Technology

Rumor Soal Perombakan, Manajemen SFC Angkat Bicara

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Manajemen Sriwijaya FC akhirnya angkat bicara terkait maraknya rumor yang berkembang terkait isu yang menyatakan ketidak jelasan susunan dan asal usul manajemen klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini.

Plt. Direktur Utama PT Sriwijaya optimis Mandiri (SOM), Muddai Madang, mengungkapkan, pihaknya perlu meluruskan kabar yang beredar di media ataupun media sosial yang keliru mengenai SFC khususnya terkait sejarah berdirinya tim.

Muddai mengatakan, SFC didirikan pada bulan Oktober 2004 lewat usulan Bakti Setiawan, Sofyan Rebuin dan MC Baryadi kepada Pemda Sumatera Selatan yang saat itu gubernurnya adalah Syahrial Oesman.
“Saat itu, SFC belum dikelola secara profesional dengan ketergantungan dana yang besar pada Pemda. Namun sejak ada regulasi klub sepakbola tak boleh lagi menerima suntikan dana APBD pada tahun 2008 SFC dikelola oleh perusahaan berbadan hukum dan saat itu dibentuklah PT SOM,” ujar Muddai dalam keterangan pers nya di Palembang, Minggu (9/9/2018).

Wakil Ketua KOI inipun membeberkan peran Pemda yang tidak lagi aktif pasca manajemen berbentuk PT. Komisaris PT SOM sekaligus pendiri SFC, Bakti Setiawan, mengatakan, Pemda hanya membantu biaya sebesar Rp. 6 milyar pada proses pembelian Persijatim yang merupakan cikal bakal SFC.

“RP. 6 milyar itu diberikan lewat Yayasan Sekolah Sepak Bola Sriwijaya. Setelah ada regulasi itu, sebagian besar pendanaan menggunakan dana investor atau sponsor,” Jelasnya.

Terkait rumor yang menyebutkan bakal adanya perombakan manajemen saat pergantian kepala daerah di Sumatera Selatan, Muddai menegaskan, sebagai pengelola klub profesional manajemen SFC hanya tunduk pada keputusan pemegang saham.

“Kami akan selesaikan dulu persoalan internal. Kami tidak mau bawa masalah ke gubernur terpilih, gubernur merupakan dewan pembina seperti biasanya, makanya nanti kita akan melaporkan ke gubernur terpilih,”ungkapnya.

Muddai juga menambahkan, sebagai perusahaan profesional, tak ada kewajiban untuk melakukan perombakan manajemen semua akan berjalan seperti biasa.

“Yang pasti kita akan berkoodinasi dengan pemerintah daerah dengan Gubernur baru gang terpilih (H Herman Deru),” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *