oleh

Groundbreaking Tol Kapal Betung Sepanjang 111,69 Km Kembali Dilanjutkan

SUARAPUBLIK, Palembang – Pembangunan Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung (Kapal Betung) sepanjang 111,69 km, kembali dilanjutkan. Groundbreaking dihadiri oleh Menteri PUPR RI yang diwakili Dirjen Kementerian Bina Marga, Hedy Rahadian, berlokasi di Jalan Palembang – Betung KM 25 Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Kamis (15/10).

Groundbreaking ini juga dihadiri Dirjen Bina Marga PUTR Hedi Rahadian, Direksi Presiden Waskita Karya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Pari Kesit, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  Herman Deru, dan Bupati Banyuasin Askolani dan Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati SH.,MH.

Acara groundbreaking kali  ini sebagai pertanda dimulainya pembangunan  tol segmen Palembang – Betung yang berlanjut ke Seksi 2B dan Seksi 3 yang panjang ruas tolnya mencapai 69,19 Kilometer.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru  dalam sambutannya mengatakan,  keberadaan tol Kapal-Betung  bukan sekedar untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di ruas jalan Lintas Timur Sumatera tetapi juga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah atau kawasan yang dilintasi ruas jalan tol.

“Tol Kapal-Betung bukan hanya sekedar mengurangi kemacetan tetapi juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Selain itu untuk memperpendek jarak tempuh,” ujar  Herman Deru.

Selain  pembangunan tol Kapal-Betung dirampungkan, dia juga berharap  pembangunan ruas tol Palembang-Indralaya-Muara Enim- Lubuk Linggau-Bengkulu juga terselesaikan dengan segera, sehingga konektivitas antar wilayah di Sumsel serta antar provinsi di Sumatera segera terwujud.

“Proyek  pembangunan tol trans Sumatera kita harapkan terus berlanjut termasuk kelanjutan  tol Lampung – Pekan Baru,” imbuhnya.

Pada Kesempatan yang sama Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati SH.,MH mengatakan, jalan tol yang sudah selesai kini adalah Jalan Tol Kayu Agung-Palembang (Kapal) dan Jalan Tol Palembang-Betung sudah dilaksanakan.

“Ada beberapa exit tol yang masih dibicarakan terutama di Banyuasin, karena dalam desainnya exit tolnya di Pulau Rimau, Bupati Banyuasin, Askolani meminta exit tolnya di Suak Tapeh,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH menjelaskan, banyak dampak positif dari pembangunan ruas tol Palembang – Betung. Di antaranya mengurai kemacetan hingga mempermudah dan mempersingkat jarak tempuh Kabupaten Banyuasin ( Pangkalan Balai – Betung) ke Palembang, serta bisa langsung ke Lampung.

“Selain mengurangi kemacetan, kami yakin pembangunan ini dapat meningkatkan perekonomian Banyuasin. Kami akan menempatkan UMKM-UMKM di rest area di tol ini. Kemudian mempermudah pengangkutan hasil sumber daya alam. Sehingga meningkatkan harga jual begitu juga sebaliknya produksi dari luar yang masuk ke Banyuasin sehingga harga bisa relatif lebih murah”, tutupnya. (vie)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed