misalnya, dalam satu bulan penghasilan yang didapat sekitar Rp 10 juta, maka akan dibagi rata ke setiap anggota kelompok secara adil, setelah dikurangi dengan biaya produksi dan modal belanja.

    Dari bagi hasil inilah, lanjut Yulia, anggota kelompok yang semuanya adalah ibu rumah tangga bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarganya masing-masing. Yulia menuturkan sejak terbentuk pada 2021 lalu, UMKM Sutra memiliki 10 anggota aktif yang semuanya adalah warga di RT tersebut.

    Proses pemetikan bunga telang yang akan menjadi bahan dasar pembuatan produk pangan di Desa Sugih Waras.
    Proses pemetikan bunga telang yang akan menjadi bahan dasar pembuatan produk pangan di Desa Sugih Waras.

    “Fokus kami adalah menjadikan warga di sini produktif, mendapatkan penghasilan untuk membantu perekonomian keluarga. Selain itu, kami memang ingin ada identitas agar desa kami ini makin dikenal luas,” kata dia.

    Identitas yang dimaksudnya adalah karena desa tersebut berada di daerah pinggiran, jauh dari kota. Selain itu juga merupakan daerah perbatasan antara Palembang dan Banyuasin.

    “Tanpa identitas ini, desa kami tidak akan dikenal orang. Tapi kalau sekarang, banyak yang tau kalau produk makanan dan minuman berbahan dasar bunga telang adalah dari Sugih Waras, sehingga pelanggan yang ingin hidup sehat, pasti datang ke sini,” kata dia.

    Ketua RT 02 RW 02 Desa Sugih Waras, Muniruddin menjelaskan, UMKM Sutra memang saat ini sudah sangat produktif dan maju, karena produk-produk makanan olah menggunakan bahan-bahan alami berkhasiat digemari masyarakat luas.

    “Tapi tidak hanya produk olahan saja, semua warga di sini juga sudah memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk budidaya tanaman-tanaman berkhasiat tersebut. Ada banyak jenis tanaman di sini, dan semuanya adalah tanaman obat dan tanaman yang digunakan sehari-hari untuk produk pangan dan kesehatan,” jelasnya.

    Greenhouse yang dibangun di Desa Sugih Waras, berisi tanaman herbal berkhasiat.
    Greenhouse yang dibangun di Desa Sugih Waras, berisi tanaman herbal berkhasiat.

    Bahkan di desa itu juga dibangun greenhouse tanaman bahan baku produk kelompok UMKM Sutra. Di dalamnya terdapat berbagai jenis tanaman herbal alami.

    Sebagai penyokong penghasilan rumah tangga, kata Munir, setiap rumah juga memiliki budidaya madu kelulut yang ditangkar secara alami. Madu ini cukup besar peminatnya. Meski madu yang dihasilkan masih terbilang kecil, namun hasil jualnya sudah cukup tinggi bagi warga setempat.

    “Kita memang belum memproduksi madu secara besar-besaran karena penangkarannya masih alami dan sederhana. Namun jika panen, warga mengumpulkan hasil panen madunya ke sini, dan barulah kami kemas dan kami jual,” kata dia.

    “Satu kilogramnya, bisa dijual dengan Rp 500.000. Jika hasil panennya agak melimpah, maka warga akan mendapatkan bagi hasil yang melimpah juga,” kata dia.

    Selain mengutamakan kuantitas dan kualitas produksi, warga di Desa Sugih Waras juga terus berusaha untuk meningkatnya nilai jualnya melalui pengemasan dan pemasaran. Munir menjelaskan, UMKM ini tidak hanya menerima pemesanan offline, namun juga aktif menawarkan produk-produknya di media sosial dan market place.

    “Penjualan produk di sini dengan offline dan online. Karang Taruna di sini membantu ibu-ibu UMKM untuk mengoperasionalkan layanan online-nya. Biasanya sering ada pesanan dalam jumlah partai besar, dan semuanya pun saling bantu membantu memenuhi pesanan pelanggan,” jelasnya.

    Petani muda milenial di Desa Sugih Waras sedang menebar pakan untuk ikan air tawar.
    Petani muda milenial di Desa Sugih Waras sedang menebar pakan untuk ikan air tawar.

    Munir menuturkan, di Desa Sugih Waras juga ada pengembangan budidaya ikan tawar yang dibangun dari lahan bekas galian C. Bermula dari adanya beberapa insiden kasus warga setempat yang tewas tenggelam di lahan bekas galian tersebut, sehingga warga berinisiatif untuk membangun tempat tersebut menjadi area yang lebih bermanfaat.

    “Di sini sejak dulu adalah lokasi galian C yang terbengkalai. Setelah tanahnya dikeruk untuk pembuatan batu bata, menjadi lebak besar berisi air. Kedalamannya hingga 5 meter. Sudah ada beberapa insiden di sini, di antaranya anak-anak yang berenang tewas tenggelam, dan ada warga setempat juga menjadi korban,” kata dia.

    Bahkan di area itu juga menjadi sarang hewan melata yang mengkhawatirkan warga sekitar. Saking horornya tempat tersebut, warga pun menggandeng perusahaan agar membantu mengubah eks galian C ini menjadi lokasi yang bermanfaat. Salah satunya dengan membangun budidaya ikan air tawar dan aneka sayur mayur.

    Sejak 2021, lokasi eks galian C itu pun berubah. Lahan setengah hektar itu pun disulap menjadi kolam budidaya ikan air tawar dan sebagian lagi untuk lokasi tanaman sayur mayur.

    Munir menerangkan, kini sudah ada 13 keramba ikan, di mana 4 keramba khusus budidaya ikan patin dan selebihnya untuk ikan lele. Dalam satu kolamnya ada 2.000-4.000 bibit ikan yang disebar.

    “Sejak adanya kolam budidaya ini, kami pun langsung panen, dan hingga kini Alhamdulillah terus kontinyue. Jika UMKM Sutra dikelola ibu rumah tangga, kalau di budidaya ikan dan sayur ini dikelola anak-anak muda yang tergabung dalam petani milenial Desa Sugih Waras,” kata dia.

    Ia menyebut, masa panen ikan lele hanya membutuhkan 2-3 bulan sementara ikan patin berkisar 7-8 bulan. Dalam satu kali panennya, warga setempat bisa meraup cuan yang fantastis. Petani milenial yang didominasi pelajar dan anak-anak putus sekolah pun mendapatkan penghasilan dari sana.

    “Jadi sistemnya sama, bagi hasil. Mereka (petani milenial) mendapatkan penghasilan dari panen ikan ataupun sayur di sini. Penghasilan itu mereka pakai untuk membantu biaya sekolah dan lainnya,” jelasnya.

    Munir menerangkan ada belasan orang petani milenial yang membantu mengelola budidaya ikan dan sayur di sana. Mereka memiliki tugasnya masing-masing setiap harinya.

    “Biasanya dalam satu kali panen, kita bisa menghasilkan 2 pikul ikan lele atau setara 200 kilogram. Harga jualnya sekitar Rp 20.000 per kilogram. Pelanggan kita sudah banyak, rata-rata pedagang pecel lele pinggir jalan dan pedagang pasar,” rincinya.

    Selain kolam ikan, mereka juga memiliki fasilitas penangkaran bibit ikan sendiri sehingga bisa menekan biaya modal usaha tersebut.

    “Kami berkeinginan mengubah tempat ini menjadi kolam dan area tanam sayur untuk menekan insiden yang tak diinginkan seperti tahun-tahun sebelumnya, dan kami juga bisa memanfaatkan lokasi ini untuk menambah penghasilan warga setempat,” ucapnya.

    Lokasi tempat pemijahan bibit ikan air tawar, lele dan patin di Desa Sugih Waras.
    Lokasi tempat pemijahan bibit ikan air tawar, lele dan patin di Desa Sugih Waras.

    Salah satu petani milenial, Tugiman mengatakan ia masih duduk di kelas 2 SMA. Sejak 2022 bergabung mengelola budidaya ikan dan membantu menanam sayur di sana. Sepulang sekolah dan saat hari libur, ia selalu datang ke lokasi tersebut.

    “Tidak ganggu jam sekolah. Di sini itu bukan hanya dengan harapan mendapat penghasilan saja, tapi memang di sini benar-benar belajar dunia perikanan dan pertanian. Cita-cita saya menjadi pengusaha nantinya, jadi ini adalah media belajar saya sejak dini,” ucapnya.

    Penghasilan yang didapat Tugiman dari menjadi petani milenial di sana digunakan untuk membeli sepatu sekolah dan uang jajan. “Saya gak pernah minta duit ke orang tua, duit jajan dan keperluan sekolah ya berasal dari sini,” ucapnya.

    Dukungan Pemerintah dan Pertamina

    Lurah Talang Jambe, Asra Hudin mengatakan Desa Sugih Waras ini merupakan daerah perbatasan antara Palembang dan Banyuasin dan berada dekat dengan Bandara SMB II Palembang, sehingga memang dulu kurang akrab di telinga masyarakat. Namun dengan adanya upaya mengembangkan UMKM, pertanian dan perikanan membuat desa ini menjadi wilayah yang mandiri dan akhirnya dikenal luas.

    “Di wilayah ini sebagian besar masyarakatnya adalah buruh, jadi mau tidak mau mereka harus bisa bertransformasi untuk mengembangkan potensi daerahnya agar bisa menghasilkan pendapatan lebih. Salah satunya dengan mengembangkan produk UMKM, pertanian dan perikanan,” jelasnya.

    Pihaknya pun sudah menjalin kerjasama dengan Pertamina untuk bisa membantu dan mendampingi warga di Sugih Waras dalam mengembangkan kemampuan daerahnya. Ia menyebut sudah banyak bantuan yang dikucurkan Pertamina di sini sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga setempat.

    “Di sini sudah ada UMKM Sutra, pemuda tani milenial, greenhouse hingga pembuatan conblock dari plastik,” jelasnya.

    Lokasi budidaya ikan air tawar di Desa Sugih Waras yang sebelumnya merupakan eks tambang galian C batu bata.
    Lokasi budidaya ikan air tawar di Desa Sugih Waras yang sebelumnya merupakan eks tambang galian C batu bata.

    Sementara itu, Supervisor Receiving, Storage and Distribution Pertamina Patra Niaga, Aviation Fuel Terminal SMB II, Rachma Jati Megantoro menyebut, pihaknya memilih Desa Sugih Waras sebagai lokasi pemberdayaan masyarakat karena wilayah ini merupakan area ring 1 AFT SMB II.

    “Di sini potensinya banyak. Ibu-ibu yang kreatif mengolah tanaman berkhasiat menjadi produk pangan, adanya lebak yang bisa disulap menjadi lokasi budidaya ikan, dan sebagainya. Kami sudah survei di sini sejak beberapa tahun lalu dan memang cocok untuk menjadi lokasi program TJSL kita,” jelasnya.

    Usai berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat di sini, pihaknya pun mengucurkan anggaran khusus untuk program tersebut. Jati menyebut jumlahnya mencapai Rp 925 juta selama 4 tahun ini. Namun dalam praktiknya, Pertamina bukan menggelontorkan uang kepada masyarakat desa tersebut, melainkan berupa sarana, prasarana, hingga pelatihan dan advokasi mengenai program pemberdayaan yang bisa dikembangkan warga di sana.

    “Di Desa Sugih Waras ini ada 3 program yang kita canangkan, kami menyebutnya 3 Lentera Talang, Yakni Lentera Mandiri, Lentera Hijau dan Lentera Berdikari,” kata dia.

    Adapun pelaksanaannya, memanfaatkan eks tambang galian C menjadi budidaya perikanan, menyulap limbah plastik menjadi conblock, dan memanfaatkan area terpadu anak-anak.

    “Selain memberdayakan warga, kami menyediakan akses bermain anak-anak. Di sini kami memfasilitasi arena bermain dan taman membaca. Selama ini di sini tidak ada tempat anak-anak bermain, karena itu pernah ada insiden di lebak bekas tambang itu. Kami ingin menekan adanya insiden yang sama di sini,” jelasnya.

    Targetnya, kata Jati, Pertamina ingin bersinergi dengan masyarakat di Desa Sugih Waras dengan memberikan pemberdayaan dan solusi inovatif demi menghadapi tantangan perubahan iklim yang berkelanjutan.

    “Harapan kami dengan adanya program ini, maka masyarakat bisa memperbaiki roda perekonomiannya, dan memberikan dampak positif yang signifikan demi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di Desa Sugih Waras ini,” tandasnya.