Tag: Musi Rawas

  • Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih Digelar di Musi Rawas, Launching Nasional Dijadwalkan Juli 2025

    Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih Digelar di Musi Rawas, Launching Nasional Dijadwalkan Juli 2025

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menggelar kegiatan sosialisasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Selasa, 29 April 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Acara ini berlangsung di Meeting Room Rumah Makan Pindang Bambu “Vinola”, Jalan Lintas Musi Rawas – Lubuk Linggau, Kecamatan Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan.

    Sosialisasi ini mengangkat tema: “Koperasi Desa Merah Putih Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa dan Mengatasi Persoalan Ekonomi di Pedesaan.” Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting seperti, Sekretaris Dinas PMD Kab. Musi Rawas, Hj. Rati Indah, Kaur Keuangan Dinas PMD, Indrayana, Bidang Pemerintahan dan Desa Dinas PMD, Suharyono, Dinas Koperasi Kab. Musi Rawas, Muslim, Perwakilan DPC Apdesi, Perwakilan Kepala Desa dan Koordinator Desa se-Kabupaten Musi Rawas

    Sekretaris Dinas PMD Hj. Rati Indah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah percepatan pembentukan koperasi merah putih di Musi Rawas, yang akan diluncurkan serentak secara nasional pada Juli 2025.

    “Kegiatan ini untuk percepatan dalam rangka pembentukan koperasi merah putih, di mana pada bulan Juli nanti akan dilaksanakan launching serentak seluruh Indonesia,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Dinas PMD siap memfasilitasi perangkat desa dalam membentuk koperasi tersebut.

    Sementara itu, Muslim dari Dinas Koperasi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung inisiatif ini.

    “Presiden RI telah memerintahkan untuk melakukan pembentukan Koperasi Merah Putih di desa-desa. Kita hadir di sini untuk mensukseskan dan mendukung program-program dari pemerintah,” tegasnya.

    Ia juga menyarankan agar para kepala desa bermusyawarah dengan masyarakat dalam menentukan kepengurusan koperasi secara aman dan transparan, serta mengungkapkan bahwa akta notaris koperasi akan dibuat secara serentak.

    Sebagai tindak lanjut, Dinas Koperasi akan menggelar rapat lintas sektoral pada hari Rabu pukul 09.00 WIB mendatang yang akan dipimpin oleh Sekda dan dihadiri oleh PMD dan tim ahli.

  • Gubernur Herman Deru Siapkan Bantuan Rp50 Miliar Dukung Pemerataan Pembangunan di Kabupaten Musirawas 

    Gubernur Herman Deru Siapkan Bantuan Rp50 Miliar Dukung Pemerataan Pembangunan di Kabupaten Musirawas 

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumsel Hj Febrita Lustia HD menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Musi Rawas dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Musi Rawas ke-82 di Gedung DPRD Kabupaten Musi Rawas, Selasa (29/4/2025) siang.

    Tak hanya mengapresiasi kinerja Bupati Musi Rawas, Herman Deru dikesempatan itu juga menyiapkan anggaran bantuan Rp50 Miliar pada untuk mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten tersebut pada tahun 2025.

    Dalam sambutannya Gubernur Herman Deru mengapresiasi kinerja Bupati Musi Rawas Ratna Machmud yang mampu mengendalikan inflasi, meningkatkan IPM dan indikator pembangunan lainnya selama lima tahun memimpin kabupaten Musirawas.

    Ia berharap di bawah kepemimpinan Ratna Machmud dan Suprayitno sebagai Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas, beserta segenap jajarannya, dan dengan dukungan DPRD serta seluruh lapisan masyarakat, akan terwujud pembangunan yang berkeadilan menuju Musi Rawas, semakin maju, mandiri, bermartabat, dan berkelanjutan (Mantapkan).

    “Kita akan bantu (Bantuan Gubernur Bersifat Khusus atau Bangubsus) minimal Rp50 miliar tahun ini,” ujarnya diwawancarai media usai acara.

    Sebagai pemimpin di daerah Herman Deru mengaku bahwa Ia terus memantau kinerja para Bupati dan Walikota di Sumsel. Termasuk kepemimpinan Bupati Ratna yang dinilainya masuk dalam kategori hebat.

    “Kalau diceritakan banyak Bangubsus diberikan ke Musirawas itu bukan karena semata kedekatan emosional tapi memang karena prestasi Kabupaten ini yang luar biasa. Maka itu Saya berikan perhatian sesuai dengan prestasi mereka,” jelas Herman Deru.

    Dalam kesempatan itu Herman Deru juga memaparkan bahwa kekompakan dan komunikasi yang dilakukan Bupati dalam melakukan pembangunan sudah berjalan begitu baik. Sehingga hubungan dan kerjasama antara eksekutif dan legislatif berjalan beriringan dan kompak.

    Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Musi Rawas, dalam kesempatan itu Gubernur Herman Deru menghimbau agar Bupati tetap konsentrasi menjaga inflasi, meningkatkan kualitas SDM dengan menyediakan akses pendidikan, kesehatan yang mudah dan membuka lapangan kerja seluasnya serta menumbuhkan bisnis ekonomi kreatif.

    Terkait efisiensi HD meminta daerah tidak khawatir, karena efisiensi menurutnya hanya dilakukan pada anggaran-anggaran yang kurang bermanfaat. Yang bermanfaat menurutnya tidak defisiensi lagi bermanfaat bagi masyarakat.

    ” Hari ini mari kita bersyukur karena banyak sekali prestasi dan intropeksi apa saja yang belum kita lakukan mari kita rencana dengan lebih baik lagi. Saya memang tidak terlalu cerita mengenai efisiensi karena itu yang tidak produktif tidak ada manfaat jadi tidak semuanya. Itu juga bukan mencekik anggaran tapi bagaimana memanfaatkan anggaran yang kurang manfaat difokuskan pada yang bermanfaat,” jelasnya.

    Selain itu, dalam menggunakan anggaran belanja Herman Deru juga mengingatkan daerah agar dapat memilih hal-hal yang bersifat penting dan prioritas dengan tujuan utamanya adalah untuk kesejahteraan masyarakat.

    “Ciptakan produk dari kegiatan tersebut, bukan hanya sekedar realisasi anggaran saja dan Saya sangat menghargai apabila kepala daerah dapat berimprovisasi dan berinovasi untuk daerahnya,” tegasnya.

    Sementara itu Bupati Musi Rawas Ratna Machumd, mengatakan bahwa masyarakat Musi Rawas patut berbangga banyak prestasi yang sudah diraih di usia Musi Rawas ke-82 tahun. Diantaranya prestasi pengendalian inflasi terbaik nasional, predikat tertinggi pelayanan prima, peningkatan IPM dan lainnya

    Ratna juga mengakui bahwa Bangubsus yang telah digelontorkan Gubernur HD sejauh ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas.

    ” Berkat Bangubsus kini RSUD Kabupaten Musi Rawas berdiri megah dan bisa lebih banyak melayani masyarakat. Begitu juga program pembangunan lainnya. Kami terus mengharapkan dukungan dan bantuan Pemprov untuk mewujudkan visi misi Musi Rawas Mantapkan,” ujarnya.

  • Dinas PMD Laksanakan Rapat Lintas Sektoral Lanjutan Guna Pembentukan Koperasi Merah Putih di Musi Rawas 

    Dinas PMD Laksanakan Rapat Lintas Sektoral Lanjutan Guna Pembentukan Koperasi Merah Putih di Musi Rawas 

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Musi Rawas, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Musi Rawas, segera menindaklanjuti ke desa / kelurahan tentang pembentukan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih sambil mempelajari teknis pembentukannya.

    Sebelumnya telah dilaksanakan rapat lintas sektor dalam rangka fasilitas tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dilaksanakan di ruang rapat Dinas PMD Musi Rawas.

    Kepala Dinas PMD Musi Rawas, Sarjani melalui Kepala Bidang (Kabid) Fasilitas Perencanaan dan pengelolaan Keuangan Desa, Rezha Dwi Sahara, S.IP menyampaikan jika sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor dengan pembicara itu dari Kepala Dinas PMD Musi Rawas.

    Yang dihadiri oleh Kepala Koperasi dan UMKM, Inspektorat Musi Rawas, dan Koordinator Kabupaten tenaga pendamping Profesional Desa dengan mengundang seluruh Camat dan Perwakilan Desa se Kabupaten Musi Rawas.

    “Dalam rapat Koordinasi lintas sektor, itu kita sudah sampaikan tentang isi surat edaran Nomor 6 Tahun 2025 dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia. Serta Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2025 dari Menteri Koperasi,”

    Selain itu sesuai dari amanah dari surat edaran Nomor 6 Tahun 2025 dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, langsung ke kepala desa dan BPD serta tenaga pendamping, untuk menyelenggarakan Musyawarah desa Khusus.

    Untuk cara pembentukan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih sendiri itu sudah ada di surat edaran Nomor 1 Tahun 2025 dari Menteri Koperasi, ini sendiri menjadi pedoma bagi desa untuk membentuk Koperasi ini.

    ”Hal ini berbeda mekanismenya dengan pembentuk koperasi yang biasanya. Selain itu jika menurut surat edaran tersebut, di akhir bulan Juni ini Koperasi Desa /Kelurahan Merah Putih itu dilouncingkan, sekitar 80 ribu Koperasi Desa / kelurahan Seluruh Indonesia,”.

    Ia mengaku menunggu progresnya itu dari Kecamatan dan Desa di Musi Rawas, “Selain itu kami sendiri sebagai Perangkat Daerah terkait siap untuk mendampingi sesuai dengan fungsinya,”.

    Untuk dana yang digunakan itu masih menunggu juknis, dari Kementerian Keuangan . Karena ini kan lintas sektor, memang koordinatornya itu di Menko Pangan, tetapi jumlah dananya itu dari mana itu belum ada juknisnya.

    Karena saat ini sesuai dengan Inpresnya sendiri itu untuk percepatan pembentukan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih dulu, dan untuk penyertaan modal sendiri bisa dari sumber APBN, APBD dan APBDes dan sumber-sumber lainnya yang bersifat tidak mengikat.

    “Bahkan Dinas Koperasi dan UMKM kemarin itu baru mengikuti Rakor di Provinsi. Yang jelas kami juga menunggu hasilnya itu dari Dinas tersebut, karena leding sektornya itu ada di dinas tersebut, karena kami ini hanya mendampingi sosialisasi dan fasilitasi,”pungkasnya.

  • Oknum Brigpol Bayu Aji Senonugroho di Pecat dari Polri, Ini Kesalahannya

    Oknum Brigpol Bayu Aji Senonugroho di Pecat dari Polri, Ini Kesalahannya

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Kapolres Mura, AKBP Danu Agus Purnomo SIK, MH, memimpin langsung Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), personel Polres Mura, dibelakang halaman apel Mapolres Mura, sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (20/11/2023).

    Diketahui satu personel yang dilakukan PTDH yakni, Brigpol Bayu Aji Senonugroho, BA Polres Mura, lantaran tidak disiplin dalam menjalankan tugas sebagai insitusi Polri khususnya di Polres Mura.

    Nampak hadir dalam upacara tersebut, para Kabag, para Kasat, serta perwakilan kapolsek, kasi serta personel Polres Mura.

    Dalam arahannya, Kapolres Mura, AKBP Danu Agus Purnomo SIK, MH, mengatakan bahwa institusi Polri akan senantiasa mendapat sorotan dari masyarakat terkait tugas-tugas pokonya yang bersingung langsung dengan aspek sendi-sendi kehidupan masyarakat.

    “Oleh sebab itu, seluruh personel Polres Mura dan PNS Polri agar selalu menjaga etika, moral dan perbuatan baik dilingkungan tempat tinggal maupun dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai anggota Polri,” katanya

    Kapolres menjelaskan, personel ini melakukan kesalahan yakni tidak disiplin dalam menjalankan tugas. Dan untuk diketahui bersama bahwa penertiban keputusan PTDH ini telah melalui mekanisme dan proses yang sangat panjang, sesuai prosedur hukum yang akuntabel dan selaras.

    Sesuai dengan undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, kedua Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2013 tentang pemberhentian anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, ketiga Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2013 tentang disiplin anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Keempat peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2019 tentang administrasi pengakhiran dinas bagi pegawai negeri pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan kelima berdasarkan peraturan Kapolri nomor 07 tahun 2022 tentang kode etik profesi kepolisian republik Indonesia.

    “Jadi, putusan PTDH terhadap anggota telah ditinjau dari beberapa aspek seperti “Asas Kepastian” dengan menitikberatkan adanya kepastian terhadap anggota yang melakukan pelanggaran sehingga menjadi jelas statusnya “Asas” Distributif dan Kemanfaatan”, yaitu telah dipertimbangkan seberapa besar manfaatnya bagi organisasi dan anggota polri yang dijatuhi PTDH tersebut,” jelas Kapolres

    Kapolres menambahkan, kepada personel Polres Mura dan jajaran, pertama tingkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar kita saat melaksanakan tugas, apa yang kita lakukan berjalan dengan lancar dan aman.

    Kedua, tingkatkan kedisiplinan pribadi dan kesatuan sebagai nilai dan perwujudan nilai pribadi yang bisa nantinya merugikan pribadi dan kesatuan, ketiga memelihara sikap, tingkah laku dan tutur kata setiap waktu, keempat hindari sikap-sikap seperti arogansi, individu dualisme, dan apatis sehingga kita semua dapat jadi contoh keluarga dan masyarakat.

    Kelima tingkatkan pengawasan dan pengendalian aturan didalam setiap pelaksanaan tugas dan tidak ragu-ragu meningkatkan perannya yang melakukan pelanggaran hukum serta memberikan penghargaan kepada personel yang berprestasi. Dan, upacara yang dilaksanakan pada hari ini semoga tidak kembali terjadi lagi.

    “Saya juga mengingatkan, bahwa betapa sulitnya betapa susahnya, sebelumnya untuk bergabung di institusi Polri, terkhusus pada hari ini ada adik-adik yang baru mengikuti pelatihan dan pendidikan di Polres Musi Rawas, saingan serta upaya yang begitu berat untuk bergabung di sini (Polri). Banyak pengorbanan yang harus dikorbankan, terkhusus pengorbanan orang tua, keluarga, baik istri, suami maupun anak sehingga kita bisa mengenakan pakaian ini. Dan jujur saja ini adalah keputusan yang sulit apalagi saat ini jumlah anggota Polri masih banyak mengalami kekurangan khususnya di Polres Mura,” tuturnya.

  • Jenazah Bocah 3 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan dalam Keadaan Tak Bernyawa

    Jenazah Bocah 3 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan dalam Keadaan Tak Bernyawa

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Jenazah seorang anak berusia sekitar 3 tahun berinisial ZN, yang diduga tenggelam di aliran Sungai Musi, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura, berhasil ditemukan oleh warga pada pukul 13.00 WIB, Minggu (5/11/2023).

    Korban, yang merupakan warga Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura, diduga tenggelam di Sungai Musi pada hari Sabtu (4/11/2023), sekitar pukul 09.30 WIB. Informasi ini disampaikan oleh Kapolres Mura, AKBP Danu Agus Purnomo SIK, MH, melalui Kasi Humas, Iptu Herdiansyah, yang didampingi oleh Kapolsek Muara Kelingi, Iptu Kosim, sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (6/11/2023).

    “Iya, jenazah ZN ditemukan oleh warga di aliran Sungai Musi, Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura, pada hari sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Kasi Humas.

    Kasi Humas menjelaskan bahwa korban diasuh oleh neneknya yang mengalami kehilangan ingatan sebagian, sehingga neneknya lupa bahwa korban bermain di dekat tepi Sungai Musi. Rumah korban terletak dekat dengan sungai tersebut.

    Korban, yang belum bisa berenang, bermain di tepi aliran Sungai Musi, Desa Bingin Jungut, tanpa pengawasan orang tua, dan hal ini menyebabkan korban tenggelam.

    Ketika mendapat informasi bahwa seorang anak hilang di sekitar sungai, Kepala Desa Bingin Jungut melaporkan ke Bhabinkamtibmas, yang selanjutnya menghubungi Kapolsek Muara Kelingi, Iptu Kosim, untuk meminta bantuan tim pencarian dari Dinas BPBD Mura. Namun, korban belum ditemukan.

    Pada Minggu (5/11/2023), sekitar pukul 13.00 WIB, warga Desa Bingin Jungut melaporkan bahwa korban telah ditemukan tenggelam di pinggir sungai dalam keadaan tidak bernyawa.

    “Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura, sekitar pukul 14.00 WIB, pada hari Sabtu (4/11/2023). Jenazah korban telah dikebumikan di TPU Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, sekitar pukul 16.00 WIB, pada hari Minggu (5/11/2023),” tutur Kasi Humas.

  • Ratusan Santri – Ulama Musi Rawas Dukung Ganjar Pranowo

    Ratusan Santri – Ulama Musi Rawas Dukung Ganjar Pranowo

    Suarapublik.id, Musi Rawas- Santri Dukung Ganjar (SDG) bersama 500 santri dan ulama Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar ‘Gema Selawat dan Doa Bersama untuk Negeri’ di Pondok Pesantren Hidayatul Thullab, Desa Leban Jaya, Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas dengan intensi mencari figur pemimpin tingkat nasional. Mereka menilai, hanya Ganjar yang menonjol dan fokus mendorong moderasi beragama.

     

    “Setelah berdiskusi dan berembuk, para santri dan ulama di Musi Rawas akhirnya sepakat memilih Pak Ganjar. Kami melihat bahwasanya Pak Ganjar adalah sosok figur yang sangat cocok untuk menjadi Presiden 2024-2029 karena beliau selalu konsisten mendorong moderasi beragama,” ucap Koordinator Wilayah SDG Sumsel, Paisal Tanjung di lokasi, Kamis (6/10/22).

     

    Moderasi beragama diperlukan guna menjaga keharmonisan antara hak beragama dan kewajiban berbangsa dan bernegara. Sejumlah aksi maupun program Ganjar dalam mewujudkan moderasi beragama antara lain menangkal radikalisme beragama dan membasmi terorisme.

     

    Di bidang pendidikan, Ganjar menerapkan sistem kurikulum anti radikalisme dan intoleransi di berbagai jenjang pendidikan, dan mendorong munculnya Pondok Pesantren Pelopor Antiradikalisme.

     

    “Pak Ganjar Pranowo adalah pemimpin yang nasionalis dan terbukti merangkul para ulama, habib, santri-santri, untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme diterapkan di Indonesia,” kata Paisal.

     

    Figur berambut putih itu juga memperjuangkan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren yang bertujuan agar pesantren mampu sejajar dengan pendidikan formal. Cara pendekatan program moderasi beragama itulah yang ingin dinasionalkan kalangan pesantren.

     

    “Banyak langkah konkret Pak Ganjar, yang menunjukkan keyakinan semua komponen bangsa dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan melalui moderasi beragama. Kami bertekad akan mendekatkan figur Pak Ganjar kepada masyarakat melalui kanvasing dan door to door karena kami ingin program-program tersebut bisa dinasionalkan,” tutur Paisal.

     

    Senada, Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Musi Rawas, KH Ali Mas’ud menyebut kelayakan Ganjar menjadi Presiden tak hanya dilihat dari pengalaman dalam kursi pemerintahan saja. Melainkan, karena figurnya yang sederhana, jujur apa adanya, demokratis, dan tetap berwibawa.

     

    “Tentang Pak Ganjar Pranowo, dari hati saya yang paling dalam, dia itu idola saya, idolanya ulama-ulama pada umumnya. Karena melihat figur beliau ini nasionalis, keluarganya agamis, religius, sosial dan keilmuannya luar biasa. Beliau ini sangat istimewa dan harapan saya, Pak Ganjar betul-betul presiden kita untuk NKRI harga mati,” tutup KH Ali.

     

    Sekadar informasi, acara kali ini sekaligus menjadi momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional. Hadir dalam acara Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Thullab, Kiai Imron Sahadi, Pimpinan Pondok Pesantren Safinatun Najah Musi Rawas, Kiai Muhajir, dan Mustasyar NU Kabupaten Musi Rawas, KH Ali Mas’ud.