oleh

Sriwijaya Expo, BNPB Promosikan Produk UMKM Hasil Sampingan Kelompok Usaha Terdampak Bencana

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Di masa kondisi pandemi Covid 19 saat ini, tidak menyurutkan BNPB untuk tetap melaksanakan kegiatan layanan pemulihan dan peningkatan pascabencana bidang sosial, ekonomi dan SDA.

Salah satunya dengan kegiatan dukungan pemasaran (duksar) hasil pendampingan pada kelompok UMKM terdampak bencana, melalui pameran.

Kegiatan dukungan pemasaran (duksar) oleh BNPB ini dimaksudkan, untuk mempublikasikan hasil kegiatan pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Serta untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Tujuannya adalah mempromosikan dan mengenalkan produk kelompok usaha masyarakat yang terdampak, sehingga dapat meningkatkan penjualan dan pangsa pasar yang lebih luas.

Kali ini, BNPB ikut serta dalam pameran Sriwijaya Expo di Dining Hall Jakabaring Sport City Palembang. Produk-produk yang akan dipamerkan berasal dari UMKM hasil pemulihan ekonomi kelompok masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia. Antara lain: bawang biasa, bawang nunggal dan selai strawberry, gula semut, gula aren, mete,kopi Abang (Lombok, NTB), stepung “mocaf sumo” (Sumedang, Jawa Barat), minyak kelapa, tenun subi (Sulteng), kopi lajukela (Riau), kopi Cimbang (Sinabung, Karo, Sumatera Utara), Pisang Muli Krakatau, Rengginang Seafood Goreng, Rengginang Seafood Mentah (Desa Wisata Kunjir Lampung Selatan), Kopi Baratas (Banjarnegara, Jawa Tengah), pakaian batik (Sukoharjo Jawa Tengah). Selain itu ada juga produk jahe instan, kopi robusta tunggak semi, keripik pelepah pisang, olahan jamur, serta beberapa produk kerajinan lainnya.

Menurut Jarwansa ,S.P selaku Deputi Rehabilitasi Rekontruksi Penanggulangan Bencana Badan Nasional, di dampingi Plt. Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan SDA Mewakili Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNP, Makbul S.sos, mengatakan kepada awak media bahwa keikutsertaan BNPB dalam Pameran Sriwijaya Expo dilaksanakan tanggal 2 – 5 Juli 2021 di Palembang ini, adalah yang kedua pada tahun 2021. Rencana kegiatan promosi produk hasil pendampingan kelompok masyarakat terdampak bencana akan dilaksanakan di beberapa kota lainnya.

“Melalui kegiatan pameran ini, UMKM hasil pemulihan ekonomi BNPB di daerah pascabencana diharapkan akan semakin terbuka akses pangsa pasar sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan perekonomian menjadi semakin pulih,” ungkapnya.

“Ya, kita sudah bekerjasama dengan 7 Universitas Negeri, World Bank Indonesia adalah salah satu dari 35 negara di dunia dengan tingkat ancaman bencana tinggi. Kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana meliputi sector perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi dan lintas sektor. Dalam rangka pemulihan sosial ekonomi dan SDA, BNPB telah melakukan kerjasama dengan tujuh universitas negeri setempat yaitu Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Tadulako Palu, Universitas Mataram, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, Universitas Jenderal Sudirman dan Universitas Bengkulu,” jelasnya kepada media, Jumat (2/7/2021).

Dilanjutkan Makbul, bencana urusan bersama. Dan dengan kerjasama semua pihak, dalam semangat kolaborasi pentahelix wajib di kedepankan sebagau upaya penanggulangan bencana.

“Pendampingan Ekonomi BNPB melalui BESEK (Bantuan Ekonomi Sesuai Kebutuhan), diharapkan dapat menciptakan nilai tambah demi kesejahteraan masyarakat terdampak bencana,” tutupnya. (Rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed