oleh

Dua Kali Gempa Darat, BMKG Imbau Warga Aceh Jangan Panik

SUARAPUBLIK, Aceh : Aceh diguncang dua kali gempa darat berkekuatan 4,8 SR dan 4,0 SR, Selasa (18/9/2018) . Gempa tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Pidie, Aceh dan turut dirasakan hingga ke wilayah Kabupaten Pidie Jaya dan Sabang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar mencatat, gempa pertama terjadi pada pukul 14.33 WIB dan gempa susulan pada pukul 14.38 WIB. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Demikian laporan resmi BMKG.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar Eridawati mengatakan, gempa tersebut merupakan gempa tektonik yang mengguncang daratan Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

“Gempa yang terjadi di wilayah Sigli dan sekitarnya berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=4,8 terjadi dengan koordinat episenter pada 5.17 lintang utara dan 96.23 bujur timur,” kata Erida.

Gempa tersebut lanjut Erida, berada di darat tepatnya di lokasi pada jarak 36 kilometer arah tenggara Sigli-Aceh pada kedalaman 7 kilometer,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Erida, berdasarkan hasil analisa menunjukkan M=4.0 dengan koordinat episenter 5.31 lintang utara dan 96.04 bujur tinur atau tepatnya 10 kilometer tenggara Sigli-Aceh pada kedalaman 10 kilometer.

“Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan berpotensi dirasakan di daerah Sabang dan Pidie Jaya dalam skala intensitas II SIG-BMKG (II-III MMI),” sebutnya.

Erida menambahkan, berdasarkan peninjauan dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Pidie Jaya. Kepada masyarakat di sekitar wilayah Sabang dan Pidie Jaya dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, saat terjadi gempa warga yang berada di kawasan kabupaten Pidie dan Pidie Jaya sempat panik dan berhamburan keluar rumah.

“Sejauh ini belum ada laporan terkait kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat peristiwa ini. Kondisi aman terkendali,” kata Kepala Pelaksana BPBA T Ahmad Dadek.

Sebagaimana diketahui, wilayah Pidie Jaya dilintasi oleh cesar gempa aktif. Wilayah ini pernah diguncang gempa darat berkekuatan 6,4 Skala Richter. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan akibat gempa itu, 100 lebih orang meninggal dunia dan ribuan bangunan serta fasilitas publik rusak.(MJP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed