oleh

ACT Sumsel Lepas Lima Relawannya Berangkat ke Lombok

SUARAPUBLIK, Palembang: Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan melepas lima orang relawan untuk berangkat ikut membantu aktivitas recovery Lombok. Tim ini dilepas langsung oleh Branch Manager (BM) ACT, Ardiansyah untuk bergabung dengan tim relawan ACT seluruh Indonesia. Mereka akan ditempatkan di posko-posko ACT yang tersebar di seluruh daerah terdampak bencana di Lombok.

“Tim ini akan dirolling minimal dua pekan sekali, gunanya untuk menjaga produktivitas relawan,” ujar aktivis kemanusiaan lulusan Universitas Sriwijaya ini.
Lebih lanjut Ardi menerangkan, tim relawan nanti akan ditempatkan pada pos-pos sesuai dengan kualifikasi masing-masing seperti logistik, medis, trauma healing, driver dan dokumentasi baik foto maupun video. Targetnya adalah untuk mempercepat proses recovery korban gempa Lombok.
Selain itu, ACT juga terus ‘mempercepat’ pembangunan Integrated Community Shelter (ICS) yang akan menjadi hunian layak sementara bagi pengungsi di Lombok. Kompleks ICS ini nantinya akan dilengkapi dengan sekolah, masjid, dan MCK. Semuanya terintegrasi sehingga korban bencana di pengungsian dapat membangun kembali kehidupannya seperti sediakala.
Ketua tim yang berangkat, Novriansyah Lukito menjelaskan bahwa mereka akan bertugas semaksimal mungkin sesuai dengan arahan dari posko induk. Nantinya setelah sampai di Lombok mereka akan langsung berkoordinasi dan bergabung dengan tim lainnya dari seluruh Indonesia.
“Kita sudah siapkan planing masing-masing sesuai kualifikasi yang dimiliki, akan tetapi tetap menyesuaikan dengan arahan dari posko induk ACT di sana, terang Lukito.
Adapun relawan yang diberangkatkan dalam misi kemanusiaan ini adalah Novriansyah Lukito selaku ketua tim, Nurhidayati, Imam Hambali, Aditya Marsello dan Rendi Jalil.
ACT saat ini juga mempersiapkan pemberangkatan logistik tahap kedua. Target keseluruhan yang akan dikirim dan masih terus dihimpun adalah 100 ton. Menurut keterangan Ardiansyah sendiri, kebutuhan paling mendasar untuk pengungsi korban gempa Lombok berupa bahan pangan seperti beras dan makanan siap saji. Selain itu ada lebih dari 7.000 rumah hancur, jadi ACT juga menerima bahan bangunan untuk dikirim ke Lombok.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed