Category: Bengkulu

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Penerapan Aspek K3 Dalam Program TJSL

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Penerapan Aspek K3 Dalam Program TJSL

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Risiko kesehatan dan kecelakaan kerja di TPS3R masih tinggi dan kerap luput dari pemahaman pengelola. Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai bersama fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) memberikan sosialisasi K3 dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Tempat Pengolahan Sampah _Reduce, Reuse, dan Recycle_ (TPS3R) Sumber Jaya, Senin (19/1/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diikuti oleh 12 warga dan pengurus TPS3R Sumber Jaya, dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran penerapan K3 dalam operasional sehari-hari.

    Materi sosialisasi dan pelatihan disampaikan oleh Supervisor HSSE & Fleet Safety Fuel Terminal Pulau Baai, Havialdo Heydinal, yang membekali peserta dengan pemahaman identifikasi potensi bahaya, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penanganan kondisi darurat, serta praktik penggunaan APAR sebagai mitigasi awal kebakaran.

    “Pengelolaan sampah berisiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Melalui sosialisasi ini, kami mendorong pengelola TPS3R memahami potensi bahaya dan menerapkan prinsip K3 secara konsisten demi keselamatan bersama,” ujar Havialdo.

    TPS3R berperan penting menekan timbunan sampah nasional yang mencapai puluhan juta ton per tahun. Namun, aktivitas pemilahan hingga pengolahan sampah menyimpan risiko kesehatan dan keselamatan tinggi, sehingga membutuhkan penerapan K3 dan perlindungan kerja yang memadai.

    Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TPS3R Sumber Jaya, Marliana, yang menyambut baik pelatihan K3 dan penggunaan APAR sebagai kebutuhan penting untuk menunjang keselamatan operasional TPS3R.

    “Pelatihan ini sangat membantu. Kami kini lebih memahami keselamatan kerja dan langkah penanganan darurat, termasuk saat terjadi kebakaran,” ujar Marliana.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah hak setiap pekerja, termasuk pengelola sampah.

    “Pengelola TPS3R menghadapi risiko tinggi setiap hari. Melalui pelatihan K3 dan APAR ini, kami memastikan mitra binaan bekerja lebih aman dan sehat sekaligus memperingati Bulan K3 Nasional sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial kami,” ujar Rusminto.

    Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja pengelola TPS3R dan Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan standar keselamatan yang baik.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Ommey Wujudkan Pendidikan Anak ke Luar Negeri

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Ommey Wujudkan Pendidikan Anak ke Luar Negeri

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Berawal dari bekal camilan sederhana untuk anak yang menempuh pendidikan di pesantren, usaha rumahan seorang ibu kini mampu mengantarkan kedua anaknya menembus pendidikan luar negeri. Satu anak telah lulus dan bekerja di Turki, sementara satu lainnya kuliah di Libya dengan beasiswa. Semua diraih melalui Ommey, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kerupuk kulit ikan tenggiri binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

    Ommey dirintis pada 2017 oleh Rili Hartawaty, ibu rumah tangga di Bengkulu, bermula dari camilan buatan sendiri untuk anak. Dari dapur sederhana di Muara Bangkahulu, kulit ikan tenggiri yang kerap dianggap limbah diolah menjadi kerupuk bernilai jual, dengan nama Ommey terinspirasi dari panggilan sang anak kepada “Ummi”.

    Perjalanan Ommey kian kuat berkat pendampingan berkelanjutan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui pembinaan kemasan, foto produk, legalitas usaha, hingga dukungan alat produksi.

    “Saya masih ingat, kala itu saya sampaikan kendala penyimpanan bahan baku. Tidak lama kemudian, kami dibantu freezer besar yang hingga kini masih digunakan dan sangat berdampak bagi usaha,” ujar Rili.

    Dukungan berlanjut melalui UMK Academy Pertamina, program pembinaan berjenjang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Pada 2023, Ommey meraih Runner Up UMK Academy, dan hadiah yang diterima dimanfaatkan untuk membeli peralatan produksi. Prestasi terus mengalir, di antaranya masuk 30 besar Bangga Buatan Indonesia Bengkulu, Finalis 100 Besar UMK Academy 2024, hingga berpartisipasi dalam SMEXPO Pertamina.

    Kini, Ommey mencatat omzet Rp38–60 juta per bulan dan mempekerjakan 6 orang, mayoritas ibu-ibu janda di sekitar rumah produksi serta pemuda lokal. Seiring perkembangan usaha, pendapatan pekerja pun meningkat.

    Lebih dari sekadar angka, pencapaian terbesar Ommey adalah keberhasilannya membiayai pendidikan kedua anak hingga ke luar negeri.

    “Anak pertama kuliah di Turki dengan biaya sendiri dan kini sudah bekerja. Anak kedua kuliah di Libya dengan beasiswa, namun kebutuhan hariannya tetap kami penuhi dari usaha ini. Bagi saya, inilah arti sukses yang sesungguhnya,” tutur Rili.

    Ommey juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap bulan, sekitar 60 liter minyak jelantah hasil produksi dikelola bekerja sama dengan Bang Jelantah Bengkulu, sementara sekitar 10 kilogram cangkang telur per bulan dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kisah Ommey mencerminkan dampak nyata pendampingan jangka panjang.

    “Ommey membuktikan pendampingan UMKM yang konsisten, berpadu dengan kegigihan seorang ibu menyekolahkan anaknya, mampu mengembangkan usaha rumahan menjadi sumber penghidupan berkelanjutan, mengantarkan pendidikan hingga ke luar negeri, serta memberdayakan masyarakat sekitar,” ujar Rusminto.

    Sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Ommey turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) , Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) , serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Gusti Kalamansi Menjadi Rumah Bagi 65 UMKM Bengkulu

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Gusti Kalamansi Menjadi Rumah Bagi 65 UMKM Bengkulu

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Di Bandara Fatmawati Bengkulu, berdiri sebuah toko oleh-oleh yang menjadi etalase bagi 65 UMKM se-Provinsi Bengkulu. Di balik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) ini, ada Gustianti, pendiri Gusti Kalamansi, yang tak hanya mengembangkan usahanya sendiri, tetapi juga membuka akses pasar bagi sesama pelaku UMKM.

    “Saya paham sulitnya UMKM kecil masuk ke toko modern atau bandara. Karena itu, saya menampung produk UMKM Bengkulu di sini. Meski pengambilannya masih kecil, Alhamdulillah sekitar 85 persen dibayar tunai. Saya ingin mereka merasakan ada yang peduli dan mau membantu,” ujar Gustianti.

    Gustianti, anak rantau yang ingin mandiri, memulai usaha kue _door to door_ pada 2010 dan mendirikan Gusti Kalamansi pada 2015 dengan mengolah jeruk kalamansi murni tanpa pengawet menjadi sirup bernilai jual.

    Sejak meraih Juara 1 UKM Pangan Award kategori minuman kemasan dari Kementerian Perdagangan pada 2016 dan Juara 1 Petani Teladan kategori olahan hasil tani pada 2019, Gustianti terus menorehkan prestasi sebagai kandidat WUBI Bank Indonesia, anggota IKRA, serta peserta Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Kini, Gusti Kalamansi di Kota Bengkulu mempekerjakan delapan karyawan dari kalangan remaja lokal, ibu rumah tangga, dan mahasiswa rantau.

    “Saya bangga bisa membuka lapangan kerja dan membantu perekonomian keluarga. Semua ini berawal dari mimpi sederhana seorang anak rantau,” kenang Gustianti.

    Dengan omzet sekitar Rp 65 juta hingga Rp 75 juta per bulan, Gustianti terus berinovasi dan meningkatkan produksi. Ia juga memanfaatkan limbah kulit jeruk menjadi pupuk kompos, manisan kulit jeruk, dan minyak atsiri untuk sabun wangi atau aromaterapi.

    “Sebagai UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, saya mendapatkan banyak pembelajaran melalui pelatihan, jejaring peserta se-Nusantara, serta dukungan promosi dan keikutsertaan expo yang memperluas pasar,” ujar Gusti.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengapresiasi semangat kolaborasi yang dibangun Gustianti.

    “Gusti Kalamansi tidak hanya membangun bisnis sendiri, tetapi juga membuka akses pasar bagi 65 UMKM Bengkulu. Melalui semangat kolaborasi, Gustianti menunjukkan bahwa kesuksesan sejati adalah saat bisa membawa UMKM lain ikut berkembang, dan kami bangga mendampinginya,” ujar Rusminto.

    Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Gusti Kalamansi turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Banjir Bandang di Sumatera

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Banjir Bandang di Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU — Di tengah bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan komitmennya sebagai perusahaan yang hadir dan peduli terhadap masyarakat. Melalui Sales Area Bengkulu, Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial korporasi.

    Penyaluran bantuan dilakukan pada Rabu (24/12/2025) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bengkulu, sebagai mitra strategis yang memiliki jaringan dan kapasitas penyaluran bantuan lintas wilayah secara cepat dan tepat sasaran.

    Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sales Area Manager Bengkulu, M. Farid Akbar, kepada Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bengkulu, Ikram Dirga Saputra, di Kantor Sales Area Bengkulu. Kolaborasi ini mencerminkan upaya perusahaan dalam memastikan setiap bentuk kepedulian dapat diterjemahkan menjadi bantuan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Bencana ini bukan hanya menjadi ujian bagi masyarakat terdampak, tetapi juga panggilan kemanusiaan bagi kita semua. Pertamina Patra Niaga berupaya hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi di saat masyarakat menghadapi situasi sulit,” ungkap Farid.

    Bantuan yang disalurkan bersifat adaptif, sehingga dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan paling mendesak di lapangan, mulai dari logistik darurat, dukungan layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

    Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya sungai di berbagai wilayah, merendam permukiman warga, merusak infrastruktur, serta memaksa ribuan masyarakat mengungsi. Kondisi ini meningkatkan urgensi penanganan darurat yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

    Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bengkulu, Ikram Dirga Saputra, mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang dinilainya mencerminkan kepedulian korporasi yang konsisten.

    “Dukungan ini memperkuat kapasitas kami dalam merespons kebutuhan di lapangan. Sinergi dengan dunia usaha seperti Pertamina Patra Niaga menjadi elemen penting dalam penanganan bencana yang efektif,” ujarnya.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa nilai empati dan solidaritas menjadi landasan utama setiap langkah perusahaan, terutama dalam situasi krisis.

    “Sebagai perusahaan energi nasional, kehadiran kami di tengah masyarakat tidak hanya diukur dari aspek operasional, tetapi juga dari kepedulian dan kepekaan sosial. Dalam kondisi bencana, tidak ada batas wilayah—yang ada adalah tanggung jawab bersama sebagai satu bangsa,” tegas Rusminto.

    Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari implementasi berkelanjutan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya penguatan ketahanan komunitas terhadap bencana dan pengembangan kemitraan strategis. Melalui langkah ini, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat kepercayaan publik dengan menghadirkan empati sebagai nilai inti dalam setiap kontribusi sosialnya.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Rejang Lebong

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Rejang Lebong

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Sales Area Bengkulu menyalurkan bantuan kepada korban banjir yang terjadi di Kelurahan Kepala Siring, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam merespons kondisi darurat serta mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.

    Bantuan diserahkan secara langsung oleh Muhamad Naufal Pratama, Sales Branch Manager (SBM) Gas Bengkulu, kepada Lurah Kepala Siring, Sulita Rahmi, sebagai perwakilan pemerintah setempat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam masa pemulihan.

    Naufal menyampaikan bahwa penyaluran bantuan merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terhadap masyarakat di wilayah Bengkulu.

    “Melalui penyaluran bantuan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berharap dapat membantu masyarakat yang terdampak banjir serta mendukung upaya pemulihan di Kelurahan Kepala Siring. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujar Naufal.

    Banjir bandang yang terjadi sejak Sabtu (21/12/2025) di Kelurahan Kepala Siring, Kabupaten Rejang Lebong, menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak dan aktivitas masyarakat terganggu.

    Lurah Kelurahan Kepala Siring, Sulita Rahmi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel kepada warganya.

    “Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang terdampak banjir. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepeduliannya terhadap warga Kelurahan Kepala Siring. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga,” ungkap Sulita.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa respon cepat terhadap bencana merupakan bagian dari komitmen perusahaan.

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel selalu siap hadir di tengah masyarakat, termasuk saat kondisi darurat seperti bencana banjir. Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak, dan kami berharap dapat membantu meringankan beban mereka dalam masa pemulihan,” ujar Rusminto.

    Kegiatan ini mencerminkan peran aktif Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam memperkuat ketahanan masyarakat saat bencana dan turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui dukungan terhadap ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Peringati HUT ke-68 Pertamina Dengan Berbagi Ke Panti Asuhan di Bengkulu Utara

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Peringati HUT ke-68 Pertamina Dengan Berbagi Ke Panti Asuhan di Bengkulu Utara

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU  — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pertamina, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai melaksanakan kegiatan bakti sosial kepada panti asuhan pada Sabtu (20/12/2025), sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran Pertamina dalam melayani masyarakat melalui pendistribusian energi.

    Kegiatan bakti sosial berupa santunan ini diberikan kepada total 80 anak asuh, dengan tiga panti asuhan di Kabupaten Bengkulu Utara, yakni Panti Asuhan Amanah dengan 20 anak asuh, Panti Asuhan Harapan Ibu dengan 13 anak asuh, serta Panti Asuhan Durratul Farhan yang menaungi 47 anak asuh. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak di panti asuhan.

    Kegiatan dihadiri oleh Fuel Terminal Manager (FTM) Pulau Baai, Yusman Fitrianto, bersama jajaran manajemen PT Elnusa Petrofin Pulau Baai. Kehadiran kedua perusahaan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan di wilayah operasional.

    Yusman Fitrianto, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-68 Pertamina dimaknai tidak hanya sebagai momen perayaan, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

    “Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga untuk terus hadir dan peduli, khususnya bagi anak-anak panti asuhan. Kami berharap bantuan ini dapat memberi semangat dan membawa manfaat,” ujar Yusman.

    Apresiasi atas kegiatan tersebut turut disampaikan oleh Ketua Panti Asuhan Durratul Farhan, Raden Sahid Kisworo.

    “Bantuan ini tidak hanya meringankan kebutuhan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang menumbuhkan semangat bagi anak-anak kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel atas kepedulian yang diberikan,” ungkap Raden.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa melalui momentum HUT ke-68 Pertamina, perusahaan ingin terus hadir dan memberi arti bagi masyarakat sekitar.

    “Kami berharap keberadaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak hanya dirasakan melalui layanan energi, tetapi juga melalui kepedulian dan perhatian kepada lingkungan sosial. Kegiatan seperti ini menjadi wujud kebersamaan kami dengan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” ujar Rusminto.

    Melalui kegiatan santunan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menegaskan komitmennya dalam menjalankan program TJSL yang sejalan dengan nilai-nilai perusahaan serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan kolaborasi dan kepedulian sosial yang berkelanjutan.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hijaukan Pesisir Bengkulu di Momen HUT ke-68 Pertamina

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hijaukan Pesisir Bengkulu di Momen HUT ke-68 Pertamina

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pertamina ke-68, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Pulau Baai bersinergi dengan Pertamina Training & Consulting (PTC) melaksanakan kegiatan penanaman 2.200 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata pada Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir serta memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah Bengkulu.

    Penanaman dilakukan di dua lokasi strategis, yaitu Muara Jenggalu dan Area Pulau Baai, yang berperan sebagai penahan abrasi, penyangga keanekaragaman hayati, sekaligus kawasan yang bersinggungan dengan aktivitas operasional perusahaan. Kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan PTC mencerminkan keseriusan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui upaya restorasi mangrove sebagai bagian dari praktik keberlanjutan.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Afriyenita, menyampaikan apresiasinya atas aksi penghijauan yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    “Penanaman mangrove merupakan langkah strategis untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan menjaga keseimbangan alam. Kami menyambut baik kolaborasi seperti yang terus kami harapkan dapat ditingkatkan,” ujar Afriyenita.

    Secara ekologis, mangrove yang tumbuh optimal mampu menahan abrasi pantai, menyerap sekitar 100 hingga 200 ton karbon per hektare, serta meningkatkan produktivitas perikanan pesisir hingga 30 sampai 50 persen. Selain menjadi habitat alami biota laut, mangrove juga memperbaiki kualitas perairan dan memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim secara berkelanjutan.

    Asisten Manager Corporate Communication & CSR Pertamina Training & Consulting, Okeu Yudipratomo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas dampak program lingkungan yang berorientasi jangka panjang.

    “Mangrove memiliki fungsi ekologis yang besar bagi keberlanjutan pesisir. Melalui kolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kami ingin memastikan bahwa upaya pelestarian memberikan manfaat jangka panjang bagi alam dan masyarakat,” ungkap Okeu.

    Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bengkulu, pemerintah kecamatan setempat, serta Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan. Keterlibatan para pihak tersebut menunjukkan sinergi dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir secara berkelanjutan.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa peringatan HUT Pertamina ke-68 dimaknai melalui kontribusi nyata bagi kawasan pesisir.

    “Penanaman 2.200 bibit mangrove tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT Pertamina, tetapi juga langkah berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pesisir Bengkulu yang memiliki peran penting bagi perlindungan pantai dan kehidupan masyarakat,” ujar Rusminto.

    Sebagai bagian dari implementasi TJSL, program restorasi mangrove selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan penyerapan karbon alami, Tujuan 14 (Ekosistem Laut) dengan memperkuat habitat pesisir dan meningkatkan keberlanjutan populasi biota laut serta menjaga kualitas ekosistem perairan, dan Tujuan 15 (Ekosistem Darat) dengan menjaga keanekaragaman hayati serta mengurangi risiko kerusakan di area pesisir.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Peran Ibu Rumah Tangga sebagai Pelaku UMKM Serawai Jaya

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Peran Ibu Rumah Tangga sebagai Pelaku UMKM Serawai Jaya

    SUARAPUBLIK.ID,  BENGKULU – Di sebuah rumah sederhana di Kandis Raya, Kelurahan Jaya, beberapa ibu rumah tangga tampak sibuk menyiapkan aneka camilan khas Bengkulu. Suasana akrab, tawa ringan, dan aroma gurih keripik udang serta rengginang yang baru matang memenuhi ruangan. Aktivitas ini menggambarkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Serawai Jaya, kelompok usaha yang kini menjadi pemasok rutin camilan berbagai kalangan di Bengkulu.

    Ketua UMKM Serawai Jaya, Siti Yunarni, menuturkan bahwa peningkatan kapasitas produksi mulai dirasakan sejak kelompok ini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    “Dulu kami hanya membeli bahan baku per kilo, sekarang bisa karungan. Penghasilan meningkat 30 sampai 50 persen. Ini sangat membantu ekonomi keluarga,” ujar Siti.

    Nama “Serawai Jaya” dipilih sebagai identitas lokal Bengkulu yang mudah dikenali sekaligus mencerminkan semangat kemajuan warga Kelurahan Jaya. Kelompok ini telah berjalan sejak tahun 2019, sejak masuk dalam program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, anggota bertambah menjadi 9 ibu rumah tangga dan produksi dilakukan secara tradisional namun terkoordinasi di rumah Siti selaku pendiri dari Serawai Jaya.

    Dampak pembinaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terasa nyata bagi para anggotanya. Salah satunya Ibu Sri Utami, yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan sendiri. Keahliannya membuat rengginang dan peyek kini menjadi salah satu produk yang paling diminati pelanggan.

    “Saya senang sekali bisa ikut di sini. Dari yang awalnya hanya bantu-bantu di rumah, sekarang saya bisa punya penghasilan sendiri,” ujar Sri sambil tersenyum.

    Saat ini Serawai Jaya memproduksi 15 jenis camilan, mulai dari keripik udang, juada kare, keripik pisang berbagai rasa, usus krispi, rengginang, jahe instan, hingga abon ikan. Produk tersebut dipasarkan melalui pelanggan tetap dan bazar, dengan omzet rata-rata mencapai Rp5–7 juta per bulan. Konsistensi kualitas produk menjadi kunci kepercayaan pelanggan, termasuk dari Lapas Perempuan Bengkulu, Rumah Sakit Medika, Rumah Sakit Ummi, serta berbagai bazar instansi.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berperan penting dalam mendorong pertumbuhan usaha ini. Melalui program TJSL, Pertamina menyediakan peralatan produksi yang lebih memadai, memberikan pelatihan pembuatan produk baru, serta membuka akses pemasaran. Serawai Jaya menjadi contoh bagaimana pendampingan yang konsisten membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, juga menekankan bahwa perusahaan akan terus memperluas dampak program TJSL melalui penguatan UMKM.

    “Serawai Jaya membuktikan bahwa ibu rumah tangga memiliki potensi besar sebagai pelaku ekonomi. Pertamina berkomitmen mendampingi agar UMKM binaan tumbuh berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” jelas Rusminto.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan terus menghadirkan pembinaan UMKM yang berfokus pada peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, dan kemandirian ekonomi, sehingga UMKM lokal dapat tumbuh, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan turut mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), dan Tujuan 8 (Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan Layak).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Peringati Hari Pohon Sedunia Dengan Aksi Hijau Di Pulau Baai

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Peringati Hari Pohon Sedunia Dengan Aksi Hijau Di Pulau Baai

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU — Dalam semangat Go Green Go Sustainable, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai memperingati Hari Pohon Sedunia dengan menanam 85 pohon di kawasan operasional pada Jumat (7/11). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Fuel Terminal Manager Pulau Baai, Yusman Fitrianto, ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memperluas ruang hijau dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

    Sebanyak 85 pohon tersebut terdiri dari pohon produktif dan pohon penyerap emisi, seperti cemara nopok, ketapang kencana, pucuk merah, trembesi, serta berbagai tanaman buah termasuk mangga, rambutan, jambu jamaika, klengkeng, sirsak, jambu air, dan jambu merah. Selain memperindah area terminal, pohon buah ini diharapkan memberi manfaat ekologis sekaligus nilai tambah bagi lingkungan sekitar di masa mendatang.

    Penanaman pohon memberi dampak besar bagi mitigasi iklim. Setiap pohon mampu menyerap sekitar 20 hingga 22 kilogram karbon dioksida (CO₂) per tahun, melepaskan oksigen sebagai “paru-paru” bumi, menurunkan suhu lokal, serta mengurangi penumpukan panas di area terminal. Akar pohon juga memperkuat tanah, meningkatkan penyerapan air, dan membantu mencegah erosi.

    Fuel Terminal Manager Pulau Baai, Yusman Fitrianto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi tindakan nyata Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam merawat lingkungan.

    “Hari Pohon Sedunia mengingatkan kita bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Dengan menanam pohon ini, kami membangun warisan hijau yang akan tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan serta generasi mendatang,” ujar Yusman.

    Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong royong bersama seluruh pekerja, mulai dari persiapan lahan hingga penyiraman awal. Selain menanam bibit, kegiatan ini turut menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dalam setiap aspek operasional.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan.

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melihat penanaman pohon sebagai langkah konkret untuk mengurangi emisi dan memulihkan kualitas udara. Setiap pohon yang tumbuh membawa manfaat ekologis yang berlipat, baik bagi lingkungan maupun masyarakat,” jelas Rusminto.

    Dengan menanam 85 pohon hari ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berharap dapat mewujudkan langkah kecil yang berdampak besar. Setiap batang yang tumbuh akan menjadi penopang ekosistem lokal, sumber oksigen, pelindung tanah, sekaligus simbol bahwa kita bersama bisa menciptakan masa depan yang lebih hijau.

    Aksi hijau ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 tentang perubahan iklim melalui pengurangan emisi dan peningkatan ruang hijau, serta SDG 15 tentang ekosistem daratan melalui konservasi dan penanaman pohon.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bersama UMKM Oase Gallery Lestarikan Batik Besurek Warisan Budaya Bengkulu

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bersama UMKM Oase Gallery Lestarikan Batik Besurek Warisan Budaya Bengkulu

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – “Oase” berarti sumber kehidupan di tengah gurun. Itulah yang ingin diwujudkan Fitria Gustina saat mendirikan Oase Gallery pada 2008, sebuah ruang di mana Batik Besurek, warisan budaya Bengkulu, tetap hidup dan menghidupi banyak orang. Sejak menjadi UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) pada 2019, mimpi itu semakin nyata, Oase Gallery kini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menghadirkan dampak bagi masyarakat sekitar.

    Keputusan Fitria meninggalkan pekerjaannya sebagai honorer di salah satu kantor Pemerintah Daerah setelah 16 tahun bukanlah hal mudah. Namun keyakinan bahwa Batik Besurek harus dilestarikan melalui karya nyata membuatnya mantap membangun Oase Gallery. Kini, Fitria mantap berkiprah di bidang UMKM dengan mengangkat batik besurek hingga karyanya tampil tidak hanya di pameran pameran nasional, namun juga tingkat internasional.

    “Kami memiliki mimpi, kedepannya Oase Gallery dapat menjadi sumber kehidupan sekaligus membuat generasi muda bangga mengenakan Batik Besurek. Ketika anak muda memakainya dengan bangga, di situlah budaya kita tetap hidup,” ujar Fitria.

    Batik Besurek istimewa karena memadukan teknik batik tradisional dengan motif khas Bengkulu seperti, kaligrafi Arab gundul, Bunga Rafflesia, flora fauna lokal seperti burung kuau dan relung paku. Produk yang dihasilkan beragam diantaranya pakaian, tas, sarung bantal, hingga kain besurek dengan harga Rp25 ribu hingga Rp2,5 juta. Setiap helai menceritakan kekayaan budaya dan spiritualitas Bengkulu.

    Sejak menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Oase Gallery menerima dukungan penguatan sarana produksi, peralatan batik, pelatihan manajemen, hingga kesempatan mengikuti pameran dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia. Kini omzet menembus Rp50 juta per bulan, menyerap enam karyawan tetap, dan membuka peluang bagi puluhan perajin lokal.

    Bagi Fitria, kesuksesan sejati bukan hanya soal angka. Tahun ini, ia mewujudkan mimpi karyawannya, Ahmad Ardani, untuk berangkat umrah, sebuah program yang akan ia teruskan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi.

    “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur diberi kesempatan umrah oleh tempat saya bekerja. Ini penghargaan besar bagi saya dan keluarga,” ungkap Ahmad.

    Oase Gallery juga membuka ruang bagi siswa SMK untuk magang, melatih generasi muda, serta mendukung konsep _zero waste_ dengan mengolah limbah kain sisa produk yang bisa mencapai 3 _ball_ perbulannya menjadi vest dan aksesori. Berbagai prestasi turut menguatkan posisi Oase, mulai dari Juara 3 Lomba Desain Busana Muslim 2022, Juara 1 Wastra Pewarna Alam 2023, Champion 5 BBI Provinsi 2023, hingga tampil di Inacraft, KKI Fashion Show (kolaborasi Itang Yunasz), ISEF (kolaborasi Riri Rengganis), LIMOFF Lombok, dan Fesyar Lampung.

    Menurut Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, Oase Gallery adalah contoh UMKM yang mampu memadukan pelestarian budaya, peningkatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

    “Sejak 2019 kami dampingi, Oase Gallery terus berkembang. Mereka tidak hanya menjaga Batik Besurek tetap relevan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata, mulai dari omzet puluhan juta, memberangkatkan karyawan umrah, hingga memberdayakan puluhan perajin. Ini adalah contoh Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak, dengan mendorong UMKM agar naik kelas,” ungkap Rusminto.

    Melalui program binaan Oase Gallery, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 8 (Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kisah Fitria dan Oase Gallery membuktikan bahwa ketika kita cinta pada budaya dan bekerja dengan hati, warisan leluhur bisa terus hidup sambil membawa berkah bagi banyak orang.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Pemberdayaan Pesisir Bengkulu Lewat Program Konservasi Mangrove Bersama Atuk

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Pemberdayaan Pesisir Bengkulu Lewat Program Konservasi Mangrove Bersama Atuk

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian ekosistem pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan kepada Rifi Zulhendri atau Atuk, pegiat lingkungan di Bengkulu yang selama ini konsisten menjaga kelestarian mangrove. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendorong konservasi sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

    Melalui program TJSL, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyediakan bantuan bibit, peralatan, serta pelatihan pembibitan mangrove guna memperluas dampak konservasi yang telah dirintis Atuk. Dukungan ini juga membuka akses kampanye pelestarian ke lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk pelajar, komunitas lingkungan, hingga mahasiswa pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi.

    “Dukungan kami tidak hanya pada aspek lingkungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove, kami ingin masyarakat merasakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga ekosistem pesisir,” ujar Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    Hingga kini, sebanyak 2.025 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata telah ditanam di Pantai Mangrove Pulau Baai, Bengkulu. Secara estimasi, penanaman ini mampu menyerap hingga 750 ton CO₂ dalam lima tahun serta memperkuat perlindungan pesisir dari risiko abrasi dan gelombang tinggi.

    Selain aspek lingkungan, program ini mendorong terciptanya nilai ekonomi bagi masyarakat. Melalui kegiatan pembibitan mangrove, warga dapat memperoleh tambahan penghasilan, setiap bibit dihargai Rp1.000 dan mampu menghasilkan sekitar 100 polybag per hari. Pemberdayaan ini mendorong masyarakat untuk terlibat aktif, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis konservasi.

    Atuk, sebagai mitra binaan program, menuturkan bahwa kegiatan ini membawa perubahan besar bagi masyarakat.

    “Harapan kami sederhana, pesisir tetap hijau, laut tetap lestari, dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Melalui dukungan Pertamina, kegiatan mangrove ini semakin berkembang dan semakin banyak warga yang terlibat,” ungkap Atuk.

    Salah satu warga, Rivai, turut merasakan manfaat program pemberdayaan tersebut.

    “Dulu saya hanya nelayan biasa. Sekarang saya bisa membuat bibit mangrove dan mendapat tambahan penghasilan. Ini sangat membantu keluarga, sambil tetap menjaga laut kami,” ujar Rivai.

    Demi memperluas jangkauan manfaat, Atuk juga mendirikan Yayasan Kumala Raflesia Lestari sebagai pusat edukasi dan konservasi mangrove. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendukung yayasan ini sebagai mitra kolaboratif untuk mengimplementasikan program pemberdayaan pesisir secara menyeluruh.

    Kolaborasi Pertamina dengan masyarakat pesisir Bengkulu ini selaras dengan pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Tujuan 14 (Ekosistem Lautan). Program ini menjadi bukti bahwa pendekatan pemberdayaan yang tepat mampu menghadirkan manfaat lingkungan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Ruang Ekspresi Seni Anak Bengkulu Lewat Dukungan untuk Seiring Art Space

    Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Ruang Ekspresi Seni Anak Bengkulu Lewat Dukungan untuk Seiring Art Space

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU — Upaya memperluas akses edukasi kreatif bagi anak-anak terus digencarkan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Sumbagsel memberikan dukungan nyata kepada Seiring Art Space, sebuah ruang belajar seni yang berkembang sebagai pusat kegiatan kreatif di Kota Bengkulu.

    Seiring Art Space, yang berlokasi di Pematang Gubernur, Muara Bangka Hulu, mulai beroperasi pada 2023 atas inisiatif Edi Soe. Ia merancang studio ini sebagai ruang yang hangat dan inklusif, memungkinkan anak-anak serta orang tua untuk mempelajari berbagai cabang seni seperti menggambar, melukis, digital art, hingga gerabah.

    Menurut Edi, keberadaan ruang seni yang ramah anak sangat dibutuhkan di Bengkulu. Ia berharap Seiring Art Space menjadi tempat anak-anak membangun kepercayaan diri melalui karya dan kebebasan berekspresi. “Kami ingin mereka merasakan bahwa apa pun yang mereka buat itu berharga,” ujarnya.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Sumbagsel melalui fasilitas meja, kursi, alat tulis, papan tulis, serta sejumlah pelatihan termasuk melalui Pertamina UMK Academy mendorong Seiring Art Space memperluas kapasitas dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

    Berkat proses pembinaan tersebut, beberapa murid berhasil menunjukkan prestasi membanggakan. Salah satunya Anindya Nakeisha Zara, siswa kelas digital art yang lolos 20 besar nasional lomba cerita bergambar dan mendapatkan kesempatan mempresentasikan karyanya di Gedung DPR RI. “Seni membuat saya menemukan cara baru untuk bercerita,” katanya penuh semangat.

    Saat ini, Seiring Art Space yang beralamat di Jl. W.T. Supratman Gang Aurduri 1C telah memberdayakan enam pekerja lokal. Setiap bulan, sebanyak 20 hingga 50 peserta mengikuti berbagai kelas, menghasilkan omzet sekitar Rp6 juta. Kegiatan seperti Workshop Seni dan Healing Art menjadi program favorit yang selalu diminati.

    Tak hanya berfokus pada kelas regular, Seiring Art Space turut berkolaborasi dengan sejumlah ruang publik seperti Benteng Marlborough dan Rumah Bung Karno. Kolaborasi ini membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal seni sekaligus terlibat dalam kegiatan kreatif.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyebut dukungan kepada Seiring Art Space merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam membangun karakter generasi muda. “Di tempat ini, anak-anak belajar untuk berani mencoba, berani salah, dan berani berkarya. Kami bangga mendukung perjalanan mereka,” tegas Rusminto.

    Program pembinaan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 10 tentang Pengurangan Kesenjangan. Lewat peningkatan akses edukasi seni dan pemberdayaan tenaga lokal, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel terus berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Bengkulu.

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Pelatihan Pengelolaan Keuangan di Pulau Baai

    Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Pelatihan Pengelolaan Keuangan di Pulau Baai

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus berkomitmen mendukung UMKM agar naik kelas. Melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai, Pertamina kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Keuangan bagi pelaku UMKM pada Kamis (16/10/2025). Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara profesional, rapi, dan berkelanjutan.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Arief Darmawan, perwakilan Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga Pulau Baai dan Nazuro Anur, Lurah Sumber Jaya. Kegiatan diikuti oleh 7 anggota UMKM binaan Pertamina dan 8 pelaku usaha dari Kelurahan Sumber Jaya serta menghadirkan narasumber yaitu Nunut Lammay Nababan.

    Materi pelatihan sangat komprehensif, yang mencakup teknik pembukuan manual dan digital, pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta bagaimana strategi pengelolaan arus kas yang tepat sasaran. Arief Darmawan, dalam sambutannya menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

    “Pertamina tidak hanya berkomitmen menjamin penyediaan energi, melainkan terus berupaya menjadi mitra pembangunan ekonomi masyarakat. Melalui program TJSL, kami mendorong pelaku UMKM agar semakin mandiri dan berdaya saing dengan pengelolaan keuangan yang sehat dan terukur,” ujar Arief.

    Lurah Sumber Jaya, Nazuro Anur, yang juga antusias mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif Pertamina dalam mendukung kemajuan UMKM di wilayahnya.

    “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena masih banyak pelaku usaha yang kesulitan mencatat keuangannya. Harapannya, setelah pelatihan ini mereka bisa lebih tertib dan profesional dalam mengelola usaha,” jelas Nazuro.

    Sementara itu, Nunut Lammay Nababan selaku narasumber menyuarakan tentang pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi utama keberlangsungan usaha.

    “Pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tapi juga merencanakan masa depan usaha. Kami berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas bisnisnya,” tutur Nunut.

    Senada dengan itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi menegaskan program ini sejalan dengan visi Pertamina dalam memberdayakan ekonomi lokal dan merupakan bagian dari kontribusi Pertamina terhadap pilar ekonomi dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pemberdayaan UMKM berkelanjutan.

    “Kami optimistis pelatihan ini akan meningkatkan profesionalisme UMKM binaan sehingga mampu berkontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah, ” ujar Rusminto.

    Program pelatihan ini secara strategis mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya tujuan nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong profesionalisme dan daya saing UMKM, serta tujuan nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama Pertamina, pemerintah dan masyarakat setempat.

  • Pertamina Dukung Daya Saing UMKM Bengkulu lewat Bantuan Peralatan Produksi dan Transformasi Digital

    Pertamina Dukung Daya Saing UMKM Bengkulu lewat Bantuan Peralatan Produksi dan Transformasi Digital

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Serawai Jaya yang bergerak di bidang pengolahan makanan ringan. Bantuan ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal dan pertumbuhan UMKM di wilayah operasional.

    Bantuan berupa satu set peralatan produksi diserahkan langsung oleh FT Manager Pulau Baai, Yusman Fitrianto, kepada Kelompok UMKM Serawai Jaya di lokasi produksi mereka di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Peralatan tersebut meliputi Bright Gas, kompor, mixer, dan berbagai alat penunjang produksi lainnya yang diharapkan akan meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.

    UMKM Serawai Jaya merupakan kelompok usaha yang mengolah hasil pangan lokal seperti udang, tuna, bandeng, pisang, dan sebagainya, menjadi aneka makanan ringan seperti keripik, abon, dan camilan tradisional lainnya. Produk-produk ini memiliki potensi pasar yang besar dengan cita rasa khas yang diminati konsumen.

    Ketua UMKM Serawai Jaya, Siti Yunarti menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya terhadap keberlanjutan dukungan dari Pertamina.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina atas bantuan yang diberikan kepada kelompok kami. Bantuan peralatan ini sangat membantu kami meningkatkan kapasitas produksi yang selama ini terbatas. Kami juga menantikan program pendampingan kemasan dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar,” tuturnya.

    Pada kesempatan yang sama, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menekankan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan dalam memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

    “Kami menyadari bahwa pelaku UMKM adalah tulang punggung perekonomian lokal. Bantuan ini tidak hanya berhenti pada pemberian peralatan, tetapi juga dilanjutkan dengan pendampingan seperti desain kemasan sesuai standar pasar modern dan strategi digital marketing. Tujuannya, agar UMKM binaan dapat naik kelas dan bersaing di era digital,” ujar Rusminto.

    Program lanjutan akan mencakup pelatihan desain kemasan, digital marketing, penggunaan platform online, branding, serta manajemen media sosial. Langkah ini bertujuan untuk mendorong UMKM binaan naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

    Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Pengentasan Kemiskinan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regionsl Sumbagsel Sigap Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bengkulu

    Pertamina Patra Niaga Regionsl Sumbagsel Sigap Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bengkulu

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Menyikapi bencana gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo yang mengguncang Provinsi Bengkulu pada Jumat (23/5) pukul 02.52 WIB, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan perlengkapan kesehatan senilai Rp50 juta kepada warga terdampak.

    Guncangan gempa menyebabkan kerusakan signifikan, dengan total 314 rumah terdampak yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Bengkulu. Merespon kondisi tersebut, Pertamina menyalurkan berbagai jenis bantuan untuk mendukung kebutuhan dasar dan kesehatan warga.

    Bantuan tersebut mencakup Bright Gas 5,5 kg sebanyak 3 tabung dan Bright Gas 12 Kg 3 tabung, beras 250 kg, telur 100 krat, tepung 50 bungkus, minyak goreng 30 liter, air mineral 20 dus, kopi dan teh 50 dus, gula pasir 40 kg, serta sarden 30 kaleng. Selain itu, Pertamina juga menyediakan 100 box obat-obatan, termasuk alat tensi dan vitamin, guna menunjang kebutuhan kesehatan warga terdampak selama masa pemulihan.

    Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh FT Manager Pulau Baai, Erik Imam Kasmianto, kepada Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) BPBD Kota Bengkulu, Denny Martin, pada Selasa (27/5).

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan respon tanggap bencana merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan, khususnya dalam kondisi darurat.

    “Sebagai bagian dari perusahaan yang beroperasi di Bengkulu, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami, dan diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak selama masa pemulihan,” ujarnya.

    Apresiasi disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Denny Martin. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pertamina.

    “Bantuan ini sangat membantu, khususnya untuk wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Kepedulian seperti ini sangat berarti bagi percepatan penanganan di lapangan,” ungkapnya.

    Selain menyalurkan bantuan, Pertamina terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan BPBD serta pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik. Pertamina memahami bahwa dukungan nyata di masa krisis merupakan bagian penting dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, terutama dalam memastikan keberlangsungan layanan energi dan membantu percepatan pemulihan.

    Inisiatif ini juga merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial dan lingkungan. Pertamina akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya agar bantuan yang diberikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan dalam mendukung ketahanan masyarakat pascabencana.

  • Pertamina Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan melalui Pelatihan Pengolahan Ikan di Bengkulu

    Pertamina Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan melalui Pelatihan Pengolahan Ikan di Bengkulu

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Sebagai perusahaan energi berkelanjutan, Pertamina berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Pulai Baai, menunjukkan perhatiannya kepada para nelayan dengan menyelenggarakan pelatihan pengolahan ikan yang berlangsung di Kelurahan Kadang, Bengkulu pada Senin (23/12).

    Dalam pelatihan yang diikuti oleh 15 peserta dari nelayan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pertamina bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Bengkulu untuk memberikan materi pengolahan ikan yang berfokus pada peningkatan nilai tambah produk. Peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk menghasilkan produk olahan ikan yang memiliki kualitas tinggi, baik dari segi cita rasa maupun inovasi, guna memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.

    Selain pelatihan teknis, peserta juga diberikan wawasan tentang strategi pengemasan dan pemasaran yang efektif. Pelatihan ini membantu nelayan dan pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar, sehingga produk olahan ikan yang dihasilkan dapat lebih menarik, kompetitif, dan diterima dengan baik oleh konsumen.

    Salah satu peserta pelatihan, Ferdiansyah, menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina atas pelatihan yang diberikan. Ferdiansyah berharap melalui pelatihan ini nelayan dan pelaku UMKM dibidang perikanan dapat mengembangkan kapasitas, inovasi, dan keberlanjutan usaha mereka.

    “Terima kasih kepada Pertamina, dengan adanya pelatihan ini kami merasa lebih siap untuk mengembangkan usaha kami di bidang perikanan. Pelatihan ini membuka peluang bagi nelayan dan pelaku UMKM sehingga dapat berkontribusi pada kemajuan ekonomi lokal,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pertamina terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan.

    “Dengan meningkatkan keterampilan dalam mengolah hasil tangkapan, diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk perikanan, membuka peluang usaha baru, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui program ini, Pertamina mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) indikator ke-8 dan ke-14 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Ekosistem Lautan,” tutup Nikho.

  • Peran Agen BRILink Dekatkan Akses Perbankan bagi Masyarakat di Kabupaten Rejang Bengkulu

    Peran Agen BRILink Dekatkan Akses Perbankan bagi Masyarakat di Kabupaten Rejang Bengkulu

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Desa Sentral Baru Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Provinsi Bengkulu kini memiliki akses ke layanan perbankan yang lebih dekat dan lebih mudah berkat keberadaan AgenBRILink milik Riswan Nurhadi.

    Awalnya, Riswan membuka warung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Namun, seiring waktu, ia melihat peluang untuk menghadirkan layanan perbankan di desanya yang jauh dari pusat kabupaten.
    “Awalnya saya ragu untuk menjadi AgenBRILink karena tidak terbiasa dengan mesin EDC, namun berkat pembelajaran mandiri melalui video tutorial, saya kemudian berhasil menguasai operasional perangkat tersebut,” ujar Riswan.
    Keputusan ini terbukti tepat, karena kini masyarakat Desa Sentral Baru dapat melakukan transaksi perbankan tanpa harus menempuh perjalanan 40 menit ke pusat kabupaten.
    Riswan juga menjelaskan beberapa tantangan yang dihadapinya, terutama dalam hal promosi dan membangun kepercayaan di kalangan warga desa. “Karena kami warga baru, masyarakat awalnya ragu. Tapi, melalui promosi langsung di warung dan dengan bantuan spanduk resmi BRI, akhirnya warga mulai percaya dan bertransaksi di AgenBRILink kami,” ujarnya.
    Warung dan AgenBRILink milik Riswan memiliki keunikan yang saling melengkapi. Ketika masyarakat datang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, mereka juga bisa melakukan transaksi seperti tarik tunai dan transfer. Dengan layanan ini, masyarakat desa tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota untuk keperluan keuangan dan belanja.
    Mengenai keuntungan menjadi AgenBRILink, Riswan menyatakan bahwa kerja sama dengan BRI telah memberikan banyak manfaat. Selain mendapatkan penghasilan tambahan, Riswan mendapatkan pengetahuan bisnis, partisipasi dalam berbagai program BRI, serta penghargaan dari acara-acara yang diadakan BRI.
     “Saya berharap kerjasama dengan BRI ini terus berlanjut dan bahkan diperluas melalui pertemuan rutin untuk mempererat silaturahmi antar-agen dan pihak BRI,” imbuh Riswan.
    Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa perseroan terus berupaya mengakselerasi inklusi keuangan, serta menciptakan sharing economy bagi masyarakat. Salah satunya, melalui AgenBRILink.
    Supari mengungkapkan bahwa hingga akhir September 2024, BRI tercatat memiliki lebih dari 1,02 juta AgenBRILink di lebih dari 62 ribu desa di seluruh Indonesia. “Dari Januari hingga September 2024, para AgenBRILink berhasil mencatatkan total transaksi sebesar Rp1.170 triliun”, jelasnya.
  • Pertamina Kembangkan Keterampilan WBP LPP Kelas II Bengkulu Melalui Budidaya Jamur Tiram

    Pertamina Kembangkan Keterampilan WBP LPP Kelas II Bengkulu Melalui Budidaya Jamur Tiram

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU  – Sebagai salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai, bersama Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II B Bengkulu, melaksanakan program budidaya jamur tiram di lahan kosong sekitar lingkungan kerja. Inovasi ini mendukung optimalisasi lahan sekaligus menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberdayakan masyarakat di lingkungan sekitar.

    Selain menghasilkan produk bernilai ekonomi, budidaya jamur tiram juga memberikan keterampilan baru bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di LPP Kelas II B Bengkulu. Dalam program ini, Pertamina memberikan bantuan senilai Rp 95 juta untuk mendukung pengadaan fasilitas budidaya dan pelatihan bagi warga binaan. Diharapkan, program ini dapamembuka peluang bagi WBP untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang lebih baik setelah masa pembinaan.

    Inisiatif ini membawa manfaat signifikan, mulai dari pemanfaatan lahan kosong, peningkatan ketahanan pangan, hingga pengembangan keterampilan produktif bagi WBP. Selain itu, program ini mencerminkan kolaborasi harmonis antara perusahaan, institusi, dan masyarakat dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

    Kepala LPP Kelas II B Bengkulu, Gayatri, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pertamina dalam program budidaya jamur yang dilaksanakan di LPP Kelas II B Bengkulu. Gayatri juga menyampaikan inovasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

    “Terima kasih atas bantuan dan inovasi yang dibangun Pertamina, warga binaan mendapatkan keterampilan baru serta pengalaman langsung dalam budidaya jamur tiram. Hasil panen dapat menjadi sumber penghasilan tambahan dan juga dikonsumsi oleh mereka. Kami berharap budidaya ini tidak hanya menghasilkan produk mentah tetapi juga produk turunan dengan nilai jual lebih tinggi,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pertamina dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    “Kami memastikan bahwa program ini tidak hanya memberdayakan masyarakat melalui keterampilan produktif yang berkelanjutan namun sekaligus juga memberikan dampak ekonomi. Melalui program ini, Pertamina turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya indikator ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta indikator ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab” tutup Nikho.

  • Telkomsel Gelar Program CSR Baktiku Negeriku 2024, Dukung Pengembangan Kapabilitas dan Kesejahteraan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

    Telkomsel Gelar Program CSR Baktiku Negeriku 2024, Dukung Pengembangan Kapabilitas dan Kesejahteraan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Telkomsel memperkuat komitmen mendukung pembangunan Indonesia melalui pemanfaatan teknologi terkini dengan meluncurkan kembali program Corporate Social Responsibility (CSR) “Baktiku Negeriku”. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan desa melalui inovasi digital di wilayah pelosok negeri, mengatasi degradasi lingkungan, perubahan iklim, kelangkaan pangan, sampai dengan pengelolaan limbah.

    Baktiku Negeriku bertujuan untuk meningkatkan daya saing masyarakat pedesaan dan meningkatkan produktivitas serta potensi desa. Sebagai upaya penciptaan dampak sosial melalui proses bisnis berkelanjutan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), program ini berupaya merangsang pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup. Partisipasi aktif masyarakat pedesaan dalam perencanaan dan pelaksanaan program ini diharapkan mampu menjadikan mereka agen perubahan dalam pembangunan pedesaan.

    VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, menyatakan, “Program Baktiku Negeriku adalah wujud nyata komitmen Telkomsel dalam menciptakan dampak sosial melalui praktik bisnis berkelanjutan yang mengedepankan prinsip ESG. Inisiatif ini terinspirasi dari semangat Indonesia untuk membuka lebih banyak peluang meningkatkan kapabilitas dan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok. Dengan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, komunitas lokal, dan para ahli, kami yakin program ini bisa menjadi katalisator untuk menciptakan desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.”

    Program ini dilaksanakan dengan dua metode, yakni offline dan online. Aktivitas offline meliputi workshop, seminar, dan pelatihan langsung di Desa Air Sempiang Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Bengkulu, sementara aktivitas online difokuskan pada asistensi dan pendampingan peserta. Program di Desa Air Sampiang, Kecamatan Kabawetan Kepahiang Bengkulu berfokus pada peningkatan potensi desa di sektor pariwisata, pertanian, peternakan, dan hortikultura, bekerja sama dengan Digital Food Ecosystem (DFE) INDICO, para ahli, dan pemerintah setempat. Selain itu, karyawan Telkomsel juga dilibatkan dalam program Employee Volunteering untuk bersama memperkuat dampak positif dari program Baktiku Negeriku.

    Adapun di Bengkulu, Baktiku Negeriku menggandeng sejumlah stakeholder untuk membangun Digital Center Telkomsel di Desa Air Sampiang, Renofasi Homestay Baktiku Negeriku, Bantuan sarang lebah untuk peternak lebah Cipto Rosso, Program Jaga Bumi dengan melakukan kegiatan Clean up Kawasan Wisata Air Sempiang, membuka demonstration plot penanaman hortikultura, mengimplementasi smart classroom SDN 10 Kabawetan, serta menghadirkan website desa wisata http://wisata.airsampiang.id hingga melakukan sosialisasi aplikasi pengelolaan pertanian dan peternakan.

    Melalui program Baktiku Negeriku, Telkomsel berharap dapat menghasilkan kontribusi nyata dalam pembangunan desa dan meningkatkan daya saing masyarakat. Informasi selengkapnya tentang Baktiku Negeriku dapat diakses di baktikunegeriku.id.

  • Optimalisasi Potensi Durian Desa Air Mesu, Pertamina Gelar Pelatihan Pemasaran Modern

    Optimalisasi Potensi Durian Desa Air Mesu, Pertamina Gelar Pelatihan Pemasaran Modern

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat beragam, termasuk di antaranya buah durian yang menjadi ciri khas nusantara. Desa Air Mesu, Bengkulu Tengah dikenal sebagai salah satu sentra utama penghasil durian, menjadikannya komoditas unggulan desa tersebut. Dalam rangka mengoptimalkan potensi pasar dan meningkatkan kualitas produk, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir, melaksanakan pelatihan khusus pemasaran produk durian bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (UP2K-PKK) Desa Air Mesu.

    Pelatihan ini merupakan langkah strategis Pertamina untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya saing produk lokal. Masyarakat diajarkan strategi pemasaran modern, termasuk pemanfaatan platform digital, teknik pengemasan menarik, dan pengelolaan keuangan yang profesional untuk mendorong pertumbuhan usaha.

    Salah satu peserta pelatihan, anggota UP2K-PKK Desa Air Mesu, Fitria menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas pelatihan yang diberikan. Fitria mengatakan program ini bermanfaat dalam meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi durian lokal di pasar yang lebih luas.

    “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini yang dulunya kita memasarkan dengan cara tradisional sekarang lebih modern. Selain belajar cara memasarkan produk secara online, kami juga mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana cara membuat produk kami lebih menarik di mata pembeli,” ungkap Fitria.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan menegaskan program pelatihan yang dicanangkan Pertamina merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat.

    “Dengan terlaksanakanya pelatihan ini, diharapkan khususnya dalam budidaya buah durian di Desa Air Mesu dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian desa. Hal ini sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan Nomor 8, yaitu melalui pengembangan desa wisata dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta menyediakan pekerjaan layak bagi masyarakat Desa Air Mesu,” tutup Nikho.

  • Kerja Keras Petugas PLN, Listrik Kabupaten Lebong Pulih 100% Kurang Dari 24 Jam

    Kerja Keras Petugas PLN, Listrik Kabupaten Lebong Pulih 100% Kurang Dari 24 Jam

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Kondisi Kelistrikan Kabupaten Lebong, khususnya Desa Talang Donok, Talang Leak, dan Kecamatan Tapus telah pulih 100% pada Rabu, (17/04/2024) pagi ini. Tak kurang dari 20 (dua puluh) personil PLN UID S2JB Unit Layanan Pelanggan Muara Aman baju membahu memulihkan kelistrikan sejak banjir bandang yang terjadi pada Selasa (16/04/2024) kemarin.

    Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bengkulu, Muhammad Syafdinnur mengatakan bahwa banjir yang disebabkan luapan Sungai Ketahun tersebut sempat berdampak pada sebanyak 68 gardu distribusi yang mensuplai lebih dari 11.000 pelanggan.

    Dengan komitmen untuk memastikan layanan listrik kembali normal, selama 24 jam terakhir petugas PLN terus melakukan pengamanan gardu distribusi dan manuver jaringan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan baik masyarakat, lingkungan dan juga peralatan, juga dengan keterbatasan akses lokasi yang diakibatkan cuaca dan medan banjir.

    “Pada pukul 08.00 WIB hari ini, kondisi kelistrikan Kabupaten Lebong, khususnya Desa Talang Donok, Talang Leak, dan Kecamatan Tapus telah menyala 100%, ini merupakan wujud komitmen PLN agar seluruh masyarakat dapat kembali menikmati layanan listrik dengan nyaman” ujar Muhammad Syafdinnur.

    Terpisah, General Manager PLN  Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (UID S2JB), Adhi Herlambang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas PLN yang telah bekerja keras selama 24 jam terakhir demi mengupayakan pemulihan kelistrikan kepada masyarakat secara cepat dan tetap aman.

    “Terima kasih atas komitmen dan kerja keras para petugas PLN yang baju membahu, berkoordinasi dengan seluruh stakeholder dan masyarakat, sehingga upaya penormalan kelistrikan dapat diselesaikan secara cepat dan aman. Semoga membantu bagi masyarakat untuk proses pemulihan pasca banjir dan semoga menjadi amal ibadah bagi rekan-rekan semua,” ungkap Adhi Herlambang.

    PLN tetap dalam kondisi siaga dan menghimbau agar masyarakat tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi di lokasi sampai saat ini. Pengoperasian jaringan kelistrikan dan inspeksi aset distribusi akan terus dilakukan pengawasan secara cermat untuk memastikan keselamatan masyarakat.

  • PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan Pasca Kabupaten Lebong Pasca Dilanda Banjir Bandang

    PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan Pasca Kabupaten Lebong Pasca Dilanda Banjir Bandang

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – PLN UID S2JB UP3 Bengkulu secara cepat tanggap menjalankan proses pemulihan kelistrikan di Kabupaten Lebong, menyusul terjadinya banjir bandang yang disebabkan oleh luapan Sungai Ketahun pada 16 April 2024 sekitar pukul 11.00 WIB. Dikarenakan banjir tersebut, sebanyak 68 gardu distribusi yang mensuplai kurang lebih 13.000 pelanggan diseputaran Desa Talang Donok, Talang Leak, dan Kecamatan Tapus dilakukan pengamanan operasi sambil terus memantau perkembangan ketinggian air di setiap lokasi. Pengamanan ini merupakan langkah untuk memastikan bahwa setiap peralatan listrik yang dioperasikan aman baik untuk masyarakat, lingkungan dan peralatan itu sendiri.

    Gardu Induk yang menjadi pusat penyediaan listrik di daerah tersebut juga terdampak oleh banjir yang merendam sebagian wilayah sekitarnya. Kendati demikian, PLN UID S2JB dengan sigap bergerak untuk mengatasi kendala tersebut dengan persiapan pola manuver jaringan guna memastikan kelistrikan kembali pulih secepatnya.

    Sejumlah Petugas Pelayanan Teknik dibawah Unit Layanan Pelanggan Muara Aman telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pengamanan aset dan mengambil langkah-langkah pemulihan yang diperlukan. Meskipun akses terbatas akibat kondisi cuaca hujan dan banjir medan yang sulit dijangkau, PLN tetap berkomitmen untuk memastikan layanan listrik dapat segera dikembalikan kepada masyarakat.

    “Saat ini tim kami sedang bekerja keras untuk menormalisasi pasokan listrik di wilayah yang terdampak oleh banjir bandang. Meskipun kondisi di lapangan cukup menantang, kami akan melakukan segala upaya yang diperlukan untuk memulihkan kelistrikan secepat mungkin,” ujar Syafdinnur Manager PLN UP3 Bengkulu.

    Masyarakat setempat diminta untuk bersabar sementara PLN terus melakukan upaya pemulihan bersama warga. Pengoperasian jaringan dan peralatan listrik akan dilakukan secara cermat dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kelayakan. Selain itu, PLN juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya, PLN berharap agar situasi dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin, sehingga aktivitas sehari-hari masyarakat dapat berjalan lancar kembali tanpa adanya gangguan pasokan listrik.

  • Mudik Pakai Mobil Listrik dari Bintaro ke Bengkulu, Begini Kata Irfansyah

    Mudik Pakai Mobil Listrik dari Bintaro ke Bengkulu, Begini Kata Irfansyah

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Setelah menempuh perjalanan mudik lebih kurang 980 km, akhirnya Irfansyah berhasil tiba di Bengkulu. Sejak di Lampung, Palembang, dan Muara Enim, Irfansyah yang bertolak dari Bintaro terpantau mengisi daya kendaraan listriknya di SPKLU PLN. Di Bengkulu, Irfansyah pun melakukan pengisian daya di SPKLU Kantor PLN UP3 Bengkulu, Jalan Prof. Dr. Hazairin SH No. 8.

    Irfansyah menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT PLN (Persero) atas aksi nyatanya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik dengan membangun SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia.

    “Terima kasih PLN telah membangun SPKLU mendukung ekosistem kendaraan listrik sehingga kami bisa mudik dan mengisi daya dengan cukup hingga sampai di Bengkulu. Adanya SPKLU 200 kW yang di bangun PLN juga membuat pengisian daya berjalan cepat, dan selama mengisi daya kita dapat sambil beristirahat” ucap Irfansyah.

    Sampai saat ini PLN telah membangun 1.299 unit SPKLU yang tersebar di 879 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan hadirnya SPKLU di sepanjang jalur perjalanan, masyarakat tak perlu khawatir untuk menjadikan kendaraan listrik sebagai kendaraan utama dalam perjalanan mudik.

    Irfansyah juga mengatakan kini masyarakat tak perlu takut mudik menggunakan kendaraan listrik, karena fasilitas pengisian daya sudah ada banyak.

    “Dari Bintaro ke Bengkulu, SPKLU yang disediakan oleh PLN sudah banyak, tak perlu takut kehabisan daya tengah jalan” kata Irfan.

    General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, mengatakan PLN tak berhenti sampai disini saja dalam membanghun ekosistem kendaraan listrik. Kedepan masih akan dibangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) lainnya di Indonesia, khususnya di wilyah kerjanya.

    “Tentunya jumlah SPKLU ini nanti akan terus bertambah, kita sudah susun roadmap pembangunannya. Di Bengkulu dan Jambi akan ditambah lagi” ungkap Adhi.

    Manager PLN UP3 Bengkulu, Muhammad Syafdinnur, menyampaian PLN semakin siap dan yakin dalam mendukung kemajuan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan akan melakukan pembangunan SPKLU di Kabupaten Mukomuko dan Kaur.

    “Dengan rencana pembangunan SPKLU di Kabupaten Mukomuko dan Kaur tentunya akan semakin memudahkan para pengguna kendaraan listrik menikmati keindahan pantai pesisir barat trans sumatera jawa di sepanjang perjalanan mudiknya.” pungkas Syafdinur.