oleh

Tukin dikabarkan akan cair 2019, begini tanggapan guru ASN kemenag non sertifkasi

SUARAPUBLIK,Jakarta: Setelah rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VIII dengan Kemenag RI pada 13 September 2018, Kementerian Agama memastikan tunjangan kinerja atau Tukin Guru dan Dosen untuk ASN di lingkungan Kemenag akan dibayarkan pada 2019 sesuai dengan tahapan proses yang sudah berjalan. Hal tersebut diungkapkan oleh Suyitno di sela-sela Press Conference GTK Madrasah, di gedung Ditjen Pendis Kemenag Jakarta 14/9.

Menaggapi hal itu, Mumu Muraj, Ketua Aliansi guru ASN kemenag non sertifkasi setelah mendengar hasil RDP DPR dengan Kemenag RI merasa optimis dan berharap pada penghujung 2018 ini bisa dibayarkan minimal yang on going.

Harapan ini juga dinanti oleh tenaga pendidikan di Purbalingga, “Yang kami butuhkan Tukin cair masuk ke rekening guru ASN Non Sertifikasi, “ ujar Ono sutresno, pengajar Madrasah di Purbalingga.

“Alhamdulillah, akhirnya usaha kami memperjuangkan pembayaran Tukin mendapatkan titik terang. Kami harap ada keseriusan dari pemerintah untuk merealisasikan pembayaran Tukin Guru ini secepatnya. Mengingat sudah hampir tiga tahun hak kami belum dipenuhi. Jika memungkinkan tahun 2018 ini Tukin bisa dibayarkan, setidaknya untuk tahun berjalan”. Ungkap Amir, guru madrasah di Tasikmalaya.

Senada dengan itu, M. Matondang, tenaga pengajar di Madrasah Sumatera Utara berpendapat, “Mengingat tingginya kebutuhan hidup dan sudah berlangsung 3 tahun sebaiknya yang on going diupayakan di sisa tahun 2018 ini. Ini juga sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Kemenag dalam masalah ini”.

Di tempat yang lain, M. Amin guru di provinsi Banten mengungkapkan alasan mengapa pembayaran Tunjangan Kinerja guru harus segera dibayarkan. “Kebutuhan hidup hari ini semakin berat. Tunjangan kinerja bagi kami guru PNS non sertifikasi dengan Take home pay terkecil di Kemenag sangat dibutuhkan, kenapa harus ditunda-tunda lagi. Apalagi jika melihat penyerapan anggaran tahun 2017 yang lalu yang tidak terserap sekitar 4 T, setidaknya bisa digeser untuk kebutuhan tukin kami”. Paparnya.

Alasan perlunya disegerakan pembayaran tukin diperkuat dengan pernyataan Palillah seorang guru di Natuna, wilayah perbatasan utara Indonesia. Menurutnya, dengan dibayarnya tukin guru non sertifikasi, semakin jelas keberadaan guru di sana dan sangat terbantu dengan keterbatasan sarana dan mahalnya harga barang dan transportasi di wilayah tersebut.

“2018 Cairkan Tukin Guru ASN Kemenag!”, Pekik Netia Murni, guru dari sumatera barat dengan mata berkaca-kaca. Keharuannya yang menyebabkan mata sayu guru cantik ini berbinar dan tak kuasa menahan lelehan air mata.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed