oleh

Anita, Sinergitas DPRD Prov Sumsel Dan Pers Sangat Diperlukan

SUARAPUBLIK,  Palembang – Ketua DPRD Prov Sumsel RA Anita Noeringhati pada acara Dialog Pers Nasional dalam rangka HPN 2020 bersama Gubernur Sumsel, Herman Deru, Kamis (6/8/2020) di Griya Agung sangat menaruh perhatian besar terhadap Insan Pers.

Dimana Insan Pers adalah mitra DPRD Prov Sumsel dalam mejalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan oleh pemprov.

“Sinergitas DPRD Prov Sumsel dan Pers yaitu sama-sama mengawasi pelaksanaan program pembangunan oleh Pemerintah Provinsi. Karena itu, sangat dibutuhkan sinergitas dan kemitraan yang kokoh antara lembaga DPRD Prov Sumsel dan Pers didalam pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.

Anita juga berharap, dalam menyajikan berita, hendaknya Pers lebih teliti, independen, aktual dan berita yang disajikan dapat dipercaya.

Pers merupakan pilar keempat bagi demokrasi (the fourth estate of democracy) dan mempunyai peranan yang penting dalam membangun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah.

Ditempat yang sama dalam sambutannya Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghimbau wartawan harus lebih selektif untuk menerbitkan sebuah berita, independen dan harus lebih konferhensif.

“Jangan ada lagi dalam berita itu ada kata – kata “diduga”, karena menurut saya itu tidak konferhenshif, dan belum jelas kebenaranya”, jelas Herman Deru saat acara Dialog Pers Nasional Bersama Gubernur Sumsel yang mengambil tema “Pers dan Pemda Membangkitkan Semangat Rakyat di Tengah Bencana”.
Dialog tersebut juga dihadiri dua nara sumber, yaitu Ketua PWI Pusat H Atal S Depari dan Ketua Dewan Pers Prof Dr H Muhammad Nuh yang diwakili M Agung Dharmajaya, Anggota Dewan Pers, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan.

Dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan menerima penghargaan “Gubernur Peduli Pers” dari pengurus PWI Sumsel.

Menurut Herman Deru, Organisasi PWI merupakan organisasi tertua di Indonesia, dan merupakan wadah yang menaungi wartawan. Untuk itulah dirinya, mengharapkan kepada PWI melakukan pengembangan awak media, melalui pelatihan sehingga berita-berita yang disajikan, dapat berimbang dan terpacaya.

“Sekarang ini lewat instagram dan medsos lainnya, orang sudah bisa menjadi wartawan, dan tidak ada filternya,” ungkap Deru. (vie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed