Category: ACEH

  • Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh

    Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH –Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga berupaya keras menormalisasi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Aceh, khususnya di wilayah yang terdampak bencana, yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Secara umum, pasokan BBM di provinsi tersebut dalam keadaan aman dan untuk wilayah terdampak, sebanyak 97% Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah beroperasi kembali.

    Saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Aceh, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas memastikan meski infrastruktur jalan banyak yang terputus, distribusi BBM dipastikan tetap menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil, seperti di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

    “Salah satu contoh akses yang masih terbatas adalah di Kabupaten Bener Meriah di mana aksesnya banyak yang putus, jembatan putus karena longsor. Kita tahu, saat ini Provinsi Aceh diberikan keringanan pembelian BBM bersubsidi secara manual (tidak menggunakan barcode). Harapannya agar masyarakat tidak panik buying, serta mempermudah masyarakat melakukan aktivitasnya sekaligus untuk menyalakan genset yang diberikan pemerintah untuk penerangan sementara bagi masyarakat,” papar Wahyudi, Sabtu (17/1/2026).

    Sebagai informasi, untuk Provinsi Aceh, masa tanggap darurat bencana pertama berlaku sejak 28 November 2025 hingga 11 Desember 2025 dan perpanjangan tanggap darurat kedua adalah 12 Desember 2025 sampai 25 Desember 2025. Selanjutnya, masa tanggap darurat bencana ketiga berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Saat ini tanggap darurat keempat berlaku mulai tanggal 9 Januari – 22 Januari 2026, sesuai Keputusan Gubernur Aceh.

    Hasil monitoring BPH Migas, keringanan pembelian JBT dan JBKP berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat terkena bencana serta upaya-upaya pemulihan pascabencana.

    Wahyudi melanjutkan, akses ke Bener Meriah dan Aceh Tengah yang masih dalam perbaikan, menjadikan kapasitas armada mobil tangki yang dapat melewati jalan tersebut hanya sekitar 8 kiloliter (KL). Kondisi ini mengharuskan tim di lapangan menerapkan sistem khusus yaitu menggunakan jerigen atau drum yang disiapkan Pertamina Patra Niaga dan diangkut menggunakan kendaraan double cabin 4×4 untuk masuk ke desa-desa yang terisolasi.

    Suplai BBM dari Integrated Terminal Lhokseumawe selama periode tanggap darurat bencana ini juga disiapkan di Blang Rakal. Upaya ini untuk mempercepat distribusi BBM untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan mobil tangki besar, sehingga menggunakan mobil tangki kapasitas kecil yang mampu menjangkau daerah terdampak bencana yang letak geografisnya berada di wilayah pergunungan dan perbukitan dan akses jalan yang sulit

    “Kami juga telah meninjau langsung lokasi hub suplai atau Fuel Terminal bayangan di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah. BBM yang dibawa dari Integrated Terminal Lhokseumawe menggunakan truk tangki berkapasitas 16 KL, dipindahkan (transfer) ke truk yang lebih kecil berkapasitas 8 KL, dan selanjutnya secara estafet disalurkan ke lokasi dengan menggunakan jerigen atau drum. Ini bukti kehadiran negara di daerah bencana,” tambahnya.

    Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan, kebutuhan BBM jenis biosolar di Provinsi Banda Aceh pada tahun 2025 termasuk penanganan bencana alam, mencapai 428.324 KL. Sedangkan realisasi penyaluran Pertalite termasuk untuk kebencanaan mencapai 576.147 KL. Selama bencana yang terjadi akhir November hingga Desember 2025, terjadi peningkatan kebutuhan BBM sebanyak 8%. Namun secara nasional, realisasinya masih di bawah kuota yang ditetapkan yaitu antara 95 hingga 98%.

    Wahyudi mengungkapkan upaya luar biasa PT Pertamina Group untuk menormalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di Aceh, terutama di daerah terdampak bencana.

    “Pertamina Patra Niaga yang memiliki tanggung jawab penuh untuk melakukan normalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di aceh, terutama di wilayah terdampak bencana. Kami juga berupaya membantu memperlancar penyaluran BBM untuk masyarakat dan tentunya implementasinya sesuai dengan tata kelola sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

    Bencana Sumatera ini juga diharapkan menjadi pelajaran agar skema distribusi Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE) selalu diaktifkan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.

    Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto juga mengapresiasi Pertamina Patra Niaga atas kerja keras dan kerja sama yang baik sehingga penyaluran BBM dapat dilaksanakan dengan baik melalui pelbagai moda transportasi seperti jalur udara dengan menggunakan pesawat hercules, kapal laut maupun darat.

    Pemberian keringanan pembelian BBM yang diberikan BPH Migas selama masa tanggap darurat harus dimanfaatkan dengan baik sesuai peruntukannya.

    “Keadaan di lapangan secara umum kami lihat kondisinya hampir pulih, meski akses jalan ada yang belum bisa dilewati. Mengenai keringanan yang diberikan dalam pembelian BBM, pada awal pemberlakuan telah dilakukan sosialisasi dan nanti sejalan berakhirnya masa tanggap darurat, juga perlu dilakukan sosialisasi supaya masyarakat tidak kaget,” tambah pria yang biasa dipanggil Baher ini.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Sunardi menegaskan, pasokan BBM di Aceh dalam keadaan aman. Integrated Terminal Lhokseumawe merupakan salah satu fasilitas terbesar yang mendistribusikan BBM ke wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan sekitarnya. Pasokan akan bertambah dengan akan datangnya kapal berisi BBM dalam waktu dekat.

    Sunardi juga menyampaikan bahwa berkat skema distribusi estafet ini, pemulihan pasokan energi di Bener Meriah dan Aceh tersebut berangsur membaik pasca bencana. Di lokasi hub suplai BBM ke Bener Meriah dan Aceh Tengah, saat ini dioperasikan 8 unit mobil 16 KL sebagai feeder dan 10 unit mobil 8 KL untuk menyuplai 4 SPBU di Bener Meriah dan 4 SPBU di Aceh Tengah. Adapun jenis BBM yang dipasok adalah Biosolar dan Pertalite, yang merupakan BBM subsidi dan kompensasi negara, mengingat wilayah ini masuk dalam kategori area semi-3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

    “Posisi saat ini dari kondisi normal, suplai kami sudah bisa mengcover untuk Bener Meriah sekitar 85% dari kebutuhan normal, sedangkan untuk yang Aceh Tengah itu sekitar 75% kebutuhan normal. Mudah-mudahan nanti perkembangan jalurnya kalau mobil 16 KL sudah bisa masuk, hub kita tutup. Jadi penyaluran dapat normal kembali, langsung dari Depot Lhokseumawe ke Kabupaten Bener Meriah maupun ke Aceh Tengah. Mohon doanya agar cuaca membaik dan jalur segera terbuka,” ujarnya.

    Sementara Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menyampaikan bahwa melalui sinergi yang berkelanjutan bersama Pemerintah Pusat dan Daerah, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan Aceh. “Kami terus berupaya maksimal dalam rangka memastikan ketersediaan energi di wilayah Aceh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat”, pungkas Roberth.

  • Donasi Kemanusiaan Muba Peduli Sumatera Mengalir ke Langsa

    Donasi Kemanusiaan Muba Peduli Sumatera Mengalir ke Langsa

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH Setelah menyalurkan langsung bantuan donasi kemanusiaan Muba Peduli ke Kabupaten Aceh Tamiang, kini Kamis (8/1/2026) utusan Bupati Muba HM Toha Tohet SH dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen menyusuri Kota Langsa untuk menyalurkan donasi kemanusiaan Muba Peduli.

    Pantauan di lokasi tampak donasi Muba Peduli tersebut diserahkan langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Dr Iskandar Syahrianto MH, Asisten II Setda Pemkab Muba Alva Elan SST MPSDA, Ketua Baznas Muba Muhammad Jaya MSi, Perwakilan BPBD dan Bagian Kesra Muba.

    Pada kesempatan tersebut bantuan diterima secara langsung oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkot Langsa Drs Zulhadisyah Sulaiman MSP.

    “Alhamdulillah kini bantuan donasi Muba Peduli sudah sampai di Kota Langsa dan diterima secara langsung oleh Pemkot Langsa,” ungkap Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Muba, Dr Iskandar Syahrianto MH, Kamis (8/1/2026).

    Ia menjelaskan, sebelumnya bantuan donasi Muba Peduli sudah disalurkan ke Aceh Tamiang dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Tamiang Ismail SE.I berupa 3 truk pakaian layak pakai, sembako, dan kebutuhan lainnya.

    “Untuk di Langsa hari ini kita salurkan bantuan sembako yang diperuntukkan bagi warga terdampak,” urainya.

    Sementara itu, Bupati Muba HM Toha Tohet SH mengapresiasi Tim Penyalur Bantuan Donasi Muba Peduli yang berjibaku turun langsung menyalurkan bantuan dari Kabupaten Muba. “Jaga kesehatan selama bertugas, semoga menjadi ladang amal dalam pengabdian,” tuturnya.

    Ia berharap, agar daerah-daerah yang terdampak bencana dapat segera pulih, masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, serta dibukakan pintu rezeki yang luas dan berkah. “Semoga saudara-saudara kita di sana diberikan kesehatan, kesabaran,” pungkasnya.

  •  Pertamina Patra Niaga Hadirkan Sekolah dan Pesantren Sementara bagi Anak Terdampak Bencana di Pidie Jaya

     Pertamina Patra Niaga Hadirkan Sekolah dan Pesantren Sementara bagi Anak Terdampak Bencana di Pidie Jaya

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui program Pertamina Peduli mendirikan sekolah dan pesantren sementara bagi anak-anak terdampak bencana alam di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Fasilitas tersebut berupa dua tenda posko yang difungsikan sebagai ruang belajar darurat guna memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana.

    Sekolah dan pesantren sementara ini berlokasi di Posko Pertamina Peduli, Kompleks Masjid At-Taqwa, Kota Meureudu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kemudahan akses, serta lingkungan yang kondusif untuk proses belajar mengajar.

    Kegiatan belajar mengajar perdana dilaksanakan pada Senin (5/1), bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah masa libur. Posko ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak selama masa pemulihan pascabencana.

    Proses pembelajaran dilaksanakan secara terstruktur, dengan mata pelajaran sekolah formal pada pagi hari, kemudian dilanjutkan pendidikan Diniyah pada siang hari. Pola ini diterapkan agar pendidikan formal dan keagamaan tetap berjalan seimbang meskipun dalam keterbatasan.

    Sebanyak sekitar 200 peserta didik memanfaatkan fasilitas tersebut, terdiri dari 50 siswa jenjang TK dan SD serta 150 santri pendidikan Diniyah. Anak-anak mengikuti kegiatan belajar dengan antusias, didampingi para guru, pengajar, serta relawan Pertamina yang turut berperan aktif mendukung keberlangsungan pendidikan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa pendirian posko sekolah dan pesantren sementara ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pemulihan sosial masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

    “Kami memahami bahwa pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti meskipun berada dalam kondisi darurat akibat bencana. Melalui Posko Pertamina Peduli ini, kami ingin memastikan anak-anak di Pidie Jaya tetap dapat belajar dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga semangat mereka untuk terus bersekolah,” ujar Fahrougi.

    Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan bahwa kehadiran Posko Pertamina Peduli diharapkan dapat membangkitkan semangat dan harapan baru bagi anak-anak terdampak bencana.

    “Pertamina Patra Niaga berupaya agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan. Kami berharap fasilitas ini mampu menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman sehingga anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar di tengah proses pemulihan pascabencana,” kata Roberth.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya guna mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak dan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Gotong Royong Bersama Warga, Telkomsel Pulihkan Jaringan di Desa Pulo Gelime, Gayo Lues

    Gotong Royong Bersama Warga, Telkomsel Pulihkan Jaringan di Desa Pulo Gelime, Gayo Lues

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Telkomsel berhasil memulihkan layanan jaringan telekomunikasi di Desa Pulo Gelime, Kecamatan Teripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Pemulihan jaringan ini berlangsung di tengah keterbatasan infrastruktur pascabencana dan tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat setempat, yang turut membantu tim Telkomsel agar layanan komunikasi dapat kembali dinikmati oleh warga desa.

    Dalam proses pemulihan jaringan di Desa Pulo Gelime, Telkomsel mengoperasikan site dengan dukungan genset sebagai sumber listrik, mengingat sistem catu daya di wilayah tersebut hingga kini masih belum sepenuhnya stabil. Langkah ini dilakukan agar layanan komunikasi tetap dapat berjalan dan masyarakat kembali terhubung dengan keluarga serta akses informasi penting.

    *Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo,* mengakatakan “Pemulihan jaringan di Desa Pulo Gelime menjadi bukti bahwa kolaborasi dan gotong royong antara masyarakat dan Telkomsel mampu mempercepat hadirnya kembali konektivitas. Meski masih dihadapkan pada keterbatasan pasokan listrik, kami memastikan layanan tetap berjalan dengan dukungan genset agar masyarakat dapat kembali berkomunikasi,” ujar Nugroho.

    Secara keseluruhan, jaringan Telkomsel di Kabupaten Gayo Lues telah pulih sekitar 81%, atau setara dengan 34 site yang telah kembali beroperasi. Telkomsel terus melanjutkan percepatan pemulihan di sejumlah lokasi lain yang masih terdampak, dengan menghadirkan berbagai alat dan pasokan pendukung seperti genset dan lainnya.

    “Kami akan terus melakukan pemulihan secara bertahap dan berkelanjutan hingga seluruh layanan kembali normal. Telkomsel berkomitmen untuk selalu hadir mendampingi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan dukungan konektivitas di masa pemulihan pascabencana,” tambah Nugroho.

    Telkomsel akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan masyarakat setempat guna menjaga kualitas jaringan tetap optimal, sekaligus mendukung aktivitas dan pemulihan kehidupan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues.

  • Bahu-Membahu Operasikan Layanan Kesehatan: Kolaborasi Pertamina – RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Jaga Denyut Nadi Misi Kemanusiaan

    Bahu-Membahu Operasikan Layanan Kesehatan: Kolaborasi Pertamina – RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Jaga Denyut Nadi Misi Kemanusiaan

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Di balik dinding RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, perjuangan untuk nyawa tak pernah mengenal kata jeda.

    Meski bencana sempat melumpuhkan akses dan infrastruktur wilayah, rumah sakit ini tetap berdiri sebagai pelita harapan bagi warga. Di tengah situasi menantang tersebut, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar layanan kesehatan tetap berjalan tanpa henti.

    Bagi Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, memastikan rumah sakit dapat beroperasi kembali dan memberikan layanan pascabencana adalah tentang kecepatan dan kepastian. Untuk mengaktifkan kembali layanan medis, dibutuhkan fondasi utama yang stabil: energi dan air bersih.

    “Dalam masa transisi pemulihan pascabencana, kestabilan energi menjadi krusial. Listrik adalah nyawa bagi peralatan medis. Kami sangat mengapresiasi dukungan Pertamina yang sigap memasok suplai BBM secara penuh untuk genset. Hal ini menjadi komplementer yang sangat penting untuk memastikan listrik di rumah sakit tetap terjaga 24 jam, mengantisipasi fluktuasi daya yang kerap terjadi di masa pemulihan,” ujar dr. Andika.

    Selain energi, keterbatasan akses air bersih akibat gangguan infrastruktur publik menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah Pertamina hadir memperkuat layanan rumah sakit. Secara konsisten, Pertamina menyuplai 1 hingga 2 tangki air bersih setiap harinya agar proses sterilisasi dan kebutuhan sanitasi pasien tidak terganggu.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan, program Pertamina Peduli merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan dalam menjaga agar layanan publik seperti Rumah Sakit dapat beroperasi dalam kondisi darurat.

    Fokus pemulihan mulai dari pembersihan infrastruktur, pemulihan listrik, air, serta memastikan logistik medis tersedia, agar layanan kesehatan bisa berjalan optimal.

    “Pemenuhan nutrisi bagi paramedis dan pasien kami support melalui dapur umum Pertamina Peduli, dimana para pejuang medis dan pasien mendapatkan asupan makanan bergizi tiga kali sehari,”jelas Baron.

    “Kami menyadari bahwa tenaga kesehatan dan pasien adalah prioritas. Dukungan logistik dan perbaikan sanitasi yang dilakukan Pertamina membantu kami fokus sepenuhnya pada penyembuhan pasien,” imbuh dr Andika.

    Pascabencana, RSUD Muda Setia Aceh Tamiang kembali dibuka pada 9 Desember lalu. Hingga akhir tahun 2025 tercatat 507 pasien rawat inap telah dilayani, 2.350 pasien mendapatkan layanan rawat jalan, 48 pasien mendapatkan tindakan operasi, 8 pasien dirawat di fasilitas ICU, 20 pasien menjalani tindakan cuci darah, setta 656 pasien ditangani di Unit Gawat Darurat.

    “Harapan kami Pertamina terus mendukung dalam hal suplai air dan BBM untuk menghidupkan listrik, agar pelayanan bisa tetap terjaga. Karena orang sakit tidak bisa menunggu dan harus segera dilayani dalam keadaan apapun. Dukungan Pertamina sangat penting dalam menjaga denyut nadi rumah sakit, dan kami harapkan akan terus tersedia hingga keadaan kembali normal”, kata Andika

    Komitmen Pertamina hadir di tengah masyarakat sebagai wujud kehadiran negara, dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana.

    “Energi bukan sekadar komoditas, melainkan kekuatan untuk menyambung nafas dan harapan di tengah masa pemulihan,”pungkas Baron.

  • Dua Pekan Pascabencana, Air Bersih dan Posko Medis Pertamina Jadi Penopang Hidup Warga Aceh Tamiang

    Dua Pekan Pascabencana, Air Bersih dan Posko Medis Pertamina Jadi Penopang Hidup Warga Aceh Tamiang

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Bantuan kemanusiaan dari Pertamina Peduli membawa harapan baru bagi para penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dua pekan pascabencana, persoalan mendesak yang dihadapi warga adalah keterbatasan akses terhadap air bersih. Sebagian besar sumber air warga tercemar lumpur, sehingga tak layak untuk konsumsi maupun kebutuhan sanitasi.

    Kondisi ini dirasakan langsung oleh Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru. Selama beberapa waktu, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur sebagai satu-satunya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun kini, kondisi tersebut mulai berubah. Sejak bantuan air bersih dari Pertamina Peduli tiba, Yanti dapat kembali mengakses air bersih yang didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.

    Mobil tangki Pertamina Peduli berkeliling dari rumah ke rumah, menyalurkan air bersih yang kemudian ditampung warga menggunakan jerigen maupun ember.

    “Sangat membantulah air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Air ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, dan kami benar-benar terbantu,” ujar Yanti.

    Pengalaman serupa juga dirasakan Putera, warga setempat, yang menggambarkan kondisi air sebelum bantuan datang sebagai sangat memprihatinkan. Air parit yang bercampur lumpur harus disaring terlebih dahulu sebelum digunakan, meski kualitasnya jauh dari layak.

    “Kalau kami menyebut air parit itu air cappuccino, karena warnanya seperti cappuccino. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina kasih air masuk, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan. Kami sangat bersyukur,” ungkapnya.

    VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama Pertamina Peduli karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Sejak 4 Desember 2025 hingga hari ini (2/1), Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih kepada warga Aceh Tamiang. Distribusi dilakukan secara bergilir menggunakan 191 unit mobil tangki ke Wilayah Aceh Tamiang.

    Menurutnya, selain pendistribusian air bersih secara periodik selama masa transisi darurat, Pertamina juga secara bertahap melakukan pemulihan sumber air warga.

    “Permasalahan air bersih masih dihadapi masyarakat, sehingga kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga agar akses air bersih dapat tersedia secara berkelanjutan,” tambahnya.

    Program sanitasi air ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

    Berkolaborasi dengan Wanadri dan TNI, hingga saat ini Pertamina telah berhasil mereaktivasi 12 sumur di berbagai titik di Kabupaten Aceh Tamiang, meliputi Posko Pertamina Peduli di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, Karang Baru, Desa Babo, Desa Bandar Pusaka, serta Kota Kualasimpang.

    Selain bantuan air bersih, Pertamina Peduli juga menghadirkan Posko Medis yang bersiaga 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak. Posko Medis yang berlokasi di Simpang Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang menjadi tumpuan warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan pascabencana.

    Relawan dokter dari Pertamina IHC Prabumulih, dr. Betty, menjelaskan bahwa tim medis berkomitmen memberikan pelayanan penuh selama 24 jam.

    “Keluhan yang paling banyak kami temui pascabencana antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, diare, serta pasien dengan penyakit kronis yang sempat terhenti pengobatannya akibat bencana,” jelas dr. Betty.

    Melalui kehadiran bantuan air bersih dan layanan kesehatan terpadu ini, Pertamina Peduli menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya pada masa krisis. Tidak hanya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, Pertamina juga berupaya membantu pemulihan kondisi sosial dan kesehatan warga terdampak, agar dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara lebih layak dan aman.

    Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

  • Pertamina Patra Niaga Melalui Posko Peduli di Pidie Jaya Percepat Pemulihan Pascabencana

    Pertamina Patra Niaga Melalui Posko Peduli di Pidie Jaya Percepat Pemulihan Pascabencana

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Sebagai bentuk komitmen mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Posko Pengungsi, Medis dan Bantuan Pertamina Peduli di kompleks Masjid At-Taqwa, Kota Meureudu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Posko ini menjadi pusat layanan kesehatan, koordinasi, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan bahwa keberadaan posko tidak hanya difokuskan pada penyaluran bantuan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi lintas pihak dalam mendukung pemulihan masyarakat.

    “Posko Pertamina Peduli di Pidie Jaya menjadi titik koordinasi bersama pemerintah daerah, relawan, dan Pertamina Group agar penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

    Melalui posko tersebut, Pertamina Patra Niaga menyalurkan berbagai bantuan peralatan dan logistik untuk menunjang aktivitas masyarakat dan pengungsian. Bantuan yang diberikan meliputi dua unit tenda untuk kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Al Bayan, sepatu bot, bohlam dan lampu darurat, gerobak, bak dan sekop sampah, jas hujan, karpet antiselip, serta power supply.

    Untuk mendukung operasional posko dan dapur umum, Pertamina Patra Niaga juga menyalurkan 28 tabung LPG baru dan isi ulang, serta BBM untuk kebutuhan genset di posko pengungsian. Selain itu juga disalurkan bantuan logistik pangan.

    Pada aspek kesehatan, telah disalurkan masker, vitamin, serta obat-obatan medis lainnya. Untuk menunjang kebutuhan dasar pengungsi, Pertamina Patra Niaga juga menyediakan bantuan sandang, peralatan mandi, selimut, dan hygiene kit.

    Kepala DKM Masjid At-Taqwa, Hidayat menyampaikan bahwa kehadiran Posko Pertamina Peduli memberikan dampak positif bagi masyarakat di lokasi pengungsian.

    “Kehadiran Pertamina Patra Niaga di titik pengungsian ini membawa banyak perubahan. Selain bantuan logistik, warga juga mendapatkan edukasi pola hidup bersih. Anak-anak dan orang dewasa diberikan contoh langsung untuk menjaga kebersihan guna mencegah penyakit seperti diare dan infeksi kulit,” ujarnya.

    Dalam mendukung layanan kesehatan dan pemulihan psikososial, Pertamina Patra Niaga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Universitas Syiah Kuala untuk menghadirkan layanan kesehatan gratis serta kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak terdampak bencana. Perusahaan juga mengaktifkan layanan Starlink guna mendukung komunikasi di wilayah terdampak, serta memastikan kelancaran penataan posko dan distribusi logistik.

    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menyampaikan bahwa pendirian Posko Pertamina Peduli di Pidie Jaya merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat secara berkelanjutan.

    “Kami tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan secara terpantau dan terkoordinasi. Melalui Posko Pertamina Peduli, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan dukungan berkelanjutan untuk menjaga ketahanan energi sekaligus keselamatan masyarakat pascabencana”, tutup Roberth.

  • Pertamina Patra Niaga Dukung Pasokan BBM dan Pelumas untuk Operasional Genset Pemulihan Listrik di Aceh

    Pertamina Patra Niaga Dukung Pasokan BBM dan Pelumas untuk Operasional Genset Pemulihan Listrik di Aceh

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Pertamina Patra Niaga mendukung langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam upaya pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak bencana di Aceh melalui pengoperasian genset. Dukungan tersebut diwujudkan dengan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan pelumas guna menunjang operasional genset secara berkelanjutan.

    Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga menyalurkan pasokan BBM berupa *145.600 liter gasoline dan 134.400 liter gasoil, serta pelumas secara berkala* untuk mendukung operasional genset di sejumlah wilayah, meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Banda Aceh. Dukungan ini diberikan untuk menjaga keandalan genset agar dapat beroperasi secara aman dan optimal dalam mendukung proses pemulihan masyarakat.

    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan ketersediaan energi, khususnya pada kondisi darurat.

    “Pertamina Patra Niaga mendukung upaya pemerintah dalam penanganan bencana, termasuk melalui penyediaan BBM dan pelumas guna memastikan operasional genset berjalan dengan baik. Kami berkomitmen menjaga ketersediaan energi agar proses pemulihan masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujar Roberth.

    Dalam pelaksanaannya, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penyaluran dukungan energi dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga menerapkan pembagian klaster distribusi guna memastikan penyaluran energi berjalan efektif di wilayah terdampak.

    “Untuk mendukung kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga membagi wilayah penyaluran ke dalam dua klaster. Klaster Banda Aceh dan wilayah sekitarnya dipasok dari Terminal BBM Krueng Raya, sementara klaster Bener Meriah, Takengon, Aceh Tengah, serta wilayah sekitarnya dipasok dari Integrated Terminal Lhokseumawe,” jelas Fahrougi.

    Melalui dukungan ini, Pertamina Patra Niaga berharap proses pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih efektif, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan listrik yang menunjang aktivitas masyarakat dan layanan publik. Pertamina Patra Niaga akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan energi, termasuk pada situasi darurat dan bencana.

  • Pemulihan Jaringan Berjalan Signifikan, Lebih dari 90% BTS Indosat di Aceh Kembali Beroperasi

    Pemulihan Jaringan Berjalan Signifikan, Lebih dari 90% BTS Indosat di Aceh Kembali Beroperasi

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) terus mempercepat pemulihan layanan jaringan telekomunikasi di wilayah Aceh pascabencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, tingkat pemulihan jaringan Indosat di Provinsi Aceh telah mencapai 92%.

    Pemulihan ini merupakan bagian dari komitmen Indosat untuk terus hadir mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, dengan memastikan konektivitas tetap terjaga sebagai elemen penting dalam mendukung koordinasi, akses informasi, dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

    Agus Sulistio, EVP Head of Circle Sumatra, Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan, “Dalam situasi darurat, konektivitas memegang peran yang sangat krusial. Indosat bergerak cepat bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan jaringan kembali berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Saat ini, sebagian besar wilayah terdampak di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, telah kembali terlayani dan kami akan terus mempercepat pemulihan hingga seluruh jaringan pulih sepenuhnya.”

    Dalam proses pemulihan tersebut, Indosat telah melakukan berbagai langkah teknis secara menyeluruh. Upaya ini meliputi penggantian perangkat jaringan yang terdampak banjir, perbaikan jalur transmisi serat optik yang terputus, serta instalasi sumber daya cadangan seperti genset dan baterai. Untuk memastikan konektivitas tetap berjalan, Indosat juga menyediakan alternatif transmisi melalui satelit link di wilayah-wilayah yang masih belum terhubung dengan jaringan serat optik.

    Selain penguatan infrastruktur, Indosat menambah jumlah personel teknis di seluruh lokasi terdampak, baik dari internal Indosat maupun mitra dalam ekosistem Indosat. Indosat juga berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNPB, serta pemerintah daerah setempat untuk memperoleh prioritas pasokan bahan bakar, sekaligus dukungan pembukaan akses ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.

    Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, Indosat menempatkan tim siaga di lokasi-lokasi strategis seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, serta area pengungsian.

    Indosat juga terus mengoperasikan Posko Pemantauan (Command Center) secara terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh untuk memberikan dukungan maksimal bagi seluruh tim yang bekerja di lapangan.

    Indosat SIGAP Dukung Pemulihan Masyarakat sejalan dengan pemulihan jaringan, Indosat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan Indosat SIGAP turut menjalankan berbagai inisiatif bantuan kemanusiaan. Indosat menghadirkan Posko Dapur Umum di sejumlah titik rawan terdampak, dengan fokus utama di wilayah Aceh, meliputi Kampung Durian (Aceh Tamiang), Geulanggang Rayeuk (Bireuen), serta Panti Asuhan Darul Aitam (Meureudu, Pidie Jaya). Posko serupa juga beroperasi di Langkat (Sumatra Utara), serta Kota Padang dan Kabupaten Agam (Sumatra Barat).

    Menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, jumlah posko dioptimalkan dari rencana awal sepuluh menjadi sembilan titik, dengan prioritas utama di wilayah Aceh.

    Kapasitas bantuan pun ditingkatkan hingga ribuan porsi makanan per hari, serta dilengkapi dengan pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang untuk mendukung ketersediaan air bersih dan pemulihan yang berkelanjutan.

    Ke depan, Indosat berkomitmen untuk menuntaskan pemulihan jaringan secara menyeluruh melalui penguatan infrastruktur, penambahan sumber daya pendukung, serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Indosat akan terus memastikan layanan komunikasi yang tangguh dan responsif, agar masyarakat tetap dapat terhubung kapan pun dan di mana pun, termasuk dalam situasi darurat.

  • Pertamina Patra Niaga Kembali Salurkan BBM ke Bener Meriah Lewat Jalur Darat, 7 Mobil Tangki Tempuh Perjalanan Hingga 7 Jam

    Pertamina Patra Niaga Kembali Salurkan BBM ke Bener Meriah Lewat Jalur Darat, 7 Mobil Tangki Tempuh Perjalanan Hingga 7 Jam

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah terus berjalan secara berkelanjutan. Pada 27 Desember 2025, sebanyak tujuh unit mobil tangki diberangkatkan dari Storage Hub Mobil Tangki Blang Rakal pada pukul 21.00 WIB dan tiba secara bertahap di empat SPBU di Kabupaten Bener Meriah pada pukul 23.30 hingga 00.30 WIB.

    Distribusi dilakukan melalui jalur darat dengan pengawalan dua unit motor trail dari Koramil Pintu Rime Gayo, di tengah kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya pulih pascabencana banjir dan longsor.

    Mobil Tangki tersebut menempuh perjalanan sekitar empat hingga tujuh jam dari Storage Hub Mobil Tangki Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah, dengan menyalurkan BBM jenis Pertalite sebanyak 48 Kiloliter (KL) dan Biosolar sebanyak 8 Kiloliter (KL). Setelah proses penyaluran selesai, seluruh mobil tangki kembali dengan selamat dan tiba kembali di Blang Rakal pada pukul 04.30 WIB.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga terus mengupayakan pendistribusian energi ke wilayah terdampak bencana dengan memanfaatkan berbagai alternatif jalur distribusi.

    “Alhamdulillah, berkat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, penyaluran BBM ke Bener Meriah dapat terlaksana dengan aman dan lancar. Pasokan yang disalurkan langsung didistribusikan ke empat SPBU untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” jelas Fahrougi.

    Adapun empat SPBU yang menerima penyaluran BBM tersebut meliputi SPBU 13.245409 di Jalan Bandara Rembele, Kelurahan Wih Pesam; SPBU 14.245105 di Jalan Raya Takengon–Bireuen KM 75; SPBU 14.245428 di Jalan Raya Bireuen–Takengon KM 10; serta SPBU 14.245464 di Desa Makmur Sentosa, Kecamatan Bandar.

    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan ketahanan pasokan energi tetap terjaga di wilayah terdampak bencana.

    “Di tengah kondisi darurat, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran distribusi dan ketahanan pasokan energi guna mendukung aktivitas masyarakat serta layanan publik. Upaya ini sejalan dengan komitmen Satgas Natal dan Tahun Baru Pertamina Patra Niaga dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati”, ujar Roberth.

    Lebih lanjut, Roberth menambahkan bahwa pada 28 Desember 2025, Pertamina Patra Niaga kembali melanjutkan distribusi BBM ke wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dengan menyiagakan tujuh unit Mobil Tangki yang membawa 40 KL Pertalite dan 16 KL Biosolar untuk disalurkan ke tujuh SPBU, guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

    Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai upaya pemulihan distribusi BBM ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah yang sempat terisolir akibat kerusakan infrastruktur jalan.

    Pada tahap awal, pengiriman BBM dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat perintis. Selanjutnya, saat kondisi wilayah masih terisolir, Pertamina Patra Niaga menyalurkan BBM menggunakan pesawat air tractor untuk mendukung kebutuhan penanganan darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Seiring dengan membaiknya akses, suplai BBM ke SPBU melalui pesawat air tractor di wilayah tersebut mulai berjalan secara bertahap sejak 16 Desember 2025.

  • Pertamina Patra Niaga Percepat Pemulihan Distribusi, Penyaluran LPG Subsidi di Banda Aceh Naik 40 Persen dari Kondisi Normal

    Pertamina Patra Niaga Percepat Pemulihan Distribusi, Penyaluran LPG Subsidi di Banda Aceh Naik 40 Persen dari Kondisi Normal

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mempercepat pemulihan distribusi LPG pascabencana di wilayah terdampak. Di Aceh, upaya pemulihan distribusi terlihat pada meningkatnya jumlah pasokan LPG termasuk LPG Subsidi 3 kg yang disalurkan ke wilayah Banda Aceh. Saat ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah menyalurkan LPG Subsidi di ibukota Provinsi Aceh sebesar 20 metrik ton (MT) per hari, lebih tinggi dari rerata normal.

    Secara keseluruhan di Provinsi Aceh, Pertamina rata-rata menyalurkan 261 MT LPG Subsidi per hari, sementara pada masa bencana setidaknya penyaluran LPG Subsidi di wilayah Aceh yang terdiri dari 22 Kota dan Kabupaten, mencapai 366 MT per hari, atau naik 40% dari kondisi rata-rata normal.

    Sementara untuk LPG PSO Non Subsidi seperti LPG 12 KG, juga mengalami kenaikan sekitar 40%, dari kondisi rata-rata harian.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan peningkatan volume penyaluran LPG Subsidi merupakan upaya Pertamina untuk menjaga pasokan LPG di wilayah Aceh dan mempercepat pemulihan distribusi pascabencana.

    “Prioritas Pertamina saat ini adalah memastikan bahwa energi dan bantuan kemanusiaan hadir tepat waktu, tepat sasaran dan mengutamakan aspek keselamatan,” ungkapnya.

    Fahrougi mengungkapkan, Pertamina berkomitmen untuk menjaga pasokan LPG yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat untuk sehari-hari. Pertamina pun melakukan berbagai upaya untuk dapat mendistribusikan dengan berbagai moda transportasi (darat, laut dan udara), serta skema jalur alternatif karena beberapa wilayah masih sulit diakses imbas dari jalan rusak dan jembatan yang terputus.

    Fahrougi menambahkan, jumlah stok di Aceh masih terjaga dengan baik, namun tantangan yang dihadapi adalah pada proses distribusi yang penuh tantangan pascabencana. Pertamina juga melakukan berbagai inisiatif distribusi ke masyarakat secara langsung, salah satunya dengan Operasi Pasar penyediaan LPG di beberapa wilayah Aceh. Kegiatan ini dilakukan untuk menjangkau seluruh masyarakat dan upaya pemerataan pasokan.

    “Kami berharap dengan adanya Operasi Pasar ini, dapat meredakan panic buying di masyarakat, serta mencegah spekulan yang memanfaatkan momentum kritis ini dengan cara yang tidak baik,” jelas Fahrougi.

    Untuk melakukan pengawasan distribusi, Pertamina terus bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, TNI/POLRI serta aparat lainnya, terutama untuk memitigasi penyalahgunaan LPG Subsidi 3 kilogram (KG) karena produk tersebut merupakan barang subsidi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

    “Kami berterima kasih kepada Pemerintah setempat, TNI/POLRI dan aparat penegak hukum, Bakom RI, Media, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung Pertamina dalam penyediaan energi, serta dukungannya pada program Pertamina dalam mempercepat penanggulangan pascabencana. Bila masyarakat menemukan adanya penyalahgunaan LPG 3 kg, Pertamina mengimbau untuk menghubungi Pertamina Contact Centre 135. Laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan bersama-sama melindungi kebutuhan saudara-saudara kita semua,” tutup Fahrougi.

  • Berkat Video Viral Zulkarnain, Antarkan Relawan Pertamina Peduli Tembus Kampung Sunting yang Terisolasi

    Berkat Video Viral Zulkarnain, Antarkan Relawan Pertamina Peduli Tembus Kampung Sunting yang Terisolasi

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Kampung Sunting, berjarak 23 kilometer dari pusat kota Aceh Tamiang. Biasanya jarak ini ditempuh dalam waktu 45 menit, namun pascabencana banjir yang melanda Aceh jarak ini ditempuh selama tiga jam berkendara. Kemudian, dilanjutkan dengan berjalan kaki selama dua jam. Itu pun bukan jalur yang mudah, berlumpur cukup dalam, sehingga ketika berjalan harus menopang tubuh dengan cukup kuat untuk menjaga keseimbangan.

    Berawal dari satu video di media sosial, tentang sosok Zulkarnain. Warga Kampung Sunting yang rumahnya rata dengan tanah kala kejadian bencana. Zulkarnain seorang pemuda berusia 37 tahun yang memiliki ketidaksempurnaan fisik, namun tetap bersemangat mencari puing-puing rumahnya yang masih bisa dimanfaatkan.

    Melihat video tersebut, Relawan Pertamina Peduli yang sedang beroperasi di Posko Aceh Tamiang tergerak untuk mencari Kampung Sunting. Terlihat dekat di aplikasi peta elektronik, tim Relawan yang terdiri dari empat relawan pekerja, serta tiga tenaga medis dokter dan perawat, menjalankan misi “Mencari Kampung Sunting”.

    Sulitnya akses menuju lokasi membuat Kampung Sunting belum mendapatkan bantuan medis maupun obat-obatan yang cukup. Bahkan, pakaian yang dikenakan pun masih pakaian yang sama saat kejadian, karena terbatasnya bantuan masuk ke wilayah tersebut.

    “Kami tetap datang karena di sini memang belum ada bantuan medis sama sekali. Banyak warga yang membutuhkan penanganan, termasuk ibu hamil tujuh bulan dan para lansia,” ujar dr. Haryati Victoria, dokter dari RS Pertamina Prabumulih yang tergabung dalam tim relawan.

    Salah satu warga yang mendapat penanganan adalah Ishak (76), seorang lansia yang mengalami sesak napas dan cepat lelah, meski hanya melakukan aktivitas ringan seperti berjalan ke kamar mandi. Setelah pemeriksaan awal, tim medis menemukan indikasi pembengkakan jantung dan kemungkinan cairan di paru-paru.

    “Dengan keterbatasan obat yang kami bawa, akhirnya beliau kami evakuasi menggunakan motor menuju ambulans dan dirujuk ke RSUD Langsa,” tambah dr. Haryati.

    Kehadiran Tim Medis Pertamina Peduli disambut hangat oleh warga. Sebelumnya, warga mengaku kunjungan relawan lain hanya melakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara, Relawan Pertamina Peduli hadir dengan obat-obatan dan layanan medis, serta bantuan bahan pokok dan makanan cepat saji. Meski, jumlah bantuan yang dibawa terbatas karena harus ditempuh dengan berjalan kaki.

    Selain layanan kesehatan, relawan juga membagikan makanan serta melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak. Kegiatan sederhana seperti bermain kuis tebak-tebakan dan permainan ringan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana. Anak-anak yang mengikuti permainan juga mendapatkan tambahan asupan susu.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Pertamina Group berkomitmen untuk hadir membantu masyarakat terdampak bencana Sumatra. Relawan akan terus mencoba untuk memasuki wilayah terisolir, menyusuri medan berat demi memberikan layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat.

    “Pertamina Peduli berupaya hadir langsung di tengah masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk di daerah yang belum tersentuh bantuan. Kami percaya kehadiran relawan, tenaga medis, dan bantuan kemanusiaan dapat meringankan beban warga serta membantu proses pemulihan pascabencana,” ujar Baron.

    Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

  • Stok dan Distribusi BBM di Banda Aceh Berangsur Pulih

    Stok dan Distribusi BBM di Banda Aceh Berangsur Pulih

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH –Seiring proses pemulihan pascabencana banjir, kondisi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Banda Aceh berangsur membaik. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan Pertalite, Pertamax, dan Solar di tingkat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

    Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) juga terus memantau stok dan distribusi BBM di Banda Aceh. Pemantauan dilakukan untuk menjaga layanan energi tetap berjalan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terdampak.

    Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho menyampaikan bahwa upaya pengawalan distribusi terus dilakukan, terutama untuk menjangkau daerah-daerah yang terdampak banjir dan sempat mengalami hambatan akses. Koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting agar penyaluran energi dapat kembali berjalan optimal.

    “Kami pastikan Pemerintah Pusat hadir bersinergi dengan Pemerintah Aceh bahu membahu untuk terus mendistribusikan energi, khususnya untuk daerah-daerah terdampak bencana yang saat ini masih terisolir. Kami yakin dalam beberapa hari ke depan distribusi energi khusunya BBM dan LPG (Liqufied Petroleum Gas) akan kembali normal sesuai arahan presiden RI (Republik Indonesia) dan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral),” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

    Fathul menyampaikan sinergi bersama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha Penugasan berjalan dengan baik guna menjaga kelangsungan layanan energi di Aceh. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemulihan pascabanjir.

    “Agar pelayanan energi tetap terjaga, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat Aceh pascabanjir,” ucapnya.

    Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh Taufiq menyampaikan koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah berjalan baik selama masa bencana. Kolaborasi tersebut menjaga pasokan dan penyaluran BBM ke berbagai wilayah terdampak.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga atas dukungan dan respon yang cepat dalam mendistribusikan BBM. Sehingga antrian yang terjadi di beberapa SPBU dapat dengan cepat terurai. Kita berharap dukungan ini akan terus berlanjut,” ucapnya.

    Sementara itu, warga Banda Aceh Fakhrur Ramadan menuturkan, antrean sempat terjadi saat banjir melanda. Namun, kondisi pengisian BBM kini kembali lancar dan tanpa penumpukan kendaraan.

    Sehari sebelumnya, Rabu (17/12/2025), Fathul Nugroho bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Kabupaten Pidie Jaya. Bantuan difokuskan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

    “Kami meminta kepada Pertamina, dalam hal ini diwakilkan oleh EGM (Executive General Manager) Pertamina Patra Niaga area Sumatera Bagian Utara Bapak Sunardi untuk membantu mendukung dapur umum. Saat ini kebutuhan yang mendesak adalah gas LPG dan kompor masak,” katanya ditemui di salah satu dapur umum di Pidie Jaya.

    Fathul berharap bantuan ini meringankan beban warga serta menjaga layanan energi dan kemanusiaan tetap berjalan selama masa tanggap darurat. “Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dan mendukung pemulihan aktivitas warga yang terdampak bencana,” harapnya.

    Sementara itu, Corsec Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus berperan di dalam pemulihan lokasi bencana, khususnya di wilayah Aceh.

    “Pertamima Patra Niaga mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, baik di dalam memberikan bantuan kebutuhan pokok maupun penyaluran energi ke wilayah terdampak. Berbagai moda distribusi dijalankan, baik melalui darat, laut dan udara untuk memastikan pasokan BBM dan LPG terpenuhi. Penggunaan moda transportasi seperti mobil tangki, kendaraan bak terbuka, kendaraan angkutan perahu, kapal laut, pesawat perintis, helikopter, hingga air tractor digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dalam rangka pemulihan wilayah Aceh”, tutup Roberth.

  • Kawal Misi Kemanusiaan, Dirut PGN Turun Langsung Serahkan Bantuan Bencana Aceh dan Sumatera Utara

    Kawal Misi Kemanusiaan, Dirut PGN Turun Langsung Serahkan Bantuan Bencana Aceh dan Sumatera Utara

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus menyalurkan bantuan kemanusian melalui program CSR terhadap masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Direktur Utama PGN turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Lhokseumawe, Aceh sekaligus memimpin penyerahan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak bencana pada Senin (15/12/2025).

    Didampingi oleh jajaran direksi PGN Lainnya, Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga berupa paket sembako. “Kami sangat prihatin atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Bagian Utara. PGN berupaya optimal agar penyaluran bantuan dilaksanakan secara tepat sasaran, dan langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami juga ingin memberikan dukungan moril untuk masyarakat dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Arief.

    Sejak bencana banjir di beberapa titik di Sumatera Utara dan Aceh, PGN juga telah bergerak cepat melalui program CSR untuk menyalurkan bantuan kebutuhan pokok darurat, perlengkapan ibu dan anak dan obat-obatan. Total sampai saat ini bantuan Subholding Gas Grup yang disalurkan telah mencapai sekitar Rp 2,5 Miliar.

    Secara keseluruhan, PGN telah menyalurkan paket bantuan logistik yang mencakup bahan pangan pokok, makanan siap saji, air minum, perlengkapan bayi, vitamin serta obat-obatan ringan. Selain bantuan konsumsi, PGN juga menyediakan peralatan pendukung operasional posko dan dapur umum, seperti kompor industri dan rumah tangga, tabung LPG, dandang dan wajan berukuran besar, serta perlengkapan masak lainnya guna memastikan kebutuhan pangan para pengungsi dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

    Selain bantuan logistik, PGN juga mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui penyediaan suplai air bersih 10.000 liter per hari ke beberapa posko, dapur umum dan ke RSUD Tamiang. Beberapa posko diantaranya yaitu posko kebakaran, posko longsor, Posko Sidodadi dan Posko Sungai Liput. PGN juga menyediakan fasilitas mini Water Treatment Plant (WTP) di Pangkalan Brandan dengan kapasitas 2000 liter/jam untuk kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.

    PGN juga berhasil menembus salah satu desa yang putus akses dan akses terbatas di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh untuk menyalurkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras 1.250 kg, gula 250 kg, 250 makanan siap makan, 75 minyak goreng kemasan 5 liter, 50 dus mie, telur 20 papan, 250 sarden kemasan besar, 150 dus mie instan, bumbu masak, serta perlengkapan penting lainnya seperti obat-obatan, vitamin, salep dan popok bayi.

    Penyaluran bantuan yang berkelanjutan oleh PGN merupakan wujud kolaborasi nyata dengan Pertamina serta seluruh Anak Perusahaan Subholding Gas Pertamina dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. PGN juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat setempat yang turut membantu dalam mengangkut bantuan dan memastikan bantuan tersebut dapat diterima dengan selamat.

    Dalam penyaluran bantuan, PGN bersama Pertamina Peduli terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah setempat, serta perangkat desa untuk menyalurkan bantuan secara langsung dan memetakan titik-titik lokasi yang paling membutuhkan bantuan. Relawan internal perusahaan juga bekerja sama dengan relawan di lokasi guna membantu proses distribusi bantuan.

  • Pascabencana, Pertamina Gelar Operasi Pasar Lebih Dari 20 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Aceh

    Pascabencana, Pertamina Gelar Operasi Pasar Lebih Dari 20 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Aceh

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melaksanakan Operasi Pasar LPG 3 kilogram (Kg) ke beberapa titik di Provinsi Aceh, mulai dari Banda Aceh, Aceh Besar, bahkan hingga Aceh Tamiang dan wilayah-wilayah lain. Operasi Pasar telah dilakukan sejak 6 hingga 18 Desember 2025, dan secara akumulasi distribusinya mencapai lebih dari 20 ribu tabung LPG 3 Kg. Operasi Pasar merupakan upaya Pertamina, bersama dengan Pemerintah Daerah setempat, untuk menjangkau seluruh masyarakat dan upaya pemerataan pasokan LPG.

     

    “Pertamina berterima kasih kepada Pemda yang telah mendukung dari proses operasi pasar sejak pertama yakni tanggal 6 hingga 18 Desember, telah mengawal langsung menjangkau puluhan titik di Banda Aceh dan Aceh Besar,” jelas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw.

     

    Dengan Operasi Pasar, Fahrougi menjelaskan, diharapkan secara perlahan juga dapat meredakan panic buying dari masyarakat dan mencegah spekulan yang memanfaatkan momentum ini untuk mencari profit lebih, melakukan penimbunan LPG, serta memanfaatkan kesempatan yang tidak baik lainnya.

     

    Salah satu Operasi Pasar dilakukan di wilayah Kantor Bupati Aceh Tamiang, Rabu (17/12).

    Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menegaskan Pertamina hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk energi tetap terpenuhi di tengah situasi darurat pascabencana.

    “Kami melakukan berbagai upaya agar masyarakat dapat mengakses energi, termasuk LPG bersubsidi dengan harga yang terjangkau dan sesuai ketentuan, sekaligus mendukung percepatan pemulihan distribusi energi di wilayah terdampak bencana,” jelasnya.

    Pada Operasi Pasar tersebut, Pertamina menyediakan 560 tabung LPG 3 Kg dengan harga sebesar Rp18.000 per tabung, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah Aceh Tamiang.

    “Kami berkomitmen mendukung pemulihan pascabencana di Aceh melalui berbagai langkah, salah satunya dengan pelaksanaan operasi pasar LPG 3 Kg. Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran LPG bersubsidi dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan,” jelas Arya

    Kegiatan operasi pasar ini mendapat sambutan antusias dari warga. Salah seorang warga Aceh Tamiang, Indra mengaku bersyukur karena bisa mendapatkan harga elpiji 3 kg dengan harga resmi. “Biasanya saat banjir harga gas bisa mencapai Rp50 ribu ke atas. Alhamdulillah saat operasi pasar ini harganya LPG 3 kg hanya Rp18 ribu per tabung. Terima kasih kepada Pertamina, semoga selalu berkah dan elpiji dengan harga terjangkau ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” kata Indra.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait guna memastikan distribusi LPG berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi pascabencana di Aceh.

    Operasi Pasar merupakan upaya Pertamina untuk meringankan beban masyarakat, sekaligus wujud kehadiran keluarga besar BUMN Peduli untuk bergerak cepat dan bekerja bersama masyarakat memastikan bantuan tepat sasaran.

  • BPH Migas Tinjau Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Pasokan BBM Terjaga 

    BPH Migas Tinjau Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Pasokan BBM Terjaga 

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meninjau langsung kondisi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan energi tetap berjalan normal di kawasan terdampak maupun sekitarnya.

    Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho yang melakukan kunjungan lapangan mengatakan bahwa peninjauan difokuskan pada wilayah yang berdekatan dengan lokasi bencana guna mengantisipasi potensi gangguan suplai.

    “Kunjungan kami ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Sigli, Kabupaten Pidie hari ini untuk memastikan SPBU di wilayah sekitar bencana berjalan dengan normal dan tidak ada antrian. Artinya stok dan penyaluran BBM berada pada status aman dan lancar. Ini bukti bahwa Pemerintah bersama Pertamina hadir tidak hanya di daerah bencana, tapi juga di daerah sekitar bencana,” ungkapnya, Rabu (17/12/2025).

    Fathul juga meninjau fasilitas penyaluran BBM di Kabupaten Pidie Jaya yang berada relatif dekat dengan pusat banjir. Memastikan aktivitas pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan normal.

    “SPBU 14.241.483 adalah SPBU yang berlokasi tepat 2 kilometer dari pusat bencana di Kabupaten Pidie Jaya. Saat ini SPBU sudah beroperasional dengan normal dan tidak ada antrian. Ini sesuai dengan instruksi dari Presiden Republik Indonesia dan juga arahan dari Menteri ESDM untuk Pemerintah Pusat hadir turun ke lapangan memastikan ketersediaan pasokan dan distribusi BBM berjalan dengan lancar di wilayah terdampak bencana,” ujarnya.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi menjelaskan Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kelancaran pasokan energi di wilayah terdampak bencana. Distribusi BBM terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

    “Situasinya saat ini, untuk wilayah Kabupaten Pidie Jaya suplai BBM sudah berangsur normal. Untuk beberapa wilayah lainnya yang terdampak bencana, kami akan terus berupaya dan memastikan suplai BBM untuk wilayah tersebut”, tuturnya.

    Senada dengan hal tersebut, Corsec Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terlibat langsung dan berperan dalam pemulihan lokasi bencana, khususnya di wilayah Aceh.

    “Pertamina Patra Niaga mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk skema distribusi alternatif melalui jalur darat, laut dan udara, untuk memastikan pasokan BBM dan LPG terpenuhi. Penggunaan moda alternatif seperti kendaraan angkutan perahu, kendaraan bak terbuka, pesawat perintis, helikopter hingga air tractor digunakan sebagai komitmen Pertamina Patra Niaga memasok energi untuk pemulihan wilayah Aceh”, tutup Roberth.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Lanjutkan Penyaluran BBM ke Bireuen Pasca Dibukanya Jembatan Teupin Mane

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Lanjutkan Penyaluran BBM ke Bireuen Pasca Dibukanya Jembatan Teupin Mane

    SUARAPUBLIK.ID, BIREUEN – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan bahwa penyaluran BBM menggunakan mobil tangki ke wilayah setelah Jembatan Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, pada pagi hari ini berjalan dengan lancar. Mobil tangki berhasil melintasi Jembatan Teupin Mane yang sebelumnya mengalami perbaikan berkelanjutan dan kini telah kembali dibuka untuk dilalui.

    Jembatan Teupin Mane merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah dan Takengon. Untuk menuju wilayah Bener Meriah dan Takengon, terdapat beberapa jembatan yang harus dilalui, dan Jembatan Teupin Mane menjadi salah satu jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi energi.

    Pasca dibukanya jembatan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah berhasil menyalurkan BBM ke Pertashop KM 10 Teupin Mane. Sementara itu, penyaluran BBM ke Pertashop KM 31 Suka Tani dan Pertashop KM 50 Blang Rakal akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi akses jalan serta kesiapan operasional di lapangan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa terbukanya kembali akses jalan menjadi faktor penting dalam dimulainya kembali distribusi energi ke wilayah tersebut.

    “Dengan telah dibukanya Jembatan Teupin Mane, mobil tangki kini dapat melintas sehingga distribusi BBM ke beberapa Pertashop di Kabupaten Bieruen dapat kembali didistribusikan secara bertahap. Kami terus memantau kondisi jalur distribusi untuk memastikan penyaluran berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat dan akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan distribusi energi berjalan optimal sesuai dengan kondisi lapangan.

  • Pertamina Patra Niaga Salurkan 360 Ton Elpiji untuk 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh

    Pertamina Patra Niaga Salurkan 360 Ton Elpiji untuk 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Pascabencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pola suplai dan distribusi energi mengalami tantangan akibat akses jalan yang terputus. PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen menjaga pasokan energi, khususnya elpiji, meskipun hingga saat ini akses darat dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh masih dalam tahap perbaikan.

    Sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi, Pertamina melakukan pengiriman elpiji melalui jalur laut dengan menyeberangkan mobil tangki LPG (skid tank) dari Lhokseumawe ke Banda Aceh.

    “Dalam kondisi pascabencana, Pertamina Patra Niaga melakukan pengiriman elpiji dari Lhokseumawe ke Banda Aceh melalui moda laut dengan menggunakan dua kapal, yakni Kapal Wira Loewisa dan Kapal Aceh Hebat 2, yang membawa total 24 unit skid tank,” ujar Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Sunardi, pada Selasa (16/12).

    Sunardi menjelaskan, Kapal Wira Loewisa mengangkut 16 unit skid tank dan Kapal Aceh Hebat 2 mengangkut 8 unit skid tank, sehingga total sebanyak 24 skid tank telah dikirimkan. Setiap skid tank memiliki kapasitas muatan sekitar 15 metrik ton LPG.

    “Dengan total 24 skid tank berkapasitas masing-masing 15 metrik ton, maka elpiji yang dikirimkan mencapai sekitar 360 ton. Saat ini kami terus melakukan skema Ro-Ro (Roll On-Roll Off) dari Lhokseumawe ke Banda Aceh untuk segera didistribusikan ke 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh,” jelasnya.

    Sebanyak 360 ton LPG tersebut nantinya akan didistribusikan dalam bentuk tabung-tabung elpiji, dengan jumlah lebih dari 30 ribu tabung LPG subsidi subsidi 3 kilogram (kg) dan LPG non subsidi 12 kg, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Aceh.

    Sunardi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan elpiji. Pasokan sebesar 360 ton tersebut diharapkan dapat mengamankan kebutuhan elpiji masyarakat untuk beberapa hari ke depan.

    “Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi elpiji guna memenuhi kebutuhan harian masyarakat, khususnya di wilayah terdampak pascabencana,” tambah Sunardi.

    Lebih lanjut, Sunardi berharap agar akses jalan yang menghubungkan Lhokseumawe dan Banda Aceh dapat segera pulih sehingga pola distribusi elpiji dapat kembali normal.

    “Apabila sarana dan prasarana jalan telah sepenuhnya pulih, kami memastikan penyaluran elpiji kepada masyarakat, khususnya di 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, dapat berjalan lebih optimal,” tutup Sunardi.

    Pascabencana, jalur utama seperti Lhokseumawe–Bener Meriah serta jembatan penghubung Bireuen–Lhokseumawe belum dapat dilalui secara optimal, sehingga Pertamina mengimplementasikan jalur RAE (Regular, Alternatif, Emergency). Pada kondisi normal, jalur reguler distribusi LPG ke Banda Aceh disuplai dari Lhokseumawe melalui jalur darat.

    Namun kini, distribusi LPG dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh menggunakan skema distribusi alternatif. Untuk wilayah Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen, pasokan LPG dialihkan dengan menyeberangkan armada skid tank menggunakan kapal laut dari Integrated Terminal Lhokseumawe menuju Fuel Terminal Krueng Raya, Banda Aceh. Dari titik tersebut, LPG kembali disalurkan melalui jalur darat ke wilayah sekitar.

    Sementara itu, distribusi BBM dan LPG ke Aceh Timur dan Langsa masih dapat dilakukan melalui jalur darat karena akses dari sisi timur Aceh, khususnya dari Aceh Tamiang menuju Lhokseumawe, masih dapat dilalui.

    Pertamina Patra Niaga juga mengerahkan pengiriman LPG menggunakan helikopter dengan metode sling load dari Lhokseumawe menuju Bener Meriah. Selain itu, perusahaan menerapkan skema Alternative Emergency dengan memanfaatkan kapal Ro-Ro untuk membantu pengiriman skid tank LPG ke Banda Aceh.

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Pemda Hadirkan Operasi Pasar LPG 3 Kg untuk Masyarakat Aceh

    Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Pemda Hadirkan Operasi Pasar LPG 3 Kg untuk Masyarakat Aceh

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Pemerintah Daerah bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menghadirkan operasi pasar LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Provinsi Aceh sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan energi pascabencana.

    Operasi pasar LPG 3 Kg di Provinsi Aceh dilaksanakan selama periode 6 hingga 15 Desember 2025, dengan total penyaluran mencapai 14.560 tabung LPG 3 Kg. Penyaluran tersebut tersebar di Kota Banda Aceh sebanyak 7.200 tabung dan Kabupaten Aceh Besar sebanyak 7.360 tabung, yang dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

    Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketersediaan LPG 3 Kg agar tetap dapat diakses masyarakat dengan harga sesuai ketentuan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam.

    Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi tersebut.

    “Kami mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Daerah dan Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan operasi pasar LPG 3 Kg ini. Langkah ini sangat membantu masyarakat Banda Aceh pascabencana, terutama untuk memastikan kebutuhan LPG rumah tangga tetap terpenuhi,” ujar Afdhal.

    Dari sisi masyarakat, Ani, seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) di Banda Aceh, mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar LPG 3 Kg.

    “Alhamdulillah, operasi pasar ini sangat membantu kami. Setelah bencana kemarin, LPG cukup sulit didapat. Sekarang kami bisa membeli LPG 3 Kg dengan harga sesuai ketentuan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ani.

    Hal senada disampaikan Nurhayati, seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh.

    “Dengan adanya operasi pasar ini, kami merasa lebih tenang. Setidaknya kebutuhan memasak di rumah bisa tetap terpenuhi tanpa harus mencari ke banyak tempat,” ujarnya.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung pemulihan pascabencana di Aceh.

    “Pertamina Patra Niaga berkomitmen mendukung pemulihan pascabencana di Aceh melalui berbagai langkah, salah satunya dengan pelaksanaan operasi pasar LPG 3 Kg. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran LPG bersubsidi dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan,” jelas Fahrougi.

    Sebagai informasi, pasokan LPG ke wilayah Banda Aceh sebelumnya menghadapi tantangan akibat terputusnya jalur darat dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh pascabencana. Menyikapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai langkah pengamanan pasokan, antara lain mengalihkan distribusi melalui jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro, melakukan penyesuaian skema distribusi alternatif, serta mengoptimalkan dukungan sarana distribusi dari wilayah lain agar pasokan LPG ke masyarakat tetap terjaga.

    Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli LPG 3 Kg sesuai kebutuhan. Informasi lebih lanjut terkait layanan dan distribusi energi dapat diperoleh melalui Contact Center Pertamina 135.

  • Pertamina Hadirkan Listrik Tenaga Surya, Terangi Tenda Pengungsi Aceh Tamiang

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – PT Pertamina (Persero) menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah titik posko pengungsi di wilayah Aceh Tamiang. Tujuh paket PLTS masing-masing unit berkapasitas 590 Wp (Watt peak), inverter 1.000 Wp (Watt peak), baterai 2.000 Wh (Watt hour) serta tujuh paket Solar LED 40 watt yang didatangkan langsung dari Jakarta. Pemasangan instalasi PLTS melibatkan teknisi Perwira Pertamina Peduli yang merakit beberapa komponen PLTS, hingga listrik bisa menerangi tenda pengungsian.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, bantuan PLTS tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). PLTS mulai menerangi posko pengungsian Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, sejak Sabtu (13/12).

    “Program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Pertamina menyalurkan bantuan PLTS ini guna mendukung pemulihan kondisi darurat pascabencana,” jelas Baron.

    Baron menambahkan, hadirnya PLTS di pengungsian sangat membantu pengungsi dan relawan terutama untuk penerangan aktivitas di malam hari, sekaligus sebagai sarana untuk menambah daya baterai telepon seluler sebagai sarana komunikasi utama. Setiap unit PLTS dapat menyala selama 8 jam per hari.

    Relawan Pertamina Peduli M. Abassi Ali Bilhadj yang akrab disapa Billy mengatakan, proses perakitan PLTS berlangsung selama 2 jam, dan setelah diuji coba langsung menyala. “Terharu sekali, di tengah penghematan pemanfaatan BBM untuk genset. Hadirnya PLTS ini sangat membantu pengungsi sehingga bisa melaksanakan aktivitas ibadah dan kegiatan membaca buku untuk anak – anak di malam hari dengan tenang. PLTS ini ibarat cahaya harapan di tenda pengungsian,“ kata Billy.

    Hingga dua pekan pascabanjir bandang, daerah Aceh Tamiang masih terisolir. Sebagian besar wilayah ini hanya mampu diakses dengan berjalan kaki, dan beberapa bisa dengan kendaraan roda dua. Hal itu menyebabkan bantuan sulit menjangkau warga Aceh Tamiang. Tidak hanya makanan, listrik padam, dan air bersih pun juga sulit didapatkan. Relawan Pertamina Peduli berupaya hadir di tengah Aceh Tamiang, memberikan pasokan BBM, LPG, bahkan kelistrikan dengan solar panel, hingga bantuan kesehatan, sanitasi dan air bersih, serta bantuan kebutuhan hidup lainnya.

    Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi https://www.danantaraindonesia.co.id/.

  • Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Aceh Tamiang

    Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Aceh Tamiang

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Telkomsel memastikan percepatan pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir November lalu. Hingga saat ini, sebanyak 21 site Telkomsel di Aceh Tamiang telah berhasil dipulihkan, sementara 67 site lainnya tengah menjalani percepatan pemulihan secara bertahap. Selain itu, Telkomsel juga turut menyalurkan bantuan sosial di berbagai posko bencana yang ada di wiayah terdampak.

    VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel – Nugroho A. Wibowo, menjelaskan bahwa sebagian besar perangkat jaringan sebenarnya sudah kembali berfungsi, namun operasional site sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik di lapangan. “Secara teknis, banyak perangkat jaringan yang sudah kami pulihkan dan siap beroperasi. Namun site baru dapat hidup sepenuhnya apabila pasokan catu daya memadai. Saat ini di beberapa titik, pasokan listrik masih belum stabil, sehingga mempengaruhi proses normalisasi layanan. Kami terus berkoordinasi dengan PLN, pemerintah daerah, dan mitra strategis agar pemulihan bisa dipercepat,” ujar Nugroho.

    Selain pemulihan di Aceh Tamiang, Telkomsel juga terus mempercepat pemulihan jaringan di seluruh wilayah Provinsi Aceh. Hingga saat ini Telkomsel telah berhasil memulihkan sekitar 1500 site atau lebih dari 80% dari total site yang terdampak bencana di Aceh, dimana site tersebut juga membutuhkan dukungan suplai catu daya dari PLN. Upaya pemulihan di Provinsi Sumatera Utara juga terus berlangsung, di mana Telkomsel telah berhasil memulihkan 1030 site atau sekitar 97% dari total perangkat yang terdampak. Sementara itu, di wilayah provinsi Sumatera Barat sendiri Telkomsel telah berhasil memulihkan 98% site terdampak bencana.

    *Proses pemulihan ini dilakukan melalui berbagai langkah strategis, seperti:*

    1. mobilisasi perangkat mobile BTS,

    2. penambahan genset untuk suplai catu daya,

    3. pengalihan rute backbone dan penguatan jalur transmisi,

    4. hingga peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah, dan mitra strategis lainnya di lapangan.

    Dalam situasi bencana, Telkomsel juga terus menjalankan peran sosialnya. Untuk membantu masyarakat terdampak, Telkomsel telah menyalurkan air bersih, pakaian layak pakai, dan sembako melalui posko-posko kemanusiaan dan pusat pengungsian, termasuk di wilayah Aceh Tamiang.

    “Kami memahami bahwa masa pemulihan adalah masa yang penuh tantangan. Telkomsel berkomitmen untuk terus bekerja keras agar layanan kembali normal, sembari memberikan dukungan kemanusiaan agar masyarakat dapat segera bangkit. Bersama-sama, kita akan melewati masa sulit ini dan kembali bangkit menatap masa depan dengan optimisme,” ujar Nugroho.

  • PLN UPT Palembang Berangkatkan Tim Bantuan Recovery untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar, Wujud Komitmen Listrik untuk Rakyat

    PLN UPT Palembang Berangkatkan Tim Bantuan Recovery untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar, Wujud Komitmen Listrik untuk Rakyat

    SUARAPUBLIKK.ID, ACEH – PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palembang resmi memberangkatkan Tim Bantuan Recovery untuk mendukung percepatan pemulihan sistem kelistrikan di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan energi listrik bagi masyarakat di Sistem Kelistrikan Sumatera Bagian Utara.

    Tim tersebut terlibat langsung dalam pemulihan jaringan transmisi serta infrastruktur kelistrikan yang terdampak bencana, dengan fokus pada percepatan penormalan pasokan untuk masyarakat, fasilitas pelayanan publik, dan sektor-sektor vital lainnya.

    Manager PLN UPT Palembang menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel terbaik beserta peralatan pendukung untuk memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan aman. “Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak. Tim kami berangkat dengan tekad kuat untuk membantu percepatan recovery di lapangan. Setiap pekerjaan dilakukan dengan standar keselamatan tertinggi serta koordinasi penuh dengan unit-unit terkait,” ujarnya.

    General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, memberikan apresiasi atas kesiapan dan sinergi seluruh unit PLN dalam menghadapi tantangan pemulihan kelistrikan di wilayah Sumatera Bagian Utara. “Soliditas seluruh unit menjadi kekuatan utama PLN. Upaya ini adalah wujud kehadiran PLN untuk masyarakat. Kami optimis pemulihan dapat dipercepat sehingga pasokan listrik kembali stabil. Semoga cuaca bersahabat dan seluruh proses berlangsung aman,” tegasnya.

    Dengan kolaborasi yang kuat dan semangat melayani, PLN terus bekerja untuk menjaga keandalan pasokan listrik demi mendukung aktivitas masyarakat serta mempercepat pemulihan kondisi di wilayah Sumatera Bagian Utara.

  • Pertamina Gerak Cepat Pasok LPG ke Daerah Bener Meriah gunakan metode Sling Load

    Pertamina Gerak Cepat Pasok LPG ke Daerah Bener Meriah gunakan metode Sling Load

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH — Pertamina untuk pertama kalinya melakukan metode pengiriman sling load menggunakan helikopter sebagai upaya mempercepat penyaluran LPG ke wilayah Bener Meriah yang akses daratnya terputus akibat bencana.

    Pengiriman Bright Gas 12 kg sebanyak 72 tabung dilakukan menggunakan metode sling load atau menggantungkan barang dengan kabel / sling pengaman, palet penyangga plastik, dan safety net, sudah dicek tingkat keamanannya dengan setiap tahapannya melalui pengecekan dan prosedur keselamatan yang ketat seperti diaturnya batas ketinggian terbang helikopter, panjang kbael / sling, hingga penyusunan LPG agar bantuan energi ini tiba dengan cepat, namun tetap aman bagi seluruh tim dan masyarakat yang menunggu di Bener Meriah.

    Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri didampingi Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyaksikan langsung proses pengiriman pertama LPG menggunakan sling load dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe. Hal ini menjadi semacam kado ulang tahun Pertamina ke 68, dan bentuk nyata komitmen agar energi bisa sampai lebih cepat kepada masyarakat Bener Meriah yang sedang menghadapi masa sulit.

    Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada TNI, BNPB, Polri dan Instansi terkait serta kepada Perwira Pertamina yang terus hadir di lokasi menyalurkan energi sekaligus melanjutkan tugas kemanusiaan yang sudah dijalankan sejak beberapa waktu yang lalu.

    “Kita telah menyerahkan bantuan kepada 164 posko dan membantu ketersediaan energi di 111 dapur umum, selain itu juga mendorong BBM, mendorong avtur, BBM untuk alat berat, agar supaya alat berat dapat berfungsi. Dengan demikian, dapat mempercepat pembangunan akses jalan yang terputus, sehingga semua wilayah dapat tersambung dan penyaluran logistik, kebutuhan-kebutuhan lainnya dapat lebih lancar. Di Lhoksumawe kita menyaksikan Perwira Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa energi tetap tersalurkan dan sampai ke saudara-saudara kita di Bener Meriah secepat dan seaman mungkin, apa pun tantangannya termasuk menggunakan helikopter dengan metode sling load pengiriman LPG.

    Langkah sinergi strategis ini sebagai Gerak Cepat Tindak Lanjut atas arahan Presiden pada saat Rapat Terbatas (Ratas) di Banda Aceh yang langsung dipimpin oleh Bapak Presiden Republik Indonesia, Parbowo Subianto pada Minggu, 7 Desember 2025,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan bahwa pengiriman ini juga merupakan bentuk kolaborasi erat dengan BNPB, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait bersama perwira Pertamina.

    “Di lapangan, kami tidak bekerja sendiri. Upaya mempercepat distribusi LPG ke Bener Meriah ini bisa terjadi karena gotong royong dan koordinasi yang kuat, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,’ ujarnya.”

    Pengiriman menggunakan helikopter Sikorsky S-61A yang lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Tepat satu jam kemudian, heli tiba di Bandara Malikussaleh dan langsung mengangkat paket pertama tanpa mendarat, demi mempercepat waktu tempuh menuju Bandara Rembele, Bener Meriah.

    Usai mengantarkan paket pertama, heli kembali lagi ke Malikussaleh untuk mengambil paket kedua, dan seterusnya paket ketiga untuk menutup rangkaian distribusi cepat melalui metode ini. Seluruh proses dijalankan tanpa jeda panjang, tanpa menunggu, karena setiap menit sangat berarti bagi masyarakat yang menantikan bantuan energi.

    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga menjelaskan total 72 tabung Bright Gas 12 kg, dikemas dalam tiga paket pengiriman. Setiap kemasan berisi 24 tabung yang siap didistribusikan untuk kebutuhan memasak dapur umum, posko pengungsian, dan warga di lokasi terdampak.

    “Setiap pengiriman tabung LPG disusun tegak atau vertical dengan valve menghadap keatas dan diatas palet yang dilengkapi cargo net agar stabil saat handling dan landing. Pengiriman dengan metode sling load ini telah kami koordinasikan dan dianalisa oleh BNPB dan HSE Pertamina tingkat keamanannya”, ujar Roberth.

    Pertamina telah melakukan pengiriman BBM maupun LPG melalui berbagai moda udara sejak tanggal 3 desember seperti pesawat perintis, pesawat hercules, namun untuk penggunaan helikopter dengan metode sling load baru kali ini dilakukan.

    “Kami akan melalukan segala cara termasuk dengan berbagai moda udara untuk membawa energi yang dapat menghidupkan dapur umum, menghangatkan makanan, dan membantu aktivitas kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan”, tutupnya.

  • Pertamina Patra Niaga Bagikan Bantuan Kesehatan untuk Masyarakat serta Operator SPBU di Aceh Tamiang

    Pertamina Patra Niaga Bagikan Bantuan Kesehatan untuk Masyarakat serta Operator SPBU di Aceh Tamiang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepedulian dan semangat untuk saling menjaga terus dihadirkan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bagi masyarakat Aceh Tamiang yang masih merasakan dampak banjir. Hari ini, melalui tim Medical, melakukan layanan kesehatan bergerak dan membagikan bantuan medis kepada para operator SPBU, petugas keamanan, personel TNI, hingga para pelanggan SPBU yang melintas.

    Kegiatan ini dilakukan di dua titik, yaitu SPBU 14.244.475 Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang dan SPBU 14.244.430

    Kejuruan Muda, Aceh Tamiang sebagai wilayah yang banyak menjadi tempat singgah masyarakat selama masa pemulihan banjir. Tim menyalurkan lebih dari 130 paket energy booster, mulai dari vitamin dewasa dan anak, biskuit, air mineral, hingga obat-obatan umum yang dibutuhkan masyarakat.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan setiap lokasi SPBU tersebut menerima sejumlah 65 paket energy booster, sehingga dukungan dapat tepat sasaran bagi mereka yang setiap hari tetap bekerja melayani publik.

    “Bantuan ini tidak hanya untuk menjaga stamina para operator SPBU dan petugas keamanan, namun juga sebagai bentuk dukungan moral bagi mereka yang tetap berdiri di garda depan layanan energi meski kondisi wilayah tengah diuji bencana,” ujarnya.

    Selain membagikan paket energy booster, tim juga mengirimkan perlengkapan medis dan kebutuhan dasar lainnya ke posko di Kantor Dukcapil Aceh Tamiang, dekat area Kantor Bupati.

    Fahrougi menambahkan multivitamin, biskuit, dan susu yang diberikan untuk para operator SPBU, petugas keamanan, hingga AMT. Harapannya sederhana untuk menjaga daya tahan tubuh mereka tetap kuat di tengah kondisi pasca banjir.

    “Kami berharap langkah ini dapat menjadi energi pemulihan bagi masyarakat Aceh Tamiang. Kebersamaan, kepedulian, dan kesehatan menjadi modal penting untuk bangkit bersama,” tutupnya.

  • Pertamina Patra Niaga Pastikan Kelancaran Pasokan, BBM dan LPG Dikirim via Udara ke Bener Meriah

    Pertamina Patra Niaga Pastikan Kelancaran Pasokan, BBM dan LPG Dikirim via Udara ke Bener Meriah

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Dalam upaya menjaga kelancaran penyaluran energi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Pertamina Patra Niaga kembali mengirimkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG menggunakan moda udara menuju Bandar Udara Rembele, Bener Meriah. Langkah ini ditempuh sebagai solusi atas terbatasnya akses darat akibat kondisi bencana yang masih menghambat mobilitas distribusi di sejumlah titik.

    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa setelah sebelumnya mengirimkan BBM melalui jalur udara, hari ini Pertamina Patra Niaga kembali menyalurkan energi ke wilayah tersebut, termasuk LPG Bright Gas 5,5 kg sebanyak 10 tabung yang diterbangkan menggunakan pesawat Casa TNI AL dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe.

    “Pertamina Patra Niaga terus memastikan distribusi energi berjalan lancar. Pada wilayah tertentu yang aksesnya terbatas, pengiriman melalui jalur udara menjadi opsi terbaik agar kebutuhan energi masyarakat dan fasilitas pelayanan tetap terjaga,” ujar Roberth.

    Sejak 3 Desember 2025, Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyaluran energi melalui moda udara. Pasokan tersebut mencakup BBM jenis gasoline Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo dengan total 2.800 liter, serta BBM jenis gasoil Pertamina Dex, Dexlite, dan BioSolar sebanyak 8.000 liter. Penyaluran ini diprioritaskan untuk memastikan operasional layanan publik, kendaraan logistik, dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di wilayah yang masih terisolasi dan belum dapat dilalui mobil tangki.

    Sejalan dengan upaya menjaga kelancaran pasokan energi, Pertamina Patra Niaga juga menyalurkan berbagai bantuan logistik sejak 3 Desember 2025 untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Bantuan ini meliputi kebutuhan pangan seperti 490 kilogram beras, 78 kardus mie instan, 54 kardus air mineral, dan 100 kardus biskuit. Pertamina juga mendistribusikan dukungan kesehatan berupa 70 kardus masker, obat-obatan, dan vitamin. Sementara itu, kebutuhan harian masyarakat turut dipenuhi melalui penyaluran 100 selimut, 100 handuk, serta 10 lampu emergency, ditambah 1 unit genset untuk mendukung operasional posko dan fasilitas pelayanan publik yang terdampak. Seluruh bantuan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa upaya pemenuhan energi dan dukungan logistik akan terus dilanjutkan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

    “Kami memastikan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari otoritas bandara, pemerintah daerah, TNI dan Kepolisian, hingga mitra distribusi, agar pasokan energi dan bantuan logistik dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat. Pertamina Patra Niaga hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan terbaik,” tutupnya

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Tambahkan Posko Bantuan Melalui Posko Hub Pertamina Peduli di Medan dan Banda Aceh

    Pertamina Patra Niaga Sumbagut Tambahkan Posko Bantuan Melalui Posko Hub Pertamina Peduli di Medan dan Banda Aceh

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) kembali menambahkan posko bantuan melalui Posko Hub Pertamina Peduli di Kantor Region Medan dan Kantor Cabang Banda Aceh sebagai pusat koordinasi dan transit bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Sebelumnya Pertamina telah memiliki Posko bantuan dan relawan di Lhoksumawe Pertamina Arun Gas (PAG) untuk penyaluran wilayah terdampak Aceh, Pangkalan Brandan untuk penyaluran di Sumatera Utara, dan Kantor Cabang Sumatera Barat Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk penyaluran di Sumatera Barat.

    Posko hub Pertamina Peduli Medan dan Aceh didirikan untuk pengumpulan seluruh bantuan yang dihimpun dari Pertamina Group maupun lembaga eksternal dapat segera disalurkan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

    Melalui tambahan dua Posko Hub ini, proses penyaluran bantuan dilakukan secara terstruktur, mulai dari pengadaan barang kebutuhan darurat, penerimaan bantuan dari berbagai pihak, hingga penyortiran dan distribusi ke titik-titik terdampak. Koordinasi dilakukan secara intensif dengan posko penyaluran di lapangan serta lembaga kemanusiaan agar seluruh bantuan yang masuk dapat dimobilisasi tanpa hambatan.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Sunardi, menyampaikan bahwa aktivasi Posko Hub ini merupakan langkah operasional untuk mempercepat arus bantuan dari Pertamina Group. “Fokus kami adalah memastikan bantuan yang telah terkumpul segera bergerak ke wilayah-wilayah terdampak. Dengan Posko Hub di Medan dan Banda Aceh, proses ini menjadi lebih terkonsolidasi dan efisien,” ujar Sunardi.

    Untuk memastikan kebutuhan logistik dapat ditangani dengan cepat, Pertamina menyediakan hotline koordinasi yang dapat diakses instansi pemerintah, lembaga kemanusiaan, maupun pihak lain yang membutuhkan dukungan:

    – Posko Aceh (Kantor Cabang Banda Aceh): 0811-6060-2020

    – Posko Sumut (Kantor Region Medan): 0811-6060-2525

    Dengan mekanisme koordinasi melalui dua Posko Hub ini, Pertamina berharap seluruh bantuan dapat bergerak lebih cepat, merata, dan sesuai kebutuhan di lapangan. Pertamina Patra Niaga Sumbagut akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, lembaga sosial, serta relawan dalam mendukung percepatan pemulihan di Aceh.

  • Pertamina Salurkan Air Bersih Siap Minum bagi Warga Aceh Tamian

    Pertamina Salurkan Air Bersih Siap Minum bagi Warga Aceh Tamian

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – PT Pertamina (Persero) menyalurkan air bersih siap minum ke Aceh Tamiang. Sejak 5 Desember 2025, Pertamina Peduli bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Tamiang, Wanadri dan Gabungan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Kota Medan, telah menyalurkan 45.000 liter air siap minum ke sejumlah titik padat penduduk yang terdampak bencana cukup berat dan jarang tersentuh bantuan, seperti Desa Pahlawan, Kampung Durian, dan Lapas Kampung Dalam.

    Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Peduli

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan, Pertamina berupaya merespons kebutuhan masyarakat, tak hanya terkait energi namun juga bantuan kemanusiaan yang saat ini mendesak untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga terdampak bencana.

    “Pertamina mengerahkan seluruh sumber daya dan personel untuk mendukung kegiatan di wilayah terdampak. Kami juga mengapresiasi berbagai pihak, yang bantu membantu sehingga air bersih bisa tiba di Aceh Tamiang,” jelas Baron.

    Salah satu Relawan Pertamina Peduli dari Technical Planning Manager JOB Pertamina–Medco Simenggaris Subholding Upstream Pertamina, Neni Herawati menjelaskan, pengiriman air bersih ke Aceh Tamiang rencananya dilakukan pada 4 Desember, namun tertunda karena akses jalan masih terputus dan sulit dilalui. Suplai air berasal dari wilayah Berastagi, Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara yang berjarak sekitar 190 kilometer.

    “Mobilisasi air bersih terhambat karena akses jalan terputus, sehingga armada truk pengangkut air mencari jalan alternatif atau menunggu air surut. Tantangan lain adalah kapasitas angkut mobil air yang terbatas, namun karena air menjadi kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak, Pertamina berkomitmen untuk terus menyalurkan air bersih setiap hari,” ujar Neni.

    Menurutnya, program ini akan terus berlanjut hingga sumber air sumur masyarakat kembali normal, layanan air beroperasi atau Water Treatment Plant (WTP) dapat dipasang untuk memproduksi air bersih di beberapa titik.

    Di tengah kelangkaan air bersih di Kota Tamiang, keberhasilan penyaluran bantuan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.

    “Berkat dukungan rekan-rekan Wanadri dan Gabungan Mapala Medan, akses menuju lokasi-lokasi sulit dapat kami tembus sehingga air bersih siap minum dapat tersalurkan kepada masyarakat. Kami telah berencana memproduksi air bersih melalui WTP, sehingga masyarakat bisa memiliki beberapa titik pasokan air yang lebih stabil,” tambah Neni.

    Jika ketersediaan armada truk pengangkut air bertambah, lanjutnya, Pertamina Peduli akan meningkatkan volume distribusi termasuk untuk mendukung kebutuhan RSUD dan Puskesmas di wilayah terdampak di Aceh Tamiang.

    Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes., Sp.DLP, menambahkan bahwa bantuan ini sangat penting bagi keselamatan warga.

    “Masyarakat di sini benar-benar kesulitan air minum. Banyak yang selama ini bertahan hidup dengan menggunakan air hujan atau menyaring air genangan seadanya. Sepanjang proses pengisian air bersih, warga terus mendoakan dan berterima kasih kepada Pertamina, Wanadri dan seluruh relawan,” ujarnya.

    Selain dalam pengadaan air bersih, Pertamina juga menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Aceh Tamiang dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan.

    “Pertamina telah berkomitmen membantu proses pemulihan Kota Aceh Tamiang, termasuk reactivasi beberapa Puskesmas. Hari ini tim mulai melakukan survei untuk menentukan Puskesmas yang akan dibersihkan dan diaktifkan kembali dalam waktu dekat,” jelas Neni.

  • Percepat Pemulihan Distribusi Energi di Aceh, Dirut Pertamina Tinjau Titik Suplai dan Posko Penanganan Bencana

    Percepat Pemulihan Distribusi Energi di Aceh, Dirut Pertamina Tinjau Titik Suplai dan Posko Penanganan Bencana

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Direktur Utama Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik vital pemulihan layanan energi di Aceh sebagai respons pascabencana bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Didampingi oleh Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, ke Fuel Terminal (FT) Krueng Raya dan Posko Terpadu Bencana Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda.

    Dalam laporannya kepada Presiden RI, Simon menegaskan bahwa Pertamina bergerak cepat memulihkan distribusi energi di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    “Untuk percepatan distribusi BBM dan LPG, kami selalu dalam koordinasi, khususnya dengan dukungan penuh Menteri ESDM. SPBU sudah sebagian besar diperbaiki dan kami maksimalkan beroperasi 24 jam untuk mengurai antrian yang sempat panjang,” ujar Simon pada Minggu (07/12).

    Simon juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak untuk proses distribusi energi, termasuk Kementerian ESDM, TNI dan Polri, serta Pemda, BNPB dan lembaga lainnya.

    Di Pelabuhan Malahayati, Simon memantau kedatangan bantuan Skid Tank LPG yang akan memperlancar kebutuhan kebutuhan dasar rumah tangga masyarakat maupun kebutuhan dapur umum di lokasi pengungsian. Dua kapal telah mengirimkan tambahan suplai yakni Kapal Aceh Hebat II membawa 6 skid tank, dan Kapal Wira Loewisa yang juga membawa 6 skid tank.

    Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan bahwa pemulihan layanan energi menjadi prioritas utama Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga pascabencana di Sumatera. Eko Ricky menjelaskan meski menghadapi sejumlah tantangan dalam pendistribusian, namun berbagai langkah percepatan telah dilakukan untuk memastikan energi tetap mengalir ke masyarakat.

    “Sejak bencana melanda wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga terus berupaya menyalurkan BBM dan LPG kepada masyarakat yang terdampak. Kondisi di lapangan memang tidak mudah, beberapa wilayah masih terisolir, namun kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk terus membuka akses agar energi dapat menjangkau masyarakat,” Eko Ricky.

    Eko Ricky menyampaikan bahwa salah satu capaian penting dalam dua hari terakhir adalah kembalinya suplai BBM ke Gayo Lues, yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan akses jalan. “Pembukaan suplai ke Gayo Lues menjadi momentum penting dalam upaya pemulihan. Ini membuka jalan bagi percepatan distribusi ke daerah lain yang masih terkendala akses, seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah,” jelas Eko.

    Di sisi lain, SPBU yang terdampak banjir dan logsor kini mulai memasuki proses inspeksi teknis, pemulihan fasilitas, dan penataan kembali operasional.

    “Kami menargetkan satu hingga dua minggu ke depan seluruh SPBU dapat kembali melayani masyarakat secara penuh. Pemulihan dilakukan menyeluruh agar kualitas layanan dan keselamatan tetap terjaga,” sebut Eko.

  • Ratas Bersama Presiden, Pertamina Laporkan Percepatan Distribusi Energi di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

    Ratas Bersama Presiden, Pertamina Laporkan Percepatan Distribusi Energi di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, ACEH – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, memimpin Rapat Kabinet Terbatas untuk percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana Sumatera. Rapat terbatas dilaksanakan, Minggu 7 Desember 2025, di Aceh.

    Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, melaporkan sejumlah langkah strategis Pertamina untuk mengupayakan kelancaran pasokan BBM dan LPG di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Rapat kabinet yang berlangsung di Lanud Iskandar Muda, turut dihadiri oleh Menteri-Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, serta Gubernur Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai bagian dari koordinasi nasional dalam percepatan penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak bencana.

    Dalam laporannya, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menjelaskan, Pertamina bergerak cepat melakukan pemulihan layanan energi di lapangan.

    “Untuk percepatan distribusi BBM dan LPG, kami selalu dalam koordinasi dan tentunya disupport Menteri ESDM yang luar biasa. Untuk SPBU sudah sebagian besar kita perbaiki. SPBU kita maksimalkan beroperasi 24 jam, supaya mengurai antrean yang beberapa waktu lalu cukup panjang,” kata Simon.

    Pertamina juga menambah jumlah petugas layanan di SPBU, termasuk mendapatkan dukungan personel dari TNI dan Polri.

    “Dalam tiga sampai empat hari lalu, dapat support yang besar TNI dan Polri. Dimana sebagian dari (personil) TNI dan Polri ikut membantu pengisian BBM bagi masyarakat,” jelasnya.

    Simon menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pendistribusian energi di beberapa daerah yang masih terisolasi dan masih sulit dijangkau.

    “Contohnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, dimana beberapa waktu lalu kami sewa pesawat perintis untuk mengirimkan solar untuk alat-alat berat dan kami juga akan mengirim dengan Hercules yang volumenya lebih besar,” ungkap Simon.

    Upaya lain yang dilakukan yakni mendukung operasional alat berat tetap beroperasi dalam membuka akses jalan, evakuasi warga, serta percepatan pengiriman bantuan logistik.

    Selain BBM, Pertamina juga menyiapkan mekanisme khusus untuk menyuplai LPG ke wilayah terisolir.

    “Kami juga berkoordinasi untuk pengiriman (LPG) di daerah-daerah terdampak. Dan yang akan kami lakukan dalam waktu dekat menggunakan sling load untuk pengiriman LPG dengan tetap memperhatikan aspek safety,”tandas Simon.

    Pertamina mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak untuk proses distribusi energi, termasuk Kementerian ESDM, TNI dan Polri, serta Pemda, BNPB dan lembaga lainnya.

    Pertamina terus memberikan dukungan pemulihan infrastruktur energi agar distribusi BBM dan gas elpiji di daerah yang terdampak bencana dapat kembali normal.

    Hingga 7 Desember 2025, di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumur dan Sumbar Pertamina telah mengoperasikan 688 SPBU atau 98% telah beroperasi.

    Selain itu, Pertamina Grup bergerak cepat membantu korban bencana dengan menyalurkan bantuan tanggap kebencanaan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sejak 28 November 2025, dalam beberapa tahap.

    Upaya pendistribusian energi dan bantuan kemanusiaan dilakukan melalui jalur darat, laut dan udara, hingga 7 Desember 2025 tercatat bantuan Pertamina Peduli telah menyentuh hingga 77.794 jiwa.

    Perseroan juga mendirikan 161 posko, membuka 111 dapur umum di sejumlah titik di lokasi terdampak.

    Tidak hanya itu, Pertamina juga menyalurkan dukungan energi berupa 275 tabung Bright Gas, 25 KL BBM jenis Dexlite, Pertamax dan Biosolar, serta 19,8 KL BBM Avtur. Total realisasi dan bantuan yang disalurkan Pertamina Grup untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebesar Rp5,3 miliar.

    Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi https://www.danantaraindonesia.co.id/.