Tag: Hari Buruh

  • Solidaritas Kelas Pekerja Melawan Kapitalisme, Ratusan Buruh Aksi Didepan Kantor DPRD Sumsel

    Solidaritas Kelas Pekerja Melawan Kapitalisme, Ratusan Buruh Aksi Didepan Kantor DPRD Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Internasional May Day di Palembang, Sumatera Selatan. Ratusan buruh menggelar aksi di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumsel, Masa yang tergabung dari Gerakan Butuh Bersama Rakyat (Gebrak) gabungan dari berbagai organisasi buruh seperti KASBI, SPKA, dan SP KAI Service menyuarakan berbagai tuntutan mereka.

    Cerah Buana perwakilan dari Kasbi Sumsel mengatakan Hari Buruh Sedunia dianggap sebagai momentum untuk menggalang solidaritas antar kelas pekerja di seluruh dunia dalam melawan kapitalisme. Lalu, ada beberapa tuntutan yang disampaikan Omnibus Law, Masalah Upah Tetap dan upah tak berkeadilan, dan juga terkait penolakan PP 51.

    “Ada 14 Tuntutan yang kami serukan, termasuk juga perlindungan buruh perempuan yang saat ini masih diabaikan oleh Pemerintah terutama Dinas Tenaga Kerja,” kata Cerah, dibincangi Rabu (1/5/2024).

    Apalagi saat ini sistem perbudakan modern semakin jelas sejak diberlakukan UU nomor 6 tahun 2023 kemudian diatur lagi dalam PP nomor 35 tahun 2021.

    “Kompleks sekali permasalahan buruh ini, mulai dari outsouring, upah murah, PHK sepihak dan masih banyak lagi, tapi tidak ada yang memihak buruh,” ungkapnya.

    Sementara itu, Masa Buruh dijumpai Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan Sumsel Deliar Marzoeki menanggapi tuntutan dari para buruh seperti personal Upah. Ia menjelaskan jika Provinsi Sumsel sendiri telah mengatur Upah yang ditetapkan melalui UMP Sumsel.

    “Namun jika masih ada perusahaan yang tidak membayar upah pekerjanya sesuai UMP, padahal kondisi perusahaan itu baik maka sanksi paling besar kita akan cabut izin usahanya,” kata Deliar.

    Tambahnya, saat ini juga pihaknya sudah memberikan imbauan kepada pengusaha ataupun perusahaan untuk memberikan perlindungan terhadap buruh perempuan. Dan juga memberikan fasilitas-fasilitas kepada pekerja perempuan yang bekerja di shfit malam.

    “Sejauh ini Sumsel belum ada kasus pelecehan terhadap buruh perempuan. Namun, Kita mengimbau perusahaan atau pengusaha untuk memberikan perlindungan kepada pekerja perempuan, jika mereka bekerja di shift malam maka harus ada fasilitas seperti transportasi antar jemput, jam istirahat, tempat istirahat yang bersih,” jelasnya.

    Lanjutnya, saat ini di Sumsel sendiri tidak banyak perusahaan yang melakukan PHK sepihak. Deliar juga mengungkapkan bahwa pada dasarnya perusahaan-perusahaan ini tahu bahwa PHK sepihak tidak dibenarkan.

    “Di Sumsel tidak begitu banyak PHK sepihak, kita juga siap melakukan mediasi atas segala apa yang terjadi,” katanya.

  • Bantu Petani, Milenial Pendukung Ganjar Salurkan Bibit Padi dan Pupuk untuk Kelompok Tani di Musi Rawas

    Bantu Petani, Milenial Pendukung Ganjar Salurkan Bibit Padi dan Pupuk untuk Kelompok Tani di Musi Rawas

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Kumpulan milenial pendukung Ganjar Pranowo di Sumatera Selatan (Sumsel) yang tergabung dalam relawan Ganjar Milenial Center (GMC) Sumsel menggelar aksi sosial dalam menyambut peringatan Hari Buruh yang jatuh tiap 1 Mei.

    Mereka memberikan bantuan bibit padi dan pupuk untuk salah satu kelompok tani di Desa Mana Resmi, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.

    Koordinator Daerah GMC Kabupaten Musi Rawas, Muhammad Hijrah Setiawan mengatakan kegiatan ini digelar relawan untuk membantu para petani sekaligus menunjang perekonomian Musi Rawas dari sektor pertanian.

    “Agar ke depannya keberlangsungan perekonomian di Musi Rawas dapat lebih terjamin untuk para petani dan masyarakat sekitar,” kata Hijrah, Senin (1/5).

    Dalam kegiatan tersebut, relawan GMC Sumsel juga ikut turun ke sawah besama para petani untuk menanam langsung bibit padi yang telah mereka berikan.

    Kegiatan ini menjadi perwujudan dari komitmen GMC Sumsel yang selalu berupaya untuk bisa bermanfaat kepada masyarakat kecil di Bumi Sriwijaya.

    Hijrah juga berharap agar kegiatan ini bisa mengedukasi para milenial yang hadir tentang bagaimana tata cara bertani.

    “Harapannya kepada milenial di Kabupaten Musi Rawas, mereka bisa belajar menjadi petani, dan jangan pernah malu untuk menjadi petani,” harapnya.

    Dia menyebut kegiatan ini terinspirasi dari program-program Ganjar dalam bidang pertanian di Jawa Tengah. Ganjar dinilai mereka sebagai pemimpin yang sangat dekat dengan kalangan buruh dan petani.

    “Untuk kegiatan berikutnya, kami akan melakukan beberapa kegiatan. Baik itu kegiatan sosial masyarakat, kemudian juga ada kegiatan kepemudaan, dan juga ada pelatihan, dan lain sebagainya,” kata Hijrah.

    “GMC akan memberikan program-program terbaik, program-program positif untuk masyarakat,” tambahnya.

    Bantu Petani yang Sedang Kesulitan Pupuk

    Ketua kelompok tani Desa Mana Resmi, Komarudin mengapresiasi bantuan yang diberikan relawan GMC Sumsel. Dia menyebut, bantuan ini sangat tepat karena para petani tengah mengalami kelangkaan pupuk.

    “Saya betul-betul berterima kasih, karena saat ini pupuk sulit. Mau beli enggak ada, uangnya juga sulit. Jadi ada bantuan ini saya sangat berterima kasih,” syukur Komarudin.

    Dia berharap, relawan GMC Sumsel bisa kembali ke desanya dan memberikan bantuan lain untuk petani-petani lainnya.

    “Semoga bantuan ini bukan hari ini saja, semoga ke depannya juga tetap dibantu. Yang perlu dibantu itu pupuk, obat-obatan pengusir hama, dan biaya traktor,” pungkasnya.