oleh

Rangkaian Harla PW IPNU Sumsel Gelar Doa Bersama dan Santun Anak Yatim

SuaraPublik, Palembang.

Rangkaian Hari Lahir (Harla) PW IPNU Sumsel yang ke 67 tahun di mulai dengan doa Bersama dan santunan ayak – anak di yayasan panti asuhan. Sedangkan puncak harla akan dilakukan Bulan Maret mendatang.

Ketua PW IPNU Sumsel Arip Farawita menjelaskan jika doa bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang berasal dari rumah panti asuhan menjadi rangakaian kegiatan Harla PW IPNU ke 67 Tahun.

“Untuk santunan ada 20 anak panti asuhan yang di santunkan dengan sembako dan uang. Sedangkan puncak harla di laksanakan di bulan depan (Maret), dan harla IPP, dan pembukaan Lakmut IPNU dan IPP IPNU kota Palembang,” kata Arip.

Lanjut Arip, Harla PW IPNU Maret nanti akan membawa tema transformasi pejalar untuk peradapan bangsa. “Yang kita harapkan kader PW IPNU ini mampu bersaing di setiap lini baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat, sehingga kader ipnu bisa sukses baik dunia maupun akhirat,” terang Arip.

Selain itu, Puncak harla IPNU nanti, PW IPNU Sumsel akan melaunching buku yang berjudul konsep Radikalisasi Paham Keagamaan Perspektif IPNU Sumsel. “Dimana paham radikalisme ini suatu waktu bisa meledak dan mengancam.indonesia. maka kita dari ipnu mengonsep sebuah teori yang dapat disosialisasikan kepada generasi bangsa agar tidak terpapar radikalisme,” ungkapnya.

Menurut Arip, PW IPNU Sumsel selalu menggecarkan kaderisasi baik di tingkatkan remaja atau pemuda, dan sosialisasi kepada kader ipnu nilai kebangsaan dan nilai pancasila guna mencegah kader IPNU Sumsel masuk kedalam paham radikal. “ini salah satu yang kita lakukan untuk mencegah radikalisme masuk di lingkunganIPNU Sumsel,” pungkasnya.

Sementara itu, sekertaris PW NU Sumsel Sueb menambahkan jika PW NU Sumsel sangat mengapresiasi dan mendukung program program yang sudah di jalankan rekan ketua IPNU Sumsel Arip Farawita, dirinya juga mengharapkan agar kedepan banyak orang yang pintar dan orang yang benar di Indonesia, yang saat ini dirinya menilai jika sangat sedikit orang Indonesia bisa berada di dua kriteria tersebut.

“Jadi melalui lembaga ini saya mengharapkan rekan di PW IPNU bisa menjadi orang yang pintar dan orang yang benar. Sehingga kedepan apa yang di amanahkan AD ART di organisasi NU, bisa terlaksana dengan menjadi orang yang pintar dan orang yang benar,” singkatnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed