Tag: Pempek Abin Anisa

  • Kisah “Kebucinan” di Balik Gurihnya Pempek Abin Anisa, Lewat Marketplace Dilirik Hingga Mancanegara

    Kisah “Kebucinan” di Balik Gurihnya Pempek Abin Anisa, Lewat Marketplace Dilirik Hingga Mancanegara

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Di sebuah sudut Perumahan Taman Sari 2, Kenten, aroma gurih ikan yang sedang diolah menyeruak hampir setiap pagi. Di balik kepulan asap dapur itu, ada kisah tentang cinta, pemberdayaan tetangga, dan bagaimana teknologi digital mampu menerbangkan cita rasa lokal hingga ke mancanegara.

    Pempek Abin Anisa atau yang kini populer di ranah digital dengan nama toko Oleh-oleh Palembang AA adalah bukti nyata bagaimana sebuah UMKM bertransformasi melalui ekosistem marketplace.

    Usaha ini lahir dari tangan dingin Abin, pria asli Palembang yang memiliki visi mulia menciptakan lapangan kerja bagi lingkungan sekitarnya. Sejak resmi berdiri pada 27 Maret 2021, Abin sejak awal hanya mempromosikan kerupuk kemplang lewat marketplace Shoope dan live streaming, lantas permintaan konsumen malah tertuju pada makanan Khas Palembang Pempek.

    Inilah yang menjadi dasar pertamakali Abin memutuskan turut menjual makanan olahan Ikan tersebut meski saat itu ia hanya mengambil pempek dari rekananya. Namun seiring berjalan Abin akhirnya memproduksi sendiri pempeknya demi menjaga standar kualitas.

    Ia merekrut tetangga-tetangganya, melatih mereka menjadi tenaga ahli pempek, dan menggunakan bahan baku ikan kakap serta gabus pilihan yang dikemas secara mandiri.

    Nama “Abin Anisa” sendiri merupakan bentuk dedikasi kasih sayang atau “kebucinan” sang pemilik kepada sang istri, yang kemudian justru menjadi merek yang membawa keberuntungan.

    “Apalagi nama saya dan istri diawali huruf A, jadi pas sekali, dahulunya merk dagang kami AA, jadi Abin Anisa,” ujarnya.

    Sadar bahwa persaingan pempek di Palembang sangat ketat, Abin dan Anisa mengambil langkah berani dengan membidik pasar luar kota. Lewat Shopee, sejak tahun 2021 menjadi titik balik besar bagi bisnis mereka.

    “Shopee sangat membantu penjualan kami. Melalui platform ini, hambatan jarak seolah hilang,” ungkap Abin. Mereka memanfaatkan fitur Shopee Live untuk berinteraksi langsung dengan pembeli, menjelaskan kualitas ikan, hingga menunjukkan proses pengemasan yang aman.

    Efisiensi pun dipikirkan matang-matang. Abin merancang paket-paket khusus (isi 10 hingga 50 pcs) yang beratnya dipaskan di angka 1,3 kg. Tujuannya satu: agar pelanggan mendapatkan jumlah pempek maksimal namun tetap terhitung ongkir satu kilogram.

    Keajaiban ekonomi digital paling terasa saat Shopee menggelar kampanye di tanggal-tanggal cantik. Bagi Pempek Abin Anisa, momen tersebut bukan sekadar angka di kalender, melainkan keran rezeki yang terbuka lebar.

    “Kalau hari biasa, kita rata-rata mengirim 40 resi. Tapi kalau sudah masuk Tanggal Cantik (Double Day), pengiriman bisa melonjak hingga 100 resi, bahkan paket yang keluar bisa mencapai 150 paket,” jelasnya.

    Puncaknya terjadi saat bulan Ramadan, di mana penjualan bisa naik 2 hingga 3 kali lipat dari biasanya. Berkat sistem logistik Shopee yang terintegrasi, pempek dari Banyuasin ini mampu mendarat dengan selamat di Ambon, Papua, bahkan menembus pasar internasional ke Hong Kong melalui layanan Shopee Direct.

    Menjadi bagian dari Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang (ASPEK) dan berjualan di Shopee menuntut standar tinggi. Abin mengakui bahwa aturan Shopee yang ketat terkait kualitas dan ketepatan waktu justru menjadi pemacu bagi mereka untuk terus memberikan yang terbaik.

    Dengan kapasitas produksi mencapai 130.000 butir pempek dan konsumsi 1.300 kg ikan per bulan, Pempek Abin Anisa tetap teguh pada komitmennya: rasa yang terjamin, pengiriman cepat, fitur COD yang memudahkan, serta garansi retur bagi pelanggan.

    Dari sebuah gang di perumahan Banyuasin, Abin dan Anisa bersama para tetangganya membuktikan bahwa kuliner tradisional bisa mendunia lewat jalinan kasih sayang dan kecanggihan teknologi.