oleh

Bahas Kondisi Ekonomi Bangsa, Kemenkeu Undang Ekonom Sumsel

SUARAPUBLIK, Palembang : Palembang : Stakeholder dalam pengambil kebijakan ekonomi yang terdiri dari kalangan akademisi, birokrat, perbankan, pelaku usaha dan media yang tergabung dalam Forum Ekonom Kementerian Kementerian Keuangan (FEKK) mengikuti Seminar APBN di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (25/9/2018).

Seminar yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal Pusat Kebijakan Ekonomi Makro dengan tajuk ‘APBN Untuk Peningkatan Layanan Dasar dan Pengurangan Kesenjangan’ ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan oleh Pemerintah.

Kepala Kanwil Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan, Taukhid, mengungkapkan, selain menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi perekonomian bangsa saat ini, seminar ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait peran APBN dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita harus akui bahwa ketergantungan pembangunan terhadap APBN masih tinggi. Untuk Sumatera Selatan, dari Rp. 34 Trilyun belanja totalnya sebanyak RP. 28 trilyun menggunakan dana APBN,” ujar Taukhid kepada wartawan disela acara seminar.

Diakui Taukhid, seminar ini sekaligus juga sebagai ajang diskusi antara Pemerintah dan masyarakat untuk isu yang beredar saat ini seperti depresiasi rupiah terhadap dollar yang disebut mengancam kondisi perekonomian. Dalam kaitannya dengan anggaran, pada kesempatan ini juga sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebijakan fiskal pemerintah dalam proses pembangunan dimana alokasi anggaran didistribusikan ke setiap wilayah.

“Pada seminar ini juga kami menunjukkan bahwa kebijakan fiskal Pemerintah telah diimplementasikan dalam pembangunan. Kebijakan fiskal bukan angan-angan atau impian, sudah ada didepan mata,” bebernya.

Tampil sebagai pembicara pada acara tersebut Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Adrianto, Kepala Subdirektorat Evaluasi Dukungan Pemerintah, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan, Taukhid dan Guru Besar Universitas Sriwijaya selaku Ekonom Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Selatan, Bernadette Robiani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed