Category: Bank Indonesia

  • Bank Indonesia Gelar Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025

    Bank Indonesia Gelar Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025

    SUARAPUBLIK. ID, Palembang – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan kembali mengadakan Forum Diskusi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait yaitu 2nd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025. Forum Diskusi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Candra, M.H., yang menyampaikan bahwa investasi memiliki peran yang sangat vital sebagai salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi karena mampu menciptakan multiplier effect yang luas terhadap berbagai sektor. Beliau juga menyampaikan bahwa investasi dapat digunakan untuk mempercepat proses hilirisasi komoditas unggulan Provinsi Sumatera Selatan seperti batubara, kelapa sawit dan karet sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah. Untuk itu Edward mengajak seluruh stakeholders, pelaku usaha, akademisi untuk bersama-sama menjadikan Sumatera Selatan sebagai “Smart Investment Province”, yaitu provinsi yang adaptif, inklusif dan tangguh menghadapi tantangan global.

    Kegiatan diskusi diawali dengan pemaparan hasil kajian Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sumatera Selatan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono. Beliau menyampaikan bahwa kinerja investasi pada triwulan II 2025 menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan, tumbuh sebesar 5,65% (yoy) dibandingkan 2,21% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh naiknya realisasi pengadaan semen, dimulainya kembali belanja modal nonbangunan pemerintah pasca pembukaan blokir anggaran, serta proyek-proyek swasta baru di sektor kelapa sawit. Dari sisi komponen, investasi bangunan tumbuh 6,62% (yoy) dan nonbangunan membaik dengan kontraksi yang semakin terbatas sebesar 0,13% (yoy). Sejalan dengan akselerasi investasi, penjualan semen di Sumatera Selatan juga meningkat 14,46% (yoy), tercermin dari kinerja positif PT Semen Baturaja Tbk. yang mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 31% (yoy). Secara spasial, investasi di Sumatera Selatan masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor industri kertas, percetakan, listrik, gas, air, dan transportasi, dengan Kabupaten Ogan Ilir sebagai penyumbang PMA terbesar dan Kota Palembang untuk PMDN.

    Selanjutnya, forum yang juga menjadi ajang dialog strategis tersebut mengusung tema “Strengthening Investment in South Sumatra to Enhance Economic Resilience Amid Global Headwinds”. Kegiatan ini dihadiri oleh instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, akademisi, asosiasi, serta mitra strategis lainnya. Adapun narasumber yang hadir yaitu Agus Prayitno, Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya BKPM, dan Sumarjono Saragih, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumatera Selatan, yang berbagi pandangan terkait arah kebijakan investasi dan strategi penguatan daya saing daerah.

    Dalam forum diskusi tersebut, berbagai pemangku kepentingan berhasil mengidentifikasi beragam tantangan yang masih dihadapi dalam mendorong arus investasi di Sumatera Selatan, mulai dari aspek infrastruktur pendukung, ketersediaan energi, kualitas sumber daya manusia, hingga kemudahan perizinan dan kepastian regulasi. Selain itu, forum juga menyoroti upaya-upaya nyata yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta dalam memperkuat iklim investasi yang kondusif, termasuk pengembangan kawasan industri, promosi investasi terarah, serta dukungan pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

    Lebih lanjut, forum ini juga memetakan berbagai potensi investasi baru yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang, seperti sektor hilirisasi sumber daya alam, energi terbarukan, pariwisata berkelanjutan, serta ekonomi digital. Melalui sinergi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan momentum investasi di Sumatera Selatan dapat terus meningkat dan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah.

    Harapannya, seluruh peserta yang hadir dalam 2nd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025 dapat memperkuat komitmen dan semangat kolaboratif dalam mendorong percepatan investasi produktif di daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029 serta menjadikan Sumatera Selatan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

    Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan (LPP Sumsel) yang dipresentasikan dalam 2nd SEF dapat diakses pada website Bank Indonesia di www.bi.go.id.(Ril)

  • Semarak UMKM (SERU) Sriwijaya 2025, Sinergi dan Inovasi Dukung Pengembangan UMKM Untuk Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan yang Berkelanjutan

    Semarak UMKM (SERU) Sriwijaya 2025, Sinergi dan Inovasi Dukung Pengembangan UMKM Untuk Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan yang Berkelanjutan

    SUARAPUBLIK.ID,Palembang- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia sebagai penyumbang utama Produk Domestik Bruto (PDB) dan pencipta lapangan kerja terbesar.

    UMKM juga terbukti mampu berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, serta memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi nasional. Dalam rangka mendorong pengembangan potensi UMKM di Provinsi Sumatera Selatan.

    Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Semarak UMKM (SERU) Sriwijaya 2025 pada tanggal 24–26 Oktober 2025. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan melalui sinergi bersama pemangku kepentingan lain, terutama Pemerintah Daerah dan perbankan.

    SERU Sriwijaya 2025 mengangkat tema “Sinergi dan Inovasi: Kunci Penguatan Peran UMKM sebagai Motor Penggerak Ekonomi Berkelanjutan”. Sejalan dengan tema yang diangkat, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendorong penguatan peran UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan utamanya di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru Bersama dengan Anggota Komisi XI, Bertu Merlas, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti Forkopimda, instansi vertikal, perbankan, asosiasi UMKM, serta Masyarakat umum.

    Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono menegaskan pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional dan sumber pertumbuhan ekonomi yang perlu dioptimalkan. Inovasi atau pembaruan dari Seru Sriwijaya tahun lalu adalah mengangkat isu penguatan hilirisasi peran kopi Sumsel sebagai potensi pertumbuhan yang selama ini hanya dikirim dalam bentuk bahan mentah ke provinsi tetangga, pentingnya UMKM hijau dalam menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan mengoptimalkan transmisi kebijakan BI, terutama kebijakan makroprudensial dalam meningkatkan penyaluran kredit perbankan di Sumatera Selatan. Hal ini ditegaskan olehsambutan dari Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung melalui tapping video yang menyampaikan bahwa perekonomian Sumatera Selatan yang tumbuh cukup tinggi sebesar 5,42% yang mana lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera bahkan Nasional, didorong salah satunya oleh motor pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yaitu UMKM. Oleh karenanya, BI terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan UMKM dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia dalam mengembangkan sektor UMKM dan mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas lembaga guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Sriwijaya.

    Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga simbolis penyerahan kredit kepada UMKM sebagai bentuk dukungan perbankan terhadap UMKM, dan apresiasi kepada Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru sebagai mitra kerja terkolaboratif dalam mengembangkan UMKM. Selanjutnya juga dilakukan penganugerahan penghargaan kepada pemenang Lomba Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Menyapa Lingkungan Desa (GSMP Menyala) kepada rumah tangga atas upaya melakukan budidaya bahan pangan pokok seperti cabai dan bawang merah di pekarangan rumahnya. GSMP Menyala merupakan program kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan PKK Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong ketahanan pangan rumah tangga. GSMP Menyala pada Tahun 2025 melibatkan 1.020 rumah tangga untuk melakukan budidaya cabai dan bawang merah. Berikut merupakan pemenang dari GSMP Menyala:

    Kategori Dasawisma dalam Budidaya Cabai Terbaik

    Juara 1: Dasawisma SPMA Lubuk Linggau

    Juara 2: Dasawisma Alpokad 9, Gumuk Rejo, OKU Timur

    Juara 3: Dasawisma Nusa Indah, Talang Jambe, Palembang

    Kategori KWT dalam Budidaya Bawang Merah Terbaik

    Juara 1: KWT Mulia Sejahtera Bersama, Palembang

    Juara 2: KWT Paragon Basemah Sejahtera, Pagar Alam

    Juara 3: KWT Tunas Jaya, OKU Timur

    Berbagai kegiatan menarik ditampilkan dalam SERU Sriwijaya, seperti noraebang, poundfit session, lomba Ranking 1, cultural dance competition, mobile legend tournament, coffee cup taster competition, serta berbagai talkshow inspiratif bersama narasumber professional, termasuk kehadiran 39 booth UMKM yang menampilkan berbagai produk-produk unggulan daerah, seperti wastra, kuliner, kopi, edukasi rupiah dan booth UMKM binaan berbagai instansi seperti Dekranasda, perbankan dan asosiasi.

    Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah. Melalui kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi, UMKM diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi berkelanjutan di Sumatera Selatan. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Semarak UMKM (SERU) Sriwijaya 2025 dapat dilihat melalui akun resmi Instagram @bank_indonesia_sumsel. (Ril)

  • Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024: Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional

    Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024: Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional

    SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG- Di tengah ketidakpastian global, sinergi dan kolaborasi yang konsisten dan terukur dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan terbukti mendorong kinerja ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk tetap terus terjaga. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan memperkirakan ekonomi Sumsel akan tumbuh sebesar 4,70% sampai dengan 5,50% (yoy) hingga akhir 2024 dan tetap optimis akan meningkat pada kisaran 4,80% s.d 5,60% (yoy) pada 2025. Dari sisi perkembangan harga, secara tahunan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan Oktober 2024 tetap terkendali sebesar 1,09% (yoy); menempatkan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan tingkat inflasi tahunan terendah kedua di regional Sumatera. Melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan inflasi daerah terutama inflasi komoditas pangan bergejolak (volatile food), inflasi Sumsel tahun 2025 diperkirakan dapat berada pada kisaran sasaran 2,5±1% (yoy).

    Sementara itu, kinerja intermediasi perbankan tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang positif disertai dengan perbaikan kualitas kredit. Transaksi nontunai terus menunjukkan peningkatan seiring dengan semakin meluasnya digitaliasi di Sumatera Selatan. Namun demikian, hal ini tidak mengurangi kebutuhan akan uang tunai di masyarakat, yang tercermin dari net outflow pada bulan Oktober 2024 sebesar Rp456 miliar.

    Di tingkat nasional, kinerja dan prospek perekonomian tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut. Sepanjang tahun 2024, stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia tetap terjaga. Inflasi tetap terkendali dalam rentang sasarannya sebagai hasil dari konsistensi bauran kebijakan Bank Indonesia serta eratnya sinergi dan koordinasi pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Pertumbuhan ekonomi juga tetap baik kendati perlu terus didorong untuk tumbuh lebih tinggi.

    Perkembangan positif perekonomian nasional tersebut tidak terlepas dari eratnya sinergi respons kebijakan ekonomi nasional yang konsisten dan terukur dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan. Ke depan, prospek perbaikan ekonomi nasional masih akan dihadapkan pada tantangan global yang berat. Meningkatnya ketidakpastian menjelang akhir tahun 2024, seiring dengan eskalasi geopolitik dan perubahan arah kebijakan ekonomi negara maju perlu terus direspon dan diantisipasi dampaknya terhadap prospek perekonomian nasional. Untuk itu, sinergi bauran kebijakan perlu terus semakin dipererat. Tidak hanya untuk mengantisipasi dampak dinamika ketidakpastian global dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, melainkan juga ditujukan untuk memperkuat transformasi ekonomi nasional agar dapat tumbuh lebih kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

    Di tengah optimisme perekonomian Sumatera Selatan ke depan, beberapa tantangan perekonomian Sumatera Selatan yang perlu dicermati mencakup defisit neraca pangan seiring pola seasonal, tingkat kemiskinan Sumsel yang masih di atas rata-rata nasional, tingginya biaya distribusi akibat infrastruktur transportasi yang belum memadai, komoditas ekspor Sumsel yang masih didominasi raw materials, serta masih timpangnya tingkat akseptansi sistem pembayaran dan keuangan digital. Untuk itu Sumatera Selatan perlu mengambil langkah strategis untuk memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Demikian disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, M. Latif, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 yang digelar secara hibrida (daring dan luring) di Hotel Aryaduta Palembang (29/11).

    Pada kesempatan tersebut, M. Latif merekomendasikan 5 (lima) langkah strategis yang dapat diambil para pemangku kebijakan di Sumatera Selatan untuk memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Pertama adalah Penguatan Sinergi TPID melalui penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP); Kedua, akselerasi program pengentasan kemiskinan melalui sinergi dan kolaborasi antar lembaga dan instansi di daerah melalui Sekretariat Bersama Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah Sumsel; Ketiga, mendorong investasi untuk membangun reformasi struktural untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi; Keempat, mendorong hilirisasi komoditas unggulan Sumsel; dan Kelima, penguatan infrastruktur digital dan peningkatan literasi digital masyarakat.
    Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, dalam sambutannya di PTBI Sumatera Selatan menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia dan seluruh pemangku kebijakan di Provinsi Sumatera Selatan atas segala upaya dan kerja keras yang telah dilakukan dalam mendorong transformasi ekonomi Sumatera Selatan tahun 2024. Ke depan, Edward mengajak seluruh jajaran Forkopimda, OPD, perbankan, BUMN dan BUMD, pelaku usaha, dan akademisi yang hadir untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang konsisten dan terukur. “Semoga sinergi dan kerja sama dapat terus ditingkatkan demi mencapai visi kita bersama, yaitu Sumsel Maju untuk Semua”, ujar Edward.

    Dalam kesempatan PTBI ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan juga memberikan penghargaan kepada stakeholders di wilayah kerjanya sebagai apresiasi dalam dukungan pelaksanaan tugas Bank Indonesia melalui 5 (lima) kategori penghargaan yakni:
    1. Lembaga Pendukung Asesmen Ekonomi dan Keuangan Daerah Terbaik tahun 2024 yang diberikan kepada Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan;
    2. Bank dengan Kegiatan Pengelolaan Uang Rupiah Terbaik Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024 yang diberikan kepada PT. Bank Central Asia Tbk. Kantor Wilayah VI Palembang;
    3. Stakeholder Pendukung Edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah Terbaik Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024 yang diberikan kepada Kampung Dongeng Sumatera Selatan;
    4. Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) Terbaik Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024 yang diberikan kepada PT Sumber Daya Usaha; serta
    5. UMKM Digital Binaan Terbaik Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024 diberikan kepada Beskabean Coffee Roastery.

    Pada kesempatan yang sama, bersinergi dengan Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan turut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 6 (enam) pelaku usaha pemenang Industri Kecil Menengah (IKM) Awards 2024 yakni Doyan Kitchen, Pempek Bunda Rara, dan Oleh-oleh Kamilah masing-masing sebagai Juara 1, 2, dan 3 pada kategori pangan. Sementara untuk kategori sandang, kerajinan, dan umum Juara 1, 2 dan masing-masing dimenangkan oleh Kemitraan Gaharu Sriwijaya, Kampung Sunan, dan Lastri Collection.

    PTBI merupakan puncak high level event (HLE) Bank Indonesia yang telah diselenggarakan rutin sejak tahun 1969. Kegiatan PTBI di Provinsi Sumatera Selatan diawali dengan menyaksikan bersama kegiatan PTBI pusat di Jakarta yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Agenda utama PTBI adalah penyampaian pandangan Bank Indonesia mengenai perekonomian terkini, tantangan yang dihadapi dan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan, serta penyampaian arahan Presiden Republik Indonesia mengenai kebijakan Pemerintah ke depan. PTBI 2024 di Provinsi Sumatera Selatan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, pimpinan Forkopimda, para pimpinan instansi vertikal, akademisi, serta berbagai pelaku usaha di wilayah Sumatera Selatan. Masyarakat juga bisa mengikuti rangkaian PTBI melalui siaran langsung pada kanal media sosial Bank Indonesia.(Ril)

  • Rayakan HUT ke-129, BRI Tawarkan Progam SpecialBRIguna, Suku Bunga Mulai dari 8,129% dan Diskon biayaProvisi 50%

    Rayakan HUT ke-129, BRI Tawarkan Progam SpecialBRIguna, Suku Bunga Mulai dari 8,129% dan Diskon biayaProvisi 50%

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-129yang jatuh pada 16 Desember 2024, PT. Bank Rakyat Indonesia(Persero) Tbk mempersembahkan program spesial pinjamanBRIguna, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhanfinansial dengan lebih mudah. Program ini menawarkangimmick menarik berupa suku bunga kompetitif dan kemudahanproses pengajuan, khususnya kepada nasabah yangmenggunakan rekening payroll di BRI.

    Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan BRIgunahadir sebagai solusi finansial yang fleksibel dan mudah diakses. “Produk BRIguna dirancang sebagai solusi untuk nasabah dalammemenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, renovasirumah, hingga modal usaha. Kami terus berupaya memberikanlayanan terbaik dengan proses yang sederhana dan transparan, melalui fitur BRIguna secara digital yang dapat diakses pada aplikasi BRImo. Kami berharap, melalui produk BRIguna, nasabah dapat meraih masa depan finansial yang lebih cerahdengan langkah yang lebih ringan dan aman bersama BRI,” ujarnya.

    BRI senantiasa mengedepankan customer experience dalamsetiap layanan. Oleh karena itu, perseroan terus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang tentunya semakin beragam. Di sisi lain, transformasi digital yang semakin majutelah mendorong perbankan untuk menghadirkan transaksi yang lengkap hanya menggunakan smartphone.

    Promo BRIguna berlaku hingga 31 Desember 2024, dan diharapkandapat membantu masyarakat mencapai tujuan finansial yang telah lama diimpikan. Beberapa promonya antara lain:

    Bebas Biaya Administrasi
    Diskon Provisi 50%
    Suku bunga mulai dari 8,129% per tahun
    Tenor hingga 15 tahun

    BRIguna adalah produk pinjaman yang ditawarkan oleh BRI, khusus nasabah yang memiliki rekening gaji di BRI, untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah, baik itu untuk kebutuhan konsumtif, pendidikan, renovasi rumah, maupun modal usaha. Dengan proses yang cepat dan syarat yang mudah, BRIguna memberikan fleksibilitaskepada nasabah untuk memilih tenor yang sesuai dengan kemampuanpembayaran.

    Proses pengajuan pinjaman BRIguna kini sangat mudah, cukup melalui aplikasi BRImo tanpa perlu datang ke kantor cabang. Dengan syarat yang ringan dan proses pengajuan yang tidak berbelit-belit, layanan ini cocok untuk semua kalangan.

    Semua kemudahan fitur Briguna Digital dapat diakses pada aplikasisupper app BRI yaitu BRImo. Calon nasabah wajib memiliki akundan telah terdaftar dalam aplikasi BRImo. Selanjutnya, pilih menu “lainnya”, kemudian melalui Produk BRI pilih icon “Pinjaman”, selanjutnya klikBriguna”. Dalam pengajuan kredit ini, persyaratanyang dibutuhkan antara lain, E- KTP, rekening gaji BRI, aksesBRIMo, serta face compare. Nantinya, pengajuan kredit hanya dapatdilakukan oleh nasabah yang bersangkutan, dan selanjutnya pencairanakan langsung dilakukan ke rekening gaji terdaftar.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai BRIguna, syarat dan ketentuan, serta cara pengajuan, silakan kunjungi situs resmi kami atau hubungi BRI Contact Center di 1500017.

  • Siapkan GenBI Hadapi Era Digital, BI Buka Pelatihan Konten dan Manajemen Media Sosial Bersertifikasi Nasional

    Siapkan GenBI Hadapi Era Digital, BI Buka Pelatihan Konten dan Manajemen Media Sosial Bersertifikasi Nasional

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), bekerja sama dengan Media Indonesia Institute mengadakan kegiatan pelatihan yang bersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada Generasi Baru Indonesia (GenBI). Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 28 – 29 Oktober 2024 di Hotel The Zuri, Palembang.

    Pelatihan ini diikuti 175 orang penerima beasiswa Bank Indonesia dan bertemakan pembuatan konten dan manajemen media sosial. Pelatihan ini ditujukan untuk membekali keterampilan digital GenBI sebagai future leaders dan frontliners BI dalam menyampaikan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat.

    Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Leadership Camp bagi GenBI yang telah dimulai sejak 12 Oktober 2024. Leadership Camp merupakan ajang para peserta untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, memperkuat soft skills, serta memperoleh wawasan terkini tentang peran dan kebijakan Bank Indonesia. 175 orang mahasiswa dari tiga Perguruan Tinggi Negeri di Sumatera Selatan—Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah, dan Politeknik Sriwijaya—ikut serta dalam program ini.

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, M. Latif, menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan era digital telah membuka peluang bagi profesi baru, termasuk content creator dan manajemen media sosial—profesi yang dulunya mungkin tak terpikirkan.

    Latif menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat dan mengasah keterampilan para anggota GenBI dalam dua bidang yang sangat relevan ini.

    “Kami harap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, namun juga motivasi GenBI dalam menyampaikan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat secara efektif melalui media sosial. Dengan mempelajari teknik pembuatan konten yang berkualitas, GenBI diharapkan dapat menghasilkan komunikasi kebijakan BI yang semakin optimal,” ungkap Latif.

    Ia juga menambahkan harapan agar 175 penerima beasiswa dari tiga perguruan tinggi ini dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan nantinya mengkomunikasikan kebijakan BI dengan tepat sasaran kepada masyarakat.

    Sejak tahun 2014, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (BI Sumsel) telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 1.500 mahasiswa/i Perguruan Tinggi Negeri dan Politeknik di wilayah Sumatera Selatan.

    Pada tahun ini, beasiswa tersebut kembali disalurkan kepada 175 mahasiswa/i dari Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, dan Politeknik Negeri Sriwijaya.

    Bantuan dana penunjang pendidikan tersebut diberikan setiap tahun kepada mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang akademik dan non-akademik, berasal dari keluarga yang kurang mampu, serta aktif dalam berbagai kegiatan dan aktivitas sosial. (ANA)

  • Tak Hanya Bantuan Dana Penunjang Pendidikan,BI Sumsel Juga Dukung Pengembangan Kepemimpinan dan Pengetahuan Penerima Beasiswa Bank Indonesia

    Tak Hanya Bantuan Dana Penunjang Pendidikan,BI Sumsel Juga Dukung Pengembangan Kepemimpinan dan Pengetahuan Penerima Beasiswa Bank Indonesia

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengadakan kegiatan Leadership Camp bagi mahasiswa/i penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).

    Kegiatan Leadership Camp pada tahun ini mengangkat tema “Leading Beyond Boundaries: Empowering the Next Generation Leaders”. Leadership Camp merupakan rangkaian kegiatan leadership practice dan capacity building yang berlangsung selama dua hari mulai tanggal 12 hingga 13 Oktober 2024 di Palembang.

    Kegiatan ini tidak hanya melatih jiwa kepemimpinan para peserta tetapi juga menyasar pada pengayaan soft skills lainnya serta pembekalan materi terkait kebijakan dan peran Bank Indonesia terkini.

    Tidak hanya penerima beasiswa Bank Indonesia di wilayah Sumatera Selatan saja, tetapi penerima beasiswa Bank Indonesia di wilayah Jambi juga turut menjadi peserta giat GenBI Leadership Camp 2024 ini. Berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, beragam rangkaian acara dihadirkan untuk mengasah keterampilan high level thinking, komunikasi, dan kerjasama para peserta. Kolaborasi dan sinergi juga dilakukan bersama Jasmani Kodam (Jasdam) II Sriwijaya dalam pelaksanaan outbond bagi peserta.

    Dalam sambutannya, Kepala Jasdam II Sriwijaya, Kolonel Infantri Mochamad Arief Gumelar, S.I.P., M.M., menyampaikan bahwa peserta diharapkan mampu mengasah jiwa kepemimpinan dan nasionalisme, sehingga mampu mampu menggagas berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik dan menjadi garda terdepan dalam melakukan aksi nyata pembangunan bangsa.

    Selain kegiatan outbond, para peserta juga diajak untuk mengenal dan mempromosikan komoditas unggulan dan pariwisata Sumatera Selatan melalui acara “Ngopi Bersama di Pinggir Sungai Musi”. Kegiatan ini menjadi momen para peserta untuk saling mengakrabkan diri dan berbagi pengalaman ditemani kopi khas Sumsel dan pemandangan Jembatan Ampera di sore hari. Tidak hanya itu, dalam malam kebersamaan, mahasiswa/i pilihan ini juga saling unjuk bakat dan keterampilannya mulai dari MC, menyanyi, ber-akting, membaca puisi, menari, hingga fotografi; membuktikan para anggota GenBI tidak hanya cakap di bidang akademis namun juga bidang non-akademis.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali, menyampaikan bahwa rangkaian acara selama dua hari tersebut diharapkan dapat membentuk para peserta menjadi tiga pilar GenBI yakni fronliners, change agent, dan future leaders.

    “Harapannya dengan kegiatan-kegiatan tersebut dapat membentuk para peserta menjadi frontliners yang menjadi garda terdepan dalam mengomunikasikan kebijakan BI; menjadi change agents dengan cara menjadi role model di kalangan mahasiswa dan masyarakat utamanya dalam hal perilaku dan prestasi; serta menjadi future leaders atau pemimpin muda di berbagai bidang dan tingkatan”, jelas Ricky.

    Dirinya berharap selama dua hari ini, sebanyak 275 penerima beasiswa dari 5 perguruan tinggi ini dapat membuka pikiran dan menjelajahi perspektif untuk berani berinovasi, berempati, dan mengambil langkah-langkah konkret dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat.

    Sejak tahun 2014, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (BI Sumsel) telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 1.500 mahasiswa/i Perguruan Tinggi Negeri dan Politeknik di wilayah Sumatera Selatan. Pada tahun ini, beasiswa tersebut kembali disalurkan kepada 175 mahasiswa/i dari Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, dan Politeknik Negeri Sriwijaya.

    Bantuan dana penunjang pendidikan tersebut diberikan setiap tahun kepada mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang akademik dan non-akademik, berasal dari keluarga yang kurang mampu, serta aktif dalam berbagai kegiatan dan aktivitas sosial.

  • BI Sumsel Gelar Semarak UMKM Sriwijaya 2024, Angkat UMKM Naik Kelas

    BI Sumsel Gelar Semarak UMKM Sriwijaya 2024, Angkat UMKM Naik Kelas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar semarak UMKM Sriwijaya 2024, di Atrium Palembang Indah Mall, Jumat 25 Oktober 2024 yang dihadiri langsung oleh Pj Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, SH. MSE

    Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ricky P. Gozali mengatakan, Kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi pelaku UMKM di Sumatera Selatan terutama UMKM binaan Bank Indonesia, untuk memasarkan produk terbaiknya, agar dapat dikenal tidak hanya di Sumatera Selatan tetapi juga sampai ke tingkat nasional bahkan sampai ke internasional.

    “Kegiatan ini wujud kepedulian Bank Indonesia kepada pelaku UMKM, terutama bagi UMKM binaan Bank Indonesia untuk dapat didorong menjadi UMKM naik kelas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Bank Indonesia terus berkontribusi positif bagi pembangunan ekonomi masyarakat,”kata Ricky pada sambutan saat pembukaan Semarak UKM Sriwijaya 2024 di Palembang Indah Mall (PIM).

    Masih kata Ricky, kegiatan ini dikemas denga bazar dan pameran produk UMKM Sementara, Pj Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, SH. MSE mengatakan, pemerintah provinsi Sumsel memberikan apresiasi kepda BI dalam mendorong perekonomian masyarakat dalam mengembangkan umkm dalam membina dan berkembang lebih maju tidak hanya nasional tapi juga di tingkat internasional.

    Pada kegiatan ini, dirinya berharap terjalinnya kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, untuk mendorong perekonomian daerah melalui UMKM, yang menghadirkan para pelaku UMKM binaan Bank Indonesia dari wilayah Sumatera Selatan untuk dapat berkarya lebih maju.

    “Selaku pemerintah dan juga sebagai pembina UMKM, saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada para pelaku UMKM yang terpilih dalam kegiatan semarak UMKM 2024 ini, seraya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Sumatera Selatan yang sudah berkomitmen untuk mendukung perkembangan UMKM”tuturnya

    Lanjut dia, kegiatan semarak UMKM Sriwijaya ini dapat memberikan peluang bagi para pelaku UMKM untuk lebih berkembang, inovatif dan kreatif “karena disini tempat bertemunya para pelaku usaha dengan berbagai produk unggulannya untuk dipromosikan,”katanya lagi.

  • Beri Pesan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Sejak Dini, BI dan Pemprov Sumsel Lakukan Panen Cabai dan Berikan Apresiasi kepada Sekolah

    Beri Pesan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Sejak Dini, BI dan Pemprov Sumsel Lakukan Panen Cabai dan Berikan Apresiasi kepada Sekolah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia Sumatera Selatan (BI Sumsel) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengadakan kegiatan Panen Cabai dan Awarding Ceremony Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Goes to School pada Rabu (23/10) di SMKN 1 Gelumbang, Muara Enim. Acara ini turut dihadiri oleh Pj. Gubernur Sumatera Selatan Elen Setiadi, S.H., M.S.E., Kepala Perwakilan BI Sumsel Ricky P. Gozali, Sekretaris Daerah Kab. Muara Enim Ir. Yulius. M.Si, dan Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk apresiasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan kepada sekolah, guru koordinator P5, siswa, serta penyuluh yang telah berkontribusi secara aktif dalam menyukseskan program GSMP GTS Awards 2024.

    Ricky P. Gozali, dalam sambutannya, menekankan pentingnya pengendalian inflasi pada kelompok volatile food, terutama komoditas cabai yang sering kali memberikan dampak signifikan terhadap tingkat inflasi di wilayah Sumatera Selatan. “Inflasi pada komoditas pangan, khususnya cabai, merupakan salah satu kelompok yang paling bergejolak. Melalui program GSMP Goes to School ini, kami berharap terjadi perubahan pola pikir di masyarakat, dimulai sejak dini dari siswa dan guru-guru,dari yang semula hanya sebagai konsumen menjadi produsen yang mampu memenuhi kebutuhan pokok secara mandiri,” ujar Ricky.

    Pj. Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi turut menyampaikan tingginya permintaan cabai yang melebihi pasokan di Palembang menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan komoditas tersebut rentan mengalami inflasi. Beliau juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025, di mana data historis menunjukkan adanya lonjakan permintaan cabai selama periode tersebut. Lebih lanjut, Elen Setiadi juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya kepada Bank Indonesia atas penyelenggaraan kegiatan ini.

    BI dan TPID Sumsel berperan aktif dalam GSMP melalui berbagai bentuk bantuan dan fasilitasi. Salah satunya adalah bantuan 5.000 bibit cabai beserta sarana dan prasarana penunjang budidaya kepada SMKN 1 Gelumbang, yang menjadi pilot project dalam GSMP Goes to School. Budidaya yang dilakukan sejak bulan Juni 2024, kini telah menghasilkan cabai hingga mencapai 1 (satu) ton dalam kondisi yang baik. Pilot project ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi sekolah lainnya.

    Selain itu, BI dan TPID Sumsel juga turut memberikan bantuan 1.300 bibit cabai kepada SMA/SMK di Palembang serta 44.450 benih cabai dan 28.770 polybag kepada 127 SMA/SMK di luar Palembang, yang selanjutnya dipantau dalam kompetisi GSMP Goes to School Awards. Kompetisi budidaya cabai tersebut terdiri dari 5 (lima) kategori, antara lain 2 (dua) kategori untuk sekolah, sementara itu 3 (tiga) kategori lainnya untuk individu (penyuluh, guru, dan siswa). Kategori sekolah terbaik untuk budidaya benih, dimenangkan oleh SMK Negeri 1 Bunga Mayang sebagai Juara 1, SMAN 1 Kota Agung sebagai Juara 2, dan SMA PT BA Tanjung Enim sebagai Juara 3. Sementara untuk kategori sekolah terbaik untuk budidaya bibit, dimenangkan oleh SMAN 17 Palembang sebagai Juara 1, SMKN 8 Palembang sebagai Juara 2, dan SMKN 2 Palembang sebagai Juara 3.

    Program GSMP Goes to School diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek ketahanan pangan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda di lingkungan sekolah.Masyarakat diharapkan mampu mendukung keberlangsungan dari gerakan ini. Selanjutnya, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan akan terus berkoordinasi dan bersinergi untuk melakukan 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif) demi menjaga inflasi Sumsel berada di dalam sasaran inflasi nasional.

  • Bank Indonesia Ajak Pemangku Kepentingan Dorong UMKM Sumatera Selatan agar Berdaya Saing Ekspor

    Bank Indonesia Ajak Pemangku Kepentingan Dorong UMKM Sumatera Selatan agar Berdaya Saing Ekspor

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (BI Sumsel) kembali mengadakan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sumatera Selatan Edisi Agustus 2024 pada Kamis, 10 Oktober 2024 di Ballroom Hotel ExceltonPalembang. Kegiatan ini ditujukan sebagai bentuk fungsi advisory Bank Indonesia dengan pemerintah daerah dan stakeholders lainnya. Buku LPP Sumatera Selatan memuat informasi perkembangan perekonomian, yang memuat mengenai asesmen makroekonomi, inflasi, stabilitas sistem keuangan, dan stabilitas sistem pembayaran di Provinsi Sumatera Selatan.

    Dalam kegiatan ini, juga terdapat talkshow mengenai penguatan ekspor UMKM, sebagai bentuk kontribusi BI Sumsel dalam mendorong potensi UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. UMKM merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Hal initercermin dari kontribusi UMKM terhadap Produk DomestikBruto (PDB) sebesar 61%, penyerapan tenaga kerja oleh UMKM sebesar 97%, dan dominasi pelaku UMKM di dunia usaha atau sebesar 99% dari pelaku usaha. Hal ini juga turutditekankan oleh Staf Ahli Gubernur Bapak Ir. H. PandjiTjahjanto yang pada kesempatan ini mewakili SekretarisDaerah Sumatera Selatan, menyampaikan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan tanggung jawab kita semua sertaerat kaitannya dalam rangka mendukung pertumbuhanekonomi yang berkelanjutan.

    Talkshow yang bertemakan “Mendorong UMKMSumatera Selatan agar Berdaya Saing Ekspor” ini membahas strategi-strategi dalam mendorong UMKM agar dapat berdaya saing ekspor, baik dari sisi inkubator yang disampaikan oleh Head Instructors GeTI by ExportHub.id, Cut Siti Ainun Mardhiah Gumay maupun UMKM, yaitu Founder & CEO PT Kulaku Indonesia Sejahtera, Mustopa Patapa. Dalam talkshow, disimpulkan bahwa dukungan-dukungan terhadap UMKM dapat dilakukan melalui kolaborasi dan kemitraan dari berbagai pihak serta pendampingan yang dilakukan. Dukungan tersebut mempunyai peran yang penting dalam mendorong keberhasilan suatu UMKM agar dapat berdaya saing ekspor.

    LPP Sumatera Selatan dipublikasikan Bank Indonesiasetiap triwulan, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Masyarakat dipersilakan untuk dapat mengunduh LPP Sumatera Selatan melalui website Bank Indonesia atau mengakses tautan https://bit.ly/LPP_Sumsel.

  • Memorabilia Uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005: Wujud Kebanggaan Nasional di Museum Balaputera Dewa

    Memorabilia Uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005: Wujud Kebanggaan Nasional di Museum Balaputera Dewa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (KPw BI Provinsi Sumatera Selatan) bersinergi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan meresmikan Memorabilia Uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005 di Museum Balaputera Dewa pada 3 Oktober 2024. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pj. Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Elen Setiadi; Kepala Perwakilan KPw BI Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali; Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Sumatera Selatan, Pandji Tjahjanto; serta Plh. Kepala UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan, Amarullah. Memorabilia ini dihadirkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan rasa kebanggaan terhadap simbol kebudayaan dan pahlawan nasional yang tercermin dalam desain uang Rupiah pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005, yang menampilkan Rumah Limas khas Sumatera Selatan dan pahlawan nasional Sultan Mahmud Badaruddin II, sebagai bagian penting dari sejarah Sumatera Selatan serta sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia.

    Ricky P. Gozali, selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, menjelaskan bahwa salah satu tugas utama Bank Indonesia adalah menyediakan uang Rupiah yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan dalam mencetak uang, Bank Indonesia memerhatikan segala hal, seperti desain uang Rupiah yang terdiri atas pahlawan dan kebudayaan di Indonesia. Pemilihan tema dan desain gambar dalam uang Rupiah telah melalui berbagai pertimbangan, mengingat Indonesia memiliki keragaman budaya yang berlimpah di setiap daerahnya. Oleh sebab itu, Sumatera Selatan perlu bangga bahwa rumah adat khas Sumatera Selatan, Rumah Limas, serta pahlawan dari Sumatera Selatan, Sultan Mahmud Badaruddin II, pernah menjadi desain dari Uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005.   

    “Memorabilia ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat rasa kebanggaan nasional dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat Sumatera Selatan, tetapi juga diharapkan menjadi daya tarik baru yang mampu mendorong sektor pariwisata di wilayah ini serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah,” ujar Ricky P. Gozali. Ia menambahkan bahwa desain rumah Limas yang tercantum pada uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005, yang kini diabadikan di Museum Balaputera Dewa, merupakan bagian dari upaya mengangkat identitas lokal. “Kehadiran Memorabilia ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi Sumatera Selatan,” tambahnya. Saat ini, Uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005 masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

    Pj. Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, yang turut memeriahkan acara dengan menyampaikan pentingnya masyarakat untuk menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Ia juga mengingatkan agar masyarakat menerapkan “5J” dalam merawat uang Rupiah: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. “Memorabilia ini tetap menjadi simbol kebanggaan dan pengingat bagi masyarakat akan pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah,” tambah Elen. Selain peresmian Memorabilia, Pj. Gubernur dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia juga mengunjungi pameran museum yang menampilkan kekayaan budaya Sumatera Selatan, seperti kain tradisional, guci, dan pedang khas Sumatera Selatan.

    Masyarakat juga dihimbau untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk cinta sebagai warga negara. Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar bangga terhadap rupiah karena Rupiah merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah di Wilayah NKRI dan sekaligus sebagai simbol keadulatan Negara. Sementara itu, dalam rangka mendorong aktivitas perekonomian, masyarakat juga harus Paham dalam bertransaksi, berbelanja dan berhemat.

  • Pekan QRIS Pacu Pengguna di Palembang Meningkat

    Pekan QRIS Pacu Pengguna di Palembang Meningkat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan mencatat pengguna QRIS di Palembang terus mengalami peningkatan.

    Hal ini terlihat dari penutupan Pekan QRIS Nasional dan Digital Kito Galo di Atrium Palembang Indah Mall (PIM). Pekan QRIS dan Digital Kito Galo ini dimulai tanggal 23 hingga 25 Agustus.

    “Alhamdulillah, hingga tanggal 25 Agustus kemarin telah berhasil mendorong user experience QRIS warga Kota Palembang dengan mencatatkan peningkatan user QRIS perbankan sebesar 3,64 persen,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Duddy Adiyatna, Senin (26/8/2024).

    Sementara jumlah merchant QRIS mengalami peningkatan sebesar 4,03 persen. “Penjualan merchant di booth-booth UMKM binaan BI dan perbankan menggunakan QRIS juga meningkat, ” ujar Duddy.

    Kata Duddy, kegiatan yang juga merupakan bagian dari Pekan QRIS Nasional (PQN) ini bertujuan untuk mengakselerasi dan mengedukasi ekonomi dan keuangan digital kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan.

    Seperti pameran booth perbankan dan UMKM, layanan pembayaran pajak secara digital, talkshow, dan berbagai perlombaan menarik.

    Pada DKG tahun ini juga dilakukan berbagai kegiatan, antara lain penandatanganan komitmen Mall SIAP QRIS (Mall Sehat, Inovatif, Aman, Pakai QRIS) oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia sebagai bentuk komitmen sebelas mall di Sumatera Selatan untuk mendukung pembayaran QRIS oleh merchant, dan launching penyediaan QRIS untuk pembayaran tiket LRT Sumatera Selatan.

    “Harapannya agar komitmen dan kolaborasi dalam mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan di Provinsi Sumatera Selatan dapat terus berlanjut, terutama melalui penggunaan QRIS yang memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran secara digital,” kata Duddy.

    Diketahui, pelaksanaan kegiatan DKG ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang, Otoritas Jasa Keuangan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), serta pelaku UMKM. (ANA)

  • Digital Kito Galo 2024, Dorong Perluasan Akseptansi Digitalisasi Sistem Pembayaran

    Digital Kito Galo 2024, Dorong Perluasan Akseptansi Digitalisasi Sistem Pembayaran

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Digital Kito Galo, kembali digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, di Atrium Palembang Indah Mall pada hari Jumat (23/8/2024). Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan stakeholders terkait dalam rangka Pekan QRIS Nasional 2024.

    Di tahun kelimanya, Digital Kito Galo yang mengangkat tema “Pakai QRIS untuk Indonesia Maju, #PayoPakaiQRIS!” ini menghadirkan beragam kegiatan mulai dari pameran booth Perbankan dan UMKM; layanan pembayaran pajak secara digital; talkshow; hingga berbagai perlombaan menarik yang bisa diikuti oleh anak dan dewasa.

    Kegiatan yang diselenggarakan mulai tanggal 23 sampai dengan 25 Agustus 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong perluasan akseptansi masyarakat terhadap digitalisasi sistem pembayaran.

    Dalam sambutannya pada Opening Ceremony Digital Kito Galo 2024, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali, menyampaikan bahwa percepatan pergerakan roda ekonomi ritel yang mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tidak terlepas dari akselerasi sistem pembayaran digital salah satunya QRIS.

    ”QRIS adalah game changer. Tampilan QRIS yang seragam, memudahkan masyarakat untuk langsung mengenali metode pembayaran menggunakan QR. QRIS juga sangat fleksibel untuk ditampilkan di berbagai media, seperti lanyard, akrilik, struk yang dicetak, bahkan dapat pula dikirimkan dalam bentuk gambar melalui aplikasi percakapan seperti Whatsapp kepada pembeli tanpa tatap muka,” jelas Ricky.

    Pada kesempatan yang sama dilakukan pula peresmian QRIS untuk pembelian tiket pada LRT Sumatera Selatan bekerja sama dengan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS), PT Kereta Api Indonesia dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.  Guna memeriahkan acara ini, khusus selama periode pelaksanaan Digital Kito Galo, beli tiket LRT di Stasiun Bumi Sriwijaya pakai QRIS hanya perlu membayar Rp1.

    Penjabat Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menyebut acara ini merupakan upaya untuk memberikan pelayanan terbaik, khususnya di bidang perbankan yang banyak memberikan manfaat seperti kepraktisan, kemudahan, personalisasi hingga keamanan.

    Lebih lanjut Elen mengharapkan agar kegiatan ini dapat menjadi wadah edukasi kepada masyarakat Indonesia sekaligus mengoptimalkan momentum peningkatan implementasi QRIS dari sisi usage dan quality.

    Selain peresmian QRIS LRT Sumatera Selatan, turut dilaksanakan pula Penandatangan Komitmen Mall S.I.A.P. QRIS (Mall Sehat Inovatif Aman Aman Pakai QRIS) oleh Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI) pada Jum’at (16/8) lalu sebagai rangkaian pre-event  Digital Kito Galo 2024.

    Hal ini diharapkan dapat terus mendorong preferensi masyarakat untuk menggunakan QRIS yang hingga saat ini masih terus menunjukkan tren peningkatan, baik dari sisi merchant maupun pengguna.

    Hal tersebut tercermin dari perkembangan jumlah merchant dan user (pengguna) di Sumatera Selatan yang hingga saat ini telah menyentuh lebih dari 844 ribu merchant dan 1,35 juta pengguna, menjadikan Sumatera Selatan menduduki peringkat ke-2 dengan jumlah merchant dan user QRIS terbanyak di wilayah Sumatera.

    Informasi lebih lengkap mengenai Digital Kito Galo dapat dilihat pada media sosial resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan pada @bank_indonesia_sumsel. (ANA)

  • Sumsel Pengguna QRIS Terbanyak di Sumatera

    Sumsel Pengguna QRIS Terbanyak di Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi non tunai penggunaan QRIS terbanyak di Sumatera diraih oleh Sumatera Selatan (Sumsel). Sedangkan penggunaan merchant, Bumi Sriwijaya berada di peringkat kedua terbanyak dengan pemakaian mencapai 844 ribu.

    Kepala BI Perwakilan Sumsel Ricky P. Gozali mengungkapkan, tahun ini penggunaan QRIS meningkat signifikan baik jumlahnya maupun merchant-nya.

    “Tahun ini target penggunaan QRIS 2,3 juta transaksi, sudah terealisasi 1,3 juta transaksi. Artinya tinggal 1 juta lagi. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini tercapai target,” ungkap Ricky, usai membuka Festival Jajan QRIS di Palembang Indah Mal (PIM), Jum’at (16/8/2024).

    Dari total jumlah pengguna QRIS di Sumsel, kata Ricky, didominasi warga Palembang sebanyak 63 persen. “Ini menunjukkan tingginya awarnees masyarakat terhadap tingginya keamanan transaksi melalui QRIS,” kata Ricky.

    Namun, sayangnya masyarakat di daerah belum sepenuhnya melek transaksi non tunai seperti layaknya di Palembang. Menurutnya, hal ini lantaran masih perlunya edukasi terhadap masyarakat di daerah.

    “QRIS masalahnya tidak hanya di HP saja, tetapi kesiapan infrastruktur dan pengetahuan masyarakat terhadap QRIS. Makanya kami sosialisasikan agar masyarakat mau mencoba,”

    terang Ricky.

    Misalnya, dengan mengadakan promo pembelian kopi Rp 1 untuk memancing masyarakat mencoba menggunakan QRIS. “Ini yang akan kami lakukan, agar masyarakat yang ada di daerah lain mau memakai QRIS,” jelas Ricky.

    Ricky berharap dengan adanya kegiatan Festival Jajan QRIS yang dimulai hari ini hingga 25 Agustus 2024, UMKM bisa naik dari sisi usahanya, dan sistem pembayaran dengan QRIS berjalan dengan baik.

    “Kegiatan ini dilakukan dalam rangka melihat antusias pemakaian QRIS, salah satunya ada pemenang QRIS jelajah Indonesia, ini kreasi baru bagaimana QRIS menyentuh anak muda dan informasi mengenai QRIS,” terang Ricky. (ANA)

  • Kolaborasi Bank Indonesia-MarkPlus Institute Perkuat Industri dan Pemasaran di Sumsel

    Kolaborasi Bank Indonesia-MarkPlus Institute Perkuat Industri dan Pemasaran di Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama dengan MarkPlus Institute Indonesia, sukses menyelenggarakan acara Temu Responden x Indonesia Marketing Festival (IMF) 2024 pada Kamis, 8 Agustus 2024, di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang.

    Dalam acara tahunan ini, terdapat pemberian apresiasi kepada responden survei Bank Indonesia dan workshop tematik. Acara ini ditujukan sebagai bentuk apresiasi Bank Indonesia kepada responden atas kontribusinya memberikan input dalam perumusan rekomendasi kebijakan, baik kepada pemerintah pusat maupun daerah.

    Acara tahunan ini menghadirkan workshop bertema “Pilot Marketing: Flying in Turbulence,” yang menampilkan narasumber ahli, antara lain dari Bank Indonesia, BUMN, BPD, dan dunia usaha.

    Tema ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi dunia usaha, khususnya dalam pemasaran di era digitalisasi yang semakin kompleks.

    Sama seperti seorang pilot yang harus menjaga kendali pesawat di tengah turbulensi yang berisiko terjadi, para pemangku kepentingan diharapkan memiliki strategi responsif untuk memastikan bisnis tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali, menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholders, termasuk responden survei dan instansi pemerintah, atas kontribusi aktif mereka dalam menyediakan data dan informasi yang sangat berharga.

    Ricky menegaskan bahwa data yang diperoleh melalui survei dan liaison menjadi dasar bagi Bank Indonesia dalam melakukan asesmen ekonomi, yang kemudian digunakan untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.

    Sebagai bentuk apresiasi, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan kepada para penyedia data terbaik dalam lima kategori:

    1. Penyedia Data Rutin dan Adhoc Terbaik: BPS Sumatera Selatan

    2. Penyedia Data Liaison Terbaik: BCA KW VI Palembang

    3. Penyedia Data Survei Kegiatan Dunia Usaha Terbaik: CV Pempek Beringin

    4. Penyedia Data Properti Komersial Terbaik: Thamrin Group

    5. Penyedia Data Penjualan Eceran Terbaik: CV Boga Utama

    Acara Temu Responden x Indonesia Marketing Festival (IMF) 2024 ini ditutup langsung oleh founder Markplus, Inc., Hermawan Kertajaya. Dalam kesempatan ini pula, Bank Indonesia turut memaparkan data dan analisis ekonomi yang telah diolah dan dapat diakses oleh masyarakat melalui publikasi resmi, seperti Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA) dan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sumatera Selatan.

    Kedua publikasi ini memuat informasi mendalam tentang perkembangan ekonomi di Sumatera Selatan. Masyakat dipersilahkan mengunduh kedua publikasi tersebut dari website resmi Bank Indonesia. (ANA)

  • Sumsel Targetkan Pengguna QRIS Capai 27 Juta hingga Akhir 2024

    Sumsel Targetkan Pengguna QRIS Capai 27 Juta hingga Akhir 2024

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia Sumatera Selatan (BI Sumsel) terus mendorong jumlah pengguna sistem barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) agar semakin banyak digunakan masyarakat. BI Sumsel bahkan mentaretkan pengguna transaksi non tunai tersebut hingga 27 juta pelanggan sepanjang tahun 2024.

    “Kami akan menargetkan 27 juta volume transaksi, dan sekarang sudah di atas 52 persen,” ungkap Kepala BI Sumsel, Ricky P Ghozali, usai kegiatan Kick Off QRIS Jelajah Sumsel, Kamis (11/7/2024).

    Kata Ricky, target Bank Indonesia Sumsel dalam digitalisasi ekonomi pada 2023 melebihi target diangka 13,4 juta transaksi sistem cashless dengan tambahan 495 ribu pengguna QRIS hingga akhir tahun lalu.

    “Tahun lalu, Alhamdulillah lebih dari target (perluasan digital),” kata Ricky.

    Langkah BI Sumsel untuk meningkatkan penyerapan digitalisasi ekonomi daerah juga dilakukan dengan program Digital Galo dan menyeleksi duta QRIS lewat kegiatan QRIS Jelajah Sumsel.

    “Peningkatan digitalisasi merupakan fokus BI untuk pertumbuhan ekonomi. BI selalu berupaya mengembangkan perluasanan digitalisasi ke masyarakat. Salah satunya, kegiatan ini (QRIS Jelajah Sumsel) perluasan digitalisasi mengenalkan ke anak muda,” terang Ricky.

    Bahkan kafa Ricky, pihaknya menggelar program QRIS Jelajah Sumsel untuk mengenalkan kepada masyarakat. “QRIS Jelajah Sumsel ini merupakan kampanye transaksi non tunai ke daerah dengan fokus awal di Palembang,” kata Ricky.

    Saat ini, lanjut Ricky, Bank Indonesia sudah menyeleksi 60 peserta yang terbagi 20 tim dan mereka berkompetesi mengenalkan sistem digitalisasi.

    “Mereka tiga hari melakukan kampanye, kita umumkan hasil (pemenang) 1 Agustus di Festival Ekonomi. Ini kita kembangkan, menjadi duta pengembangan digitalisasi, tiap tahun kita lakukan seleksi,” tutur Ricky. (ANA)

  • Training of Trainers Gerakan Sumsel Mandiri Goes To School: Dukung Ketahanan Pangan Mandiri, Kendalikan Inflasi

    Training of Trainers Gerakan Sumsel Mandiri Goes To School: Dukung Ketahanan Pangan Mandiri, Kendalikan Inflasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (KPwBI Provinsi Sumsel) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengadakan Training of Trainers (ToT) Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Goes To School (GTS) pada tanggal 28 Mei 2024 di Hotel The Zuri Palembang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut setelah dilaksanakannya Launching GSMP Goes to School and Office pada 25 Februari 2024.

    GSMP GTS adalah sebuah gerakan yang ditujukan untuk mengubah paradigma siswa dan guru dari konsumen menjadi produsen dalam memenuhi kebutuhan pangan msendiri. Gerakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran strategis siswa dalam pengendalian inflasi komoditas cabai, salah satu komoditas yang sering menyumbang inflasi di Provinsi Sumatera Selatan.

    Kegiatan ToT GSMP dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. S. A. Supriono serta dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumatera Selatan, M. Latif dan ± 1.000 orang peserta dari Dinas Pendidikan, Guru Koordinator P5, Kepala SMA/SMK, hingga penyuluh pertanian se-Sumatera Selatan yang hadir secara daring maupun luring.

    Pada kegiatan ini, KPw BI Provinsi Sumatera Selatan memberikan bantuan 1.300 bibit cabai, 50.750 benih cabai, serta 43.500 polybag yang akan digunakan sebagai media tanam benih cabai kepada 140 SMA/SMK se-Sumatera Selatan dan 17 SD/SMP se-Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sumsel. Dalam sambutannya, Mohamad Latif, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, mengharapkan para guru agar dapat memberikan pendampingan kepada siswa dalam budidaya benih dan bibit tanaman cabai setelah kegiatan ToT ini dilaksanakan.

    Kegiatan ToT GSMP GTS ini juga menjadi penanda dimulainya kompetisi budidaya tanaman cabai di antara SMA/SMK di Sumatera Selatan yang dikemas dalam GSM GTS Awards. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia atas kontribusi dan sinerginya membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam upaya pengendalian inflasi pangan, termasuk dalam penyelenggaraan TOT, pemberian penghargaan GSM GTS Awards, pemberian bibit dan benih untuk sekolah di Sumsel” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. S.A. Supriono.  

    Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Perwakilan Sumatera Selatan, Aria Ahmad Mangunwibawa, S.Psi., M.Si, mengenai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Keterkaitan dengan GSMP Awards. Aria menjelaskan bahwa alur aktivitas P5 terdiri atas 5 tahapan, yakni aksi, kontekstual, pengenalan, tindak lanjut, dan diakhiri dengan refleksi. Lima tahapan alur aktivitas P5 tersebut berkaitan erat dengan kegiatan GSMP GTS, dimana siswa/i dapat melakukan penanaman cabai sebagai bentuk aksi, melihat permasalahan dari isu cabai yang ada di lingkungan sekitar, hingga dapat melakukan tindak lanjut dan refleksi dari aksi ketahanan pangan yang dilakukan. Selain pemaparan mengenai P5, peserta juga diberikan materi teori dan praktik mengenai penanaman benih cabai yang disampaikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perbenihan Pangan dan Hortikultura Nurwahyudiono dan Penyuluh Provinsi Sumatera Selatan Netty Herawati.

    Ke depannya, KPw BI Provinsi Sumatera Selatan akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mengendalikan inflasi di Sumatera Selatan agar sesuai dengan sasaran inflasi yang sudah ditetapkan. Upaya-upaya tersebut sejalan dengan strategi 4 K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, serta selaras dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), arahan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo.

  • Kas Keliling Bank Indonesia Fasilitasi Penukaran Uang, Sediakan Rp5,4 Triliun

    Kas Keliling Bank Indonesia Fasilitasi Penukaran Uang, Sediakan Rp5,4 Triliun

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebagai antisipasi lonjakan penukaran uang pecahan kecil (UPK) jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) bersama sembilan perbankan lainnya, membuka kas keliling di halaman DPRD Sumsel.

    Kas keliling ini dibuka selama dua hari, mulai hari ini Rabu (3/4/2024) hingga Kamis besok (4/4/2024). Kas Keliling BI beroperasi selama tiga jam, sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

    Kepala Perwakilan BI Sumsel, Ricky P. Gozali, mengatakan penukaran uang melalui kas keliling ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam memberikan layanan khas prima, agar masyarakat semakin mudah untuk memperoleh uang rupiah layak edar dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai.

    Menurut dia, ini adalah salah satu bentuk sinergi yang dilakukan Bank Indonesia dengan perbankan di Sumsel. “Ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan BI Sumsel dalam rangka pemenuhan kebutuhan uang di masyarakat, terutama terkait bulan Ramadan dan Idul Fitri,” kata Ricky.

    “Jadi kita lakukan penukaran umum kepada masyarakat yang sudah mendaftar. Animo masyarakat banyak sekali, lebih dari seribu orang yang melakukan penukaran uang di sini. Ada sembilan perbankan ikut kegiatan, di antaranya Mandiri, BNI, BRI, BTN, BSI, Bank Sumsel Babel, Bank Maspion, Bank Niaga, dan Maybank,” ujarnya.

    Dirinya berharap, melalui kegiatan masyarakat bisa terpenuhi   kebutuhan pecahan uang kecil. BI sumsel berupaya semaksimal mungkin dengan stok dan kondisi yang ada. Pihaknya menargetkan sekitar seribu penukaran UPK setiap hari.

    “Tapi kita tidak menutup kemungkinan, kita buka lagi kalau masyarakat masih membutuhkan. Kita lihat caranya untuk mesayarakat untuk bisa menukarkan, mungkin sekitar 25 persen untuk masyarakat,” uajr dia.

    Secara total, Bank Indonesia menyediakan Rp5,4 triliun atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya sekitar Rp4,7 triliun. Bank Indonesia memprediksi kebutuhan uang kartal ini lebih tinggi tahun ini.

    “Kita menyiapkan proses dalam penukaran ini supaya masyarakat bisa menukar uang dengan nyaman, teratur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, Bank Indonesia menyiapkan aplikasi yang bisa diakses dan digunakan mayarakat. Kita juga sudah melakukan pemahaman kepada masyarakat,” ujar dia.

    Penukaran uang kartal secara resmi ini menurut Ricky adalah upaya Bank Indonesia adanya uang palsu yang beredar. Karena kalau masyarakat melakukan penukaran yang di pinggir jalan dengan yang tidak resmi, pertama ada biaya tentunya.

    “Kedua, kita tidak meyakini kalau uang itu asli. Oleh sebab itu kita melakukan penukaran uang seperti ini agar masyarakat itu terhindar dari uang palsu. Sejauh ini memang ada laporan uang palsu, tapi kita harapkan ini tidak menjadi momok bagi masyarakat,” imbuh Ricky.

    Bank Indonesia juga melakukan sosialisasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah. “Kita selalu melakukan sosialisasi dari mulai anak-anak, remaja, orang tua, komunitas, kita berikan pemahaman Cinta Bangga dan Paham Rupiah,” jelas dia.

    Di sisi lain, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berbelanja bijak dan melakukan konsumsi secara tidak berlebihan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ini, mengingat pemerintah daerah akan senantiasa hadir dan berkoordinasi guna memastikan ketersediaan pasokan komoditas pokok selama HBKN, sehingga stabilitas harga tetap terjaga.

    Sementara itu, dari pantauan warga sangat antusias melakukan UPK melalui kas keliling BI. Warga tampak tertib antre menukarkan uang rupiah di beberapa mobil kas keliling yang terparkir di halaman DPRD Provinsi Sumsel.

    Rizal, warga Pakjo mengapresiasi langkah Bank Indonesia Sumsel dengan adanya kas keliling di halaman DPRD Sumsel. Rizal mengaku uang pecahan kecil tersebut akan digunakan pada Idul Fitri akan dibagikan ke anak-anak, keponakan dan tetangga.

    “Alhamdulillah proses penukaran tidak lama, saya sebelumnya sudah daftar tadi pagi melalui aplikasi Pintar, menunggu panggilan kemudian langsung diarahkan petugas untuk melakukan penukaran,” kata dia.

    Sementara itu, Ayu yang merupakan karyawan Dinas PUPR juga mengaku tidak mengalami kesulitan dalam melakukan penukaran uang Rupiah. “Prosesnya cepat, petugasnya juga sigap,” tuturnya. (ANA)

  • Bank Indonesia Kembali Menggelar Syariah Festival Sriwijaya Ribuan UMKM Dapat Sertifikasi Halal

    Bank Indonesia Kembali Menggelar Syariah Festival Sriwijaya Ribuan UMKM Dapat Sertifikasi Halal

    SUARAPUBLIK.ID, KOTA PALEMBANG – Kegiatan Syariah Festival Sriwijaya (SYAFARI) kembali digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (BI Sumsel) pada tahun 2024.

     

    Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Pengembangan Ekonomi dan Industri Halal Khususnya Sektor Makanan, Minuman dan Modest Muslim” tersebut diselenggarakan di Atrium Palembang Indah Mall mulai dari tanggal 28 s.d 30 Maret 2024.

     

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang di Batam.

     

    Berbagai rangkaian acara akan memeriahkan kegiatan SYAFARI 2024 mulai dari perlombaan, seminar, sertifikasi dan konsultasi produk halal, expo dan showcasing produk layanan keuangan syariah dan UMKM, hingga fasilitasi business matching.

     

    Kegiatan dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni; dan turut dihadiri oleh pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN/BUMD dan perbankan di wilayah Sumatera Selatan.

     

    Penjabat Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni menyampaikan dengan jumlah populasi muslim di Sumatera Selatan (Sumsel) yang lebih dari 90% sudah sewajarnya Sumsel  menjadi wilayah yang maju dalam program Pengembangan ekonomi syariah, mencakup sektor keuangan, fashion,  kuliner, pariwisata, dan lainnya.

     

    “Melihat potensi Sumsel yang besar, Pemerintah Provinsi akan memberikan bantuan sertifikasi halal gratis kepada 1000 pelaku UMKM, utamanya komoditas makanan dan minuman,” jelas Fatoni.

     

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali menyampaikan, bahwa dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, Bank Indonesia mengedepankan 3 pilar utama, yakni (i) penguatan ekosistem halal, (ii) penguatan keuangan syariah, dan (iii) penguatan penerapan halal lifestyle.

     

    “Dalam penerapannya, BI Sumsel berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Di sisi penguatan ekosistem halal, BI Sumsel turut memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Selain itu, BI Sumsel juga aktif dalam mendorong percepatan sertifikasi produk halal berkoordinasi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) dan MUI,” katanya.

     

    Dalam penguatan keuangan syariah, BI Sumsel akan melakukan edukasi pengembangan ekonomi syariah kepada sejumlah pesantren dan mahasiswa. Sementara dalam penguatan penerapan halal lifestyle, BI Sumsel mendorong Pelaku Usaha Syariah dalam mengikuti berbagai kegiatan fashion show.

     

    Kegiatan SYAFARI 2024 diharapkan dapat melibatkan dan menyasar berbagai kalangan masyarakat secara luas, meliputi UMKM, Asosiasi dan Komunitas Masyarkat, Pondok Pesantren, stakeholder daerah, dan perbankan syariah.

     

    Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, MUI, HEBITREN, BPJPH, dan BPPOM, untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat memberikan dampak terhadap Pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Selatan.

  • Susur Sungai BI-TNI AL Penuhi Kebutuhan Uang Layak Edar, Beri Pemahaman Rupiah kepada Pelajar

    Susur Sungai BI-TNI AL Penuhi Kebutuhan Uang Layak Edar, Beri Pemahaman Rupiah kepada Pelajar

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Sebagai rangkaian kegiatan Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2024 yang mengangkat tema “Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah”, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (BI Sumsel) bekerjasama dengan Pangkalan TNI AL Palembang dalam rangka menyediakan layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat di sekitar wilayah tepian Sungai Musi.

    Sinergi tersebut tertuang dalam kegiatan “Susur Sungai Musi (SSM)” yang dilaksanakan pada tanggal 26 s.d 28 Maret 2024. Kegiatan SSM ini merupakan kegiatan keempat kalinya yang diselenggarakan oleh BI Sumsel. Pada SSM kali ini, BI Sumsel kembali menjangkau daerah blind spot di Sumatera Selatan yang masih tergolong Low Access to Cash (LAtC) yakni Desa Kampung Air, Desa Sungai Baung Kabupaten OKI, Jalur 20 dan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin.

    Seremoni pelepasan Tim Susur Sungai Musi dilangsungkan pada hari Selasa, 26 Maret 2024 di Pelataran River Side, Benteng Kuto Besak, dan dihadiri langsung oleh Kepala Grup Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Hari Widodo.

    Selain itu kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Walikota Palembang Ratu Dewa, Pj. Bupati Banyuasin Hani Syopiar Rustam, serta perwakilan dari instansi terkait seperti OJK Regional 7, Polda Sumatera Selatan, Komandan Pangkalan TNI AL Palembang, dan pimpinan perbankan di Kota Palembang.

    Dalam kesempatan tersebut para tamu undangan juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program SSM ini mengingat kondisi geografis di wilayah perairan yang lembab menyebabkan kondisi uang yang beredar di wilayah pinggiran sungai kurang layak edar, sehingga diharapkan kegiatan SSM ini dapat dilaksanakan secara periodik kepada masyarakan di pinggiran Sungai Musi.

    Kepala Perwakilan BI Sumsel, Ricky P. Gozali, memperkirakan kebutuhan uang kartal Sumatera Selatan jelang HBKN Idul Fitri tumbuh 12% menjadi Rp 5,4 triliun dibandingkan tahun 2023. Sementara itu kegiatan Susur Sungai Musi kali ini membawa modal kerja sebanyak Rp 6 miliar.

    “Salah satu tugas Bank Indonesia adalah menyediakan pecahan Rupiah dalam jumlah nominal yang cukup dengan kondisi yang layak edar. Tugas ini menjadi lebih penting saat momen Idul Fitri, dimana budaya masyarakat Indonesia saat momen tersebut adalah membagikan uang Rupiah yang layak edar ke saudaranya,“ jelas Ricky.

    Lebih lanjut, Ricky menyebut, kegiatan SSM ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan SERAMBI Provinsi Sumatera Selatan yang pada tahun 2023 merupakan program SERAMBI terbaik di nasional sehingga SSM menjadi acuan daerah lainnya yang berada di pinggir sungai dalam penyaluran uang Rupiah layak edar.

    Dalam kegiatan SSM selain kegiatan Penukaran uang kepada masyarakat juga dilakukan kegiatan Edukasi Cinta, Bangga dan Paham terhadap Rupiah agar masyarakat mampu memaknai rupiah dengan benar. Selain itu juga dilakukan kegiatan Edukasi terkait dengan pembayaran Nontunai dengan harapan masyarakat tidak mengalami kendala dalam melakukan transaksi ekonomi.

    Untuk melengkapi kegiatan Susur Sungai Musi juga dilakukan pembagian sembako kepada masyarakat yang kurang mampu sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia dan sekaligus mendorong daya beli masyarakat di tepian Sungai Musi.

    Selain itu, untuk melengkapi kegiatan SERAMBI 2024 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera juga melakukan Sinergi dan Kolaborasi dengan Kampung Dongeng Wilayah Sumatera Selatan dalam melakukan edukasi terkait dengan Cinta, Bangga dan Paham terhadap Rupiah kepada pelajar.

    Pada hari yang sama, Selasa 26 Maret 2024 bentuk sinergi dan kolaborasi tersebut tertuang dengan terselenggaranya kegiatan Edukasi Cinta Bangga dan Paham terhadap Rupiah dengan tema “Rupiah Bercerita” yang dilaksanakan di Gedung Akademik Center UIN Raden Fatah Palembang. Kegiatan dihadiri 1.200 siswa/i sekolah dasar di Kota Palembang dan 100 guru pendamping.

    Proses Edukasi dilakukan melalui inovasi drama musikal dan story telling oleh pendongeng-pendongeng cilik di Sumatera Selatan sehingga anak-anak bisa menangkap pesan-pesan CBP Rupiah dengan baik dan ceria.

    Kegiatan kolaborasi ini sejatinya telah dilaksanakan sejak awal tahun melalui kegiatan training of trainer (ToT) kepada pendongeng cilik di Sumatera Selatan serta kegiatan roadshow literasi di 40 sekolah di Kota Palembang dan Kota Prabumulih dengan peserta lebih dari 25.000 siswa. (ANA)

  • Jangkau Daerah 3T, BI Berkolaborasi dengan TNI AL Susur Sungai

    Jangkau Daerah 3T, BI Berkolaborasi dengan TNI AL Susur Sungai

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan, kembali berkolaborasi bersama dengan TNI Angkatan Laut, mengadakan kegiatan Susur Sungai Musi di kawasan wisata Pulau Kemarau Palembang, pada 26-27 Maret 2024.

    Kegiatan pembukaan Susur Sungai Musi dihadiri langsung Kepala Departemen Keuangan Bank Indonesia Hari Widodo, Kepala OJK Regional 7 diwakili Direktur Pengawasan Perilaku PUJK Arifin Susanto, Kepala Perwakilan BI Sumsel Ricky P Gozali, Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Pj Bupati Banyuasin Hani Syopiar Rustam, Perwakilan Polda Sumsel, Perwakilan Danlanal, para pimpinan Perbankan serta tamu undangan di Restaurant Riverside Palembang, Selasa (26/3/2024).

    Kepala Kanwil Bank Indonesia Sumsel, Ricky P Gozali mengungkapkan, kegiatan susur Sungai Musi ini merupakan tahun kedua yang digelar oleh Bank Indonesia setelah yang pertama berlangsung pada tahun 2023 lalu.

    Ricky mengungkapkan, dua prinsip Bank Indonesia dalam mengelola Rupiah, yaitu inklusifitas dan kualitas.

    “Inklusif, dalam hal ini adalah uang Rupiah harus dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil) dan program Susur Sungai Musi ini merupakan salah satu cara meraih inklusifitas tersebut,” jelasnya.

    Susur sungai merupakan program penyediaan uang kartal bagi masyarakat pesisir sungai baik di Palembang maupun di Banyuasin yang ke empat kalinya digelar. Ada tiga lokasi susur sungai yang dilakukan Ramadan dan lebaran tahun ini yakni di Jalur 20, Sungai Baung dan Muara Padang.

    “Selain susur sungai Serambi juga digelar di banyak tempat lainnya untuk memudahkan masyarakat menukar uang rupiah baik di jalur mudik, mal, hingga masyarakat di pusat kota dan di tepian sungai Musi,” ungkapnya.

    Sementara Danlanal Palembang Diwakili Letkol Laut Yusan Taufik menambahkan bahwa kegiatan bersama dengan Bank Indonesia ini merupakan kegiatan yang keempat.

    “Alhamdulillah, kegiatan satu sampai tiga berhasil dengan baik, masyarakat menyambut antusias maka kami akan melanjutkan kegiatan yang keempat ini,” ujarnya pula. (ANA)

  • Kick off Program Serambi, BI Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah

    Kick off Program Serambi, BI Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel, resmi gelar kick off semarak Rupiah Ramadan dan Idul Fitri (Serambi) 2024, Senin (18/3/2024).

    Kepala Kanwil BI Sumsel, Ricky P Gozali, mengatakan kegiatan Serambi merupakan pemenuhan kebutuhan uang rupiah dan layanan kas kepada masyarakat pada periode Ramadan dan Idul Fitri.

    Serambi 2024 kali ini mengangkat tema “Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah” mengajak masyarakat berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui Rupiah. ​Layanan akan dimulai pada 25 Maret hingga 3 April 2024.

    Tahun ini, disiapkan sebesar Rp5,3 triliun, naik 12 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,7 triliun. Menurutnya Ricky, melalui kegiatan ini pula, BI senantiasa mengajak masyarakat Indonesia untuk cinta, bangga, dan paham Rupiah.

    Serambi 2024 kali ini mengangkat tema “Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah” dengan maksud untuk mengajak masyarakat berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan, belanja produksi dalam negeri, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui Rupiah. BI Sumsel menyediakan layanan tukar uang di 145 titik tersebar di Sumsel.

    “Salah satu tugas utama bank Indonesia adalah menyediakan uang rupiah yang tepat dan likuiditas baik serta dalam kondisi layak edar. Terutama dalam pecahan yang mereka inginkan dari pecahan besar hingga pecahan kecil, pada bulan Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.

    Sebagaimana tahun lalu, BI Sumsel juga akan melakukan kegiatan susur sungai Musi bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut dalam rangka menjangkau daerah blank spot yang kesulitan untuk mendapatkan layanan penukaran uang cash.

    Tak hanya itu, BI Sumsel juga akan melakukan kegiatan BI Peduli Mudik yaitu dengan menyediakan penukaran uang cash keliling ditempat-tempat seperti pusat perbelanjaan modern Palembang Indah Mall, bandara, stasiun LRT, Rest Area Tol Kayu Agung dan juga di area Benteng Kuto Besak (BKB). Penukaran dapat dilakukan terlebih dahulu melakukan aktivasi online melalui Aplikasi Si Pintar dimulai pada 18 Maret hingga 15 April 2024.

    Layanan penukaran uang di Perbankan akan dimulai pada 25 Maret hingga 3 April 2024. Sementara untuk untuk hari dan waktu pelaksanaan serta batasan penukaran uang menyesuaikan kebijakan bank masing-masing.

    Berbagai kegiatan lain dalam rangkaian Serambi 2024 kali ini, BI Sumsel juga akan melakukan acara penukaran di tempat yang besar yakni di halaman DPRD Sumsel bekerjasama dengan para Perbankan. Kemudian melakukan kegiatan Layanan BI Jumpa, melalui layanan daerah 3 T atau Terdepan, Terluar dan Tertinggal yang akan dilakukan di  Pagar Alam.

    “Dengan berbagai inovasi ini lah kemudian, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyelenggara Serambi terbaik secara nasional pada tahun 2023. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada perbankan dan seluruh stakeholder. Mudah-mudahan akan terus kita pertahankan menjadi lebih  bermanfaat lagi ke depannya,” jelasnya. (ANA)

  • Perkuat Komunikasi, BI Beri Pemahaman Kebijakan Ekonomi dan Sistem Pembayaran

    Perkuat Komunikasi, BI Beri Pemahaman Kebijakan Ekonomi dan Sistem Pembayaran

    SUARAPUBLIK.ID, BANDUNG – Sebagai mitra kerja, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan (Sumsel) berupaya memberikan pemahaman kepada para wartawan ekonomi bisnis di Bumi Sriwijaya, mengenai kebijakan Ekonomi dan sistem pembayaran di Indonesia agar dapat disampaikan kepada masyarakat.

    Pemahaman ini disampaikan melalui kegiatan Capacity Building bersama Wartawan Ekonimi Bisnis di Sumsel, yang digelar selama tiga hari, 21-23 Februari 2024, di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar). Adapun Capacity Building ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar BI Sumsel.

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Ricky P Gozali, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan capacity building ini diberikan kepada wartawan untuk memperkuat komunikasi kebijakan.

    Komunikasi kebijakan merupakan suatu kebijakan utama di Bank Indonesia. Pihaknya memasukkan komunikasi itu sebagai sesuatu kebijakan dan bagian utama dari policy.

    “Komunikasi itu sangat penting agar policy yang disampaikan BI dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat. Oleh sebab itu, kegiatan Capacity Building ini menjadi hal yang sangat penting,” ungkap Ricky P Gozali.

    Menurut Ricky, wartawan juga menjadi ujung tombak dalam mendistribusikan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat.

    “Jadi kami berharap wartawan juga dapat memahami policy dan fungsi kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonensia supaya dapat disampaikan kepada masyarakat. Sehingga pada kegiatan ini kami turut menghadirkan para ekonom terbaik di BI agar dapat menjelaskan kepada para rekan media,” sambungnya.

    Selain itu, Ricky juga menyampaikan apresiasi kepada para wartawan ekonomi bisnis atas kerjasama yang terjalin dengan baik selama ini dengan Bank Indonesia.

    “Selain mendapatkan ilmu terkait kebijakan ekonomi, kegiatan ini kami siapkan juga sebagai wadah silahturahim antara BI dan wartawan. Sehingga pada tahun ini kita juga buat lebih berbeda tidak hanya capacity building namun juga ada tema tambahan yaitu pariwisata,” ujarnya.

    Ada beberapa wisata yang dikunjungi wartawan Sumsel saat mengunjungi Kota Bandung, seperti kunjungan Floating Market di Lembang, dan melihat pertunjukkan Angklung dari sanggar Saung Angklung Udjo.

    “Kota Bandung merupakan salah satu daerah yang memiliki pariwisata yang banyak diminati masyarakat. Kita harapkan pertumbuhan pariwisata di Sumsel juga bisa meningkat,” kata Ricky.

    Sektor pariwisata ini menggerakkan sektor ekonomi lainnya seperti transportasi, hotel UMKM, makanan, warstra dan masih banyak lagi. Dengan pariwisata yang meningkat, maka ekonomi di suatu daerah juga akan ikut tumbuh.

    “Ada banyak potensi pariwisata yang belum dikembangkan di Palembang, padahal potensinya sangat besar. Karena itu, kami juga ingin para rekan-rekan wartawan dapat menjadi bagian dalam mengembangkan sektor pariwisata di Palembang,” harapnya. (ANA)

  • Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Ajak Mitra di Daerah Saksikan Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2023

    Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Ajak Mitra di Daerah Saksikan Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2023

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengundang kepala daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, perbankan, akademisi, serta pimpinan asosiasi untuk menyaksikan secara daring peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2023 pada hari Rabu (31/1) yang disiarkan secara langsung dari Kantor Pusat Bank Indonesia. Laporan ini merupakan wujud transparansi pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia kepada publik, sebagaimana amanat pasal 58 ayat (7) dari UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. LPI 2023 mengangkat tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional”, dan mengulas evaluasi pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia pada 2023, serta arah kebijakan dan sasaran yang ingin dicapai pada 2024. Selain itu, pembahasan penting yang turut diangkat dalam LPI 2023 ialah tentang Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023 dan Penguatan Kebijakan Hilirisasi untuk Kebangkitan Ekonomi.

    Dalam acara tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan 3 (tiga) pelajaran penting pada tahun 2023. Pertama, syukur, optimis, dan waspada. Bersyukur ekonomi Indonesia pada 2023 sebagai salah satu yang terbaik di dunia dengan stabilitas terjaga, di tengah tantangan gejolak perekonomian dunia. Optimis prospek perekonomian Indonesia 2024 akan lebih baik, namun tetap waspada dengan potensi risiko rambatan ketidakpastian global. Kedua, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan. Kebijakan moneter difokuskan pada upaya menjaga stabilitas (pro-stability), sedangkan keempat kebijakan lainnya, yaitu kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi-keuangan inklusif dan hijau, diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-growth). Ketiga, sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional. Bank Indonesia senantiasa memperkuat sinergi dengan Pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), asosiasi, dunia usaha, media massa, dan akademisi. Sinergi membawa pada ketahanan ekonomi 2023 dan kebangkitan menuju Indonesia Maju.

    Sejalan dengan itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan M. Latif menyampaikan kinerja ekonomi Sumatera Selatan terbukti memiliki resiliensi tinggi dan mampu bangkit lebih kuat. Hal ini terbukti dari capaian pertumbuhan ekonomi Sumsel yang tinggi di wilayah Sumatera pada tahun 2023. Latif menyampaikan apresiasinya kepada para stakeholders khususnya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah Ir. S.A. Supriono.

    Lebih lanjut Supriono turut menyampaikan harapannya kepada seluruh tamu undangan yang hadir untuk terus berinovasi dan berkolaborasi untuk menciptakan ekonomi yang kuat, infklusif, dan berdaya saing tinggi. Pada kesempatan tersebut, Supriono turut menyampaikan arahan Pj. Gubernur Sumatera Selatan, peningkatan kondisi perekonomian dilakukan melalui stimulus ekonomi, pemberdayaan sektor pertanian, pengembangan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, peningkatan Sumber Daya Manusia, peliberalan investasi, keberlanjutan lingkungan, kolaborasi dengan pihak swasta, peningkatan pelayanan publik, serta monitoring dan evaluasi.

    Uraian lebih lengkap laporan tentang pelaksanaan tugas 2023 dan arah kebijakan Bank Indonesia 2024 dapat diunduh dalam format digital melalui website Bank Indonesia (www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_262024.aspx).

  • BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia

    BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2023, pada Rabu (31/1/2024). Laporan ini merupakan wujud transparansi pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia kepada publik, sebagaimana amanat pasal 58 ayat (7) dari UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

    LPI 2023 mengangkat tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional”, dan mengulas evaluasi pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia pada 2023, serta arah kebijakan dan sasaran yang ingin dicapai pada 2024. Selain itu, pembahasan penting yang turut diangkat dalam LPI 2023 ialah tentang Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023 dan Penguatan Kebijakan Hilirisasi untuk Kebangkitan Ekonomi.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan 3 pelajaran penting pada tahun 2023. Pertama, syukur, optimis, dan waspada. Bersyukur ekonomi Indonesia pada 2023 sebagai salah satu yang terbaik di dunia dengan stabilitas terjaga, di tengah tantangan gejolak perekonomian dunia.

    Optimis prospek perekonomian Indonesia 2024 akan lebih baik, namun tetap waspada dengan potensi risiko rambatan ketidakpastian global. Kedua, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan.

    Kebijakan moneter difokuskan pada upaya menjaga stabilitas (pro-stability), sedangkan keempat kebijakan lainnya, yaitu kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi-keuangan inklusif dan hijau, diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-growth).

    Ketiga, sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional. Bank Indonesia senantiasa memperkuat sinergi dengan Pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), asosiasi, dunia usaha, media massa, dan akademisi. Sinergi membawa pada ketahanan ekonomi 2023 dan kebangkitan menuju Indonesia Maju.

    Tiga pesan penting Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo tersebut sejalan dengan isi LPI 2023, termasuk perlunya penguatan sinergi kebijakan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.

    Bank Indonesia meyakini bauran dan sinergi erat antara kebijakan pengelolaan ekonomi jangka pendek dengan kebijakan transformasi sektor riil akan mampu memperkuat dan mendorong lebih lanjut kebangkitan ekonomi nasional menuju Indonesia Maju.

    Keberlanjutan transformasi sektor riil akan mendorong peningkatan kapasitas output potensial dalam jangka menengah sehingga ekonomi dapat tumbuh lebih tinggi dengan stabilitas yang tetap terjaga. (ANA)

  • Ekonomi Sumsel Tunjukkan Resiliensi Tinggi, Mampu Bangkit Lebih Kuat

    Ekonomi Sumsel Tunjukkan Resiliensi Tinggi, Mampu Bangkit Lebih Kuat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Di tengah ketidakpastian dinamika global, kinerja ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel) terbukti memiliki resiliensi tinggi dan mampu bangkit lebih kuat. Pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan III tahun 2023 mencapai 5,08% (yoy) diatas pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera (4,50% (yoy)) dan Nasional (4,94% (yoy)).

    Pertumbuhan ekonomi Sumsel juga konsisten berada di atas pertumbuhan ekonomi wilayah sumatera dan nasional selama tiga triwulan berturut-turut. Dari sisi perkembangan harga, secara tahunan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Oktober 2023 tercatat sebesar 2,90% (yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi 3±1% (yoy).

    Sementara itu, di sisi sistem pembayaran, melalui kolaborasi yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, revolusi digital dalam sistem pembayaran di wilayah Sumatera Selatan telah berhasil digerakkan.

    Jumlah merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sumatera Selatan telah mencapai 739 ribu, yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari UMKM, tempat ibadah, layanan kesehatan, pendidikan, transportasi, pariwisata, hingga pembayaran retribusi atau pajak.

    Selain itu, pengguna QRIS telah mencapai 1,18 juta pengguna. Tidak hanya itu, elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah juga terus didorong melalui pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Saat ini, sudah terdapat 11 Pemerintah Daerah di Sumatera Selatan yang termasuk dalam kategori Pemda Digital.

    Berdasarkan perkembangan ekonomi saat ini dan berbagai indikator makroekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tahun 2023 akan tumbuh pada rentang 4,60% s.d 5,40% (yoy).

    Sementara itu, di tahun 2024, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tetap tumbuh kuat sebagaimana tahun sebelumnya pada rentang 4,90% s.d 5,70% (yoy).

    Sedangkan untuk perkembangan inflasi, dengan upaya dan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam mengendalikan inflasi daerah terutama inflasi komoditas pangan bergejolak (volatile food), inflasi diperkirakan dapat kembali pada kisaran sasaran 3±1% (yoy) di 2023 dan 2,5±1% (yoy) di 2024.

    Di tingkat nasional, kinerja dan prospek perekonomian tetap terjaga di tengah semakin tingginya ketidakpastian dinamika global. Sepanjang tahun 2023, stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia tetap terjaga dan pemulihan ekonomi terus berlanjut.

    Inflasi juga lebih cepat kembali ke kisaran sasarannya setelah sempat berada pada level yang tinggi pada awal tahun dan akan tetap terkendali rendah hingga akhir 2023. Pertumbuhan ekonomi juga tetap baik ditopang kuatnya permintaan domestik.

    Perkembangan positif perekonomian domestik tersebut tidak terlepas dari eratnya sinergi respons kebijakan ekonomi nasional yang konsisten dan terukur dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan.

    Ke depan, prospek perbaikan ekonomi nasional masih akan dihadapkan pada tantangan global yang berat. Fragmentasi geopolitik yang terus berlanjut dan bahkan meluas pada paruh kedua 2023, ketidakpastian pasar keuangan akibat pengaruh respons kebijakan bank sentral negara maju seiring masih tingginya inflasi yang dihadapi, ancaman perubahan iklim, dan berbagai tantangan lain yang mengemuka perlu tetap diwaspadai dampaknya pada perekonomian nasional.

    Untuk itu, sinergi bauran kebijakan perlu terus semakin dipererat. Tidak hanya untuk mewaspadai dinamika ketidakpastian global dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, melainkan juga tetap mendorong optimisme pemulihan ekonomi untuk bangkit kuat menuju Indonesia Maju.

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Nurcahyo Heru Prasetyo, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023 yang digelar secara hibrida (daring dan luring) di Hotel Arista Palembang, Rabu (29/11/2023), menyampaikan bahwa Sumatera Selatan masih punya potensi besar untuk terus tumbuh dengan memanfaatkan beberapa celah ruang pertumbuhan ke depan didukung oleh sinergi, inovasi, dan optimisme yang perlu dijaga bersama.

    “Memasuki tahun 2024, sinergi kebijakan terus diarahkan dalam memastikan keberlanjutan reformasi struktural untuk peningkatkan daya saing. Pertumbuhan ekonomi global tahun 2024 diprakirakan akan lebih rendah dari tahun sebelumnya disertai risiko koreksi yang dapat lebih rendah di beberapa negara maju. Di tengah tantangan tersebut, Bank Indonesia akan terus mempertegas komitmen dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” kata Nurcahyo Heru, dalam kegiatan PTBI yang mengangkat tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional”.

    Kegiatan ini diawali dengan menyaksikan bersama kegiatan PTBI pusat di Jakarta yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

    Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, S.A. Supriono dalam sambutannya di PTBI Sumatera Selatan, mengajak seluruh undangan yang hadir untuk tetap waspada dan terus mencermati dampak rambatan dari ketidakstabilan ekonomi global yang masih terus berlanjut terhadap perkembangan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan.

    “Untuk itu, mari perkuat kolaborasi dan inovasi dalam merumuskan hingga mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang konsisten dan terukur dalam rangka menjaga optimisme pemulihan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat. Semoga sinergi dan kerja sama dapat terus ditingkatkan demi mencapai visi kita bersama, yaitu Sumsel Maju untuk Semua,” ujar Supriono.

    Dalam kesempatan PTBI ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan juga memberikan penghargaan kepada stakeholders di wilayah kerjanya sebagai apresiasi dalam dukungan pelaksanaan tugas Bank Indonesia. Penghargaan yang diberikan antara lain:

    1. Mitra Strategis Pendukung Asesmen Ekonomi dan Keuangan Daerah Terbaik tahun 2023 yang diberikan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan;

    2. Mitra Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah Terbnaik Sumatera Selatan Tahun 2023 yang diberikan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Provinsi Sumatera Selatan;

    3. Bank dengan Distribusi dan Layanan Kas Uang Rupiah Terbaik Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023 yang diberikan kepada PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk Kantor Wilayah II Palembang;

    4. UMKM Orientasi Ekspor Binaan Terbaik Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023 yang diberikan kepada Pyo Jewelry;

    5. UMKM Digital Binaan Terbaik Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023 yang diberikan kepada Songket PASH; serta

    6. Penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Terbaik Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023 diberikan kepada PT. Makmur Alam Jaya

    PTBI merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai perekonomian terkini, tantangan yang dihadapi dan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan, serta penyampaian arahan Presiden Republik Indonesia mengenai kebijakan Pemerintah ke depan.

    PTBI 2023 di Provinsi Sumatera Selatan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, pimpinan Forkopimda, para pimpinan instansi vertikal, akademisi, serta berbagai pelaku usaha di wilayah Sumatera Selatan. Masyarakat juga bisa mengikuti rangkaian PTBI melalui siaran langsung pada kanal media sosial Bank Indonesia dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia. (ANA)

  • Optimalkan PAD, KPwBI Sumsel Selenggarakan High Level Meeting TP2DD

    Optimalkan PAD, KPwBI Sumsel Selenggarakan High Level Meeting TP2DD

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam rangka mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belanja daerah, kesehatan fiskal, serta peningkatan layanan dan tata kelola keuangan daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Sumatera Selatan.

    Agenda ini dilaksanakan di Ballroom Wyndham Opi Hotel Palembang pada Senin, 27 November 2023. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Daerah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, dan Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dari Provinsi dan 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan.

    Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa sebagai regulator di Sistem Pembayaran, Bank Indonesia turut mendukung program Pemerintah dalam mewujudkan percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

    ETPD merupakan upaya mengubah transaksi pendapatan dan belanja Pemda dari tunai menjadi non tunai berbasis digital, dengan area transaksi pada Pendapatan Daerah, yaitu Pajak dan Retribusi Daerah, serta Belanja Daerah.

    “Di wilayah kerja Provinsi Sumatera Selatan, telah terbentuk 18 TP2DD, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” kata Ricky.

    TP2DD merupakan forum koordinasi untuk mendorong inovasi, mempercepat dan memperluas pelaksanaan ETP, serta mendorong integrasi ekonomi dan keuangan digital dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan tata kelola keuangan yang terintegrasi.

    Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa digitalisasi bukan hanya sebuah inovasi semata, namun juga diharapkan dapat membangun pemerintahan yang lebih responsif, efisien, dan efektif sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat.

    Oleh karenanya, elektronifikasi pemerintah daerah merupakan langkah penting yang bertujuan untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih baik, meningkatkan potensi penerimaan pemerintah daerah melalui pemanfaatan teknologi, mendorong inovasi produk dan saluran distribusi yang lebih efisien.

    Lebih lanjut, Pj. Gubernur Fatoni menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa kendala dalam implementasinya seperti tingkat kesiapan infrastruktur, tingkat adopsi dan penerimaan masyarakat, ketergantungan terhadap sistem manual lama, hingga kurangnya koordinasi antar instansi. Sehingga, beliau menghimbau agar seluruh pemerintah daerah untuk melakukan upaya serius, berkolaborasi dan bersinergi dan terus berinovasi.

    Untuk mendorong percepatan seluruh Kab/kota di wilayah Sumatera Selatan mencapai kategori digital, pada kesempatan yang sama masing-masing perwakilan daerah diberikan pemahaman yang menyeluruh terkait strategi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah oleh narasumber dari Analis Kebijakan Ahli Madya Pendapatan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Andri Hikmat, dan Asisten Deputi Perekonomian Daerah dan Sektor Riil Kementerian Koordinasi Perekonomian, Puji Gunawan.

    Para peserta yang hadir juga turut diberikan pendampingan dalam pengisian Pelaporan Sistem Informasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (SIP2DD) untuk menghasilkan data yang akurat. (ANA)

  • Susur Sungai Musi Bank Indonesia, Layani Kebutuhan Rupiah Masyarakat Perairan

    Susur Sungai Musi Bank Indonesia, Layani Kebutuhan Rupiah Masyarakat Perairan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, kembali berkolaborasi bersama dengan TNI Angkatan Laut, mengadakan kegiatan Susur Sungai Musi pada 18-19 November 2023.

    Ini dilakukan Bank Indonesia sebagai upaya menjamin ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah nominal yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar, kepada masyarakat di wilayah perairan Sungai Musi.

    Susur Sungai Musi kali ini, merupakan etape ketiga setelah sebelumnya diadakan pada Februari dan April 2023. Melalui Susur Sungai Musi, masyarakat Desa Pulau Borang dan Desa Pematang Pala, dapat memanfaatkan layanan kas keliling untuk melakukan penukaran uang Rupiah.

    Selain itu, dalam kegiatan Susur Sungai Musi juga dilakukan Edukasi Cinta, Bangga dan Paham terhadap Rupiah dan pemberian bantuan sosial berupa sembako sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan untuk menjaga daya beli masyarakat di kedua Pulau tersebut.

    Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Palembang, Kolonel Sandy Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Susur Sungai Musi ini merupakan quick win dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan untuk menyediakan uang Rupiah di wilayah pesisir Sungai Musi yang sulit dijangkau melalui darat.

    Dia juga mengapreasiasi langkah proaktif Bank Indonesia yang berkolaborasi dengan berbagai stakeholders untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah.

    Kegiatan ini disambut baik Pemerintah Daerah Kota Palembang. PJ Walikota Palembang, Ratu Dewa, diwakili Staf Ahli, Zanariah. Dia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Bank Indonesia menjaga kestabilan peredaran uang Rupiah yang merupakan langkah-langkah konkret menjaga keberlangsungan ekonomi dan kehidupan masyarakat di sekitar Sungai Musi secara khusus dan Sumatera Selatan pada umumnya.

    “Menjaga ketersediaan uang Rupiah menjadi agenda penting kita bersama, karena Rupiah adalah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

    PJ Bupati Banyuasin, diwakili Sekretaris Daerah Erwin Ibrahim, juga turut mengapreasiasi Bank Indonesia karena sudah menginisiasi kegiatan Susur Sungai Musi. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan dukungan atas upaya dan rencana strategis dari Bank Indonesia dan seluruh stakeholders untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Banyuasin.

    Kegiatan Susur Sungai Musi ini dilepas langsung Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Dalam kesempatan tersebut, dia mengatakan bahwa terdapat dua prinsip Bank Indonesia dalam mengelola Rupiah, yaitu inklusifitas dan kualitas.

    Inklusif, dalam hal ini adalah uang Rupiah harus dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil) dan program Susur Sungai Musi ini merupakan salah satu cara meraih inklusifitas tersebut.

    Bank Indonesia juga terus berupaya meningkatkan kualitas uang Rupiah agar tidak mudah rusak, termasuk juga adalah dalam hal pemberantasan uang Rupiah Palsu.

    Destry juga mengajak seluruh stakeholders untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi karena Bank indonesia tidak bisa sendirian untuk menjaga kedaulatan Rupiah di Indonesia. Oleh karena itu, antar lembaga harus terus memperkuat KIS (Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi) dalam menjaga Rupiah. (ANA)

  • BI Dukung Perkembangan Pelaku Usaha Melalui Semarak UMKM Sriwijaya

    BI Dukung Perkembangan Pelaku Usaha Melalui Semarak UMKM Sriwijaya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam rangka meningkatkan hubungan kemitraan dengan kalangan dunia usaha, perbankan, instansi pemerintah, dan pihak terkait, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Selatan menyelenggarakan agenda tahunan Semarak UMKM (SERU) Sriwijaya dan Temu Responden 2023 di Ballroom Hotel Arista Palembang, pada Jum’at, 17 November 2023.

    Kegiatan mengangkat tema “Peran Penting Data dan Informasi Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Bangkit Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” ini, turut menghadirkan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D yang menyampaikan materi terkait “Berkompetisi di Era Disrupsi dan Ketidakpastian” dalam talkshow yang dipandu oleh moderator Feni Rose.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Ricky P. Gozali, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung kemajuan UMKM Sumatera Selatan melalui berbagai kanal bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait.

    “Kegiatan ini juga menjadi simbol apresiasi Bank Indonesia kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi secara aktif dan tentunya sebagai wadah untuk semakin memperkuat hubungan kerja sama yang baik antara Bank Indonesia

     dengan seluruh pihak-pihak terkait,” kata Perwakilan Ricky.

    Sepanjang tahun 2023, berbagai kegiatan pengembangan UMKM telah dilaksanakan oleh KPw BI Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan instansi terkait antara lain (i) program Onboarding Digitalisasi UMKM Potensial dan Unggulan; (ii) Capacity Building dengan beragam tema, diantaranya terkait tren warna dan style, akses pembiayaan, dan digitalisasi; (iii) program peningkatan akses pasar melalui berbagai kegiatan pameran dan expo; (iv) program Peningkatan Kapasitas Usaha UMKM melalui Program Bantuan Sosial Bank Indonesia (PSBI), serta (v) peningkatan akses keuangan UMKM melalui program business matching. Dalam rangka semakin mempertegas komitmen Bank Indonesia untuk mendorong UMKM, pada acara tersebut dilakukan launching e-katalog SERU Sriwijaya melalui website www.serusriwijaya.com.

    Kegiatan ini disambut baik oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Suumatera Selatan, Dra. Hj. Neng Muhaiba, MM, yang dalam kesempatan tersebut mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi yang besar atas terselenggaranya acara ini.

    Dja menyampaikan bahwa di era digital saat ini pemanfaatan teknologi data dan informasi menjadi kunci utama bagi UMKM untuk dapat tumbuh dan bersaing. Penguatan infrastruktur teknologi termasuk perkembangan platform dan informasi yang mendukung UMKM perlu terus dilakukan melalui kerja sama dan sinergi antar instansi baik pemerintah maupun sektor swasta.

    Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, yang menyampaikan Leader’s Insight kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Dalam pemaparannya, beliau mengajak seluruh peserta yang hadir untuk terus meningkatkan semangat KIS (Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi) untuk menghadapi tantangan ke depan.

    Dia juga mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya bagi seluruh responden survei Bank Indonesia yang telah mendukung kinerja Bank Indonesia dalam menyusunan kebijakan yang forward looking melalui support data-data hasil survei.

    Dalam kesempatan itu, Deputi Gubernur Senior Destry bersama pimpinan lainnya juga turut menyampaikan secara simbolis bantuan Program Sosial Bank Indonesia berupa mesin combine harvester kepada Kelompok Karya Tani 1, paket digital farming kepada Kelompok Tani Rukun Makmur dan Kelompok Tani Sedia Usaha, serta sarana dan prasarana bank sampah dan mesin press sampah kepada Kelompok Sadar Wisata Desa Burai. (ANA)

  • BI Sumsel Terapkan Strategi KIS Dorong Perekonomian Daerah

    BI Sumsel Terapkan Strategi KIS Dorong Perekonomian Daerah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, memimpin acara pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali, di Hotel Ariesta Palembang, pada Jum’at (17/12/2023).

    Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pemimpin Satuan Kerja Bank Indonesia yang telah dilaksanakan pada 5 Juli 2023, di Jakarta.

    Pejabat Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pergantian pejabat instansi vertikal membawa harapan baru bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

    Kerjasama yang sudah terjalin selama ini diharapkan dapat ditingkatkan, sehingga harapan pemerintah daerah dan masyarakat bisa terwujud, demi Sumatera Selatan yang semakin baik dan maju.

    Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, mendukung apa yang disampaikan oleh Penjabat Gubernur untuk terus bersinergi dan berkolaborasi. Strategi KIS (Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi) dibutuhkan untuk menghadapi kondisi dan tantangan saat ini yang semakin kompleks.

    Konsistensi untuk turut bersama-sama mengendalikan inflasi dan mendukung perekonomian daerah sehingga dapat mendorong perekonomian daerah, yang pada akhirnya berkontribusi pada perekonomian nasional.

    Destry menyatakan bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang dilakukan secara terus menerus di Bank Indonesia untuk pengayaan ilmu pengetahuan dan kepemimpinan.

    Dia juga mengucapkan selamat kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang baru Ricky P. Gozali serta selamat kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan sebelumnya, Erwin Soeriadimadja atas penugasan barunya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.

    Kegiatan turut dihadiri Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Daerah, Pimpinan Lembaga Vertikal, Pimpinan Perbankan, Pimpinan Media, dan mitra strategis BI di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan. (ANA)