oleh

Jika Syarat Ini Terpenuhi, Sekolah Tatap Muka akan Digelar

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto mengakui, metode pembelajaran dalam jaringan atau daring dan tatap muka yang dilakukan terbatas dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat tidak akan efektif bagi para siswa.

Awalnya, sekolah telah dipersiapkan pertingkat hanya dua kali dalam satu Minggu. Misalnya saja, untuk SMP Kelas 1 masuk kelas hari Senin dan Rabu, Selasa dan Jumat Kelas 2, Kamis dan Sabtu Kelas 3. Ini pun dibagi dengan shif yang sangat ketat. Dalam satu hari dibagi tiga shif, dengan waktu belajar hanya 2 jam.

“Belajar dengan sistem daring maupun tatap muka dengan protokol kesehatan ketat bisa dikatakan tidak efektif. Sebab, hanya pelajaran yang esensial saja yang akan diajarkan oleh para guru,” kata Zulinto, Selasa (6/7/2021).

Usai belajar tatap muka di Palembang batal, pihaknya berencana memulai sekolah tatap muka secara terbatas ketika semua siswa dan guru selesai divaksin paling tidak 80 persen guru dan 80 persen siswa sudah divaksin.

Sehingga mengharuskan para siswa kembali belajar dalam jaringan (Daring). Hal ini menjadi dilema tersendiri bagi para pendidik dan dinilai pembelajaran secara online sangat tidak efektif.

Sebelumnya, skema pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan telah dipersiapkan terutama beberapa sekolah SD dan SMP yang memang benar-benar telah siap.

“Hanya saja angka kasus COVID-19 di Palembang yang belum menunjukkan perbaikan dan telah diambil kesimpulan dari berbagai pihak bahwa sekolah tetap muka kembali ditunda,” timpalnya.

Dengan jam belajar yang singkat ketika tatap muka terbatas, ia berharap anak-anak dapat sekolah normal kembali dengan jam belajar sebelumnya.

“Dengan jam belajar full saja kadang tidak begitu efektif, apalagi dengan sistem daring dan terbatas. Kami harap anak-anak bisa sekolah normal lagi,” terangnya. (ANA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed