Category: Bandung

  • Solusi Ekonomi dan Lingkungan, PGN Ajak Masyarakat Kelola Bank Sampah

    Solusi Ekonomi dan Lingkungan, PGN Ajak Masyarakat Kelola Bank Sampah

    SUARAPUBLIK.ID, BANDUNG – Dalam rangka upaya pemberdayaan masyarakat, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas (SHG) Pertamina melalui PERTIWI SHG mengajak warga di sekitar tempat penginapan Gas Inn, Bandung, untuk mengelola sampah dan mengatasi permasalahan kebersihan di wilayah setempat beberapa waktu yang lalu. Kegiatan PERTIWI SHG bersama masyarakat ini sekaligus menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 80, di mana kebersamaan dan gotong royong kembali ditegaskan melalui aksi nyata menjaga lingkungan.

    PERTIWI SHG, salah satu komunitas PGN yang anggotanya adalah pekerja dan manajemen wanita berbagai level di PGN Group, memberikan edukasi mengenai pentingnya memilah-milah sampah, termasuk sampah rumah tangga, disampaikan guna meningkatkan kesadaran akan menjaga kebersihan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. PERTIWI SHG menjelaskan konsep bank sampah sebagai solusi dari permasalahan ekonomi dan lingkungan.

    “Kami berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dalam waktu yang bersamaan, masyarakat pun dapat memanfaatkan hasil tabungan melalui bank sampah sebagai sumber penghasilan tambahan,” ujar Rosa Permata Sari selaku Chairwoman PERTIWI SHG.

    Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar yang antusias mengikuti sesi pelatihan dan praktik langsung memilah sampah. Tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, PERTIWI SHG juga mengajak peserta untuk memahami nilai ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik, mulai dari penjualan sampah anorganik hingga pemanfaatan sampah organik menjadi kompos.

    Inisiatif ini merupakan program pendukung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PGN, yang berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin “Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan” dan poin “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab”.

    “Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan,” tambah Rosa.

    Dengan adanya kolaborasi PERTIWI SHG dan masyarakat setempat, diharapkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan dapat semakin meningkat, sekaligus memperkuat hubungan baik antara PGN Grup dan komunitas di sekitar wilayah operasinya.

  • RS Hasan Sadikin Sudah Pakai CNG dari PGN Gagas, Layanan Kesehatan Masyarakat Makin Efisien dan Ramah Lingkungan

    RS Hasan Sadikin Sudah Pakai CNG dari PGN Gagas, Layanan Kesehatan Masyarakat Makin Efisien dan Ramah Lingkungan

    SUARAPUBLIK.ID, BANDUNG – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Anak Perusahaan yaitu PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) memasok gas bumi berbasis Compressed Natural Gas (CNG) untuk Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS). CNG dalam wujud Gaslink sudah dialirkan untuk kebutuhan dapur RSHS sejak Rabu pekan lalu, (6/8/25).

    RSHS akan memakai Gaslink dengan volume 1.500 meter kubik (M3) per bulan, dimana sebelumnya RSHS menggunakan energi solar. Selain dapur, secara bertahap RSHS akan merealisasikan pemakaian Gaslink untuk boiler dan genset listrik.

    Gaslink akan menjadi energi yang andal dan efisien untuk mendukung operasional yang berjalan 24 jam. RSHS dapat merasakan kepastian yang stabil untuk dapur rumah sakit yang memasak makanan untuk seluruh pasien.

    Direktur Utama RSHS dr. H. Rachim Dinata Marsidi mengungkapkan, pemakaian Gaslink dapat membantu mengurangi biaya energi secara optimal, sekaligus menjadi komitmen RSHS dalam terciptanya lingkungan yang lebih bersih.

    Sebelumnya, RSHS menggunakan energi dari bahan bakar solar yang mengeluarkan biaya sekitar 8 Milyar per tahun. Selanjutnya jika memakai CNG, kurang lebih menjadi 5 Milyar per tahun. “Dengan penghematan yang didapatkan, dapat kami alihkan untuk untuk membeli kebutuhan rumah sakit lainnya,” ungkap dr. Rachim.

    Pengaliran perdana Gaslink turut disaksikan oleh Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza. Kegiatan tersebut berbarengan dengan Market Day CNG Pertamina di Bandung pekan lalu, (6/8).

    “Beralihnya RSHS dari solar ke gas bumi, diharapkan dapat menjadi acuan bagi rumah sakit lainnya. Gas bumi adalah energi yang ramah lingkungan. Selain itu, dapat membantu mengurangi impor energi sehingga akan memberikan dampak positif bagi kita semua, sejalan dengan target Presiden. Pertamina akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat, kami siap untuk mengawal dalam mengurangi impor dan mendukung asta cita untuk mewujudkan kemandirian energi,” ujar Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dalam sambutannya.

    Direktur Utama PGN Arief S. Handoko menambahkan, dengan pemanfaatan Gaslink di RSHS diharapkan mendukung inisiatif RSHS menuju rumah sakit hijau (green hospital) mengingat CNG adalah energi yang memiliki kandungan emisi relatif lebih rendah dibandingkan energi lainnya. “Subholding Gas Pertamina bertekad memberikan layanan yang terbaik agar CNG dapat memberikan manfaat yang optimal bagi RSHS,” ujarnya.

    “Pemanfaatan energi Gaslink di RSHS menandai langkah penting penggunaan gas bumi yang lebih bersih, andal dan efisien bagi sektor kesehatan. Selain itu, membuktikan bahwa Gaslink yang dikelola oleh PGN Gagas dapat dimanfaatkan oleh sektor layanan kesehatan publik salah satunya adalah rumah sakit. Terlebih saat ini, PGN Gagas sudah siap memperluas layanan CNG di Bandung dan sekitarnya,” jelas Direktur Utama Gagas Santiaji Gunawan.

  • Liburan Nataru Makin Asyik Pakai Mobil Listrik, Begini Kata Pengguna

    Liburan Nataru Makin Asyik Pakai Mobil Listrik, Begini Kata Pengguna

    SUARAPUBLIK.ID, BANDUNG – Para pengguna kendaraan listrik merasa nyaman ketika berpergian dan menikmati liburan selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Kenyamanan tersebut diungkapkan oleh salah seorang pengguna bernama Ratih ketika ditemui sedang mengisi daya mobilnya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Surapati, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (25/12).

    “Pengalaman menggunakan kendaraan listrik sekarang ini sudah lebih nyaman ya, karena SPKLU sekarang sudah semakin banyak. Baik di dalam Kota maupun di jalur luar Kota, di rest area. PLN juga sudah menyiapkan petugas untuk _standby_ jika kami mengalami kesulitan,” jelasnya.

    Hal serupa juga dirasakan oleh Ogie yang secara rutin mengendarai kendaraan listrik dengan rute Jakarta-Bandung sebab dirinya menikmati beragam kemudahan melalui Aplikasi PLN Mobile.

    “Kalo paling sering _sih bolak-balik_ Bandung-Jakarta. Lewat aplikasi PLN Mobile juga gampang. Untuk sekarang udah enggak ada alasan untuk ragu ya pakai mobil listrik. Karena memang fasilitasnya udah oke, sudah banyak, sudah memadai, luas, pilihan _port charging banyak, bersih juga, Nampak baru juga, dan tadi ngecas cukup cepet sih,” ungkap Ogie yang juga ditemui di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Surapati, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (25/12).

    Senada dengan Ogie, salah seorang pengguna kendaraan listrik asal Jakarta yang hendak mudik menuju Surabaya, Olga Hendrawanto juga menuturkan kenyamanannya selama perjalanan.

    “(Saya) dari Jakarta (hendak) ke Surabaya, _ngisinya_ di daerah Batang dan Sragen. SPKLU-nya murah, enak, nyaman, selain itu juga banyak tersedia di rest area. Pelayanan petugas dari PLN setempat juga sangat ramah dan membantu sekali. Kalo ada masalah kita sangat dibantu sekali dengan pelayanannya,” ujarnya ketika ditemui saat mengisi daya kendaraan listriknya di Rest Area KM 379A Ruas Batang-Semarang, Jawa Tengah pada Rabu (25/12).

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan, pihaknya siap mendukung arahan Pemerintah untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat selama periode Nataru, termasuk dalam penyediaan infrastruktur kendaraan listrik.

    Tercatat hingga saat ini, PLN telah menyiapkan 3.069 unit SPKLU yang tersebar pada 2.096 lokasi strategis di seluruh Tanah Air. Tidak hanya itu, sebanyak 6 ribu personel PLN juga telah disiagakan untuk bertugas bergantian selama 24 jam nonstop pada tiap SPKLU.

    “Semoga momen Nataru ini bisa berjalan dengan hikmat, berjalan dengan lancar, tanpa ada gangguan apapun. Dan bagi yang mudik, kami ingin mengucapkan selamat jalan, hati-hati di jalan, dan bisa menikmati waktu dengan keluarga,” tutup Darmawan.

  • SP PGN Tegaskan Pekerja Siap Dukung Pemanfaatan Gas Bumi Nasional Demi Swasembada Energi

    SP PGN Tegaskan Pekerja Siap Dukung Pemanfaatan Gas Bumi Nasional Demi Swasembada Energi

    SUARAPUBLIK.ID, BANDUNG – Hadapi tantangan dan pengelolaan keberlanjutan bisnis PGN, Serikat Pekerja (SP) PGN dalam Rakernas 2024, menggelar Forum Diskusi Terarah (FDT) yang bertujuan untuk untuk memperkuat sinergi antara pekerja dan manajemen dalam menjaga peran dan kontribusi PGN serta gas bumi dalam keberlangsungan layanan energi nasional dan perannya dalam ketahanan energi nasional dalam dinamika bisnis dan tantangan yang semakin kompleks.

    Forum diskusi ini menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bertukar pikiran dan gagasan mengenai tantangan serta peluang yang dihadapi oleh industri gas nasional, khususnya PGN. Dengan mengusung tema yang relevan dengan masa depan perusahaan, acara ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat memastikan keberlanjutan bisnis PGN.

    Rakernas SP 2024 dihadiri oleh pengurus SP dan manajemen PGN, dibuka oleh Ketua Umum (Ketum) SP PGN, Ardi Viryawan, serta jajaran manajemen PGN yang diwakili oleh Rachmat Hutama, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari, serta Tony Setyo Boedi Hoesodo, Komisaris Independen.

    Salah satu poin penting yang dibahas dalam forum ini adalah mengenai transformasi bisnis PGN untuk menghadapi tantangan masa depan. “Kedepannya PGN harus terus fokus pada pengembangan SDM, adaptasi teknologi,serta fokus pada regulasi yang ada dalam menjawab tantangan bisnis gas bumi,” ujar Toni. Senada dengan Toni, Rachmat juga mengingatkan bahwa perubahan lingkungan bisnis khususnya di sisi pasokan harus menjadi perhatian bagi seluruh pekerja PGN. “Cepat atau lambat, kedepannya manajemen akan memasuki babak baru yaitu pembangunan infrastruktur LNG dan trading LNG,” jelas Rachmat. Rosa Permata Sari, dalam paparannya menyampaikan bahwa PGN memiliki ambisi besar untuk industri gas nasional. “Fokus utama kita adalah memastikan PGN tetap eksis dan berkontribusi bagi negara hingga tahun 2045. Untuk mencapai tujuan ini, kita perlu melakukan berbagai transformasi, baik dari sisi bisnis maupun sumber daya manusia,” ujar Rosa.

    Selain membahas transformasi bisnis, forum ini juga membahas berbagai isu strategis lainnya, seperti ketersediaan pasokan gas, pengembangan infrastruktur gas, transformasi energi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Para peserta diskusi aktif memberikan masukan dan ide-ide segar untuk mengatasi tantangan yang ada.

    PGN terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi gas. Pembangunan infrastruktur gas di berbagai wilayah, terutama di Indonesia Tengah dan Timur, merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target bauran energi yang lebih baik. PGN sebagai Subholding Gas Pertamina memiliki komitmen yang kuat untuk membangun energi di Indonesia, khususnya pemanfaatan energi gas bumi, yang sejalan dengan program Swasembada Energi dalam Asta Cita Pemerintah 2024–2029 di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.

    PGN juga berupaya menjawab tantangan unbalance supply-demand dengan berjuang untuk mendapatkan pasokan gas yang ada di Indonesia mulai dari gas domestik hingga ke sumur marginal termasuk upaya mendapatkan pasokan LNG dari berbagai wilayah global untuk mengamankan penyediaan gas bumi ke pelanggan sehingga meningkatkan penyerapan gas bumi serta menjadikan gas sebagai energi pilihan di masa transisi energi saat ini. Mengurangi jejak karbon dan bisnis green energy juga merupakan tujuan jangka panjang perseroan. Tak lupa upaya membuka peluang kerjasama termasuk dengan beragam instansi pemerintah terkait untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi di Indonesia juga terus dilaksanakan.

    Sinergi antara serikat pekerja dan manajemen menjadi salah satu kunci keberhasilan forum diskusi ini. Kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama yang solid sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, yaitu keberlanjutan PGN. Dengan saling mendukung dan bekerja sama, diharapkan PGN dapat terus tumbuh dan berkembang serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan negara.

    Rosa juga menekankan pentingnya kolaborasi antara serikat pekerja dan manajemen dalam mewujudkan visi perusahaan. “Harapannya semoga yang sudah terjalin dalam bentuk diskusi seperti ini bisa kita wujudkan dalam aktivitas bisnis, masukan-masukan yang produktif yang kami bisa kita dapat dari awal akan sangat berguna sehingga kebijakan yang ditentukan oleh perusahaan juga memang kontributif untuk pertumbuhan dan dapat diimplementasikan dengan baik,” ungkapnya.

    Senada, Ardi Viryawan, memastikan bahwa SP PGN bersama manajemen berupaya bahu-membahu untuk mencari solusi dalam memenuhi penugasan pemerintah dengan segala tantangan yang ada serta tetap menjaga pertumbuhan dan keberlangsungan bisnis perusahaan. Ardi meyakini bahwa dengan kinerja perusahaan yang semakin baik, kesejahteraan pekerja dan kontribusi PGN bagi Indonesia pun akan semakin meningkat.

    Penugasan yang berjalan selama ini mulai dari Jargas hingga HGBT dengan segala tantangan yang ada tidak menyurutkan semangat pekerja untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi Perusahaan dalam menjaga keberlangsungan bisnis Perusahaan. Dengan demikian, SP PGN mengedepankan dialog konstruktif dengan manajemen untuk memastikan bahwa setiap inisiatif yang diambil, termasuk pengembangan infrastruktur gas bumi, tetap mempertimbangkan pekerja sebagai fondasi utama berjalannya bisnis perusahaan.

    “Kami mendukung PGN dalam menjalankan tugasnya, asalkan tetap dalam batas risiko yang terukur, mengingat PGN sebagai Badan Usaha harus tetap menghasilkan profit dan bertumbuh. Kesejahteraan pekerja juga harus diperhatikan agar semangat dan produktivitas tetap tinggi dalam mencapai target. Sebagai perusahaan Tbk, PGN juga bertanggung jawab menjaga kepercayaan para pemegang saham. Kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, seperti alokasi pasokan gas dan LNG yang kompetitif, agar PGN dapat menjalankan tugasnya sebagai agregator gas dan agen pembangunan untuk mencapai Swasembada Energi.” tutup Ardi

  • Pertamina Gas Dukung Integrasi Pipa Transmisi Gas Bumi Sumatera – Jawa

    Pertamina Gas Dukung Integrasi Pipa Transmisi Gas Bumi Sumatera – Jawa

    SUARAPUBLIK.ID, BANDUNG – PT Pertamina Gas, sebagai bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero) mendukung integrasi pipa transmisi gas bumi Pulau Sumatera yang tersambung hingga Jawa Barat dan Jawa Timur. Integrasi tersebut nantinya akan memberikan manfaat bagi berbagai sektor, mulai dari peningkatan monetisasi gas bumi di sektor hulu, naiknya utilisasi pipa di transporter hingga pemenuhan gas di sektor hilir.

    Hal tersebut diungkapkan Gamal Imam Santoso, Direktur Utama Pertamina Gas (Pertagas) dalam sesi Diskusi Panel Forum Gas Nasional 2024 yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Bandung, Kamis, 20 Juni 2024.

    SKK Migas menggelar Forum Gas Bumi Tahun 2024 bertemakan “Membangun Sinergi Infrastruktur dan Pasar Gas Bumi Dalam Rangka Optimalisasi Penyerapan Gas Bumi Nasional” di Bandung, Rabu-Jumat, 19-21 Juni 2024. Dalam forum tersebut, SKK Migas berharap dapat menjadi momentum penting untuk menjawab tantangan pemanfaatan gas bumi di Indonesia.

    Dalam paparannya, Gamal mengatakan Pertagas sebagai pemain utama dalam penyediaan infrastruktur energi di Indonesia, memiliki jaringan pipa transmisi gas bumi sepanjang 2.713 km yang terkoneksi dengan pipa transmisi milik Sub Holding Gas. Hal ini merupakan milestone penting dalam upaya mengintegrasikan pipa transmisi gas bumi dari Pulau Sumatera hingga Jawa nantinya. Selain itu, pipa Pertagas selama ini juga telah menyalurkan gas bumi ke demand industri strategis nasional, seperti pupuk, kilang, kelistrikan, baja dan industri pengguna akhir lainnya di Indonesia.

    “Kapasitas operasi yang dimiliki Pertagas saat ini memungkinkan untuk penyaluran gas bumi terintegrasi dari Jawa Timur ke Jawa Barat melalui pipa Cisem (Cirebon-Semarang) tahap 2 nantinya,” ujar Gamal.

    Dalam Sesi Diskusi Panel dengan tema Metodologi, Kapasitas, dan Pola Transportasi Gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat, Gamal mengatakan manfaat jika pipa-pipa tersebut sudah dapat tersambung, maka penyaluran gas bumi akan dapat terkoneksi dari wilayah Jawa Timur ke Jawa Barat. Sehingga surplus pasokan gas bumi di Jawa Timur dapat memenuhi defisit kebutuhan gas di Jawa Barat.

    “Agar dapat terutilisasi dengan optimal, integrasi pipa transmisi gas bumi dari Sumatera hingga Jawa akan dilakukan melalui 3 tahap, yaitu Interkoneksi, Integrasi dan Interoperability” Ujar Gamal

    Lebih lanjut ia menjelaskan, Tahap pertama ialah interkoneksi pipa gas yang sudah dimulai dari tahun 2020 dengan integrasi pipa SSWJ milik Sub Holding Gas dengan pipa WJA milik Pertagas.Dan tahapan interkoneksi ini akan paralel berjalan dengan tahapan lainnya hingga 2027 dengan selesainya interkoneksi pipa Dumai-Sei-Mangkei.

    Tahap kedua, yaitu integrasi sistem operasi, rute dan skema komersial lintas pipa transmisi. Tahap terakhir, yakni interoperability, dengan menerapkan skema Gas Transporter Agreement (GTA) Multi-transporter dan Gas Sales Agreement (GSA) Multi Destination, diharapkan mampu menciptakan fleksibilitas penyaluran yang akan dikoordinasikan secara operasionalnya di tim Integrated Command Center.

    “Sebagai operator pipa transmisi Cisem tahap-1 milik LEMIGAS Kementerian ESDM, Pertagas sebagai bagian dari Sub Holding Gas, berharap dapat mendukung integrasi pipa transmisi Sumatera-Jawa yang bertujuan untuk mencapai optimalisasi utilisasi gas bumi di Indonesia,” kata Gamal.

    Saat membuka Forum Gas Bumi Tahun 2024, Rabu (19/6), Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, mengatakan forum ini diharapkan menjadi bola salju kolaborasi antara KKKS di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan pembeli gas bumi di Jawa Barat. Kesepahaman antara kedua belah pihak tersebut akan membuat KKKS sebagai produsen merasa yakin gas yang diproduksikan dapat diserap.

    “Pembeli Gas Bumi di Jawa Barat optimis dalam menjaga dan mengakselerasi pertumbuhan industri-nya karena percaya bahwa pasokan gas bumi akan berkesinambungan. Upaya ini baru langkah awal, butuh koordinasi dan komunikasi aktif, serta dukungan semua pihak untuk memastikan penyaluran gas yang efisien dan merata,” kata Kurnia.

    Sementara itu, Laode Sulaeman, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan untuk meningkatkan penyerapan gas bumi, pemerintah terus mengupayakan pembangunan infrastuktur penyaluran gas bumi dari produsen ke pengguna terutama di derah-daerah penghasil gas bumi untuk menjangkau pusat demand yang ada.

    “Untuk itu, perlu adanya sinergi dari semua pihak agar pasokan gas, pembangunan infrastruktur dan serapan gas ke konsumen-nya dapat berjalan bersama,” kata dia.

  • Peran Penting Penyerbuk dan Lebah untuk Praktik Pertanian Regeneratif

    Peran Penting Penyerbuk dan Lebah untuk Praktik Pertanian Regeneratif

    SUARAPUBLIK.ID, BANDUNG – Saat ini dunia sedang mengalami krisis iklim yang menyebabkan perubahan besar di segala bidang kehidupan. Pergeseran musim dan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem merupakan bagian dari dampak krisis iklim yang memengaruhi kehidupan berbagai flora, fauna, dan manusia. Salah satu komponen ekosistem yang sangat terpengaruh oleh kondisi ini adalah serangga.

    Sekilas, serangga dianggap kurang penting dalam kehidupan ini. Namun, sebenarnya serangga memiliki peran penting antara lain sebagai penyerbuk, dekomposer, maupun predator yang memangsa hama-hama pengganggu tanaman pertanian. Hilangnya serangga akan mengganggu tatanan dalam ekosistem.

    Belakangan, berbagai negara telah melaporkan adanya penurunan populasi lebah secara global (global pollinator/bee decline). Beberapa spesies lebah liar yang berperan penting dalam penyerbukan, seperti Bombus spp, telah mengalami penurunan kelimpahan relatif hingga 96% dan rentang geografisnya mengalami penyusutan sebesar 23-37% (Cameron et al. 2011).

    Keanekaragaman lebah di Inggris dan Belanda juga dilaporkan mengalami penurunan secara signifikan di sebagian besar bentang alam (Biesmeijer et al. 2006).

    Banyak faktor yang menyebabkan penurunan populasi lebah di dunia, antara lain perubahan iklim, hilangnya habitat, deforestasi, dan penggunaan produk perlindungan tanaman (prolintan) yang tidak berkelanjutan. Penurunan populasi lebah di berbagai belahan dunia sangat mengkhawatirkan, karena peran lebah sebagai penyerbuk sangat penting baik dalam bidang pertanian, pelestarian hutan, maupun di berbagai ekosistem lainnya.

    Menyikapi situasi yang mengkhawatirkan tersebut, pada tahun 2017 United Nation (UN) atau Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mencanangkan “World Bee Day” atau “Hari Lebah Sedunia”, pada tanggal 20 Mei. World Bee Day atau Hari Lebah Sedunia adalah upaya PBB untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penyerbuk, ancaman yang dihadapi, dan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.

    Di sektor pertanian, penurunan jumlah lebah akan berdampak pada penurunan produksi pangan dunia. Lebah merupakan penyerbuk paling produktif dan beragam di sebagian besar dunia, dengan lebih dari 20.000 spesies yang tercatat (Klein et al. 2007).

    Melakukan restorasi habitat bagi penyerbuk merupakan bagian dari regenerative agriculture (pertanian regeneratif) yang perlu digalakkan. Pendekatan pertanian regeneratif memiliki potensi untuk membantu melimpahkan kembali ekosistem di sekitarnya dengan serangga, mamalia, dan burung yang bermanfaat.

    Peningkatan kelimpahan keanekaragaman hayati di atas tanah (above-ground biodiversity) yang dapat dimungkinkan melalui pendekatan pertanian regeneratif antara lain menciptakan habitat bagi penyerbuk dan satwa liar dengan menanam aneka ragam tanaman di tepi lahan atau dengan pohon dan semak di sekitar batas lahan pertanian.

    Selain berperan penting dalam produksi pangan, lebah juga memiliki nilai ekonomi bagi peternak. Hal ini dikarenakan lebah dapat menghasilkan madu, propolis, bee polen dan wax atau lilin.

    Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) sebagai asosiasi di bidang entomologi (serangga) memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kepedulian masyarakat luas terhadap lebah. Oleh karena itu PEI berinisiatif mengadakan sebuah Dialog Forum Penyerbuk sebagai ajang diskusi para akademisi, pembuat kebijakan, petani, peternak, dan sektor swasta (private sector) untuk bersama-sama membangun diskursus mengenai lebah dan pelestariannya dalam rangka mencari solusi untuk mengatasi masalah perlebahan di Indonesia.

    Pada tahun 2021, PEI telah berdialog dengan berbagai pihak dan salah satu temuannya adalah kelestarian lebah terancam karena hilangnya habitat yang menjadi tempat hidup dan sumber makanan bagi lebah. Spesies lebah hutan Apis dorsata dilaporkan banyak menghilang dari kawasan Sumatera dan Kalimantan akibat hilangnya habitat bagi pohon sialang yang menjadi tempat lebah hutan tersebut bersarang. Selain itu, beberapa daerah juga melaporkan adanya penurunan populasi spesies lebah tertentu akibat perubahan musim.

    Tahun ini, PEI kembali mengadakan Forum Dialog Penyerbuk yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, pada 20-21 Mei 2023. Forum dialog ini diselenggarakan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Asosiasi Perlebahan Indonesia, dan Indonesia Pollinator Initiative yang didukung oleh Syngenta.

    “Lebah tampaknya kecil, tetapi dia memiliki dampak yang dahsyat bagi kehidupan, sehingga perlu kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta (private sector), maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga habitat lebah dengan menjaga keberadaan pohon sialang maupun melakukan penanaman kembali pohon sialang,” – Prof. Dr. Ir. Damayanti Buchori, M.Sc (Ketua Pelaksana/Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB).

    Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua PEI, Prof. Dr. Ir. Dadang, M.Sc. PEI sebagai asosiasi entomologi ingin meningkatkan kepedulian serta kapasitas anggotanya maupun masyarakat tentang serangga dan penyerbuk lainnya.

    “Sebagai asosiasi yang memiliki perhatian terhadap serangga, PEI akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif untuk menjaga keanekaragaman serangga di Indonesia, terutama lebah dan serangga penyerbuk lainnya. Upaya konservasi terhadap keberadaan lebah dan penyerbuk ini penting untuk dilakukan karena lebah berperan penting dalam ketahanan pangan dan kesehatan,” – Prof. Dr. Ir. Dadang, M.Sc (Ketua PEI/ Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB).

