Tag: Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Banjir Bandang di Sumatera

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Banjir Bandang di Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU — Di tengah bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan komitmennya sebagai perusahaan yang hadir dan peduli terhadap masyarakat. Melalui Sales Area Bengkulu, Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial korporasi.

    Penyaluran bantuan dilakukan pada Rabu (24/12/2025) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bengkulu, sebagai mitra strategis yang memiliki jaringan dan kapasitas penyaluran bantuan lintas wilayah secara cepat dan tepat sasaran.

    Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sales Area Manager Bengkulu, M. Farid Akbar, kepada Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bengkulu, Ikram Dirga Saputra, di Kantor Sales Area Bengkulu. Kolaborasi ini mencerminkan upaya perusahaan dalam memastikan setiap bentuk kepedulian dapat diterjemahkan menjadi bantuan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Bencana ini bukan hanya menjadi ujian bagi masyarakat terdampak, tetapi juga panggilan kemanusiaan bagi kita semua. Pertamina Patra Niaga berupaya hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi di saat masyarakat menghadapi situasi sulit,” ungkap Farid.

    Bantuan yang disalurkan bersifat adaptif, sehingga dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan paling mendesak di lapangan, mulai dari logistik darurat, dukungan layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

    Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya sungai di berbagai wilayah, merendam permukiman warga, merusak infrastruktur, serta memaksa ribuan masyarakat mengungsi. Kondisi ini meningkatkan urgensi penanganan darurat yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

    Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bengkulu, Ikram Dirga Saputra, mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang dinilainya mencerminkan kepedulian korporasi yang konsisten.

    “Dukungan ini memperkuat kapasitas kami dalam merespons kebutuhan di lapangan. Sinergi dengan dunia usaha seperti Pertamina Patra Niaga menjadi elemen penting dalam penanganan bencana yang efektif,” ujarnya.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa nilai empati dan solidaritas menjadi landasan utama setiap langkah perusahaan, terutama dalam situasi krisis.

    “Sebagai perusahaan energi nasional, kehadiran kami di tengah masyarakat tidak hanya diukur dari aspek operasional, tetapi juga dari kepedulian dan kepekaan sosial. Dalam kondisi bencana, tidak ada batas wilayah—yang ada adalah tanggung jawab bersama sebagai satu bangsa,” tegas Rusminto.

    Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari implementasi berkelanjutan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya penguatan ketahanan komunitas terhadap bencana dan pengembangan kemitraan strategis. Melalui langkah ini, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat kepercayaan publik dengan menghadirkan empati sebagai nilai inti dalam setiap kontribusi sosialnya.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Rejang Lebong

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Rejang Lebong

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Sales Area Bengkulu menyalurkan bantuan kepada korban banjir yang terjadi di Kelurahan Kepala Siring, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam merespons kondisi darurat serta mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.

    Bantuan diserahkan secara langsung oleh Muhamad Naufal Pratama, Sales Branch Manager (SBM) Gas Bengkulu, kepada Lurah Kepala Siring, Sulita Rahmi, sebagai perwakilan pemerintah setempat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam masa pemulihan.

    Naufal menyampaikan bahwa penyaluran bantuan merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terhadap masyarakat di wilayah Bengkulu.

    “Melalui penyaluran bantuan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berharap dapat membantu masyarakat yang terdampak banjir serta mendukung upaya pemulihan di Kelurahan Kepala Siring. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujar Naufal.

    Banjir bandang yang terjadi sejak Sabtu (21/12/2025) di Kelurahan Kepala Siring, Kabupaten Rejang Lebong, menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak dan aktivitas masyarakat terganggu.

    Lurah Kelurahan Kepala Siring, Sulita Rahmi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel kepada warganya.

    “Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang terdampak banjir. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepeduliannya terhadap warga Kelurahan Kepala Siring. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga,” ungkap Sulita.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa respon cepat terhadap bencana merupakan bagian dari komitmen perusahaan.

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel selalu siap hadir di tengah masyarakat, termasuk saat kondisi darurat seperti bencana banjir. Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak, dan kami berharap dapat membantu meringankan beban mereka dalam masa pemulihan,” ujar Rusminto.

    Kegiatan ini mencerminkan peran aktif Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam memperkuat ketahanan masyarakat saat bencana dan turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui dukungan terhadap ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana.

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Raih Apresiasi Kecamatan Pangkalbalam atas Kontribusi Sosial Berkelanjutan

    Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Raih Apresiasi Kecamatan Pangkalbalam atas Kontribusi Sosial Berkelanjutan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkalbalam menerima Sertifikat Penghargaan dari Pemerintah Kecamatan Pangkalbalam atas dedikasi dan kontribusi aktif perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial kemasyarakatan di wilayah tersebut.

    Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Penyerahan Penghargaan serta Penyampaian Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) se-Kelurahan dan se-Kecamatan Pangkalbalam pada Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi kinerja pembangunan sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong program pemberdayaan yang berkelanjutan.

    IT Manager Pangkalbalam, Tri Awan Nusa Putra, menyampaikan bahwa apresiasi ini menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk terus memperkuat peran sosial di lingkungan sekitar operasional.

    “Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat, serta menghadirkan program sosial yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Tri.

    Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Lontong Pancur, Kecamatan Pangkalbalam. Program tersebut melibatkan dua kelompok binaan, yaitu Kelompok Balore yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan Kelompok Hidroponik yang mengembangkan pertanian perkotaan.

    Program ini telah menunjukkan hasil positif dengan peningkatan pendapatan kelompok binaan rata-rata sebesar Rp400.000 hingga Rp600.000 per bulan, sebagai cerminan kontribusi nyata TJSL dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

    Selain pemberdayaan ekonomi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga berperan dalam upaya pengentasan stunting melalui penyaluran 50 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada kegiatan posyandu di Kelurahan Lontong Pancur.

    Dukungan sosial lainnya diwujudkan melalui partisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia serta penyaluran hewan kurban di sejumlah masjid, sebagai bentuk komitmen membangun hubungan harmonis dan berkelanjutan dengan masyarakat.

    Camat Pangkalbalam, Purnamawan, menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan kepada pemangku kepentingan yang secara konsisten mendukung pembangunan sosial di wilayahnya.

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menunjukkan komitmen nyata melalui berbagai program sosial, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga pengentasan stunting. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci pembangunan berkelanjutan di Pangkalbalam,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa penghargaan ini memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah.

    “Kami mengapresiasi kepercayaan dan penghargaan dari Pemerintah Kecamatan Pangkalbalam. Kontribusi melalui program TJSL di Kelurahan Lontong Pancur merupakan wujud kepedulian kami terhadap kesejahteraan masyarakat. Ke depan, sinergi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat melalui program-program yang berdampak langsung dan berkelanjutan,” ujar Rusminto.

    Kontribusi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tanam Ratusan Pohon dan Tebar 3.000 Bibit Ikan di DAS Lematang dalam Rangka HUT Pertamina

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tanam Ratusan Pohon dan Tebar 3.000 Bibit Ikan di DAS Lematang dalam Rangka HUT Pertamina

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Sebagai bagian dari Perayaan Hari Ulang Tahun ke-68 PT Pertamina, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Lahat melaksanakan aksi konservasi lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang. Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat, kegiatan ini meliputi penanaman ratusan pohon produktif di lahan seluas 2 hektar serta penebaran 3.000 bibit ikan patin ke Sungai Lematang sebagai wujud syukur dan komitmen untuk menjaga bumi, Rabu (10/12/2025).

    Kegiatan penghijauan dihadiri Fuel Terminal Lahat Manager M. Anshary Ridhani beserta jajaran dan Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat Eddi Adwar beserta jajaran. Ratusan pohon ditanam, terdiri dari pohon buah (durian, mangga, klengkeng, alpukat, jambu air, sawo, belimbing, matoa, nangka), pohon hias dan peneduh (tabebuya dan ketapang kencana), serta pohon produktif seperti sengon.

    Fuel Terminal Lahat Manager, M. Anshary Ridhani, menegaskan makna kegiatan dalam momentum ulang tahun Pertamina.

    “Di usia ke-68 ini, Pertamina ingin menghadirkan kontribusi yang memberi dampak langsung bagi lingkungan. Penanaman pohon produktif di DAS Lematang kami harapkan dapat memperkuat ekosistem, menjaga kualitas udara dan tanah, sekaligus menjadi warisan hijau bagi masyarakat,” ujar Anshary.

    Selain itu, penebaran 3.000 bibit ikan patin dilakukan untuk memperkaya keanekaragaman hayati perairan. Bibit ikan lokal ini membantu memulihkan populasi ikan sungai, menjaga keseimbangan rantai makanan, dan membuka peluang ekonomi melalui aktivitas perikanan rakyat serta wisata memancing.

    Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Lahat, Eddi Adwar, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung agenda pelestarian lingkungan daerah.

    “Kami berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang selalu berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian DAS Lematang. Dukungan ini sangat berarti bagi upaya pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan,” tutur Eddi.

    Secara ekologis, penanaman 300 pohon ini berpotensi menyerap ±3.600 kg CO₂ per tahun, memperluas tutupan vegetasi DAS Lematang, menurunkan suhu kawasan sekitar, serta mengurangi potensi erosi sebesar ±12–18 ton per tahun. Dalam jangka panjang, kawasan ini juga berpeluang berkembang menjadi area ecowisata.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari semangat HUT ke-68 PT Pertamina untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan.

    “Momentum ulang tahun Pertamina kami maknai dengan aksi yang memberi dampak langsung. Penanaman ratusan pohon di DAS Lematang bukan hanya menambah tutupan hijau, tetapi juga membantu mengurangi emisi, mencegah erosi, dan memperkuat ekosistem lokal. Setiap pohon yang tumbuh menjadi simbol komitmen Pertamina untuk menjaga bumi dan masa depan bersama,” ujar Rusminto.

    Aksi penanaman pohon ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan emisi dan perluasan ruang hijau, serta Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya konservasi dan penanaman pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Program SIGAP untuk Mitigasi Bencana dan Adaptasi Iklim di Panjang Utara

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Program SIGAP untuk Mitigasi Bencana dan Adaptasi Iklim di Panjang Utara

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG — Perubahan iklim membawa tantangan nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana seperti Kampung Baru Tiga, Kelurahan Panjang Utara, Bandar Lampung. Banjir berulang, cuaca ekstrem, serta degradasi lingkungan menegaskan perlunya langkah bersama yang terencana dan berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menghadirkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Siaga dan Bersihkan Panjang Utara (SIGAP).

    Program SIGAP mencakup pemasangan 50 biopori untuk meningkatkan daya serap air, pemasangan tiga lampu tenaga surya, pelatihan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik, serta edukasi pengurangan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan tangguh.

    Integrasi upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim menjadi fokus program ini. Selain menekan sumber pemanasan global, SIGAP juga membantu masyarakat tetap aman dan produktif di tengah perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi. Komitmen ini terus diperkuat, terutama di daerah-daerah rentan seperti Panjang Utara.

    Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Panjang Utara, Nur Rachmad, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

    “Kampung kami rawan banjir. Setelah berdiskusi dengan masyarakat, pemerintah, dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kami sepakat memulai langkah-langkah sederhana namun efektif seperti pembuatan biopori dan pengelolaan sampah sebagai upaya mitigasi bencana di Kampung Baru Tiga,” ujarnya.

    Sementara itu, Rina, salah satu warga penerima manfaat, merasakan langsung dampak positif dari program ini.

    “Dulu saat hujan deras, air cepat menggenang. Kini dengan biopori air lebih cepat meresap, lampu tenaga surya membantu penerangan malam hari, dan pelatihan maggot membuat kami bisa mengelola sampah dapur secara mandiri,” ungkapnya.

    Kajian Yayasan Spora Greens Indonesia menunjukkan bahwa Program SIGAP memberikan dampak lingkungan signifikan, di antaranya penghematan energi penerangan sebesar 388,8 kWh per tahun, pengurangan sampah plastik 63 kg yang menurunkan emisi 0,189 ton CO₂ per tahun, serta pengelolaan 8.640 kg sampah organik melalui budidaya maggot yang mampu menekan potensi emisi metana hingga 194,4 kg CH₄ per tahun.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

    “Aksi mitigasi dan adaptasi lingkungan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menekan sumber perubahan iklim sekaligus membantu masyarakat beradaptasi dengan tantangan yang tidak terhindarkan. Keberhasilan program seperti ini bergantung pada kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan terus mendukung upaya bersama tersebut,” ujar Rusminto.

    Program SIGAP merupakan wujud nyata kontribusi TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan Tujuan 15 (Ekosistem Daratan). Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan, program ini diharapkan menjadi contoh bagaimana aksi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Gelar Pemeriksaan Kesehatan Door to Door dan Edukasi Hidup Sehat di Jambi

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Gelar Pemeriksaan Kesehatan Door to Door dan Edukasi Hidup Sehat di Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Jambi kembali menunjukkan komitmennya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan. Pemeriksaan kesehatan gratis digelar di RT 04 Kelurahan Kasang, wilayah Ring 1 FT Jambi pada Rabu (26/11), dan mendapat sambutan hangat, terutama dari warga lansia.

    Data nasional mencatat sekitar 2,9 juta penduduk tinggal di wilayah yang belum terjangkau fasilitas kesehatan, menunjukkan masih adanya kesenjangan layanan bagi masyarakat. Kondisi ini membuat kehadiran layanan kesehatan di pemukiman menjadi sangat penting, terutama bagi warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan mobilitas.

    Menjawab kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga menghadirkan dua layanan utama berupa pemeriksaan kesehatan door to door dan edukasi pola hidup sehat oleh dr. Yudia Pratama. Warga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi kesehatan, serta penjelasan mengenai pencegahan penyakit yang umum dialami lansia, sehingga mereka lebih mudah memantau kondisi kesehatannya tanpa perlu pergi jauh.

    Kegiatan ini diikuti 89 peserta terdiri dari, Fuel Terminal Manajer (FTM) Jambi, Ajik Putra Kurniawan, perangkat kelurahan hingga warga Ring 1, dengan mayoritas adalah lansia yang membutuhkan pendampingan kesehatan rutin. Salah satu peserta, Netty, menyampaikan rasa terbantunya mengikuti program ini.

    “Saya sangat bersyukur bisa diperiksa di rumah. Saya sudah lanjut usia dan tidak selalu mampu pergi ke fasilitas kesehatan. Program ini sangat membantu,” ujar Netty.

    Lurah Kasang, Novri Indra, juga menilai program ini menjawab kebutuhan masyarakat yang jarang melakukan pengecekan kesehatan karena keterbatasan waktu dan biaya.

    “Layanan door to door ini memudahkan warga, terutama lansia. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tutur Novri.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melihat warga di sekitar wilayah operasional sebagai mitra penting perusahaan. Karena itu, dukungan kesehatan menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan. Program pemeriksaan dan edukasi kesehatan ini direncanakan berlangsung rutin setiap bulan sebagai upaya membantu masyarakat tetap sehat, aman, dan terlindungi.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

    “Kami ingin kehadiran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak hanya dirasakan melalui layanan energi, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Program kesehatan ini kami dorong agar benar-benar membantu warga menjaga kualitas hidupnya,” ujar Rusminto. Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan pertamina.com

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Ruang Ekspresi Seni Anak Bengkulu Lewat Dukungan untuk Seiring Art Space

    Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Ruang Ekspresi Seni Anak Bengkulu Lewat Dukungan untuk Seiring Art Space

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU — Upaya memperluas akses edukasi kreatif bagi anak-anak terus digencarkan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Sumbagsel memberikan dukungan nyata kepada Seiring Art Space, sebuah ruang belajar seni yang berkembang sebagai pusat kegiatan kreatif di Kota Bengkulu.

    Seiring Art Space, yang berlokasi di Pematang Gubernur, Muara Bangka Hulu, mulai beroperasi pada 2023 atas inisiatif Edi Soe. Ia merancang studio ini sebagai ruang yang hangat dan inklusif, memungkinkan anak-anak serta orang tua untuk mempelajari berbagai cabang seni seperti menggambar, melukis, digital art, hingga gerabah.

    Menurut Edi, keberadaan ruang seni yang ramah anak sangat dibutuhkan di Bengkulu. Ia berharap Seiring Art Space menjadi tempat anak-anak membangun kepercayaan diri melalui karya dan kebebasan berekspresi. “Kami ingin mereka merasakan bahwa apa pun yang mereka buat itu berharga,” ujarnya.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Sumbagsel melalui fasilitas meja, kursi, alat tulis, papan tulis, serta sejumlah pelatihan termasuk melalui Pertamina UMK Academy mendorong Seiring Art Space memperluas kapasitas dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

    Berkat proses pembinaan tersebut, beberapa murid berhasil menunjukkan prestasi membanggakan. Salah satunya Anindya Nakeisha Zara, siswa kelas digital art yang lolos 20 besar nasional lomba cerita bergambar dan mendapatkan kesempatan mempresentasikan karyanya di Gedung DPR RI. “Seni membuat saya menemukan cara baru untuk bercerita,” katanya penuh semangat.

    Saat ini, Seiring Art Space yang beralamat di Jl. W.T. Supratman Gang Aurduri 1C telah memberdayakan enam pekerja lokal. Setiap bulan, sebanyak 20 hingga 50 peserta mengikuti berbagai kelas, menghasilkan omzet sekitar Rp6 juta. Kegiatan seperti Workshop Seni dan Healing Art menjadi program favorit yang selalu diminati.

    Tak hanya berfokus pada kelas regular, Seiring Art Space turut berkolaborasi dengan sejumlah ruang publik seperti Benteng Marlborough dan Rumah Bung Karno. Kolaborasi ini membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal seni sekaligus terlibat dalam kegiatan kreatif.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyebut dukungan kepada Seiring Art Space merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam membangun karakter generasi muda. “Di tempat ini, anak-anak belajar untuk berani mencoba, berani salah, dan berani berkarya. Kami bangga mendukung perjalanan mereka,” tegas Rusminto.

    Program pembinaan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 10 tentang Pengurangan Kesenjangan. Lewat peningkatan akses edukasi seni dan pemberdayaan tenaga lokal, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel terus berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Bengkulu.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Lampung Ethnica Lestarikan Budaya Lewat Busana dan Pemberdayaan Masyarakat

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Lampung Ethnica Lestarikan Budaya Lewat Busana dan Pemberdayaan Masyarakat

    SUARAPUBLIK.ID, LAMPUNG – Dari kain bermotif khas Lampung, lahirlah karya yang tak hanya indah, tapi juga menyimpan makna tentang budaya dan kemandirian. Itulah Lampung Ethnica, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang berlokasi di Jalan Raya Sekampung, Dusun IV, Pasar Desa Sumbergede, Lampung Timur. Usaha ini menghadirkan busana etnik bernuansa modern sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.

    Didirikan oleh Qoriatul Hayati pada tahun 2018, Lampung Ethnica berawal dari kecintaannya terhadap kain tapis dan motif tradisional Lampung. Dengan sentuhan kreatif, motif khas itu diolah menjadi busana modern untuk berbagai kesempatan, seperti tas, peci, sendal, sarung, belt etnik, kaos, outer, kimono, dan vest mulai dari harga Rp40 ribu sampai Rp1 juta.

    “Awalnya saya hanya ingin kain khas Lampung tetap hidup. Setelah mendapat pendampingan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, saya belajar mengembangkan desain yang tetap bernilai budaya tapi bisa diterima pasar modern,” ujar Qoriatul, pendiri Lampung Ethnica.

    Sejak menjadi UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel pada 2022, Lampung Ethnica berkembang pesat. Usaha ini memberdayakan 350 ibu rumah tangga penenun tapis dan 15 pemuda lokal, tiga di antaranya kini bisa kuliah sambil bekerja, dengan peningkatan penghasilan keluarga dari Rp500 ribu menjadi Rp900 ribu hingga Rp1,7 juta per bulan.

    “Saya ikut sejak awal Lampung Ethnica berdiri. Berkat dukungan Lampung Ethnica dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, saya bisa melanjutkan kuliah sambil tetap bekerja dengan penghasilan yang ada. Saya berharap suatu hari bisa ikut mengembangkan usaha ini agar makin banyak anak muda yang tertarik melestarikan kain tapis,” ungkap Diah Aprilia, salah satu pemuda yang berhasil kuliah berkat program ini.

    Penciptaan lapangan kerja bagi pemuda lokal, dukungan bagi kelompok disabilitas yang ikut dalam proses produksi, serta pelestarian budaya daerah menjadi bukti bahwa bisnis dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan, sejalan dengan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    Melalui program pembinaan UMKM, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendukung pengembangan Lampung Ethnica lewat pelatihan manajemen, pengemasan, dan pemasaran digital. Dukungan ini membuat Lampung Ethnica menembus pasar luar daerah, tampil di pameran nasional seperti SMEXPO dengan penjualan tertinggi, hingga merambah ajang internasional, yakni pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) di Jakarta Convention Center tahun 2025.

