oleh

Pemkot Jadikan Rumah Onih Layak Huni Setelah 41 Tahun Berdiri dan Nyaris Roboh

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Melalui program bedah rumah Badan Amil Zakat (Baznas), Pemerintah kota Palembang di tengah kondisi pandemi COVID-19 terus melakukan kegiatan sosial dalam membantu masyarakat kecil yang ada di pelosok.

Kali ini, Onih (55), warga Jalan Lebak Murni, Lorong Sawi, Kelurahan Sako yang sudah puluhan tahun menunggu rumah yang cukup memperihatinkan, kondisinya kini sudah layak huni.

Menurut Sekretaris Daerah kota Palembang, Ratu Dewa, bahwa program Baznas haruslah didukung semua jajaran ASN. Tidak hanya itu, program bedah rumah ini harus ditingkatkan lagi melalui program Palembang Peduli yang digagas oleh Baznas, mengingat banyak sekali masyarakat kecil yang rumahnya ingin dibantu melalui kegiatan ini.

“Perlu kita ketahui kepada masyarakat, jika ingin rumahnya masuk dalam program ini tentunya bangunan tersebut harus milik sendiri, bukan ngontrak atau bangunan milik orang lain,” kata Ratu Dewa, Rabu (22/9/2021).

“Berdasarkan mekanisme yang ada, kepada warga yang ingin mendapatkan bantuan dari Palembang peduli Baznas bisa melaporkan kepada RT, Lurah dan Camat setempat guna ditindaklanjuti,” tambahnya.

Lanjutnya, jika sudah ke-20 kalinya program bedah rumah ini dilakukan Baznas dari tahun 2016-2020. Maka dari itu, kegiatan sosial di Baznas benar-benar harus didukung seluruh ASN. Sehingga kedepan lebih banyak lagi masyarakat tidak mampu mendapatkan bantuan.

Di tempat yang sama, Ketua Baznas Palembang, Ridwan Nawawi, menambahkan untuk biaya rehap per rumah total biayanya Rp60 juta dengan luas 6×6 meter, serta memiliki dua kamar dengan menggunakan bata merah.

“Untuk rumah ibu Onih ini pengerjaannya sampai 2,5 bulan selesainya, semua sudah termasuk pengecatan. Kedepan kita rencanakan satu bulan sekali dilakukan perbaikan rumah dalam program Palembang peduli dari Baznas,” katanya.

Onih mengucapan rasa terimakasih kepada Pemkot Palembang. Dengan senyum lebar serta raut wajah bahagia terpancar dari wajah wanita berusia 55 tahun ini, yang tertutup masker.

Sejak tahun 1980 mereka sudah tinggal di lokasi tersebut bersama keluarga besarnya. Seiring waktu berjalan akhirnya mereka mendirikan rumah sendiri, tepatnya dibelakang lokasi tersebut.

“Sudah sekian lama kami tinggal dengan kondisi bangunan yang cukup memprihatinkan. Rumah yang kami tempati ini berpenghuni dua Kepala Keluarga (KK). Berkat bantuan ini alhamdulilah rumah kami yang dulu kini sudah bagus dan layak huni. Tanpa adanya bantuan mungkin sampai saat ini rumah kami reot dan siap-siap roboh,” tuturnya. (ANA)

Komentar

Berita Hangat Lainya