Category: Musi Rawas

  • Curah Hujan Tinggi, Pangkal Jembatan Muara Beliti Longsor

    Curah Hujan Tinggi, Pangkal Jembatan Muara Beliti Longsor

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Akibat curah hujan yang tinggi, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Kabupaten Musi Rawas-Empat Lawang-Musi Banyuasin, atau tepatnya di sebelah Ilir pangkal Jembatan Air Beliti, Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Mura mengalami longsor, Selasa (17/9/2025) kemarin.

    Menindaki peristiwa tersebut, Satlantas Polres Musi Rawas (Mura) bersama Polsek Muara Beliti dan Dinas terkait bersinergi meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    “Jalinsum Kabupaten Mura-Empat Lawang-Muba serta kondisi Jembatan Air Beliti saat ini mengkhawatirkan atau terancam putus (terisolir) akibat curah hujan cukup tinggi,” ungkap Kasat Lantas Polres Musi Rawas  AKP Muriyanto, Rabu (17/9/2025).

    Setidaknya, bahu jalan aspal pangkal Jembatan Air Beliti retak sepanjang sekira 6 meter dan sebeleh ilir pangkal Jembatan Air Beliti tergerus longsor sepanjang 10 meter.

    Guna menghindari bahaya longsor susulan, personel Satlantas Polres Mura dan Polsek Muara Beliti memasang rambu-rambu pemberitahuan (hati-hati). “Kami juga melakukan rekayasa lalu lintas di jalan lintas pangkal jembatan Air Beliti,” ujar Muriyanto.

    Kata Muriyanto, arus lalulintas saat ini masih dapat dilintasi kendaraan angkutan mengunakan satu jalur secara bergantian.

    “Saat melintasi jembatan hanya bisa digunakan satu jalur, ini untuk menghindari terjadinya kemacetan lalu lintas maupun beban di sekitar lokasi tanah longsor,” kata Muriyanto.

    Namun, pihaknya menyarankan kepada pengendara kiranya akan lebih baik menggunakan jalur lain apabila ingin melintas menuju Kabupaten Empat Lawang-Muba maupun dari arah sebaliknya menuju Kota Lubuklinggau.

    “Ini sebagai upaya agar tidak terjadi hal-hal yang  diinginkan,” pinta Muriyanto.

    “Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD, PLN dan Balai Besar jalan untuk segera dilakukan perbaikan,” tutur Muriyanto. (ANA)

  • Cegah Demam Berdarah, Siddokes Bersama Dinkes Lakukan Fogging di Lingkungan Polres Musi Rawas

    Cegah Demam Berdarah, Siddokes Bersama Dinkes Lakukan Fogging di Lingkungan Polres Musi Rawas

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Polres Musi Rawas (Mura), melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Siddokes), bersama Dinas Kesehatan, melakukan kegiatan Fogging (pengasapan) di beberapa tempat seputaran Mapolres, Rabu (27/8/2025). Fogging dilakukan, sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah, akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

    Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Mura, AKBP Agung Adhitya Prananta diwakili, Kasidokkes, Zarmis Sumarni, bersama personel Siddokes serta pegawai Dinkes Mura.

    “Fogging yang dilaksanakan ini sebagai upaya untuk mencegah penyakit demam berdarah akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti,” ungkap Kasidokkes Polres Mura, Zarmis Sumarni.

    “Selain itu, juga untuk menciptakan suasana lingkungan bersih dari ancaman penyakit demam berdarah. Sehingga nantinya tidak mengganggu dalam pelaksanaan tugas personel Polres Mura,” tambahnya.

    Kasidokkes menjelaskan, adapun lokasi yang dilakukan fogging (pengasapan), diantaranya, Barak Dalmas Polres Mura, Gedung Rutan Polres Mura, Ruangan-ruangan Bagian, Satuan dan Seksi di Polres Mura.

    “Lalu, kamar mandi dan MCK yang ada di Polres Mura, Asrama Polri Tri Brata Polres Mura, serta area Masjid Agung Darussalam Muara Beliti,” jelas Kasidokkes.

    Lebih lanjut, Kasiddokes berharap, semoga dengan dilakukan fogging ini diantaranya, pertama bisa mengurangi populasi nyamuk, kedua menekan penyebaran penyakit DBD, ketiga memberikan rasa aman kepada personel dan warga.

    “Serta, merupakan langkah cepat dalam situasi darurat kesehatan dan meningkatkan kesadaran personel dan warga untuk lebih sadar menjaga kebersihan lingkungan,” harapnya. (ANA)

  • BMKG Sesalkan Aksi Pencurian Perangkat Pengamatan Hujan BMKG di Musi Rawas Meningkatkan Risiko Bencana

    BMKG Sesalkan Aksi Pencurian Perangkat Pengamatan Hujan BMKG di Musi Rawas Meningkatkan Risiko Bencana

    SUARAPUBLIK.ID, KOTA PALEMBANG — Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan BMKG melaporkan telah terjadinya pencurian komponen vital pada instrumen pengamatan hujan otomatis *Automatic Rain Gauge (ARG)* di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sukakarya, Musi Rawas. Peristiwa yang terjadi pada 20 Agustus 2025 ini mengakibatkan hilangnya baterai dan panel surya, yang merupakan komponen krusial untuk pengiriman data curah hujan secara real time.

    Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis mengatakan, hilangnya data dari perangkat ini sangat mengkhawatirkan, terutama menjelang musim hujan yang akan datang. “Data curah hujan sangat penting untuk memberikan informasi peringatan dini terkait potensi bencana banjir dan kekeringan meteorologis,” ungkapnya.

    Dia menambahkan, hilangnya perangkat tersebut akan memberikan dampak dalam penyajian informasi dan peringatan dini kepada masyarakat. Mengingat wilayah Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Lubuk Linggau merupakan zona musim dengan curah hujan tinggi, dengan musim hujan yang biasanya berlangsung dari September hingga Juni. Daerah ini rentan terhadap bencana banjir. Sebagai contoh, pada Maret 2025, banjir di Musi Rawas merendam setidaknya 300 rumah, dan pada April 2024, hampir 3.000 rumah di Musi Rawas Utara terdampak. Mengingat ancaman ini, peran instrumen BMKG dalam memantau curah hujan menjadi sangat vital.

    “Proses penggantian komponen yang hilang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Diperlukan waktu yang cukup panjang untuk pengajuan dan pengadaan perangkat baru, yang akan berdampak langsung pada keakuratan dan ketepatan informasi yang diberikan BMKG kepada masyarakat,” tegasnya.

    Kasus Pencurian Berulang

    Pencurian perangkat BMKG di Sumatera Selatan telah menjadi permasalahan berulang. Dalam sepuluh tahun terakhir, tercatat beberapa kasus serupa. Pada Januari 2025, instrumen *Automatic Agroclimatology Weather Station (AAWS)* BMKG di OKI menjadi sasaran.

    Dalam sepuluh tahun terakhir, pencurian komponen baterai dan panel surya tercatat terjadi sebanyak dua kali di Dinas Pertanian Pagaralam, dua kali di BPP Ulu Musi (Empat Lawang), dan satu kali di BPP Buay Madang (OKU Timur).

    BMKG menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan instansi daerah dalam menjaga keamanan perangkat meteorologi. Setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab dalam mendukung sistem peringatan dini yang efektif demi keselamatan bersama.

  • Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih Digelar di Musi Rawas, Launching Nasional Dijadwalkan Juli 2025

    Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih Digelar di Musi Rawas, Launching Nasional Dijadwalkan Juli 2025

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menggelar kegiatan sosialisasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Selasa, 29 April 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Acara ini berlangsung di Meeting Room Rumah Makan Pindang Bambu “Vinola”, Jalan Lintas Musi Rawas – Lubuk Linggau, Kecamatan Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan.

    Sosialisasi ini mengangkat tema: “Koperasi Desa Merah Putih Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa dan Mengatasi Persoalan Ekonomi di Pedesaan.” Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting seperti, Sekretaris Dinas PMD Kab. Musi Rawas, Hj. Rati Indah, Kaur Keuangan Dinas PMD, Indrayana, Bidang Pemerintahan dan Desa Dinas PMD, Suharyono, Dinas Koperasi Kab. Musi Rawas, Muslim, Perwakilan DPC Apdesi, Perwakilan Kepala Desa dan Koordinator Desa se-Kabupaten Musi Rawas

    Sekretaris Dinas PMD Hj. Rati Indah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah percepatan pembentukan koperasi merah putih di Musi Rawas, yang akan diluncurkan serentak secara nasional pada Juli 2025.

    “Kegiatan ini untuk percepatan dalam rangka pembentukan koperasi merah putih, di mana pada bulan Juli nanti akan dilaksanakan launching serentak seluruh Indonesia,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Dinas PMD siap memfasilitasi perangkat desa dalam membentuk koperasi tersebut.

    Sementara itu, Muslim dari Dinas Koperasi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung inisiatif ini.

    “Presiden RI telah memerintahkan untuk melakukan pembentukan Koperasi Merah Putih di desa-desa. Kita hadir di sini untuk mensukseskan dan mendukung program-program dari pemerintah,” tegasnya.

    Ia juga menyarankan agar para kepala desa bermusyawarah dengan masyarakat dalam menentukan kepengurusan koperasi secara aman dan transparan, serta mengungkapkan bahwa akta notaris koperasi akan dibuat secara serentak.

    Sebagai tindak lanjut, Dinas Koperasi akan menggelar rapat lintas sektoral pada hari Rabu pukul 09.00 WIB mendatang yang akan dipimpin oleh Sekda dan dihadiri oleh PMD dan tim ahli.

  • Gubernur Herman Deru Siapkan Bantuan Rp50 Miliar Dukung Pemerataan Pembangunan di Kabupaten Musirawas 

    Gubernur Herman Deru Siapkan Bantuan Rp50 Miliar Dukung Pemerataan Pembangunan di Kabupaten Musirawas 

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumsel Hj Febrita Lustia HD menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Musi Rawas dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Musi Rawas ke-82 di Gedung DPRD Kabupaten Musi Rawas, Selasa (29/4/2025) siang.

    Tak hanya mengapresiasi kinerja Bupati Musi Rawas, Herman Deru dikesempatan itu juga menyiapkan anggaran bantuan Rp50 Miliar pada untuk mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten tersebut pada tahun 2025.

    Dalam sambutannya Gubernur Herman Deru mengapresiasi kinerja Bupati Musi Rawas Ratna Machmud yang mampu mengendalikan inflasi, meningkatkan IPM dan indikator pembangunan lainnya selama lima tahun memimpin kabupaten Musirawas.

    Ia berharap di bawah kepemimpinan Ratna Machmud dan Suprayitno sebagai Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas, beserta segenap jajarannya, dan dengan dukungan DPRD serta seluruh lapisan masyarakat, akan terwujud pembangunan yang berkeadilan menuju Musi Rawas, semakin maju, mandiri, bermartabat, dan berkelanjutan (Mantapkan).

    “Kita akan bantu (Bantuan Gubernur Bersifat Khusus atau Bangubsus) minimal Rp50 miliar tahun ini,” ujarnya diwawancarai media usai acara.

    Sebagai pemimpin di daerah Herman Deru mengaku bahwa Ia terus memantau kinerja para Bupati dan Walikota di Sumsel. Termasuk kepemimpinan Bupati Ratna yang dinilainya masuk dalam kategori hebat.

    “Kalau diceritakan banyak Bangubsus diberikan ke Musirawas itu bukan karena semata kedekatan emosional tapi memang karena prestasi Kabupaten ini yang luar biasa. Maka itu Saya berikan perhatian sesuai dengan prestasi mereka,” jelas Herman Deru.

    Dalam kesempatan itu Herman Deru juga memaparkan bahwa kekompakan dan komunikasi yang dilakukan Bupati dalam melakukan pembangunan sudah berjalan begitu baik. Sehingga hubungan dan kerjasama antara eksekutif dan legislatif berjalan beriringan dan kompak.

    Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Musi Rawas, dalam kesempatan itu Gubernur Herman Deru menghimbau agar Bupati tetap konsentrasi menjaga inflasi, meningkatkan kualitas SDM dengan menyediakan akses pendidikan, kesehatan yang mudah dan membuka lapangan kerja seluasnya serta menumbuhkan bisnis ekonomi kreatif.

    Terkait efisiensi HD meminta daerah tidak khawatir, karena efisiensi menurutnya hanya dilakukan pada anggaran-anggaran yang kurang bermanfaat. Yang bermanfaat menurutnya tidak defisiensi lagi bermanfaat bagi masyarakat.

    ” Hari ini mari kita bersyukur karena banyak sekali prestasi dan intropeksi apa saja yang belum kita lakukan mari kita rencana dengan lebih baik lagi. Saya memang tidak terlalu cerita mengenai efisiensi karena itu yang tidak produktif tidak ada manfaat jadi tidak semuanya. Itu juga bukan mencekik anggaran tapi bagaimana memanfaatkan anggaran yang kurang manfaat difokuskan pada yang bermanfaat,” jelasnya.

    Selain itu, dalam menggunakan anggaran belanja Herman Deru juga mengingatkan daerah agar dapat memilih hal-hal yang bersifat penting dan prioritas dengan tujuan utamanya adalah untuk kesejahteraan masyarakat.

    “Ciptakan produk dari kegiatan tersebut, bukan hanya sekedar realisasi anggaran saja dan Saya sangat menghargai apabila kepala daerah dapat berimprovisasi dan berinovasi untuk daerahnya,” tegasnya.

    Sementara itu Bupati Musi Rawas Ratna Machumd, mengatakan bahwa masyarakat Musi Rawas patut berbangga banyak prestasi yang sudah diraih di usia Musi Rawas ke-82 tahun. Diantaranya prestasi pengendalian inflasi terbaik nasional, predikat tertinggi pelayanan prima, peningkatan IPM dan lainnya

    Ratna juga mengakui bahwa Bangubsus yang telah digelontorkan Gubernur HD sejauh ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas.

    ” Berkat Bangubsus kini RSUD Kabupaten Musi Rawas berdiri megah dan bisa lebih banyak melayani masyarakat. Begitu juga program pembangunan lainnya. Kami terus mengharapkan dukungan dan bantuan Pemprov untuk mewujudkan visi misi Musi Rawas Mantapkan,” ujarnya.

  • Dinas PMD Laksanakan Rapat Lintas Sektoral Lanjutan Guna Pembentukan Koperasi Merah Putih di Musi Rawas 

    Dinas PMD Laksanakan Rapat Lintas Sektoral Lanjutan Guna Pembentukan Koperasi Merah Putih di Musi Rawas 

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Musi Rawas, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Musi Rawas, segera menindaklanjuti ke desa / kelurahan tentang pembentukan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih sambil mempelajari teknis pembentukannya.

    Sebelumnya telah dilaksanakan rapat lintas sektor dalam rangka fasilitas tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dilaksanakan di ruang rapat Dinas PMD Musi Rawas.

    Kepala Dinas PMD Musi Rawas, Sarjani melalui Kepala Bidang (Kabid) Fasilitas Perencanaan dan pengelolaan Keuangan Desa, Rezha Dwi Sahara, S.IP menyampaikan jika sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor dengan pembicara itu dari Kepala Dinas PMD Musi Rawas.

    Yang dihadiri oleh Kepala Koperasi dan UMKM, Inspektorat Musi Rawas, dan Koordinator Kabupaten tenaga pendamping Profesional Desa dengan mengundang seluruh Camat dan Perwakilan Desa se Kabupaten Musi Rawas.

    “Dalam rapat Koordinasi lintas sektor, itu kita sudah sampaikan tentang isi surat edaran Nomor 6 Tahun 2025 dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia. Serta Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2025 dari Menteri Koperasi,”

    Selain itu sesuai dari amanah dari surat edaran Nomor 6 Tahun 2025 dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, langsung ke kepala desa dan BPD serta tenaga pendamping, untuk menyelenggarakan Musyawarah desa Khusus.

    Untuk cara pembentukan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih sendiri itu sudah ada di surat edaran Nomor 1 Tahun 2025 dari Menteri Koperasi, ini sendiri menjadi pedoma bagi desa untuk membentuk Koperasi ini.

    ”Hal ini berbeda mekanismenya dengan pembentuk koperasi yang biasanya. Selain itu jika menurut surat edaran tersebut, di akhir bulan Juni ini Koperasi Desa /Kelurahan Merah Putih itu dilouncingkan, sekitar 80 ribu Koperasi Desa / kelurahan Seluruh Indonesia,”.

    Ia mengaku menunggu progresnya itu dari Kecamatan dan Desa di Musi Rawas, “Selain itu kami sendiri sebagai Perangkat Daerah terkait siap untuk mendampingi sesuai dengan fungsinya,”.

    Untuk dana yang digunakan itu masih menunggu juknis, dari Kementerian Keuangan . Karena ini kan lintas sektor, memang koordinatornya itu di Menko Pangan, tetapi jumlah dananya itu dari mana itu belum ada juknisnya.

    Karena saat ini sesuai dengan Inpresnya sendiri itu untuk percepatan pembentukan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih dulu, dan untuk penyertaan modal sendiri bisa dari sumber APBN, APBD dan APBDes dan sumber-sumber lainnya yang bersifat tidak mengikat.

    “Bahkan Dinas Koperasi dan UMKM kemarin itu baru mengikuti Rakor di Provinsi. Yang jelas kami juga menunggu hasilnya itu dari Dinas tersebut, karena leding sektornya itu ada di dinas tersebut, karena kami ini hanya mendampingi sosialisasi dan fasilitasi,”pungkasnya.

  • Gubernur Herman Deru Resmikan 4 Jembatan Sekaligus di Ruas Jalan Penghubung Kabupaten Pali dan Musi Rawas

    Gubernur Herman Deru Resmikan 4 Jembatan Sekaligus di Ruas Jalan Penghubung Kabupaten Pali dan Musi Rawas

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meresmikan 4 unit jembatan beton di ruas jalan 106 KM yang melintasi lahan hutan produksi PT MHP menghubungkan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) dan Kabupaten Musi Rawas (Mura). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemecahan kendi di atas jembatan Air Keruh Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu Kabupaten Musi Rawas, Rabu (19/3/2025).

    Adapun keempat jembatan yang diresmikan Gubernur Herman Deru tersebut masing-masing Jembatan Air Teras, Air Keruh, Jembatan TPI 1 Sungsang, TPI 2 Sungsang yang masuk dalam Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu Kabupaten Musi Rawas.

    Adapun anggaran APBD Provinsi Sumsel yang digelontorkan untuk pembangunan keempat jembatan tersebut diantaranya untuk Jembatan Air Teras dengan Anggaran Rp. 10 Miliar, Jembatan Air Keruh Rp. 33,5 Miliar. Jembatan TPI 1 kurang lebih senilai Rp. 4,5 Miliar dan TPI 2 kurang lebih senilai Rp. 4,5 Miliar.

    “Alhamdulillah hari ini kita meresmikan jembatan yang memang diharapkan masyarakat. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat Sumsel khususnya pengguna ruas jalan ini,”kata Gubernur Herman Deru.

    Lebih jauh Herman Deru menegaskan, beberapa tahun yang lalu dirinya juga telah datang ke titik yang sama saat meresmikan jalan sepanjang 106 KM. Dimana jalan alternatif penghubung Kabupaten Mura dan Kabupaten Pali ini sangat dinantikan masyarakat utamanya warga Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh menuju Kota Palembang.

    “Ini masih butuh penyempurnaan tapi secara fungsi sudah dapat difungsikan. Apalagi sebentar lagi harus pergi dan balik menyambut lebaran Idul Fitri,” katanya.

    Mendekati momen mudik lebaran 1446 Hijriah yang tinggal dalam hitungan hari kedepan, Gubernur Herman Deru memerintahkan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang (PU BM-TR) Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas PU Kabupaten Musi Rawas untuk dapat menempatkan alat beratnya agar bisa membantu ketika saat dibutuhkan.

    “Nah mudah-mudah adanya jembatan ini akan mempermudah guna beraktifitas sosial dan ekonomi,” ucapnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Sumsel Herman Deru yang telah datang ke Musi Rawas meresmikan jembatan yang menjadi kebutuhan prioritas utama masyarakat.

    “Hari ini kita sama-sama menyaksikan sebuah bentuk kepedulian dan kecintaan Gubernur Sumatera Selatan Bapak Herman Deru kepada masyarakat dalam peresmian jembatan,” ucap Suprayitno.

    Dia mengajak masyarakat Mura untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun ini, agar tidak cepat rusak dan ini tanggungjawab bersama. Karena jembatan dan jalan merupakan infrastruktur dasar dimana roda perekonomian dapat berjalan baik.

    “Kami harap kepada masyarakat dengan diresmikannya jembatan ini dapat menggerakan ekonomi lokal, menatap masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

  • Oknum Brigpol Bayu Aji Senonugroho di Pecat dari Polri, Ini Kesalahannya

    Oknum Brigpol Bayu Aji Senonugroho di Pecat dari Polri, Ini Kesalahannya

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Kapolres Mura, AKBP Danu Agus Purnomo SIK, MH, memimpin langsung Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), personel Polres Mura, dibelakang halaman apel Mapolres Mura, sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (20/11/2023).

    Diketahui satu personel yang dilakukan PTDH yakni, Brigpol Bayu Aji Senonugroho, BA Polres Mura, lantaran tidak disiplin dalam menjalankan tugas sebagai insitusi Polri khususnya di Polres Mura.

    Nampak hadir dalam upacara tersebut, para Kabag, para Kasat, serta perwakilan kapolsek, kasi serta personel Polres Mura.

    Dalam arahannya, Kapolres Mura, AKBP Danu Agus Purnomo SIK, MH, mengatakan bahwa institusi Polri akan senantiasa mendapat sorotan dari masyarakat terkait tugas-tugas pokonya yang bersingung langsung dengan aspek sendi-sendi kehidupan masyarakat.

    “Oleh sebab itu, seluruh personel Polres Mura dan PNS Polri agar selalu menjaga etika, moral dan perbuatan baik dilingkungan tempat tinggal maupun dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai anggota Polri,” katanya

    Kapolres menjelaskan, personel ini melakukan kesalahan yakni tidak disiplin dalam menjalankan tugas. Dan untuk diketahui bersama bahwa penertiban keputusan PTDH ini telah melalui mekanisme dan proses yang sangat panjang, sesuai prosedur hukum yang akuntabel dan selaras.

    Sesuai dengan undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, kedua Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2013 tentang pemberhentian anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, ketiga Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2013 tentang disiplin anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Keempat peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2019 tentang administrasi pengakhiran dinas bagi pegawai negeri pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan kelima berdasarkan peraturan Kapolri nomor 07 tahun 2022 tentang kode etik profesi kepolisian republik Indonesia.

    “Jadi, putusan PTDH terhadap anggota telah ditinjau dari beberapa aspek seperti “Asas Kepastian” dengan menitikberatkan adanya kepastian terhadap anggota yang melakukan pelanggaran sehingga menjadi jelas statusnya “Asas” Distributif dan Kemanfaatan”, yaitu telah dipertimbangkan seberapa besar manfaatnya bagi organisasi dan anggota polri yang dijatuhi PTDH tersebut,” jelas Kapolres

    Kapolres menambahkan, kepada personel Polres Mura dan jajaran, pertama tingkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar kita saat melaksanakan tugas, apa yang kita lakukan berjalan dengan lancar dan aman.

    Kedua, tingkatkan kedisiplinan pribadi dan kesatuan sebagai nilai dan perwujudan nilai pribadi yang bisa nantinya merugikan pribadi dan kesatuan, ketiga memelihara sikap, tingkah laku dan tutur kata setiap waktu, keempat hindari sikap-sikap seperti arogansi, individu dualisme, dan apatis sehingga kita semua dapat jadi contoh keluarga dan masyarakat.

    Kelima tingkatkan pengawasan dan pengendalian aturan didalam setiap pelaksanaan tugas dan tidak ragu-ragu meningkatkan perannya yang melakukan pelanggaran hukum serta memberikan penghargaan kepada personel yang berprestasi. Dan, upacara yang dilaksanakan pada hari ini semoga tidak kembali terjadi lagi.

    “Saya juga mengingatkan, bahwa betapa sulitnya betapa susahnya, sebelumnya untuk bergabung di institusi Polri, terkhusus pada hari ini ada adik-adik yang baru mengikuti pelatihan dan pendidikan di Polres Musi Rawas, saingan serta upaya yang begitu berat untuk bergabung di sini (Polri). Banyak pengorbanan yang harus dikorbankan, terkhusus pengorbanan orang tua, keluarga, baik istri, suami maupun anak sehingga kita bisa mengenakan pakaian ini. Dan jujur saja ini adalah keputusan yang sulit apalagi saat ini jumlah anggota Polri masih banyak mengalami kekurangan khususnya di Polres Mura,” tuturnya.

  • Crivisaya Ganjar Maknai Hari Kesehatan Nasional Dengan Futsal Bersama: Cetak Generasi Muda Yang Sehat dan Tangguh

    Crivisaya Ganjar Maknai Hari Kesehatan Nasional Dengan Futsal Bersama: Cetak Generasi Muda Yang Sehat dan Tangguh

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Menjaga pola hidup sehat sudah tentu menjadi bagian vital bagi setiap insan untuk menunjang segala aspek dan aktivitas kehidupan.

    Demi memperoleh kualitas hidup yang baik, alumni muda Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam kelompok sukarelawan Crivisaya Ganjar menggelar fun futsal bersama kawula muda Desa Semangus, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan.

    Koordinator Daerah Crivisaya Kabupaten Musi Rawas, Darsum mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan semangat generasi muda dalam berolahraga sehingga menciptakan pribadi yang sehat dan tangguh.

    Acara ini pun dihelat untuk memaknai Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November.

    “Untuk anak-anak muda terus berolahraga tingkatkan prestasi dan jaga kesehatan selalu,” kata Darsum usai ditemui di lokasi, Minggu (12/11/23).

    Kawula muda Desa Semangus memang dikenal akan kegemaran berolahraga seperti futsal lantaran tersedianya lapangan yang cukup mumpuni. Bahkan acapkali melakukan pertandingan persahabatan melawan desa lain.

    Namun, menurut Darsum anak muda setempat belum memiliki sejumlah fasilitas penunjang yang layak seperti bola, rompi, cone, hingga jersey. Untuk itu, sebagai bentuk perhatian Crivisaya Ganjar menyerahkan stimulus pemenuhan fasilitas penunjang untuk olahraga futsal.

    Crivisaya Ganjar, lanjut Darsum, juga berkomitmen untuk mendorong potensi para kawula muda di bidang olahraga khususnya futsal sehingga mampu mencetak pemain profesional dan berkualitas.

    Upaya Crivisaya Ganjar dalam menggenjot semangat berolahraga tentunya mendapat apresiasi, baik kalangan pemuda maupun masyarakat setempat.

    “Iya, terutama di bidang futsal itu sangat antusias sekali. Effortnya sangat bagus mengenai kegiatan ini karena sangat mendukung sekali terhadap pemuda-pemuda yang menggemari futsal,” tutup Darsum.

    Salah satu pemuda, Alpajri (30) menyebut stimulus dari Crivisaya Ganjar ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas anak muda dalam bermain olahraga bola kaki tersebut.

    “Sangat senang kegiatan ini ada kedatangan relawan Pak Ganjar dalam bidang olahraga ini sangat mendukung pemuda-pemuda ini sangat senang ada bantuan dari futsal kostum apapun perlengkapan futsal. Alhamdulillah kami senang ada bantuan itu,” jelas Alpajri.

    Sebagai informasi, dalam kesempatan itu pula Crivisaya Ganjar juga memberikan bibit sawit kepada kelompok petani setempat untuk mendongkrak produktivitas kebun sawit warga sehingga berdampak pada kualitas taraf hidup.

  • Ganjar Milenial Latih Warga Musi Rawas Kelola Kolam Pemancingan Ikan 

    Ganjar Milenial Latih Warga Musi Rawas Kelola Kolam Pemancingan Ikan 

    SUARAPUBLIK.ID, MUSIRAWAS- Sukarelawan Ganjar Milenial Center (GMC) kembali melakukan kegiatan positif dengan menggelar pelatihan pengembangan usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) mengelola pemancingan ikan.

    Acara bertajuk “Pelatihan Pengelolaan UMKM Kolam Pemancingan Ikan” itu digelar di Desa Q2 Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan dan melibatkan masyarakat hingga para generasi milenial.

    Koordinator Wilayah (Koorwil) Ganjar Milenial Center Sumsel Rudianto Widodo mengatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena bisa menjadi peluang bisnis, sehingga dapat membantu perekonomian warga sekitar.

    Sebab, kata dia, banyak masyarakat menyukai memancing untuk menyalurkan hobi mereka.

    “Memancing adalah salah satu hobi yang digandrungi semua kalangan baik dari milenial maupun orang tua. Banyak yang penghobi mencari tempat mancing,” kata Rudianto dalam siaran persnya, Jumat (10/11).

    Dalam pelatihan tersebut, loyalis Ganjar Pranowo itu berkolaborasi dengan pelaku UMKM Pemancingan Teras Hijau.

    Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Hal itu dilihat dari para peserta yang menghadiri pelatihan pembuatan kolam ikan tersebut.

    Mereka diberikan pemaparan mulai dari pembuatan, keuntungan, dan cara pemeliharaan ikan tersebut.

    “Para peserta diajarkan cara melakukan perawatan ikan di dalam empang jika akan dibuat nanti. Bagimana ikan itu akan tetap sehat terus,” ungkapnya.

    Di sela kegiatan tersebut, mereka juga memperkenalkan sosok Ganjar-Mahfud MD sebagai calon presiden dan wakil presiden kepada masyarakat yang menghadiri pelatihan itu.

    Ahmad Ramdhani Toha penanggung jawab kegiatan tersebut menyampaikan kegiatan ini sangat positif karena bisa menjadi peluang usaha.

    “Kegiatan ini kami laksanakan untuk memantik minat usaha para milenial, karena kami nilai ini merupakan peluang bagi milenial dan masyarakat untuk dapat membuat usaha yang bisa membangkitkan perekonomian masyarakat,” terang Ramdhani.

    Sementara itu, Amiruddin Iskandar pemilik usaha UMKM Kolam Pemancingan Teras Hijau menyampaikan apresiasinya kepada ganjar milenial center.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan kami senang bisa berbagi cerita dengan masyarakat dan bebagi ilmu agar kemudian dapat menjadi bekal bagi masyarakat dan milenial untuk membuat usaha yang sama untuk kestabilan ekonomi rakyat. ” Ucap amirudin

  • Sentra Budi Daya Perikanan Musi Rawas Capai 193,78 Ton Per Hari, Crivisaya Ganjar Latih Warga Cara Membuat Abon Ikan Lele

    Sentra Budi Daya Perikanan Musi Rawas Capai 193,78 Ton Per Hari, Crivisaya Ganjar Latih Warga Cara Membuat Abon Ikan Lele

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Sukarelawan Crivisaya Ganjar yang terdiri dari Generasi Alumni Muda Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Lampung (Unila) melatih puluhan warga Musi Rawas cara membuat abon ikan lele.

    Berkolaborasi dengan produsen Rumah Lele (RULE) bernama Yayuk Yuliani, pelatihan itu digelar di kawasan Danau Aur, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu (16/9/2023).

    “Kegiatan hari ini kami mengadakan pelatihan pengelolaan produk berbahan dasar ikan lele,” ujar Perwakilan Crivisaya Ganjar Sumsel, Agung Wahyudi.

    “Kenapa juga kami memilih ikan lele karena budi daya ikan lele itu di sini juga lumayan banyak dan dan budidaya itu lumayan mudah,” lanjut dia.

    Agung menjelaskan, masyarakat Musi Rawas khususnya Sumber Harta mayoritas menggantungkan sumber penghidupannya pada sektor budidaya ikan. Hal ini dikarenakan daerah Musi Rawas dominan merupakan daerah persawahan dan rawa-rawa.

    Pihaknya pun memilih bahan dasar ikan lele yang akan diolah karena memang komoditas ikan lele menjadi panganan favorit warga sekitar. Selain harganya yang murah, cara pembudidayaan ikan lele juga relatif sangat mudah.

    Mengutip data BPS.go.id, jumlah penduduk Kecamatan Sumber Harta pada tahun 2022 yakni sebanyak 18.695. Dari total masyarakat yang ada, sentra budidaya perikanan menjadi fokus strategis penghidupan dengan tingkat produksi mencapai 193,78 ton per hari.

    “Harapan kami warga bisa lebih kreatif dalam mengelola ikan lele, tidak hanya sekedar budidaya saja, tetapi juga untuk meningkatkan UMKM di daerah sini terutama Musi Rawas,” ungkap Agung.

    Kegiatan ini juga sebagai sosialisasi sosok Ganjar Pranowo calon Presiden 2024 kepada warga setempat. Warga pun tampak sangat antusias menerima kehadiran sukarelawan Crivisaya Ganjar.

    Antusiasme itu dapat terlihat saat warga dan sukarelawan meneriakkan yel-yel “Crivisiya Ganjar Kemenangan Yang Gemilang, Ganjar Pranowo Presiden 2024” dengan gelora yang penuh semangat.

  • Bantu Petani, Milenial Pendukung Ganjar Salurkan Bibit Padi dan Pupuk untuk Kelompok Tani di Musi Rawas

    Bantu Petani, Milenial Pendukung Ganjar Salurkan Bibit Padi dan Pupuk untuk Kelompok Tani di Musi Rawas

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Kumpulan milenial pendukung Ganjar Pranowo di Sumatera Selatan (Sumsel) yang tergabung dalam relawan Ganjar Milenial Center (GMC) Sumsel menggelar aksi sosial dalam menyambut peringatan Hari Buruh yang jatuh tiap 1 Mei.

    Mereka memberikan bantuan bibit padi dan pupuk untuk salah satu kelompok tani di Desa Mana Resmi, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.

    Koordinator Daerah GMC Kabupaten Musi Rawas, Muhammad Hijrah Setiawan mengatakan kegiatan ini digelar relawan untuk membantu para petani sekaligus menunjang perekonomian Musi Rawas dari sektor pertanian.

    “Agar ke depannya keberlangsungan perekonomian di Musi Rawas dapat lebih terjamin untuk para petani dan masyarakat sekitar,” kata Hijrah, Senin (1/5).

    Dalam kegiatan tersebut, relawan GMC Sumsel juga ikut turun ke sawah besama para petani untuk menanam langsung bibit padi yang telah mereka berikan.

    Kegiatan ini menjadi perwujudan dari komitmen GMC Sumsel yang selalu berupaya untuk bisa bermanfaat kepada masyarakat kecil di Bumi Sriwijaya.

    Hijrah juga berharap agar kegiatan ini bisa mengedukasi para milenial yang hadir tentang bagaimana tata cara bertani.

    “Harapannya kepada milenial di Kabupaten Musi Rawas, mereka bisa belajar menjadi petani, dan jangan pernah malu untuk menjadi petani,” harapnya.

    Dia menyebut kegiatan ini terinspirasi dari program-program Ganjar dalam bidang pertanian di Jawa Tengah. Ganjar dinilai mereka sebagai pemimpin yang sangat dekat dengan kalangan buruh dan petani.

    “Untuk kegiatan berikutnya, kami akan melakukan beberapa kegiatan. Baik itu kegiatan sosial masyarakat, kemudian juga ada kegiatan kepemudaan, dan juga ada pelatihan, dan lain sebagainya,” kata Hijrah.

    “GMC akan memberikan program-program terbaik, program-program positif untuk masyarakat,” tambahnya.

    Bantu Petani yang Sedang Kesulitan Pupuk

    Ketua kelompok tani Desa Mana Resmi, Komarudin mengapresiasi bantuan yang diberikan relawan GMC Sumsel. Dia menyebut, bantuan ini sangat tepat karena para petani tengah mengalami kelangkaan pupuk.

    “Saya betul-betul berterima kasih, karena saat ini pupuk sulit. Mau beli enggak ada, uangnya juga sulit. Jadi ada bantuan ini saya sangat berterima kasih,” syukur Komarudin.

    Dia berharap, relawan GMC Sumsel bisa kembali ke desanya dan memberikan bantuan lain untuk petani-petani lainnya.

    “Semoga bantuan ini bukan hari ini saja, semoga ke depannya juga tetap dibantu. Yang perlu dibantu itu pupuk, obat-obatan pengusir hama, dan biaya traktor,” pungkasnya.

  • Naik Perahu Herman Deru Antar Langsung Bantuan untuk Korban Banjir Muara Kelingi

    Naik Perahu Herman Deru Antar Langsung Bantuan untuk Korban Banjir Muara Kelingi

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Begitu menerima laporan  bencana banjir merendam pemukiman warga  yang bermukim disejumlah desa dalam Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas, Gubernur Sumsel   Herman Deru, Selasa (14/3)  pagi langsung turun kelokasi banjir.

    Dalam  tunjauannya tersebut Gubernur Herman Deru ingin memastikan secara langsng bagaimana kondisi warga  yang rumahnya terendam banjir. Selain itu kehadirannya juga membawa bantuan yang diperuntukan bagi warga yang terdampak  genangan banjir yang hampir setinggi  ditengah-tengah masyarakat yang terdampak  banjir.

    Dengan didampingi Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud,  Gubernur Herman Deru menyambangi satu persatu rumah warga yang  terendam banjir akibat meluapnya dua sungai yakni sungai Kelingi  dan sungai Musi  yang terjadi dalam tiga hari terkahir dan hingga,  Selasa (14/3) siang, ketinggian air mencapai  3 meter lebih

    “Yang sabar dan  jaga Kesehatan ya,” ucap  Herman Deru  dari atas   kepada salah satu warga yang ada di salah satu rumah yang  masih terendam banjir.

    Menurut Herman Deru dari  laporan yang  diterimanya, setidaknya ada sekitar 2.258 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir  tersebar di  29 desa  di Musi Rawas. Tiga desa diantaranya di Kecamatan Muara Kelingi yang  terendam cukup parah.

    “Hari ini saya turun langsung meninjau banjir di Muara Kelingi untuk melihat langsung kondisi dan kesehatan warga, dan yang paling penting kita pastikan tidak ada korban jiwa, tegasnya.

    Herman Deru mengapresiasi atas kesigapan satgas dari BPBD dan Basarnas  bersama dengan    TNI/Polri dibantu warga  yang langsung turun kelokasi banjir untuk mengevakuasi warga agar tidak terjadi dampak yang lebih parah.

    “Kita akan mencari penyebabnya, hutan masih terjaga disini tapi kita akan cari penyebabnya dimana, atau  memang karena faktor curah hujan yang sangat tinggi,” imbuhnya.

    Lebih jauh  Herman Deru memastikan  untuk meminimalisir dampak yang akan timbul pasca  banjir, Pemprov Sumsel bersama dengan Pemkab Musirawas  di back up  oleh PMI  telah mendirikan posko kesehatan.

