Tag: Komunitas Nelayan Pesisir

  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, Nelayan Ganjar Ajak Masyarakat Muara Enim Beramai-ramai Bikin Pempek

    Peringati Hari Sumpah Pemuda, Nelayan Ganjar Ajak Masyarakat Muara Enim Beramai-ramai Bikin Pempek

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatera Selatan Dukung Ganjar Pranowo turut memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan kegiatan yang menciptakan persatuan dan kekompakan warga.

    Kali ini, sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut merangkul sejumlah warga Muara Enim untuk membuat pempek di Lingkungan RT 3, RW 2, Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (28/10).

    Koordinator Wilayah (Korwil) KNP Sumsel Heldi Bagja mengatakan dalam momen sumpah pemuda ini, pihaknya mengajak anak muda hingga tua untuk membuat pempek secara beramai-ramai.

    “Hari ini, memperingati Hari Sumpah Pemuda, kami bersama ibu-ibu, pemuda, pemudi di sini membuat pempek beramai-ramai,” ungkapnya.

    Heldi mengatakan kegiatan ini makin menjaga kekompakan warga desa tersebut. Selain itu, pembuatan pempek yang diikuti ratusan warga ini sekaligus melestarikan makanan khas wilayah Sumatera Selatan.

    “Pertama, kami menjaga kekompakan warga desa ini. Kedua, ini adalah makanan khas Palembang, pempek. Sekaligus ini melestarikan makanan khas Palembang sehingga budaya asli Palembang tidak diklaim orang luar,” ucapnya.

    KNP Dukung Ganjar berharap anak muda hingga tua di Muara Enim makin solid untuk menjaga silaturahmi.

    “Harapan kami, ibu-ibu semakin solid untuk menjaga silaturahmi sesama ibu-ibu. Ibu-ibu juga bisa mengetahui sosok Ganjar Pranowo,” tuturnya.

    KNP terinspirasi dari sosok calon presiden (capres) Ganjar Pranowo yang kerap turun ke masyarakat untuk menyapa dan mendengar aspirasi warganya.

    “Kegiatan kami ini sangat terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo. Pak Ganjar saat memimpin Jawa Tengah menginspirasi kami sebagai anak muda. Energinya sama dengan anak muda,” katanya.

    Dalam kegiatan itu, KNP turut menyosialisasikan program-program Ganjar Pranowo yang telah berhasil dilakukan saat menjabat gubernur Jawa Tengah.

    “Hari ini, kami mengadakan canvassing, menyosialisasikan Ganjar Pranowo, program kerja dan keberhasilan beliau saat memimpin Jawa Tengah,” ujarnya.

    Misalnya, program khusus nelayan seperti subsidi minyak solar hingga kartu nelayan.

    “Ada program-program Ganjar Pranowo ketika memimpin Jateng yang pro terhadap Nelayan. Salah satunya subsidi minyak solar ke nelayan. Lalu, dibuat kartu Nelayan. Aplikasi Siadin untuk mengetahui cuaca atau perkembangan situasi di laut,” ucapnya.

  • Nelayan Ganjar Bagikan Jaring Ikan Agar Tangkapan Ikan Lebih Banyak

    Nelayan Ganjar Bagikan Jaring Ikan Agar Tangkapan Ikan Lebih Banyak

    SUARAPUBLIK.ID, PALI – Komunitas Nelayan Pesisir Sumatera Selatan dukung Ganjar Pranowo memberikan bantuan ratusan jaring ikan kepada para nelayan di Desa Pandan, Kec. Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Minggu (22/10/2023).

    Wakil Koordinator Wilayah Komunitas Nelayan Pesisir Sumsel dukung Ganjar, Aspin Madid mengatakan pemberian jaring sebagai bentuk kepedulian kepada nelayan agar tangkapan ikan mereka lebih banyak dari biasanya.

    “Kami membagikan jaring kepada nelayan di Kab. Pali. Semoga bermanfaat, biar semangat lagi nelayan berlayarnya, supaya tangkapan ikan banyak,” ucap Aspin di lokasi.

    Aspin menuturkan pemberian jaring ikan ini juga sebagai simbol kepedulian Ganjar Pranowo kepada nelayan di seluruh negeri, yang saat ini di wakili oleh para sukarelawan.

    Menurut dia, Ganjar yang berprinsip ‘Tuanku ya Rakyat’ tersebut telah memiliki kepedulian kepada nelayan. Hal itu terlihat dalam kebijakan Ganjar saat menjadi Gubernur Jawa Tengah.

    Program Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah yang telah sukses membuat nelayan maju dan sejahtera diantaranya dengan program Asnel, subsidi BBM bagi nelayan dan bantuan keuangan.

    Selain itu, Ganjar mengucurkan anggaran Rp 60 miliar untuk disalurkan kepada mereka yang berhak mendapatkan, termasuk untuk para nelayan.

    Sementara, Koordinator Daerah Komunitas Nelayan Kab. Pali, Soleha mengungkapkan bahwa jaring ikan ini sangat dibutuhkan oleh nelayan di wilayah tersebut. Adapaun jaring ikan yang diberikan ada ratusan untuk setiap nelayan.

    “Kita serahkan atas kebutuhan masyarakat khususnya nelayan sendiri,” ucapnya.

    Sementara, Ketua Nelayan Desa Pandan, Mariko menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh para sukarelawan. Menurutnya, nelayan yang kesehariannya mencari ikan ini sulit mendapatkan ikan apabila tidak memakai jaring.

    “Kami sampaikan terima Makasih atas bantuan jaring ini, sangat bermanfaat bagi kami nelayan, dengan jalan jaring kita bisa menangkap ikan. Kalau tidak menggunakan jaring sangat sulit menangkap ikan,” tutur Mariko.

    Menurut Mariko, para nelayan di wilayah tersebut biasanya menangkap ikan di Sungai Lematang. Dengan jaring yang diberikan oleh sukarelawan, para nelayan bisa mendapatkan ikan sebesar 3 kg sampai 15 kg dengan berbagai macam ikan seperti Patin, Baung, Lampam, Tirusan hingga Mujair. Harga jual dimulai Rp 18 ribu sampai Rp 25 ribu per kg.

    Mariko juga menyatakan kesiapannya mendukung pasangan Ganjar-Mahfud untuk menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029.

    Dukungan diberikan karena para nelayan menilai Ganjar-Mahfud MD merupakan pasangan yang mempunyai kapasitas untuk menjadikan Indonesia menjadi poros ekonomi maritim dunia.

    “Kami siap mendukung Pak Ganjar dan Pak Mahfud,” pungkas dia.

  • Nelayan Ganjar Edukasi Warga Muara Enim Cara Menangkap Ikan Ramah Lingkungan

    Nelayan Ganjar Edukasi Warga Muara Enim Cara Menangkap Ikan Ramah Lingkungan

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM- Sukarelawan Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatera Selatan mengedukasi kelompok nelayan di Muara Enim cara menangkap ikan yang ramah lingkungan.

    Kegiatan itu berlangsung di Dusun IV Kedatun Desa Tanjung Baru, Kecamatan Belida, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis (28/9/2023).

    Koordinator Wilayah KNP Sumsel Heldi Bagja mengatakan, edukasi ini penting digelar agar nelayan tahu mana cara menangkap ikan yang ramah lingkungan dan mana yang tidak. Sehingga, ekosistem air laut atau sungai tetap terjaga meski penangkapan ikan dilakukan.

    “Kami menyosialisasikan atau edukasi pentingnya menangkap ikan ramah lingkungan sehingga ekosistem di laut atau di sungai itu terjaga. Kalau terjaga ekosistemnya, nelayan bisa menangkap ikan, populasinya terjaga,” ujar Bagja.

    Dalam pemaparannya, Bagja menyampaikan apa saja alat penangkap ikan yang ramah lingkungan dan bukan. Adapun alat penangkap ikan yang ramah lingkungan seperti menggunakan jaring, tombak, dan jala.

    Sementara alat penangkap ikan yang tidak diperbolehkan atau tidak ramah lingkungan, yaitu setrum ikan, racun bom ikan, dan pukat harimau.

    Kegiatan yang juga sebagai sosialisasi sosok Ganjar Pranowo calon presiden 2024 ini pun mendapatkan antusias yang luar biasa dari para peserta. Hal itu kemudian diungkapkan oleh Bagja.

    “Alhamdulillah tadi silaturahmi dan edukasi menangkap ikan ramah lingkungan warga-warga di sini antusias dengan kehadiran kita. Kita memberikan edukasi sehingga ada harapan dari masyarakat sini kalau Bapak Ganjar Pranowo terpilih, semoga silaturahminya terjaga dengan komunitas nelayan pesisir sini,” pungkas Bagja.

  • Nelayan Ganjar Rangkul Pelaut Ogan Ilir untuk Jaga Populasi Ikan Air Tawar

    Nelayan Ganjar Rangkul Pelaut Ogan Ilir untuk Jaga Populasi Ikan Air Tawar

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR – Sukarelawan Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatra Selatan (Sumsel) dukung Ganjar menginisiasi acara “edukasi penangkapan ikan ramah lingkungan” di Dusun II, Desa Pematang Bungur, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Selasa (25/7).

    Dalam kegiatan tersebut, simpatisan Ganjar Pranowo itu mengajak para pelaut untuk menjaga ekosistem air tawar serta keseimbangan populasi ikan di dalamnya.

    Koordinator Wilayah KNP Sumsel, Heldi Bagja mengatakan upaya merawat kelestarian lingkungan air tawar juga berdampak pada keberlangsungan populasi ikan air tawar secara keberlanjutan.

    Dalam momen ini, Bagja membeberkan sejumlah faktor yang dapat merusak keseimbangan populasi ikan serta sungai. Salah satunya adalah penggunaan alat-alat yang dilarang untuk menangkap ikan.

    Berdasarkan UU Nomor 31 tahun 2009 tentang Perikanan pasal 84, disebutkan bahwa menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal enam tahun serta denda maksimal sebesar Rp 1,2 miliar.

    “Kami memberitahu juga alat tangkap ikan yang tidak diperbolehkan untuk menangkap ikan ada tiga jenis yang pertama setrum, yang kedua bom mini, yang ketiga itu menggunakan racun karena takut mengganggu ekosistem atau keberlangsungan populasi yang ada di sungai ini,” ucap dia.

    Keberadaan sungai sangatlah penting. Sebab, sungai menjadi sumber ketahanan pangan dan perekonomian bagi masyarakat.

    Dia mengimbau masyarakat nelayan setempat berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan sungai dan ekosistem ikan air tawar dengan cara menggunakan alat tangkap ikan yang aman.

    KNP Sumsel pun menyerahkan alat tangkap yang aman yakni jaring untuk sungai berukuran 3 inci kepada puluhan nelayan di kawasan tersebut.

    “Tadi ada nelayan-nelayan yang kami edukasi jumlah 80 orang ini, harapan dari saya tidak ada lagi yang menangkap ikan dengan nyetrum memberikan bom atau racun, atau kalau misalkan ada oknum bukan nelayan dari sini dengan cara-cara yang tidak baik itu bisa ditegur,” ungkap dia.

    Sofyan (40) salah satu nelayan setempat merasa aksi KNP Sumsel dukung Ganjar ini dapat meningkatkan kesadaran bersama khususnya dalam menangkap ikan di sungai.

    “Kami sangat antusias sekali kepada tim relawan kami mengucapkan ribuan terima kasih banyak karena telah datang ke tempat kami ke para nelayan yang ada di sini dan memberikan bantuan. Kami sangat terbantu dan bermanfaat,” kata dia.

    Di sela kegiatan, KNP Sumsel juga menyosialisasikan figur Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 dengan berbagai program Ganjar yang dinilai pro terhadap nelayan seperti Asuransi Nelayan, Bantuan Solar Subsidi, dan lain-lain.

  • KNP Edukasi Nelayan Banyuasin Untuk Jaga Lingkungan Hingga Sosialisasikan Sosok Ganjar

    KNP Edukasi Nelayan Banyuasin Untuk Jaga Lingkungan Hingga Sosialisasikan Sosok Ganjar

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Sukarelawan Ganjar yang tergabung dalam Komunitas Nelayan Pesisir Sumatera Selatan melakukan edukasi menjaga lingkungan perairan di sekitar Sungai Musi.

    Kegiatan tersebut digelar di Desa Perajin Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada Minggu, (28/5/2023).

    “Acara hari ini kami melakukan silaturahmi kepada nelayan pesisir di Desa Perajin. Yang kedua, kami sekaligus menyosialisasikan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden,” kata Koordinator Wilayah KNP Sumatera Selatan, Heldi Bagja.

    Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat karena edukasi tentang menjaga lingkungan perairan bisa menambah wawasan dan kesadaran mereka.

    Bagja mengakui lingkungan perairan di desa tersebut sudah tercemari limbah industri hingga sampah rumah tangga.

    “Kami perlu edukasi masyarakat sebagai agent of control. Sehingga, bisa mengontrol perusahaan-perusahaan yang ada di sini. Kalau perusahaan itu membuang limbah berlebihan atau tidak diolah lagi, yang dirugikan adalah masyarakat dan nelayan,” tuturnya.

    Kerusakan lingkungan perairan akibat pencemaran dikhawatirkan dapat mengurangi hasil tangkapan ikan dari para nelayan yang beroperasi di Sungai Musi.

    Kehadiran para sukarelawan Ganjar di sana semakin diterima karena mereka juga memberikan bantuan alat pancing ikan tradisional yang biasa disebut “rawai” oleh warga setempat.

    Setelah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi kepada para nelayan, dukungan terhadap Ganjar menjadi Presiden 2024 kian meningkat.

    “Apalagi, kami ketahui betul Pak Ganjar ini sangat peduli dengan nelayan. Contohnya, pada 2022 dia membuat aplikasi untuk mengontrol (memantau kondisi) cuaca. Sehingga, nelayan yang ingin melaut itu bisa melihat aplikasi terlebih dahulu,” kata Bagja.

    Di Desa Perajin terdapat sedikitnya empat kelompok nelayan yang beranggotakan hingga sekitar 100 orang nelayan per kelompok.

    Namun, hasil tangkapan ikan mereka diakui terus menurun akibat cuaca buruk, terutama hujan lebat. Selain itu, kerusakan lingkungan juga ikut memengaruhi.

    Oleh karena itu, para nelayan berterima kasih kepada para sukarelawan Ganjar yang telah melakukan kegiatan edukasi dan pemberian bantuan untuk mereka.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Komunitas Nelayan Pesisir Wilayah Sumatera Selatan telah memberikan edukasi kepada nelayan untuk menjaga lingkungan,” ujar perwakilan nelayan setempat, Geni Lesmana.

    Menurutnya, sosok Ganjar Pranowo dinilai baik karena memperhatikan kondisi masyarakat pesisir di desa-desa selaku Gubernur Jawa Tengah.

    Geni pun berharap Ganjar bisa terus perhatian kepada masyarakat pesisir di seluruh Indonesia setelah terpilih menjadi Presiden 2024.

    “Kedekatan terhadap masyarakat pesisir kita akui sangat layak untuk kita pilih sebagai Calon Presiden Republik Indonesia,” ujarnya menegaskan.

  • Komunitas NPG Berikan Bantuan Jala dan Bibit Ikan untuk Kelompok Pelaut Sungai di Oku Timur

    Komunitas NPG Berikan Bantuan Jala dan Bibit Ikan untuk Kelompok Pelaut Sungai di Oku Timur

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Relawan Komunitas Nelayan Pesisir Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan bantuan jala ikan kepada kelompok pelaut sungai di Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku) Timur, Sumsel.

     

    Koordinator Wilayah Komunitas Nelayan Pesisir Sumsel, Heldi Bagja mengatakan bantuan tersebut ditunjukkan untuk mendukung aktivitas sekaligus meningkatkan produksi para pelaut.

     

    “Kami memberikan bantuan kepada nelayan berupa jala. Itu agar nelayan lebih produktif lagi dalam menangkap ikan,” katanya dalam siaran persnya, Minggu, 9 April 2023.

     

    Relawan juga memberikan bibit ikan bila kepada para nelayan. Ratusan bibit tersebut pun dilepaskan di Sungai Komering yang berada tepat di samping Desa Rasuan.

     

    Pelepasan bibit ini merupakan bentuk kepedulian relawan Komunitas Nelayan Pesisir Sumsel terhadap ekosistem alam.

     

    “Selain nelayan ini menangkap ikan di sungai, tak lupa juga kami mengedukasi untuk menebar bibit ikan di sungai sebagai bentuk menjaga ekosistem makhluk hidup di sungai. Biar ikan itu lama-lama berkembang biak dengan sendirinya. Karena ada makanan sendiri kan di sungai,” sebutnya.

     

    Ini menjadi salah satu aksi para relawan dalam rangkaian kegiatan mereka yang bertujuan menyejahterakan nelayan-nelayan kecil di Sumsel.

     

    Dalam kunjungannya ke Desa Rasuan, mereka juga melakukan sosialisasi kepada para nelayan dan keluarganya perihal tata cara menjaga lingkungan sungai.

     

    Seperti tidak membuang sampah dan segala jenis limba ke sungai, merawat tanaman di sekitar sungai, hingga menghindari menangkap ikan menggunakan bahan kimia yang berpotensi mencemari air sungai.

     

    Lebih lanjut, Heldi menyebut kegiatan ini diselenggarakan karena terinspirasi dari figur Ganjar Pranowo yang sangat peduli pada nelayan-nelayan kecil.

     

    Salah satu terobosannya, disebut Heldi adalah meluncurkan aplikasi Siandin yang membantu nelayan dalam mengakses informasi. Mulai dari cuaca, berita, publikasi, hingga informasi soal ekspor hasil perikanan.

     

    “Karena kita terinspirasi dari Ganjar Pranowo, di manapun kami melaksanakan kegiatan, kami juga menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo,” katanya.

     

    Ketua kelompok nelayan Desa Rasuan, Andi Mahrum Sani menyebut, kehadiran relawan Komunitas Nelayan Pesisir Sumsel sangat membantu rekan-rekannya..

     

    Dia membenarkan bahwa kelompok nelayannya memang membutuhkan beberapa bantuan fasilitas untuk menunjang kerja mereka. Salah satunya adalah jaring jala ikan.

     

    “Manfaatnya sangat besar sekali terutama kami di daerah presisir ini. Dengan bantuan bibit ikan ini, menambah pendapatan ikan nelayan di sini,” pungkas Andi.

  • Komunitas Nelayan Pesisir Dukung Ganjar Sumsel Bawa Bantuan untuk Warga Desa Muara Batun

    Komunitas Nelayan Pesisir Dukung Ganjar Sumsel Bawa Bantuan untuk Warga Desa Muara Batun

    SUARAPUBPLIK.ID, OKI – Komunitas Nelayan Pesisir Dukung Ganjar Sumsel mengunjungi nelayan di Desa Muara Batun, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan pada Minggu 12 Maret 2023

     

    Kedatangan para sukarelawan ini disambut sekitar 152 nelayan di desa itu. Koordinator Nelayan Pesisir Dukung Ganjar Provinsi Sumsel Heldi Bagja mengatakan kedatangan sukarelawan khusus untuk bersilaturahmi dan membawa bantuan.

     

    “Kalau sudah saling kenal maka segala urusan ke depan Insyaallah lancar. Kami senang sekali karena warga menyambut kami dengan antusias,” ujar Heldi di lokasi, Minggu (12/3/2023).

     

    Dalam kunjungan ini para sukarelawan membawa bantuan untuk nelayan berupa bubu ikan, tajur pancing,dan jaring ikan. Selain itu, sukarelawan juga membawa bibit ikan untuk disebar di sungai.

     

    “Pelepasan Bibit ikan ke sungai sangat penting karena yang kita pikirkan bukan hanya menangkap ikan di sungai akan tetapi kita juga harus menjaga ekosistem kelestarian ikan di sungai. Saya berharap bantuan alat tangkap ikan ke nelayan ini dapat digunakan dan bermanfaat sehingga dapat untuk kebutuhan sehari-hari,” sambungnya.

     

    Selain itu, sukarelawan juga mengenalkan sosok Ganjar Pranowo pada para nelayan. Sukarelawan juga minta doa restu dan dukungan untuk Ganjar bisa menjadi pemimpin yang amanah bagi semuanya.

     

    Pada kesempatan yang sama, Agil perwakilan dari nelayan Desa Muara Batun mengapresiasi kedatangan para sukarelawan beserta bantuan yang diberikan.

     

    “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada komunitas nelayan pesisir Dukung Ganjar Pranowo Provinsi Sumatera Selatan yang telha memperhatikan nelayan di desa kami dengan silaturahmi dan membawa bantuan kepada nelayan di sini,” ujar Agi.

     

    Dia mengatakan para nelayan siap memberikan dukungan untuk kepemimpinan Ganjar Pranowo ke depan apalagi warga setempat sudah mengetahui melalui media massa tentang sosok Gubernur Jateng yang pekerja keras tersebut.

     

    “Jadi  dari televisi dan media sosial kami tahu tentang Pak Ganjar.Keseharian Pak Ganjar ternyata ado nian Pak Ganjar galakkan bantu-bantu warga,” tuturnya berbahasa daerah setempat.