    Menurut Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung ekonomi lokal berbasis kearifan budaya.

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak hanya membantu dari sisi permodalan, tetapi juga mendorong UMKM binaan untuk tumbuh berkelanjutan dan tetap membawa nilai budaya dalam setiap karya,” ungkap Rusminto.

    Kini, Lampung Ethnica menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Lampung. Lebih dari sekadar usaha, Lampung Ethnica adalah wujud cinta pada budaya dan semangat berdaya yang menumbuhkan ekonomi tanpa kehilangan jati diri. Melalui program binaan Lampung Ethnica, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-8 tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Kemandirian Ekonomi Hijau Lewat Budidaya Lebah Trigona di Desa Tanjung Dalam

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Kemandirian Ekonomi Hijau Lewat Budidaya Lebah Trigona di Desa Tanjung Dalam

    SUARAPUBLIK.ID, OKU — Di tepian hutan Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Lubuk Batang, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dengung lebah kini menjadi simbol perubahan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Fuel Terminal (FT) Baturaja, warga mengubah potensi alam menjadi sumber ekonomi berkelanjutan lewat budidaya lebah madu Trigona, lebah tanpa sengat penghasil madu bernilai tinggi.

    Sejak 2021, program ini menjadi awal kemandirian delapan peternak binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Kini, lebih dari 80 stup lebah Trigona menghasilkan madu murni dua hingga tiga kali seminggu sebagai sumber penghidupan bagi keluarga desa, dengan budidaya alami tanpa bahan kimia dari nektar bunga liar sekitar hutan.

    Meski panen menurun saat musim hujan, para peternak tetap tekun merawat koloni dan menjaga lingkungan tanpa pestisida agar lebah dapat hidup alami. Saat kemarau, produksi madu mencapai 20 kilogram per hari dengan harga Rp75.000–Rp130.000 per botol (250–500 ml), menghasilkan pendapatan hingga Rp3,5 juta per bulan yang dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga dan pengembangan usaha.

    Di balik keberhasilan tersebut, ada sosok Sartono, sang penggerak utama program sekaligus inspirasi bagi warga. Ia sangat bersyukur atas Program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk budidaya lebah.

    “Awalnya kami hanya mencoba beberapa stup di hutan, hasilnya lumayan. Sekarang kami bisa panen di rumah sendiri. Madu ini bukan hanya manis, tapi juga membawa harapan dan semangat baru bagi kami,” ujar Sartono dengan senyum bangga.

    Program ini juga membuka peluang kerja bagi warga lain, termasuk dua mantan buruh harian lepas yang kini mandiri secara ekonomi melalui panen madu yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti meredakan batuk, demam, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

    “Dulu saya hanya buruh harian, tapi setelah belajar budidaya lebah, kini saya bisa punya penghasilan sendiri dari panen madu. Rasanya bangga bisa berusaha dari alam sendiri,” tutur Jumali, salah satu penerima manfaat program.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut memberikan pelatihan teknis, bantuan sarana produksi, dan pendampingan manajemen usaha, hingga kini Madu Trigona Desa Tanjung Dalam mulai dikenal di pasar lokal dan menembus pasar regional. Warga bahkan berencana mengembangkan produk turunan seperti propolis, sabun madu, dan lilin alami untuk memperluas nilai ekonomi.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung kemandirian masyarakat dan pelestarian lingkungan.

    “Budidaya lebah Trigona adalah bentuk sinergi antara manusia dan alam. Program ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga kontribusi nyata terhadap ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan. Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Desa Tanjung Dalam tumbuh menjadi simbol kemandirian sekaligus kepedulian terhadap bumi,” ujar Rusminto.

    Program ini membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan, dan menumbuhkan kesadaran untuk hidup selaras dengan alam. Inisiatif ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Tujuan 8 tentang pekerjaan layak, Tujuan 12 tentang produksi berkelanjutan, dan Tujuan 15 tentang pelestarian ekosistem daratan melalui keberlanjutan budidaya lebah.