    “Pemprov bersama dengan pemda   dibantu PMI  mendirikan posko kesehatan mengantisipasi dampak banjir seperti penyakit gatal-gatal, demam, ispa termasuk ambulance disiapkan untuk membantu   balita dan manula yang membutuhkan pertolongan cepat,”  tambahnya.

    Terkait dengan kondisi infrastruktur,   Herman Deru juga memastikan beberapa infrastruktur yang rusak akibat banjir akan diinventarisir untuk selanjutnya diperbaiki.  Termasuk Signal telepon seluler diharapkannya tidak ada gangguan.

    “Infrastruktur  yang rusak   tadi ada 4 jembatan gantung yang putus dan 2  masih perlu di inspeksi serta ada beberapa rumah yang  ikut arus,” terangnya.

    Herman Deru intruksikan Bupati Mura  untuk memantau penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Seperti bantuan makanan, obat-obatan dan lainnya.

    “Saya minta  semua  ikut   bersama- sama menanggulangi dampak banjir ini, yang paling penting partisipasi masyarakat dan petugas desa untuk mengontrol jangan sampai ada oknum mengambil kesempatan dalam kesempitan ini. Para tokoh juga dilibatkan memantau  penyaluran bantuan yang kita  distribusikan,” tandasnya.

    Dilain pihak Dadang  (40)  salah satu warga Kecamatan Muara Kelingi, mengaku sangat terharu atas kunjungan Gubernur Herman Deru meninjau warga yang terdampak banjir dan langsung merespon kebutuhan warga dengan memberikan bantuan.

    “Terima kasih pak Gubernur sudah datang  langsung melihat kondisi kami disini. Terimakasih juga atas bantuannya,” ucapnya terbatabata dan haru.

    Menurut Dadang  akibat banjir  ketinggian air menggenangi rumahnya setinggi 3 meter . akibatnya susah untuk beraktivitas sehingga sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah.

    “Ketinggian banjir di rumah kami hampir 3 meter, hampir masuk kelantai dua. Kami kesulitan mendapatkan air bersih dan alat penerangan karena listrik padam,” pungkasnya.

  • Ratusan Santri – Ulama Musi Rawas Dukung Ganjar Pranowo

    Ratusan Santri – Ulama Musi Rawas Dukung Ganjar Pranowo

    Suarapublik.id, Musi Rawas- Santri Dukung Ganjar (SDG) bersama 500 santri dan ulama Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar ‘Gema Selawat dan Doa Bersama untuk Negeri’ di Pondok Pesantren Hidayatul Thullab, Desa Leban Jaya, Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas dengan intensi mencari figur pemimpin tingkat nasional. Mereka menilai, hanya Ganjar yang menonjol dan fokus mendorong moderasi beragama.

     

    “Setelah berdiskusi dan berembuk, para santri dan ulama di Musi Rawas akhirnya sepakat memilih Pak Ganjar. Kami melihat bahwasanya Pak Ganjar adalah sosok figur yang sangat cocok untuk menjadi Presiden 2024-2029 karena beliau selalu konsisten mendorong moderasi beragama,” ucap Koordinator Wilayah SDG Sumsel, Paisal Tanjung di lokasi, Kamis (6/10/22).

     

    Moderasi beragama diperlukan guna menjaga keharmonisan antara hak beragama dan kewajiban berbangsa dan bernegara. Sejumlah aksi maupun program Ganjar dalam mewujudkan moderasi beragama antara lain menangkal radikalisme beragama dan membasmi terorisme.

     

    Di bidang pendidikan, Ganjar menerapkan sistem kurikulum anti radikalisme dan intoleransi di berbagai jenjang pendidikan, dan mendorong munculnya Pondok Pesantren Pelopor Antiradikalisme.

     

    “Pak Ganjar Pranowo adalah pemimpin yang nasionalis dan terbukti merangkul para ulama, habib, santri-santri, untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme diterapkan di Indonesia,” kata Paisal.

     

    Figur berambut putih itu juga memperjuangkan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren yang bertujuan agar pesantren mampu sejajar dengan pendidikan formal. Cara pendekatan program moderasi beragama itulah yang ingin dinasionalkan kalangan pesantren.

     

    “Banyak langkah konkret Pak Ganjar, yang menunjukkan keyakinan semua komponen bangsa dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan melalui moderasi beragama. Kami bertekad akan mendekatkan figur Pak Ganjar kepada masyarakat melalui kanvasing dan door to door karena kami ingin program-program tersebut bisa dinasionalkan,” tutur Paisal.

     

    Senada, Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Musi Rawas, KH Ali Mas’ud menyebut kelayakan Ganjar menjadi Presiden tak hanya dilihat dari pengalaman dalam kursi pemerintahan saja. Melainkan, karena figurnya yang sederhana, jujur apa adanya, demokratis, dan tetap berwibawa.

     

    “Tentang Pak Ganjar Pranowo, dari hati saya yang paling dalam, dia itu idola saya, idolanya ulama-ulama pada umumnya. Karena melihat figur beliau ini nasionalis, keluarganya agamis, religius, sosial dan keilmuannya luar biasa. Beliau ini sangat istimewa dan harapan saya, Pak Ganjar betul-betul presiden kita untuk NKRI harga mati,” tutup KH Ali.

     

    Sekadar informasi, acara kali ini sekaligus menjadi momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional. Hadir dalam acara Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Thullab, Kiai Imron Sahadi, Pimpinan Pondok Pesantren Safinatun Najah Musi Rawas, Kiai Muhajir, dan Mustasyar NU Kabupaten Musi Rawas, KH Ali Mas’ud.