Category: Islam

  • Muslimah Kilang Pertamina Plaju Gelar Kajian Tahsin Tausiyah Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan

    Muslimah Kilang Pertamina Plaju Gelar Kajian Tahsin Tausiyah Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan

    SUARAPUBLIK, ID, PALEMBANG– Dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, Bidang Sosial Budaya PWP Tk. Wilayah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III (Plaju) mengisi kegiatannya dengan kajian tahsin dan tausiyah.

    Dalam kegiatan ini, sebanyak 25 anak santri dari pondok pesantren Tahfidz Quran Yayasan Tijarotan Lantabur dan Yayasan Shohibul Qur’an, dan 25 anak dari rumah tahfiz Da’i al Husna menjadi penerima manfaat dengan menerima bantuan sosial berupa sembako dan perlengkapan sekolah pada kegiatan tersebut, yang dilaksanakan di Aula Kantor PWP RU III.

    Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh salah satu santri, menciptakan suasana khidmat dan menyentuh hati. Selanjutnya, tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz H. Ahmad Faiz memberikan pesan-pesan inspiratif tentang pentingnya keikhlasan dalam berbagi dan menguatkan ukhuwah islamiyah. Peserta yang hadir terlihat antusias dan terinspirasi oleh pesan yang disampaikan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju, Siti Rachmi Indahsari menyampaikan Keluarga Besar Kilang Pertamina Plaju akan terus berkomitmen dalam berbagi kepada sesama sebagai bentuk aktualisasi nilai AKHLAK.

    “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen kami untuk menjalankan nilai-nilai AKHLAK, khususnya dalam hal Amanah dan Kolaboratif. Kami berusaha untuk selalu amanah dalam setiap tindakan dan kolaboratif dalam menjalin kerjasama dengan berbagai pihak demi kesejahteraan bersama,” Ungkap Rachmi yang juga sekaligus Koordinator Muslimah RU III.

    Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bidang Sosial Budaya, Sri Priwiati menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Beliau mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam program sosial ini. Menurutnya, acara seperti ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi di lingkungan sekitar.

    “Kami merasa bersyukur masih dapat berbagi dengan Pondok Pesantren, Yayasan, dan Rumah Tahfiz di sekitar lingkungan RU III. Harapan kami, apa yang diberikan hari ini dapat membawa manfaat besar bagi penerima dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

    Beliau juga menambahkan pentingnya doa dan dukungan agar program sosial ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak pihak di masa depan.

    “Kami juga memohon doa agar PWP RU III selalu diberikan rezeki oleh Allah SWT sehingga dapat terus menjalankan program kerja sosial ini dan bisa memperluas kiprahnya untuk membantu anak-anak yatim di lingkungan yang lebih luas lagi,” tambahnya.

    Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial, Kilang Pertamina Plaju terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Melalui berbagai program sosial dan lingkungan, perusahaan berkomitmen untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat. Kegiatan santunan anak yatim ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, yang tidak hanya memberikan manfaat secara material tetapi juga mempererat hubungan antara perusahaan dan komunitas lokal.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kilang Pertamina Plaju berharap dapat terus menjadi mitra yang andal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing tinggi di masa depan.

  • BRI Sabet Penghargaan Global Berkat Transformasi Digital melalui BRIAPI

    BRI Sabet Penghargaan Global Berkat Transformasi Digital melalui BRIAPI

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali memperoleh pengakuan internasional dengan meraihpenghargaan Best API Initiative dalam ajang Global Retail Banking Innovation Awards 2024 yang diadakan oleh The Digital Banker di Singapore pada 24 Oktober 2024.

    Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan BRI dalammengembangkan BRIAPI, layanan open banking API yang untuk mempercepat digitalisasi ekosistem perbankan di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti komitmen BRI untuk terusmenghadirkan solusi perbankan digital yang inovatif, aman, dan inklusif bagi masyarakat luas, serta memperkuat komitmendalam transformasi digital perbankan.

    Dikembangkan sejak tahun 2018, BRIAPI adalah solusi open banking yang memungkinkan ribuan mitra pihak ketiga untuk mengintegrasikan berbagai produk dan layanan BRI ke dalamplatform mereka. Dengan ratusan produk API, BRIAPI menyediakan fitur perbankan informasional, seperti informasimutasi dan rekening, hingga layanan transaksional sepertitransfer, BRIVA, Co-branding Credit Card, Tarik Tunai Tanpa Kartu, dan QRIS. Kehadiran BRIAPI mempermudah pemilikplatform digital untuk menyediakan layanan pembayaran dan informasi dari BRI.

    Penghargaan ini mengangkat kontribusi BRIAPI dalampemberdayaan dan digitalisasi ekosistem, khususnya ekosistem pendidikan melalui program Gerakan 1000 Sekolah. Melalui inisiatif ini, BRIAPI mendorong adopsi layanan perbankandigital di ribuan institusi pendidikan di seluruh Indonesia, dengan institusi pendidikan dan startup edtech kini mencakuphampir 17% dari basis mitra BRIAPI.

    Penghargaan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas kemampuanBRIAPI dalam mempermudah integrasi bagi mitra, didukungoleh berbagai fitur seperti BRIAPI Developers Studio—sandbox environment yang memudahkan proses pengembangan, BRIAPI SPOT untuk pemantauan aplikasi, dan chatbot AI BRI, Sabrina, yang meningkatkan responsivitas operasional.

    Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugrahamenegaskan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmenBRI dalam mengembangkan teknologi yang inklusif, gunamemudahkan akses layanan perbankan dan mendorong inklusifinansial bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen BRIterhadap inovasi dan inisiatif untuk meningkatkan aksesibilitaslayanan perbankan bagi semua. BRIAPI dikembangkan denganprinsip teknologi yang humanis, di mana inovasi dan transformasi digital diselaraskan dengan perluasan akses dan inklusivitas bagi seluruh pengguna,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Arga menambahkan bahwa penghargaan ini tidakhanya menjadi pengakuan bagi BRI tetapi juga menjadi motivasiuntuk terus berinovasi, menjawab kebutuhan digitalisasi, sertamemperkuat peran BRI dalam ekosistem keuangan digital di Indonesia.

    Dengan terus mengedepankan solusi yang fleksibel dan mudahdiakses, BRI berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyatadalam memperluas akses perbankan, memastikan seluruhlapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari layanankeuangan digital yang aman dan andal,” pungkasnya.

    Melalui pengembangan BRIAPI dan berbagai inisiatif digital lainnya, BRI berkomitmen mempercepat digitalisasi layanan perbankan demi memudahkan akses keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan inovasi digital yang berkelanjutan, BRI optimis dapat menciptakan ekosistem perbankan yang lebih inklusif, memberdayakan komunitas, dan mendorong transformasi ekonomi digital secara menyeluruh. Langkah ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion pada tahun 2025.

  • Eks Pangkostrad: UAS Ulama Panutan, Beliau Sudah Seperti Keluarga Saya Sendiri

    Eks Pangkostrad: UAS Ulama Panutan, Beliau Sudah Seperti Keluarga Saya Sendiri

    SuaraPublik.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menulis kalimat ditujukan kepada Ustadz Abdul Somad (UAS).

    Namun, kalimat yang disampaikan mantan Pangkostrad itu tidak ada kaitannya dengan masalah UAS yang ditolak masuk ke Singapura dan dideportasi kembali ke Indonesia pada Selasa (17/5/2022).

    Edy Rahmayadi mengucapkan selamat ulang tahun kepada UAS, yang hari ini genap berusia 45 tahun.

    Diketahui, UAS lahir pada 18 Mei 1977 di Silo Lama, Asahan, Sumut. “Selamat Ulang Tahun kepada Al Mukarrom Al Ustadz H Abdul Somad Batubara, Lc. D.E.S.A., Ph.D yang ke 45 tahun,” tulis Edy Rahmayadi di akunnya @edy_rahmayadi di Instagram.

    Edy menulis kalimat doa untuk UAS agar diberikan umur yang panjang, kesehatan, dan kekuatan.

    “Semoga diberikan umur yang panjang, kesehatan serta kekuatan dalam mengabdikan diri kepada agama, bangsa dan negara, dan senantiasa berada dalam lindungan dan Rahmat Allah SWT,” sebut Edy Rahmayadi seperti diberitakan JPNN Sumut.

    Mantan Panglima Kodam I Bukit Barisan itu merupakan, Ustaz Abdul Somad merupakan sosok ulama panutan. Edy menganggap UAS seperti keluarganya.

    “Selain seorang ulama panutan, beliau juga sudah seperti sahabat bahkan keluarga saya sendiri, sikap tawadhu’ dan keluasan ilmu beliau merupakan inspirasi bagi kita semua agar selalu semangat untuk belajar agama serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

     

    Lihat postingan ini di Instagram

     

    Sebuah kiriman dibagikan oleh Edy Rahmayadi (@edy_rahmayadi)

    [red**]

     

  • Penyerbuan Tentara Israel ke  Masjid Al Aqsa Dapat Kecaman Ikatan Dai

    Penyerbuan Tentara Israel ke Masjid Al Aqsa Dapat Kecaman Ikatan Dai

    SUARAPUBLIK.ID, PALESTINA – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) mengecam penyerbuan tentara Israel terhadap Masjid Al Aqsa yang mengakibatkan lebih dari 150 warga Palestina terluka dan ratusan lainnya ditangkap, usai salat Jumat (15/4/2022) lalu.

    Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat IKADI, Ahmad Kusyairi penyerangan itu tidak manusiawi dan melanggar batas suci tempat Ibadah.

    “Mengecam keras penyerbuan yang dilakukan oleh tentara penjajah Israel terhadap Masjidil Aqsha yang merupakan tempat suci sekaligus kiblat pertama bagi umat Islam,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat IKADI, Ahmad Kusyairi Suhail dalam keterangan tertulis yang dikutip dari cnn indonesia, Minggu (17/4/2022).

    Ia menyampaikan IKADI juga menuntut otoritas zionis Israel untuk menghentikan segala macam bentuk pelecehan terhadap tempat suci umat Islam di Palestina, khususnya Masjid Al Aqsa dan menjamin agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

    “Otoritas zionis Israel harus mengakhiri segala macam bentuk kekerasan, penindasan dan pembantaian yang ditujukan terhadap rakyat Palestina, juga menjamin dan melindungi hak-hak mereka untuk beribadah dan menjalankan hak-hak sipil mereka, serta menuntut dibukanya akses kepada dunia luar untuk memantau langsung kondisi mereka,” tuturnya.

    Ia menambahkan IKADI juga mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan langkah konkret untuk melindungi Masjid Al Aqsa sekaligus menghentikan tragedi kemanusiaan di Palestina melalui Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Organisasi Konferensi Islam (OKI), dan berbagai organisasi internasional lainnya.

    IKADI meminta pemerintah untuk terus mendorong terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, dan mengakhiri penjajahan Israel terhadap Palestina, dimana hal itu selaras dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

    Ahmad menginstruksikan kepada Pengurus Wilayah IKADI di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif bersama dengan elemen umat Islam lainnya dalam melaksanakan aksi solidaritas untuk Muslim Palestina.

    “Mengajak kepada seluruh umat Islam untuk memanjatkan doa dan melaksanakan Qunut Nazilah, semoga Allah Ta’ala menolong umat Islam yang ada di Palestina dan juga di belahan dunia lainnya yang saat ini sedang mengalami penindasan,” tuturnya. (*)

  • 1 Ramadan Jatuh pada Minggu 3 April 2022

    1 Ramadan Jatuh pada Minggu 3 April 2022

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu (3/4).

    Keputusan itu diambil berdasarkan hasil sidang isbat penentuan awal Ramadan 1443 H yang dipimpin langsung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (1/4/2022). Sidang isbat menghasilkan ketetapan bahwa hilal tidak terpantau di sejumlah wilayah pemantauan.

    “Secara mufakat 1 Ramadan jatuh pada Ahad (Minggu) 3 April 2022,” ujar Yaqut membacakan keputusan sidang isbat di Kementerian Agama, Jumat (1/4).

    Posisi hilal berdasarkan hisab, kata Menag, ketinggian masih berada di 1 hingga 2 derajat. Pemantuaan dilakukan di 101 titik di 34 provinsi di Indonesia. Semuanya, kata Menag, tidak melihat hilal.

    Turut hadir dalam sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1443 H perwakilan ormas-ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR dan para duta besar negara-negara Islam yang ada di Indonesia. Sidang isbat digelar secara hybrid karena Indonesia masih berada di tengah pandemi virus corona.

    Kementerian Agama telah mengamati posisi hilal 1 Ramadan 1443 H di 101 titik di seluruh provinsi di Indonesia. Pemantau hilal itu berasal dari petugas Kanwil Kemenag yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi terkait.

    Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), Thomas Djamaluddin sebelumnya memastikan dari 101 titik pemantauan hilal di 34 Provinsi Indonesia menunjukkan bahwa posisi hilal 1 Ramadan 1443 Hijriah belum terlihat.

    “Artinya di Indonesian hilal terlalu rendah dan tak mungkin untuk terlihatnya Hilal,” kata Thomas dalam seminar pemantauan hilal, Jumat (1/4).

    Mulai 2022 Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) telah menggunakan kriteria MABIMS atau Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

    Sementara pada tahun-tahun sebelumnya, Kemenag masih mengacu kriteria hilal (bulan) awal Hijriah adalah pada ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam.

    Sementara itu, diketahui Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Sabtu (2/4) esok.

    Keputusan Muhammadiyah tersebut berdasarkan hasil perhitungan wujudul hilal yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

    Bulan Ramadan 1443 H tahun ini masih akan dijalani umat Islam di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Artinya, sudah tiga tahun belakangan ini umat Islam menjalani ibadah Ramadan dengan keterbatasan dan harus mematuhi pelbagai protokol kesehatan yang disiapkan pemerintah.

  • Soal Beda Awal Ramadan, Kemenag: Tunggu Sidang Isbat

    Soal Beda Awal Ramadan, Kemenag: Tunggu Sidang Isbat

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag), Adib meminta kepada umat Islam untuk menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar pada 1 April esok untuk menentukan awal puasa Ramadan tahun 2022.

    Hal itu ia sampaikan merespons kemungkinan terjadi perbedaan Awal Ramadan 1443 H karena metode penetapan yang digunakan tidak sama. Ada yang akan mengawali Ramadan pada 2 April 2022 dan kemungkinan ada pula yang mulai puasa pada 3 April 2022.

    “Kita tunggu hasil Sidang Isbat,” kata Adib di Jakarta, dilansir cnn indonesia, Kamis (31/3/2022).

    Adib menjelaskan, sidang Isbat dihelat oleh Kementerian Agama berdasarkan amanah fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

    Adib mengatakan, sidang Isbat akan dihadiri oleh MUI, perwakilan ormas Islam, DPR, serta kementerian dan lembaga terkait. Kementerian Agama berperan sebagai fasilitator bagi para ulama, ahli, dan cendekiawan untuk bermusyawarah menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah. Forum ini sekaligus menjadi sarana untuk berdiskusi.

    “Hasil sidang isbat ini akan segera diinformasikan kepada masyarakat agar bisa dijadikan sebagai pedoman,” jelasnya

    Terkait perbedaan penentuan awal Ramadan, Adib mengaku bahwa potensi itu bisa saja terjadi. Fenomena ini dikarenakan adanya perbedaan metode penetapan awal Ramadan. Ada yang menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal, ada yang menggunakan Imkanur-Rukyat.
    “Jika pun ada beda awal Ramadan, sudah semestinya kita mengedepankan sikap saling menghormati agar tidak mengurangi kekhusyu’an dalam menjalani ibadah puasa,” pesannya.

    Terpisah, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi menjelaskan pada hari pelaksanaan rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit.

    Fakta ini yang menjadi dasar bagi mereka yang menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal untuk menetapkan awal Ramadan bertepatan 2 April 2022.

    Sementara Kemenag, sebagaimana fatwa MUI, menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah berdasarkan metode Hisab dan Rukyat. Hasil perhitungan astronomi atau Hisab, dijadikan sebagai informasi awal yang kemudian dikonfirmasi melalui metode Rukyat (pemantauan di lapangan).

    “Apalagi, kriteria baru yang disepakati MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), awal bulan masuk jika posisi hilal saat matahari terbenam sudah 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dalam konteks inilah ada potensi perbedaan awal Ramadan,” kata dia.

    Sebagai informasi, LAPAN BRIN menduga awal Ramadan 1443 Hijriah versi pemerintah akan jatuh pada Minggu 3 April 2022. Hal itu berbeda dengan versi Muhammadiyah yang jatuh pada 2 April 2022.