    “Habitat sangat penting bagi keberadaan lebah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mempunyai skema-skema untuk turut serta mempertahankan keberadaan lebah seperti membuat kebijakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 tahun 2012 tentang Taman Kehati. Peraturan ini merupakan salah satu kebijakan dan regulasi yang secara tidak langsung ditujukan untuk konservasi penyerbuk, selain aturan terkait penetapan satwa dilindungi melalui Permen LHK Nomor 106 tahun 2018 yang memuat beberapa hewan penyerbuk di dalamnya seperti burung dan serangga,” – Indra Eksploitasia Semiawan (Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Genetika Spesies, KLHK)

    Kazim Hasnain, Country Director Syngenta Indonesia mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, penyerbuk telah terancam oleh kombinasi penyebab, termasuk hilang dan terfragmentasinya habitat, intensifikasi pertanian, penggunaan produk perlindungan tanaman yang tidak berkelanjutan, pencemaran lingkungan, patogen, dan perubahan iklim.

    “Melalui sebuah program bernama Operation Pollinator, Syngenta turut berperan aktif dalam mengatasi penurunan penyerbuk melalui peningkatan kesadaran petani mengenai peran penyerbuk bagi produktivitas dan kualitas tanaman, dan mempromosikan praktik pertanian tepat dan berkelanjutan,” – Kazim Hasnain, Country Director Syngenta Indonesia.

    Untuk menjaga kelestarian penyerbuk, semua pihak harus bekerja sama dalam mempertahankan habitat alaminya, menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, mempertahankan keanekaragaman tanaman, mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat, menggalakkan konservasi penyerbuk secara massal perlu dilakukan secara konsisten. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, diharapkan kelestarian serangga penyerbuk dapat terjaga dan mendukung produktivitas serta keanekaragaman hayati dalam pertanian

  • Pemprov Sumsel Dorong  Majunya Sektor UMKM Melalui  Expo 2022 di Jabar

    Pemprov Sumsel Dorong  Majunya Sektor UMKM Melalui  Expo 2022 di Jabar

    Suarapublik.id, BANDUNG – Usai menghadiri Peringatan Hari UMKM Nasional 2022 di Cihampelas Walk Bandung Provinsi Jawa Barat, Jumat (12/8), Menteri Koperasi dan UMKM RI,

    Teten Masauki bersama Gubernur Herman Deru, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka sekaligus meninjau Pameran Sumsel Expo 2022.

    Dimana Pameran Sumsel Expo 2022 ini menampilkan berbagai karya seni dari Kabupaten/kota di Sumsel yang dibawah binaan Ketua Dekranasda Sumsel, Hj Febrita Lustia HD.

    Selain meninjau berbagai stand, Menteri Koperasi dan UMKM RI, Teten Masduki menyaksikan penandatangan kerjasama antara Pemprov Sumsel dan Pemprov Jabar tentang pemberdayaan koperasi, usaha kecil dan menengah.

    Setelah itu Penandatanganan kerjasama antara Pemprov Sumsel dan Pemprov Jabar tentang pemberdayaan dan pengembangan sektor industri di Sumsel dan Jabar.

    Kemudian Penandatanganan kerjasama antara Pemprov Sumsel dan Pemprov Jabar tentang pemberdayaan UMKM, fasilitas pemasaran produk dalam negeri dan misi dagang.

    Untuk diketaui Sumsel Expo dimaksudkan untuk menggenjot  produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sumsel Expo yang berlangsung mulai dari tanggal 12 hingga 14 Agustus mendatang, diharapkan mampu menumbuhkembangkan kualitas UMKM, agar mampu bersaing secara global.

    Gubernur  Sumsel H. Herman Deru sebelumnya mengatakan, Pemprov akan terus mendukung majunya sektor UMKM

    “Sumsel Expo diikuti 12 peserta seperti ICSB, Kriya Sriwijaya, Bank Sumsel, PT Pusri, dan 8 diantaranya Kabupaten OKI, OKU, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Kota Prabumulih, Muara Enim, OKU Timur dan Musi Rawas,”  ucapnya.