Category: Lampung

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hidupkan Kembali Kain Tapis Lampung Lewat UMKM Dela Tapis

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hidupkan Kembali Kain Tapis Lampung Lewat UMKM Dela Tapis

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Kain tapis yang dahulu hanya dikenakan pada acara adat seperti pernikahan, upacara tradisional, dan perayaan besar, kini tampil lebih modern melalui motif pucuk rebung, sasap, dan siger yang diaplikasikan pada blazer kantor, kemeja kasual, hingga sepatu. Melalui Dela Tapis sebagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) membuktikan bahwa warisan budaya Lampung dapat terus hidup dan relevan di era modern melalui keberanian berinovasi serta dukungan yang tepat.

    Dela Tapis didirikan oleh Sutiyah pada 2014 dengan tiga misi utama, yakni melestarikan warisan budaya Lampung, memberdayakan perempuan, serta memodernisasi kain tapis agar dapat digunakan dalam produk fungsional sehari-hari. Nama “Dela” sendiri diambil dari nama panggilan sang pemilik.

    “Saya melihat kain tapis sebagai warisan yang harus dijaga. Agar tetap diminati generasi muda, tapis perlu dihadirkan dalam bentuk yang lebih modern seperti blazer, kemeja, dan sepatu yang bisa dikenakan sehari-hari,” ujar Sutiyah.

    Proses pembuatan tapis dilakukan dengan ketelitian tinggi, mulai dari pembidangan hingga penyulaman motif khas Lampung menggunakan benang emas. Berlokasi di Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Dela Tapis mengembangkan produk fashion _ready-to-wear_ kasual hingga formal seperti blazer, kemeja, dan sepatu berbahan tenun tapis dengan kisaran harga Rp100 ribu hingga Rp1,2 juta, sekaligus memberdayakan 13 perempuan setempat.

    Pada 2025, UMKM ini mencatat omzet rata-rata Rp5,5 juta per bulan, dengan para pekerja perempuan memperoleh penghasilan tambahan untuk mendukung kebutuhan keluarga dan pendidikan anak.

    “Sebagian ibu-ibu yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini bisa bekerja, sementara lainnya terbantu menambah pendapatan untuk biaya sekolah anak. Saya senang bisa memberdayakan mereka sekaligus menjaga tradisi tapis tetap hidup,” tambah Sutiyah.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui pembinaan, pelatihan, promosi, serta partisipasi dalam berbagai event mendorong Dela Tapis semakin dikenal dan mampu menembus pasar modern, yang dibuktikan dengan raihan Juara 4 Lomba Paduan Wastra Desain se-Kota Metro. Selain berinovasi dalam produk, Dela Tapis juga menerapkan prinsip keberlanjutan dengan mengolah limbah kain menjadi aksesori.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Dela Tapis merupakan contoh nyata bagaimana tradisi dapat terus hidup melalui inovasi.

    “Melalui inovasi produk modern, Dela Tapis membuktikan warisan budaya tetap relevan dan diminati generasi muda. Kami bangga mendampingi upaya pelestarian budaya Lampung yang sekaligus memberdayakan 13 perempuan setempat,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Dela Tapis turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Antarkan Marimar Snack Dari Warung Hingga Toko Modern

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Antarkan Marimar Snack Dari Warung Hingga Toko Modern

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Dari sebuah hobi sederhana membuat cemilan untuk suami yang suka ngemil, kini Theresia Mariyani berhasil membangun usaha camilan yang produknya tersebar di berbagai toko modern. Perjalanan Marimar Snack, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), adalah kisah tentang ketekunan, keberanian bermimpi, dan dukungan yang datang di saat yang tepat.

    Pada tahun 2010, Theresia mulai memproduksi pastel, kacang sembunyi, dan pangsit dalam jumlah terbatas untuk camilan keluarga dan dititipkan ke warung sekitar. Respons pasar yang positif mendorongnya mengembangkan usaha dengan menambah variasi produk, seperti keripik tempe koin, kembang goyang, kacang oven, dan keciput.

    Pada awalnya, Theresia menjalankan seluruh proses usaha seorang diri, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengantaran pesanan. Seiring meningkatnya permintaan, ia merekrut dua ibu rumah tangga untuk membantu produksi. Namun, pertumbuhan pesanan tersebut juga meningkatkan kebutuhan modal, sehingga usaha Theresia mulai menghadapi keterbatasan.

    “Waktu itu saya sudah sangat kewalahan dengan modal. Pesanan banyak, tetapi uang untuk produksi terbatas. Pada tahun 2018, saya bertemu dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang mengenalkan program pemberdayaan UMKM. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa mendapatkan bantuan tersebut,” kenang Theresia.

    Pada tahun 2019, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan bantuan yang disertai dengan pelatihan dan pendampingan usaha. Selain dukungan permodalan, Theresia juga mendapat pendampingan dalam pengurusan perizinan serta akses pemasaran ke toko oleh-oleh di Lampung dan sejumlah toko modern.

    Saat ini, Marimar Snack yang berlokasi di Dusun 03 Sidomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah telah mempekerjakan lima orang. Sebagian besar tenaga kerja merupakan anak putus sekolah dan ibu rumah tangga yang kini memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.

    Produk yang dihasilkan pun semakin beragam, antara lain keripik tempe, aneka enting enting berbahan kacang, wijen, tiwul, dan melinjo, serta keciput, pastel, kembang goyang, klanting udang, dan kacang oven. Seluruh produk dibuat menggunakan resep turun-temurun dengan cita rasa khas yang terus dijaga.

    Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa pendampingan usaha UMKM tidak sekadar berfokus pada pemberian modal.

    “Marimar Snack menjadi contoh nyata bagaimana pendampingan yang berkelanjutan mampu mengubah usaha rumahan menjadi usaha yang berdaya saing. Dari bekerja sendiri hingga mampu memberdayakan lima orang, dari pemasaran di warung hingga masuk ke toko modern. Inilah dampak yang ingin terus kami hadirkan melalui program pemberdayaan,” jelas Rusminto.

    Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Marimar Snack turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penciptaan lapangan kerja, Tujuan 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan, dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan UMKM lokal. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Program SIGAP untuk Mitigasi Bencana dan Adaptasi Iklim di Panjang Utara

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Program SIGAP untuk Mitigasi Bencana dan Adaptasi Iklim di Panjang Utara

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG — Perubahan iklim membawa tantangan nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana seperti Kampung Baru Tiga, Kelurahan Panjang Utara, Bandar Lampung. Banjir berulang, cuaca ekstrem, serta degradasi lingkungan menegaskan perlunya langkah bersama yang terencana dan berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menghadirkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Siaga dan Bersihkan Panjang Utara (SIGAP).

    Program SIGAP mencakup pemasangan 50 biopori untuk meningkatkan daya serap air, pemasangan tiga lampu tenaga surya, pelatihan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik, serta edukasi pengurangan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan tangguh.

    Integrasi upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim menjadi fokus program ini. Selain menekan sumber pemanasan global, SIGAP juga membantu masyarakat tetap aman dan produktif di tengah perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi. Komitmen ini terus diperkuat, terutama di daerah-daerah rentan seperti Panjang Utara.

    Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Panjang Utara, Nur Rachmad, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

    “Kampung kami rawan banjir. Setelah berdiskusi dengan masyarakat, pemerintah, dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kami sepakat memulai langkah-langkah sederhana namun efektif seperti pembuatan biopori dan pengelolaan sampah sebagai upaya mitigasi bencana di Kampung Baru Tiga,” ujarnya.

    Sementara itu, Rina, salah satu warga penerima manfaat, merasakan langsung dampak positif dari program ini.

    “Dulu saat hujan deras, air cepat menggenang. Kini dengan biopori air lebih cepat meresap, lampu tenaga surya membantu penerangan malam hari, dan pelatihan maggot membuat kami bisa mengelola sampah dapur secara mandiri,” ungkapnya.

    Kajian Yayasan Spora Greens Indonesia menunjukkan bahwa Program SIGAP memberikan dampak lingkungan signifikan, di antaranya penghematan energi penerangan sebesar 388,8 kWh per tahun, pengurangan sampah plastik 63 kg yang menurunkan emisi 0,189 ton CO₂ per tahun, serta pengelolaan 8.640 kg sampah organik melalui budidaya maggot yang mampu menekan potensi emisi metana hingga 194,4 kg CH₄ per tahun.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

    “Aksi mitigasi dan adaptasi lingkungan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menekan sumber perubahan iklim sekaligus membantu masyarakat beradaptasi dengan tantangan yang tidak terhindarkan. Keberhasilan program seperti ini bergantung pada kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan terus mendukung upaya bersama tersebut,” ujar Rusminto.

    Program SIGAP merupakan wujud nyata kontribusi TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan Tujuan 15 (Ekosistem Daratan). Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan, program ini diharapkan menjadi contoh bagaimana aksi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berdayakan Java Silver, UMKM Kerajinan Perak yang Tumbuh Bersama Pemuda Desa

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berdayakan Java Silver, UMKM Kerajinan Perak yang Tumbuh Bersama Pemuda Desa

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Arif tidak pernah membayangkan bahwa keterampilannya mengukir perak dapat menjadi sumber penghasilan tetap bagi keluarganya. Perubahan itu mulai terasa setelah Java Silver, UMKM kerajinan perak di Desa Rukti Endah, Kecamatan Seputih Raman, Lampung, mendapatkan pembinaan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Melalui pendampingan yang terarah, kemampuan produksi dan pemasaran Java Silver meningkat sehingga membuka kesempatan ekonomi baru bagi warga desa.

    Arif kini menjadi salah satu pemuda lokal yang memperoleh pekerjaan tetap dengan penghasilan sekitar Rp3 juta per bulan. Pendapatan tersebut membantu ia membiayai pendidikan anak dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.

    “Bekerja di Java Silver bukan hanya soal gaji, tetapi juga kesempatan belajar keterampilan baru yang memberi harapan jangka panjang,” ujar Arif.

    Perkembangan Java Silver menunjukkan bagaimana pembinaan UMKM mampu memberikan dampak bagi banyak keluarga. Sejak menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, omzet usaha meningkat hingga mencapai Rp5 juta per bulan. Selain itu, empat pemuda setempat yang sebelumnya kesulitan mencari pekerjaan kini memperoleh penghasilan yang lebih stabil.

    Pemilik Java Silver, Yudi Aptianto, telah berkarya di bidang kerajinan perak sejak 2013. Kualitas produknya kuat, tetapi akses pasar serta kapasitas pengelolaan usaha masih terbatas. Melalui pembinaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Yudi mendapatkan pendampingan menyeluruh yang mencakup peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga penguatan jaringan bisnis.

    Produk perak yang sebelumnya hanya dikenal di desa kini menjangkau pembeli dari berbagai daerah dan mulai diminati reseller. Yudi juga mengikuti pelatihan manajemen usaha di Rumah BUMN yang difasilitasi Pertamina, di mana ia mempelajari pencatatan keuangan, perencanaan produksi, serta strategi pengembangan usaha. Pengetahuan ini menjadi fondasi utama dalam memperkuat bisnisnya.

    “Pendampingan ini membuat saya memahami cara mengelola usaha secara benar, membangun jaringan, dan memperluas pasar. Dampaknya langsung terlihat pada omzet dan rasa percaya diri saya sebagai pelaku UMKM,” ujar Yudi.

    Perubahan yang terjadi menunjukkan hasil pembinaan yang konsisten yaitu omzet meningkat, pasar lebih luas, dan para pemuda desa memiliki keterampilan mengukir perak yang dapat menjadi modal hidup jangka panjang.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa Java Silver menjadi contoh bagaimana pendampingan berkelanjutan dapat memperkuat UMKM dan mendorong kemandirian ekonomi lokal.

    “Kami ingin memastikan program TJSL tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi membangun kapasitas dan peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri. Pertumbuhan Java Silver menunjukkan bahwa UMKM dapat naik kelas ketika mendapat dukungan yang konsisten,” ujar Rusminto.

    Program ini juga sejalan dengan _Sustainable Development Goals)_ (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui dukungan yang konsisten, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen mendorong UMKM lokal agar semakin berdaya dan berkelanjutan.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Kakanova Menjadi UMKM Kuliner Unggulan Lampung Tengah

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Kakanova Menjadi UMKM Kuliner Unggulan Lampung Tengah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Salah satu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merasakan dampak nyata pembinaan adalah Kakanova, usaha makanan kering di Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah yang digerakkan oleh Siti Rohimah sejak 2018.

    UMKM Kakanova lahir dari kebutuhan ekonomi keluarga dan hobi membuat kue. Nama Kakanova sendiri diambil dari gabungan nama anak-anak Siti, menjadi simbol doa dan harapan agar usaha ini terus tumbuh membawa keberkahan.

    Dari dapur, Siti mulai mengolah aneka camilan hingga akhirnya menemukan produk andalan yang kini banyak dicari, seperti _banana_ _cookies_. Bentuknya menyerupai pisang dengan aroma manis khas buah, dibuat dari mentega, telur, pisang, dan cokelat.

    “Awalnya saya hanya ingin membantu ekonomi keluarga. Tapi setelah ikut pelatihan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, saya belajar mengelola usaha dengan lebih benar, dari digital marketing sampai mengurus izin halal dan NIB,” ujar Siti.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel membuat UMKM Kakanova berubah dari skala rumahan menjadi UMKM yang siap bersaing. Pendampingan, pembukuan, legalitas, hingga pemasaran membuat produk Kakanova masuk ke pasar modern, toko oleh-oleh, hingga hotel. Saat ini, UMKM Kakanova memiliki 15 varian produk seperti _banana_ _cookies_, _banana_ _greentea_, _banana_ _ice_ _cream_, nastar keju, hingga _banana_ Qla dengan kisaran harga Rp15 ribu hingga Rp60 ribu.

    Pertumbuhan usaha ini juga membuka ruang bagi pemberdayaan warga sekitar. UMKM Kakanova mempekerjakan 6 hingga 15 karyawan sesuai kebutuhan produksi, mayoritas ibu rumah tangga dan remaja yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan.

    UMKM Kakanova juga menjadi tempat belajar bagi banyak orang. Dua mantan karyawan, Hayatussadah dan Muawanah, kini telah memiliki usaha sendiri setelah beberapa tahun bekerja dan belajar di Kakanova.

    “Saya sangat bersyukur karena UMKM Kakanova membuka ruang untuk saya belajar, saat ini saya mampu membuka usaha sendiri, ini juga berkat bimbingan Ibu Siti sebelumnya,” ujar Muawanah.

    Dengan omzet rata-rata 25 juta rupiah per bulan, Kakanova semakin mantap menapaki pasar yang lebih luas. Produk-produknya rutin tampil dalam pameran di Lampung, Jakarta, hingga Palembang. Pada 2022, Kakanova mendapat penghargaan Shidakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan berkat peningkatan produktivitas usaha yang konsisten sejak 2019.

    Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan pentingnya pendampingan seperti ini dalam mendorong perekonomian lokal.

    “Kami ingin UMKM mampu membuka lapangan kerja, memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, dan bertahan dalam jangka panjang. Kakanova menunjukkan bahwa pelatihan dan akses yang tepat bisa membawa pelaku usaha naik kelas,” ujar Rusminto.

    Dengan komitmen terus memperkuat pelaku usaha lokal, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh dan memberikan dampak sosial nyata di daerahnya. Program pembinaan UMKM Kakanova sejalan dengan pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

  • Kolaborasi OJK dan Insan Media Sumbagsel untuk Diseminasi Informasi Ekonomi dan Keuangan yang Reliabel dan Terpercaya

    Kolaborasi OJK dan Insan Media Sumbagsel untuk Diseminasi Informasi Ekonomi dan Keuangan yang Reliabel dan Terpercaya

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama OJK Provinsi Lampung, OJK Provinsi Jambi, dan OJK Provinsi Bengkulu menyelenggarakan rangkaian Media Update, Journalist Class, dan Media Gathering sebagai upaya penguatan komunikasi publik dan peningkatan kapasitas jurnalis dalam pemberitaan sektor jasa keuangan. Kegiatan dilaksanakan pada 28–29 November 2025 di Provinsi Lampung, dengan melibatkan insan media dari wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

    Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi OJK dan insan media dalam mendorong ekosistem informasi publik yang kredibel, inklusif, dan berorientasi edukasi. Selain menyampaikan perkembangan terkini sektor jasa keuangan di wilayah Sumbagsel, meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, serta Kepulauan Bangka Belitung, program ini dirancang khusus untuk memperkuat kemampuan jurnalis dalam menyajikan informasi keuangan yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.

    Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara OJK dan insan media dalam memperluas edukasi keuangan melalui penyampaian informasi publik yang kredibel. “Media adalah mitra utama OJK dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat, terutama di tengah derasnya arus pemberitaan digital. Rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk komitmen OJK untuk memastikan jurnalis memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai sektor jasa keuangan sehingga dapat menyajikan pemberitaan yang objektif, membangun, dan informatif”, ujarnya. Beliau juga menyampaikan bahwa media gathering menjadi ruang dialog yang penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat ekosistem informasi keuangan yang sehat dan inklusif.

    Kegiatan ini dihadiri juga oleh para Kepala OJK di wilayah Sumbagsel serta diikuti oleh 80 insan media dari seluruh wilayah Sumbagsel.

     

    Lebih dari sekadar forum penyampaian informasi, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat jejaring komunikasi antara OJK dan insan media. Di tengah meningkatnya tantangan misinformasi dan kompleksitas perkembangan layanan keuangan digital, kolaborasi antara regulator dan media sangat dibutuhkan untuk memastikan publik menerima informasi yang benar, terpercaya, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

    Dengan adanya penguatan kapasitas jurnalis melalui Journalist Class dan pembaruan sektor keuangan melalui Media Update, diharapkan insan media semakin berdaya dalam mengawal informasi publik yang kredibel serta ikut andil dalam mewujudkan tujuan besar peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional. Rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperdalam pemahaman mengenai dinamika industri jasa keuangan di daerah.

    Sinergi ini diharapkan dapat terus diperkuat di tahun-tahun mendatang melalui kolaborasi yang lebih sistematis, penyediaan data yang lebih mudah diakses, dan pengembangan ruang-ruang pelatihan yang berkelanjutan bagi jurnalis. Dengan dukungan insan media, OJK optimis kualitas komunikasi publik sektor jasa keuangan akan semakin meningkat, sejalan dengan upaya mewujudkan sektor keuangan yang sehat, stabil, inklusif, dan memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat UMKM Telaga Rizqy Hingga Beromzet Puluhan Juta dan Menjadi Lokasi Eduwisata

    Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat UMKM Telaga Rizqy Hingga Beromzet Puluhan Juta dan Menjadi Lokasi Eduwisata

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). UMKM Telaga Rizqy, peternakan kambing perah di Kota Metro, Lampung, menjadi contoh sukses transformasi UMKM lokal menjadi pusat agro eduwisata modern yang memberdayakan masyarakat.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mencakup penguatan bisnis, pembangunan kandang modern, pelatihan strategi usaha, serta fasilitasi promosi dan akses pasar. Berbagai pendampingan ini turut memperkuat kapasitas UMKM Telaga Rizqy, yang kini mencatat omzet stabil di kisaran Rp30 juta hingga Rp40 juta per bulan.

    “Mulai dari modal pembelian kambing Saanen, pengembangan kandang, hingga pelatihan digital marketing, semua dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat membantu perkembangan usaha kami,” ujar Winarko Heri Setiono, pendiri UMKM Telaga Rizqy.

    UMKM Telaga Rizqy yang berdiri sejak 2017 awalnya hanya memproduksi susu kambing segar. Saat ini usaha tersebut telah menghasilkan berbagai produk seperti susu kambing pasteurisasi (Rp13 ribu per botol 250 ml), yogurt (Rp15 ribu per cup), kefir atau susu fermentasi (Rp20 ribu per botol), hingga susu kambing bubuk merek Fitgoat (Rp45 ribu per kotak 200 gram) dan Rizqyku (Rp35 ribu per standing pouch 200 gram).

    Sebagai agro eduwisata, UMKM Telaga Rizqy menjadi lokasi pembelajaran peternakan modern melalui kegiatan praktik kerja siswa SMK, penelitian mahasiswa, magang ternak, pelatihan budidaya dan pengolahan susu, serta _field trip_ dari berbagai jenjang pendidikan. Setiap tahun ratusan pelajar dan masyarakat belajar langsung mengenai manajemen ternak, sanitasi, pengolahan susu dan kewirausahaan.

    Selain itu, UMKM Telaga Rizqy memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik berbasis limbah ternak sebagai bagian dari edukasi lingkungan. Kotoran kambing padat diolah menjadi kompos hingga 1.500 kg per bulan, sementara urine kambing dimanfaatkan menjadi Pupuk Organik Cair. Produksi POC dilakukan bertahap seiring penguatan pasar, namun tetap menjadi materi edukasi utama dalam pemanfaatan limbah secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang sebagai pupuk alternatif bagi kelompok ternak.

    Saat ini Telaga Rizqy memiliki 6 pekerja tetap, 4 pekerja tidak tetap, serta memberdayakan 9 peternak di Metro dan puluhan peternak lain di berbagai kabupaten di Lampung. Para pekerja mendapatkan keterampilan yang terus dievaluasi dan ditingkatkan untuk memperkuat kapasitas usaha.

    Salah satu pekerja, Nur Aini (59), merasakan langsung manfaat keberadaan usaha ini.

    “Saya orang tua tunggal dengan tiga anak. Sudah enam tahun bekerja di Telaga Rizqy, dan Alhamdulillah dari penghasilan di sini saya bisa menyekolahkan anak-anak. Saya juga diberi kesempatan memelihara ternak sendiri dengan bibit yang dibantu UMKM Telaga Rizqy,” ujar Nur.

    Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan komitmen perusahaan dalam membina UMKM agar terus berkembang.

    “UMKM Telaga Rizqy adalah bukti bahwa pendampingan yang konsisten mampu mendorong UMKM lokal naik kelas, sekaligus menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan bagi masyarakat,” ujar Rusminto.

    Program pembinaan Telaga Rizqy sejalan dengan pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

  • Journalist Class OJK Kumpulkan Wartawan Sumbagsel

    Journalist Class OJK Kumpulkan Wartawan Sumbagsel

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 November 2025 di Hotel Holiday Inn Bukit Randu tersebut diikuti puluhan wartawan dari Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, dan Bengkulu. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai isu, kebijakan, dan dinamika yang tengah berkembang di dunia keuangan.

    Pembukaan acara dipimpin oleh Kepala Divisi Direktorat Pengawasan PEPK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sumsel, Asnawati. Ia menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan informasi, terutama di era digital yang rentan terhadap penyebaran hoaks.

    Asnawati menegaskan bahwa peningkatan pemahaman jurnalis merupakan langkah strategis untuk memastikan publik menerima informasi yang kredibel, utamanya terkait kebijakan dan layanan sektor keuangan yang terus bergerak dinamis.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap kualitas pemberitaan sektor jasa keuangan semakin meningkat sehingga masyarakat mendapatkan edukasi yang tepat,” ujar Asnawati pada Jumat (28/11/2025).

    Sesi inti Journalist Class menghadirkan dua narasumber. Widya Ningsih, Asisten Direktur OJK Institute, memberikan materi mendalam tentang tren dan perkembangan kebijakan keuangan terkini. Ia juga memaparkan tantangan regulator dalam menjaga stabilitas dan perlindungan konsumen.

    Sementara itu, jurnalis KompasTV Lampung, Vina Oktavia, berbagi pengalaman mengenai teknik peliputan yang akurat, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan ketelitian dalam melaporkan isu-isu keuangan.

    Melalui kegiatan yang berlangsung interaktif ini, OJK Sumbagsel berharap hubungan kemitraan dengan insan pers semakin erat. Selain menjadi sarana penyampaian informasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi jurnalis untuk menyampaikan perspektif dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan.

  • Bukti Konsistensi Layanan Gas Bumi, FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20

    Bukti Konsistensi Layanan Gas Bumi, FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20

    SUARAPUBLIK. id, Lampung- Dari perairan 21 km lepas Pantai Labuhan Maringgai, Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung kembali menerima kargo Liquefied Natural Gas (LNG) untuk kebutuhan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebesar ±131.000 m³. LNG tersebut bersumber dari LNG Plant domestik.

    Penerimaan kargo tanggal 12 – 14 November 2025 dengan proses ship-to-ship-transfer (STS) dilaksanakan oleh PT PGN LNG Indonesia (”PLI”), anak usaha PGN. Kegiatan ini menjadi penerimaan kargo ke-20 sepanjang tahun 2025, yang menandai operasional FSRU Lampung tetap andal dan stabil.

    Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menegaskan pentingnya STS LNG bagi kesinambungan layanan gas bumi nasional. Hal ini juga merupakan wujud dukungan pemerintah dan stakeholder kepada PGN dalam menjamin keberlangsungan pasokan energi bersih.

    “Penerimaan kargo ke-20 membuktikan keandalan FSRU Lampung sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga suplai energi bersih dan turut mencerminkan sinergi yang kuat dalam PGN Group. Konsistensi ini menjadi fondasi dalam memperkuat layanan gas bagi masyarakat dan industri, sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional,” ujarnya, (18/11/2025).

    Di sisi lain Direktur Utama PLI, Nofrizal, menambahkan bahwa keberhasilan ini juga mencerminkan kapabilitas operasi yang semakin matang. “Sejak awal beroperasi, kami berkomitmen menghadirkan solusi energi yang terkoneksi, aman, dan berkelanjutan. Setiap kegiatan STS dijalankan dengan standar keselamatan tertinggi,” tambahnya.

    Hingga 14 November 2025, FSRU Lampung menerima 20 kargo LNG dengan volume mencapai ±58,03 juta MMBTU. PLI terus memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan sektor energi industri dan pembangkit, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera. Adapun kapasitas penyimpanan FSRU Lampung sendiri mencapai 170.000 m3, dengan kapasitas regasifikasi LNG sebesar 240 MMSCFD.

    “Kegiatan STS ke 20 di tahun 2025 juga menjadi momentum bagi PLI untuk mempertegas perannya bagian dari Subholding Gas dalam menyediakan energi bersih bagi Indonesia, sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam transisi energi menuju Net Zero Emission,” pungkas Nofrizal.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Lampung Ethnica Lestarikan Budaya Lewat Busana dan Pemberdayaan Masyarakat

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Lampung Ethnica Lestarikan Budaya Lewat Busana dan Pemberdayaan Masyarakat

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Dari kain bermotif khas Lampung, lahirlah karya yang tak hanya indah, tapi juga menyimpan makna tentang budaya dan kemandirian. Itulah Lampung Ethnica, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang berlokasi di Jalan Raya Sekampung, Dusun IV, Pasar Desa Sumbergede, Lampung Timur. Usaha ini menghadirkan busana etnik bernuansa modern sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.

    Didirikan oleh Qoriatul Hayati pada tahun 2018, Lampung Ethnica berawal dari kecintaannya terhadap kain tapis dan motif tradisional Lampung. Dengan sentuhan kreatif, motif khas itu diolah menjadi busana modern untuk berbagai kesempatan, seperti tas, peci, sendal, sarung, belt etnik, kaos, outer, kimono, dan vest mulai dari harga Rp40 ribu sampai Rp1 juta.

    “Awalnya saya hanya ingin kain khas Lampung tetap hidup. Setelah mendapat pendampingan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, saya belajar mengembangkan desain yang tetap bernilai budaya tapi bisa diterima pasar modern,” ujar Qoriatul, pendiri Lampung Ethnica.

    Sejak menjadi UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel pada 2022, Lampung Ethnica berkembang pesat. Usaha ini memberdayakan 350 ibu rumah tangga penenun tapis dan 15 pemuda lokal, tiga di antaranya kini bisa kuliah sambil bekerja, dengan peningkatan penghasilan keluarga dari Rp500 ribu menjadi Rp900 ribu hingga Rp1,7 juta per bulan.

    “Saya ikut sejak awal Lampung Ethnica berdiri. Berkat dukungan Lampung Ethnica dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, saya bisa melanjutkan kuliah sambil tetap bekerja dengan penghasilan yang ada. Saya berharap suatu hari bisa ikut mengembangkan usaha ini agar makin banyak anak muda yang tertarik melestarikan kain tapis,” ungkap Diah Aprilia, salah satu pemuda yang berhasil kuliah berkat program ini.

    Penciptaan lapangan kerja bagi pemuda lokal, dukungan bagi kelompok disabilitas yang ikut dalam proses produksi, serta pelestarian budaya daerah menjadi bukti bahwa bisnis dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan, sejalan dengan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    Melalui program pembinaan UMKM, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendukung pengembangan Lampung Ethnica lewat pelatihan manajemen, pengemasan, dan pemasaran digital. Dukungan ini membuat Lampung Ethnica menembus pasar luar daerah, tampil di pameran nasional seperti SMEXPO dengan penjualan tertinggi, hingga merambah ajang internasional, yakni pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) di Jakarta Convention Center tahun 2025.

    Menurut Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung ekonomi lokal berbasis kearifan budaya.

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak hanya membantu dari sisi permodalan, tetapi juga mendorong UMKM binaan untuk tumbuh berkelanjutan dan tetap membawa nilai budaya dalam setiap karya,” ungkap Rusminto.

    Kini, Lampung Ethnica menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Lampung. Lebih dari sekadar usaha, Lampung Ethnica adalah wujud cinta pada budaya dan semangat berdaya yang menumbuhkan ekonomi tanpa kehilangan jati diri. Melalui program binaan Lampung Ethnica, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-8 tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak.

  • Aksi Jaga Keanekaragaman Hayati, Pertamina Kampanyekan Pelestarian Burung di Way Kambas

    Aksi Jaga Keanekaragaman Hayati, Pertamina Kampanyekan Pelestarian Burung di Way Kambas

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menyelenggarakan program Sosialisasi Desa Ramah Burung bertema “Suara dari Hutan: Menjadikan Desa Kita Rumah Bagi Burung” di Desa Labuhan Ratu IX, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Selasa (19/08). Sosialisasi ini difokuskan pada masyarakat umum, terkhusus pendidikan anak-anak sejak dini mengenai pentingnya perlindungan satwa burung sebagai bagian integral dari ekosistem.

Kawasan Desa Labuhan Ratu IX, Lampung Timur adalah salah satu desa penyangga, khususnya yang berbatasan dengan Taman Nasional Way Kambas, memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan menjadi habitat penting bagi berbagai spesies burung. Namun, aktivitas ilegal seperti penangkapan burung untuk diperjualbelikan masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian ekosistem. Melihat kondisi ini, inisiatif Desa Ramah Burung hadir sebagai solusi untuk menciptakan harmonisasi antara kehidupan masyarakat dengan pelestarian satwa.

    Program ini mengajarkan masyarakat tentang peran vital burung dalam menjaga keseimbangan ekosistem, serta memberikan panduan praktis untuk melindungi dan melestarikan habitat burung. Inisiatif Desa Ramah Burung tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan desa sebagai habitat yang aman dan nyaman bagi beragam jenis burung, baik yang menetap maupun yang bermigrasi.

    Catur Yogi Prasetyo, Supervisor Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) and Fleet IT Panjang, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah konkret dari Pertamina bersama Koperasi Plang Ijo dalam menjaga keanekaragaman hayati. “Pertamina percaya bahwa kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian alam. Melalui dukungan kami, kami berharap dapat mewujudkan visi bersama untuk menjaga keberagaman satwa liar dan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

    Arif Fauzun, Ketua Kelompok Koperasi Plang Ijo yang merupakan binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, menyampaikan dampak positif program ini terhadap perubahan perilaku masyarakat. “Sebelum program ini, masyarakat masih melakukan aktivitas ilegal di desa penyangga dan kawasan Way Kambas, salah satunya menangkap burung untuk dijual. Setelah sosialisasi desa ramah burung, aktivitas ilegal tersebut berkurang signifikan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Arif menyebutkan bahwa kesadaran masyarakat kini meningkat dalam melindungi satwa burung. “Masyarakat lebih paham cara melindungi burung, dan jika menemukan adopsi sarang burung, mereka segera melaporkannya ke Koperasi Plang Ijo untuk dilestarikan. Way Kambas sendiri merupakan salah satu spot terbaik di Asia Tenggara bagi pengamat burung atau birder,” tambahnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, memaparkan strategi keberlanjutan program ini. “Langkah-langkah peningkatan program meliputi sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat dan anak sekolah untuk menjaga dan melestarikan satwa burung di desa penyangga Taman Nasional Way Kambas, serta menghentikan kegiatan ilegal penangkapan burung dilindungi,” terangnya.

    Rusminto menambahkan bahwa program ini juga mencakup konservasi dan rehabilitasi habitat melalui penanaman pohon, kegiatan adopsi sarang burung, monitoring dan pengawasan, serta penguatan aturan desa. “Pendekatan komprehensif ini memastikan kelestarian jangka panjang bagi ekosistem burung dan habitatnya,” pungkasnya.

    Inisiatif Desa Ramah Burung ini sejalan dengan pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) mengenai penanganan perubahan iklim dan Tujuan 15 (Ekosistem Darutan) tentang pelestarian ekosistem darat. Program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

  • Pertamina Gerakkan Kesadaran Kolektif Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kawasan Kampung Baru Tiga Bandar Lampung

    Pertamina Gerakkan Kesadaran Kolektif Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kawasan Kampung Baru Tiga Bandar Lampung

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Dalam upaya mengatasi permasalahan lingkungan terutama pada volume sampah yang tinggi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menyelenggarakan program sosialisasi kesadaran sampah berbasis lingkungan di Kampung Baru Tiga, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Lokasi yang termasuk dalam Ring 1 Pertamina IT Panjang ini menjadi fokus pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

    Kegiatan yang diselenggarakan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung ini melibatkan berbagai elemen masyarakat yang berjumlah 23 orang, termasuk kelompok Ecobrick, kelompok Ruggot (Budidaya Maggot), dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang merupakan binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Pendekatan ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

    Inisiatif ini lahir dari keresahan masyarakat Kampung Baru Tiga terhadap permasalahan sampah di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil penelitian Institut Teknologi Sumatera (ITERA), timbulan sampah rumah tangga di Kecamatan Panjang, khususnya Kampung Baru Tiga, mencapai lebih dari 23 ton setiap bulannya. Volume yang signifikan ini tidak hanya mengancam kesehatan lingkungan, tetapi juga telah terbukti menjadi salah satu faktor penyebab bencana banjir yang melanda kawasan tersebut pada Mei 2025.

    Kepala Sub Bagian Umum DLH Kota Bandar Lampung, Nasrobi Sagara, menekankan pentingnya transformasi mindset masyarakat. “Penanganan sampah yang efektif bukan sekadar menyediakan infrastruktur seperti tempat sampah atau fasilitas daur ulang, melainkan memerlukan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat. Langkah paling tepat adalah menumbuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai atau laut. Dari kesadaran individual inilah kita dapat membangun gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ungkap Nasrobi.

    Peran partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam kesuksesan program pengelolaan sampah berkelanjutan. Kesadaran masyarakat merupakan pondasi yang menentukan efektivitas penanganan sampah. Hal ini terbukti melalui inovasi-inovasi bernilai ekonomis yang dikembangkan kelompok masyarakat Kampung Baru Tiga, seperti pengolahan sampah anorganik menjadi ecobrick dan pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi komunitas lokal melalui pendampingan dan dukungan program TJSL Pertamina.

    Ketua Kelompok FPRB, Nur Rachmad, sekaligus salah satu peserta sosialisasi, menyampaikan apresiasi dan harapan ke depan. “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina dan DLH Kota Bandar Lampung atas program sosialisasi yang membuka wawasan masyarakat Panjang Utara tentang pentingnya tidak membuang sampah ke sungai atau laut. Harapan kami, inisiatif ini dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tutur Nur Rachmad.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam penanganan isu lingkungan. Rusminto juga mengatakan, dengan pendekatan melalui edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan, program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi kawasan lain dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah di era modern.

    “Penanganan sampah yang efektif dimulai dari kesadaran kolektif. Ketika setiap individu merasa bertanggung jawab atas jejak sampahnya, barulah kita dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, oleh karena itu penanganan sampah menjadi tanggung jawab antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung program-program penanganan sampah sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan,” tegas Rusminto.

    Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya mendukung Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), Tujuan 13 (Aksi Terhadap Perubahan Iklim), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

  • Pelatihan UMK Academy 2025 Beri Energi Baru Menuju UMK Maju

    Pelatihan UMK Academy 2025 Beri Energi Baru Menuju UMK Maju

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui penyelenggaraan pelatihan UMK Academy 2025. Program akselerasi UMK naik kelas ini dihadiri oleh 40 peserta pelaku UMK yang berasal dari berbagai sektor usaha di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

    UMK Academy 2025 merupakan program komprehensif yang dirancang untuk memberikan akselerasi bagi pelaku UMK dalam meningkatkan kelas usaha mereka. Program ini mencakup berbagai kelas pengembangan seperti Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global melalui serangkaian pelatihan intensif, pendampingan usaha berkelanjutan, dan proses sertifikasi yang terstruktur.

    Pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan metode luring dan daring untuk memberikan fleksibilitas maksimal kepada peserta. Materi pelatihan yang disampaikan meliputi dua topik strategis, yaitu “Seri Go-Green UMK: Jalan Menuju Bisnis Ramah Lingkungan” dan “Seri Pengembangan: 4 Karakter Pengusaha Tangguh di Era Ketidakpastian”. Kedua materi ini dipilih untuk membekali peserta dengan pengetahuan praktis yang relevan dengan tantangan bisnis kontemporer.

    Program UMK Academy ini dirancang untuk berlangsung selama 5-6 bulan dengan berbagai jenis aktivitas pembinaan yang komprehensif. Rangkaian kegiatan meliputi self-learning melalui platform e-learning, short course, pendampingan intensif, coaching bisnis, sosialisasi program, proses sertifikasi, kurasi UMK Champion, dan kompetisi UMK Aggregator yang dikenal sebagai Pertapreneur Aggregator.

    Salah satu peserta pelatihan, Kartini Eka Sari, pemilik usaha Pempek Syamil, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan yang diikutinay. “Pelatihan UMK Academy ini sangat bermanfaat bagi perkembangan usaha saya. Materi tentang bisnis ramah lingkungan memberikan perspektif baru tentang bagaimana menjalankan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan. Saya berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kualitas produk dan jangkauan pasar usaha saya,” ungkapnya.

    Narasumber UMK Academy 2025 sekaligus fasilitator Rumah BUMN Lampung Tengah, Raras, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta. “Peserta UMK Academy sangat antusias dan berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari UMK Academy dapat diterapkan secara efektif dalam usaha mereka. Kami optimis bahwa dengan bekal pengetahuan yang komprehensif ini, para pelaku UMK dapat meningkatkan kualitas dan keberhasilan bisnis yang dijalankan,” kata Raras.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengapresiasi semangat dan antusiasme para peserta dalam mengikuti pelatihan UMK Academy 2025 yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan usaha mereka.

    “Pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan. Kami yakin dengan memberikan pelatihan berkualitas dan pendampingan berkelanjutan, para pelaku UMK akan mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih modern, digital, dan berdaya saing tinggi. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi pada penguatan ekonomi regional dan nasional,” ujar Rusminto.

    Pertamina berharap para pelaku UMK dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, dan pemahaman pasar mereka, serta memanfaatkan digitalisasi melalui pelatihan dan pendampingan yang telah disediakan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mengimplementasikan _Sustainable Development Goals_ (SDGs) Tujuan 8, yaitu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja yang penuh dan produktif. Seluruh upaya ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, menunjukkan dedikasi perusahaan terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

  • DTFL Tanam 23.171 Trembesi di Tol Trans Sumatra Demi Reduksi Emisi Karbon

    DTFL Tanam 23.171 Trembesi di Tol Trans Sumatra Demi Reduksi Emisi Karbon

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Program penghijauan Djarum Trees for Life (DTFL) dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menyerahkan secara simbolis 23.171 pohon trembesi kepada dua pengelola tol Trans Sumatera, yakni PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll Road dan PT Waskita Sriwijaya Toll Road, yang mengelola ruas Bakauheni–Palembang.

    Sebelumnya, pada 2024 lalu BLDF melalui program DTFL telah melakukan seremonial penyerahan trembesi dengan mitra-mitra pengelola di lima ruas jalan tol sepanjang Jawa Tengah – Jawa Timur.

    Hingga saat ini, jumlah trembesi yang tertanam telah mencapai 203.641 pohon. Inisiatif ini kemudian berkembang pesat, terutama dengan sinergi bersama mitra pengelola jalan tol lainnya, termasuk di Trans Sumatra.

    “Bersama dua mitra pengelola jalan tol Trans Sumatra, kami sudah menyelesaikan penanaman dan perawatan, ini menjadi sebuah langkah nyata untuk mereduksi karbon. Empat tahun lalu, BLDF bersama PT Bakauheuni Terbanggi Besar Toll dan PT Waskita Sriwijaya Toll Road melakukan penanaman 8.728 bibit trembesi dan bertambah hingga 19.124 bibit di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan di ruas tol Kayuagung – Palembang tertanam 4.047 di sepanjang 38 km,” ujar Program Director BLDF, Jemmy Chayadi saat dibincangi langsung, Kamis (31/7/2025).

    Jemmy mengatakan program penanaman ini menjadi tonggak awal dalam upaya mendukung pembangunan hijau yang berkelanjutan di ujung selatan wilayah Sumatra.

    “Hingga saat ini, lebih dari 23 ribu bibit trembesi berhasil menghijaukan ruas tol sepanjang 179KM,” katanya.

    Ia menyampaikan, pihaknya tidak hanya berhenti pada proses penanaman. Tetapi juga melakukan perawatan selama tiga tahun untuk memastikan pohon tumbuh optimal.

    “Penanaman trembesi dilakukan sedini mungkin sehingga pohon yang sudah tumbuh cukup besar dan menyerap emisi karbon dari kendaraan yang melintasi tol Trans Sumatra. Ke depannya, BLDF akan senantiasa berkomitmen dalam berkontribusi melakukan upaya-upaya kolaboratif guna pengendalian perubahan iklim,” imbuhnya.

    Diketahui, BLDF telah memulai program itu sejak 1979. Lewat Program DTFL, BLDF telah menanam 2,4 juta pohon di Indonesia, mulai dari Kota Kudus, Pantura, Trans Jawa, sampai Trans Sumatera.

    Gubernur Lampung diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Achmad Saefullah menuturkan Provinsi Lampung berkomitmen mendorong kemajuan pembangunan yang lebih baik.

    “Penanaman 23.171 trembesi mengartikan kita sedang menanam harapan, karena trembesi merupakan pohon yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan serta masa depan. Gerakan ini menjadi langkah positif dalam menghadirkan keseimbangan pembangunan. Sebab, kami menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan pelestarian hidup,” tuturnya.

    Ia berharap, aksi penanaman pohon yang diinisiasi BLDF ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat Lampung serta provinsi lainnya dalam menghijaukan lingkungan.

    “Penanaman trembesi di sekitar infrastruktur ini merupakan salah satu strategi adaptasi dan mitigasi dalam perubahan iklim. Karena trembesi merupakan pohon yang memiliki kemampuan tertinggi dalam penyerapan karbon dioksida dengan perkirakan mampu menyerap hingga 28,5 ton gas emisi karbon. Upaya BLDF ini menjadi pioner dalam penanaman pohon, sehingga diharapkan aksi penanaman pohon ini perlu digalakkan,” ucap dia.

  • Hadirkan Solusi Inovatif! Pertamina Resmikan Rumah Maggot dan Gelar Pelatihan Budidaya di Bandar Lampung

    Hadirkan Solusi Inovatif! Pertamina Resmikan Rumah Maggot dan Gelar Pelatihan Budidaya di Bandar Lampung

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang meresmikan Rumah Maggot (Ruggot) dan menggelar pelatihan budidaya maggot di Kampung Baru Tiga, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bertujuan mengatasi permasalahan sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

    Budidaya maggot menjadi solusi ekologis dan ekonomis karena mampu mengurai limbah organik secara cepat serta menghasilkan pakan alternatif berprotein tinggi untuk ternak ikan, ayam, dan burung. Melalui pemanfaatan sampah rumah tangga, masyarakat didorong untuk mengembangkan ekonomi sirkular berbasis lingkungan.

    Pelatihan menghadirkan Wahyu Budi Wibowo, anggota Kelompok Apartemen Maggot 21, binaan Program TJSL Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha. Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan pemahaman komprehensif mulai dari siklus hidup maggot, teknik budidaya skala kecil hingga komersial, pemanfaatan limbah organik sebagai media budidaya, hingga analisis ekonomi dan prospek bisnis di sektor ini.

    Sekretaris Camat Panjang, M. Sahril, menyambut baik kolaborasi antara Pertamina dan masyarakat dalam penanganan sampah yang bernilai ekonomis.

    “Maggot mampu mengurai limbah organik dalam waktu singkat. Ini menjadi solusi cerdas untuk mengurangi volume sampah rumah tangga dan industri, khususnya di Kelurahan Panjang Utara yang rawan banjir akibat penumpukan sampah,” ungkapnya.

    Ketua Kelompok Ruggot binaan TJSL Pertamina, Ria Audina, menyampaikan terima kasih atas dukungan fasilitas dan pelatihan yang diberikan.

    “Kami melihat potensi besar dari budidaya maggot ini. Selain bisa menjadi usaha yang menguntungkan dengan modal kecil, kegiatan ini juga turut membantu penanganan sampah di lingkungan kami,” ujar Ria.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan.

    “Program ini merupakan implementasi ekonomi sirkular yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial. Kami berharap peserta dapat langsung memulai budidaya maggot baik secara rumahan maupun komersial. Harapannya, inisiatif ini bisa direplikasi di wilayah lain sebagai model pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan,” jelas Rusminto.

    Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta Tujuan 13 (Aksi Terhadap Iklim).

  • CTSS IPB University dan Kementerian Luar Negeri RI Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kakao dan Kopi melalui Fieldtrip Internasional di Lampung

    CTSS IPB University dan Kementerian Luar Negeri RI Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kakao dan Kopi melalui Fieldtrip Internasional di Lampung

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk Capacity Building for Like-Minded Countries: Sustainable Coffee and Cacao. Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah kunjungan lapangan (fieldtrip) ke kebun kakao dan kopi di Provinsi Lampung.

    Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan sistem agroforestri dan praktik pertanian berkelanjutan yang diterapkan para petani lokal. Delegasi dari 16 negara turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

    Hari pertama, para peserta mengunjungi kebun kakao milik petani binaan PT Olam Food Ingredients (OFI) Indonesia di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur. Dalam sambutannya, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan kebanggaannya karena wilayahnya terpilih sebagai lokasi kunjungan. Ia berharap kegiatan ini membuka peluang investasi dan kerja sama internasional di masa depan.

    Imam Suharto, Head of Cocoa Sustainability PT Olam Indonesia, menjelaskan bahwa peserta diperkenalkan dengan praktik agroforestri dan sistem interkropping yang dilakukan oleh petani mitra. “Kami juga memperlihatkan teknik sambung pucuk dan sambung samping pada tanaman kakao. Peserta bahkan diajak menanam kakao langsung di kebun petani. Kami berharap pengalaman ini memperkaya wawasan peserta mengenai perkebunan kakao di Indonesia,” ujarnya.

    Hari berikutnya, delegasi mengunjungi kebun kopi di Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. Salah satu petani lokal, Edison, mengisahkan bagaimana ia telah lebih dari satu dekade menerapkan budidaya kopi ramah lingkungan tanpa bahan kimia. “Kami sudah menggunakan sistem interkropping dan agroforestri, dengan tanaman pendamping seperti lada, gamal, pala, dan cengkeh,” katanya.

    Rombongan juga mengunjungi Koperasi Usaha Bersama (KUB) Bintang Jaya, salah satu pemasok utama kopi untuk PT Nestlé Indonesia. Koperasi ini menaungi lebih dari 4.000 petani dari 193 kelompok tani. Di sini, peserta mempelajari proses penilaian mutu biji kopi, sistem sertifikasi petani, serta rantai pasok berkelanjutan.

    Sebagai penutup, peserta mengikuti panen kopi di kebun Edufarm milik PT Nestlé Indonesia. Salah satu delegasi asal Pantai Gading, Yao Kouman Adingra, menyampaikan kesan mendalam atas pengalaman tersebut. “Kegiatan memetik kopi ini mengingatkan saya pada masa kecil, saat membantu orang tua di kebun. Saya sangat berharap petani di negara-negara kita bisa hidup lebih sejahtera, karena pekerjaan ini sungguh tidak mudah,” ungkapnya.

    Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara, Noviyanti, menyatakan bahwa kegiatan ini memperkuat jaringan internasional dan membuka peluang kolaborasi global di sektor pertanian rakyat. “Beberapa peserta berasal dari negara-negara penghasil kopi terbaik di dunia. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengalaman dalam pengelolaan kopi dan kakao secara berkelanjutan,” pungkasnya.

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pertamina Beri Pelatihan Pengolahan Pakan untuk Peternak Sapi

    Dorong UMKM Naik Kelas, Pertamina Beri Pelatihan Pengolahan Pakan untuk Peternak Sapi

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Dalam upaya mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyelenggarakan program pelatihan pengolahan pakan ternak bagi peternak sapi. Inisiatif ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan para peternak dalam menghasilkan pakan berkualitas tinggi dengan metode yang efisien dan ekonomis.

    Program pelatihan yang diselenggarakan di Lampung Tengah ini diikuti oleh 40 peternak sapi di Wilayah Lampung Tengah. Para peserta mendapatkan pengetahuan komprehensif mengenai teknik pengolahan pakan yang tepat, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi ternak.

    Titik, salah satu peserta pelatihan, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas kami sebagai peternak, khususnya dalam hal pengolahan pakan untuk penggemukan sapi. Pengetahuan yang kami peroleh akan membantu mencapai berat sapi yang optimal dengan kualitas terbaik,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi nyata komitmen Pertamina dalam pemberdayaan UMKM di wilayah Lampung.

    “Program ini sejalan dengan dedikasi kami untuk mengembangkan sektor peternakan di Lampung. Kami berharap para peternak dapat mengoptimalkan kemampuan mereka dalam mengolah pakan berkualitas, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada produktivitas usaha,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Nikho menambahkan program pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para peternak. “Melalui peningkatan keterampilan ini, kami optimis pendapatan peternak akan meningkat, yang secara langsung akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mereka dan produktivitas peternakan sapi di Lampung secara keseluruhan.”

    Nikho juga menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedelapan mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

    “Dengan pemberdayaan yang berkelanjutan, kami berharap UMKM dapat meningkatkan daya saing dan berkembang menjadi pelaku ekonomi yang lebih kompetitif di pasar global,” tutupnya.

  • Pertamina Wujudkan Perlindungan dan Pelestarian Alam Melalui Program Konservasi Burung di Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas

    Pertamina Wujudkan Perlindungan dan Pelestarian Alam Melalui Program Konservasi Burung di Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Sebagai Perusahaan yang memiliki kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang melakukan langkah konkret dalam menjaga keanekaragaman hayati, salah satunya dengan melakukan program konservasi burung di Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

    Pertamina bersama Yayasan Elang Indonesia, Koperasi Plang Ijo, dan masyarakat setempat menjalankan program konservasi habitat burung di Provinsi Lampung, yang menjadi rumah bagi lebih dari 302 jenis burung. Kegiatan meliputi adopsi sarang, pembangunan visitor centre, pengamatan burung untuk edukasi dan penelitian (event bird watching), serta sosialisasi pelestarian kepada warga.

    Penegakan hukum terhadap perburuan satwa liar menegaskan pentingnya perlindungan lingkungan. Aksi ilegal seperti pencurian kayu, pembakaran hutan, dan perburuan menjadi penyebab utama rusaknya hutan dan habitat fauna. Sebagai upaya pelestarian, Pertamina bersama Koperasi Plang Ijo menggelar sosialisasi pentingnya menjaga habitat burung di Provinsi Lampung.

    Kepala Urusan Umum Desa Labuhan Ratu IX, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Dwi Aprianto, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas komitmen terhadap pelestarian alam yang dilakukan. “Dengan adanya inisiatif ini, kami merasa sangat terbantu dalam upaya pelestarian alam dan pengelolaan keanekaragaman hayati di sekitar Taman Nasional Way Kambas. Kami berharap kolaborasi ini dapat berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan kami,” ungkapnya.

    Sr. Spv. HSSE & Fleet Safety IT Panjang, Catur Yogi Prasetyo, menyampaikan konservasi ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi praktik perburuan burung liar, karena selain mengancam kelestarian satwa, dapat merusak keseimbangan alam yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

    “Harapannya kegiatan dapat meningkatkan kesadaran akan perlindungan flora dan fauna terutama di masyarakat sekitar wilayah Taman Nasional Way Kambas, serta tidak ada perburuan burung liar terutama di desa-desa yang dekat dengan taman nasional,” ungkap Catur.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan pelaksanaan konservasi keanekaragaman hayati mencerminkan komitmen perusahaan yang tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga turut menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung upaya pelestarian alam.

    “Kami berupaya meminimalisasi risiko tersebut sekaligus memberikan kontribusi positif bagi keberlanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen kami terhadap pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan tujuan ke-15 tentang Ekosistem Daratan,” tutup Nikho.

  • Pertamina Wujudkan Mitigasi Perubahan Iklim dan Bencana di Kampung Kabarti melalui Program Adaptasi Lingkungan

    Pertamina Wujudkan Mitigasi Perubahan Iklim dan Bencana di Kampung Kabarti melalui Program Adaptasi Lingkungan

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang mengadakan pelatihan tanggap bencana di Kampung Kabarti, Kelurahan Panjang Utara, pada Sabtu (14/12).

    Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat Kampung Kabarti dalam menghadapi potensi bencana alam, sekaligus mendorong penerapan adaptasi terhadap perubahan iklim. Inisiatif ini diwujudkan melalui pembentukan Kampung Adaptasi dan Mitigasi Lingkungan, yang diharapkan dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih aman, nyaman, dan berdaya dalam menghadapi tantangan lingkungan.

    Berbagai kegiatan dilakukan dalam program ini, di antaranya pembuatan biopori sebagai upaya mitigasi banjir, pemasangan instalasi early warning system (EWS) untuk mendeteksi risiko bencana dini, serta pelatihan tanggap bencana yang melibatkan Basarnas dan Forum Relawan Rescue Lampung (FRRL). Pelatihan ini memberikan bekal praktis dan strategis bagi masyarakat untuk menghadapi situasi darurat.

    Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana Kelurahan Panjang Utara, Nur Rachmad, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Pertamina yang memperhatikan aspek kebencanaan untuk masyarakat di sekitar operasional unit lokasi IT Panjang.

    “Kami sangat berterima kasih atas program yang diselenggarakan oleh Pertamina. Pelatihan dan fasilitas yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat lainnya”, ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan Program ini merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar area operasi.

    “Kami sangat senang dapat berkontribusi dalam membangun Kampung Kabarti menjadi lebih tangguh. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai jenis bencana dan meminimalkan dampaknya. Melalui program ini, Pertamina mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama tujuan 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, tujuan 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan tujuan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan” tutup Nikho.

  • Faktor Cuaca Pengaruhi Produksi PLTS Jakabaring

    Faktor Cuaca Pengaruhi Produksi PLTS Jakabaring

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -PLN UID Sumbagsel-Sumbagteng Jambi dan Bengkulu (S2JB) menggelar Media Gathering di Lampung pada 11-12 Desember 2024. Kegiatan ini melibatkan para jurnalis dari berbagai media, yang tergabung dalam Forum Wartawan Peduli (FWP) Energi Sumsel, Rabu (11/12/2024)

    Pada kegiatan ini Insan pers berkesempatan melihat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berada di kawasan Jakabaring Sport City (JSC).

    Berada di area 2.5 hektar, PLTS yang dibangun tahun 2017 dan mulai beroperasi pada April 2018, dikelola oleh PT Sumsel Energi Gemilang (SEG).

    Menurut Manager Operasional PT SEG Ali Kartili, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2 Mega Watt Jakabaring mengalami peningkatan dan penurunan produksi, hal ini tergantung dari cuaca, kebakaran hutan dan usia panel surya.

    “Jadi tantangan di PLTS Jakabaring ini faktor cuaca, musim hujan kita tidak bisa berproduksi. Terjadi penurunan produksi setiap tahun antara 0,1 sampai 1 persen pertahun,” ujarnya, ketika memberikan pemaparan kepada awak media.

    Di sisi lain, dirinya menegaskan PLTS ini mengusung konsep green energi, dimana dalam pengolahannya tanpa menghasilkan limbah. Melihat perspektif perekonomian kelayakan proyek PLTS 2 Mega Watt Jakabaring.

    Ia juga menjelaskan bila PLTS 2 Mega Watt Jakabaring ini menggunakan 5.248 modul polycrystaline yang mampu menghasilkan hingga 2.000 kilowatt, setelah melalui pengolahan, listrik yang dihasilkan di jual pad pihak PLN.

    “Bila di rupiahkan, PLTS ini sebulan di angka Rp 120 sampai Rp 130 juta per bulan,” tandasnya.

    Di lain itu, Manager Komunikasi PT PLN (Persero) UID S2JB, Iwan Arisaetyadhi menegaskan bila PLTS Jakabaring ini,

    tidak hanya menjadi solusi ramah lingkungan, PLTS 2 MW Jakabaring juga memperkuat pasokan listrik di wilayah perkotaan Palembang. Energi yang dihasilkan dari pembangkit ini tidak menghasilkan limbah berbahaya, sehingga menjadi alternatif ideal bagi pengembangan energi hijau di Indonesia.

    “Di tahun 2025 pemerintah menargetkan 30 persen, untuk pengembangan energi bersih. Di Sumsel sudah mencapai angka diatas 30 persen,” terangnya. (ANA)

  • Pertamina Berdayakan IKM Melalui Pelatihan Produk Turunan Mocaf

    Pertamina Berdayakan IKM Melalui Pelatihan Produk Turunan Mocaf

    SURAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Panjang mengadakan pelatihan pembuatan produk turunan mocaf untuk Kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) Mulia yang tergabung dalam Program Desa Mandiri Energi. Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk olahan singkong di masyarakat.

    Mocaf, atau Modified Cassava Flour, adalah tepung yang dibuat dari singkong melalui proses fermentasi khusus untuk meningkatkan kualitasnya. Tepung ini memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam berbagai produk makanan, mendukung diversifikasi pangan, serta memberikan manfaat kesehatan seperti rendah gluten dan lebih mudah dicerna. Selain itu, mocaf juga menjadi solusi bagi petani singkong untuk meningkatkan pendapatan melalui pengolahan produk bernilai tambah.

    Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina terhadap masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kepedulian lingkungan. Tidak hanya menghasilkan produk bermanfaat, pelatihan ini juga berdampak langsung pada peningkatan wawasan dan pendapatan anggota kelompok IKM Mulia.

    Ketua Kelompok IKM Mulia, Titik, mengungkapkan apresiasinya terhadap Pertamina. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang signifikan, termasuk praktik langsung pembuatan produk turunan mocaf.

    “Kami akan terus mengembangkan produk olahan singkong agar menghasilkan berbagai turunan yang bernilai jual tinggi. Tentunya, kami berharap dukungan Pertamina tetap berlanjut untuk kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti ini,” ujar Titik.

    Area Manager Communication, Relation & CSR, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian dari Program Desa Mandiri Energi yang berfokus pada pemberdayaan IKM dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam meningkatkan pendapatan serta kemandirian ekonomi masyarakat.

    “Melalui program ini, Pertamina juga mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti pemanfaatan biogas, yang sejalan dengan visi kami dalam menciptakan keberlanjutan energi. Selain itu, program ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) indikator ke-7 dan ke-8, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. “Kami percaya, inisiatif ini dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” tutup Nikho.

  • Telkomsel Perluas Jangkauan Jaringan 4G/LTE di Desa Pulau Legundi Dengan Teknologi Rural Star

    Telkomsel Perluas Jangkauan Jaringan 4G/LTE di Desa Pulau Legundi Dengan Teknologi Rural Star

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Dengan komitmen yang kuat untuk terus menghadirkan konektivitas jaringan broadband 4G/LTE di seluruh wilayah Sumbagsel yang masih minim jaringan serta wilayah yang sulit dijangkau khususnya di lokasi kepulauan dan perairan, Telkomsel terus mengembangkan pemerataan dan penguatan jaringan, dimana saat ini dilakukan di Desa Pulau Legundi. Pulau Legundi ini terletak di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pulau ini berada di lepas Selat Legundi dan Teluk Lampung, dengan memiliki penduduk lebih dari 3200 jiwa, Desa Pulau Legundi yang terletak dikepulauan ini, sangat membutuhkan layanan internet yang di gunakan untuk keperluan penunjang pendidikan, jual beli hasil nelayan dan juga info update lainnya.

    Untuk menyajikan konektivitas jaringan dipulau ini, Telkomsel menggunakan teknilogi Rural Star, teknologi baru ini untuk pertama kalinya digunakan dalam proses pengadaan dan penguatan jaringan Telkomsel. Teknologi baru yang dikembangkan oleh Huawei ini, sebagai improvement new coverage dengan tidak menggunakan antenna transmisi radio seperti biasanya, sehingga sangatlah cocok digunakan untuk kondisi kepulauan yang mempunyai jarak ke Site pendukung di sekitarnya, sebagai transmisi radio yang umumnya berjarak lebih dari 25km.

    General Manager Telkomsel Region Network Operations and Productivity Sumbagsel, Wawan Kuswandono menyampaikan “Telkomsel terus berupaya meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pelanggan dalam mendapatkan akses jaringan broadband 4G/LTE yang mudah dan merata, khususnya di Desa Pulau Legundi, sehingga masyarakat di pulau ini, dapat mengakselerasi adopsi dan adaptasi gaya hidup digital pelanggan melalui pemanfaatan teknologi telekomunikasi terdepan yang lebih inklusif hingga ke wilayah kepulauan dan perairan. “Kami optimis bahwa inisiatif ini akan mempercepat transformasi ekonomi dan mendukung kemajuan masyarakat lokal melalui teknologi yang inklusif.”

    Dengan mengusung semangat untuk Maju Serentak Berikan Dampak yang dinspirasi dari semangat mengubungkan bangsa, Telkomsel senantiasa hadir mendampingi masyarakat melalui ketersediaan dan pemerataan jaringan broadband terdepan dan pelayanan terbaik bagi setiap orang, setiap rumah, dan kegiatan bisnis sehingga dapat membuka peluang bagi kemajuan bangsa.

    Desa Pulau Legundi ini terletak di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang baik, meski wilayah ini memiliki kondisi geografis berupa perbukitan dan ruas pantai. Telkomsel menjadi satu-satunya operator yang mampu menjangkau wilayah ini. Kini beberapa kawasan penting di sekitar desa telah tercover jaringan Telkomsel yang meliputi Pemukiman Warga, SDN 7 Punduh Pidada, SMAN 2 Punduh Pidada Pulau Legundi, Kantor Desa Pulau Legundi dan ruas pariwisata yang ada di wilayah Pulau Legundi. Tentunya “Dengan keberadaan New Site ini, warga Desa Pulau Legundi dapat lebih mudah menjalankan wirausaha, termasuk penjualan pulsa dan produk Telkomsel lainnya. Saat ini, terdapat tiga outlet mitra Telkomsel (Teteh Fauziah Cell, Yayan Cell dan Legundi Cell) di sekitar wilayah tersebut yang siap mendukung kebutuhan produk digital masyarakat.

    “Telkomsel sebagai leading digital telco company berharap kehadiran infrastruktur dan jaringan telekomunikasi disertai ketersediaan produk dan layanan yang merata menjangkau seluruh wilayah akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. ini merupakan komitmen dari visi Telkomsel untuk menyediakan layanan telekomunikasi handal dengan layanan digital terbaik di Regional dengan menjamin kenyamanan pelanggan dengan hadirnya New Site di Desa Pulau Legundi ”, pungkas Wawan Kuswandono.

  • Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 Sukses Terselenggara

    Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 Sukses Terselenggara

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2024 Bandar Lampung, sukses diselenggarakan pada 20-22 September, di Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung. Acara ini menarik perhatian warga Bandar Lampung, yang memanfaatkan akhir pekan untuk menikmati kuliner dan berbelanja produk fashion serta kerajinan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan binaan Pertamina.

    Berbagai rangkaian acara menarik telah dilaksanakan dalam Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024, diantaranya pameran sebanyak 35 produk UMKM yang menampilkan produk-produk inovatif dari berbagai sektor, termasuk kuliner khas dari berbagai daerah di wilayah Sumbagsel. Kemudian acara talkshow, workshop, dan perlombaan, serta performer dari musisi nasional seperti Citra Skolastika dan Band Batas Senja.

    Transaksi penjualan UMKM binaan selama tiga hari tercatat mencapai keuntungan lebih dari 270 juta rupiah. Hal ini menunjukkan potensi besar UMKM dalam mendongkrak perekonomian daerah, terutama di wilayah Sumbagsel.

    Pemilik Keripik Nuha UMKM binaan Pertamina, Nurhasanah menyampaikan rasa terima kasihnya atas keikutsertaanya dalam Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024. Nurhasanah menuturkan berkat SMEXPO ini, usahanya mendapat keuntungan lebih dari 100 juta rupiah.

    “Melalui SMEXPO Bandar Lampung 2024, Pertamina tidak hanya membantu kami dalam pemasaran produk, tapi juga memberikan peluang besar untuk berkembang. Diharapkan, SMEXPO akan terus diadakan di masa mendatang sehingga dapat menjadi pendongkrak perkembangan UMKM di Indonesia,” tutur Nurhasanah.

    Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, mengungkapkan kebanggaan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung keberhasilan SMEXPO Bandar Lampung 2024.

    “Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga dan partisipasi UMKM yang begitu besar dalam acara ini. Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 tidak hanya menjadi wadah bagi UMKM untuk mempromosikan produk, tetapi juga menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM,” ungkap Nikho.

    Melalui acara ini, Pertamina terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung UMKM yang menjadi penggerak perekonomian lokal dan nasional. Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

    Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai Pertamina SMEXPO Palembang 2024, dapat dilihat melalui akun Instagram resmi di https://www.instagram.com/smexpo.bandarlampung.

  • Jelang Pertamina SMEXPO Lampung 2024: Panggung Kreativitas UMKM Lokal untuk Pertumbuhan Ekonomi

    Jelang Pertamina SMEXPO Lampung 2024: Panggung Kreativitas UMKM Lokal untuk Pertumbuhan Ekonomi

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Satu hari menuju event spektakuler, Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) Lampung 2024 yang diadakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, di Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung, pada 20-22 September 2024. Event ini akan menjadi ajang yang memamerkan kekuatan dan kreativitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam berinovasi serta memperluas akses pasar.

    Mengusung tema “Lokal Jadi Vokal,” saat ini terhitung lebih dari 35 UMKM binaan Pertamina siap tampil dengan produk-produk berkualitas. Mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan, Pertamina SMEXPO Lampung 2024 akan memperlihatkan bagaimana produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pada Pertamina SMEXPO Lampung 2024, ada talkshow dan workshop interaktif dari profesional di berbagai bidang dengan peserta terbatas. Dalam kesempatan yang sama, peserta maupun pengunjung Pertamina SMEXPO Lampung 2024 dapat menyaksikan performer langsung dari Citra Scholastika dan Band Batas Senja.

    Dalam sesi talkshow, Muhammad Bilal, pemilik usaha Ilham Bahari, akan membagikan pengalamannya dalam membangun bisnis dan memberikan inspirasi kepada para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan go global. Fotografer ternama Misbachul Munir akan berbagi tips dan teknik fotografi yang dapat membantu UMKM dalam meningkatkan visualisasi produk mereka. Selain itu, Siti Aisah dari Whimsy Face Painting akan mengajarkan seni rias wajah kreatif yang dapat menambah daya tarik acara atau bisnis.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Zibali Hisbul Masih, menyampaikan selain pameran, Pertamina SMEXPO Lampung 2024 menjadi platform kolaboratif untuk UMKM agar dapat memperlihatkan inovasi mereka kepada masyarakat luas.

    “Pertamina SMEXPO Lampung 2024 akan menjadi momentum bagi UMKM binaan Pertamina untuk lebih dikenal dan diapresiasi, tidak hanya di Lampung, tetapi juga di seluruh Indonesia. Kami mengajak masyarakat untuk hadir, mendukung, dan merasakan langsung kualitas produk lokal yang luar biasa,” ujar Zibali.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan Pertamina SMEXPO Lampung 2024 adalah bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat ekonomi Indonesia melalui pengembangan UMKM.

    “Ini lebih dari sekadar ajang pameran. Kami percaya, dengan dukungan yang tepat, UMKM lokal dapat tumbuh menjadi pelaku bisnis berkelas dunia. Melalui event ini, kami ingin menegaskan peran Pertamina sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, selaras dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi,” jelas Nikho.

    Pertamina mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari perjalanan UMKM lokal yang sedang menuju puncak. Dukung pertumbuhan mereka dengan menghadiri Pertamina SMEXPO Lampung 2024 dan beli produk-produk lokal terbaik.

    Pastikan untuk terus menilik informasi terkini mengenai Pertamina SMEXPO Palembang 2024 melalui akun Instagram resmi di https://www.instagram.com/smexpo.bandarlampung.

  • Pertamina Sumbagsel Gelar SMEXPO 2024 di Lampung: Perkuat Ekonomi Regional dan Promosi UMKM

    Pertamina Sumbagsel Gelar SMEXPO 2024 di Lampung: Perkuat Ekonomi Regional dan Promosi UMKM

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel siap menggelar Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) Bandar Lampung 2024 di Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, pada 20-22 September 2024. Acara ini dirancang untuk memperkuat peran UMKM dalam perekonomian regional, sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha lokal.

    Selama penyelenggaraan, Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 akan digelar beragam rangkaian acara, diantaranya pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), talkshow, dan workshop, yang berfokus pada pengembangan berbagai keterampilan. Selain itu, Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 juga akan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan dan performer dari musisi nasional.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Zibali Hisbul Masih menyampaikan, event ini dicanangkan menjadi ajang strategis bagi UMKM Mitra Binaan Pertamina untuk memamerkan produk lokal berkualitas dan memperluas pasar.

    “Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 akan menampilkan berbagai acara menarik, termasuk pameran produk UMKM, talkshow, workshop, serta perlombaan dan performer dari Citra Skolastika dan Band Batas Senja. Kami mengundang seluruh masyarakat, khususnya yang ada di Provinsi Lampung, untuk mendukung usaha lokal dengan meramaikan acara ini dan menggunakan produk-produk dari UMKM lokal,” ungkap Zibali.

    Mengusung tema “Lokal Jadi Vokal,” Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 akan menjadi platform strategis bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas dan naik kelas, sekaligus sebagai ajang promosi produk unggulan mereka. Pertamina Sumbagsel akan menghadirkan lebih dari 20 UMKM binaan untuk menampilkan produk-produk berkualitas, mulai dari busana, kerajinan tangan, hingga kuliner, kepada masyarakat secara nasional.

    UMKM yang mengikuti Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 diantaranya, mitra UMKM kuliner yaitu Moga Djaya, Camilan Twinny, Pempek Syamil, Keripik Nuha, D&K Snack, Telaga Rizki, OMMEY, Snack Putra Abah, Kripik Pisang Ika Ayu, Kopi Pagar Alam Putra Abadi, dan Kripik Marimar. Lalu mitra UMKM craft yaitu Dafina Craft, Bunga Fortuna Handmade Wire Jewelry, Della Tapis, Java Silver, House of Laibana, Owase Galary, Bainah Kain Jumputan, Jama Jama Project, Novi Batik, Ipa Craft Rumah Scrunchie, dan Azizah Songket.

    Sebagai perusahaan energi bertaraf internasional, Pertamina memiliki komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk melalui pengembangan UMKM. Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 menjadi salah satu manifestasi nyata dari komitmen ini. Melalui program kemitraan berkelanjutan, pemberdayaan UMKM dicanangkan agar mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan kompetitif dalam upaya penguatan ekonomi nasional.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan menyampaikan Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 diharapkan sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan UMKM.

    “Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 menjadi langkah untuk mengoptimalkan potensi UMKM binaan Pertamina, dengan tujuan meningkatkan kualitas produk, pengelolaan bisnis, dan jaringan pemasaran. Melalui giat ini, Pertamina berupaya menjadikan UMKM lokal sebagai pelaku bisnis yang kompetitif dan diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di pasar global,” ungkap Nikho.

    Nikho menambahkan, pameran SMEXPO merupakan wujud pembinaan UMKM untuk meningkatkan pendapatan, memperluas akses pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Pertamina terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dalam aspek Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social & Governance).

    Pastikan untuk terus menilik informasi terkini mengenai Pertamina SMEXPO Bandar Lampung 2024 melalui akun Instagram resmi di https://www.instagram.com/smexpo.bandarlampung.

  • Resmikan 5 Mini Gerai IM3 di Sumatera, Pelayanan Indosat Ooredoo Hutchison Semakin Tersebar ke Pelosok Tanah Air

    Resmikan 5 Mini Gerai IM3 di Sumatera, Pelayanan Indosat Ooredoo Hutchison Semakin Tersebar ke Pelosok Tanah Air

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 meresmikan 5 mini gerai yang tersebar di area Sumatera Tengah dan Selatan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi pelanggan di area rural Sumatera. Hingga bulan Februari ini, Mini Gerai IM3 mencapai 22 outlet di Sumatera dan akan terus bertambah setiap bulannya.

    Ritesh Kumar Singh, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, Mini Gerai IM3 dibuka untuk melayani pelanggan di area kecamatan hingga perdesaan yang tidak terjangkau oleh Gerai IM3 di kota.

    Tentunya kehadiran Mini Gerai IM3 ini menjadi perpanjangan pelayanan Indosat di area tersebut sehingga pelanggan yang berada jauh di pelosok tetap dapat dilayani secara cepat dan tepat.

    “Pembukaan mini gerai baru ini merupakan bagian dari komitmen Indosat dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia bagi seluruh pelanggan,” katanya.

    Ritesh menambahkan selain untuk menambah pelanggan baru di area Lampung Tengah, Tulang Bawang, Kayu Agung, Tanjung Pinang dan Solok, kehadiran Mini Gerai IM3 ini diharapkan juga mampu menumbuhkan bisnis UMKM milik masyarakat setempat dan menyediakan lapangan pekerjaan.

    Tjoa Bambang, salah satu pengusaha lokal di area Kayu Agung yang menjadi mitra distribusi Indosat untuk produk IM3 turut mengapresiasi hadirnya Mini Gerai IM3 ini.

    Ia sangat mengapresiasi kehadiran Mini Gerai IM3 di area Lampung untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan yang berada di sekitar Kayu Agung. Kami bangga dapat bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison.

    “Harapannya kualitas layanan Mini Gerai IM3 ini dapat setara dengan Gerai IM3 yang berada di kota besar, sehingga mampu mendukung pertumbuhan pelanggan di area rural,” ucap Tjoa Bambang.

    Sesuai slogan IM3 yang simpel, jujur dan transparan, Mini Gerai IM3 menjadi pusat pelayanan dan distribusi resmi IM3 hingga ke pelosok di mana pelanggan tidak hanya dapat menemukan produk lengkap IM3, namun juga mendapatkan pelayanan purna jual. Mini Gerai IM3 beroperasi mulai pukul 08.00–17.00 WIB dimana pelanggan dapat menikmati berbagai layanan seperti upgrade kartu ke 4G, penggantian kartu rusak, pilih nomor ponsel, registrasi prabayar, penyampaian keluhan atau kendala, hingga pembelian paket spesial.

    Peresmian 5 Mini Gerai IM3 di Provinsi Lampung, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat ini dilakukan oleh Head of Gerai Service Sumatera, Branch Sales Manager, dan mitra distributor IM3 area setempat. Pengalokasian Mini Gerai IM3 yang tersebar di beberapa kota kabupaten ini mencakup minimal 5 kecamatan di sekitarnya.

    Berikut alamat Mini Gerai IM3 yang baru saja dibuka area Sumatera Tengah dan Selatan:

    1. Mini Gerai Lampung Tengah : Jl.Proklamator Raya Bandar Jaya, Kec. Terbanggi Besar, Kab. Lampung Tengah (Depan Hotel Lee), Prov. Lampung, Kode Pos 34163.

    2. Mini Gerai Tulang Bawang : Jl.Ethanol, Kec. Banjar Agung, Kel. Tunggal Warga, Kab. Tulang Bawang (Sebelah Tasya Bakery and Cake), Prov. Lampung, Kode Pos 34682

    3. Mini Gerai Kayu Agung : Jl.Lintas Timur Tugumulyo Dusun 4, Kec.Lempuing, Kab. Ogan Komering Ilir, Prov. Sumatera Selatan.

    4. Mini Gerai Solok : Jl. Bypass Simpang Rumbio Kec. Lubuk Sikarah, Kota Solok, Prov. Sumatera Barat.

    5. Mini Gerai Tanjung Pinang :Jl. Kijang Lama, KM. 6 Ruko Depan Komplek Metro Industrial Park No. 1, Kel. Melayu Kota Piring, Kec. Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Prov. Kepulauan Riau.