    Profesor riset bidang Astronomi dan Astrofisika, Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, mengatakan hasil pengamatan terkini menunjukkan hilal belum akan terlihat pada 1 April. Ketinggian hilal pada 1 April hanya sedikit di atas 2 derajat.

    Kemudian Thomas menambahkan apabila hilal tidak terlihat pada 1 April, maka jumlah hari pada bulan Sya’ban akan genap 30 hari, dan awal Ramadan jatuh pada hari berikutnya. (*)

  • Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Langit ke-7

    Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Langit ke-7

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Bagi Umat Islam peristiwa Isra Miraj menjadi salah satu momen yang sangat penting. Peristiwa ini merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit ke-7, yang juga mempertemukannya dengan para nabi terdahulu.

    Bagaimana saja kisah Isra Miraj? Dikutip cnn indonesia, peristiwa Isra Miraj sendiri terjadi pada tanggal 27 Rajab. Jika biasanya wahyu untuk Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril, kali ini Allah SWT memberikan perintahnya langsung pada Rasulullah SAW.

    Isra Miraj sendiri merupakan dua peristiwa yang terjadi pada waktu yang berbeda, bukan merupakan satu peristiwa saja. Peristiwa Isra Miraj ini sangat penting karena berkaitan dengan ibadah utama bagi umat Muslim, yakni salat 5 waktu.

    Isra merupakan peristiwa perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW mengendarai Buraq.

    Sementara Miraj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Bumi menuju langit ke-7 dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah langsung.

    Allah SWT memanggil Rasul untuk menyampaikan perintah mendirikan salat bagi Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Awalnya, Rasul diperintahkan untuk menjalankan 50 kali salat.

    Namun, karena takut umatnya tak bisa menjalankan salat sebanyak 50 waktu, Nabi Muhammad SAW meminta keringanan hingga hanya perlu menjalankan perintah salat 5 waktu dalam sehari semalam.

    Sedangkan jika diartikan dari bahasa, Isra Miraj berasal dari dua kata, yakni ‘isra’ yang berasal dari kata ‘asra’ yang berarti perjalanan dan ‘miraj’ yang berarti tangga atau perjalanan.

    Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Terdahulu. Dalam kisah Isra Miraj ini, Rasul bertemu dengan beberapa nabi terdahulu pada setiap langit yang dilewatinya. Pada langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi pertama, Nabi Adam AS.

    Setelah sampai di langit kedua, Rasul lantas bertemu dengan dua nabi, yakni Nabi Isa AS dan juga Nabi Yahya AS. Perjalanan Rasul lantas berlanjut ke langit ketiga danbertemu dengan Nabi Yusuf AS.

    Setelah bertemu dengan Nabi Yusuf AS, Nabi Muhammad SAW kembali melanjutkan perjalanannya ke langit ke-4. Di langit ke-4, Rasul bertemu dengan Nabi Idris. Di langit ke-5 Rasul bertemu dengan Nabi Harun.

    Kesedihan Nabi Musa AS

    Jika sebelumnya pertemuan Rasul dengan para nabi terdahulu berjalan dengan penuh kebahagiaan, hal berbeda justru terlihat saat Rasul bertemu dengan Nabi Musa AS.

    Kesedihan Nabi Musa saat bertemu dengan Rasul terjadi pada langit keenam. Nabi Musa AS terlihat menangis saat Nabi Muhammad SAW hendak melanjutkan perjalanannya ke langit ketujuh, seperti dilansir oleh NU Online.

    Rasul pun lantas menanyakan mengapa Nabi Musa sampai menangis saat bertemu dengannya. Nabi Musa pun lantas mengatakan jika ia menangis karena melihat sosok Rasul yang jauh lebih muda, namun memiliki jumlah umat yang lebih banyak masuk surga dibandingkan dengan umatnya.

    “Musa menangis karena merasa sedih atas umatnya jauh lebih sedikit dibandingkan umat Muhammad dan keutamaannya kalah dari Nabi Muhammad” (Syekh Badruddin Ahmad al-Aini, Kitab Umdatul Qari).

    Nabi Musa AS menyesal karena tidak bisa memaksimalkan usianya yang jauh lebih panjang untuk bisa berdakwah pada umatnya agar bisa patuh seutuhnya kepada Allah SWT.

    Itulah kisah Isra Miraj yang bisa dijadikan tauladan bagi umat Muslim. (*)