oleh

GKG Sumsel Ditarget Meningkat Dua Kali Lipat, dari 2,7 Jadi 5,1 Juta Ton per Tahun

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kementerian Pertanian RI memberikan perhatian besar melalui program bantuan optimasi dan intensifikasi lahan pertanian di wilayah Sumsel. Hal ini demi mendukung program Food Estate Pemerintah Provinsi Sumsel yang mulai digencarkan sejak akhir 2020.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, R Bambang Pramono mengatakan, untuk mendukung program Food Estate Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa dua kegiatan yakni optimasi dan intensifikasi lahan pertanian di Sumsel.

“Kementan mengucurkan dana hingga Rp306 miliar untuk optimasi lahan pertanian, dan Rp152 miliar untuk intensifikasi lahan. Dengan harapan Sumsel bisa memperbesar produksi produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Sumsel,” terang Bambang, Kamis (15/7/2021).

Menurut Bambang, optimasi lahan pertanian, konsepnya merehabilitasi lahan-lahan milik petani, diantaranya dengan memperbaiki tanggul saluran, membuat pintu air, dan pengadaan pompa. Jika memungkinkan jalan atau jembatan tani.

“Sementara untuk intensifikasi lahan pertanian konsepnya menumbuhkan korporasi yang menyediakan sarana produksi dan pendampingan petani, serta melibatkan offtaker penggilingan beras di Sumsel untuk membantu petani,” jelasnya.

Dengan bantuan ini, lanjut Bambang, Sumsel diharapkan bisa memperbesar produksi GKG dua kali lipat atau bahkan lebih dari produksi saat ini. “Tujuannya nanti untuk peningkatan produksi Sumsel yang saat ini mencapai 2,7 juta gabah kering giling menjadi 5,1 juta GKG target dalam waktu tiga tahun kedepan,” kata Bambang.

Gubernur Sumsel Herman Deru merasa bersyukur mendapat bantuan dari Kementan untuk menunjang program Food Estate Sumsel. Selain itu, ditambahkan Deru, kegiatan ini nantinya juga akan dibantu TNI, secara teknis maupun operasionalnya.

“Kita bersyukur karena Sumsel menjadi perhatian utama dan mendapat keistimewaan. Kita tidak sendiri, dalam program ini kita didukung oleh TNI,” jelasnya.

Adapun optimasi lahan difokuskan di Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir dan Muara Enim, dengan total sebanyak 49.990 hektar. Sementara untuk intensifikasi lahan pertanian difokuskan di OKU Timur, Ogan Ilir dan OKU Selatan dengan total sebanyak 25.629 hektar. (ANA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed