Usai Santap Menu MBG, 9 Siswa di Muba Diduga Keracunan

- Redaksi

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa keracunan makanan saat dirawat di klinik. (Photo: Istimewa)

Siswa keracunan makanan saat dirawat di klinik. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN – Sebanyak 9 siswa SD Negeri 3 Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman diduga keracunan usai mengkonsumsi program MBG yang dibagikan pada Rabu 3 September 2025 lalu.

Para siswa mengalami gejala mual dan muntah serta sakit perut. Mereka langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah membenarkan peristiwa tersebut.

“Dari laporan yang kami terima ada sembilan siswa. Ada yang mengalami gejala cukup serius, sampai ringan seperti mual, pusing dan muntah,” ungkap Azmi, Jumat (5/9/2025).

Kata Azmi saat ini pihaknya sudah mengambil sampel makanan dan masih dalam pemeriksaan laboratorium.

“Sample makan sudah diambil dan dikirim ke BPOM Palembang, hasilnya keluar seminggu lagi. Untuk kondisi siswa saat ini semuanya sudah membaik,” kata Azmi.

Kepala SPPG BGN Sekayu Oking Candra menegaskan, dapur penyedia makanan sementara dihentikan hingga hasil uji laboratorium keluar.

“Menu yang dikonsumsi anak-anak saat itu berupa nasi putih, filet ikan dori crispy, sayur tumis kacang panjang dengan wortel dan buncis, tahu, serta buah jeruk,” tegas Oking.

Pihak Dinkes kaya Oking sudah turun dan mengambil sampel makanan. “Untuk sementara dapurnya kami stop sampai hasil lab resmi keluar,” kata Oking.

Camat Babat Toman Heru Kharisma menambahkan, pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan ada beberapa siswa dibawa ke klinik pada pada Rabu (3/9/2025). Para siswa ini mengalami pusing mual dan muntah sehingga cepat ditangani.

“Gejala diduga keracunan itu terjadi setelah mengonsumsi MBG. Mereka sempat dilakukan perawatan, Alhamdulillah kini siswa sudah sehat semua. Sementara untuk siswa yang lain masih kami pantau, apakah mengalami gejala serupa,” kata Heru. (ANA)

Berita Terkait

Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan
Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap
Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Polres Muba Tangkap Bandar Sekaligus Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu Seberat 1.7 Kilogram Di Desa Tebing Bulan
Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri
Cegah Konflik Pengalihan Air, Kapolsek Buay Madang Timur Cek Saluran Irigasi Desa Sumber Harjo
Pemkab Muba Terapkan Manajemen Talenta ASN, Karier Berbasis Kinerja dan Kompetensi

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri

Berita Terbaru

Mulyadi korban penganiayaan saat peliputan dirawat di RS Bhayangkara.

Kota Palembang

Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:06 WIB