Category: BABEL

  • Kolaborasi dengan Mitra Binaan, Ketua Sahabat Farm Melepas 200 Ekor Lele untuk Dikembangkan Pekerja Pertamina di Rumah Pembibitan

    Kolaborasi dengan Mitra Binaan, Ketua Sahabat Farm Melepas 200 Ekor Lele untuk Dikembangkan Pekerja Pertamina di Rumah Pembibitan

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam meluncurkan Program Keberlanjutan Ecolivestock. Bekerja sama dengan Sahabat Farm, program ini memfasilitasi penebaran 200 ekor ikan lele yang dibudidayakan di fasilitas IT Pangkal Balam, sebagai bagian dari pengembangan sistem aquaponik berkelanjutan.

    Selain berfokus pada budidaya ikan, program ini juga memberikan edukasi kepada para pekerja IT Pangkal Balam. Ketua Sahabat Farm, Didik Sugianto, memberikan pelatihan komprehensif terkait teknik budidaya lele, mulai dari pemilihan benih, perawatan yang optimal, hingga proses panen. Ia juga menjelaskan peran penting amonia yang dihasilkan dari kolam lele sebagai pupuk alami bagi tanaman aquaponik yang dikembangkan di rumah pembibitan IT Pangkal Balam.

    “Sistem aquaponik memungkinkan kita untuk memanfaatkan limbah ikan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, sehingga menghasilkan dua produk secara bersamaan dengan metode yang ramah lingkungan dan efisien,” jelas Didik.

    Program Ecolivestock ini diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya para pekerja IT Pangkal Balam, dalam mengelola pertanian dan perikanan modern berbasis teknologi. Dengan integrasi antara budidaya lele dan sistem aquaponik, Pertamina optimis program ini dapat menjadi contoh praktik keberlanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan menekankan pentingnya program ini dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendukung keberlanjutan ekosistem melalui pendekatan berbasis lingkungan.

    “Program Ecolivestock sejalan dengan tujuan SDGs, khususnya dalam SDGs Tujuan Nomor 2 Memerangi Kelaparan, Tujuan Nomor 12 Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab, Tujuan Nomor 14 dan 15, Ekosistem Laut dan Darat. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi solusi inovatif yang berkelanjutan untuk sektor pertanian dan perikanan di wilayah binaan kami,” tutup Nikho.

  • Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Burong Mandi: Pertamina Gelar Pelatihan Pengolahan Produk Perikanan

    Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Burong Mandi: Pertamina Gelar Pelatihan Pengolahan Produk Perikanan

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Desa Burong Mandi merupakan desa tujuan wisata dan juga merupakan daerah dengan jumlah nelayan Kater yang tertinggi di Kabupaten Belitung Timur. Dengan panorama alam yang memukau dan hasil laut yang melimpah, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menunjukan atensi dengan memberikan pelatihan pengolahan produk perikanan bagi masyarakat di Desa Burong Mandi.

    Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat dengan mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Pelatihan ini diikuti oleh sebelas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Wisata Burong Mandi, dan dilaksanakan dalam satu hari dengan fokus utama pada pembuatan nugget ikan.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Desa Burong Mandi, Hercules menyatakan apresiasi terhadap kegiatan pelatihan yang diinisiasi oleh Pertamina, yang ia pandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat lokal.

    “Kerja sama ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat kami. Dengan pelatihan ini, kami yakin dapat memaksimalkan potensi perikanan desa, memperkuat kapasitas UMKM lokal, dan secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regonal Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk olahan ikan di desa tersebut. Nikho berharap selain meningkatkan nilai jual dan daya saing produk lokal, pelatihan juga memacu lahirnya wirausaha baru di sektor perikanan.

    “Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan, pengembangan, dan pelatihan secara berkelanjutan kepada masyarakat. Kegiatan ini menegaskan komitmen Pertamina dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,” ujar Nikho.

  • Komitmen Pertamina Tingkatkan Keberlanjutan Ekowisata dan Konservasi Lingkungan di Bangka Belitung

    Komitmen Pertamina Tingkatkan Keberlanjutan Ekowisata dan Konservasi Lingkungan di Bangka Belitung

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai permata tersembunyi di Indonesia. Kaya akan kuliner, situs sejarah, dan keindahan alam menjadikan Kepulauan Bangka Belitung sebagai destinasi wisata yang menawan. Dua diantaranya adalah Ekowisata Dul Bukit Pao dan Ekowisata Dul Bukit Pinteir yang terletak di Pangkalan Baru, Bangka Tengah. Namun, karena kekayaan akan sumber daya alam dan termasuk wilayah pengahasil timah, menjadikan kawasan ini juga sebagai lokasi pertambangan dan menyebabkan kerusakan krusial pada lingkungan dan mengancam keseimbangan ekosistem.

    Menjawab tantangan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir mengambil langkah proaktif dengan memberikan penanganan yang efektif. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina mengembangkan wilayah tersebut menjadi Lokasi Ekowisata Dul Bukit Pao, membentuk konservasi lingkungan dan agrowisata kawasan.

    Program Ekowisata Dul Bukit Pao mencakup Budidaya Lebah Kelulut dan Budidaya Ikan Air Tawar dengan sistem Akuaponik yang dilaksanakan sebagai strategi kelompok dalam meningkatkan keunikan Ekowisata Dul. Dengan 32 individu dalam kelompok binaan, program ini berhasil mengatasi masalah lingkungan dan meningkatkan ekonomi kelompok sebesar 34%, dengan omset Rp 25 Juta per bulanya dari hasil penjualan ikan air tawar dan lebah kelulut. Hal ini disampaikan langsung oleh Nizar, Pengelola Ekowosata Dul Bukit Pao.

    “Implementasi program Ekowisata Dul ini telah banyak membantu kami masyarakat dari segi perekonomian, dan juga pelestarian lingkungan disekitar Ekowisata Dul, dan kami berharap dengan adanya pembinaan dari Pertamina Patra Niaga – AFT Depati Amir program ini dapat berkelanjutan dan berkembang lebih baik lagi kedepannya,” ungkap Nizar.

    Begitu pula Ekowisata Dul Bukit Pinteir, turut mendapatkan perhatian dari Pertamina dengan memberikan pengembangan program wisata budidaya anggur melalui pelatihan budidaya maupun pelatihan berbasis digital. Kini wisatawan dapat menikmati keindahan alam saja, sekaligus terlibat langsung dalam aktivitas praktik budidaya anggur di Ekowisata Dul Bukit Pinteir.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata Pokdarwis Gempita Ekowisata Dul Bukit Pinteir, Syahrial mengungkapkan kemudahan pengelolaan Ekowisata Dul Bukit Pinteir setelah adanya bantuan dan pembinaan dari Pertamina.

    “Dulu, pengelolaan kami sangat minim, baik dari segi dana maupun fasilitas. Berkat kegigihan anggota kelompok dan terutama adanya bantuan pembinaan dari Pertamina, kami merasa sangat terbantu. Kami telah menerima pembinaan, pelatihan, serta dukungan sarana dan fasilitas, sehingga kini kami dapat memaksimalkan seluruh potensi Ekowisata Dul Bukit Pinteir,” tutur Syahrial.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan Pertamina berkomitmen melalui program TJSL dapat menjadi solusi bagi bermasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang ada ditengah masyarakat.

    “Melihat potensi besar dalam Ekowisata Dul Bukit Pao dan Ekowisata Dul Bukit Pinteir, Pertamina berkomitmen untuk memberikan dukungan dengan melaksanakan pembinaan diantaranya peningkatan kualitas pengelolaan wisata, pelatihan kelompok binaan, dan penyediaan fasilitas yang mendukung program wisata,” kata Nikho.

    Nikho juga menjelaskan pelaksanaan program TJSL ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan Nomor 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan Tujuan Nomor 13 Penanganan Perubahan Iklim. Pertamina berharap agar dukungan ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan pelestarian lingkungan di kawasan tersebut.

  • Beri CSR di Desa Namang, BSB Bantu Kebangkitan Agrowisata Bangka Belitung

    Beri CSR di Desa Namang, BSB Bantu Kebangkitan Agrowisata Bangka Belitung

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Bank Sumsel Babel (BSB) memberi bantuan corporate social responsibility (CSR) tahun 2023 senilai Rp365 juta kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (7/8). Bantuan itu berupa sarana dan prasarana untuk pengembangan kawasan agrowisata di Desa Namang, Kecamatan Namang, Bangka Tengah.

    Peresmian sarana dan prasarana itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman dan Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Koba, Hendro Cahyono Yogie. “Nilai CSR itu persentase tertentu dari setoran saham sehingga tahun 2023 itu Rp365 juta, tahun 2024 naik nilainya bantuan CSR untuk di Kurau nanti,” ujar Hendro usai penyerahan bantuan CSR.

    Ia berharap, bantuan CSR yang diberikan Bank Sumsel Babel dapat membangun daerah Bangka Tengah dari sektor pertanian dan wisata. “Semoga pengembangan agrowisata ini dapat menambah perekonomian dan memajukan wisata di Desa Namang ini,” katanya.

    Bank Sumsel Babel juga melakukan berbagai promo-promo menarik dari produk-produknya kepada masyarakat. “Kami juga terus mendukung pemkab, kami juga melakukan promo seperti hari ini kita ada promo buka tabungan dengan Rp20 ribu lalu dapat minyak goreng 1 liter dan 1 Kg gula, dengan kuota terbatas. Kita juga ada promo beli makanan dan minuman dengan Rp1 dapat porsi harga yang Rp10 ribu,” jelasnya.

    Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengapresiasi bantuan CSR yang diberikan Bank Sumsel Babel dalam hal mendorong agrowisata di Bangka Tengah. “Alhamdulilah kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Sumsel Babel melalui CSR yang memberikan dukungan kepada agrowisata di Namang. Memang dulu Namang ini jadi salah satu agrowisata, dukungan ini dapat menambah kesyahduan menjadi agrowisata,” kata Algafry.

    Diakuinya, agrowisata di Desa Namang dikonsepkan lebih ke arah sektor pertanian karena ada berbagai produk yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat. “Di sini ada madu, tanaman pelawan dan sawah dengan ada perpaduan tanaman ini, kita juga ingin mendorong ada wisatawan yang bila ke sini kita dukung dengan spot-spot, misalnya untuk mereka berfoto dan tempat untuk mereka istirahat, ini dukungan Bank Sumsel Babel untuk menambah kesyahduan para wisatawan ke sini,” ujarnya.

    Terpisah, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Bapak Achmad Syamsudin menyampaikan “Bank Sumsel Babel berkomitmen mendukung program pemerintah terlebih program-program yang berkelanjutan yang dapat langsung menyentuh masyarakat. Pada kesempatan ini pula kami haturkan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua stakeholders atas dukungannya kepada Bank Sumsel Babel”

  • Dorong Swasembada Daging, Ratusan Peternak Sapi di Bangka Belitug Sudah Rasakan Manfaat KUR Bank Sumsel Babel 

    Dorong Swasembada Daging, Ratusan Peternak Sapi di Bangka Belitug Sudah Rasakan Manfaat KUR Bank Sumsel Babel 

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Lebih dari 100 peternak sapi sudah merasakan manfaat menjadi mitra Bank Sumsel Babel.

    Tak hanya sekedar menyalurkan modal, Bank Sumsel Babel juga bekerja sama dengan pihak ketiga dan pemerintah untuk mendorong swasembada daging.

    Syaiful Amin (46 tahun) adalah salah satu petani, peternak dan dan penggemuk sapi di Desa Sumber Jaya Permai Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung.

    “Dengan KUR Bank Sumsel Babel, kini saya sudah memiliki 7 sapi, dan sudah bisa renovasi rumah dan juga membeli sepeda motor untuk operasional,” katanya.

    Ia mengatakan tim dokter turun langsung melakukan penyuluhan dan juga pihak ketiga siap menampung sapi jika sakit.

    “Ada asuransi yang bikin tenang, sapi kalau sakit bisa dengan mudah koordinasi dengan pihak ketiga untuk dipotong,” katanya.

    Manfaat yang sama dirasakan juga oleh, Suaji Ahmad, ia mengatakan jerih payah sebanding dengan yang diperoleh.

    “Ikut KUR Bank Sumsel banyak manfaatnya, sehingga saat ini peternakan bisa berkembang,” katanya.

    Sementara itu, Darminto warga desa setempat juga mengaku sangat terbantu menjadi mitra Bank Sumsel Babel.

    Berkat program ini dirinya terbantu bahkan mendapat berkah yang lain yakni dari kotoran dan urine sapi yang juga bisa dimanfaatkan.

    “Sekitar 90 persen pupuk dari perkebunan sudah tidak menggunakan pupuk kimia, semua organic dari urine dan kotoran sapi,” katanya.

    Sekretaris perusahaan, Bank Sumsel Babel, Robi Hakim mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak ketiga untuk program penggemukan sapi.

    “Melalui program ini, diharapkan harga daging sapi di Bangka Belitung menjadi lebih terkendali, dan diharapkan dapat mewujudkan swasembada daging,” katanya.

  • Bank Sumsel Babel Serahkan Bantuan untuk Penanganan Stunting kepada Pemerintah Kabupaten Bangka

    Bank Sumsel Babel Serahkan Bantuan untuk Penanganan Stunting kepada Pemerintah Kabupaten Bangka

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia, Bank Sumsel Babel menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Bangka. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Sumsel Babel untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Bangka Belitung.

    Acara penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Desa Petaling Banjar Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bupati Bangka, M.Haris serta Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Bapak Achmad Syamsudin. Bantuan yang diberikan berupa paket nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam program penanganan stunting.

    Dalam sambutannya, Bupati Bangka mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Bank Sumsel Babel. “Kami sangat menghargai kontribusi Bank Sumsel Babel dalam mendukung program kesehatan di Kabupaten Bangka. Bantuan ini akan sangat bermanfaat untuk mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di daerah ini,” ungkap M.Haris.

    Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Bapak Achmad Syamsudin, juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah. “Bank Sumsel Babel selalu berusaha untuk menjadi mitra yang aktif dalam pembangunan daerah. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Bangka dan membantu menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat,” katanya.

    Selain penyerahan bantuan, acara ini juga menjadi ajang diskusi antara pihak Bank Sumsel Babel dan Pemerintah Kabupaten Bangka mengenai langkah-langkah konkret dan strategis untuk penanganan stunting. Melalui sinergi dan kerja sama yang baik, diharapkan masalah stunting di Kabupaten Bangka dapat ditangani secara efektif dan berkelanjutan.

    Penanganan stunting menjadi prioritas utama dalam program kesehatan nasional karena dampaknya yang signifikan terhadap perkembangan anak dan masa depan bangsa. Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

  • Bank Sumsel Babel dan Polda Bangka Belitung Tandatangani MoU

    Bank Sumsel Babel dan Polda Bangka Belitung Tandatangani MoU

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Bank Sumsel Babel (Bank Sumsel Babel) dan Kepolisian Daerah Bangka Belitung (Polda Babel) hari ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang penting terkait Pengamanan, Penegakan Hukum, Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan. Penandatanganan MoU ini dilakukan dalam acara resmi yang dihadiri oleh Direktur Utama Bank Sumsel Babel (Achmad Syamsudin) dan Kapolda Babel (Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing, S.I.K., M.Si., CRGP).

    Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Bank Sumsel Babel dan Polda Babel dalam berbagai aspek salah satunya adalah pengamanan objekt vital synergi layanan perbankan serta edukasi Keamanan Transaksi perbakan, kolaborasi penanganan tindak kejahatan perbankan termasuk maraknya judi online yang menggunakan perbankan untuk Transaksi keuangannya.

    Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin, menyatakan antusiasmenya atas kerja sama ini, “Kami percaya bahwa MoU ini akan membawa banyak manfaat positif bagi kedua belah pihak. Keamanan yang lebih baik dan peningkatan kapasitas SDM akan membantu Bank Sumsel Babel memberikan layanan terbaik kepada nasabah kami. Kami siap bersinergi dengan Polda Babel dalam membantu pengentasan kemiskinan ekstrem , pengurangan stunting di babel dan penanggulangan inflasi di wilayah kepulauan Bangka Belitung.”

    Kapolda Bangka Belitung, [Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing, S.I.K., M.Si., CRGP], juga menambahkan, “Kerja sama dengan Bank Sumsel Babel adalah langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penegakan hukum dan pengamanan. Kami mengapresiasi adanya kerjasama ini”

    Penandatanganan MoU ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk kerja sama yang lebih erat antara Bank Sumsel Babel dan Polda Bangka Belitung dalam mengatasi berbagai tantangan keamanan dan hukum yang ada, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Bangka Belitung.